- Beranda
- Stories from the Heart
Cerita Waras (untold story)
...
TS
irulfm24
Cerita Waras (untold story)
Setelah sekian lama vakum dalam dunia perceritaan, aku kembali terniat ingin berbagi cerita dan kisah hidupku.
Sebenarnya sebelum ini aku sudah pernah membuat sebuah cerita di sini. Tapi sepertinya aku tidak bisa untuk melanjutkan cerita tersebut. Maaf ya.
Jika seandainya tulisanku ini kurang menarik. Harap maklum ya gan, aku cuma lulusan TSM (teknik sepeda motor).
Tapi aku akan mencoba menyampaikan kisah ini semaksimal mungkin.
Jangan berharap ada hal menarik dari kisah ini, karena ini hanya perjalanan hidupku. Aku hanya menceritakan apa adanya saja.
Status : On going

Sebenarnya sebelum ini aku sudah pernah membuat sebuah cerita di sini. Tapi sepertinya aku tidak bisa untuk melanjutkan cerita tersebut. Maaf ya.
Jika seandainya tulisanku ini kurang menarik. Harap maklum ya gan, aku cuma lulusan TSM (teknik sepeda motor).
Tapi aku akan mencoba menyampaikan kisah ini semaksimal mungkin.
Jangan berharap ada hal menarik dari kisah ini, karena ini hanya perjalanan hidupku. Aku hanya menceritakan apa adanya saja.
Status : On going

Quote:
Spoiler for Q&A:
Spoiler for INDEX:
Quote:
Quote:
Diubah oleh irulfm24 11-07-2022 08:19
wong.tanpo.aran dan 10 lainnya memberi reputasi
9
17.2K
243
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
irulfm24
#43
Chapter 39 : Pingsan
Aku berdiri di depan, bertiga berjajar menghadap ke arah peserta lain. Suara tepuk tangan bergemuruh, semua mata tertuju pada kami bertiga. Aku masih tidak menyangka kalau ternyata aku adalah peserta yang mendapatkan juara 1 itu, ini benar-benar seperti mimpi. Aku hanya bisa terdiam, tersenyum bahagia dengan piala besar di tangan ku. Acara pun berakhir dengan sesi foto bebas. Semua peserta mendapat bingkisan dan baju. Sedangkan aku mendapat hadiah berupa sepatu, bingkisan dan piala juga tentunya. Acara berakhir, kita semua bersalaman. Berharap bisa bertemu lagi di TTL selanjutnya.
Di mobil, saat perjalanan pulang ke Wisma. Aku menyampaikan ke Pak Cipta kalau kami akan menginap satu malam lagi dan pulang besok pagi. Beliau pun meng-iyakan.
Tanpa terasa hari sudah gelap, tak ada kabar apapun dari Ayunda. Di kamar, perasaanku tak menentu, aku benar-benar gelisah. Aku berjalan, bolak-balik, duduk, rebahan, berdiri tak tentu arah. Bagaimana tidak, dari malam kemarin sampai bertemu malam lagi, telponku tidak kunjung diangkat, bahkan sms juga tidak dibalas.
"Drrtttt drrtttt.. "HP di saku celana ku bergetar. Refleks, aku langsung menjawab panggilan itu.
"hallo yank, kemana aja ga ada kabar" langsung ku jawab tanpa melihat lagi ke layar HP.
"assalamualaikum" jawab seseorang dengan suara laki-laki.
Aku kaget, ini siapa yang nelpon. Aku diam sejenak, dan melihat ke layar HP. ternyata itu adalah panggilan dari Bos ku.
"Duh, bikin malu" ucapku dalam hati. Aku pun menjawab salam.
"Kamu mau pulangnya kapan dan pakai apa?" tanya dia.
"Aku pulang besok pagi, sama temen pakai taxi" jawabku.
"Oww, diantar sampai mana nanti?" tanya dia lagi. Aku hanya diam, namun mengalihkan jawaban.
"Kalau temenku itu sampai Selak*u, pak"
"Besok kamu tanya lagi, mau engga dia ngantar sampai pelabuhan"
"Baik pak" jawabku singkat. Aku ingin segera mengakhiri panggilan ini, namun Bos balik bertanya lagi.
"Ngomong-ngomong, siapa yang menang kompetisi hari ini"
"Aku pak, juara 1"
"Ah, yang bener? Belum pernah loh, bengkel kita ada yang juara" kata dia terdengar senang.
"Cuma kebetulan aja pak, soalnya mudah kaya di sekolah ku dulu" jawabku dengan sedikit tawa yang dipaksakan. Karna suasana hati sedang tidak enak.
"Ya sudah, selamat ya" Dia pun mengakhiri panggilan dengan salam.
Untuk menghibur hati, aku lalu membuka facebook yang sudah beberapa hari tidak sempat ku buka. Seperti biasa aku mengecek inbox, terlihat ada pesan dari Ananda. Kembarannya Ayunda.
"Rul, Ayunda pingsan. Dia lagi dirawat di puskesmas" Aku kaget membaca pesan itu, ku lihat pesan itu dikirim jam 08.05 AM.
Aku tidak membalas pesan itu, namun langsung memeriksa kontak di HP, seingatku dulu Ayunda pernah menelepon ku pakai nomor Ananda. Benar-benar nasib baik, ternyata aku menyimpan no HP itu. Segera aku pun menelpon.
"Tuuuuuut, cekleg"
"Hallo" Suara seseorang gadis terdengar, sangat mirip dengan suara Ayunda.
"Hallo, ini Ananda ya"
"Iya, ini siapa" balas dia.
"Ini gw, Irul. Gimana keadaan Ayunda" aku to the point.
"Oww, kemana aja loe? Ini gw lagi nemenin dia di ruang pasien. Belum sadar". Mendengar itu, aku semakin penasaran.
"Gw sibuk banget, gw sempet beberapa kali nelpon tapi ga dijawab. Ternyata kejadiannya kaya gini"
"Hp dia ketinggalan di kamar kayanya" jawab Ananda.
"Gimana ceritanya, kok bisa pingsan?" tanyaku.
"Subuh, habis dari kamar mandi. Tiba-tiba ada suara berisik di belakang, gw keluar dari kamar. Ternyata dia udah tergeletak di lantai. Kita semua panik, muka dia pucat banget kaya ga ada darah. Terus tangannya juga dingin" Terang dia.
Aku terus mendengarkan ceritanya, sambil berfikir dan menebak-nebak apa yang menyebabkan dia pingsan.
"Terus sekarang keadaan dia gimana?" tanyaku lagi.
"Masih belum sadar, udah sampai dipasangi infus" jawab Ananda dengan nada pelan.
Aku yang hanya bisa mendengar dari balik telepon ini, tidak bisa berbuat apa-apa. Namun satu hal yang menganggu fikiranku. Apa jangan-jangan dia hamil.
Bersambung...
Di mobil, saat perjalanan pulang ke Wisma. Aku menyampaikan ke Pak Cipta kalau kami akan menginap satu malam lagi dan pulang besok pagi. Beliau pun meng-iyakan.
***
Tanpa terasa hari sudah gelap, tak ada kabar apapun dari Ayunda. Di kamar, perasaanku tak menentu, aku benar-benar gelisah. Aku berjalan, bolak-balik, duduk, rebahan, berdiri tak tentu arah. Bagaimana tidak, dari malam kemarin sampai bertemu malam lagi, telponku tidak kunjung diangkat, bahkan sms juga tidak dibalas.
"Drrtttt drrtttt.. "HP di saku celana ku bergetar. Refleks, aku langsung menjawab panggilan itu.
"hallo yank, kemana aja ga ada kabar" langsung ku jawab tanpa melihat lagi ke layar HP.
"assalamualaikum" jawab seseorang dengan suara laki-laki.
Aku kaget, ini siapa yang nelpon. Aku diam sejenak, dan melihat ke layar HP. ternyata itu adalah panggilan dari Bos ku.
"Duh, bikin malu" ucapku dalam hati. Aku pun menjawab salam.
"Kamu mau pulangnya kapan dan pakai apa?" tanya dia.
"Aku pulang besok pagi, sama temen pakai taxi" jawabku.
"Oww, diantar sampai mana nanti?" tanya dia lagi. Aku hanya diam, namun mengalihkan jawaban.
"Kalau temenku itu sampai Selak*u, pak"
"Besok kamu tanya lagi, mau engga dia ngantar sampai pelabuhan"
"Baik pak" jawabku singkat. Aku ingin segera mengakhiri panggilan ini, namun Bos balik bertanya lagi.
"Ngomong-ngomong, siapa yang menang kompetisi hari ini"
"Aku pak, juara 1"
"Ah, yang bener? Belum pernah loh, bengkel kita ada yang juara" kata dia terdengar senang.
"Cuma kebetulan aja pak, soalnya mudah kaya di sekolah ku dulu" jawabku dengan sedikit tawa yang dipaksakan. Karna suasana hati sedang tidak enak.
"Ya sudah, selamat ya" Dia pun mengakhiri panggilan dengan salam.
***
Untuk menghibur hati, aku lalu membuka facebook yang sudah beberapa hari tidak sempat ku buka. Seperti biasa aku mengecek inbox, terlihat ada pesan dari Ananda. Kembarannya Ayunda.
"Rul, Ayunda pingsan. Dia lagi dirawat di puskesmas" Aku kaget membaca pesan itu, ku lihat pesan itu dikirim jam 08.05 AM.
Aku tidak membalas pesan itu, namun langsung memeriksa kontak di HP, seingatku dulu Ayunda pernah menelepon ku pakai nomor Ananda. Benar-benar nasib baik, ternyata aku menyimpan no HP itu. Segera aku pun menelpon.
"Tuuuuuut, cekleg"
"Hallo" Suara seseorang gadis terdengar, sangat mirip dengan suara Ayunda.
"Hallo, ini Ananda ya"
"Iya, ini siapa" balas dia.
"Ini gw, Irul. Gimana keadaan Ayunda" aku to the point.
"Oww, kemana aja loe? Ini gw lagi nemenin dia di ruang pasien. Belum sadar". Mendengar itu, aku semakin penasaran.
"Gw sibuk banget, gw sempet beberapa kali nelpon tapi ga dijawab. Ternyata kejadiannya kaya gini"
"Hp dia ketinggalan di kamar kayanya" jawab Ananda.
"Gimana ceritanya, kok bisa pingsan?" tanyaku.
"Subuh, habis dari kamar mandi. Tiba-tiba ada suara berisik di belakang, gw keluar dari kamar. Ternyata dia udah tergeletak di lantai. Kita semua panik, muka dia pucat banget kaya ga ada darah. Terus tangannya juga dingin" Terang dia.
Aku terus mendengarkan ceritanya, sambil berfikir dan menebak-nebak apa yang menyebabkan dia pingsan.
"Terus sekarang keadaan dia gimana?" tanyaku lagi.
"Masih belum sadar, udah sampai dipasangi infus" jawab Ananda dengan nada pelan.
Aku yang hanya bisa mendengar dari balik telepon ini, tidak bisa berbuat apa-apa. Namun satu hal yang menganggu fikiranku. Apa jangan-jangan dia hamil.
Bersambung...
Diubah oleh irulfm24 23-06-2021 17:21
regmekujo dan 2 lainnya memberi reputasi
3













