TS
Ariel.Matsuyama
[FanFic] Kamen Rider Blitzer
![[FanFic] Kamen Rider Blitzer](https://dl.kaskus.id/ic.pics.livejournal.com/arielmatsuyama/83052924/5659/5659_900.png)
Kamen Rider Blitzer (仮面ライダー ブリッツァー)
Genre:Action | Drama | Adventure
Quote:
ATTENTION:
Meski tokoh utama dalam cerita ini adalah "Kamen Rider Blitzer", tapi ceritanya hampir sama seperti manga "Kamen Rider Spirits", bedanya disini semua Kamen Rider dari era Showa sampai yang terbaru satu dunia.
Meski tokoh utama dalam cerita ini adalah "Kamen Rider Blitzer", tapi ceritanya hampir sama seperti manga "Kamen Rider Spirits", bedanya disini semua Kamen Rider dari era Showa sampai yang terbaru satu dunia.
Spoiler for List Episode:
Episode 1: Hobi Membunuh
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 2: Gerombolan Raja Minyak
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 3: Gerombolan Raja Minyak Part 2
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 4: Rival
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 5: Dendam VS Dendam (Ide by: Dhodo Rukanda)
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 6: Jalan Kegelapan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 7: Game Kematian
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 8: Belalang Hitam
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 9: MECHA - MONSTER
[Act 1] [Act 2] [Act 3] [Act 4 (End)]
Episode 10: NEGA
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 11: Inilah Diriku!
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 12: Darker
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 13: Kapsul Penyelesai Masalah
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 14: Kasus Kematian Aneh
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 15: Pencuri Kekuatan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 16: Yami Rider
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 17: Meringkus Yami RiderNEW!!
[Act 1] [Act 2 (End)]
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 2: Gerombolan Raja Minyak
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 3: Gerombolan Raja Minyak Part 2
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 4: Rival
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 5: Dendam VS Dendam (Ide by: Dhodo Rukanda)
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 6: Jalan Kegelapan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 7: Game Kematian
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 8: Belalang Hitam
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 9: MECHA - MONSTER
[Act 1] [Act 2] [Act 3] [Act 4 (End)]
Episode 10: NEGA
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 11: Inilah Diriku!
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 12: Darker
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 13: Kapsul Penyelesai Masalah
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 14: Kasus Kematian Aneh
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 15: Pencuri Kekuatan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 16: Yami Rider
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 17: Meringkus Yami RiderNEW!!
[Act 1] [Act 2 (End)]
Spoiler for Realms:
*Theme Song
*Main Character
*Main Character 2 (In Process)
*Supporting Character (In Process)
*Villain NEW!!
*Main Character
*Main Character 2 (In Process)
*Supporting Character (In Process)
*Villain NEW!!
Quote:
Cerita ini juga diterbitkan di: WATTPAD
Diubah oleh Ariel.Matsuyama 08-02-2020 18:50
0
12.1K
Kutip
52
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•355Anggota
Tampilkan semua post
TS
Ariel.Matsuyama
#37
UPDATE!!
Spoiler for Episode 12: Darker:
Mecha Castle, hutan Kota Zippon - Jepang, Selasa 11 Februari 2020, pukul 13:00
Darker melihat ke sebuah papan yang memiliki bingkai kotak berwarna perak dan beberapa tombol yang menempel di dinding. Di sana tertera banyak sekali nama yang masing-masing memiliki nomor urut di samping kanannya yang merupakan posisi dari nama-nama itu. Di samping kirinya ada angka yang menunjukkan jumlah orang yang mereka bunuh.
"Namanya sudah hilang dari posisi sepuluh," ucap Darker sambil melihat urutan ke sepuluh di papan tersebut. Di sana tertera nama 'Civer'. Nama yang seharusnya Eagler telah menghilang dari sana. "Dia pasti sudah mati."
Tiba-tiba, Quesier datang. "Ada apa, Darker?" tanyanya.
"Nama Eagler menghilang dari Killer Board," jawab Darker.
"Menghilang?" kata Quesier.
Darker mengangguk. "Padahal aku sudah memberinya Gaia Memory yang memiliki kekuatan cukup besar."
"Aku turut berduka." ucap Quesier. "Mungkin yang membunuhnya bukan orang sembarangan.
Tak lama setelah itu, nama Darker yang ada di posisi ketiga pada papan bernama Killer Board tersebut tergeser ke posisi keempat oleh sebuah nama yakni Cavaler. Nama Cavaler bisa menggeser posisi Darker karena jumlah poin membunuhnya sudah lebih banyak dari Darker yaitu 5.828.141.985, sementara Darker 5.828.141.984, beda tipis.
Melihat hal itu, Darker terkejut. "Ah?"
"Kenapa, Darker?" tanya Quesier.
"Ada yang menggeser posisiku Killer Board," jawab Darker sambil menunjuk Killer Board.
Quesier tersentak. "Siapa?"
"Cavaler."
"Berarti kau harus duel dengannya untuk mempertahankan posisimu. Kapan kau siap?"
"Hari ini pun aku siap! Kau sudah tahu kekuatanku kan? Tidak mungkin aku kalah!"
"Semoga begitu."
=***=
Komplek Akajima, Kota Zippon - Jepang, pukul 13:20.
Di sebuah rumah, Ariel bersama seorang pria bernama 'Godai Yusuke' tengah bermain Playstation 4, mereka bermain Moto GP. Godai yang berkulit putih memiliki ciri fisik mata agak bulat dengan kantung mata yang tidak hitam, alis panjang tipis, hidung mancung, bibir sedang, dan daun telinga kecil yang tertutup rambutnya yang sedikit panjang. Wajahnya yang oval dihiasi kumis dan janggut serta tahi lalat di sebelah kanan dagunya.
Berkali-kali Godai menyalip pembalap merah yang dimainkan Ariel meski Ariel juga tidak mau kalah, hingga akhirnya pembalap Godai yang berwarna biru memasuki garis Finish, mengalahkan pembalap merah Ariel.
"Yiihaa!!!" teriak Godai. "Akhirnya aku bisa mengalahkan Ariel!"
"Jangan senang dulu!" ucap Ariel. "Kita bertanding satu pertandingan lagi!" tantangnya.
"Baik! Aku pasti akan mengalahkanmu lagi!" balas Godai. "Tapi aku mau membuat minuman dulu. Daritadi di sini tidak ada minuman." Kemudian ia berdiri dan keluar dari kamar itu.
Ketika berjalan menuju dapur, Godai ingat pertemuan pertamanya dengan Ariel. Godai adalah seorang petualang. Setelah mengalahkan N Daguva Zeba, Godai pun melanjutkan petualangannya dan akhirnya membuka sebuah kedai minuman di Zippon. Ia pertama kali bertemu dengan Ariel di tempat itu. Ariel yang pada saat itu membeli minuman buatan Godai di sana memuji minuman buatan Godai yang baginya sangat enak dan segar dan ingin tahu apa saja resep minuman itu. Dengan senang hati Godai pun memberitahunya. Tapi, di saat seperti itu tiba-tiba muncul Mechaster dan menyerang orang-orang yang ada di sana. Godai yang melihatnya langsung meninggalkan kedai minuman dan pergi ke tempat sepi lalu berubah menjadi Kamen Rider Kuuga dan melawan Mechaster itu. Sayangnya, Godai berhasil didesak oleh si Mechaster. Untunglah di saat seperti itu, Ariel yang sudah berubah menjadi Kamen Rider Blitzer datang menolong. Akhirnya mereka berdua melawan Mechaster itu sampai si Mechaster meledak hancur oleh tendangan super mereka berdua. Setelah mengalahkan Mechaster, Blitzer tidak sengaja kembali ke wujud semula dan membuat Kuuga terkejut. Tapi Kuuga senang telah dibantu oleh Ariel. Saat itu, Ariel berkata pada Kuuga bahwa Ariel tahu siapa dia. Kuuga terkejut dan bertanya darimana Ariel mengetahuinya? Ariel pun menjawab bahwa ia tadi mengintip Godai yang henshin menjadi Kuuga di tempat sepi. Akhirnya, karena hal itu, Kuuga pun kembali ke wujud Godai di hadapan Ariel. Sejak kejadian itu, mereka berdua pun bersahabat. Bagi Godai, Ariel adalah sosok laki-laki hebat yang sangat baik, begitu pun sebaliknya. Ariel yang tidak mau menerima sembarang orang menjadi sahabatnya jadi sangat terbuka pada Godai, karena bagi Ariel dia tidak sama dengan orang-orang yang memiliki sifat yang dibenci Ariel seperti kebanyakan orang yang Ariel temui di sepanjang perjalanan hidupnya.
Kembali ke Mecha Castle. Di sebuah stadion khusus di tempat itu, terlihat banyak sekali orang tengah duduk di bangku stadion. Di lapangan yang ada di tengah-tengah staidon, berdirilah Darker dan orang berkaos kuning dengan celana tiga perempat berwarna hitam. Orang itu berkulit hitam, berwajah bulat, bermata sipit, beralis tebal, berhidung sedikit mancung, berbibir tebal, dan berdaun telinga kecil yang ditutupi rambut keriting. Ia berdiri berhadapan dengan Darker.
Seorang wanita berbaju merah dan rok kuning mengembang serta sepasang sarung tangan putih mengambil sebuah mic dari meja yang ada di pinggir lapangan. Setelah mengetuk-ngetuk mic itu dan mendekatkannya ke mulutnya, ia berkata, "Para hadirin Mechaster sekalian, hari ini kita akan melihat duel maut antara petinggi kita Darker, melawan penantang baru Cavaler! Pertandingan ini akan menentukan siapa yang pantas menduduki posisi petinggi, apakah Cavaler? Atau Darker berhasil mempertahankan posisinya? Yak, mari kita saksikan duelnya!"
Para penonton yang duduk di bangku staidon pun bertepuk tangan, beberapa dari mereka ada yang bersorak sorai. Setelah gong dipukul oleh seorang pria berpakaian serba hitam, Cavaler pun memasang kuda-kuda, sementara Darker hanya berdiri tegak menatap Cavaler.
Cavaler berteriak lalu maju ke arah Darker dan langsung menggunakan kaki
kanan untuk menendang keras dan bertenaga ke arah kepala Darker.
Darker hanya memiringkan kepala sedikit hingga kaki lawan yang
menendang itu menjadi
salah arahnya. Ia lalu
mengubah kedudukannya dan membongkok
sambil merangkapkan
kedua kepalan di dada
menanti serangan lebih lanjut. Semua orang heran melihat gerakan Darker yang
tampaknya sangat tenang namun gesit ketika menghindari tendangan bertenaga Cavaler.
Cavaler menyerang lagi dengan kepalan tangan kearah dada Darker yang merupakan pancingan saja, karena ketika Darker menggunakan tangan kiri untuk menangkis, ia buru-buru menarik kembali
kepalannya dan kepalan kirilah yang maju cepat mengarah lambung Darker. Darker sebenarnya sudah dapat menduga bahwa pukulan pertama itu hanya umpan saja, maka sengaja ia miringkan badan dan mengangkat lutut yang lebih besar dan keras.
Cavaler panas dan
marah, lalu maju dengan kedua pukulan tangan diseling tendangan-tendangan ke arah perut dan tempat-tempat berbahaya. Tetapi Darker memperlihatkan kegesitannya, sambil melenggak-lenggok ke kanan dan kiri ia nampak bagaikan seorang yang sedang menari-nari dengan indahnya. Memang tubunya lemas sekali saat itu, maka tentu saja duel ini menarik
hati para penontonnya, bahkan Quesier yang sedang menonton mengagumi dan menganggukkan kepala memuji.
Karena lelah dan pening menghadapi lawan yang licin bagai belut ini, Cavaler berlaku nekat dan curang. Ia maju dan menggunakan tangan kanan menghamtam ulu hati Darker dan tangan kirinya bergerak ke bawah mencengkeram kemaluan Darker. Semua orang terkejut melihat serangan maut ini, sedangkan Quesier merasa cemas.
Darker melihat datangnya serangan tenang-tenang saja, dengan tersenyum miring ia menggunakan tangan kiri memegang cengkeraman lawan dengan sangat cepat dan tangan kanan menangkis serangan lawan. Setelah itu ia mendorong tubuh Cavaler ke belakang. Setelah Cavaler terdorong agak jauh, Darker melompat dan melancarkan tendangan bertubi-tubi ke dada Cavaler dengan kedua kakinya seperti sedang mengayuh sepeda.
Tubuh Cavaler terus terseret mundur ke belakang oleh tendangan Darker. Terakhir, Darker menendang keras dadanya dengan dua kaki hingga Cavaler terlontar jauh dan terguling-guling. Begitu ia berusaha bangun, darah segar muncrat dari mulutnya, darahnya sama seperti darah manusia. Ia yang masih dalam posisi setengah bangun kembali jatuh dan terkapar tak sadarkan diri.
Wanita yang tadi berbicara dengan mic menghampiri Cavaler dan mengecek pernapasan serta denyut nadinya. Si wanita terkejut, karena keduanya telah berhenti. Dengan mic yang dipegangnya, si wanita kemudian berkata, "Pemenangnya adalah Darker!!!"
Gong pun berbunyi beberapa kali. Sorak sorai dan tepuk tangan penonton terdengar memenuhi stadion.
"Tcih! Membosankan sekali," ucap Darker sambil berlalu pergi dari lapangan stadion.
Darker melihat ke sebuah papan yang memiliki bingkai kotak berwarna perak dan beberapa tombol yang menempel di dinding. Di sana tertera banyak sekali nama yang masing-masing memiliki nomor urut di samping kanannya yang merupakan posisi dari nama-nama itu. Di samping kirinya ada angka yang menunjukkan jumlah orang yang mereka bunuh.
"Namanya sudah hilang dari posisi sepuluh," ucap Darker sambil melihat urutan ke sepuluh di papan tersebut. Di sana tertera nama 'Civer'. Nama yang seharusnya Eagler telah menghilang dari sana. "Dia pasti sudah mati."
Tiba-tiba, Quesier datang. "Ada apa, Darker?" tanyanya.
"Nama Eagler menghilang dari Killer Board," jawab Darker.
"Menghilang?" kata Quesier.
Darker mengangguk. "Padahal aku sudah memberinya Gaia Memory yang memiliki kekuatan cukup besar."
"Aku turut berduka." ucap Quesier. "Mungkin yang membunuhnya bukan orang sembarangan.
Tak lama setelah itu, nama Darker yang ada di posisi ketiga pada papan bernama Killer Board tersebut tergeser ke posisi keempat oleh sebuah nama yakni Cavaler. Nama Cavaler bisa menggeser posisi Darker karena jumlah poin membunuhnya sudah lebih banyak dari Darker yaitu 5.828.141.985, sementara Darker 5.828.141.984, beda tipis.
Melihat hal itu, Darker terkejut. "Ah?"
"Kenapa, Darker?" tanya Quesier.
"Ada yang menggeser posisiku Killer Board," jawab Darker sambil menunjuk Killer Board.
Quesier tersentak. "Siapa?"
"Cavaler."
"Berarti kau harus duel dengannya untuk mempertahankan posisimu. Kapan kau siap?"
"Hari ini pun aku siap! Kau sudah tahu kekuatanku kan? Tidak mungkin aku kalah!"
"Semoga begitu."
=***=
Komplek Akajima, Kota Zippon - Jepang, pukul 13:20.
Di sebuah rumah, Ariel bersama seorang pria bernama 'Godai Yusuke' tengah bermain Playstation 4, mereka bermain Moto GP. Godai yang berkulit putih memiliki ciri fisik mata agak bulat dengan kantung mata yang tidak hitam, alis panjang tipis, hidung mancung, bibir sedang, dan daun telinga kecil yang tertutup rambutnya yang sedikit panjang. Wajahnya yang oval dihiasi kumis dan janggut serta tahi lalat di sebelah kanan dagunya.
Berkali-kali Godai menyalip pembalap merah yang dimainkan Ariel meski Ariel juga tidak mau kalah, hingga akhirnya pembalap Godai yang berwarna biru memasuki garis Finish, mengalahkan pembalap merah Ariel.
"Yiihaa!!!" teriak Godai. "Akhirnya aku bisa mengalahkan Ariel!"
"Jangan senang dulu!" ucap Ariel. "Kita bertanding satu pertandingan lagi!" tantangnya.
"Baik! Aku pasti akan mengalahkanmu lagi!" balas Godai. "Tapi aku mau membuat minuman dulu. Daritadi di sini tidak ada minuman." Kemudian ia berdiri dan keluar dari kamar itu.
Ketika berjalan menuju dapur, Godai ingat pertemuan pertamanya dengan Ariel. Godai adalah seorang petualang. Setelah mengalahkan N Daguva Zeba, Godai pun melanjutkan petualangannya dan akhirnya membuka sebuah kedai minuman di Zippon. Ia pertama kali bertemu dengan Ariel di tempat itu. Ariel yang pada saat itu membeli minuman buatan Godai di sana memuji minuman buatan Godai yang baginya sangat enak dan segar dan ingin tahu apa saja resep minuman itu. Dengan senang hati Godai pun memberitahunya. Tapi, di saat seperti itu tiba-tiba muncul Mechaster dan menyerang orang-orang yang ada di sana. Godai yang melihatnya langsung meninggalkan kedai minuman dan pergi ke tempat sepi lalu berubah menjadi Kamen Rider Kuuga dan melawan Mechaster itu. Sayangnya, Godai berhasil didesak oleh si Mechaster. Untunglah di saat seperti itu, Ariel yang sudah berubah menjadi Kamen Rider Blitzer datang menolong. Akhirnya mereka berdua melawan Mechaster itu sampai si Mechaster meledak hancur oleh tendangan super mereka berdua. Setelah mengalahkan Mechaster, Blitzer tidak sengaja kembali ke wujud semula dan membuat Kuuga terkejut. Tapi Kuuga senang telah dibantu oleh Ariel. Saat itu, Ariel berkata pada Kuuga bahwa Ariel tahu siapa dia. Kuuga terkejut dan bertanya darimana Ariel mengetahuinya? Ariel pun menjawab bahwa ia tadi mengintip Godai yang henshin menjadi Kuuga di tempat sepi. Akhirnya, karena hal itu, Kuuga pun kembali ke wujud Godai di hadapan Ariel. Sejak kejadian itu, mereka berdua pun bersahabat. Bagi Godai, Ariel adalah sosok laki-laki hebat yang sangat baik, begitu pun sebaliknya. Ariel yang tidak mau menerima sembarang orang menjadi sahabatnya jadi sangat terbuka pada Godai, karena bagi Ariel dia tidak sama dengan orang-orang yang memiliki sifat yang dibenci Ariel seperti kebanyakan orang yang Ariel temui di sepanjang perjalanan hidupnya.
Kembali ke Mecha Castle. Di sebuah stadion khusus di tempat itu, terlihat banyak sekali orang tengah duduk di bangku stadion. Di lapangan yang ada di tengah-tengah staidon, berdirilah Darker dan orang berkaos kuning dengan celana tiga perempat berwarna hitam. Orang itu berkulit hitam, berwajah bulat, bermata sipit, beralis tebal, berhidung sedikit mancung, berbibir tebal, dan berdaun telinga kecil yang ditutupi rambut keriting. Ia berdiri berhadapan dengan Darker.
Seorang wanita berbaju merah dan rok kuning mengembang serta sepasang sarung tangan putih mengambil sebuah mic dari meja yang ada di pinggir lapangan. Setelah mengetuk-ngetuk mic itu dan mendekatkannya ke mulutnya, ia berkata, "Para hadirin Mechaster sekalian, hari ini kita akan melihat duel maut antara petinggi kita Darker, melawan penantang baru Cavaler! Pertandingan ini akan menentukan siapa yang pantas menduduki posisi petinggi, apakah Cavaler? Atau Darker berhasil mempertahankan posisinya? Yak, mari kita saksikan duelnya!"
Para penonton yang duduk di bangku staidon pun bertepuk tangan, beberapa dari mereka ada yang bersorak sorai. Setelah gong dipukul oleh seorang pria berpakaian serba hitam, Cavaler pun memasang kuda-kuda, sementara Darker hanya berdiri tegak menatap Cavaler.
Cavaler berteriak lalu maju ke arah Darker dan langsung menggunakan kaki
kanan untuk menendang keras dan bertenaga ke arah kepala Darker.
Darker hanya memiringkan kepala sedikit hingga kaki lawan yang
menendang itu menjadi
salah arahnya. Ia lalu
mengubah kedudukannya dan membongkok
sambil merangkapkan
kedua kepalan di dada
menanti serangan lebih lanjut. Semua orang heran melihat gerakan Darker yang
tampaknya sangat tenang namun gesit ketika menghindari tendangan bertenaga Cavaler.
Cavaler menyerang lagi dengan kepalan tangan kearah dada Darker yang merupakan pancingan saja, karena ketika Darker menggunakan tangan kiri untuk menangkis, ia buru-buru menarik kembali
kepalannya dan kepalan kirilah yang maju cepat mengarah lambung Darker. Darker sebenarnya sudah dapat menduga bahwa pukulan pertama itu hanya umpan saja, maka sengaja ia miringkan badan dan mengangkat lutut yang lebih besar dan keras.
Cavaler panas dan
marah, lalu maju dengan kedua pukulan tangan diseling tendangan-tendangan ke arah perut dan tempat-tempat berbahaya. Tetapi Darker memperlihatkan kegesitannya, sambil melenggak-lenggok ke kanan dan kiri ia nampak bagaikan seorang yang sedang menari-nari dengan indahnya. Memang tubunya lemas sekali saat itu, maka tentu saja duel ini menarik
hati para penontonnya, bahkan Quesier yang sedang menonton mengagumi dan menganggukkan kepala memuji.
Karena lelah dan pening menghadapi lawan yang licin bagai belut ini, Cavaler berlaku nekat dan curang. Ia maju dan menggunakan tangan kanan menghamtam ulu hati Darker dan tangan kirinya bergerak ke bawah mencengkeram kemaluan Darker. Semua orang terkejut melihat serangan maut ini, sedangkan Quesier merasa cemas.
Darker melihat datangnya serangan tenang-tenang saja, dengan tersenyum miring ia menggunakan tangan kiri memegang cengkeraman lawan dengan sangat cepat dan tangan kanan menangkis serangan lawan. Setelah itu ia mendorong tubuh Cavaler ke belakang. Setelah Cavaler terdorong agak jauh, Darker melompat dan melancarkan tendangan bertubi-tubi ke dada Cavaler dengan kedua kakinya seperti sedang mengayuh sepeda.
Tubuh Cavaler terus terseret mundur ke belakang oleh tendangan Darker. Terakhir, Darker menendang keras dadanya dengan dua kaki hingga Cavaler terlontar jauh dan terguling-guling. Begitu ia berusaha bangun, darah segar muncrat dari mulutnya, darahnya sama seperti darah manusia. Ia yang masih dalam posisi setengah bangun kembali jatuh dan terkapar tak sadarkan diri.
Wanita yang tadi berbicara dengan mic menghampiri Cavaler dan mengecek pernapasan serta denyut nadinya. Si wanita terkejut, karena keduanya telah berhenti. Dengan mic yang dipegangnya, si wanita kemudian berkata, "Pemenangnya adalah Darker!!!"
Gong pun berbunyi beberapa kali. Sorak sorai dan tepuk tangan penonton terdengar memenuhi stadion.
"Tcih! Membosankan sekali," ucap Darker sambil berlalu pergi dari lapangan stadion.
Diubah oleh Ariel.Matsuyama 15-01-2020 21:32
0
Kutip
Balas