TS
Ariel.Matsuyama
[FanFic] Kamen Rider Blitzer
![[FanFic] Kamen Rider Blitzer](https://dl.kaskus.id/ic.pics.livejournal.com/arielmatsuyama/83052924/5659/5659_900.png)
Kamen Rider Blitzer (仮面ライダー ブリッツァー)
Genre:Action | Drama | Adventure
Quote:
ATTENTION:
Meski tokoh utama dalam cerita ini adalah "Kamen Rider Blitzer", tapi ceritanya hampir sama seperti manga "Kamen Rider Spirits", bedanya disini semua Kamen Rider dari era Showa sampai yang terbaru satu dunia.
Meski tokoh utama dalam cerita ini adalah "Kamen Rider Blitzer", tapi ceritanya hampir sama seperti manga "Kamen Rider Spirits", bedanya disini semua Kamen Rider dari era Showa sampai yang terbaru satu dunia.
Spoiler for List Episode:
Episode 1: Hobi Membunuh
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 2: Gerombolan Raja Minyak
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 3: Gerombolan Raja Minyak Part 2
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 4: Rival
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 5: Dendam VS Dendam (Ide by: Dhodo Rukanda)
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 6: Jalan Kegelapan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 7: Game Kematian
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 8: Belalang Hitam
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 9: MECHA - MONSTER
[Act 1] [Act 2] [Act 3] [Act 4 (End)]
Episode 10: NEGA
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 11: Inilah Diriku!
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 12: Darker
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 13: Kapsul Penyelesai Masalah
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 14: Kasus Kematian Aneh
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 15: Pencuri Kekuatan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 16: Yami Rider
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 17: Meringkus Yami RiderNEW!!
[Act 1] [Act 2 (End)]
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 2: Gerombolan Raja Minyak
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 3: Gerombolan Raja Minyak Part 2
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 4: Rival
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 5: Dendam VS Dendam (Ide by: Dhodo Rukanda)
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 6: Jalan Kegelapan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 7: Game Kematian
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 8: Belalang Hitam
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 9: MECHA - MONSTER
[Act 1] [Act 2] [Act 3] [Act 4 (End)]
Episode 10: NEGA
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 11: Inilah Diriku!
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 12: Darker
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 13: Kapsul Penyelesai Masalah
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 14: Kasus Kematian Aneh
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 15: Pencuri Kekuatan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 16: Yami Rider
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 17: Meringkus Yami RiderNEW!!
[Act 1] [Act 2 (End)]
Spoiler for Realms:
*Theme Song
*Main Character
*Main Character 2 (In Process)
*Supporting Character (In Process)
*Villain NEW!!
*Main Character
*Main Character 2 (In Process)
*Supporting Character (In Process)
*Villain NEW!!
Quote:
Cerita ini juga diterbitkan di: WATTPAD
Diubah oleh Ariel.Matsuyama 08-02-2020 18:50
0
12.1K
Kutip
52
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•350Anggota
Tampilkan semua post
TS
Ariel.Matsuyama
#26
Spoiler for Episode 9 Act 2:
Sesekali, Double menoleh ke belakang untuk melihat apakah monster itu sudah mulai mengejar dirinya. Tapi tak terlihat sesosok pun keluar dari kepulan asap. Tiba-tiba, Double merasakan rasa merinding dari arah belakangnya, belum pernah sekalipun ia merasakan rasa takut seperti ini selama dirinya menghadapi mahluk yang disebut dengan Dopant.
"Philip, segera cari tahu mahluk apa itu sebenarnya dari 'Library of Earth'!" perintah Shotaro.
"Baiklah," ujar Philip. Tiba-tiba pikirannya melayang jauh ke dimensi pikirannya sendiri dimana terlihat seorang pemuda berkulit putih, berwajah bundar, bermata sipit, berhidung pipih, berbibir agak merah jambu, dan berdaun telinga sedang yang tertuput rambut hitam lurus yang berdiri bagian samping kirinya. Busana yang dikenakannya ialah sebuah rompi panjang tanpa lengan, kaos berlengan panjang bergaris, dan celana tiga perempat. Orang itu tak lain adalah diri Philip itu sendiri. Kedua kelopak mata Philip terbuka, ia melihat ratusan bahkan ribuan 'rak buku' yang berderet rapih baik di sekelilingnya, atasnya maupun bawahnya. " Kata kuncinya 'Monster', 'Perusak bumi', 'Mistery'," ucap Philip.
Ratusan rak buku langsung melayang-layang menjauh dari sekitar Philip dan hanya menyisakan beberapa rak saja. Ternyata kata yang digunakan Philip masih belum cukup untuk menemukan buku yang dibutuhkan olehnya. Ia melihat-lihat beberapa judul buku seperti 'Grongi', 'Unknown', 'Worm', 'Native', 'Imagin', 'Fangire', 'Dopant', 'Yummy', 'Greeed', 'Shocker', 'Crisis Empire', dan lain-lain.
"Terlalu banyak, Shotaro. Aku memerlukan kata kunci lainnya,” ucap
Philip.
"Kalau begitu gunakan kata kunci ‘Besi’!" kata Shotaro.
"Besi,” ucap Philip, langsung mengatakan
kata kunci berikutnya.
Beberapa rak buku langsung melesat menghilang dan hanya menyisakan beberapa buku saja yang melayang-layang di dekatnya seperti 'Badan', 'Roidmude', 'Magia', 'Shocker', dan lain-lain .
"Masih kurang, Shotaro," ucap Philip.
"Aku tak tahu lagi,
Philip," kata Shotaro. Lalu sepertinya Shotaro langsung teringat sesuatu ketika Eagler berubah wujud meneriakkan kata 'Mecha'. "Aku tidak tahu kata kunci ini berpengaruh atau tidak, tapi aku tak punya ide lain."
"Kita coba saja, Shotaro."
"Kalau begitu gunakan kata kunci Mecha!"
"Aku mengerti. Kata kunci berikutnya adalah Mecha!”
Beberapa buku
yang tersisa langsung
melesat menghilang dan hanya menyisakan satu buah buku saja yang tak lama kemudian sebuah judul tertulis di sampul bukunya.
"Binggo!"
"Bagaimana, Philip?" tanya Shotaro.
"Makhluk itu ternyata adalah Mechaster,” kata Philip sambil membaca buku yang dipegangnya.
"Mechaster? Makhluk
apa itu sebenarnya?" tanya Shotaro.
"Sebentar, Shotaro. Aku belum selesai membacanya."
"Cepatlah, Philip! Makhluk itu sudah mulai terlihat mengejar dibelakang!"
ucap Shotaro. Double
langsung menoleh ke belakang, terlihat sosok burung elang robot raksasa sedang terbang mengejarnya dan semakin lama jarak diantara mereka semakin dekat.
"Disini dijelaskan bahwa Mechaster adalah monster robot yang memiliki 'wujud dasar' mirip dengan manusia yang datang dari luar angkasa setelah planet asal mereka hancur. Setelah kejadian itu, mereka tinggal di bumi seperti layaknya manusia. Di bumi, mereka mencari bensin sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara untuk mereka minum sehari-hari. Bagi mereka, minuman lebih pokok dibandingkan makanan. Makanan mereka sama seperti manusia. Selain itu, mereka berlomba-lomba membunuh manusia agar bisa mencapai posisi tertinggi di bangsa mereka," kata Philip
membacakan buku yang dipegangnya.
"Lalu bagaimana dengan makhluk yang saat ini kita lawan? Apa ada penjelasan yang membahas mengenainya? Apa kelemahannya?" tanya Shotaro.
"Entahlah, Shotaro. Aku sama sekali tak menemukannya di buku ini,” kata Philip sambil membalik-balikan halaman demi halaman pada buku yang dipegangnya.
"Cih, kalau begitu sama saja bohong. Segera kembali ke pertarungan, Philip! Fokus!"
"Baik." Pikiran Philip kembali ke tubuh Double.
Sosok burung elang android raksasa langsung melesat di samping Double yang kontan saja membuat rider itu terkejut. Paruh Eagler terbuka lebar dan terlihat titik-titik cahaya yang mulai terkumpul di ujung tenggorokkannya.
Melihat gerakan Eagler yang secara tiba-tiba langsung membuat Double membanting kemudinya untuk menghindari serangan monster tersebut. Eagler langsung melesat ke angkasa dan mengepakan kedua sayapnya secara cepat dan menghujani Double dengan ribuan helai bulu besi yang sangat tajam dan membuat Double terlempar hingga dirinya terjatuh menubruk aspal di sebuah pelabuhan yang saat itu sedang sepi.
Sosok burung elang android itu pun mendaratkan dirinya dekat dengan tubuh Double yang sedang kesakitan. Lalu tubuhnya hancur, tapi kemudian mulai berkumpul kembali menjadi sosok Eagler yang menyerupai robot setengah manusia – burung elang. Eagler langsung merubah lengan kanannya menjadi cakar besar yang terlihat sangat tajam. Eagler berjalan mendekati Double yang sudah mencapai batas tubuhnya sehingga sangat sulit sekali untuk bergerak.
"Gunakan 'Memory Break' sekali lagi!" teriak Shotaro.
Double mencabut kedua Gaia Memory yang ditancapkan pada sabuknya dan menggantinya dengan Gaia Memory Cyclone dan Joker.
Kepala Double Driver mengeluarkan suara, "CYCLONE – JOKER!”
Warna tubuh Double
langsung berubah menjadi warna hijau dan hitam keunguan. Lalu ia mengambil Gaia Memory Joker dan menancapkannya pada slot di pinggang sebelah kanan.
"MAXIMUM DRIVE!!" gema suara yang berasal dari sabuk.
"Joker Extreme!!" teriak Shotaro dan Philip bersamaan. Double langsung bangkit kembali dan berlari ke arah Eagler, tak beberapa lama kemudian ia meloncat sangat tinggi dan mengambil ancang-ancang untuk menendang dari udara. Sesaat kemudian tubuhnya langsung terbelah dua dan menendang tubuh Eagler tepat pada dadanya.
Hal itu membuat tubuh Eagler
terpental jauh kebelakang hingga menghancurkan sebuah dock penyimpanan barang.
Serangan Double memang tak menghancurkan tubuh Eagler, hanya saja serangan tadi membuat Eagler merasakan kesakitan yang luar biasa. Pandangan Eagler
pun semakin lama semakin buram dan samar-samar.
"Sekali lagi, Philip!" perintah Shotaro.
"Tapi jika itu dilakukan tubuh kita tak akan kuat menahan tekanannya,
Shotaro," kata Philip mengingatkan.
"Aku tahu, tapi jika tak melakukannya lagi kita lah yang akan mati selanjutnya. Lakukan Memory Break sekali lagi!" ucap Shotaro.
Double menekan lagi Gaia Memory Joker yang sudah ada di slot pinggangnya.
"MAXIMUM DRIVE!!” gema suara yang berasal dari slot Gaia Memory di pinggang sebelah kanan Double.
Lalu Double kembali berlari ke arah Eagler dan meloncat tinggi ke langit.
"Joker Extreme!!" Tubuh Double langsung terbagi menjadi dua dan melesat ke arah Eagler.
Tiba-tiba sebuah lubang dimensi berwarna hitam muncul di depan sosok Eagler. Dari lubang dimensi tersebut muncul sesosok rider berukuran dua kali lipat dari ukuran manusia normal berwarna hitam dengan lensa mata
berwarna kuning lancip. Badannya yang tinggi besar dan hitam ditutupi oleh rompi besi yang pada bagian dadanya terlilit rantai secara menyilang. Dua
tanduk besar menjulang dikepalanya, sedangkan dikedua kaki dan tangannya terdapat gelang keemasan dengan tulisan kuno yang tak
dapat dimengerti. Di sabuknya terdapat kelelawar besar yang terbuat dari besi. Rider misterius itu langsung menahan
serangan Double dan melemparkan tubuh Double ke aspal hingga membuat jalan hancur berantakan. Double langsung mengejang kesakitan, ditambah kini seluruh tenaganya telah habis saat menggunakan Memory Break pada sebelumnya.
"Siapa lagi makhluk itu?” tanya Shotaro dengan nada sedikit pasrah.
"Kamen rider Arc. Salah satu kamen rider kuno yang ada,” jawab Philip. Kini dirinya telah kembali ke ‘Library of Earth’ dan membaca sebuah buku dengan judul bertuliskan 'Arc' pada sampulnya. Ia menggunakan ciri-ciri fisik Kamen Rider Arc sebagai kata kuncinya.
"Apakah dia Kamen Rider yang disebutkan oleh buku Mechaster?” tanya Shotaro.
"Sepertinya bukan, karena Arc sepertinya hanya berkaitan dengan Fangire saja,” kata Philip sambil menutup bukunya.
"Lalu untuk apa dia kemari?" tanya Shotaro bingung. Beberapa detik kemudian dada Double merasakan rasa sakit yang amat sangat.
Ternyata ada sebuah cahaya kemerahan berbentuk tali menembus dadanya. Secara spontan Double langsung menengok ke arah sumber tali tersebut. Terlihat sesosok rider berwarna perak dengan lensa mata biru dongker yang lancip, kepalanya seperti mengenakan mahkota dengan ukiran kaca mozaik yang ditengahnya terdapat sebuah lingkaran besi yang terdapat ukiran bunga. Di dadanya ada lingkaran besi dengan ukiran kelopak bunga yang sama dengan bagian kepalanya, hanya saja tepat di bagian putik bunganya terdapat sebuah permata besar berwarna biru.
Rider misterius yang baru saja muncul tersebut sedang menjulurkan cambuk cahayanya ke arah Double. Lalu ia melompat tinggi dan melewati sebuah tiang bendera yang menempel di dinding dock penyimpanan barang, karena hal itu tubuh Double langsung tertarik dan tergantung di udara. Tak lama setelah rider misterius tersebut mendarat di permukaan aspal, ia memetik cambuk cahayanya yang mengakibatkan tubuh Double meledak hebat.
Cambuk cahaya itu langsung melesat masuk kembali ke dalam pegangan cambuk yang digenggam rider misterius tersebut, sedangkan tubuh Double yang mengepul hebat hanya bisa terbaring lemas di permukaan aspal.
"Siapa dia sebenarnya?" tanya Shotaro dengan nafas terengah-engah.
"Kamen Rider Saga, sama seperti halnya Arc dia Kamen Rider yang berhubungan dengan Fangire. Salah satu ras yang meminjamkan kekuatannya pada Fang..ir..e...." Tubuh Philip ambruk di Library of Earth sambil menggenggam sebuah buku berjudul 'Saga'. Kini Philip telah kehilangan kesadarannya akibat cedera mental yang diakibatkan oleh efek cedera pada Double.
"Philip! Hoy, Philip!" teriak Shotaro dengan nada cemas.
Dengan ketidak sadarannya Philip, Double sama sekali tak bisa bergerak. Ia hanya bisa menatap gerak-gerik musuh yang mulai berjalan mendekati dirinya. Begitu juga dengan Eagler yang berjalan sempoyongan ke arah Double, meski begitu ia masih dapat bertahan.
Kedua rider yang muncul secara tiba-tiba tersebut perlahan-lahan mulai berubah menjadi rantai yang kemudian melesat ke genggaman sosok yang baru saja muncul di hadapan Eagler. Sosok itu adalah 'Quesier'. Matanya
menatap tajam Eagler
yang memandangnya
dengan rasa takut. Jemarinya langsung
meremukan rantai yang digenggamnya itu.
"Kau terlalu lengah. Jika aku tidak menolongmu, kau pasti sudah mati," ucap Quesier.
"Terimakasih atas pertolongannya, Nyonya Quesier," kata Eagler sambil membungkukkan badannya dan sebelah tangannya menyentuh dada.
"Sudah cukup, Eagler. Cepat bunuh rider itu!” perintah Quesier.
Eagler berjalan mendekati Double dan melepaskan kedua Gaia Memory yang tertancap di
kepala Double Driver dan bagian pinggang kanan Double. Dengan pandangan serius Eagler menatap kedua Gaia Memory tersebut dan melakukan 'scanning' terhadap keduanya.
"Gaia Memory? Sungguh menarik," ucap Eagler dengan nada antusias.
"Hoy, apa yang akan kau lakukan?" teriak Double.
"Tenang saja, kau akan hanya merasakan sedikit kesakitan saat aku melakukannya." Tubuh Eagler langsung melebur menjadi serpihan hologram yang
melayang-layang di udara. Lalu serpihan tersebut mulai membentuk dua buah kotak yang mirip dengan Gaia Memory milik Double. Begitu kedua Gaia Memory tersebut terbentuk dengan sempurna, kedua kotak yang satu berwarna biru gelap dan yang satu berwarna merah darah itu pun melesat dan menancap di kedua slot kepala Double Driver.
"MECHA –
MONSTER!!” gema suara yang berasal dari Double Driver berkumandang.
Double--yang hanya dikendalikan Shotaro saja--langsung berteriak kesakitan, pandangannya mulai terlihat gelap gulita bahkan pendengarannya pun mulai tumpul. Tak lama, tubuh Double langsung melayang di udara, lalu serpihan hologram menyelimuti tubuhnya. Begitu seluruh serpihan hologram telah menyatu dengan sempurna pada diri Double, kini sosok rider itu telah berubah menjadi warna biru gelap dan merah darah. Perlahan, Double menjejakkan kaki ke permukaan jalan.
"Menakjubkan! Aku merasakan
kekuatan yang luar biasa dari tubuh ini!" ucap Double dengan suara Eagler.
Quesier menatap heran pada Double. Sesaat ia mengerutkan keningnya. "Kau ... Eagler?"
"Ya, hamba Eagler, nyonya," jawab Double.
"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak membunuh rider itu?" tanya Quesier dengan tatapan tajam.
"Tenang saja, nyonya," jawab Double. "Nanti setelah aku puas memanfaatkan tubuh rider ini barulah aku membunuhnya. Lagipula dengan memanfaatkan kekuatan rider ini kekuatanku jadi berlipat ganda dan tentu saja berguna untuk menghabisi para Kamen Rider yang selalu menghalangi bangsa kita."
"Baiklah. Terserah kau saja. Semoga kau tak lengah lagi seperti tadi, karena aku tak selalu bisa menolongmu,” balas Quesier sambil berjalan menjauh dari Double.
Tak lama kemudian, sebuah lubang dimensi hitam muncul di hadapan Quesier, lalu ia masuk ke dalam lubang dimensi tersebut dan menghilang dalam kegelapan.
Double langsung membungkuk memberi hormat sambil tangan kanannya ditempelkan pada dadanya. "Sesuai
dengan permintaan anda."
"Philip, segera cari tahu mahluk apa itu sebenarnya dari 'Library of Earth'!" perintah Shotaro.
"Baiklah," ujar Philip. Tiba-tiba pikirannya melayang jauh ke dimensi pikirannya sendiri dimana terlihat seorang pemuda berkulit putih, berwajah bundar, bermata sipit, berhidung pipih, berbibir agak merah jambu, dan berdaun telinga sedang yang tertuput rambut hitam lurus yang berdiri bagian samping kirinya. Busana yang dikenakannya ialah sebuah rompi panjang tanpa lengan, kaos berlengan panjang bergaris, dan celana tiga perempat. Orang itu tak lain adalah diri Philip itu sendiri. Kedua kelopak mata Philip terbuka, ia melihat ratusan bahkan ribuan 'rak buku' yang berderet rapih baik di sekelilingnya, atasnya maupun bawahnya. " Kata kuncinya 'Monster', 'Perusak bumi', 'Mistery'," ucap Philip.
Ratusan rak buku langsung melayang-layang menjauh dari sekitar Philip dan hanya menyisakan beberapa rak saja. Ternyata kata yang digunakan Philip masih belum cukup untuk menemukan buku yang dibutuhkan olehnya. Ia melihat-lihat beberapa judul buku seperti 'Grongi', 'Unknown', 'Worm', 'Native', 'Imagin', 'Fangire', 'Dopant', 'Yummy', 'Greeed', 'Shocker', 'Crisis Empire', dan lain-lain.
"Terlalu banyak, Shotaro. Aku memerlukan kata kunci lainnya,” ucap
Philip.
"Kalau begitu gunakan kata kunci ‘Besi’!" kata Shotaro.
"Besi,” ucap Philip, langsung mengatakan
kata kunci berikutnya.
Beberapa rak buku langsung melesat menghilang dan hanya menyisakan beberapa buku saja yang melayang-layang di dekatnya seperti 'Badan', 'Roidmude', 'Magia', 'Shocker', dan lain-lain .
"Masih kurang, Shotaro," ucap Philip.
"Aku tak tahu lagi,
Philip," kata Shotaro. Lalu sepertinya Shotaro langsung teringat sesuatu ketika Eagler berubah wujud meneriakkan kata 'Mecha'. "Aku tidak tahu kata kunci ini berpengaruh atau tidak, tapi aku tak punya ide lain."
"Kita coba saja, Shotaro."
"Kalau begitu gunakan kata kunci Mecha!"
"Aku mengerti. Kata kunci berikutnya adalah Mecha!”
Beberapa buku
yang tersisa langsung
melesat menghilang dan hanya menyisakan satu buah buku saja yang tak lama kemudian sebuah judul tertulis di sampul bukunya.
"Binggo!"
"Bagaimana, Philip?" tanya Shotaro.
"Makhluk itu ternyata adalah Mechaster,” kata Philip sambil membaca buku yang dipegangnya.
"Mechaster? Makhluk
apa itu sebenarnya?" tanya Shotaro.
"Sebentar, Shotaro. Aku belum selesai membacanya."
"Cepatlah, Philip! Makhluk itu sudah mulai terlihat mengejar dibelakang!"
ucap Shotaro. Double
langsung menoleh ke belakang, terlihat sosok burung elang robot raksasa sedang terbang mengejarnya dan semakin lama jarak diantara mereka semakin dekat.
"Disini dijelaskan bahwa Mechaster adalah monster robot yang memiliki 'wujud dasar' mirip dengan manusia yang datang dari luar angkasa setelah planet asal mereka hancur. Setelah kejadian itu, mereka tinggal di bumi seperti layaknya manusia. Di bumi, mereka mencari bensin sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara untuk mereka minum sehari-hari. Bagi mereka, minuman lebih pokok dibandingkan makanan. Makanan mereka sama seperti manusia. Selain itu, mereka berlomba-lomba membunuh manusia agar bisa mencapai posisi tertinggi di bangsa mereka," kata Philip
membacakan buku yang dipegangnya.
"Lalu bagaimana dengan makhluk yang saat ini kita lawan? Apa ada penjelasan yang membahas mengenainya? Apa kelemahannya?" tanya Shotaro.
"Entahlah, Shotaro. Aku sama sekali tak menemukannya di buku ini,” kata Philip sambil membalik-balikan halaman demi halaman pada buku yang dipegangnya.
"Cih, kalau begitu sama saja bohong. Segera kembali ke pertarungan, Philip! Fokus!"
"Baik." Pikiran Philip kembali ke tubuh Double.
Sosok burung elang android raksasa langsung melesat di samping Double yang kontan saja membuat rider itu terkejut. Paruh Eagler terbuka lebar dan terlihat titik-titik cahaya yang mulai terkumpul di ujung tenggorokkannya.
Melihat gerakan Eagler yang secara tiba-tiba langsung membuat Double membanting kemudinya untuk menghindari serangan monster tersebut. Eagler langsung melesat ke angkasa dan mengepakan kedua sayapnya secara cepat dan menghujani Double dengan ribuan helai bulu besi yang sangat tajam dan membuat Double terlempar hingga dirinya terjatuh menubruk aspal di sebuah pelabuhan yang saat itu sedang sepi.
Sosok burung elang android itu pun mendaratkan dirinya dekat dengan tubuh Double yang sedang kesakitan. Lalu tubuhnya hancur, tapi kemudian mulai berkumpul kembali menjadi sosok Eagler yang menyerupai robot setengah manusia – burung elang. Eagler langsung merubah lengan kanannya menjadi cakar besar yang terlihat sangat tajam. Eagler berjalan mendekati Double yang sudah mencapai batas tubuhnya sehingga sangat sulit sekali untuk bergerak.
"Gunakan 'Memory Break' sekali lagi!" teriak Shotaro.
Double mencabut kedua Gaia Memory yang ditancapkan pada sabuknya dan menggantinya dengan Gaia Memory Cyclone dan Joker.
Kepala Double Driver mengeluarkan suara, "CYCLONE – JOKER!”
Warna tubuh Double
langsung berubah menjadi warna hijau dan hitam keunguan. Lalu ia mengambil Gaia Memory Joker dan menancapkannya pada slot di pinggang sebelah kanan.
"MAXIMUM DRIVE!!" gema suara yang berasal dari sabuk.
"Joker Extreme!!" teriak Shotaro dan Philip bersamaan. Double langsung bangkit kembali dan berlari ke arah Eagler, tak beberapa lama kemudian ia meloncat sangat tinggi dan mengambil ancang-ancang untuk menendang dari udara. Sesaat kemudian tubuhnya langsung terbelah dua dan menendang tubuh Eagler tepat pada dadanya.
Hal itu membuat tubuh Eagler
terpental jauh kebelakang hingga menghancurkan sebuah dock penyimpanan barang.
Serangan Double memang tak menghancurkan tubuh Eagler, hanya saja serangan tadi membuat Eagler merasakan kesakitan yang luar biasa. Pandangan Eagler
pun semakin lama semakin buram dan samar-samar.
"Sekali lagi, Philip!" perintah Shotaro.
"Tapi jika itu dilakukan tubuh kita tak akan kuat menahan tekanannya,
Shotaro," kata Philip mengingatkan.
"Aku tahu, tapi jika tak melakukannya lagi kita lah yang akan mati selanjutnya. Lakukan Memory Break sekali lagi!" ucap Shotaro.
Double menekan lagi Gaia Memory Joker yang sudah ada di slot pinggangnya.
"MAXIMUM DRIVE!!” gema suara yang berasal dari slot Gaia Memory di pinggang sebelah kanan Double.
Lalu Double kembali berlari ke arah Eagler dan meloncat tinggi ke langit.
"Joker Extreme!!" Tubuh Double langsung terbagi menjadi dua dan melesat ke arah Eagler.
Tiba-tiba sebuah lubang dimensi berwarna hitam muncul di depan sosok Eagler. Dari lubang dimensi tersebut muncul sesosok rider berukuran dua kali lipat dari ukuran manusia normal berwarna hitam dengan lensa mata
berwarna kuning lancip. Badannya yang tinggi besar dan hitam ditutupi oleh rompi besi yang pada bagian dadanya terlilit rantai secara menyilang. Dua
tanduk besar menjulang dikepalanya, sedangkan dikedua kaki dan tangannya terdapat gelang keemasan dengan tulisan kuno yang tak
dapat dimengerti. Di sabuknya terdapat kelelawar besar yang terbuat dari besi. Rider misterius itu langsung menahan
serangan Double dan melemparkan tubuh Double ke aspal hingga membuat jalan hancur berantakan. Double langsung mengejang kesakitan, ditambah kini seluruh tenaganya telah habis saat menggunakan Memory Break pada sebelumnya.
"Siapa lagi makhluk itu?” tanya Shotaro dengan nada sedikit pasrah.
"Kamen rider Arc. Salah satu kamen rider kuno yang ada,” jawab Philip. Kini dirinya telah kembali ke ‘Library of Earth’ dan membaca sebuah buku dengan judul bertuliskan 'Arc' pada sampulnya. Ia menggunakan ciri-ciri fisik Kamen Rider Arc sebagai kata kuncinya.
"Apakah dia Kamen Rider yang disebutkan oleh buku Mechaster?” tanya Shotaro.
"Sepertinya bukan, karena Arc sepertinya hanya berkaitan dengan Fangire saja,” kata Philip sambil menutup bukunya.
"Lalu untuk apa dia kemari?" tanya Shotaro bingung. Beberapa detik kemudian dada Double merasakan rasa sakit yang amat sangat.
Ternyata ada sebuah cahaya kemerahan berbentuk tali menembus dadanya. Secara spontan Double langsung menengok ke arah sumber tali tersebut. Terlihat sesosok rider berwarna perak dengan lensa mata biru dongker yang lancip, kepalanya seperti mengenakan mahkota dengan ukiran kaca mozaik yang ditengahnya terdapat sebuah lingkaran besi yang terdapat ukiran bunga. Di dadanya ada lingkaran besi dengan ukiran kelopak bunga yang sama dengan bagian kepalanya, hanya saja tepat di bagian putik bunganya terdapat sebuah permata besar berwarna biru.
Rider misterius yang baru saja muncul tersebut sedang menjulurkan cambuk cahayanya ke arah Double. Lalu ia melompat tinggi dan melewati sebuah tiang bendera yang menempel di dinding dock penyimpanan barang, karena hal itu tubuh Double langsung tertarik dan tergantung di udara. Tak lama setelah rider misterius tersebut mendarat di permukaan aspal, ia memetik cambuk cahayanya yang mengakibatkan tubuh Double meledak hebat.
Cambuk cahaya itu langsung melesat masuk kembali ke dalam pegangan cambuk yang digenggam rider misterius tersebut, sedangkan tubuh Double yang mengepul hebat hanya bisa terbaring lemas di permukaan aspal.
"Siapa dia sebenarnya?" tanya Shotaro dengan nafas terengah-engah.
"Kamen Rider Saga, sama seperti halnya Arc dia Kamen Rider yang berhubungan dengan Fangire. Salah satu ras yang meminjamkan kekuatannya pada Fang..ir..e...." Tubuh Philip ambruk di Library of Earth sambil menggenggam sebuah buku berjudul 'Saga'. Kini Philip telah kehilangan kesadarannya akibat cedera mental yang diakibatkan oleh efek cedera pada Double.
"Philip! Hoy, Philip!" teriak Shotaro dengan nada cemas.
Dengan ketidak sadarannya Philip, Double sama sekali tak bisa bergerak. Ia hanya bisa menatap gerak-gerik musuh yang mulai berjalan mendekati dirinya. Begitu juga dengan Eagler yang berjalan sempoyongan ke arah Double, meski begitu ia masih dapat bertahan.
Kedua rider yang muncul secara tiba-tiba tersebut perlahan-lahan mulai berubah menjadi rantai yang kemudian melesat ke genggaman sosok yang baru saja muncul di hadapan Eagler. Sosok itu adalah 'Quesier'. Matanya
menatap tajam Eagler
yang memandangnya
dengan rasa takut. Jemarinya langsung
meremukan rantai yang digenggamnya itu.
"Kau terlalu lengah. Jika aku tidak menolongmu, kau pasti sudah mati," ucap Quesier.
"Terimakasih atas pertolongannya, Nyonya Quesier," kata Eagler sambil membungkukkan badannya dan sebelah tangannya menyentuh dada.
"Sudah cukup, Eagler. Cepat bunuh rider itu!” perintah Quesier.
Eagler berjalan mendekati Double dan melepaskan kedua Gaia Memory yang tertancap di
kepala Double Driver dan bagian pinggang kanan Double. Dengan pandangan serius Eagler menatap kedua Gaia Memory tersebut dan melakukan 'scanning' terhadap keduanya.
"Gaia Memory? Sungguh menarik," ucap Eagler dengan nada antusias.
"Hoy, apa yang akan kau lakukan?" teriak Double.
"Tenang saja, kau akan hanya merasakan sedikit kesakitan saat aku melakukannya." Tubuh Eagler langsung melebur menjadi serpihan hologram yang
melayang-layang di udara. Lalu serpihan tersebut mulai membentuk dua buah kotak yang mirip dengan Gaia Memory milik Double. Begitu kedua Gaia Memory tersebut terbentuk dengan sempurna, kedua kotak yang satu berwarna biru gelap dan yang satu berwarna merah darah itu pun melesat dan menancap di kedua slot kepala Double Driver.
"MECHA –
MONSTER!!” gema suara yang berasal dari Double Driver berkumandang.
Double--yang hanya dikendalikan Shotaro saja--langsung berteriak kesakitan, pandangannya mulai terlihat gelap gulita bahkan pendengarannya pun mulai tumpul. Tak lama, tubuh Double langsung melayang di udara, lalu serpihan hologram menyelimuti tubuhnya. Begitu seluruh serpihan hologram telah menyatu dengan sempurna pada diri Double, kini sosok rider itu telah berubah menjadi warna biru gelap dan merah darah. Perlahan, Double menjejakkan kaki ke permukaan jalan.
"Menakjubkan! Aku merasakan
kekuatan yang luar biasa dari tubuh ini!" ucap Double dengan suara Eagler.
Quesier menatap heran pada Double. Sesaat ia mengerutkan keningnya. "Kau ... Eagler?"
"Ya, hamba Eagler, nyonya," jawab Double.
"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak membunuh rider itu?" tanya Quesier dengan tatapan tajam.
"Tenang saja, nyonya," jawab Double. "Nanti setelah aku puas memanfaatkan tubuh rider ini barulah aku membunuhnya. Lagipula dengan memanfaatkan kekuatan rider ini kekuatanku jadi berlipat ganda dan tentu saja berguna untuk menghabisi para Kamen Rider yang selalu menghalangi bangsa kita."
"Baiklah. Terserah kau saja. Semoga kau tak lengah lagi seperti tadi, karena aku tak selalu bisa menolongmu,” balas Quesier sambil berjalan menjauh dari Double.
Tak lama kemudian, sebuah lubang dimensi hitam muncul di hadapan Quesier, lalu ia masuk ke dalam lubang dimensi tersebut dan menghilang dalam kegelapan.
Double langsung membungkuk memberi hormat sambil tangan kanannya ditempelkan pada dadanya. "Sesuai
dengan permintaan anda."
Diubah oleh Ariel.Matsuyama 07-12-2019 23:56
0
Kutip
Balas