TS
Ariel.Matsuyama
[FanFic] Kamen Rider Blitzer
![[FanFic] Kamen Rider Blitzer](https://dl.kaskus.id/ic.pics.livejournal.com/arielmatsuyama/83052924/5659/5659_900.png)
Kamen Rider Blitzer (仮面ライダー ブリッツァー)
Genre:Action | Drama | Adventure
Quote:
ATTENTION:
Meski tokoh utama dalam cerita ini adalah "Kamen Rider Blitzer", tapi ceritanya hampir sama seperti manga "Kamen Rider Spirits", bedanya disini semua Kamen Rider dari era Showa sampai yang terbaru satu dunia.
Meski tokoh utama dalam cerita ini adalah "Kamen Rider Blitzer", tapi ceritanya hampir sama seperti manga "Kamen Rider Spirits", bedanya disini semua Kamen Rider dari era Showa sampai yang terbaru satu dunia.
Spoiler for List Episode:
Episode 1: Hobi Membunuh
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 2: Gerombolan Raja Minyak
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 3: Gerombolan Raja Minyak Part 2
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 4: Rival
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 5: Dendam VS Dendam (Ide by: Dhodo Rukanda)
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 6: Jalan Kegelapan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 7: Game Kematian
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 8: Belalang Hitam
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 9: MECHA - MONSTER
[Act 1] [Act 2] [Act 3] [Act 4 (End)]
Episode 10: NEGA
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 11: Inilah Diriku!
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 12: Darker
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 13: Kapsul Penyelesai Masalah
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 14: Kasus Kematian Aneh
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 15: Pencuri Kekuatan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 16: Yami Rider
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 17: Meringkus Yami RiderNEW!!
[Act 1] [Act 2 (End)]
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 2: Gerombolan Raja Minyak
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 3: Gerombolan Raja Minyak Part 2
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 4: Rival
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 5: Dendam VS Dendam (Ide by: Dhodo Rukanda)
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 6: Jalan Kegelapan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 7: Game Kematian
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 8: Belalang Hitam
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 9: MECHA - MONSTER
[Act 1] [Act 2] [Act 3] [Act 4 (End)]
Episode 10: NEGA
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 11: Inilah Diriku!
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 12: Darker
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 13: Kapsul Penyelesai Masalah
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 14: Kasus Kematian Aneh
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 15: Pencuri Kekuatan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 16: Yami Rider
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 17: Meringkus Yami RiderNEW!!
[Act 1] [Act 2 (End)]
Spoiler for Realms:
*Theme Song
*Main Character
*Main Character 2 (In Process)
*Supporting Character (In Process)
*Villain NEW!!
*Main Character
*Main Character 2 (In Process)
*Supporting Character (In Process)
*Villain NEW!!
Quote:
Cerita ini juga diterbitkan di: WATTPAD
Diubah oleh Ariel.Matsuyama 08-02-2020 18:50
0
12.1K
Kutip
52
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•350Anggota
Tampilkan semua post
TS
Ariel.Matsuyama
#30
Spoiler for Episode 10 Act 2:
Sementara itu, Ariel yang melanjutkan perjalanannya tiba-tiba melihat titik kelap-kelip merah di peta pada smartphone-nya dengan tulisan Kamen Rider Double. Ariel pun terkejut karena alat pelacak Mechaster bisa melacak Kamen Rider. Tak lama, ia sampai juga di hadapan rider yang diambil tubuhnya oleh Eagler itu.
"Ketemu juga akhirnya," ucap Double.
"Kau ..." Mata Ariel membelalak. "Rupanya kau masih hidup."
"Begitulah," balas Double. "Kau Kamen Rider yang kemarin bertarung denganku kan? Aku bisa tahu dari baumu. Sekarang, kau akan membayar apa yang kau perbuat padaku."
"Tapi bagaimana bisa? Kupikir tubuhmu sudah hancur."
"Anggap saja Dewa masih berpihak padaku."
"Lalu, apa kau Mechaster?"
"Tepat sekali," Double lalu memangku kedua tangannya di dada.
"Pantas saja bisa terlacak," gumam Ariel.
"Mari, kita lanjutkan pertarungan kita!" ucap Double.
Ariel berpikir sejenak, sebelum akhirnya berkata, "Baik. Ku terima tawaranmu."
Double langsung memasang kuda-kuda, sementara Ariel melepas helmnya dan turun dari motornya lalu mengambil Blitzdrive dari balik jaketnya.
Ariel menempelkan Blitzdrive di depan pinggangnya. Begitu permata merahnya ditekan, tali sabuk besi perak corak hitam keluar pada sisi kanan dan kiri Blitzdrive dan merekat di belakang pinggang Ariel, membentuk sebuah sabuk. Setelah itu, Ariel mengambil kartu bergambar Blitz Crest dari kotak kecil--yang dinamakan Blitzcase--di sebelah kanan sabuknya.
"Henshin!!" seru Ariel seraya memasukkan kartu itu ke dalam lubang kotak tipis di bagian atas Blitzdrive.
Permata Blitzdrive langsung menyala terang dan memancar sejauh 1,5 meter serta mengeluarkan hologram merah seperti manusia ber-antena belalang. Hologram itu mundur ke arah Ariel dan terserap habis ke dalam tubuhnya, merubahnya menjadi Kamen Rider Blitzer.
Melihat hal itu, Double langsung berlari ke hadapan Blitzer. Begitu jaraknya dan Blitzer sudah dekat, ia mengayunkan tinjunya ke arah kepala Blitzer. Tapi, Blitzer menangkis serangan itu dengan bagian samping lengan kanannya, lalu memukul wajah Double dengan punggung tangan kanannya berulang kali dengan cepat, dilanjutkan dengan meninju perut Double berulang kali secara cepat pula, menyikut kepala Double dengan tangan itu, meninju dada Double satu kali, meninju dagunya hingga kepala Double terdongah ke atas, dan terakhir menendang perutnya dengan keras sampai Double terlempar dari posisi awalnya.
Blitzer mengambil kartu 'SPEED ENGINE' dari Blitzcase dan memasukkan kartu itu ke lubang kotak tipis di atas kepala sabuknya.
"SPEED ENGINE!!" gema suara sabuknya, Blitzdrive.
Permata merah pada Blitzdrive langsung berubah menjadi biru dan terus menyala terang. Tak lama, tubuh Blitzer berubah menjadi Blitzer Speed Engine dan cahaya biru di sabuknya meredup.
"POWER!!" Sabuk Blitzer pun mengeluarkan suara begitu permata merahnya ditekan.
Tubuh Blitzer langsung lenyap dari pandangan mata.
Double yang sudah berdiri dari jatuhnya mengeluarkan pistol magnum birunya lalu menekan kotak perak kecil pada permukaan Gaia Memory kuning yang saat ini ia pegang.
"LUNA!!" gema Gaia Memory kuning tersebut.
Tak mau membuang waktu, Double langsung menancapkan Gaia Memory itu di slot pada magnum-nya.
"MAXIMUM DRIVE!!" gema yang berasal dari magnum.
Double langsung menarik pelatuk magnum-nya dan keluarlah beberapa cahaya kekuningan dari magnum itu yang mengejar sesuatu dengan sangat cepat.
Sebuah ledakan hebat terjadi. Dari dalam ledakan, tubuh Blitzer terlontar dan terguling-guling di tanah. Ia kembali ke wujud awalnya yang ber-suit merah.
"Cara itu pun tetap tidak bisa," keluh Blitzer.
"Khahahahaha... Kau itu bodoh ya?" ejek Double.
"Jangan senang dulu kau," balas Blitzer yang kemudian mengambil sebuah kartu bergambar 'petir' dengan tulisan 'RISING THUNDER' berwarna merah. Motif dua segitiga merah bertepi emas dan dua kotak kecil tidak ketinggalan menghiasi kotak itu dengan posisi yang sama seperti kartu-kartu sebelumnya. Lalu ia memasukkan kartu tersebut ke dalam lubang kotak tipis di atas kepala sabuknya.
"RISING THUNDER!!" suara yang berasal dari sabuk Blitzer berkumandang.
Sekujur tubuh Blitzer langsung diselimuti oleh aliran listrik yang menyambar-nyambar.
"Apa itu?" gumam Double. "Hmmm ..." Kemudian ia menarik lagi pelatuk magnum-nya hingga melontarkan beberapa cahaya kekuningan seperti sebelumnya yang melesat cepat ke arah Blitzer.
Blitzer hanya berdiri tegak memandang Double tanpa beranjak dari tempatnya berpijak.
Begitu cahaya-cahaya kekuningan itu mengenai Blitzer, hal tak terduga terjadi, cahaya-cahaya tersebut melebur persis ketika menyentuh tubuh Blitzer yang diselimuti oleh aliran listrik.
"A-apa???" Double terkejut dan melongo melihatnya.
"Akhirnya kartu ini bisa digunakan juga setelah sekian lama tidk berfungsi," gumam Blitzer.
Double lalu mengeluarkan Gaia Memory perak bernama 'Metal' dan menekan kotak perak kecil pada permukaannya.
"METAL!!" Gaia Memory pun bersuara.
Sebuah toya baja perak muncul di punggung Double yang langsung ia tarik dan ditancapkan Gaia Memory Metal di ujung pegangan toya-nya.
"MAXIMUM DRIVE!!" gema yang berasal dari toya. Semburan api langsung keluar dari kedua ujung tongkatnya, membuat Double harus memegang bagian tengahnya.
Double langsung melompat tinggi menuju ke arah Blitzer dan mengayunkan toya-nya ke kepala Blitzer.
Akan tetapi...
TRAKK!!
toya milik Double patah begitu membentur kepala Blitzer yang diselimuti oleh aliran listrik.
"A-a-apa??? Ti-tidak mungkin?!" ucap Double setelah kakinya menyentuh tanah.
"Aku akan menunjukkan akhir dari pecundang sepertimu," ucap Blitzer yang kemudian meninju Double tepat di perutnya hingga Double terpental ke belakang.
Begitu bangkit kembali, Double mencabut Gaia Memory berwarna merah darah dari slot sebelah kiri kepala sabuknya. "Kau akan menyesal telah melakukan ini!"
"MONSTER!!" Gaia Memory merah darah bernama Monster tersebut mengeluarkan suara begitu kotak kecil peraknya ditekan.
Setelah itu Double menancapkan Gaia Memory tersebut di slot sebelah kanan sabuknya.
"MAXIMUM DRIVE!!" gema Gaia Memory Monster yang tertancap di sebelah kanan sabuk Double.
Tubuh Double langsung berubah menjadi monster besar berbentuk singa dengan ekor ular berkepala tiga, berkaki depan cakar elang, berkaki belakang kuda, dan bersayap besar.
"Monster Poison!!!" teriak Double yang sudah berubah itu. Ia pun langsung menyergap tubuh Blitzer. Dengan seluruh mulut yang ada di semua kepalanya, ia menggigit tubuh Blitzer. Tubuh Blitzer langsung berasap-asap begitu terkena gigitannya. Setelah itu, Double mundur ke belakang.
"Berhasil kah?" gumam Double.
Perlahan, asap dari tubuh Blitzer menipis. Di sana terlihat Blitzer yang berdiri tegak. Tubuhnya tidak goyah sama sekali.
"Cuma segitu?" kata Blitzer.
Double yang sudah kembali ke wujud biasa terkejut. "APA??? Racun tingkat tinggi seperti itu pun tak sanggup membunuhnya??" Ia lalu tersimpuh di tanah dan putus asa. "I-ini ... Tidak mungkin."
"Jika masih ada jurus lain, keluarkan saja!" ucap Blitzer.
Double mengeluarkan Gaia Memory hitam legam pemberian Darker dan ditekan permukaan besi peraknya, sehingga Gaia Memory itu mengeluarkan suara, "NEGA!!" Yang menunjukkan nama Gaia Memory tersebut.
Double tiba-tiba ingat salah satu kata-kata Darker sebelum ia pergi. Gaia Memory itu memang menyimpan kekuatan yang besar, namun berbanding lurus dengan efeknya. Jika Double tidak kuat menahan efeknya, maka dia akan menemui ajalnya. Darker memberikan itu padanya hanya untuk berjaga-jaga, yang memutuskan untuk menggunakannya adalah Double sendiri. Double pun berpikir keras, sampai akhirnya ia menancapkan Gaia Memory itu tepat di dadanya.
"Lebih baik mengambil resiko daripada tidak sama sekali," ucap Double, sesaat sebelum Gaia Memory Nega sepenuhnya masuk ke dalam dadanya.
Tubuh Double langsung kejang-kejang dan terjatuh. Lalu tubuhnya berangsur-angsur berubah warna menjadi setengah hijau dan setengah ungu kehitaman. Begitu tubuh Double berubah warna sepenuhnya, kedua Gaia Memory di kepala sabuknya melompat keluar dan melebur menjadi serpihan hologram yang perlahan berubah menjadi sosok yang mirip dengan Double, hanya saja seluruh tubuhnya berwarna hitam legam dan memiliki sabuk perak berpermata bulat hitam. Setelah itu, Double yang berwarna hijau-ungu kehitaman kembali ke wujud Hidari Shotaro.
"Wujud ini ... Menarik sekali!" ucap Double hitam legam itu sambil mengangkat kedua tangannya dan memandang kedua telapak tangannya. Nama sosoknya saat ini adalah Nega Double.
"Apa yang terjadi?" gumam Blitzer.
"Ayo, kita lanjutkan pertarungan dan keluarkan serangan terbaikmu!" tantang Nega Double.
"Begitu ya? Pertarungan ini sepertinya harus cepat diakhiri," gumam Blitzer yang kemudian menekan permata merah di kepala sabuknya.
"POWER!!" Sabuk pun mengeluarkan suara.
Blitzer langsung menurunkan lengan kirinya dan mengepalkannya. Lalu tangan kanannya memegang pergelangan lengan kirinya.
Seluruh aliran listrik yang menyelimuti tubuhnya perlahan mengalir ke lengan kirinya dan berkumpul pada satu titik saja yaitu lengan kiri. Setelah itu, Blitzer berlari menuju ke arah Nega Double. Beberapa langkah kemudian, ia menyentakkan kaki kanannya ke belakang, membuat tubuhnya terbang ke depan.
"Thunder Strike!!" teriak Blitzer yang dalam posisi terbang.
"Khahahaha...," tawa Nega Double. Ia mengangkat lengan kanannya dan mengarahkan telapak tangannya pada Blitzer.
Lubang hitam muncul di telapak tangan Nega Double. Lubang tersebut langsung menyedot aliran listrik di kepalan tangan kiri Blitzer sampai tak bersisa.
"Apa???" ucap Blitzer terkejut.
Tangan kiri Nega Double lalu dialiri listrik yang menyambar-nyambar ketika kaki Blitzer sudah menyentuh jalanan.
Tak mau membuang waktu, Nega Double langsung menyentakkan kaki kanannya ke belakang, membuat tubuhnya meluncur ke depan secara cepat dan menghantam tubuh Blitzer dengan tinju kirinya yang diselimuti listrik. Listrik di tangan Nega Double mengalir di tubuh Blitzer. Blitzer yang terkena serangan itu pun terpental cukup jauh dan meledak hebat.
Asap mengepul cukup banyak dari tempat Blitzer meledak. Di sana terlihat Blitzer yang berusaha bangun namun kembali terjatuh.
"Kenapa dia bisa menggunakan jurusku?" keluh Blitzer. Seluruh tubuhnya terasa keram dan kesemutan.
"Akhahahaha... Bagaimana dengan sekarang?" ujar Nega Double. "Rasakanlah jurusmu sendiri!"
"Kau ..." geram Blitzer. Ia mencoba berdiri dengan seluruh tenaganya. Namun, ia kembali roboh. Percikan konsleting terlihat di beberapa bagian tubuhnya.
Sebilah pedang tiba-tiba muncul di hadapan Nega Double. Pedang itu memiliki cabang yang membentuk huruf N dan memiliki slot USB pada ujung bawah gagangnya. Secara keseluruhan, pedang itu berwarna hitam. Double langsung menggenggam pedang itu lalu mengeluarkan Gaia Memory Nega dari dalam dadanya dan ia tekan kotak kecil peraknya.
"NEGA!!" Gaia Memory itu mengeluarkan suara.
Gaia Memory tersebut kemudian ia tancapkan di slot USB yang ada di gagang pedangnya.
"MAXIMUM DRIVE!!" Suara pedang Nega Double menggema.
Bilah pedang Nega Double langsung dilapisi cahaya hitam pekat. Setelah itu Nega Double memiringkan tubuhnya ke samping, menggeser kaki kanannya ke depan, serta menekuk kaki kirinya. Pedangnya ia genggam dengan kedua tangannya persis di atas paha sebelah kirinya.
"Hari ini adalah hari terakhirmu! Rasakanlah kekuatan dahsyat dari elemen kegelapan!" kata Nega Double setengah berteriak.
"Ketemu juga akhirnya," ucap Double.
"Kau ..." Mata Ariel membelalak. "Rupanya kau masih hidup."
"Begitulah," balas Double. "Kau Kamen Rider yang kemarin bertarung denganku kan? Aku bisa tahu dari baumu. Sekarang, kau akan membayar apa yang kau perbuat padaku."
"Tapi bagaimana bisa? Kupikir tubuhmu sudah hancur."
"Anggap saja Dewa masih berpihak padaku."
"Lalu, apa kau Mechaster?"
"Tepat sekali," Double lalu memangku kedua tangannya di dada.
"Pantas saja bisa terlacak," gumam Ariel.
"Mari, kita lanjutkan pertarungan kita!" ucap Double.
Ariel berpikir sejenak, sebelum akhirnya berkata, "Baik. Ku terima tawaranmu."
Double langsung memasang kuda-kuda, sementara Ariel melepas helmnya dan turun dari motornya lalu mengambil Blitzdrive dari balik jaketnya.
Ariel menempelkan Blitzdrive di depan pinggangnya. Begitu permata merahnya ditekan, tali sabuk besi perak corak hitam keluar pada sisi kanan dan kiri Blitzdrive dan merekat di belakang pinggang Ariel, membentuk sebuah sabuk. Setelah itu, Ariel mengambil kartu bergambar Blitz Crest dari kotak kecil--yang dinamakan Blitzcase--di sebelah kanan sabuknya.
"Henshin!!" seru Ariel seraya memasukkan kartu itu ke dalam lubang kotak tipis di bagian atas Blitzdrive.
Permata Blitzdrive langsung menyala terang dan memancar sejauh 1,5 meter serta mengeluarkan hologram merah seperti manusia ber-antena belalang. Hologram itu mundur ke arah Ariel dan terserap habis ke dalam tubuhnya, merubahnya menjadi Kamen Rider Blitzer.
Melihat hal itu, Double langsung berlari ke hadapan Blitzer. Begitu jaraknya dan Blitzer sudah dekat, ia mengayunkan tinjunya ke arah kepala Blitzer. Tapi, Blitzer menangkis serangan itu dengan bagian samping lengan kanannya, lalu memukul wajah Double dengan punggung tangan kanannya berulang kali dengan cepat, dilanjutkan dengan meninju perut Double berulang kali secara cepat pula, menyikut kepala Double dengan tangan itu, meninju dada Double satu kali, meninju dagunya hingga kepala Double terdongah ke atas, dan terakhir menendang perutnya dengan keras sampai Double terlempar dari posisi awalnya.
Blitzer mengambil kartu 'SPEED ENGINE' dari Blitzcase dan memasukkan kartu itu ke lubang kotak tipis di atas kepala sabuknya.
"SPEED ENGINE!!" gema suara sabuknya, Blitzdrive.
Permata merah pada Blitzdrive langsung berubah menjadi biru dan terus menyala terang. Tak lama, tubuh Blitzer berubah menjadi Blitzer Speed Engine dan cahaya biru di sabuknya meredup.
"POWER!!" Sabuk Blitzer pun mengeluarkan suara begitu permata merahnya ditekan.
Tubuh Blitzer langsung lenyap dari pandangan mata.
Double yang sudah berdiri dari jatuhnya mengeluarkan pistol magnum birunya lalu menekan kotak perak kecil pada permukaan Gaia Memory kuning yang saat ini ia pegang.
"LUNA!!" gema Gaia Memory kuning tersebut.
Tak mau membuang waktu, Double langsung menancapkan Gaia Memory itu di slot pada magnum-nya.
"MAXIMUM DRIVE!!" gema yang berasal dari magnum.
Double langsung menarik pelatuk magnum-nya dan keluarlah beberapa cahaya kekuningan dari magnum itu yang mengejar sesuatu dengan sangat cepat.
Sebuah ledakan hebat terjadi. Dari dalam ledakan, tubuh Blitzer terlontar dan terguling-guling di tanah. Ia kembali ke wujud awalnya yang ber-suit merah.
"Cara itu pun tetap tidak bisa," keluh Blitzer.
"Khahahahaha... Kau itu bodoh ya?" ejek Double.
"Jangan senang dulu kau," balas Blitzer yang kemudian mengambil sebuah kartu bergambar 'petir' dengan tulisan 'RISING THUNDER' berwarna merah. Motif dua segitiga merah bertepi emas dan dua kotak kecil tidak ketinggalan menghiasi kotak itu dengan posisi yang sama seperti kartu-kartu sebelumnya. Lalu ia memasukkan kartu tersebut ke dalam lubang kotak tipis di atas kepala sabuknya.
"RISING THUNDER!!" suara yang berasal dari sabuk Blitzer berkumandang.
Sekujur tubuh Blitzer langsung diselimuti oleh aliran listrik yang menyambar-nyambar.
"Apa itu?" gumam Double. "Hmmm ..." Kemudian ia menarik lagi pelatuk magnum-nya hingga melontarkan beberapa cahaya kekuningan seperti sebelumnya yang melesat cepat ke arah Blitzer.
Blitzer hanya berdiri tegak memandang Double tanpa beranjak dari tempatnya berpijak.
Begitu cahaya-cahaya kekuningan itu mengenai Blitzer, hal tak terduga terjadi, cahaya-cahaya tersebut melebur persis ketika menyentuh tubuh Blitzer yang diselimuti oleh aliran listrik.
"A-apa???" Double terkejut dan melongo melihatnya.
"Akhirnya kartu ini bisa digunakan juga setelah sekian lama tidk berfungsi," gumam Blitzer.
Double lalu mengeluarkan Gaia Memory perak bernama 'Metal' dan menekan kotak perak kecil pada permukaannya.
"METAL!!" Gaia Memory pun bersuara.
Sebuah toya baja perak muncul di punggung Double yang langsung ia tarik dan ditancapkan Gaia Memory Metal di ujung pegangan toya-nya.
"MAXIMUM DRIVE!!" gema yang berasal dari toya. Semburan api langsung keluar dari kedua ujung tongkatnya, membuat Double harus memegang bagian tengahnya.
Double langsung melompat tinggi menuju ke arah Blitzer dan mengayunkan toya-nya ke kepala Blitzer.
Akan tetapi...
TRAKK!!
toya milik Double patah begitu membentur kepala Blitzer yang diselimuti oleh aliran listrik.
"A-a-apa??? Ti-tidak mungkin?!" ucap Double setelah kakinya menyentuh tanah.
"Aku akan menunjukkan akhir dari pecundang sepertimu," ucap Blitzer yang kemudian meninju Double tepat di perutnya hingga Double terpental ke belakang.
Begitu bangkit kembali, Double mencabut Gaia Memory berwarna merah darah dari slot sebelah kiri kepala sabuknya. "Kau akan menyesal telah melakukan ini!"
"MONSTER!!" Gaia Memory merah darah bernama Monster tersebut mengeluarkan suara begitu kotak kecil peraknya ditekan.
Setelah itu Double menancapkan Gaia Memory tersebut di slot sebelah kanan sabuknya.
"MAXIMUM DRIVE!!" gema Gaia Memory Monster yang tertancap di sebelah kanan sabuk Double.
Tubuh Double langsung berubah menjadi monster besar berbentuk singa dengan ekor ular berkepala tiga, berkaki depan cakar elang, berkaki belakang kuda, dan bersayap besar.
"Monster Poison!!!" teriak Double yang sudah berubah itu. Ia pun langsung menyergap tubuh Blitzer. Dengan seluruh mulut yang ada di semua kepalanya, ia menggigit tubuh Blitzer. Tubuh Blitzer langsung berasap-asap begitu terkena gigitannya. Setelah itu, Double mundur ke belakang.
"Berhasil kah?" gumam Double.
Perlahan, asap dari tubuh Blitzer menipis. Di sana terlihat Blitzer yang berdiri tegak. Tubuhnya tidak goyah sama sekali.
"Cuma segitu?" kata Blitzer.
Double yang sudah kembali ke wujud biasa terkejut. "APA??? Racun tingkat tinggi seperti itu pun tak sanggup membunuhnya??" Ia lalu tersimpuh di tanah dan putus asa. "I-ini ... Tidak mungkin."
"Jika masih ada jurus lain, keluarkan saja!" ucap Blitzer.
Double mengeluarkan Gaia Memory hitam legam pemberian Darker dan ditekan permukaan besi peraknya, sehingga Gaia Memory itu mengeluarkan suara, "NEGA!!" Yang menunjukkan nama Gaia Memory tersebut.
Double tiba-tiba ingat salah satu kata-kata Darker sebelum ia pergi. Gaia Memory itu memang menyimpan kekuatan yang besar, namun berbanding lurus dengan efeknya. Jika Double tidak kuat menahan efeknya, maka dia akan menemui ajalnya. Darker memberikan itu padanya hanya untuk berjaga-jaga, yang memutuskan untuk menggunakannya adalah Double sendiri. Double pun berpikir keras, sampai akhirnya ia menancapkan Gaia Memory itu tepat di dadanya.
"Lebih baik mengambil resiko daripada tidak sama sekali," ucap Double, sesaat sebelum Gaia Memory Nega sepenuhnya masuk ke dalam dadanya.
Tubuh Double langsung kejang-kejang dan terjatuh. Lalu tubuhnya berangsur-angsur berubah warna menjadi setengah hijau dan setengah ungu kehitaman. Begitu tubuh Double berubah warna sepenuhnya, kedua Gaia Memory di kepala sabuknya melompat keluar dan melebur menjadi serpihan hologram yang perlahan berubah menjadi sosok yang mirip dengan Double, hanya saja seluruh tubuhnya berwarna hitam legam dan memiliki sabuk perak berpermata bulat hitam. Setelah itu, Double yang berwarna hijau-ungu kehitaman kembali ke wujud Hidari Shotaro.
"Wujud ini ... Menarik sekali!" ucap Double hitam legam itu sambil mengangkat kedua tangannya dan memandang kedua telapak tangannya. Nama sosoknya saat ini adalah Nega Double.
"Apa yang terjadi?" gumam Blitzer.
"Ayo, kita lanjutkan pertarungan dan keluarkan serangan terbaikmu!" tantang Nega Double.
"Begitu ya? Pertarungan ini sepertinya harus cepat diakhiri," gumam Blitzer yang kemudian menekan permata merah di kepala sabuknya.
"POWER!!" Sabuk pun mengeluarkan suara.
Blitzer langsung menurunkan lengan kirinya dan mengepalkannya. Lalu tangan kanannya memegang pergelangan lengan kirinya.
Seluruh aliran listrik yang menyelimuti tubuhnya perlahan mengalir ke lengan kirinya dan berkumpul pada satu titik saja yaitu lengan kiri. Setelah itu, Blitzer berlari menuju ke arah Nega Double. Beberapa langkah kemudian, ia menyentakkan kaki kanannya ke belakang, membuat tubuhnya terbang ke depan.
"Thunder Strike!!" teriak Blitzer yang dalam posisi terbang.
"Khahahaha...," tawa Nega Double. Ia mengangkat lengan kanannya dan mengarahkan telapak tangannya pada Blitzer.
Lubang hitam muncul di telapak tangan Nega Double. Lubang tersebut langsung menyedot aliran listrik di kepalan tangan kiri Blitzer sampai tak bersisa.
"Apa???" ucap Blitzer terkejut.
Tangan kiri Nega Double lalu dialiri listrik yang menyambar-nyambar ketika kaki Blitzer sudah menyentuh jalanan.
Tak mau membuang waktu, Nega Double langsung menyentakkan kaki kanannya ke belakang, membuat tubuhnya meluncur ke depan secara cepat dan menghantam tubuh Blitzer dengan tinju kirinya yang diselimuti listrik. Listrik di tangan Nega Double mengalir di tubuh Blitzer. Blitzer yang terkena serangan itu pun terpental cukup jauh dan meledak hebat.
Asap mengepul cukup banyak dari tempat Blitzer meledak. Di sana terlihat Blitzer yang berusaha bangun namun kembali terjatuh.
"Kenapa dia bisa menggunakan jurusku?" keluh Blitzer. Seluruh tubuhnya terasa keram dan kesemutan.
"Akhahahaha... Bagaimana dengan sekarang?" ujar Nega Double. "Rasakanlah jurusmu sendiri!"
"Kau ..." geram Blitzer. Ia mencoba berdiri dengan seluruh tenaganya. Namun, ia kembali roboh. Percikan konsleting terlihat di beberapa bagian tubuhnya.
Sebilah pedang tiba-tiba muncul di hadapan Nega Double. Pedang itu memiliki cabang yang membentuk huruf N dan memiliki slot USB pada ujung bawah gagangnya. Secara keseluruhan, pedang itu berwarna hitam. Double langsung menggenggam pedang itu lalu mengeluarkan Gaia Memory Nega dari dalam dadanya dan ia tekan kotak kecil peraknya.
"NEGA!!" Gaia Memory itu mengeluarkan suara.
Gaia Memory tersebut kemudian ia tancapkan di slot USB yang ada di gagang pedangnya.
"MAXIMUM DRIVE!!" Suara pedang Nega Double menggema.
Bilah pedang Nega Double langsung dilapisi cahaya hitam pekat. Setelah itu Nega Double memiringkan tubuhnya ke samping, menggeser kaki kanannya ke depan, serta menekuk kaki kirinya. Pedangnya ia genggam dengan kedua tangannya persis di atas paha sebelah kirinya.
"Hari ini adalah hari terakhirmu! Rasakanlah kekuatan dahsyat dari elemen kegelapan!" kata Nega Double setengah berteriak.
0
Kutip
Balas