TS
Ariel.Matsuyama
[FanFic] Kamen Rider Blitzer
![[FanFic] Kamen Rider Blitzer](https://dl.kaskus.id/ic.pics.livejournal.com/arielmatsuyama/83052924/5659/5659_900.png)
Kamen Rider Blitzer (仮面ライダー ブリッツァー)
Genre:Action | Drama | Adventure
Quote:
ATTENTION:
Meski tokoh utama dalam cerita ini adalah "Kamen Rider Blitzer", tapi ceritanya hampir sama seperti manga "Kamen Rider Spirits", bedanya disini semua Kamen Rider dari era Showa sampai yang terbaru satu dunia.
Meski tokoh utama dalam cerita ini adalah "Kamen Rider Blitzer", tapi ceritanya hampir sama seperti manga "Kamen Rider Spirits", bedanya disini semua Kamen Rider dari era Showa sampai yang terbaru satu dunia.
Spoiler for List Episode:
Episode 1: Hobi Membunuh
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 2: Gerombolan Raja Minyak
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 3: Gerombolan Raja Minyak Part 2
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 4: Rival
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 5: Dendam VS Dendam (Ide by: Dhodo Rukanda)
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 6: Jalan Kegelapan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 7: Game Kematian
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 8: Belalang Hitam
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 9: MECHA - MONSTER
[Act 1] [Act 2] [Act 3] [Act 4 (End)]
Episode 10: NEGA
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 11: Inilah Diriku!
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 12: Darker
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 13: Kapsul Penyelesai Masalah
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 14: Kasus Kematian Aneh
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 15: Pencuri Kekuatan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 16: Yami Rider
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 17: Meringkus Yami RiderNEW!!
[Act 1] [Act 2 (End)]
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 2: Gerombolan Raja Minyak
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 3: Gerombolan Raja Minyak Part 2
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 4: Rival
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 5: Dendam VS Dendam (Ide by: Dhodo Rukanda)
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 6: Jalan Kegelapan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 7: Game Kematian
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 8: Belalang Hitam
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 9: MECHA - MONSTER
[Act 1] [Act 2] [Act 3] [Act 4 (End)]
Episode 10: NEGA
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 11: Inilah Diriku!
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 12: Darker
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 13: Kapsul Penyelesai Masalah
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 14: Kasus Kematian Aneh
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 15: Pencuri Kekuatan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 16: Yami Rider
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 17: Meringkus Yami RiderNEW!!
[Act 1] [Act 2 (End)]
Spoiler for Realms:
*Theme Song
*Main Character
*Main Character 2 (In Process)
*Supporting Character (In Process)
*Villain NEW!!
*Main Character
*Main Character 2 (In Process)
*Supporting Character (In Process)
*Villain NEW!!
Quote:
Cerita ini juga diterbitkan di: WATTPAD
Diubah oleh Ariel.Matsuyama 08-02-2020 18:50
0
12.1K
Kutip
52
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•355Anggota
Tampilkan semua post
TS
Ariel.Matsuyama
#25
UPDATE!!!
Spoiler for Episode 9: MECHA - MONSTER:
Sebuah kota yang tak jauh dari Zippon bernama 'Futo', yang mana di kota tersebut banyak sekali pembangkit listrik tenaga angin. Futo bukanlah kota besar layaknya Zippon, namun kehidupan di sana sangat nyaman dan tentram. Isu yang paling sering terdengar adalah sepak terjang Kamen Rider yang disebut dengan nama 'Double'. Sosok yang masih sangat misterius bahkan di kalangan warga kota tersebut. Mendengar hal itu, seorang pria yang diketahui bernama Eagler berjalan-jalan di kota tersebut untuk mencari tahu tentang hal itu. Eagler adalah seorang pria berperawakan tinggi, berkulit putih, dan berponi pendek menyamping. Ia memiliki wajah kotak, mata sipit berwarna cokelat, hidung mancung, bibir kecil, serta daun telinga yang lebar. Ia berdandan parlente serba hitam seperti orang kantoran. Ia merasa dengan menggunakan kekuatan Double ia akan mudah menghabisi siapapun yang menghalanginya terutama Kamen Rider. Dilihat dari peringkatnya yang telah masuk jajaran 'Elite' Mechaster, Eagler sangatlah kuat dengan rangking yang sudah memasuki rangking 10 dan poin membunuh lebih dari 500 juta di dalam Killer Board.
Sembari mengumpulkan informasi, Eagler beristirahat di sebuah toko pastry bernama 'Kaname'. Sambil menunggu pesanannya datang, yaitu croissant yang sangat ia gemari, Eagler membakar cerutu lalu ia hisap dan hembuskan asapnya dengan santai.
Begitu pesanannya datang, Eagler langsung melahapnya. Entah mengapa setelah melahap croissant itu ia merasakan sesuatu yang luar biasa dalam mulutnya, bahkan bisa dibilang ia merasakan sensasi yang baru dalam hidupnya.
"Luar biasa! Ini enak sekali!" ucap Eagler spontan.
Wanita berambut panjang serta berponi yang tadi membawakan pesanan Eagler langsung menghampiri Eagler dan tersenyum lebar. "Terimakasih, tuan. Aku senang mendengarnya."
"Pastry buatan Miu memang luar biasa," kata pria gemuk setengah baya yang diperkirakan sebagai pemilik toko pastry.
Semburat merah langsung muncul di kedua pipi Miu. "Ayah membuatku malu."
Setelah melahap habis croissant pesanannya, Eagler langsung meninggalkan uang pembayaran di atas meja dan pergi meninggalkan toko tersebut.
.
.
.
Selama siang itu Eagler hanya terdiam sambil mempertajam pendengarannya di sebuah gedung pencakar langit.
Tidak lama berselang, Eagler mendengar suara pertempuran. Suara pertempuran yang tak jauh dari pusat kota.
Sepasang sayap burung dari besi berwarna perak mencuat dari punggung Eagler. Sayap tersebut mengembang kemudian mengepak kencang. Sensor di otaknya mencari dimana lokasi pertempuran itu berada. Tidak lama kemudian, tubuh Eagler melesat ke langit dan terbang cepat ke arah barat kota Futo.
Perasaan Eagler sangat senang, bahkan ia seperti terbakar oleh semangat.
Ternyata pertempuran itu bergerak dengan cepat ke arah kota dengan poros yang tak teratur. Hal ini membuat Eagler kesulitan mendekati area pertempuran tersebut. Hingga akhirnya titik-titik yang sedang bertikai itu berhenti di sebuah poin area lebih lama. Tak lama berselang, satu titik pada sensor otak Eagler menghilang, itu menandakan bahwa pertempuran telah berakhir dan salah satu dari mereka telah kalah. Tanpa membuang waktu, Eagler pun melesat ke poin terakhir area pertempuran dengan kecepatan yang sangat tinggi. Begitu tiba di lokasi, sayap di punggungnya menghilang, ia memancarkan seluruh sensornya untuk mencari titik kekuatan yang telah ditandainya. Akhirnya ia berhasil menemukan letak lokasi sang titik. Ia melihat sesosok 'rider' yang memiliki dua warna yakni hijau dan ungu gelap. Rider itu mempunyai sepasang mata bulat merah serta tanduk membentuk huruf 'W' di dahinya, tak ketinggalan syal perak yang menempel di leher bagian belakang sisi hijau tubuhnya. Tak lama kemudian, sosok rider itu berubah menjadi manusia. Eagler yang berdiri di salah satu atap gedung terkejut, ternyata orang itu adalah salah satu pelanggan yang sempat ia lihat di toko pastry tadi.
"Jangan-jangan ... Dia Kamen Rider Double," gumam Eagler.
"SEARCHING..." Di seluruh pandangan mata Eagler muncul huruf dan angka yang terus berbaris. Hingga akhirnya berbagai huruf alphabet tersusun rapih di bagian tengahnya.
"Hidari Shotaro. Lokasi Hard Boiled Detektif," ucap Eagler. Ia terus memantau gerak-gerik pria bernama Shotaro itu yang terus duduk di belakang meja sambil mengetik sesuatu di sebuah komputer yang ada di dekat jendela.
Tiba-tiba, ketika Eagler menoleh sebentar ke arah lain, pria bernama Shotaro tersebut menghilang. Eagler kaget dan bingung. Dengan kesal ia meloncat-loncat tak karuan. Hingga akhirnya pintu di atap gedung terbuka dan membuatnya terkejut, ia tak menyangka ada yang datang ke atap tersebut. Ia menoleh dan lebih terkejut lagi melihat kalau yang membuka pintu itu ialah Hidari Shotaro, orang yang ia intai sejak tadi.
Hidari Shotaro adalah seorang pria kurus tinggi, berkulit putih, bermata sipit, beralis tipis, berhidung sedikit mancung, berbibir sedang, serta berdagu tumpul. Daun telinganya yang kecil tertutup oleh rambutnya yang lurus dan agak panjang dengan bagian samping yang menekuk runcing. Rambut itu dihiasi topi ember warna hitam bertuliskan 'Windscale'. Shotaro mengenakan celana katun panjang warna hitam dan kemeja putih lengan panjang yang dibalut dengan rompi tanpa lengan warna hitam, dasi berwarna hitam pun tidak ketinggalan menghiasi lehernya.
Dengan langkah yang santai, Shotaro berjalan menghampiri Eagler. "Siapa kau? Aku tahu daritadi kau terus mengintaiku," ucapnya dengan nada santai dan keren.
Eagler tak menjawab. Ia hanya diam sambil memandang Shotaro. Seluruh pikirannya kacau. Baru kali ini aksi mengintainya gagal.
Melihat orang yang ia tanya tak bereaksi, Shotaro menjadi salah tingkah. Dengan gerakan bingung sambil menggaruk-garuk kepala ia berjalan beberapa langkah lagi ke arah Eagler yang masih tidak mau bergerak. "Ayolah... Jawab pertanyaanku!" Kini nada santai dan kerennya telah ia tanggalkan.
"Bagaimana kau tahu keberadaanku?" kata Eagler. Sepertinya kini pikirannya telah kembali normal dari rasa keterkejutan sesaatnya.
"Gerakanmu terlalu berisik untuk disebut sebagai seorang pengintai. Aku sebagai detektif profesional tentu lebih mahir di bidang ini," ucap Shotaro dengan nada yang kembali santai dan keren.
"Kau ... Beraninya berkata seperti itu padaku!" balas Eagler. Kemudian ia memasang kuda-kuda.
"Jangan-jangan kau juga pengguna 'Gaia Memory'?" tanya Shotaro.
Dahi Eagler mengernyit. "Gaia Memory? Aku tak pernah mendengar hal konyol semacam itu."
"Lalu, siapa kau sebenarnya?" tanya Shotaro.
"Kau tidak perlu tahu" jawab Eagler.
Shotaro menghela napas.
"Mecha!!" teriak Eagler seraya tangan kanannya meninju telapak tangan kirinya yang membuka yang ia tempelkan di depan dada.
Dua bagan baja kotak keperakan seukuran tubuh Eagler muncul di samping kanan dan kirinya. Kedua bagan itu kemudian menyatu serta membungkus tubuh Eagler. Beberapa saat setelahnya, kedua bagan itu kembali terpisah dan kemudian menghilang. Tubuh Eagler kini telah berubah menjadi sesosok robot manusia elang yang keseluruhan tubuhnya berwarna perak lengkap dengan kedua sayap di punggungnya, bagian pelindung tangannya runcing ke atas, sementara bagian kedua kakinya seperti cakar burung elang.
Kontan saja itu membuat Shotaro terkejut. Ia langsung mengambil sebuah benda persegi panjang mirip 'flashdisk' bergambar huruf 'J' serta berwarna ungu kehitaman dari balik rompinya bernama 'Gaia Memory'. Tak lama, sebuah sabuk baja bertali hitam dengan bagian depan putih muncul dan melingkari pinggang Shotaro. Sabuk tersebut memiliki kepala seperti huruf W berwarna merah yang bagian bawahnya dihiasi dengan potongan besi warna putih yang sisi kanannya berwarna hijau kekuningan dan sisi kirinya berwarna ungu. Sabuk itu bernama 'Double Driver'.
"Philip, ayo!" ucap Shotaro yang kemudian menekuk lengan kanannya--yang memegang Gaia Memory--ke samping kiri badannya.
Namun, gerakan Shotaro terganggu oleh sebuah robot kumbang yang tiba-tiba terbang menghampirinya.
Shotaro langsung mengambil robot kumbang tersebut dan merubahnya menjadi ponsel lalu menempelkan benda itu di telinganya. "Halo?" ucapnya.
"Hoi Shotaro, ini bos!" terdengar suara perempuan dari ponsel itu.
"A-Akiko?" kata Shotaro.
"Cepat selesaikan urusanmu! Karena ada klien yang datang ke kantor."
"Tapi Akiko, aku-"
"...." Sambungan terputus.
Shotaro langsung menutup ponselnya. Ponsel tersebut lalu kembali ke mode kumbang dan terbang ke langit.
"Apa yang dipikirkan ibu-ibu yang kekanak-kanakan itu?!" gerutu Shotaro kesal.
Eagler menatap bengong ke arah Shotaro. Sambil menggaruk-garuk kepalanya ia berkata, "Apa kau bisa serius?"
"Maaf, bisa kita teruskan sekarang?" Shotaro langsung membungkuk minta maaf sambil tangan kirinya menggaruk kepalanya. Setelah itu ia kembali mengarahkan tangan kanannya ke arah kiri badannya sembari menekan besi perak kecil pada permukaan Gaia Memory yang dipegangnya.
"JOKER!!" Gaia Memory tersebut mengeluarkan suara yang menggema ketika besi perak kecilnya ditekan.
Sebuah benda persegi panjang bergambar huruf 'C' muncul di slot sebelah kanan kepala sabuk Shotaro yang membentuk huruf W. Benda itu adalah Gaia Memory Cyclone. Sedangkan yang dipegang Shotaro adalah Gaia Memory Joker. Setelah itu Shotaro memasukkan Gaia Memory Joker pada slot di sebelah kiri kepala sabuknya yang merupakan bagian yang membentuk huruf W. Kemudian ia menekan kedua slot tersebut ke arah berlawanan.
"CYCLONE-JOKER!!" Sabuk itu mengeluarkan suara yang menggema.
Tubuhnya perlahan-lahan dilapisi pakaian pelindung berwarna sebelah hijau dan sebelah ungu kehitaman. Selendangnya
berwarna perak yang melilit lehernya berkibar terbawa angin. Begitu wujudnya telah
sempurna, ia langsung menunjuk Eagler dengan tangan kanannya dan setelah itu ia menyentuh kepalanya sebentar. "Kini hitung semua dosa-dosamu!"
"Apa kau Kamen Rider
Double?" tanya Eagler.
"Begitulah, karena nama itu adalah nama yang diberikan warga Futo terhadap kami," jawab Double.
"Kami? Sepertinya akan menarik.” Sayap Eagler mengembang dan mengepak, tubuhnya mulai melayang ke angkasa.
"Tak akan kami biarkan! Philip!" teriak Shotaro.
"Aku mengerti, Shotaro," ucap suara 'lain' yang keluar dari tubuh Double.
Double mencabut Gaia Memory berwarna hijau yang tertancap di sabuknya, lalu ia mengambil Gaia Memory berwarna kuning bergambar huruf 'L' yang berbentuk seperti bulan sabit dan ditekan permukaan besi kecilnya.
"LUNA!" Kepala sabuk Double mengeluarkan suara.
Kemudian Gaia Memory bernama Luna itu dimasukan ke slot yang ada pada sabuk yang dikenakannya, setelah itu ia menekan kedua Gaia Memory yang ada di sabuknya hingga saling bertolak belakang pada
masing-masing Gaia Memory.
Kepala sabuk pun mengeluarkan suara, "LUNA–JOKER!"
Warna tubuh Double yang berwarna hijau langsung berubah menjadi kuning metalik.
"Hoh, menarik sekali," ucap Eagler.
"Jangan berbicara membosankan seperti Philip.” kata Shotaro. Lengannya langsung memanjang ke atas dan melilit kaki Eagler. Lalu
dengan sekuat tenaga ia melempar tubuh Eagler hingga menubruk salah satu dinding gedung.
"Aku tidak
membosankan, Shotaro!" protes suara lain dari Double yang tak lain adalah Philip.
"Yah, mungkin kadang-kadang partner," kata
Double sambil lengan kirinya menggaruk-garuk kepalanya.
"Kita akan membahasnya
nanti, Shotaro. Gunakan Trigger!” ucap Philip.
Double langsung
mencabut Gaia Memory Joker yang ada di bagian kanan kepala sabuknya dan mengeluarkan Gaia Memory berwarna biru bersimbol huruf 'T'.
"TRIGGER!!” Gema suara kepala sabuk Double begitu bagian kotak kecil yang menempel di permukaannya ditekan.
Lalu Double memasukan Gaia Memory bernama Trigger itu ke dalam slot pada kepala sabuknya dan menekannya ke arah saling berlawanan.
Kepala sabuk pun mengeluarkan suara, "LUNA–TRIGGER!!"
Kini bagian tubuh sebelah kiri Double yang berubah. Berubah menjadi warna biru.
"Ayo partner!" ucap Shotaro.
"Ya," balas Philip.
Double mengeluarkan
sebuah pistol berwarna sebelah kuning dan sebelah biru lalu maengarahkannya ke arah Eagler dengan lengan kanannya, sedangkan tangan kirinya mencabut Gaia Memory Trigger di
sabuknya dan menancapkan benda itu pada
pistol di lengannya.
"MAXIMUM DRIVE!!"
suara gema yang berasal dari pistol yang dipegang Double.
"Trigger Full Burst!!" teriak Shotaro dan Philip bersamaan. Pistol milik Double langsung
menembakan beberapa cahaya kekuningan yang langsung melesat kencang dan mengenai tubuh Eagler hingga menimbulkan ledakan
yang hebat.
"Berhasilkah?" tanya Shotaro.
"Entahlah, Shotaro."
Kepulan asap yang diakibatkan ledakan tadi menyelimuti area tempat Eagler menubruk tadi sehingga membuat Double sulit melihat kondisi Eagler saat ini. Perlahan-lahan kepulan asap hitam itu semakin menipis dan memperlihatkan apa yang dibaliknya secara samar-samar. Sepertinya dugaan Philip benar, sosok Eagler terlihat samar-samar di balik kepulan asap tersebut.
"Baru kali ini aku melihat ada yang berhasil selamat setelah terkena 'Maximum Drive' kita, Shotaro," ucap Philip dengan nada serius.
"Apa kau yakin dia itu
bukan Dopant, Philip?" tanya Shotaro. "Jelas-jelas dia juga bukan manusia."
"Aku juga tak mengerti, Shotaro. Tapi aku yakin dia bukan Dopant, dia tak memiliki ciri untuk
sesosok Dopant," jelas
Philip.
Tiba-tiba saja kepulan asap itu menghilang dalam sekejap oleh hembusan angin kencang yang bersumber dari tempat Eagler berada.
Sesosok burung elang android besar melayang terbang sambil mengepakan sayapnya yang raksasa. Sosok mahluk itu jauh berbeda dengan sosok Eagler sebelumnya. Elang itu langsung melesat tinggi ke langit dan mengumpulkan titik cahaya di dalam paruhnya. Begitu titik cahaya di mulutnya semakin besar, ia menembakan cahaya itu ke arah Double hingga membuat gedung yang menjadi pijakan Double hancur berkeping-keping.
Melihat kemampuan serangan yang ditimbulkan oleh Eagler membuat Double tercengang.
Belum pernah
ia melihat kemampuan sehebat itu sebelumnya, bahkan serangan yang dikeluarkan oleh mahluk yang mereka sebut dengan Dopant pun belum pernah ada yang sedahsyat itu. Tubuh Double terpental karena terkena tekanan ledakan. Double langsung mengambil ponselnya dan menekan beberapa tombol pada keypadnya.
Sebuah kendaraan besar seperti mobil berwarna hitam lengkap dengan lampu warna merah langsung melesat kencang ke area dekat Double, lalu kap nya terbuka menjadi dua dan terlihat di dalamnya terdapat sebuah sepeda motor berwarna hijau di bagian belakang dan hitam di bagian depan, bersimbol huruf W berwarna keabu-abuan di kedua bagian samping depannya, serta bertanduk perak membentuk huruf W (pula) pada bagian depan kepalanya, motor itu bernama 'Hard Boilder'. Lalu
motor tersebut mundur ke belakang dan mengganti bagian belakangnya dengan bagian pesawat. Begitu pemasangan sempurna, motor itu langsung melesat dan menangkap tubuh Double tepat pada waktunya.
"Sepertinya kita selamat, partner,” kata Shotaro.
"Tapi tidak terlalu bagus, Shotaro. Serangan tadi terlalu memakan banyak korban jiwa,” ucap Philip.
Serangan tadi berhasil
menghancurkan gedung tadi berkeping-keping beserta orang-orang yang kebetulan berada di dalam gedung.
"Ganti strategi, Philip." Double langsung mencabut kedua Gaia Memory di sabuknya dan menggantinya dengan Gaia Memory berwarna merah bersimbol huruf 'H' dan silver bersimbol huruf 'M'.
"HEAT – METAL!!" Kepala Double Driver mengeluarkan suara. Sekarang sosok Double berubah menjadi berwarna merah metalik dan silver. Selain itu, di punggungnya pun muncul tongkat besi yang langsung ia cabut. Lalu
Double mengambil Gaia Memory berwarna silver di sabuknya dan menancapkannya di tongkat besinya.
"MAXIMUM DRIVE!!” Suara yang berasal dari tongkat.
"Metal Branding!!" ucap Shotaro dan Philip secara besamaan. Dari kedua ujung tongkatnya langsung mengeluarkan semburan api yang sangat besar. Lalu dengan menggunakan sepeda motornya, Double melesat kencang ke arah Eagler dan memukulnya dengan tongkat tersebut. Sekali lagi terjadilah sebuah ledakan besar di udara, namun tak terlihat sedikitpun puing-puing atau pecahan tubuh Eagler yang berjatuhan dari arah kepulan asap.
Tiba-tiba Double melihat titik-titik cahaya yang mulai berkumpul dari dalam kepulan asap, karena telah melihat apa itu sebenarnya dari serangan Eagler sebelumnya, Double langsung membelokkan sepeda motornya dan menarik gas sekencang-kencangnya hingga motornya melesat menuju ke arah Timur. Ia tak mau serangan Eagler menghancurkan kota lagi.
Seperti yang Double duga, kilatan cahaya langsung melesat dari arah belakang dan mengenai salah satu gedung tinggi. Tak beberapa lama kemudian gedung itu langsung hancur berkeping-keping hingga pecahan-pecahan dari gedung tersebut terlempar kemana-mana. Terlalu beresiko untuk bertarung dengan monster sekuat Eagler di kawasan kota. Tanpa menuruni kecepatan motornya, Double pun melesat kencang dan berharap Eagler akan segera mengikutinya.
Sembari mengumpulkan informasi, Eagler beristirahat di sebuah toko pastry bernama 'Kaname'. Sambil menunggu pesanannya datang, yaitu croissant yang sangat ia gemari, Eagler membakar cerutu lalu ia hisap dan hembuskan asapnya dengan santai.
Begitu pesanannya datang, Eagler langsung melahapnya. Entah mengapa setelah melahap croissant itu ia merasakan sesuatu yang luar biasa dalam mulutnya, bahkan bisa dibilang ia merasakan sensasi yang baru dalam hidupnya.
"Luar biasa! Ini enak sekali!" ucap Eagler spontan.
Wanita berambut panjang serta berponi yang tadi membawakan pesanan Eagler langsung menghampiri Eagler dan tersenyum lebar. "Terimakasih, tuan. Aku senang mendengarnya."
"Pastry buatan Miu memang luar biasa," kata pria gemuk setengah baya yang diperkirakan sebagai pemilik toko pastry.
Semburat merah langsung muncul di kedua pipi Miu. "Ayah membuatku malu."
Setelah melahap habis croissant pesanannya, Eagler langsung meninggalkan uang pembayaran di atas meja dan pergi meninggalkan toko tersebut.
.
.
.
Selama siang itu Eagler hanya terdiam sambil mempertajam pendengarannya di sebuah gedung pencakar langit.
Tidak lama berselang, Eagler mendengar suara pertempuran. Suara pertempuran yang tak jauh dari pusat kota.
Sepasang sayap burung dari besi berwarna perak mencuat dari punggung Eagler. Sayap tersebut mengembang kemudian mengepak kencang. Sensor di otaknya mencari dimana lokasi pertempuran itu berada. Tidak lama kemudian, tubuh Eagler melesat ke langit dan terbang cepat ke arah barat kota Futo.
Perasaan Eagler sangat senang, bahkan ia seperti terbakar oleh semangat.
Ternyata pertempuran itu bergerak dengan cepat ke arah kota dengan poros yang tak teratur. Hal ini membuat Eagler kesulitan mendekati area pertempuran tersebut. Hingga akhirnya titik-titik yang sedang bertikai itu berhenti di sebuah poin area lebih lama. Tak lama berselang, satu titik pada sensor otak Eagler menghilang, itu menandakan bahwa pertempuran telah berakhir dan salah satu dari mereka telah kalah. Tanpa membuang waktu, Eagler pun melesat ke poin terakhir area pertempuran dengan kecepatan yang sangat tinggi. Begitu tiba di lokasi, sayap di punggungnya menghilang, ia memancarkan seluruh sensornya untuk mencari titik kekuatan yang telah ditandainya. Akhirnya ia berhasil menemukan letak lokasi sang titik. Ia melihat sesosok 'rider' yang memiliki dua warna yakni hijau dan ungu gelap. Rider itu mempunyai sepasang mata bulat merah serta tanduk membentuk huruf 'W' di dahinya, tak ketinggalan syal perak yang menempel di leher bagian belakang sisi hijau tubuhnya. Tak lama kemudian, sosok rider itu berubah menjadi manusia. Eagler yang berdiri di salah satu atap gedung terkejut, ternyata orang itu adalah salah satu pelanggan yang sempat ia lihat di toko pastry tadi.
"Jangan-jangan ... Dia Kamen Rider Double," gumam Eagler.
"SEARCHING..." Di seluruh pandangan mata Eagler muncul huruf dan angka yang terus berbaris. Hingga akhirnya berbagai huruf alphabet tersusun rapih di bagian tengahnya.
"Hidari Shotaro. Lokasi Hard Boiled Detektif," ucap Eagler. Ia terus memantau gerak-gerik pria bernama Shotaro itu yang terus duduk di belakang meja sambil mengetik sesuatu di sebuah komputer yang ada di dekat jendela.
Tiba-tiba, ketika Eagler menoleh sebentar ke arah lain, pria bernama Shotaro tersebut menghilang. Eagler kaget dan bingung. Dengan kesal ia meloncat-loncat tak karuan. Hingga akhirnya pintu di atap gedung terbuka dan membuatnya terkejut, ia tak menyangka ada yang datang ke atap tersebut. Ia menoleh dan lebih terkejut lagi melihat kalau yang membuka pintu itu ialah Hidari Shotaro, orang yang ia intai sejak tadi.
Hidari Shotaro adalah seorang pria kurus tinggi, berkulit putih, bermata sipit, beralis tipis, berhidung sedikit mancung, berbibir sedang, serta berdagu tumpul. Daun telinganya yang kecil tertutup oleh rambutnya yang lurus dan agak panjang dengan bagian samping yang menekuk runcing. Rambut itu dihiasi topi ember warna hitam bertuliskan 'Windscale'. Shotaro mengenakan celana katun panjang warna hitam dan kemeja putih lengan panjang yang dibalut dengan rompi tanpa lengan warna hitam, dasi berwarna hitam pun tidak ketinggalan menghiasi lehernya.
Dengan langkah yang santai, Shotaro berjalan menghampiri Eagler. "Siapa kau? Aku tahu daritadi kau terus mengintaiku," ucapnya dengan nada santai dan keren.
Eagler tak menjawab. Ia hanya diam sambil memandang Shotaro. Seluruh pikirannya kacau. Baru kali ini aksi mengintainya gagal.
Melihat orang yang ia tanya tak bereaksi, Shotaro menjadi salah tingkah. Dengan gerakan bingung sambil menggaruk-garuk kepala ia berjalan beberapa langkah lagi ke arah Eagler yang masih tidak mau bergerak. "Ayolah... Jawab pertanyaanku!" Kini nada santai dan kerennya telah ia tanggalkan.
"Bagaimana kau tahu keberadaanku?" kata Eagler. Sepertinya kini pikirannya telah kembali normal dari rasa keterkejutan sesaatnya.
"Gerakanmu terlalu berisik untuk disebut sebagai seorang pengintai. Aku sebagai detektif profesional tentu lebih mahir di bidang ini," ucap Shotaro dengan nada yang kembali santai dan keren.
"Kau ... Beraninya berkata seperti itu padaku!" balas Eagler. Kemudian ia memasang kuda-kuda.
"Jangan-jangan kau juga pengguna 'Gaia Memory'?" tanya Shotaro.
Dahi Eagler mengernyit. "Gaia Memory? Aku tak pernah mendengar hal konyol semacam itu."
"Lalu, siapa kau sebenarnya?" tanya Shotaro.
"Kau tidak perlu tahu" jawab Eagler.
Shotaro menghela napas.
"Mecha!!" teriak Eagler seraya tangan kanannya meninju telapak tangan kirinya yang membuka yang ia tempelkan di depan dada.
Dua bagan baja kotak keperakan seukuran tubuh Eagler muncul di samping kanan dan kirinya. Kedua bagan itu kemudian menyatu serta membungkus tubuh Eagler. Beberapa saat setelahnya, kedua bagan itu kembali terpisah dan kemudian menghilang. Tubuh Eagler kini telah berubah menjadi sesosok robot manusia elang yang keseluruhan tubuhnya berwarna perak lengkap dengan kedua sayap di punggungnya, bagian pelindung tangannya runcing ke atas, sementara bagian kedua kakinya seperti cakar burung elang.
Kontan saja itu membuat Shotaro terkejut. Ia langsung mengambil sebuah benda persegi panjang mirip 'flashdisk' bergambar huruf 'J' serta berwarna ungu kehitaman dari balik rompinya bernama 'Gaia Memory'. Tak lama, sebuah sabuk baja bertali hitam dengan bagian depan putih muncul dan melingkari pinggang Shotaro. Sabuk tersebut memiliki kepala seperti huruf W berwarna merah yang bagian bawahnya dihiasi dengan potongan besi warna putih yang sisi kanannya berwarna hijau kekuningan dan sisi kirinya berwarna ungu. Sabuk itu bernama 'Double Driver'.
"Philip, ayo!" ucap Shotaro yang kemudian menekuk lengan kanannya--yang memegang Gaia Memory--ke samping kiri badannya.
Namun, gerakan Shotaro terganggu oleh sebuah robot kumbang yang tiba-tiba terbang menghampirinya.
Shotaro langsung mengambil robot kumbang tersebut dan merubahnya menjadi ponsel lalu menempelkan benda itu di telinganya. "Halo?" ucapnya.
"Hoi Shotaro, ini bos!" terdengar suara perempuan dari ponsel itu.
"A-Akiko?" kata Shotaro.
"Cepat selesaikan urusanmu! Karena ada klien yang datang ke kantor."
"Tapi Akiko, aku-"
"...." Sambungan terputus.
Shotaro langsung menutup ponselnya. Ponsel tersebut lalu kembali ke mode kumbang dan terbang ke langit.
"Apa yang dipikirkan ibu-ibu yang kekanak-kanakan itu?!" gerutu Shotaro kesal.
Eagler menatap bengong ke arah Shotaro. Sambil menggaruk-garuk kepalanya ia berkata, "Apa kau bisa serius?"
"Maaf, bisa kita teruskan sekarang?" Shotaro langsung membungkuk minta maaf sambil tangan kirinya menggaruk kepalanya. Setelah itu ia kembali mengarahkan tangan kanannya ke arah kiri badannya sembari menekan besi perak kecil pada permukaan Gaia Memory yang dipegangnya.
"JOKER!!" Gaia Memory tersebut mengeluarkan suara yang menggema ketika besi perak kecilnya ditekan.
Sebuah benda persegi panjang bergambar huruf 'C' muncul di slot sebelah kanan kepala sabuk Shotaro yang membentuk huruf W. Benda itu adalah Gaia Memory Cyclone. Sedangkan yang dipegang Shotaro adalah Gaia Memory Joker. Setelah itu Shotaro memasukkan Gaia Memory Joker pada slot di sebelah kiri kepala sabuknya yang merupakan bagian yang membentuk huruf W. Kemudian ia menekan kedua slot tersebut ke arah berlawanan.
"CYCLONE-JOKER!!" Sabuk itu mengeluarkan suara yang menggema.
Tubuhnya perlahan-lahan dilapisi pakaian pelindung berwarna sebelah hijau dan sebelah ungu kehitaman. Selendangnya
berwarna perak yang melilit lehernya berkibar terbawa angin. Begitu wujudnya telah
sempurna, ia langsung menunjuk Eagler dengan tangan kanannya dan setelah itu ia menyentuh kepalanya sebentar. "Kini hitung semua dosa-dosamu!"
"Apa kau Kamen Rider
Double?" tanya Eagler.
"Begitulah, karena nama itu adalah nama yang diberikan warga Futo terhadap kami," jawab Double.
"Kami? Sepertinya akan menarik.” Sayap Eagler mengembang dan mengepak, tubuhnya mulai melayang ke angkasa.
"Tak akan kami biarkan! Philip!" teriak Shotaro.
"Aku mengerti, Shotaro," ucap suara 'lain' yang keluar dari tubuh Double.
Double mencabut Gaia Memory berwarna hijau yang tertancap di sabuknya, lalu ia mengambil Gaia Memory berwarna kuning bergambar huruf 'L' yang berbentuk seperti bulan sabit dan ditekan permukaan besi kecilnya.
"LUNA!" Kepala sabuk Double mengeluarkan suara.
Kemudian Gaia Memory bernama Luna itu dimasukan ke slot yang ada pada sabuk yang dikenakannya, setelah itu ia menekan kedua Gaia Memory yang ada di sabuknya hingga saling bertolak belakang pada
masing-masing Gaia Memory.
Kepala sabuk pun mengeluarkan suara, "LUNA–JOKER!"
Warna tubuh Double yang berwarna hijau langsung berubah menjadi kuning metalik.
"Hoh, menarik sekali," ucap Eagler.
"Jangan berbicara membosankan seperti Philip.” kata Shotaro. Lengannya langsung memanjang ke atas dan melilit kaki Eagler. Lalu
dengan sekuat tenaga ia melempar tubuh Eagler hingga menubruk salah satu dinding gedung.
"Aku tidak
membosankan, Shotaro!" protes suara lain dari Double yang tak lain adalah Philip.
"Yah, mungkin kadang-kadang partner," kata
Double sambil lengan kirinya menggaruk-garuk kepalanya.
"Kita akan membahasnya
nanti, Shotaro. Gunakan Trigger!” ucap Philip.
Double langsung
mencabut Gaia Memory Joker yang ada di bagian kanan kepala sabuknya dan mengeluarkan Gaia Memory berwarna biru bersimbol huruf 'T'.
"TRIGGER!!” Gema suara kepala sabuk Double begitu bagian kotak kecil yang menempel di permukaannya ditekan.
Lalu Double memasukan Gaia Memory bernama Trigger itu ke dalam slot pada kepala sabuknya dan menekannya ke arah saling berlawanan.
Kepala sabuk pun mengeluarkan suara, "LUNA–TRIGGER!!"
Kini bagian tubuh sebelah kiri Double yang berubah. Berubah menjadi warna biru.
"Ayo partner!" ucap Shotaro.
"Ya," balas Philip.
Double mengeluarkan
sebuah pistol berwarna sebelah kuning dan sebelah biru lalu maengarahkannya ke arah Eagler dengan lengan kanannya, sedangkan tangan kirinya mencabut Gaia Memory Trigger di
sabuknya dan menancapkan benda itu pada
pistol di lengannya.
"MAXIMUM DRIVE!!"
suara gema yang berasal dari pistol yang dipegang Double.
"Trigger Full Burst!!" teriak Shotaro dan Philip bersamaan. Pistol milik Double langsung
menembakan beberapa cahaya kekuningan yang langsung melesat kencang dan mengenai tubuh Eagler hingga menimbulkan ledakan
yang hebat.
"Berhasilkah?" tanya Shotaro.
"Entahlah, Shotaro."
Kepulan asap yang diakibatkan ledakan tadi menyelimuti area tempat Eagler menubruk tadi sehingga membuat Double sulit melihat kondisi Eagler saat ini. Perlahan-lahan kepulan asap hitam itu semakin menipis dan memperlihatkan apa yang dibaliknya secara samar-samar. Sepertinya dugaan Philip benar, sosok Eagler terlihat samar-samar di balik kepulan asap tersebut.
"Baru kali ini aku melihat ada yang berhasil selamat setelah terkena 'Maximum Drive' kita, Shotaro," ucap Philip dengan nada serius.
"Apa kau yakin dia itu
bukan Dopant, Philip?" tanya Shotaro. "Jelas-jelas dia juga bukan manusia."
"Aku juga tak mengerti, Shotaro. Tapi aku yakin dia bukan Dopant, dia tak memiliki ciri untuk
sesosok Dopant," jelas
Philip.
Tiba-tiba saja kepulan asap itu menghilang dalam sekejap oleh hembusan angin kencang yang bersumber dari tempat Eagler berada.
Sesosok burung elang android besar melayang terbang sambil mengepakan sayapnya yang raksasa. Sosok mahluk itu jauh berbeda dengan sosok Eagler sebelumnya. Elang itu langsung melesat tinggi ke langit dan mengumpulkan titik cahaya di dalam paruhnya. Begitu titik cahaya di mulutnya semakin besar, ia menembakan cahaya itu ke arah Double hingga membuat gedung yang menjadi pijakan Double hancur berkeping-keping.
Melihat kemampuan serangan yang ditimbulkan oleh Eagler membuat Double tercengang.
Belum pernah
ia melihat kemampuan sehebat itu sebelumnya, bahkan serangan yang dikeluarkan oleh mahluk yang mereka sebut dengan Dopant pun belum pernah ada yang sedahsyat itu. Tubuh Double terpental karena terkena tekanan ledakan. Double langsung mengambil ponselnya dan menekan beberapa tombol pada keypadnya.
Sebuah kendaraan besar seperti mobil berwarna hitam lengkap dengan lampu warna merah langsung melesat kencang ke area dekat Double, lalu kap nya terbuka menjadi dua dan terlihat di dalamnya terdapat sebuah sepeda motor berwarna hijau di bagian belakang dan hitam di bagian depan, bersimbol huruf W berwarna keabu-abuan di kedua bagian samping depannya, serta bertanduk perak membentuk huruf W (pula) pada bagian depan kepalanya, motor itu bernama 'Hard Boilder'. Lalu
motor tersebut mundur ke belakang dan mengganti bagian belakangnya dengan bagian pesawat. Begitu pemasangan sempurna, motor itu langsung melesat dan menangkap tubuh Double tepat pada waktunya.
"Sepertinya kita selamat, partner,” kata Shotaro.
"Tapi tidak terlalu bagus, Shotaro. Serangan tadi terlalu memakan banyak korban jiwa,” ucap Philip.
Serangan tadi berhasil
menghancurkan gedung tadi berkeping-keping beserta orang-orang yang kebetulan berada di dalam gedung.
"Ganti strategi, Philip." Double langsung mencabut kedua Gaia Memory di sabuknya dan menggantinya dengan Gaia Memory berwarna merah bersimbol huruf 'H' dan silver bersimbol huruf 'M'.
"HEAT – METAL!!" Kepala Double Driver mengeluarkan suara. Sekarang sosok Double berubah menjadi berwarna merah metalik dan silver. Selain itu, di punggungnya pun muncul tongkat besi yang langsung ia cabut. Lalu
Double mengambil Gaia Memory berwarna silver di sabuknya dan menancapkannya di tongkat besinya.
"MAXIMUM DRIVE!!” Suara yang berasal dari tongkat.
"Metal Branding!!" ucap Shotaro dan Philip secara besamaan. Dari kedua ujung tongkatnya langsung mengeluarkan semburan api yang sangat besar. Lalu dengan menggunakan sepeda motornya, Double melesat kencang ke arah Eagler dan memukulnya dengan tongkat tersebut. Sekali lagi terjadilah sebuah ledakan besar di udara, namun tak terlihat sedikitpun puing-puing atau pecahan tubuh Eagler yang berjatuhan dari arah kepulan asap.
Tiba-tiba Double melihat titik-titik cahaya yang mulai berkumpul dari dalam kepulan asap, karena telah melihat apa itu sebenarnya dari serangan Eagler sebelumnya, Double langsung membelokkan sepeda motornya dan menarik gas sekencang-kencangnya hingga motornya melesat menuju ke arah Timur. Ia tak mau serangan Eagler menghancurkan kota lagi.
Seperti yang Double duga, kilatan cahaya langsung melesat dari arah belakang dan mengenai salah satu gedung tinggi. Tak beberapa lama kemudian gedung itu langsung hancur berkeping-keping hingga pecahan-pecahan dari gedung tersebut terlempar kemana-mana. Terlalu beresiko untuk bertarung dengan monster sekuat Eagler di kawasan kota. Tanpa menuruni kecepatan motornya, Double pun melesat kencang dan berharap Eagler akan segera mengikutinya.
0
Kutip
Balas