TS
Ariel.Matsuyama
[FanFic] Kamen Rider Blitzer
![[FanFic] Kamen Rider Blitzer](https://dl.kaskus.id/ic.pics.livejournal.com/arielmatsuyama/83052924/5659/5659_900.png)
Kamen Rider Blitzer (仮面ライダー ブリッツァー)
Genre:Action | Drama | Adventure
Quote:
ATTENTION:
Meski tokoh utama dalam cerita ini adalah "Kamen Rider Blitzer", tapi ceritanya hampir sama seperti manga "Kamen Rider Spirits", bedanya disini semua Kamen Rider dari era Showa sampai yang terbaru satu dunia.
Meski tokoh utama dalam cerita ini adalah "Kamen Rider Blitzer", tapi ceritanya hampir sama seperti manga "Kamen Rider Spirits", bedanya disini semua Kamen Rider dari era Showa sampai yang terbaru satu dunia.
Spoiler for List Episode:
Episode 1: Hobi Membunuh
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 2: Gerombolan Raja Minyak
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 3: Gerombolan Raja Minyak Part 2
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 4: Rival
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 5: Dendam VS Dendam (Ide by: Dhodo Rukanda)
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 6: Jalan Kegelapan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 7: Game Kematian
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 8: Belalang Hitam
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 9: MECHA - MONSTER
[Act 1] [Act 2] [Act 3] [Act 4 (End)]
Episode 10: NEGA
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 11: Inilah Diriku!
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 12: Darker
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 13: Kapsul Penyelesai Masalah
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 14: Kasus Kematian Aneh
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 15: Pencuri Kekuatan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 16: Yami Rider
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 17: Meringkus Yami RiderNEW!!
[Act 1] [Act 2 (End)]
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 2: Gerombolan Raja Minyak
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 3: Gerombolan Raja Minyak Part 2
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 4: Rival
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 5: Dendam VS Dendam (Ide by: Dhodo Rukanda)
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 6: Jalan Kegelapan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 7: Game Kematian
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 8: Belalang Hitam
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 9: MECHA - MONSTER
[Act 1] [Act 2] [Act 3] [Act 4 (End)]
Episode 10: NEGA
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 11: Inilah Diriku!
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 12: Darker
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 13: Kapsul Penyelesai Masalah
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 14: Kasus Kematian Aneh
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 15: Pencuri Kekuatan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 16: Yami Rider
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 17: Meringkus Yami RiderNEW!!
[Act 1] [Act 2 (End)]
Spoiler for Realms:
*Theme Song
*Main Character
*Main Character 2 (In Process)
*Supporting Character (In Process)
*Villain NEW!!
*Main Character
*Main Character 2 (In Process)
*Supporting Character (In Process)
*Villain NEW!!
Quote:
Cerita ini juga diterbitkan di: WATTPAD
Diubah oleh Ariel.Matsuyama 08-02-2020 18:50
0
12.1K
Kutip
52
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•347Anggota
Tampilkan semua post
TS
Ariel.Matsuyama
#29
Spoiler for Episode 10: NEGA:
Di sebuah gua yang terletak di perbukitan ujung kota Zippon yang sama sekali tak menarik perhatian orang-orang untuk memasukinya, apalagi sering terdengar kabar mengenai setan yang memangsa siapa saja yang masuk ke gua itu. Di dalam gua terdapat banyak sekali lorong yang menyerupai sebuah labirin yang membingungkan. Jika melalui jalur yang benar, maka akan menemui sebuah pintu besi raksasa yang memiliki rantai besi pada permukaannya. Tempat tersebut bernama Mecha Castle, sebuah tempat yang memiliki segala jenis kecanggihan tekhnologi. Di salah satu ruangan tempat itu, terlihat tubuh Hidari Shotaro yang saat ini sedang digunakan oleh Eagler tengah menjalani perawatan karena terluka sangat parah. Seluruh tubuhnya dipasangi selang infus yang menyalurkan cairan tubuh Hidari Shotaro yang telanjang bulat, hanya mengenakan sabuk Kamen Rider Double saja.
Shotaro perlahan membuka matanya. Ia melihat Quesier tengah berdiri di samping ranjangnya dengan kedua tangan berpangku di dada
"Sudah sadar kau rupanya," ucap Quesier.
"Aku ... Dimana?" kata Shotaro sambil menatap sekitarnya.
"Di Mecha Castle," jawab Quesier. "Mungkin karena kau pertama kali dirawat di ruangan ini jadi kau merasa asing."
"Di rawat??" Shotaro mengernyitkan dahinya.
"Ya. Aku melihat di stasiun kota kau terlibas oleh ledakan yang sangat hebat hingga kau terluka parah dan tak sadarkan diri. Aku yang melihatnya segera membawamu ke sini," ucap Quesier.
Shotaro mengingat-ingat apa yang terjadi, dan akhirnya ia ingat bahwa ia ditindih oleh bola yang melapisi tubuh Blitzer hingga meledak hebat. "Iya, aku ingat sekarang. Kamen Rider itulah yang membuatku seperti ini."
"Siapa Kamen Rider-nya?"
"Aku tidak tahu siapa namanya, yang jelas dia cukup kuat hingga membuatku seperti ini."
"Apa kau lengah sehingga bisa dikalahkannya?"
"Tidak. Aku menahan serangannya namun kalah."
Quesier menggeleng. Ia lalu mengangkat telapak tangan kanannya dan seketika itu juga muncul sebuah rantai yang kemudian Quesier jatuhkan ke lantai.
Begitu menyentuh lantai, rantai tersebut berubah menjadi sesosok rider berwarna kehijauan dan berkulit kasar dan memiliki kuku yang runcing. Di kedua tumit kakinya ada sesuatu yang lancip dan tajam.
"ROOAAAAAAAAAARRRRGGGHHH!!!!!!!!" teriak rider itu sambil menatap ke atas. Matanya merah besar dan memiliki tiga tanduk yang menjulang.
"Bagaimana jika Gills membantumu? untuk berjaga-jaga," kata Quesier.
"Baiklah. Terimakasih nyonya!" jawab Shotaro sambil kemudian duduk.
Quesier lalu memegang pundak Gills. Tak lama, Gills langsung berubah kembali menjadi rantai. Rantai tersebut lalu Quesier berikan pada Shotaro.
Shotaro pun menerimanya. "Sekali lagi, terimakasih."
"Wah wah... Kau sudah sadar rupanya, Eagler," ucap seorang laki-laki berjubah hitam yang tiba-tiba datang ke ruangan itu. Wajahnya mengenakan topeng berwarna hitam pula dengan dua lubang di mata untuk melihat.
"Darker, kenapa kesini?" tanya Quesier sambil menoleh ke arah Darker yang berdiri di dekat pintu.
Darker berjalan ke arah ranjang Shotaro, lalu mengeluarkan benda persegi panjang warna hitam legam dengan tulisan huruf 'N' di permukaannya. "Mau memberikan ini pada anak buahku."
Shotaro yang diberikan benda itu pun terkejut. "Gaia Memory?"
"Rider System yang kau gunakan saat ini menggunakan tekhnologi Gaia Memory sebagai pusat energinya, karena itulah aku menciptakan Gaia Memory baru untukmu yang sudah aku masukkan ability 'Force Mode' ke dalamnya. Dengan kata lain, Gaia Memory itu jauh lebih kuat daripada yang pernah kau gunakan." Darker menjelaskan.
"Terimakasih, tuan. Aku berjanji tak akan kalah lagi," ucap Shotaro sambil membungkuk hormat.
Sementara itu, di tempat lain, di sebuah rumah sakit bernama Zippon Hospital, Ariel yang mengalami cedera parah sudah selesai dioperasi tapi sekarang dalam kondisi koma semenjak ia ditemukan di reruntuhan stasiun kota dan sekarang ia sudah dipindahkan di ruangan lain. Di luar, Fumiko terus menunggu kesembuhan Ariel semenjak tadi. Fumiko terus berdoa agar Ariel bisa kembali seperti sediakala. Tiba-tiba, Tokuo, kepala pelayan keluarga Ariel, datang menghampiri Fumiko sambil membawa dua kaleng kopi susu.
"Istirahatlah, nona," ucap Tokuo sembari memberikan sekaleng kopi susu yang dibawanya pada Fumiko. "Biar aku yang menjaga Tuan Ariel di sini."
Fumiko menerima kopi susu itu dan meminumnya sedikit, lalu berkata, "Tidak apa-apa. Kelelahanku saat ini tidak sebanding dengan apa yang Ariel rasakan sekarang."
"Anda memang luar biasa, nona. Bahkan semenjak pertama kali kulihat dirimu," kata Tokuo sambil tersenyum.
"Ah, paman membuatku malu," ucap Fumiko. Semburat merah langsung muncul di kedua pipinya.
Tidak lama kemudian, seorang dokter keluar dari ruangan tempat Ariel koma dan mengangguk ke arah Tokuo dan Fumiko kemudian pergi. Setelah itu, seorang suster keluar lalu mempersilahkan Tokuo dan Fumiko masuk.
Air mata Fumiko langsung tumpah begitu melihat Ariel yang terkulai lemas di ranjang dengan banyak jarum infus menempel di tubuhnya. Fumiko langsung duduk di bangku yang ada di samping ranjang Ariel kemudian membelai lembut wajah Ariel.
"Ariel... Bertahanlah...," ucap Fumiko sambil menangis.
Tokuo membuka jasnya, lalu ia selimutkan jas tersebut di pundak Fumiko. "Kau di sini saja, aku mau keluar dulu," ucapnya yang diangguki oleh Fumiko. Setelah itu ia berjalan keluar.
Semalaman, Fumiko terus menjaga Ariel yang tak kunjung sadarkan diri. Hingga akhirnya, ia tertidur di samping ranjang Ariel karena kelelahan.
Kicauan burung terdengar nyaring, suara televisi terdengar memenuhi seisi ruangan meskipun bersuara pelan. Pagi telah menjemput.
Perlahan, Fumiko membuka kelopak matanya dan sesekali merenggangkan sendi-sendi tubuhnya. Begitu ia melihat ke ranjang, ia langsung terkejut melihat ranjang Ariel kosong melompong. "Ariel? Kemana?" ucapnya panik.
"Apa kau tak bisa tenang sedikit?" ucap suara yang sangat Fumiko kenal, membuatnya tersentak dan menoleh ke arah jendela. Di sana nampak Ariel sedang memandang keluar jendela, melihat halaman rumput yang luas.
Dahi Fumiko mengernyit. "Ke-kenapa bisa? Padahal kau-"
"Aku sudah pulih sepenuhnya kok," potong Ariel.
"Ariel, kumohon istirahatlah...," pinta Fumiko.
"Tidak! Aku sudah pulih sepenuhnya." Ariel lalu beranjak menuju meja, mengambil smartphone anti rusaknya di sana dan mengantonginya di saku celana, lalu berjalan ke pintu keluar.
"Kau mau kemana?" tanya Fumiko.
"Ada sesuatu yang harus kuselesaikan," jawab Ariel yang kemudian meraih gagang pintu.
Namun, begitu Ariel memutar gagang pintu, tiba-tiba Fumiko memeluknya dari belakang.
Keduanya terdiam dalam kesunyian. Hanya terdengar isak tangis Fumiko saja di ruangan itu.
"Kumohon...," ucap Fumiko.
Ariel memejamkan matanya dan berkata, "Kenapa?"
"Aku tidak yakin kau sudah pulih sepenuhya. Dan jika kau pergi, aku merasa akan terjadi sesuatu yang buruk padamu," ucap Fumiko.
Ariel diam dan memejamkan matanya lagi.
"Ariel... Kumohon...," ucap Fumiko diiringi dengan tangisnya.
Ariel menyentuh kedua tangan Fumiko yang memeluknya dan melepaskan rangkulan Fumiko secara perlahan. Setelah itu ia berbalik menatap Fumiko dengan tatapan hangat, tatapan yang tidak akan didapatkan oleh gadis lain.
"Tenang saja. Aku pasti kembali," ucap Ariel dengan nada lembut.
Fumiko menatap mata Ariel secara seksama, setelah itu ia membelai lembut wajah Ariel. "Baiklah. Aku pegang janjimu," ucapnya sambil tersenyum meski wajahnya dipenuhi air mata.
Ariel menatap Fumiko selama beberapa detik. Lalu ia mendekatkan wajahnya ke arah wajah Fumiko. Dan tanpa diduga, ia pun mencium bibir Fumiko. Fumiko kaget, tapi setelah itu ia menikmati ciuman tersebut. Terasa lembut dan hangat.
Setelah itu, Ariel memegang kedua pundak Fumiko dan berbisik, "Percayalah padaku."
Fumiko tersenyum dan mengangguk.
Ariel kemudian berbalik dan pergi meninggalkan ruang perawatan, meninggalkan Fumiko yang menatap kepergiannya sambil tersenyum dan memegang bibirnya yang basah. Fumiko tak menyangka bahwa ciuman pertamanya adalah dengan Ariel.
Ketika sampai di area luar rumah sakit, Ariel mengambil smartphone tahan rusaknya dari saku belakang celananya dan menekan beberapa tombol di layar smartphone tersebut. Seketika, itu juga muncul hologram motor sport merah kesayangannya. Hologram itu lalu berubah menjadi nyata dan langsung dinaiki oleh ariel dan melesat meninggalkan rumah sakit. Ia ingin pergi menemui Jeth dan melanjutkan pertarungannya tempo lalu. Jeth sudah ia lemparkan chip pelacak yang menempel di tubuhnya sebelum Jeth meninggalkan stasiun.
Akan tetapi, baru beberapa meter saja motor Ariel berjalan, tiba-tiba smartphone yang ia tempelkan di dekat speedo meter motornya berbunyi. Begitu Ariel menekan tombol bundar besar pada smartphone itu, smartphone pun menampilkan sebuah peta dengan delapan titik merah kelap kelip dan tulisan di atas masing-masing titik, ada Lizarder, Snaker, Dragonflyer, Butterflyer, Cheeter, Giraffer, Cameler, dan Bearer.
"Tcih, sial. Tidak ada jalan lain selain ini," keluh Ariel.
Namun, begitu motornya sampai di tempat para Mechaster itu berada, tiga buah sepeda motor dengan tiga sosok Kamen Rider, menghadang para Mechaster tersebut. Mereka adalah Kamen Rider Os dengan motornya Ride Vendor. Dan rider bertubuh hijau dengan beberapa corak hitam dan mata merah besar berikut sepasang antena seperti belalang di kepalanya dan simbol yang membentuk huruf 'RX' di dada sebelah kirinya berikut sabuk berkepala persegi panjang dengan dua motif bulat di permukaannya dengan motor seperti kepala belalang dan berwarna kuning-biru-putih serta simbol 'RX' di samping kanan dan kiri permukaannya berikut tiga knalpot di samping kanan dan kirinya, dia adalah Kamen Rider Black RX dengan motornya bernama Accrobatter. Sedangkan rider yang satu lagi mengenakan suit hitam yang dibalut baja merah di bagian dada, pundak, dan lengannya, pergelangan tangan serta kakinya di selimuti baja berwarna emas, di lehernya melingkar baja emas dengan huruf-huruf kuno yang aneh, lututnya ditutupi baja lonjong berwarna emas dengan bagian tengah berwarna hitam, sabuknya yang berwarna perak terlihat sangat tebal dengan permata berwarna merah dan dihiasi dengan berbagai warna lain di samping kanan dan kiri permukaan depannya, helm hitam yang melapisi kepalanya memiliki tanduk seperti kumbang capit serta memiliki lensa mata bundar merah besar, dia adalah Kamen Rider Kuuga. Motor yang dinaiki Kuuga bentuknya seperti motor trial berwarna merah dan hitam, kepalanya memiliki tanduk seperti kumbang capit berwarna emas, serta knalpot panjang yang menjulang ke belakang, namanya ialah Beatchaser 2000.
"Kak Eiji... Paman Kotaro... Kak Godai?" ucap Ariel pelan.
Kuuga menoleh ke arah Ariel. "Ayo Ariel! Kita habisi Mechaster ini! Kebetulan kami sedang berpatroli."
"Maaf, tapi aku ada urusan lain. Jadi kuserahkan pada kalian ya...," ucap Ariel. Ia kembali menjalankan motornya.
"H-hei!" panggil Kuuga ketika motor Ariel melewati mereka bertiga.
"Sudahlah, Godai... Kita bertiga juga cukup," ucap Black RX sambil menengok ke arah Kuuga yang ada di sebelah kanannya.
Mereka bertiga kemudian turun dari motor mereka masing-masing dan memasang kuda-kuda sambil menatap para Mechaster berbentuk manusia kadal berwarna cokelat, manusia ular berwarna hitam, manusia capung berwarna hijau, manusia kupu-kupu berwarna merah, manusia cheetah berwarna oranye bertotol hitam, manusia jerapah berwarna ungu, manusia unta berwarna kelabu, dan manusia beruang berwarna biru.
Kuuga berlari ke hadapan Mechaster manusia capung bernama Dragonflyer dan manusia kupu-kupu bernama Butterflyer yang kebetulan berdiri berdekatan dan langsung memukul perut Dragonflyer yang dilanjutkan menendang kepala Buttlerflyer dengan tendangan berputar, sementara Os dan RX sibuk dengan Mechaster sisanya.
Dragonflyer dan Buttlerflyer yang terlempar dari posisi awalnya pun mengepakkan sayap mereka dan terbang. Dragonflyer menghujani Kuuga dengan jarum runcing dari sayapnya, sementara Buttlerflyer mencambuk Kuuga dengan cambuk yang sedaritadi tergulung di mulutnya. Melawan mereka berdua sekaligus nampaknya membuat Kuuga kesulitan, terlebih mereka menyerang dari udara, Kuuga jadi tidak bisa melakukan serangan balasan dan hanya bisa menghindar.
"Hraaaa... Seiyahhh!!!" Os berhasil menghancurkan dua Mechaster dengan tebasan Triple Scanning Charge dari Medajalibur-nya. Kedua Mechaster itu yakni Mechaster berwujud manusia unta bernama Cameler dan Mechaster berwujud jerapah bernama Giraffer. Setelah itu, ia membantu RX menghadapi Mechaster yang lain.
Di lain pihak, Kuuga yang sedang menghindari serangan dari Dragonflyer dan Buttlerflyer menemukan sebuah pistol yang sudah rusak.
"Kebetulan sekali," ucap Kuuga seraya memungut pistol tersebut. "Chou Henshin!!" teriaknya setelah itu.
Pistolnya pun berubah menjadi sebuah 'bowgun atau pistol panah' berwarna hijau, hitam dan emas dengan lengkungan berwarna berwarna emas persis di bagian depannya. Bersamaan dengan itu, armor merah yang melapisi tubuh Kuuga berubah menjadi warna hijau dengan bagian bahu sebelah kiri yang runcing dan beberapa garis emas pada armor bagian dada, bahu, dan tangannya. Warna mata Kuuga pun berubah menjadi hijau pula.
Tanpa membuang waktu, Kuuga mengarahkan pistol tersebut ke atas ke arah Buttlerflyer dan menarik ke luar bagian belakangnya. Begitu bagian belakang tersebut kembali masuk ke dalam secara cepat, sebuah peluru panah langsung meluncur dari ujung depan bowgun Kuuga dan menusuk dada Buttlerflyer. Lalu, Kuuga kembali menembakkan bowgunnya ke arah Dragonflyer yang sedang melayang di udara. Begitu peluru bowgun Kuuga menancap di perut Dragonflyer, muncul sebuah simbol aneh yang tak dapat dimengerti. Hal itu juga terjadi pada Butterflyer. Tidak lama kemudian, tubuh kedua Mechaster itu berkelap-kelip merah dan meledak.
"Pertarungan baru saja dimulai," ucap Kuuga.
Shotaro perlahan membuka matanya. Ia melihat Quesier tengah berdiri di samping ranjangnya dengan kedua tangan berpangku di dada
"Sudah sadar kau rupanya," ucap Quesier.
"Aku ... Dimana?" kata Shotaro sambil menatap sekitarnya.
"Di Mecha Castle," jawab Quesier. "Mungkin karena kau pertama kali dirawat di ruangan ini jadi kau merasa asing."
"Di rawat??" Shotaro mengernyitkan dahinya.
"Ya. Aku melihat di stasiun kota kau terlibas oleh ledakan yang sangat hebat hingga kau terluka parah dan tak sadarkan diri. Aku yang melihatnya segera membawamu ke sini," ucap Quesier.
Shotaro mengingat-ingat apa yang terjadi, dan akhirnya ia ingat bahwa ia ditindih oleh bola yang melapisi tubuh Blitzer hingga meledak hebat. "Iya, aku ingat sekarang. Kamen Rider itulah yang membuatku seperti ini."
"Siapa Kamen Rider-nya?"
"Aku tidak tahu siapa namanya, yang jelas dia cukup kuat hingga membuatku seperti ini."
"Apa kau lengah sehingga bisa dikalahkannya?"
"Tidak. Aku menahan serangannya namun kalah."
Quesier menggeleng. Ia lalu mengangkat telapak tangan kanannya dan seketika itu juga muncul sebuah rantai yang kemudian Quesier jatuhkan ke lantai.
Begitu menyentuh lantai, rantai tersebut berubah menjadi sesosok rider berwarna kehijauan dan berkulit kasar dan memiliki kuku yang runcing. Di kedua tumit kakinya ada sesuatu yang lancip dan tajam.
"ROOAAAAAAAAAARRRRGGGHHH!!!!!!!!" teriak rider itu sambil menatap ke atas. Matanya merah besar dan memiliki tiga tanduk yang menjulang.
"Bagaimana jika Gills membantumu? untuk berjaga-jaga," kata Quesier.
"Baiklah. Terimakasih nyonya!" jawab Shotaro sambil kemudian duduk.
Quesier lalu memegang pundak Gills. Tak lama, Gills langsung berubah kembali menjadi rantai. Rantai tersebut lalu Quesier berikan pada Shotaro.
Shotaro pun menerimanya. "Sekali lagi, terimakasih."
"Wah wah... Kau sudah sadar rupanya, Eagler," ucap seorang laki-laki berjubah hitam yang tiba-tiba datang ke ruangan itu. Wajahnya mengenakan topeng berwarna hitam pula dengan dua lubang di mata untuk melihat.
"Darker, kenapa kesini?" tanya Quesier sambil menoleh ke arah Darker yang berdiri di dekat pintu.
Darker berjalan ke arah ranjang Shotaro, lalu mengeluarkan benda persegi panjang warna hitam legam dengan tulisan huruf 'N' di permukaannya. "Mau memberikan ini pada anak buahku."
Shotaro yang diberikan benda itu pun terkejut. "Gaia Memory?"
"Rider System yang kau gunakan saat ini menggunakan tekhnologi Gaia Memory sebagai pusat energinya, karena itulah aku menciptakan Gaia Memory baru untukmu yang sudah aku masukkan ability 'Force Mode' ke dalamnya. Dengan kata lain, Gaia Memory itu jauh lebih kuat daripada yang pernah kau gunakan." Darker menjelaskan.
"Terimakasih, tuan. Aku berjanji tak akan kalah lagi," ucap Shotaro sambil membungkuk hormat.
Sementara itu, di tempat lain, di sebuah rumah sakit bernama Zippon Hospital, Ariel yang mengalami cedera parah sudah selesai dioperasi tapi sekarang dalam kondisi koma semenjak ia ditemukan di reruntuhan stasiun kota dan sekarang ia sudah dipindahkan di ruangan lain. Di luar, Fumiko terus menunggu kesembuhan Ariel semenjak tadi. Fumiko terus berdoa agar Ariel bisa kembali seperti sediakala. Tiba-tiba, Tokuo, kepala pelayan keluarga Ariel, datang menghampiri Fumiko sambil membawa dua kaleng kopi susu.
"Istirahatlah, nona," ucap Tokuo sembari memberikan sekaleng kopi susu yang dibawanya pada Fumiko. "Biar aku yang menjaga Tuan Ariel di sini."
Fumiko menerima kopi susu itu dan meminumnya sedikit, lalu berkata, "Tidak apa-apa. Kelelahanku saat ini tidak sebanding dengan apa yang Ariel rasakan sekarang."
"Anda memang luar biasa, nona. Bahkan semenjak pertama kali kulihat dirimu," kata Tokuo sambil tersenyum.
"Ah, paman membuatku malu," ucap Fumiko. Semburat merah langsung muncul di kedua pipinya.
Tidak lama kemudian, seorang dokter keluar dari ruangan tempat Ariel koma dan mengangguk ke arah Tokuo dan Fumiko kemudian pergi. Setelah itu, seorang suster keluar lalu mempersilahkan Tokuo dan Fumiko masuk.
Air mata Fumiko langsung tumpah begitu melihat Ariel yang terkulai lemas di ranjang dengan banyak jarum infus menempel di tubuhnya. Fumiko langsung duduk di bangku yang ada di samping ranjang Ariel kemudian membelai lembut wajah Ariel.
"Ariel... Bertahanlah...," ucap Fumiko sambil menangis.
Tokuo membuka jasnya, lalu ia selimutkan jas tersebut di pundak Fumiko. "Kau di sini saja, aku mau keluar dulu," ucapnya yang diangguki oleh Fumiko. Setelah itu ia berjalan keluar.
Semalaman, Fumiko terus menjaga Ariel yang tak kunjung sadarkan diri. Hingga akhirnya, ia tertidur di samping ranjang Ariel karena kelelahan.
Kicauan burung terdengar nyaring, suara televisi terdengar memenuhi seisi ruangan meskipun bersuara pelan. Pagi telah menjemput.
Perlahan, Fumiko membuka kelopak matanya dan sesekali merenggangkan sendi-sendi tubuhnya. Begitu ia melihat ke ranjang, ia langsung terkejut melihat ranjang Ariel kosong melompong. "Ariel? Kemana?" ucapnya panik.
"Apa kau tak bisa tenang sedikit?" ucap suara yang sangat Fumiko kenal, membuatnya tersentak dan menoleh ke arah jendela. Di sana nampak Ariel sedang memandang keluar jendela, melihat halaman rumput yang luas.
Dahi Fumiko mengernyit. "Ke-kenapa bisa? Padahal kau-"
"Aku sudah pulih sepenuhnya kok," potong Ariel.
"Ariel, kumohon istirahatlah...," pinta Fumiko.
"Tidak! Aku sudah pulih sepenuhnya." Ariel lalu beranjak menuju meja, mengambil smartphone anti rusaknya di sana dan mengantonginya di saku celana, lalu berjalan ke pintu keluar.
"Kau mau kemana?" tanya Fumiko.
"Ada sesuatu yang harus kuselesaikan," jawab Ariel yang kemudian meraih gagang pintu.
Namun, begitu Ariel memutar gagang pintu, tiba-tiba Fumiko memeluknya dari belakang.
Keduanya terdiam dalam kesunyian. Hanya terdengar isak tangis Fumiko saja di ruangan itu.
"Kumohon...," ucap Fumiko.
Ariel memejamkan matanya dan berkata, "Kenapa?"
"Aku tidak yakin kau sudah pulih sepenuhya. Dan jika kau pergi, aku merasa akan terjadi sesuatu yang buruk padamu," ucap Fumiko.
Ariel diam dan memejamkan matanya lagi.
"Ariel... Kumohon...," ucap Fumiko diiringi dengan tangisnya.
Ariel menyentuh kedua tangan Fumiko yang memeluknya dan melepaskan rangkulan Fumiko secara perlahan. Setelah itu ia berbalik menatap Fumiko dengan tatapan hangat, tatapan yang tidak akan didapatkan oleh gadis lain.
"Tenang saja. Aku pasti kembali," ucap Ariel dengan nada lembut.
Fumiko menatap mata Ariel secara seksama, setelah itu ia membelai lembut wajah Ariel. "Baiklah. Aku pegang janjimu," ucapnya sambil tersenyum meski wajahnya dipenuhi air mata.
Ariel menatap Fumiko selama beberapa detik. Lalu ia mendekatkan wajahnya ke arah wajah Fumiko. Dan tanpa diduga, ia pun mencium bibir Fumiko. Fumiko kaget, tapi setelah itu ia menikmati ciuman tersebut. Terasa lembut dan hangat.
Setelah itu, Ariel memegang kedua pundak Fumiko dan berbisik, "Percayalah padaku."
Fumiko tersenyum dan mengangguk.
Ariel kemudian berbalik dan pergi meninggalkan ruang perawatan, meninggalkan Fumiko yang menatap kepergiannya sambil tersenyum dan memegang bibirnya yang basah. Fumiko tak menyangka bahwa ciuman pertamanya adalah dengan Ariel.
Ketika sampai di area luar rumah sakit, Ariel mengambil smartphone tahan rusaknya dari saku belakang celananya dan menekan beberapa tombol di layar smartphone tersebut. Seketika, itu juga muncul hologram motor sport merah kesayangannya. Hologram itu lalu berubah menjadi nyata dan langsung dinaiki oleh ariel dan melesat meninggalkan rumah sakit. Ia ingin pergi menemui Jeth dan melanjutkan pertarungannya tempo lalu. Jeth sudah ia lemparkan chip pelacak yang menempel di tubuhnya sebelum Jeth meninggalkan stasiun.
Akan tetapi, baru beberapa meter saja motor Ariel berjalan, tiba-tiba smartphone yang ia tempelkan di dekat speedo meter motornya berbunyi. Begitu Ariel menekan tombol bundar besar pada smartphone itu, smartphone pun menampilkan sebuah peta dengan delapan titik merah kelap kelip dan tulisan di atas masing-masing titik, ada Lizarder, Snaker, Dragonflyer, Butterflyer, Cheeter, Giraffer, Cameler, dan Bearer.
"Tcih, sial. Tidak ada jalan lain selain ini," keluh Ariel.
Namun, begitu motornya sampai di tempat para Mechaster itu berada, tiga buah sepeda motor dengan tiga sosok Kamen Rider, menghadang para Mechaster tersebut. Mereka adalah Kamen Rider Os dengan motornya Ride Vendor. Dan rider bertubuh hijau dengan beberapa corak hitam dan mata merah besar berikut sepasang antena seperti belalang di kepalanya dan simbol yang membentuk huruf 'RX' di dada sebelah kirinya berikut sabuk berkepala persegi panjang dengan dua motif bulat di permukaannya dengan motor seperti kepala belalang dan berwarna kuning-biru-putih serta simbol 'RX' di samping kanan dan kiri permukaannya berikut tiga knalpot di samping kanan dan kirinya, dia adalah Kamen Rider Black RX dengan motornya bernama Accrobatter. Sedangkan rider yang satu lagi mengenakan suit hitam yang dibalut baja merah di bagian dada, pundak, dan lengannya, pergelangan tangan serta kakinya di selimuti baja berwarna emas, di lehernya melingkar baja emas dengan huruf-huruf kuno yang aneh, lututnya ditutupi baja lonjong berwarna emas dengan bagian tengah berwarna hitam, sabuknya yang berwarna perak terlihat sangat tebal dengan permata berwarna merah dan dihiasi dengan berbagai warna lain di samping kanan dan kiri permukaan depannya, helm hitam yang melapisi kepalanya memiliki tanduk seperti kumbang capit serta memiliki lensa mata bundar merah besar, dia adalah Kamen Rider Kuuga. Motor yang dinaiki Kuuga bentuknya seperti motor trial berwarna merah dan hitam, kepalanya memiliki tanduk seperti kumbang capit berwarna emas, serta knalpot panjang yang menjulang ke belakang, namanya ialah Beatchaser 2000.
"Kak Eiji... Paman Kotaro... Kak Godai?" ucap Ariel pelan.
Kuuga menoleh ke arah Ariel. "Ayo Ariel! Kita habisi Mechaster ini! Kebetulan kami sedang berpatroli."
"Maaf, tapi aku ada urusan lain. Jadi kuserahkan pada kalian ya...," ucap Ariel. Ia kembali menjalankan motornya.
"H-hei!" panggil Kuuga ketika motor Ariel melewati mereka bertiga.
"Sudahlah, Godai... Kita bertiga juga cukup," ucap Black RX sambil menengok ke arah Kuuga yang ada di sebelah kanannya.
Mereka bertiga kemudian turun dari motor mereka masing-masing dan memasang kuda-kuda sambil menatap para Mechaster berbentuk manusia kadal berwarna cokelat, manusia ular berwarna hitam, manusia capung berwarna hijau, manusia kupu-kupu berwarna merah, manusia cheetah berwarna oranye bertotol hitam, manusia jerapah berwarna ungu, manusia unta berwarna kelabu, dan manusia beruang berwarna biru.
Kuuga berlari ke hadapan Mechaster manusia capung bernama Dragonflyer dan manusia kupu-kupu bernama Butterflyer yang kebetulan berdiri berdekatan dan langsung memukul perut Dragonflyer yang dilanjutkan menendang kepala Buttlerflyer dengan tendangan berputar, sementara Os dan RX sibuk dengan Mechaster sisanya.
Dragonflyer dan Buttlerflyer yang terlempar dari posisi awalnya pun mengepakkan sayap mereka dan terbang. Dragonflyer menghujani Kuuga dengan jarum runcing dari sayapnya, sementara Buttlerflyer mencambuk Kuuga dengan cambuk yang sedaritadi tergulung di mulutnya. Melawan mereka berdua sekaligus nampaknya membuat Kuuga kesulitan, terlebih mereka menyerang dari udara, Kuuga jadi tidak bisa melakukan serangan balasan dan hanya bisa menghindar.
"Hraaaa... Seiyahhh!!!" Os berhasil menghancurkan dua Mechaster dengan tebasan Triple Scanning Charge dari Medajalibur-nya. Kedua Mechaster itu yakni Mechaster berwujud manusia unta bernama Cameler dan Mechaster berwujud jerapah bernama Giraffer. Setelah itu, ia membantu RX menghadapi Mechaster yang lain.
Di lain pihak, Kuuga yang sedang menghindari serangan dari Dragonflyer dan Buttlerflyer menemukan sebuah pistol yang sudah rusak.
"Kebetulan sekali," ucap Kuuga seraya memungut pistol tersebut. "Chou Henshin!!" teriaknya setelah itu.
Pistolnya pun berubah menjadi sebuah 'bowgun atau pistol panah' berwarna hijau, hitam dan emas dengan lengkungan berwarna berwarna emas persis di bagian depannya. Bersamaan dengan itu, armor merah yang melapisi tubuh Kuuga berubah menjadi warna hijau dengan bagian bahu sebelah kiri yang runcing dan beberapa garis emas pada armor bagian dada, bahu, dan tangannya. Warna mata Kuuga pun berubah menjadi hijau pula.
Tanpa membuang waktu, Kuuga mengarahkan pistol tersebut ke atas ke arah Buttlerflyer dan menarik ke luar bagian belakangnya. Begitu bagian belakang tersebut kembali masuk ke dalam secara cepat, sebuah peluru panah langsung meluncur dari ujung depan bowgun Kuuga dan menusuk dada Buttlerflyer. Lalu, Kuuga kembali menembakkan bowgunnya ke arah Dragonflyer yang sedang melayang di udara. Begitu peluru bowgun Kuuga menancap di perut Dragonflyer, muncul sebuah simbol aneh yang tak dapat dimengerti. Hal itu juga terjadi pada Butterflyer. Tidak lama kemudian, tubuh kedua Mechaster itu berkelap-kelip merah dan meledak.
"Pertarungan baru saja dimulai," ucap Kuuga.
Diubah oleh Ariel.Matsuyama 31-01-2020 21:29
0
Kutip
Balas