TS
Ariel.Matsuyama
[FanFic] Kamen Rider Blitzer
![[FanFic] Kamen Rider Blitzer](https://dl.kaskus.id/ic.pics.livejournal.com/arielmatsuyama/83052924/5659/5659_900.png)
Kamen Rider Blitzer (仮面ライダー ブリッツァー)
Genre:Action | Drama | Adventure
Quote:
ATTENTION:
Meski tokoh utama dalam cerita ini adalah "Kamen Rider Blitzer", tapi ceritanya hampir sama seperti manga "Kamen Rider Spirits", bedanya disini semua Kamen Rider dari era Showa sampai yang terbaru satu dunia.
Meski tokoh utama dalam cerita ini adalah "Kamen Rider Blitzer", tapi ceritanya hampir sama seperti manga "Kamen Rider Spirits", bedanya disini semua Kamen Rider dari era Showa sampai yang terbaru satu dunia.
Spoiler for List Episode:
Episode 1: Hobi Membunuh
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 2: Gerombolan Raja Minyak
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 3: Gerombolan Raja Minyak Part 2
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 4: Rival
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 5: Dendam VS Dendam (Ide by: Dhodo Rukanda)
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 6: Jalan Kegelapan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 7: Game Kematian
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 8: Belalang Hitam
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 9: MECHA - MONSTER
[Act 1] [Act 2] [Act 3] [Act 4 (End)]
Episode 10: NEGA
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 11: Inilah Diriku!
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 12: Darker
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 13: Kapsul Penyelesai Masalah
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 14: Kasus Kematian Aneh
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 15: Pencuri Kekuatan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 16: Yami Rider
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 17: Meringkus Yami RiderNEW!!
[Act 1] [Act 2 (End)]
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 2: Gerombolan Raja Minyak
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 3: Gerombolan Raja Minyak Part 2
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 4: Rival
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 5: Dendam VS Dendam (Ide by: Dhodo Rukanda)
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 6: Jalan Kegelapan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 7: Game Kematian
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 8: Belalang Hitam
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 9: MECHA - MONSTER
[Act 1] [Act 2] [Act 3] [Act 4 (End)]
Episode 10: NEGA
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 11: Inilah Diriku!
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 12: Darker
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 13: Kapsul Penyelesai Masalah
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 14: Kasus Kematian Aneh
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 15: Pencuri Kekuatan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 16: Yami Rider
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 17: Meringkus Yami RiderNEW!!
[Act 1] [Act 2 (End)]
Spoiler for Realms:
*Theme Song
*Main Character
*Main Character 2 (In Process)
*Supporting Character (In Process)
*Villain NEW!!
*Main Character
*Main Character 2 (In Process)
*Supporting Character (In Process)
*Villain NEW!!
Quote:
Cerita ini juga diterbitkan di: WATTPAD
Diubah oleh Ariel.Matsuyama 08-02-2020 18:50
0
12.1K
Kutip
52
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•347Anggota
Tampilkan semua post
TS
Ariel.Matsuyama
#34
Spoiler for Episode 11 Act 3:
Ariel pulang sekolah dgn tatapan dingin. Semenjak kejadian di sekolah, Ariel berubah menjadi orang yang dingin. Ia bersumpah ingin mengubur dirinya yang lama, karena percuma saja bersikap ramah dan hangat pada orang. Baginya, hampir semua orang itu sama saja. Dan Mulai hari ini, ia tidak ingin sembarangan bergaul.
Begitu sampai ke rumah, mata Ariel membelalak. Ia melihat ayah dan ibunya ditusuk oleh seorang wanita di depan rumahnya, wanita berpakaian kantoran serba hitam. Wajahnya oval, matanya bulat dengan alis yang tebal, hidungnya pipih, dan bibirnya tebal. Daun telinganya yang lumayan besar tertutup oleh bagian samping rambutnya yang panjang sepunggung.
Ariel pun segera turun dari mobil, membuka pagar yang kebetulan tidak digembok, dan berlari menghampiri orang tersebut lalu menyerangnya dengan tendangan terbang. Tapi, kaki Ariel ditangkap dan tubuhnya dilempar begitu saja. Orang tersebut bilang jangan mengganggunya karena dia harus pergi dan punya urusan penting.
Setelah orang itu pergi, Ariel menghampiri ayah dan ibunya yang tergeletak bersimbah darah. Ibunya sudah tidak bergerak dan tidak bernapas lagi, sementara ayahnya masih bisa bergerak sedikit-sedikit.
"Ariel...," panggil Ren.
Dengan berlinang air mata Ariel berkata, "Ayah... Kenapa orang itu menusuk ayah dan ibu? Siapa dia?"
"Orang itu adalah teman bisnis ayah," jawab Ren. "Setelah keluar dari pekerjaannya, orang itu meminta ayah membuatkan senjata pemusnah massal. Ayah bingung dan tidak menuruti keinginannya, hingga akhirnya ayah ditusuk, dan ibu yang berusaha menolong ayah ditusuk juga. Ariel ... Kuharap mulai saat ini kau jadi orang yang hebat, agar bisa meneruskan ayah sebagai pemilik perusahaan Techno Corporation. Maafkan sikap ayah yang selama ini keras padamu. Ayah melakukan itu semua agar kau jadi orang yang berguna. Ayah sayang kamu." Setelah itu ia menghembuskan napas terakhirnya.
"Ayah ayah!" Ariel menggoncang-goncangkan tubuh ayahnya. Ia mengecek aliran napas dan denyut nadi ayahnya, kedua bagian itu tidak menunjukkan tanda kehidupan. Ariel pun berteriak keras, "Ayah!!! Ibu!!!"
Keesokan harinya di tempat latihan, Ariel menceritakan kematian orangtuanya pada gurunya, Hiro. Ariel bersumpah akan menuntut balas atas perbuatan orang yang membunuh orangtuanya. Hiro turut berduka cita atas apa yg menimpa Ariel, setelah itu ariel latihan seperti biasa. Latihan hari ini sore hari, karena paginya Ariel harus sekolah.
Malam harinya, Hiro dan Ariel pergi jalan-jalan ke mall. Mereka membeli banyak sekali belanjaan dan bersuka ria, melepas kesedihan Ariel atas kematian orangtuanya sejenak. Hari itu Ariel hanya bersikap hangat pada orang terdekatnya.
Namun, tiba-tiba, Ariel dan Hiro tersentak ketika mendengar teriakan minta tolong dari seorang bocah laki-laki. Hiro pun menghetikan motor sport merahnya. Tak lama, bocah laki-laki berbaju hijau muncul ke hadapan Hiro dan Ariel dan tengah di kejar oleh seseorang sambil terus berteriak minta tolong. Seseorang itu sangat dikenali oleh Ariel.
"Orang itu ... Dia yang telah membunuh ayah dan ibu," ucap Ariel kaget.
Hiro pun tak kalah kagetnya dengan Ariel. "Kalau begitu, kebetulan sekali, akan kubalaskan dendam ayah dan ibumu hari ini juga!"
Setelah turun dari motor, Hiro menghadang wanita yang tengah mengejar si bocah laki-laki sembari berkata, "Hari ini adalah ajalmu! Bersiap-siaplah!"
"Hooh. Begitu ya?" ucap wanita itu. "Kau lah yang akan jadi korbanku berikutnya. Aku adalah Elzoner, Mechaster terhebat dan terkuat, dan tidak akan memberi ampun kepada siapapun yang menghalangiku!"
"Mechaster?" kata Hiro. "Bagus sekali! Aku akan menghabisimu hari ini juga!" Kemudian ia memasang kuda-kuda lalu menatap Ariel sebentar. "Ariel, cepat pergi dan carilah tempat sembunyi!"
Ariel mengangguk dan beranjak pergi dari sana menuju semak-semak yang ada di jalan itu.
Elzoner meninju telapak tangan kirinya yang ia angkat setinggi dada sembari berteriak, "Mecha!!"
Tiba-tiba saja di samping kanan dan kiri Elzoner muncul bagan baja kotak keperakan yang langsung menyatu dan membungkus tubuh Elzoner. Tak lama, bagan itu kembali memisah dan tubuh Elzoner pun berubah menjadi manusia robot berkepala seperti 'uvo'.
Hiro mengambil sebuah benda bernama Blitzdrive dari balik jaketnya, lalu menempelkan benda itu di depan pinggangnya dan menekan permata merah yang ada di permukaan depan Blitzdrive, membuat sebuah tali sabuk perak bergaris tebal hitam keluar dari sisi kanan dan kiri Blitzdrive dan menyatu di belakang pinggang Hiro, membentuk sebuah sabuk dengan Blitzdrive sebagai kepalanya. Setelah itu, Hiro mengambil selembar kartu berlambang Blitz Crest pada permukaannya dari dalam kotak yang menempel di sebelah kanan sabuknya.
"Henshin!!" teriak Hiro seraya memasukkan kartu yang dipegangnya ke dalam lubang tipis yang di permukaan atas kepala sabuknya.
Permata merah pada Blitzdrive milik Hiro menyala terang dan memancar sejauh 1,5 meter, membawa hologram berbentuk manusia bertanduk pipih dengan berbagai macam lekukan di tubuhnya. Hologram itu mundur ke arah Hiro yang berjalan ke arahnya, hingga akhirnya hologram itu membungkus tubuh Hiro. Begitu hologram tersebut terserap sepenuhnya di tubuh Hiro, ia pun beralih rupa menjadi Kamen Rider Blitzer. Cahaya pada permata Blitzdrive meredup, lensa mata biru besar helm Blitzer mengedipkan cahaya biru terang.
"Hooh seorang Kamen Rider? Sudah kuduga kau bukanlah orang biasa," ucap Elzoner.
"Hreeaaa!!!" Blitzer berlari ke arah Elzoner sambil menyiapkan kepalan tinju.
Tapi, Elzoner hanya diam dan menatap Blitzer tanpa beranjak dari tempatnya berpijak.
Begitu Blitzer mencapai jarak yang dapat dijangkaunya, ia segera mengayunkan tinju ke wajah Elzoner. Namun, Elzoner mampu menghindari serangan itu dengan tenang.
Melihat hal demikian, Blitzer mengayunkan tangan yang satunya untuk menapak dada Elzoner. Tapi, Elzoner berhasil menangkap tangan Blitzer dan memelintirnya. Blitzer yang dipelintir tangannya memutar tubuhnya ke samping, hingga ia terlepas dari pelintiran Elzoner dan langsung menendang Elzoner tepat ke arah perutnya. Elzoner dengan cepat menepis tendangan tersebut dan melakukan serangan balasan dengan tendangan ke arah kepala Blitzer yang ternyata berhasil dihindari oleh rider itu. Kemudian Blitzer kembali menyerang Elzoner dengan beberapa 'jurus' pukulan dan tendangan. Akan tetapi, itu semua tidak ada artinya bagi Elzoner, ia terus menghindari dan menangkis serangan-serangan Blitzer dengan tenang. Tak lama, Elzoner menemukan daerah pertahanan Blitzer yang terbuka, ia pun segera melesakkan tinju ke perut Blitzer hingga tembus ke belakang. Begitu Elzoner menarik kembali tinjunya, tubuh Blitzer pun langsung roboh ke tanah dengan perut yang bersimbah darah dan kembali ke wujud Hiro.
Elzoner menatap Hiro beberapa detik, sebelum akhirnya berkata, "Sekarang kau lihat, siapa yang dijemput oleh ajal." Sebelum akhirnya berubah menjadi hologram dan menghilang.
Ariel yang bersembunyi di balik semak-semak pun langsung keluar dan menghampiri Hiro. "Paman Hiro, kau tidak apa-apa?" tanyanya.
"Aku... Ahakh!" Hiro muntah darah. "Sudah tidak kuat lagi. Ahakh!"
"Paman Hiro, bertahanlah... Aku akan memanggil ambulans," ucap Ariel panik.
"Ti-tidak perlu!" balas Hiro. "Ajalku sudah menjemput. Tidak perlu kau memanggil ambulans."
"Tidak! Tidak, paman! Jangan berkata seperti itu!" Air mata pun keluar membasahi pipi Ariel.
Hiro melepas Blitzdrive dari pinggangnya dan memberikannya pada Ariel. "Ini! Balaskanlah dendam orangtuamu dengan ini dan berlatihlah Karate-Do lebih keras lagi!"
Ariel pun menerima Blitzdrive tersebut. "Apa ini, paman?"
"Itu Blitzdrive. Dengan itu kau bisa berubah menjadi sepertiku tadi, menjadi Kamen Rider bernama Blitzer. Gantikanlah posisiku sebagai pembasmi Mechaster. Itu adalah permintaan terakhirku padamu," ucap Hiro. Ia kembali muntah darah.
"Apa itu Mechaster?" tanya Ariel.
Hiro langsung melepas tas kecil yang tersampir di bahunya lalu memberikannya pada Ariel. "Ini! Di dalamnya ada beberapa alat untuk menunjang aksimu. Di dalamnya juga ada beberapa buku yang berguna untukmu sebagai penggantiku. Dan di salah satu buku ada yang menjelaskan tentang Mechaster dan siapa mereka sebenarnya. Lalu yang tadi melawanku adalah salah satu bangsa Mechaster. Terakhir, ambillah motorku sebagai penunjang aksimu juga."
"Tidak, Paman Hiro kau harus bertahan!" ucap Ariel.
"Tolong, Ariel. Itu permintaan terakhirku. Se-selamat ti-tinggal." Akhirnya Hiro pun menghembuskan napas terakhirnya.
"Paman Hiro! Paman Hiro, bangun! Bangun Paman Hiro! Bangun!!!" kata Ariel sambil mengguncang-guncankan tubuh Hiro. Setelah itu ia memerika napas dan denyut nadi Hiro. Keduanya sudah berhenti. Ariel pun berteriak keras, "Paman Hiro!!!"
Hujan turun membasahi bumi, seolah turut menangisi kepergian Hiro. Di tengah rintik hujan, Ariel hanya bisa menangis sambil memeluk jasad Hiro. Orang-orang yang ia sayangi kini telah tiada, meninggalkannya menuju alam baka. Ariel pun jadi makin dendam terhadap Mechaster dan bersumpah ingin menghabisi mereka semua, terutama Mechaster yang membunuh orangtuanya dan Hiro. Ia akan membalas semuanya tanpa kurang sedikit pun.
Hari-hari Ariel lalui dengan berbagai macam latihan yang telah diajari Hiro sebelumnya, kecuali latihan beladiri, dia diajari oleh guru lain dan terkadang mempelajarinya lagi di rumah. Ariel jadi tambah bersemangat untuk membasmi Mechaster setelah tahu bahwa semua alat dan buku-buku yang Hiro berikan padanya adalah buatan ayahnya, kecuali buku 'Jurus Rahasia Karate-Do', buku itu adalah milik Hiro. Ia ingin membuat ayahnya bangga di akhirat sana. Tapi, tujuan Ariel membasmi Mechaster bukanlah melindungi manusia, melainkan balas dendam, terutama pada Mechaster yang telah membunuh kedua orangtuanya dan Hiro serta menunaikan permintaan terakhir Hiro. Sungguh disayangkan memang. Itu semua karena Ariel tidak mau melindungi orang-orang yang bukan siapa-siapanya dan tak bisa dipercaya seperti orang-orang yang Ariel temui di sepanjang perjalanan hidupnya, mereka teramat licik, egois, dan berpotensi menjadi tukang bully yang sangat Ariel benci seumur hidup. Itulah yang membuat pola pikir Ariel menjadi seperti itu. Selain itu, semenjak kejadian menumbangkan Akab dan Dungo di sekolah, sifatnya menjadi sangat dingin dan tidak ingin bergaul dengan sembarang orang apalagi orang yg berpotensi menjadi tukang bully. Ariel memiliki kemampuan bisa mengetahui siapa saja orang yg berpotensi menjadi tukang bully.
Waktu terus bergulir, Ariel pun tumbuh menjadi orang yang kuat dan multitalenta serta dikagumi oleh banyak orang berkat latihan-latihan yang diberikan Hiro dan tekadnya untuk belajar dengan sungguh-sungguh sejak Hiro tiada. Tak lupa, ia juga mempelajari tentang Mechaster dari buku yg ada di dalam tas kecil yg diberikan Hiro. Di buku itu disebutkan bahwa Mechaster adalah bangsa monster berbentuk robot yang berasal dari luar angkasa. Setelah planet mereka hancur, Mechaster yang masih tersisa menggunakan pesawat mereka untuk memilih tempat hidup baru, hingga akhirnya terpilihlah planet bumi. Di bumi, mereka mencari segala yang bisa mereka makan serta mencari tempat tinggal. Makanan mereka sama seperti manusia bumi pada umumnya, hanya saja minuman mereka adalah 'bensin' dan minuman lebih pokok dibandingkan makanan. Wujud awal mereka sama seperti manusia bumi begitu juga warna darahnya, namun wujud keduanya adalah 'monster robot' seukuran manusia pula walau ada sebagian yang lebih tinggi dari manusia.
Di bumi, Mechaster membunuh setiap manusia yang mereka temui secara membabi buta dan merampas makanan serta bensin mereka. Hal itu terus berlangsung selama beberapa tahun hingga membuat 'pihak keamanan' sangat kerepotan. Sampai akhirnya, setelah para Mechaster berdiskusi untuk menentukan siapa pemimpin baru bangsa mereka, barulah sistem 'bunuh membunuh' yang dilakukan bangsa Mechster menjadi lebih tertata. Pemimpin baru ini memiliki prinsip 'membudaki manusia untuk hidup'. Para Mechaster diajari bagaimana membudaki manusia secara 'cerdas', untuk menguras segala apa yang manusia punya (terutama bensin) menjadi milik Mechaster. Meski demikian, para Mechaster tetap membunuh manusia walau mereka melakukannya cuma untuk berlomba-lomba menjadi pemimpin bangsa, petinggi mereka atau karena alasan lain yang mengharuskan mereka membunuh manusia tersebut. Mechaster menciptakan sebuah alat yang dapat mendeteksi berapa banyak orang yang sudah dibunuh oleh satu Mechaster. Alat tersebut berupa papan bernama 'Killer Board' yang memuat nama 100 Mechaster dengan rekor membunuh terbanyak. Dan posisi rangking mereka dapat berubah kapanpun secara otomatis. Jika Mechaster rangking 100 mati, maka posisinya akan digantikan otomatis oleh Mechaster yang memiliki rekor membunuh dibawahnya. Bila yang mati Mechaster rangking 2, maka posisinya digantikan oleh Mechaster rangking 3, Mechster rangking 3 digantikan oleh Mechster rangking 4 dan seterusnya sampai 100, dan yang 100 digantikan oleh Mechster dengan rekor membunuh yang hampir mendekati Mechster ke-100. Barangsiapa yang bisa menggeser posisi pemimpin Mechaster yaitu posisi 1, maka ia berhak menjadi pemimpin, dengan catatan harus duel dengan pemimpin Mechaster sampai mati. Jika gagal, maka kepemimpinan tidak berpindah. Killer Board juga ada dalam bentuk kecil seukuran 'smartphone' dan dimiliki oleh semua Mechaster selain Killer Board di markas rahasia Mechaster yaitu Mecha Castle. Killer Board kecil tersebut memiliki kelebihan yakni setiap Mechaster bisa melihat jumlah manusia yang sudah mereka bunuh lewat menu khusus, jadi memudahkan Mechaster yang belum masuk 100 besar.
Di bawah pemimpin, ada dua petinggi. Syarat untuk menjadi petinggi sama seperti syarat untuk menjadi pemimpin. Jika sewaktu-waktu pemimpin mati, maka posisinya akan digantikan oleh Mechaster yang telah masuk rangking pertama, tapi dia harus melawan petinggi pertama dan kedua, bertarung sampai mati. Kalau menang maka ia akan jadi pemimpin, sementara petinggi pertama posisinya digantikan dengan Mechaster yang berhasil masuk ke rangking 2 dan petinggi kedua dengan Mechaster yang berhasil masuk rangking 3. Kalau yang naik ke rangking 1 adalah petinggi pertama, maka ia langsung jadi pemimpin menggantikan pemimpin yang sudah mati tersebut, dan petinggi kedua menjadi petinggi pertama, lalu yang jadi petinggi keduanya adalah Mechaster rangking 3. Jika petinggi pertama mati, posisinya akan digantikan oleh petinggi kedua, sementara yang mengisi kekosongan posisi petinggi kedua adalah Mechaster rangking 3. Kalau pada saat itu ada yang merangkak naik ke rangking 2, maka ia harus duel dengan petinggi kedua sampai mati, jika menang maka ia akan jadi petinggi pertama dan posisi petinggi kedua diisi oleh Mechaster dengan rangking 3, namun jika kalah yang jadi petinggi pertama adalah petinggi kedua dan yang jadi petinggi kedua adalah Mechaster ber-rangking 3. Bila petinggi kedua yang mati, maka posisinya digantikan oleh Mechaster yang sudah masuk rangking 3. Jika pemimpin, petinggi pertama, dan kedua mati secara bersamaan, maka akan digantikan oleh Mechaster yang sudah masuk rangking 1, 2 dan 3 dalam Killer Board. Kalau yang mati cuma petinggi pertama dan kedua, maka posisinya digantikan dengan Mechaster yang berhasil masuk rangking 2 dan 3. Petinggi pertama Mechaster harus memiliki posisi 2 dalam Killer Board, sedangkan petinggi kedua posisi 3. Apabila suatu saat posisi petinggi pertama digeser oleh petinggi kedua, maka diadakan duel sampai mati. Bila petinggi kedua menang, maka ia berhak berganti posisi menjadi petinggi pertama, dan posisi petinggi kedua diisi oleh Mechaster rangking 3. Jika kalah, maka posisi tidak berpindah dan posisi petinggi kedua yang telah mati digantikan oleh Mechaster yang sudah masuk rangking 3. Jika kedua rangking petinggi tersebut dibalap oleh Mechaster yang bukan petinggi maka akan diadakan duel sampai mati juga. Kalau menang maka bisa menjadi petinggi, kalau kalah tentu saja mati, dan Killer Board terus berjalan sebagaimana mestinya. Semua keputusan adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
Pemimpin para Mechaster memiliki wewenang memerintah seluruh Mechaster sekehendaknya. Petinggi pertama memiliki wewenang memerintah seluruh Mechaster termasuk petinggi kedua. Sementara petinggi kedua wewenangnya cuma memerintah seluruh Mechaster biasa. Sebutan rangking pemimpin dalam bangsa Mechsater adalah 'Emperor', sedangkan petinggi pertama dan petinggi kedua 'Elder Knight', lalu Mechaster dengan rangking 4 sampai 10 adalah 'Elite'
Jika suatu saat ada yang melanggar hukum yang diciptakan pemimpin Mechaster, maka dia akan dihukum mati. Salah satu pelanggaran hukum di dunia Mechaster yaitu membunuh pemimpin atau petinggi Mechaster padahal rekor membunuh manusianya belum mencukupi untuk menjadi pemimpin atau petinggi.
Para Mechaster hidup berpencar dan tersebar di seluruh dunia. Mereka berkembang biak dengan cara kimpoi seperti manusia. Namun, Mechaster 'sangat dilarang' menikah dengan manusia. Jika ada yang ketahuan melakukannya, maka akan dihukum mati. Itulah kira-kira penjelasan tentang Mechaster yang dikutip dari salah satu Mechaster yang pernah ditawan oleh Hiro sebelum akhirnya dibunuh. Selain membaca buku tentang Mechaster, Ariel juga membaca buku lain, salah satu contohnya adalah 'Kamen Rider Blitzer Manual Book'. Di salah satu halaman buku tersebut dijelaskan bahwa asal nama Kamen Rider Blitzer terinspirasi dari para pahlawan super yang melindungi Jepang bernama 'Kamen Rider'. Sedangkan kata Blitzer diambil dari nama lambang data yang muncul ketika ayah Ariel menciptakan rider sistem tersebut, nama lambang datanya adalah 'Blitz Crest' dan hanya diambil kata 'Blitz' nya saja yang digabung dengan kata 'Er' yang berasal dari akhiran kata 'User'. Jadi Blitzer adalah Blitz User. 'Blitzer Rider System' yang alatnya dinamai 'Blitzdrive' yang mampu memberikan penggunanya kekuatan super sendiri diciptakan tahun 2001, 3 tahun setelah Mechaster datang ke bumi pada tahun 1998. Armor Kamen Rider Blitzer sendiri dibuat dari baja terkuat, dan suit-nya dibuat dari baja sintetis terkuat pula. Untuk menanggulangi kejahatan makhluk itu, dipilihlah Hiro sebagai pengguna Blitzdrive karena kemahirannya dalam beladiri. Selain Blitzdrive, ayah Ariel, Professor Ren Matsuyama, juga menciptakan 'memory' yang bisa digunakan di berbagai jenis ponsel, gunanya untuk melacak Mechaster. Ketika Mechaster terlacak, ponsel yang sudah ditaruh memory itu secara otomatis akan menampilkan titik merah dan nama dari Mechaster yang terlacak, pengecualian untuk petinggi dan pemimpin Mechaster, mereka tidak bisa terlacak. Selain itu, ada juga motor yang bisa berubah wujud yang sebelumnya dipakai oleh Hiro sebagai penunjang aksi seorang pengguna Blitzer Rider System. Kesemua alat peninggalan Hiro yang diciptakan oleh Professor Ren Matsuyama itu baru Ariel gunakan ketika ia berumur dua puluh tahun.
-Flashback selesai-
Jadi begitulah kehidupan seorang Ariel Matsuyama. Hingga kini, Ariel masih menjadi orang hebat dan multitalenta lagi sempurna. Walau ia masih suka membolos kuliah, tapi itu tetap tidak mengurangi kualitas diri dan kemampuannya. Ariel juga ingin menunjukkan pada dunia bahwa ia bukanlah Si Pecundang yang tidak bisa apa-apa seperti dulu. Memang, kalau kita bersungguh-sungguh, apapun bisa diraih, contohnya adalah apa yang terjadi pada diri Ariel.
Setelah membayangkan masa lalunya sambil berjalan, Ariel pun pergi ke perpustakaan dan membaca beberapa buku di sana. Baginya, membaca adalah salah satu sarana untuk mengenal dunia.
Begitu sampai ke rumah, mata Ariel membelalak. Ia melihat ayah dan ibunya ditusuk oleh seorang wanita di depan rumahnya, wanita berpakaian kantoran serba hitam. Wajahnya oval, matanya bulat dengan alis yang tebal, hidungnya pipih, dan bibirnya tebal. Daun telinganya yang lumayan besar tertutup oleh bagian samping rambutnya yang panjang sepunggung.
Ariel pun segera turun dari mobil, membuka pagar yang kebetulan tidak digembok, dan berlari menghampiri orang tersebut lalu menyerangnya dengan tendangan terbang. Tapi, kaki Ariel ditangkap dan tubuhnya dilempar begitu saja. Orang tersebut bilang jangan mengganggunya karena dia harus pergi dan punya urusan penting.
Setelah orang itu pergi, Ariel menghampiri ayah dan ibunya yang tergeletak bersimbah darah. Ibunya sudah tidak bergerak dan tidak bernapas lagi, sementara ayahnya masih bisa bergerak sedikit-sedikit.
"Ariel...," panggil Ren.
Dengan berlinang air mata Ariel berkata, "Ayah... Kenapa orang itu menusuk ayah dan ibu? Siapa dia?"
"Orang itu adalah teman bisnis ayah," jawab Ren. "Setelah keluar dari pekerjaannya, orang itu meminta ayah membuatkan senjata pemusnah massal. Ayah bingung dan tidak menuruti keinginannya, hingga akhirnya ayah ditusuk, dan ibu yang berusaha menolong ayah ditusuk juga. Ariel ... Kuharap mulai saat ini kau jadi orang yang hebat, agar bisa meneruskan ayah sebagai pemilik perusahaan Techno Corporation. Maafkan sikap ayah yang selama ini keras padamu. Ayah melakukan itu semua agar kau jadi orang yang berguna. Ayah sayang kamu." Setelah itu ia menghembuskan napas terakhirnya.
"Ayah ayah!" Ariel menggoncang-goncangkan tubuh ayahnya. Ia mengecek aliran napas dan denyut nadi ayahnya, kedua bagian itu tidak menunjukkan tanda kehidupan. Ariel pun berteriak keras, "Ayah!!! Ibu!!!"
Keesokan harinya di tempat latihan, Ariel menceritakan kematian orangtuanya pada gurunya, Hiro. Ariel bersumpah akan menuntut balas atas perbuatan orang yang membunuh orangtuanya. Hiro turut berduka cita atas apa yg menimpa Ariel, setelah itu ariel latihan seperti biasa. Latihan hari ini sore hari, karena paginya Ariel harus sekolah.
Malam harinya, Hiro dan Ariel pergi jalan-jalan ke mall. Mereka membeli banyak sekali belanjaan dan bersuka ria, melepas kesedihan Ariel atas kematian orangtuanya sejenak. Hari itu Ariel hanya bersikap hangat pada orang terdekatnya.
Namun, tiba-tiba, Ariel dan Hiro tersentak ketika mendengar teriakan minta tolong dari seorang bocah laki-laki. Hiro pun menghetikan motor sport merahnya. Tak lama, bocah laki-laki berbaju hijau muncul ke hadapan Hiro dan Ariel dan tengah di kejar oleh seseorang sambil terus berteriak minta tolong. Seseorang itu sangat dikenali oleh Ariel.
"Orang itu ... Dia yang telah membunuh ayah dan ibu," ucap Ariel kaget.
Hiro pun tak kalah kagetnya dengan Ariel. "Kalau begitu, kebetulan sekali, akan kubalaskan dendam ayah dan ibumu hari ini juga!"
Setelah turun dari motor, Hiro menghadang wanita yang tengah mengejar si bocah laki-laki sembari berkata, "Hari ini adalah ajalmu! Bersiap-siaplah!"
"Hooh. Begitu ya?" ucap wanita itu. "Kau lah yang akan jadi korbanku berikutnya. Aku adalah Elzoner, Mechaster terhebat dan terkuat, dan tidak akan memberi ampun kepada siapapun yang menghalangiku!"
"Mechaster?" kata Hiro. "Bagus sekali! Aku akan menghabisimu hari ini juga!" Kemudian ia memasang kuda-kuda lalu menatap Ariel sebentar. "Ariel, cepat pergi dan carilah tempat sembunyi!"
Ariel mengangguk dan beranjak pergi dari sana menuju semak-semak yang ada di jalan itu.
Elzoner meninju telapak tangan kirinya yang ia angkat setinggi dada sembari berteriak, "Mecha!!"
Tiba-tiba saja di samping kanan dan kiri Elzoner muncul bagan baja kotak keperakan yang langsung menyatu dan membungkus tubuh Elzoner. Tak lama, bagan itu kembali memisah dan tubuh Elzoner pun berubah menjadi manusia robot berkepala seperti 'uvo'.
Hiro mengambil sebuah benda bernama Blitzdrive dari balik jaketnya, lalu menempelkan benda itu di depan pinggangnya dan menekan permata merah yang ada di permukaan depan Blitzdrive, membuat sebuah tali sabuk perak bergaris tebal hitam keluar dari sisi kanan dan kiri Blitzdrive dan menyatu di belakang pinggang Hiro, membentuk sebuah sabuk dengan Blitzdrive sebagai kepalanya. Setelah itu, Hiro mengambil selembar kartu berlambang Blitz Crest pada permukaannya dari dalam kotak yang menempel di sebelah kanan sabuknya.
"Henshin!!" teriak Hiro seraya memasukkan kartu yang dipegangnya ke dalam lubang tipis yang di permukaan atas kepala sabuknya.
Permata merah pada Blitzdrive milik Hiro menyala terang dan memancar sejauh 1,5 meter, membawa hologram berbentuk manusia bertanduk pipih dengan berbagai macam lekukan di tubuhnya. Hologram itu mundur ke arah Hiro yang berjalan ke arahnya, hingga akhirnya hologram itu membungkus tubuh Hiro. Begitu hologram tersebut terserap sepenuhnya di tubuh Hiro, ia pun beralih rupa menjadi Kamen Rider Blitzer. Cahaya pada permata Blitzdrive meredup, lensa mata biru besar helm Blitzer mengedipkan cahaya biru terang.
"Hooh seorang Kamen Rider? Sudah kuduga kau bukanlah orang biasa," ucap Elzoner.
"Hreeaaa!!!" Blitzer berlari ke arah Elzoner sambil menyiapkan kepalan tinju.
Tapi, Elzoner hanya diam dan menatap Blitzer tanpa beranjak dari tempatnya berpijak.
Begitu Blitzer mencapai jarak yang dapat dijangkaunya, ia segera mengayunkan tinju ke wajah Elzoner. Namun, Elzoner mampu menghindari serangan itu dengan tenang.
Melihat hal demikian, Blitzer mengayunkan tangan yang satunya untuk menapak dada Elzoner. Tapi, Elzoner berhasil menangkap tangan Blitzer dan memelintirnya. Blitzer yang dipelintir tangannya memutar tubuhnya ke samping, hingga ia terlepas dari pelintiran Elzoner dan langsung menendang Elzoner tepat ke arah perutnya. Elzoner dengan cepat menepis tendangan tersebut dan melakukan serangan balasan dengan tendangan ke arah kepala Blitzer yang ternyata berhasil dihindari oleh rider itu. Kemudian Blitzer kembali menyerang Elzoner dengan beberapa 'jurus' pukulan dan tendangan. Akan tetapi, itu semua tidak ada artinya bagi Elzoner, ia terus menghindari dan menangkis serangan-serangan Blitzer dengan tenang. Tak lama, Elzoner menemukan daerah pertahanan Blitzer yang terbuka, ia pun segera melesakkan tinju ke perut Blitzer hingga tembus ke belakang. Begitu Elzoner menarik kembali tinjunya, tubuh Blitzer pun langsung roboh ke tanah dengan perut yang bersimbah darah dan kembali ke wujud Hiro.
Elzoner menatap Hiro beberapa detik, sebelum akhirnya berkata, "Sekarang kau lihat, siapa yang dijemput oleh ajal." Sebelum akhirnya berubah menjadi hologram dan menghilang.
Ariel yang bersembunyi di balik semak-semak pun langsung keluar dan menghampiri Hiro. "Paman Hiro, kau tidak apa-apa?" tanyanya.
"Aku... Ahakh!" Hiro muntah darah. "Sudah tidak kuat lagi. Ahakh!"
"Paman Hiro, bertahanlah... Aku akan memanggil ambulans," ucap Ariel panik.
"Ti-tidak perlu!" balas Hiro. "Ajalku sudah menjemput. Tidak perlu kau memanggil ambulans."
"Tidak! Tidak, paman! Jangan berkata seperti itu!" Air mata pun keluar membasahi pipi Ariel.
Hiro melepas Blitzdrive dari pinggangnya dan memberikannya pada Ariel. "Ini! Balaskanlah dendam orangtuamu dengan ini dan berlatihlah Karate-Do lebih keras lagi!"
Ariel pun menerima Blitzdrive tersebut. "Apa ini, paman?"
"Itu Blitzdrive. Dengan itu kau bisa berubah menjadi sepertiku tadi, menjadi Kamen Rider bernama Blitzer. Gantikanlah posisiku sebagai pembasmi Mechaster. Itu adalah permintaan terakhirku padamu," ucap Hiro. Ia kembali muntah darah.
"Apa itu Mechaster?" tanya Ariel.
Hiro langsung melepas tas kecil yang tersampir di bahunya lalu memberikannya pada Ariel. "Ini! Di dalamnya ada beberapa alat untuk menunjang aksimu. Di dalamnya juga ada beberapa buku yang berguna untukmu sebagai penggantiku. Dan di salah satu buku ada yang menjelaskan tentang Mechaster dan siapa mereka sebenarnya. Lalu yang tadi melawanku adalah salah satu bangsa Mechaster. Terakhir, ambillah motorku sebagai penunjang aksimu juga."
"Tidak, Paman Hiro kau harus bertahan!" ucap Ariel.
"Tolong, Ariel. Itu permintaan terakhirku. Se-selamat ti-tinggal." Akhirnya Hiro pun menghembuskan napas terakhirnya.
"Paman Hiro! Paman Hiro, bangun! Bangun Paman Hiro! Bangun!!!" kata Ariel sambil mengguncang-guncankan tubuh Hiro. Setelah itu ia memerika napas dan denyut nadi Hiro. Keduanya sudah berhenti. Ariel pun berteriak keras, "Paman Hiro!!!"
Hujan turun membasahi bumi, seolah turut menangisi kepergian Hiro. Di tengah rintik hujan, Ariel hanya bisa menangis sambil memeluk jasad Hiro. Orang-orang yang ia sayangi kini telah tiada, meninggalkannya menuju alam baka. Ariel pun jadi makin dendam terhadap Mechaster dan bersumpah ingin menghabisi mereka semua, terutama Mechaster yang membunuh orangtuanya dan Hiro. Ia akan membalas semuanya tanpa kurang sedikit pun.
Hari-hari Ariel lalui dengan berbagai macam latihan yang telah diajari Hiro sebelumnya, kecuali latihan beladiri, dia diajari oleh guru lain dan terkadang mempelajarinya lagi di rumah. Ariel jadi tambah bersemangat untuk membasmi Mechaster setelah tahu bahwa semua alat dan buku-buku yang Hiro berikan padanya adalah buatan ayahnya, kecuali buku 'Jurus Rahasia Karate-Do', buku itu adalah milik Hiro. Ia ingin membuat ayahnya bangga di akhirat sana. Tapi, tujuan Ariel membasmi Mechaster bukanlah melindungi manusia, melainkan balas dendam, terutama pada Mechaster yang telah membunuh kedua orangtuanya dan Hiro serta menunaikan permintaan terakhir Hiro. Sungguh disayangkan memang. Itu semua karena Ariel tidak mau melindungi orang-orang yang bukan siapa-siapanya dan tak bisa dipercaya seperti orang-orang yang Ariel temui di sepanjang perjalanan hidupnya, mereka teramat licik, egois, dan berpotensi menjadi tukang bully yang sangat Ariel benci seumur hidup. Itulah yang membuat pola pikir Ariel menjadi seperti itu. Selain itu, semenjak kejadian menumbangkan Akab dan Dungo di sekolah, sifatnya menjadi sangat dingin dan tidak ingin bergaul dengan sembarang orang apalagi orang yg berpotensi menjadi tukang bully. Ariel memiliki kemampuan bisa mengetahui siapa saja orang yg berpotensi menjadi tukang bully.
Waktu terus bergulir, Ariel pun tumbuh menjadi orang yang kuat dan multitalenta serta dikagumi oleh banyak orang berkat latihan-latihan yang diberikan Hiro dan tekadnya untuk belajar dengan sungguh-sungguh sejak Hiro tiada. Tak lupa, ia juga mempelajari tentang Mechaster dari buku yg ada di dalam tas kecil yg diberikan Hiro. Di buku itu disebutkan bahwa Mechaster adalah bangsa monster berbentuk robot yang berasal dari luar angkasa. Setelah planet mereka hancur, Mechaster yang masih tersisa menggunakan pesawat mereka untuk memilih tempat hidup baru, hingga akhirnya terpilihlah planet bumi. Di bumi, mereka mencari segala yang bisa mereka makan serta mencari tempat tinggal. Makanan mereka sama seperti manusia bumi pada umumnya, hanya saja minuman mereka adalah 'bensin' dan minuman lebih pokok dibandingkan makanan. Wujud awal mereka sama seperti manusia bumi begitu juga warna darahnya, namun wujud keduanya adalah 'monster robot' seukuran manusia pula walau ada sebagian yang lebih tinggi dari manusia.
Di bumi, Mechaster membunuh setiap manusia yang mereka temui secara membabi buta dan merampas makanan serta bensin mereka. Hal itu terus berlangsung selama beberapa tahun hingga membuat 'pihak keamanan' sangat kerepotan. Sampai akhirnya, setelah para Mechaster berdiskusi untuk menentukan siapa pemimpin baru bangsa mereka, barulah sistem 'bunuh membunuh' yang dilakukan bangsa Mechster menjadi lebih tertata. Pemimpin baru ini memiliki prinsip 'membudaki manusia untuk hidup'. Para Mechaster diajari bagaimana membudaki manusia secara 'cerdas', untuk menguras segala apa yang manusia punya (terutama bensin) menjadi milik Mechaster. Meski demikian, para Mechaster tetap membunuh manusia walau mereka melakukannya cuma untuk berlomba-lomba menjadi pemimpin bangsa, petinggi mereka atau karena alasan lain yang mengharuskan mereka membunuh manusia tersebut. Mechaster menciptakan sebuah alat yang dapat mendeteksi berapa banyak orang yang sudah dibunuh oleh satu Mechaster. Alat tersebut berupa papan bernama 'Killer Board' yang memuat nama 100 Mechaster dengan rekor membunuh terbanyak. Dan posisi rangking mereka dapat berubah kapanpun secara otomatis. Jika Mechaster rangking 100 mati, maka posisinya akan digantikan otomatis oleh Mechaster yang memiliki rekor membunuh dibawahnya. Bila yang mati Mechaster rangking 2, maka posisinya digantikan oleh Mechaster rangking 3, Mechster rangking 3 digantikan oleh Mechster rangking 4 dan seterusnya sampai 100, dan yang 100 digantikan oleh Mechster dengan rekor membunuh yang hampir mendekati Mechster ke-100. Barangsiapa yang bisa menggeser posisi pemimpin Mechaster yaitu posisi 1, maka ia berhak menjadi pemimpin, dengan catatan harus duel dengan pemimpin Mechaster sampai mati. Jika gagal, maka kepemimpinan tidak berpindah. Killer Board juga ada dalam bentuk kecil seukuran 'smartphone' dan dimiliki oleh semua Mechaster selain Killer Board di markas rahasia Mechaster yaitu Mecha Castle. Killer Board kecil tersebut memiliki kelebihan yakni setiap Mechaster bisa melihat jumlah manusia yang sudah mereka bunuh lewat menu khusus, jadi memudahkan Mechaster yang belum masuk 100 besar.
Di bawah pemimpin, ada dua petinggi. Syarat untuk menjadi petinggi sama seperti syarat untuk menjadi pemimpin. Jika sewaktu-waktu pemimpin mati, maka posisinya akan digantikan oleh Mechaster yang telah masuk rangking pertama, tapi dia harus melawan petinggi pertama dan kedua, bertarung sampai mati. Kalau menang maka ia akan jadi pemimpin, sementara petinggi pertama posisinya digantikan dengan Mechaster yang berhasil masuk ke rangking 2 dan petinggi kedua dengan Mechaster yang berhasil masuk rangking 3. Kalau yang naik ke rangking 1 adalah petinggi pertama, maka ia langsung jadi pemimpin menggantikan pemimpin yang sudah mati tersebut, dan petinggi kedua menjadi petinggi pertama, lalu yang jadi petinggi keduanya adalah Mechaster rangking 3. Jika petinggi pertama mati, posisinya akan digantikan oleh petinggi kedua, sementara yang mengisi kekosongan posisi petinggi kedua adalah Mechaster rangking 3. Kalau pada saat itu ada yang merangkak naik ke rangking 2, maka ia harus duel dengan petinggi kedua sampai mati, jika menang maka ia akan jadi petinggi pertama dan posisi petinggi kedua diisi oleh Mechaster dengan rangking 3, namun jika kalah yang jadi petinggi pertama adalah petinggi kedua dan yang jadi petinggi kedua adalah Mechaster ber-rangking 3. Bila petinggi kedua yang mati, maka posisinya digantikan oleh Mechaster yang sudah masuk rangking 3. Jika pemimpin, petinggi pertama, dan kedua mati secara bersamaan, maka akan digantikan oleh Mechaster yang sudah masuk rangking 1, 2 dan 3 dalam Killer Board. Kalau yang mati cuma petinggi pertama dan kedua, maka posisinya digantikan dengan Mechaster yang berhasil masuk rangking 2 dan 3. Petinggi pertama Mechaster harus memiliki posisi 2 dalam Killer Board, sedangkan petinggi kedua posisi 3. Apabila suatu saat posisi petinggi pertama digeser oleh petinggi kedua, maka diadakan duel sampai mati. Bila petinggi kedua menang, maka ia berhak berganti posisi menjadi petinggi pertama, dan posisi petinggi kedua diisi oleh Mechaster rangking 3. Jika kalah, maka posisi tidak berpindah dan posisi petinggi kedua yang telah mati digantikan oleh Mechaster yang sudah masuk rangking 3. Jika kedua rangking petinggi tersebut dibalap oleh Mechaster yang bukan petinggi maka akan diadakan duel sampai mati juga. Kalau menang maka bisa menjadi petinggi, kalau kalah tentu saja mati, dan Killer Board terus berjalan sebagaimana mestinya. Semua keputusan adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
Pemimpin para Mechaster memiliki wewenang memerintah seluruh Mechaster sekehendaknya. Petinggi pertama memiliki wewenang memerintah seluruh Mechaster termasuk petinggi kedua. Sementara petinggi kedua wewenangnya cuma memerintah seluruh Mechaster biasa. Sebutan rangking pemimpin dalam bangsa Mechsater adalah 'Emperor', sedangkan petinggi pertama dan petinggi kedua 'Elder Knight', lalu Mechaster dengan rangking 4 sampai 10 adalah 'Elite'
Jika suatu saat ada yang melanggar hukum yang diciptakan pemimpin Mechaster, maka dia akan dihukum mati. Salah satu pelanggaran hukum di dunia Mechaster yaitu membunuh pemimpin atau petinggi Mechaster padahal rekor membunuh manusianya belum mencukupi untuk menjadi pemimpin atau petinggi.
Para Mechaster hidup berpencar dan tersebar di seluruh dunia. Mereka berkembang biak dengan cara kimpoi seperti manusia. Namun, Mechaster 'sangat dilarang' menikah dengan manusia. Jika ada yang ketahuan melakukannya, maka akan dihukum mati. Itulah kira-kira penjelasan tentang Mechaster yang dikutip dari salah satu Mechaster yang pernah ditawan oleh Hiro sebelum akhirnya dibunuh. Selain membaca buku tentang Mechaster, Ariel juga membaca buku lain, salah satu contohnya adalah 'Kamen Rider Blitzer Manual Book'. Di salah satu halaman buku tersebut dijelaskan bahwa asal nama Kamen Rider Blitzer terinspirasi dari para pahlawan super yang melindungi Jepang bernama 'Kamen Rider'. Sedangkan kata Blitzer diambil dari nama lambang data yang muncul ketika ayah Ariel menciptakan rider sistem tersebut, nama lambang datanya adalah 'Blitz Crest' dan hanya diambil kata 'Blitz' nya saja yang digabung dengan kata 'Er' yang berasal dari akhiran kata 'User'. Jadi Blitzer adalah Blitz User. 'Blitzer Rider System' yang alatnya dinamai 'Blitzdrive' yang mampu memberikan penggunanya kekuatan super sendiri diciptakan tahun 2001, 3 tahun setelah Mechaster datang ke bumi pada tahun 1998. Armor Kamen Rider Blitzer sendiri dibuat dari baja terkuat, dan suit-nya dibuat dari baja sintetis terkuat pula. Untuk menanggulangi kejahatan makhluk itu, dipilihlah Hiro sebagai pengguna Blitzdrive karena kemahirannya dalam beladiri. Selain Blitzdrive, ayah Ariel, Professor Ren Matsuyama, juga menciptakan 'memory' yang bisa digunakan di berbagai jenis ponsel, gunanya untuk melacak Mechaster. Ketika Mechaster terlacak, ponsel yang sudah ditaruh memory itu secara otomatis akan menampilkan titik merah dan nama dari Mechaster yang terlacak, pengecualian untuk petinggi dan pemimpin Mechaster, mereka tidak bisa terlacak. Selain itu, ada juga motor yang bisa berubah wujud yang sebelumnya dipakai oleh Hiro sebagai penunjang aksi seorang pengguna Blitzer Rider System. Kesemua alat peninggalan Hiro yang diciptakan oleh Professor Ren Matsuyama itu baru Ariel gunakan ketika ia berumur dua puluh tahun.
-Flashback selesai-
Jadi begitulah kehidupan seorang Ariel Matsuyama. Hingga kini, Ariel masih menjadi orang hebat dan multitalenta lagi sempurna. Walau ia masih suka membolos kuliah, tapi itu tetap tidak mengurangi kualitas diri dan kemampuannya. Ariel juga ingin menunjukkan pada dunia bahwa ia bukanlah Si Pecundang yang tidak bisa apa-apa seperti dulu. Memang, kalau kita bersungguh-sungguh, apapun bisa diraih, contohnya adalah apa yang terjadi pada diri Ariel.
Setelah membayangkan masa lalunya sambil berjalan, Ariel pun pergi ke perpustakaan dan membaca beberapa buku di sana. Baginya, membaca adalah salah satu sarana untuk mengenal dunia.
To Be Continued
Diubah oleh Ariel.Matsuyama 05-01-2020 22:40
0
Kutip
Balas