TS
Ariel.Matsuyama
[FanFic] Kamen Rider Blitzer
![[FanFic] Kamen Rider Blitzer](https://dl.kaskus.id/ic.pics.livejournal.com/arielmatsuyama/83052924/5659/5659_900.png)
Kamen Rider Blitzer (仮面ライダー ブリッツァー)
Genre:Action | Drama | Adventure
Quote:
ATTENTION:
Meski tokoh utama dalam cerita ini adalah "Kamen Rider Blitzer", tapi ceritanya hampir sama seperti manga "Kamen Rider Spirits", bedanya disini semua Kamen Rider dari era Showa sampai yang terbaru satu dunia.
Meski tokoh utama dalam cerita ini adalah "Kamen Rider Blitzer", tapi ceritanya hampir sama seperti manga "Kamen Rider Spirits", bedanya disini semua Kamen Rider dari era Showa sampai yang terbaru satu dunia.
Spoiler for List Episode:
Episode 1: Hobi Membunuh
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 2: Gerombolan Raja Minyak
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 3: Gerombolan Raja Minyak Part 2
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 4: Rival
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 5: Dendam VS Dendam (Ide by: Dhodo Rukanda)
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 6: Jalan Kegelapan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 7: Game Kematian
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 8: Belalang Hitam
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 9: MECHA - MONSTER
[Act 1] [Act 2] [Act 3] [Act 4 (End)]
Episode 10: NEGA
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 11: Inilah Diriku!
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 12: Darker
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 13: Kapsul Penyelesai Masalah
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 14: Kasus Kematian Aneh
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 15: Pencuri Kekuatan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 16: Yami Rider
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 17: Meringkus Yami RiderNEW!!
[Act 1] [Act 2 (End)]
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 2: Gerombolan Raja Minyak
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 3: Gerombolan Raja Minyak Part 2
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 4: Rival
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 5: Dendam VS Dendam (Ide by: Dhodo Rukanda)
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 6: Jalan Kegelapan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 7: Game Kematian
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 8: Belalang Hitam
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 9: MECHA - MONSTER
[Act 1] [Act 2] [Act 3] [Act 4 (End)]
Episode 10: NEGA
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 11: Inilah Diriku!
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 12: Darker
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 13: Kapsul Penyelesai Masalah
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 14: Kasus Kematian Aneh
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 15: Pencuri Kekuatan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 16: Yami Rider
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 17: Meringkus Yami RiderNEW!!
[Act 1] [Act 2 (End)]
Spoiler for Realms:
*Theme Song
*Main Character
*Main Character 2 (In Process)
*Supporting Character (In Process)
*Villain NEW!!
*Main Character
*Main Character 2 (In Process)
*Supporting Character (In Process)
*Villain NEW!!
Quote:
Cerita ini juga diterbitkan di: WATTPAD
Diubah oleh Ariel.Matsuyama 08-02-2020 18:50
0
12.1K
Kutip
52
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•347Anggota
Tampilkan semua post
TS
Ariel.Matsuyama
#20
Spoiler for Episode 6 Act 2:
Angin berhembus sangat sejuk pada hari itu. Jeth sangat menikmatinya sambil melihat-lihat pemandangan di sekitarnya.
Akan tetapi, ketika asyik-asyiknya Jeth menikmati udara, tiba-tiba ia dan Kagami terkejut karena mendengar teriakan minta tolong dari seorang wanita. Dan tak lama, kemudian muncul seorang wanita berambut pendek sebahu dengan pakaian serba hijau yang tengah berlari dikejar oleh sesosok robot berwarna hitam corak hijau. Kedua tangan robot itu hanya memiliki empat jari bergaris-garis hijau dan tiga jari kaki pipih berwarna hitam. Di pundak sebelah kanannya menempel baja berbentuk sayap warna hitam. Di bahu sebelah kirinya menepel baja bundar kecil yang mirip dengan perisai warna hijau. Di atas kepalanya yang kecil ada lensa panjang tipis yang sebelah kirinya ditiban kaca bundar merah yang bagian tengahnya berwarna hijau.
Kagami segera memacu kencang motornya dan menabrak robot itu. Robot itu dibuat mundur beberapa langkah.
Wanita yang dikejar robot tersebut menoleh ke belakang sebentar, lalu kembali berlari.
"Jeth, cepat sembunyi!" perintah Kagami.
Jeth mengangguk, lalu turun dari motor, pergi dari tempat itu, lalu bersembunyi di balik salah satu pohon yang ada di sana.
"Apa kau Mechaster?" tanya Kagami pada robot tadi.
"Betul sekali!" jawab robot itu. Suaranya terdengar seperti suara seorang wanita. "Namaku Elzoner."
"Tapi kenapa alat pelacakku tidak menangkap keberadaannya," gumam Kagami.
"Dan siapa kau? Berani benar kau menghentikanku!" kata Elzoner.
"Kau tak perlu tahu siapa aku," balas Kagami. "Makhluk sepertimu harus dimusnahkan!"
"Akhahahahaha... Kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa? Lebih baik cepat pergi daripada kubuat jadi abu!" balas Elzoner yang kemudian mengepalkan jari tangan kanannya dengan posisi tangan kanan ditekuk.
![kaskus-image]()
"Kau lah yang akan jadi abu!" Kagami menyingkap sisi kiri jaketnya, kemudian mengambil Dhroiddrive yang menempel di magnet yang menempel pada jaket tersebut. Setelah itu, ia menempelkan Dhroiddrive di depan pinggangnya dengan posisi permata biru menghadap ke depan dan lubang kotak tipis mengarah ke atas. Lalu ia pun menekan permata biru pada Dhroiddrive.
Sebuah tali baja perak bergaris-garis lurus dan kotak muncul dari kedua sisi Dhroiddrive, membuat kotak sebelah kiri sabuknya bergeser lebih ke kiri. Tali itu melewati bagian dalam jaket Kagami dan menyatu di tengah-tengah belakangnya. Setelahnya, Kagami mengambil selembar kartu putih bergambar 'Dhroid Crest' dari dalam kotak sebelah kiri sabuknya.
"Henshin!!" seru Kagami seraya memasukkan kartu tersebut ke dalam lubang kotak tipis yang ada di atas Dhroiddrive.
Permata Dhroiddrive pun mengeluarkan sinar biru yang memancar hingga 1,5 meter ke depan dan mengeluarkan bayangan hologram seperti tubuh manusia seukuran tubuh Kagami yang berdiri tegak dan secara keseluruhan berwarna biru dengan lekukan-lekukan yang membentuk sesuatu dan tanduk pipih di kepalanya, satu pendek di tengah serta dua panjang di kanan dan kiri. Bayangan biru lalu mundur ke arah Kagami yang sedang berdiri tegak dan melapisi tubuhnya. Begitu semuanya terserap di tubuh Kagami, tubuh laki-laki itu pun berubah menjadi Kamen Rider Dhroider dengan syal biru di lehernya yang melambai-lambai ditiup angin.
"Hoo... Kamen Rider rupanya," ucap Elzoner.
Kagami yang sudah berubah menjadi Kamen Rider Dhroider pun berlari menuju Elzoner. Lalu ia melancarkan pukulan dan juga tendangan. Namun, Elzoner menghindari semua serangan Dhroider dengan mudah.
Ketika melihat celah pada pertahanan Dhroider, Elzoner langsung menendang perut Dhroider dengan keras hingga Dhroider terlempar sejauh 3 meter ke belakang dan jatuh ke tanah.
"Kuat sekali dia," ucap Dhroider sambil berusaha bangun. Setelah berdiri secara sempurna, ia pun berlari lagi ke arah Elzoner dan melancarkan tinjuan ke perut Mechaster itu.
Elzoner cuma mengelak tipis ke samping, membuat tinju tersebut hanya mengenai angin.
"Rrreeeaaa!!!" Dhroider pun marah. Ia melepaskan tendangan berantai dengan kedua kakinya secara bergantian.
Namun, semua serangan itu tidak ada artinya bagi Elzoner. Ia terus menerus menghindarinya dengan sangat tenang.
Sampai pada akhirnya, Elzoner mengepalkan tangan kanannya. Tangan kanan yang langsung diselimuti oleh api tersebut ia hantamkan ke dada Dhroider.
Tak pelak, Dhroider pun terlempar sejauh 5 meter dan kembali ke wujud semula, Kagami Higashi. Darah mengalir cukup deras dari mulutnya.
"Khuh, matilah kau!" ucap Elzoner. Tubuhnya berubah menjadi hologram lalu menghilang.
Jeth keluar dari tempat persembunyiannya dan menghampiri ayahnya yang sudah tak berdaya.
"Ayah, ayah tidak apa-apa?" tanya Jeth.
"J-J-Jeth... Sepertinya ayah s-sudah t-tidak kuat lagi," jawab Kagami.
"Ayah! Ayah pasti kuat ayah! Aku tahu siapa ayah!"
Kagami menggeleng. "Sepertinya, umur ayah s-s-sampai di-di sini saja."
"Ayah! Apa yang ayah bicarakan!? Ayah harus bertahan! Aku akan panggil dokter!"
"Tidak perlu, Jeth. Umur ayah memang. Ukh! S-sampai di-di sini."
Air mata Jeth menetes. "Tidak ayah! Ayah harus bertahan!"
Kagami melepas Dhroiddrive dari pinggangnya dan memberikannya pada Jeth. "Ambil itu! Uhuk! Itu milikmu sekarang."
Jeth mengambil benda itu. "Siapa nama Mechaster tadi?"
"Elzoner," jawab Kagami. Matanya lalu menutup.
"Ayah! Bangun ayah!" Jeth menggoncang-goncangkan tubuh Kagami.
Namun, tubuh Kagami tidak memberikan respon sama sekali. Ketika diperiksa, Kagami sudah tidak bernapas dan denyut jantung serta nadinya berhenti. Kagami telah menghembuskan napas terakhirnya.
"AYAAAAAHHH!!!" teriak Jeth sambil memeluk ayahnya dan menatap langit. Itu adalah hari terakhirnya bersama ayahnya. Sejak saat itu, Jeth bersumpah akan mencari dan membunuh Elzoner dengan kedua tangannya sendiri.
Jeth akhirnya latihan beladiri seorang diri demi menjadi lebih kuat lagi untuk membalaskan dendamnya.
Tahun demi tahun pun berlalu. Di masa remajanya, tempat Jeth biasa bekerja sambilan dari dia baru duduk di Sekolah Dasar sudah tutup. Ia putus asa dan tak tahu harus bekerja di mana lagi. Ijazah pun tak punya. Semenjak ayahnya meninggal ia tak mampu melanjutkan sekolah. Uang hasil ia bekerja hanya cukup untuk makan, bayar iuran listrik, iuran air, dan kebutuhan hidup lainnya. Ia sudah berkeliling mencari pekerjaan baru, namun hasilnya nihil.
Jeth yang tengah putus asa duduk di sebuah warung pinggir jalan. Ia memesan sekaleng es jeruk. Saat ini, ia mengenakan busana seperti yang dulu dikenakan ayahnya. Sesekali, ia melirik pria berbadan besar dan berpakaian serba hitam yang duduk di sebelah kirinya. Orang yang di sekujur tubuhnya memiliki 'tatto' itu tengah fokus dengan handphone bercasing hitamnya. Jeth yang penasaran pun melirik lebih dekat. Rupanya pria itu sedang memainkan sebuah game pertarungan.
"Suka game Armored Kamen juga ya, tuan?" sapa Jeth.
Orang itu berhenti memainkan handphonenya sebentar, lalu menatap Jeth. Bibirnya yang kecil itu tersenyum dan mengangguk. Wajahnya kotak dengan rambut 'punk', matanya sipit, alisnya tipis, hidungnya sedikit mancung, daun telinganya lebar, dan kulitnya cokelat.
"Wah, aku juga suka. Ngomong-ngomong, sudah stage berapa, tuan? Sudah dapat berapa karakter?" tanya Jeth.
"Sudah stage 80. Dan sudah mendapat 20 karakter lebih," jawab pria itu.
Jeth terkagum. "Waw! Hebat!!!"
Pria itu tersenyum. "Siapa namamu?" tanyanya.
Jeth mengulurkan tangannya pada pria itu. "Higashi Jeth. Panggil saja Jeth."
Pria itu menyambutnya, bersalaman dengan Jeth. "Tetsuya Saito. Panggil saja Saito."
"Um!" angguk Jeth.
"Ngomong-ngomong, apa yang kau lakukan disini?"
"Habis mencari pekerjaan. Tapi tidak ada satu pun yang mau menerima orang sepertiku." Jeth tertunduk.
Dahi Saito mengernyit. "Lho, kenapa??"
"Aku ... Tidak punya ijazah sama sekali."
"Hoo... Kalau begitu bagaimana jika kau ikut bekerja denganku?"
Mata Jeth langsung berbinar. "Serius???"
Saito mengangguk.
"Lalu pekerjaannya apa?"
"Anggota yakuza," bisik Saito.
Jeth terkejut. "Ya-yakuza?? Bagaimana ya ..."
"Mau atau tidak? Kebetulan hari ini sedang diadakan turnamen dalam rangka pemilihan ketua baru sebagai penggantiku. Kalau kau berminat, kau bisa ikut."
"K-kau ketua yakuza?"
"Begitulah."
Jeth pun berpikir cukup lama. Yakuza adalah pekerjaan kotor di Jepang yang berisi Orang-orang kuat dan bengis yang suka merampas hak orang lain secara paksa serta menindas demi mendapatkan uang. Jeth merasa bimbang. Di sisi lain, yakuza adalah pekerjaan yang nista. Tapi, di sisi lain pula Jeth sangat membutuhkan uang untuk menyambung hidup. Akhirnya, Jeth pun mengangguk, menyetujui perkataan orang itu.
"Baiklah. Aku berminat. Dan aku juga berminat ikut turnamen yang kau bilang. Siapa tahu dapat hadiah besar. Dan apa ketua yakuza itu memiliki banyak uang daripada anggota yang lain?" tanya Jeth.
"Benar." Angguk Saito. "Jika memenangkan turnamen akan mendapat hadiah besar. Dan ketua yakuza memiliki lebih banyak uang dibanding yang lain. Karena anggota yang setiap anggota lain mendapatkan uang, uangnya harus disetor ke ketua dan pendiri. Pangkat ketua itu hanya sedikit di bawah pendiri."
"Ooh...." Angguk Jeth.
"Baiklah. Sekarang ikut denganku!" ajak Saito sambil berdiri dari bangku.
Jeth pun berdiri dari bangku. Lalu berjalan mengikuti Saito menuju motor 'harley' hitam yang terparkir tak jauh dari sana.
Saito naik ke motor harley tersebut dan mengenakan helm hitam yang tergeletak di atas motor. "Apa kau tidak punya kendaraan?"
"Sedang di bengkel," jawab Jeth.
"Baiklah, ayo naik!" perintah Saito.
Jeth mengangguk lalu naik ke jok belakang motor Saito.
Setelah distarter, motor Saito pun melaju meninggalkan tempat itu.
Saito mengajak Jeth ke sebuah rumah yang ada di tengah hutan yang merupakan markas gerombolan yakuza bernama 'Wind Power'. Di markas itu, tengah berlangsung sebuah duel untuk menentukan siapa yang pantas menjadi ketua baru perkumpulan yakuza tersebut, seperti yang dikatakan Saito. Dan Jeth muncul sebagai penantang baru. Meski penantang baru, Jeth berhasil menang di pertandingan pertamanya. Ia mampu menghabisi lawannya hanya dalam waktu tiga menit.
Waktu pun berlalu. Duel demi duel telah dilewati. Tak disangka Jeth berhasil masuk ke pertandingan final melawan seorang mantan tentara yang beladirinya sangat hebat dan memiliki tubuh dua kali lipat tubuh Jeth. Dan puncaknya, Jeth berhasil memenangkan pertandingan itu. Ia pun diangkat menjadi ketua Wind Power. Dan sampai sekarang, ia bekerja di dunia hitam tersebut. Ia juga sering disewa sebagai tukang pukul sampai pembunuh bayaran oleh berbagai jenis orang hingga para pejabat korup. Itu semua Jeth lakukan demi menghidupi dirinya. Namun, pekerjaan itu membuat Jeth gila pertarungan serta tumbuh menjadi orang yang kejam dan kasar. Ia bertarung untuk bersenang-senang, termasuk melawan para Mechaster sebagai Kamen Rider penerus ayahnya, tanpa melupakan dendamnya pada Mechaster pembunuh ayahnya itu yang sampai sekarang belum ia temukan.
-Flashback selesai-
"Apa Matsuyama Ariel Si Jagoan Anti Bully itu ... Ada hubungan saudara dengan Professor Matsuyama Ren?" Jeth memegangi dagunya. "Hmm ... Tapi banyak orang yang bermarga sama, jadi belum tentu."
Jeth kemudian berdiri, berjalan menuju di mana sebuah sepeda motor biru terparkir. Motor itu adalah motor warisan Kagami. Setelah menaikinya, Jeth memakai helm full face berwarna biru--milik ayahnya dulu--yang ia ambil dari atas badan bagian depan motor, kemudian menstarter motor itu dan pergi meninggalkan pemakaman.
Akan tetapi, ketika asyik-asyiknya Jeth menikmati udara, tiba-tiba ia dan Kagami terkejut karena mendengar teriakan minta tolong dari seorang wanita. Dan tak lama, kemudian muncul seorang wanita berambut pendek sebahu dengan pakaian serba hijau yang tengah berlari dikejar oleh sesosok robot berwarna hitam corak hijau. Kedua tangan robot itu hanya memiliki empat jari bergaris-garis hijau dan tiga jari kaki pipih berwarna hitam. Di pundak sebelah kanannya menempel baja berbentuk sayap warna hitam. Di bahu sebelah kirinya menepel baja bundar kecil yang mirip dengan perisai warna hijau. Di atas kepalanya yang kecil ada lensa panjang tipis yang sebelah kirinya ditiban kaca bundar merah yang bagian tengahnya berwarna hijau.
Kagami segera memacu kencang motornya dan menabrak robot itu. Robot itu dibuat mundur beberapa langkah.
Wanita yang dikejar robot tersebut menoleh ke belakang sebentar, lalu kembali berlari.
"Jeth, cepat sembunyi!" perintah Kagami.
Jeth mengangguk, lalu turun dari motor, pergi dari tempat itu, lalu bersembunyi di balik salah satu pohon yang ada di sana.
"Apa kau Mechaster?" tanya Kagami pada robot tadi.
"Betul sekali!" jawab robot itu. Suaranya terdengar seperti suara seorang wanita. "Namaku Elzoner."
"Tapi kenapa alat pelacakku tidak menangkap keberadaannya," gumam Kagami.
"Dan siapa kau? Berani benar kau menghentikanku!" kata Elzoner.
"Kau tak perlu tahu siapa aku," balas Kagami. "Makhluk sepertimu harus dimusnahkan!"
"Akhahahahaha... Kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa? Lebih baik cepat pergi daripada kubuat jadi abu!" balas Elzoner yang kemudian mengepalkan jari tangan kanannya dengan posisi tangan kanan ditekuk.
Spoiler for Elzoner:

Created by: KiRa
"Kau lah yang akan jadi abu!" Kagami menyingkap sisi kiri jaketnya, kemudian mengambil Dhroiddrive yang menempel di magnet yang menempel pada jaket tersebut. Setelah itu, ia menempelkan Dhroiddrive di depan pinggangnya dengan posisi permata biru menghadap ke depan dan lubang kotak tipis mengarah ke atas. Lalu ia pun menekan permata biru pada Dhroiddrive.
Sebuah tali baja perak bergaris-garis lurus dan kotak muncul dari kedua sisi Dhroiddrive, membuat kotak sebelah kiri sabuknya bergeser lebih ke kiri. Tali itu melewati bagian dalam jaket Kagami dan menyatu di tengah-tengah belakangnya. Setelahnya, Kagami mengambil selembar kartu putih bergambar 'Dhroid Crest' dari dalam kotak sebelah kiri sabuknya.
"Henshin!!" seru Kagami seraya memasukkan kartu tersebut ke dalam lubang kotak tipis yang ada di atas Dhroiddrive.
Permata Dhroiddrive pun mengeluarkan sinar biru yang memancar hingga 1,5 meter ke depan dan mengeluarkan bayangan hologram seperti tubuh manusia seukuran tubuh Kagami yang berdiri tegak dan secara keseluruhan berwarna biru dengan lekukan-lekukan yang membentuk sesuatu dan tanduk pipih di kepalanya, satu pendek di tengah serta dua panjang di kanan dan kiri. Bayangan biru lalu mundur ke arah Kagami yang sedang berdiri tegak dan melapisi tubuhnya. Begitu semuanya terserap di tubuh Kagami, tubuh laki-laki itu pun berubah menjadi Kamen Rider Dhroider dengan syal biru di lehernya yang melambai-lambai ditiup angin.
"Hoo... Kamen Rider rupanya," ucap Elzoner.
Kagami yang sudah berubah menjadi Kamen Rider Dhroider pun berlari menuju Elzoner. Lalu ia melancarkan pukulan dan juga tendangan. Namun, Elzoner menghindari semua serangan Dhroider dengan mudah.
Ketika melihat celah pada pertahanan Dhroider, Elzoner langsung menendang perut Dhroider dengan keras hingga Dhroider terlempar sejauh 3 meter ke belakang dan jatuh ke tanah.
"Kuat sekali dia," ucap Dhroider sambil berusaha bangun. Setelah berdiri secara sempurna, ia pun berlari lagi ke arah Elzoner dan melancarkan tinjuan ke perut Mechaster itu.
Elzoner cuma mengelak tipis ke samping, membuat tinju tersebut hanya mengenai angin.
"Rrreeeaaa!!!" Dhroider pun marah. Ia melepaskan tendangan berantai dengan kedua kakinya secara bergantian.
Namun, semua serangan itu tidak ada artinya bagi Elzoner. Ia terus menerus menghindarinya dengan sangat tenang.
Sampai pada akhirnya, Elzoner mengepalkan tangan kanannya. Tangan kanan yang langsung diselimuti oleh api tersebut ia hantamkan ke dada Dhroider.
Tak pelak, Dhroider pun terlempar sejauh 5 meter dan kembali ke wujud semula, Kagami Higashi. Darah mengalir cukup deras dari mulutnya.
"Khuh, matilah kau!" ucap Elzoner. Tubuhnya berubah menjadi hologram lalu menghilang.
Jeth keluar dari tempat persembunyiannya dan menghampiri ayahnya yang sudah tak berdaya.
"Ayah, ayah tidak apa-apa?" tanya Jeth.
"J-J-Jeth... Sepertinya ayah s-sudah t-tidak kuat lagi," jawab Kagami.
"Ayah! Ayah pasti kuat ayah! Aku tahu siapa ayah!"
Kagami menggeleng. "Sepertinya, umur ayah s-s-sampai di-di sini saja."
"Ayah! Apa yang ayah bicarakan!? Ayah harus bertahan! Aku akan panggil dokter!"
"Tidak perlu, Jeth. Umur ayah memang. Ukh! S-sampai di-di sini."
Air mata Jeth menetes. "Tidak ayah! Ayah harus bertahan!"
Kagami melepas Dhroiddrive dari pinggangnya dan memberikannya pada Jeth. "Ambil itu! Uhuk! Itu milikmu sekarang."
Jeth mengambil benda itu. "Siapa nama Mechaster tadi?"
"Elzoner," jawab Kagami. Matanya lalu menutup.
"Ayah! Bangun ayah!" Jeth menggoncang-goncangkan tubuh Kagami.
Namun, tubuh Kagami tidak memberikan respon sama sekali. Ketika diperiksa, Kagami sudah tidak bernapas dan denyut jantung serta nadinya berhenti. Kagami telah menghembuskan napas terakhirnya.
"AYAAAAAHHH!!!" teriak Jeth sambil memeluk ayahnya dan menatap langit. Itu adalah hari terakhirnya bersama ayahnya. Sejak saat itu, Jeth bersumpah akan mencari dan membunuh Elzoner dengan kedua tangannya sendiri.
Jeth akhirnya latihan beladiri seorang diri demi menjadi lebih kuat lagi untuk membalaskan dendamnya.
Tahun demi tahun pun berlalu. Di masa remajanya, tempat Jeth biasa bekerja sambilan dari dia baru duduk di Sekolah Dasar sudah tutup. Ia putus asa dan tak tahu harus bekerja di mana lagi. Ijazah pun tak punya. Semenjak ayahnya meninggal ia tak mampu melanjutkan sekolah. Uang hasil ia bekerja hanya cukup untuk makan, bayar iuran listrik, iuran air, dan kebutuhan hidup lainnya. Ia sudah berkeliling mencari pekerjaan baru, namun hasilnya nihil.
Jeth yang tengah putus asa duduk di sebuah warung pinggir jalan. Ia memesan sekaleng es jeruk. Saat ini, ia mengenakan busana seperti yang dulu dikenakan ayahnya. Sesekali, ia melirik pria berbadan besar dan berpakaian serba hitam yang duduk di sebelah kirinya. Orang yang di sekujur tubuhnya memiliki 'tatto' itu tengah fokus dengan handphone bercasing hitamnya. Jeth yang penasaran pun melirik lebih dekat. Rupanya pria itu sedang memainkan sebuah game pertarungan.
"Suka game Armored Kamen juga ya, tuan?" sapa Jeth.
Orang itu berhenti memainkan handphonenya sebentar, lalu menatap Jeth. Bibirnya yang kecil itu tersenyum dan mengangguk. Wajahnya kotak dengan rambut 'punk', matanya sipit, alisnya tipis, hidungnya sedikit mancung, daun telinganya lebar, dan kulitnya cokelat.
"Wah, aku juga suka. Ngomong-ngomong, sudah stage berapa, tuan? Sudah dapat berapa karakter?" tanya Jeth.
"Sudah stage 80. Dan sudah mendapat 20 karakter lebih," jawab pria itu.
Jeth terkagum. "Waw! Hebat!!!"
Pria itu tersenyum. "Siapa namamu?" tanyanya.
Jeth mengulurkan tangannya pada pria itu. "Higashi Jeth. Panggil saja Jeth."
Pria itu menyambutnya, bersalaman dengan Jeth. "Tetsuya Saito. Panggil saja Saito."
"Um!" angguk Jeth.
"Ngomong-ngomong, apa yang kau lakukan disini?"
"Habis mencari pekerjaan. Tapi tidak ada satu pun yang mau menerima orang sepertiku." Jeth tertunduk.
Dahi Saito mengernyit. "Lho, kenapa??"
"Aku ... Tidak punya ijazah sama sekali."
"Hoo... Kalau begitu bagaimana jika kau ikut bekerja denganku?"
Mata Jeth langsung berbinar. "Serius???"
Saito mengangguk.
"Lalu pekerjaannya apa?"
"Anggota yakuza," bisik Saito.
Jeth terkejut. "Ya-yakuza?? Bagaimana ya ..."
"Mau atau tidak? Kebetulan hari ini sedang diadakan turnamen dalam rangka pemilihan ketua baru sebagai penggantiku. Kalau kau berminat, kau bisa ikut."
"K-kau ketua yakuza?"
"Begitulah."
Jeth pun berpikir cukup lama. Yakuza adalah pekerjaan kotor di Jepang yang berisi Orang-orang kuat dan bengis yang suka merampas hak orang lain secara paksa serta menindas demi mendapatkan uang. Jeth merasa bimbang. Di sisi lain, yakuza adalah pekerjaan yang nista. Tapi, di sisi lain pula Jeth sangat membutuhkan uang untuk menyambung hidup. Akhirnya, Jeth pun mengangguk, menyetujui perkataan orang itu.
"Baiklah. Aku berminat. Dan aku juga berminat ikut turnamen yang kau bilang. Siapa tahu dapat hadiah besar. Dan apa ketua yakuza itu memiliki banyak uang daripada anggota yang lain?" tanya Jeth.
"Benar." Angguk Saito. "Jika memenangkan turnamen akan mendapat hadiah besar. Dan ketua yakuza memiliki lebih banyak uang dibanding yang lain. Karena anggota yang setiap anggota lain mendapatkan uang, uangnya harus disetor ke ketua dan pendiri. Pangkat ketua itu hanya sedikit di bawah pendiri."
"Ooh...." Angguk Jeth.
"Baiklah. Sekarang ikut denganku!" ajak Saito sambil berdiri dari bangku.
Jeth pun berdiri dari bangku. Lalu berjalan mengikuti Saito menuju motor 'harley' hitam yang terparkir tak jauh dari sana.
Saito naik ke motor harley tersebut dan mengenakan helm hitam yang tergeletak di atas motor. "Apa kau tidak punya kendaraan?"
"Sedang di bengkel," jawab Jeth.
"Baiklah, ayo naik!" perintah Saito.
Jeth mengangguk lalu naik ke jok belakang motor Saito.
Setelah distarter, motor Saito pun melaju meninggalkan tempat itu.
Saito mengajak Jeth ke sebuah rumah yang ada di tengah hutan yang merupakan markas gerombolan yakuza bernama 'Wind Power'. Di markas itu, tengah berlangsung sebuah duel untuk menentukan siapa yang pantas menjadi ketua baru perkumpulan yakuza tersebut, seperti yang dikatakan Saito. Dan Jeth muncul sebagai penantang baru. Meski penantang baru, Jeth berhasil menang di pertandingan pertamanya. Ia mampu menghabisi lawannya hanya dalam waktu tiga menit.
Waktu pun berlalu. Duel demi duel telah dilewati. Tak disangka Jeth berhasil masuk ke pertandingan final melawan seorang mantan tentara yang beladirinya sangat hebat dan memiliki tubuh dua kali lipat tubuh Jeth. Dan puncaknya, Jeth berhasil memenangkan pertandingan itu. Ia pun diangkat menjadi ketua Wind Power. Dan sampai sekarang, ia bekerja di dunia hitam tersebut. Ia juga sering disewa sebagai tukang pukul sampai pembunuh bayaran oleh berbagai jenis orang hingga para pejabat korup. Itu semua Jeth lakukan demi menghidupi dirinya. Namun, pekerjaan itu membuat Jeth gila pertarungan serta tumbuh menjadi orang yang kejam dan kasar. Ia bertarung untuk bersenang-senang, termasuk melawan para Mechaster sebagai Kamen Rider penerus ayahnya, tanpa melupakan dendamnya pada Mechaster pembunuh ayahnya itu yang sampai sekarang belum ia temukan.
-Flashback selesai-
"Apa Matsuyama Ariel Si Jagoan Anti Bully itu ... Ada hubungan saudara dengan Professor Matsuyama Ren?" Jeth memegangi dagunya. "Hmm ... Tapi banyak orang yang bermarga sama, jadi belum tentu."
Jeth kemudian berdiri, berjalan menuju di mana sebuah sepeda motor biru terparkir. Motor itu adalah motor warisan Kagami. Setelah menaikinya, Jeth memakai helm full face berwarna biru--milik ayahnya dulu--yang ia ambil dari atas badan bagian depan motor, kemudian menstarter motor itu dan pergi meninggalkan pemakaman.
To Be Continued
Diubah oleh Ariel.Matsuyama 18-05-2019 21:08
0
Kutip
Balas