TS
Ariel.Matsuyama
[FanFic] Kamen Rider Blitzer
![[FanFic] Kamen Rider Blitzer](https://dl.kaskus.id/ic.pics.livejournal.com/arielmatsuyama/83052924/5659/5659_900.png)
Kamen Rider Blitzer (仮面ライダー ブリッツァー)
Genre:Action | Drama | Adventure
Quote:
ATTENTION:
Meski tokoh utama dalam cerita ini adalah "Kamen Rider Blitzer", tapi ceritanya hampir sama seperti manga "Kamen Rider Spirits", bedanya disini semua Kamen Rider dari era Showa sampai yang terbaru satu dunia.
Meski tokoh utama dalam cerita ini adalah "Kamen Rider Blitzer", tapi ceritanya hampir sama seperti manga "Kamen Rider Spirits", bedanya disini semua Kamen Rider dari era Showa sampai yang terbaru satu dunia.
Spoiler for List Episode:
Episode 1: Hobi Membunuh
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 2: Gerombolan Raja Minyak
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 3: Gerombolan Raja Minyak Part 2
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 4: Rival
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 5: Dendam VS Dendam (Ide by: Dhodo Rukanda)
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 6: Jalan Kegelapan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 7: Game Kematian
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 8: Belalang Hitam
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 9: MECHA - MONSTER
[Act 1] [Act 2] [Act 3] [Act 4 (End)]
Episode 10: NEGA
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 11: Inilah Diriku!
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 12: Darker
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 13: Kapsul Penyelesai Masalah
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 14: Kasus Kematian Aneh
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 15: Pencuri Kekuatan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 16: Yami Rider
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 17: Meringkus Yami RiderNEW!!
[Act 1] [Act 2 (End)]
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 2: Gerombolan Raja Minyak
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 3: Gerombolan Raja Minyak Part 2
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 4: Rival
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 5: Dendam VS Dendam (Ide by: Dhodo Rukanda)
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 6: Jalan Kegelapan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 7: Game Kematian
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 8: Belalang Hitam
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 9: MECHA - MONSTER
[Act 1] [Act 2] [Act 3] [Act 4 (End)]
Episode 10: NEGA
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 11: Inilah Diriku!
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 12: Darker
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 13: Kapsul Penyelesai Masalah
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 14: Kasus Kematian Aneh
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 15: Pencuri Kekuatan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 16: Yami Rider
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 17: Meringkus Yami RiderNEW!!
[Act 1] [Act 2 (End)]
Spoiler for Realms:
*Theme Song
*Main Character
*Main Character 2 (In Process)
*Supporting Character (In Process)
*Villain NEW!!
*Main Character
*Main Character 2 (In Process)
*Supporting Character (In Process)
*Villain NEW!!
Quote:
Cerita ini juga diterbitkan di: WATTPAD
Diubah oleh Ariel.Matsuyama 08-02-2020 18:50
0
12.1K
Kutip
52
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•347Anggota
Tampilkan semua post
TS
Ariel.Matsuyama
#16
Spoiler for Episode 4 Act 2:
Kota Zippon - Jepang, pukul 12:00.
Sepulang kuliah, Ariel dengan motor sportnya berjalan di sebuah jalan sepi. Di jalanan itu hanya ada beberapa rumah kosong setengah jadi dan pepohonan rimbun. Udaranya terasa begitu sejuk, meski siang itu terbilang sangat terik.
Ketika sedang asyik-asyiknya berjalan menikmati udara sejuk, tiba-tiba saja pelek bagian depan motor Ariel dimasuki potongan besi panjang yang meluncur dari semak-semak arah kanan. Motor Ariel pun terjungkal ke depan. Untunglah meski Ariel terlempar dari motornya dan juga terjungkal ke depan, ia bisa menjaga keseimbangan dan mendarat dengan mulus di jalanan. Ariel membuka helmnya dan menaruh helm tersebut di jalan, lalu berdiri. Di dalam semak-semak tempat potongan besi meluncur tadi, keluarlah seorang laki-laki berjaket hitam garis biru yang ternyata adalah orang yang menabrak Jito di warung pinggir jalan sekaligus orang yang menangkap peluru para polisi di jalan buntu tadi pagi.
"Refleks yang bagus, Jagoan Anti Bully," ucap orang itu.
"Kau ... Kenapa kau tahu nama itu?? Siapa kau sebenarnya??" tanya Ariel dengan nada dingin.
"Aku... Jeth. Higashi Jeth. Sang Pencabut Nyawa!" jawab orang itu, nada bicaranya tak kalah dingin dari Ariel.
"Apa maumu?"
"Mencabut nyawamu!"
Ariel tersentak. "Apa???"
![kaskus-image]()
Jeth lalu memasang kuda-kuda dengan tangan kanan mengepal dan ditekuk ke depan membentuk sudut siku-siku, lalu tangan kirinya ia kepalkan di samping kiri pinggang, kaki kanannya menekuk sedikit ke belakang, sementara kaki kirinya menekuk sedikit ke depan.
"Baiklah kalau itu maumu." Ariel kemudian juga memasang kuda-kuda dengan badan miring ke kanan dan tangan kiri mengepal serta menekuk di samping dada, tangan kanannya membuka dan agak ditekuk ke depan, sementara kaki kanannya sedikit ditekuk ke depan, dan kaki kirinya sedikit ditekuk ke belakang.
Jeth lalu berlari ke arah Ariel. Ariel pun menyambutnya dengan tendangan terbang.
Tapi Jeth berhasil menghindar. Ia berlari lagi ke arah Ariel yang jaraknya sudah agak jauh. Lalu begitu dekat ia melayangkan tinjuan lurus ke wajah Ariel.
Ariel pun mengelak, ia memutar bahu kanannya ke samping kiri.
Jeth tak menyerah, ia kembali menyerang, kali ini dengan siku kanannya ke arah kepala Ariel.
Namun, Ariel menepisnya dengan menangkap sikuan Jeth dan memelintir tangannya. Tapi ketika tubuh Jeth ingin dikunci, Jeth berhasil mematahkan kuncian itu dengan memutar tubuhnya sambil tangan kirinya yang mengepal melesat ke arah telinga Ariel.
Terkesiap, Ariel pun merunduk dan mengarahkan pukulan ke perut Jeth, tapi Jeth mundur ke belakang, sehingga serangan tersebut luput.
Ketika tubuh Ariel sudah kembali tegak, Jeth melancarkan tendangan ke arah dada Ariel.
Tapi, Ariel berhasil menangkap kaki Jeth. Ketika kakinya hendak dipelintir, kaki Jeth berhasil lepas dari genggaman tangan Ariel dan melakukan salto ke belakang lalu mendarat di tanah dengan indah.
Ariel berlari menuju Jeth yang sudah berdiri tegak. Begitu ia mencapai jarak yang dapat dijangkaunya, ia menendang ke arah perut Jeth dengan kaki kanannya.
Sayangnya, serangan itu gagal, karena Jeth mundur beberapa depa ke belakang. Setelah itu ia membalas dengan tendangan yang mengarah ke dagu Ariel.
Ariel meliukkan kepalanya ke belakang, sehingga tendangan tersebut hanya mengenai angin.
Jeth yang tidak mau kalah begitu saja lalu menendang Ariel lagi dengan kaki yang satunya, kali ini ia mengincar bagian perut. Tapi Ariel menghindari serangan tersebut dengan melompat ke belakang.
"Boleh juga kau," ucap Jeth. "Tapi kali ini, kau akan benar-benar kehilangan nyawamu!" Ia kemudian menyingkap jaket sebelah kirinya dan mengambil sebuah benda yang menempel pada magnet di balik jaket itu. Benda tersebut adalah benda berbentuk persegi panjang dengan dua baja menekuk di kanan dan kirinya, dan di tengahnya terdapat permata bundar warna biru lengkap dengan pola garis-garis tipis di atas dan bawahnya. Di atasnya, terdapat lubang kotak berbentuk tipis. Di sebelah kirinya, menempel kotak putih dengan permukaan berlambang bulat bergaris tengah yang samping kanan dan kiri bawahnya bergaris miring ke bawah, sedangkan bagian atas memiliki garis miring ke atas di kanan dan kirinya dan bagian tengah yang lurus ke atas, secara keseluruhan garis-garis tersebut berwarna biru. Ia lalu menempelkan benda itu di depan pinggangnya dengan posisi permata biru menghadap ke depan dan lubang kotak tipis menghadap ke atas, kemudian menekan permata biru yang ada di permukaan benda tersebut.
Seketika, dari dua sisi benda itu keluar tali baja keperakan yang melilit pinggang Jeth, melewati jaketnya dan menyatu di belakang, membentuk sebuah sabuk dengan benda persegi panjang berpermata biru itu sebagai kepalanya. Tali baja tersebut berbentuk kotak yang saling menyambung satu sama lain dan memiliki pola garis lurus lalu kotak di setiap bagiannya. Kotak putih tersebut bergeser lebih ke kiri, terbawa oleh tali baja itu. Jeth kemudian menggeser 'penutup' kotak putih yang ada di sebelah kiri sabuknya, membukanya, lalu tangan kirinya mengapit selembar kartu warna putih berlambang sama seperti lambang yang ada di kotak dan warnanya juga biru. Di atas dan bawah kartu tersebut ada pola segitiga biru bertepi emas, sementara di sebelah tengah kiri dan kanannya dihiasi pola kotak kecil warna biru pula. Setelah itu penutup kotak kartu tersebut tertutup secara otomatis.
Jeth menekuk tangannya--yang mengapit kartu--lalu berseru, "Henshin!!" Dan menurunkan tangannya seraya memasukkan kartu itu ke dalam kotak tipis di atas kepala sabuknya.
Ariel terkejut melihat hal tersebut.
Permata di sabuk Jeth pun mengeluarkan sinar biru yang memancar hingga 1,5 meter ke depan dan mengeluarkan bayangan hologram seperti tubuh manusia yang berdiri tegak dan secara keseluruhan berwarna biru dengan lekukan-lekukan yang membentuk sesuatu dan tanduk pipih di kepalanya, satu pendek di tengah serta dua panjang di kanan dan kiri. Bayangan tersebut menendang Ariel dengan kaki kanannya. Namun, Ariel menghindarinya dengan melakukan 'back flip' yang berputar beberapa kali ke belakang.
Bayangan biru itu kembali berdiri tegak, lalu mundur ke arah Jeth yang sedang berdiri tegak dan melapisi tubuhnya. Begitu semuanya terserap di tubuh Jeth, tubuh laki-laki itu pun berubah. Berubah menjadi sosok ber-body suit biru yang ditempeli armor putih corak emas di beberapa bagiannya, serta helm biru bermata merah bertanduk tiga warna emas yang seolah mewakili kepala seekor 'kumbang chalcosoma'. Syal biru di lehernya melambai-lambai ditiup angin. Ternyata sosok Jeth saat ini adalah sosok misterius yang menghabisi Kanger si monster robot kangguru semalam. Mata merah besar sosok tersebut mengedipkan cahaya merah terang.
"Kau ..." Ariel tak percaya dengan pemandangan di hadapannya.
"Aku 'Kamen Rider Dhroider'," ucap Jeth yang sudah berubah wujud. Ia lalu mengangkat tangannya ke depan dengan posisi mengadah ke atas namun semua jarinya mengatup kecuali telunjuk dan menggoyang-goyangkan telunjuknya. "Mari bersenang-senang!"
"Baiklah. Lawan Kamen Rider adalah Kamen Rider." Ariel kemudian mengambil Blitdrive dari balik jaket sebelah kanannya, kemudian menempelkan benda itu di depan pinggangnya dengan posisi permata merah menghadap ke depan dan lubang kotak tipis menghadap ke atas. Lalu ditekannya permata merah pada Blitzdrive. Sebuah tali sabuk berwarna perak dengan motif garis tebal keluar dari kedua sisi benda itu, membawa kotak putih di sisi kanan benda tersebut lebih ke kanan dan kedua tali sabuk tersebut bertemu di tengah-tengah belakang, melilit pinggang Ariel.
Ariel lalu menggeser penutup kotak kartu di sebelah kanan sabuknya dan mengambil selembar kartu bersimbol Blitz Crest dari sana dengan cara diapit menggunakan jari telunjuk dan tengah. Usai penutup kotak kartu itu kembali menutup, Ariel menekuk lengan kanannya secara diagonal membentuk sudut siku-siku hingga jari telunjuk dan tengahnya mengarah ke bahu sebelah kirinya.
Dhroider menatap Ariel dengan tatapan bingung.
"Henshin!!" seru Ariel. Ia lalu menurunkan tangan kanannya seraya memasukkan kartu yang dipegangnya ke dalam lubang kotak tipis pada Blitzdrive.
Permata merah yang ada pada Blitzdrive mengeluarkan cahaya terang. Cahaya tersebut memancar sejauh 1,5 meter dan mengeluarkan siluet hologram berbentuk tubuh manusia yang berdiri tegak dan seluruhnya berwarna merah seukuran tubuh Ariel. Siluet tersebut memiliki tanduk pipih menyamping nan runcing dan beberapa lekukan di sekitar tubuhnya. Siluet tersebut kemudian mundur ke arah Ariel dan melapisi tubuhnya. Begitu siluet itu terserap oleh tubuh Ariel, tubuh pemuda tersebut berubah menjadi sesosok 'rider' dengan suit merah yang mencolok serta simbol 'Blitz Crest' di dada sebelah kirinya. Helmnya yang berwarna merah terlihat seperti kepala belalang. Lensa mata biru pada helm itu berkedip. Ariel telah berubah menjadi Kamen Rider Blitzer.
"Hoo... Sama denganku rupanya," ucap Dhroider
"Orang yang bertarung atas nama dendam, Kamen Rider Blitzer!" ujar Blitzer.
"Seorang Kamen Rider juga ternyata," kata Dhroider. Ia kemudian berlari dan sentakkan kaki kanannya ke tanah. Tubuhnya pun melesat terbang menuju Blitzer.
Melihat hal itu, Blitzer menyentakkan tumit kanannya, sehingga tubuhnya terbang menyongsong lawan. Mereka berdua beradu pukulan di udara.
PAK! PAK! PAK! BEGH!
Telapak tangan Blitzer berhasil menghantam dada Dhroider. Tak ayal tubuh Dhroider tersentak ke belakang dan jatuh berguling-guling.
Dhroider berusaha bangkit ketika Blitzer sudah mendarat di tanah dan kembali berlari ke arah Blitzer meski saat ini dadanya terasa sakit.
"Heeeaaaa!!!" teriak Dhroider. Ketika jaraknya cukup dekat, ia melayangkan pukulan keras ke dada Blitzer.
Tapi Blitzer berhasil menghindar, ia memutar bahu kirinya ke samping, lalu membalas serangan tersebut dengan sikutan tangan kanannya.
Menyadari serangan yang datang, Dhroider meliukkan kepala ke belakang kemudian segera menghujani perut Blitzer yang tanpa pertahanan dengan tinjuan bertubi-tubi menggunakan kedua tangannya.
Blitzer yang tak sempat menangkis atau mengelak pun terseret mundur, sebelum akhirnya terlempar ke belakang oleh tendangan Dhroider persis di perutnya.
"Tcih!" decih Blitzer yang didera rasa sakit di perutnya.
Di balik helmnya, Jeth tersenyum sinis, lalu kembali maju ke hadapan Blitzer dan mengirimkan tendangan lurus ke arah dadanya.
Untunglah Blitzer mampu menangkis tendangan tersebut dengan punggung tangan kirinya.
Tak mau berakhir sampai disitu saja, Dhroider kembali mengirimkan tendangan, kali ini tumit kaki kirinya mengarah ke samping kanan kepala Blitzer.
Refleks, Blitzer menepis tendangan tersebut dengan punggung tangan kanannya, lalu tangan kirinya menapak dada Dhroider. Sayangnya, serangan tersebut gagal, karena Dhroider mundur ke belakang.
"Hieeeaaa!!!" teriak Dhroider, ia maju ke depan sembari mengepalkan tangan kanannya.
Blitzer pun menyabutnya, dan mereka pun saling bertukar pukulan. Sesekali mereka menghindar serta mengelak. Pukulan yang dikirim sangat bertenaga, mampu menghancurkan batu karang hanya dengan sekali pukul. Bosan beradu pukulan, mereka pun mengkombinasikannya dengan tapakan, sikutan, dan tendangan. Hindaran serta tangkisan tidak ketinggalan mewarnai pertarungan sengit tersebut.
"Heeeaaa!!!" teriak Dhroider, ia melancarkan tinjuan lurus ke arah Blitzer.
Melihat hal itu, Blitzer segera menyambutnya. Menyambutnya dengan tinjuan lurus pula.
Tinjuan mereka pun beradu. Debu beterbangan dan jalanan retak akibat efek adu tinju yang sangat kuat. Tak hanya itu, Blitzer dan Dhroider juga terseret mundur ke belakang.
"Sekarang waktunya penghabisan!" Dhroider menggeser penutup pada kotak yang menempel di sebelah kiri sabuknya. Dari sana ia mengambil kartu bergambar sepatu--dari bawah lutut hingga ujung kaki--berwarna keperakan dengan lambang yang sama seperti lambang di dada sebelah kanannya berwarna biru yang menempel di batang sepatu tersebut, di punggung sepatu itu ada tiga kotak berwarna biru yang berbaris vertikal. Di pergelangan kanannya ada baling-baling putih kecil. Gambar sepatu tersebut posisinya menyamping. Lalu, di atas dan bawah kartu itu ada pola segitiga biru bertepi emas, dan di samping tengah kanan dan kirinya ada pola kotak kecil biru. Di bawah lambang sepatu tersebut ada tulisan STRIKE MACHINE berwarna biru. Dhroider lalu memasukkan kartu itu pada lubang kotak tipis di atas kepala sabuknya ketika penutup pada kotak sebelah kiri sabuknya bergeser secara otomatis untuk menutup
"STRIKE MACHINE!!" Kepala sabuk Dhroider mengeluarkan suara. Hologram Sepatu seperti yang tergambar di kartu miliknya pun melapisi kakinya dan kemudian menjadi nyata.
"Apa??" Blitzer terkejut. "Baiklah." Ia lalu menggeser penutup kotak sebelah kanan sabuknya, mengambil kartu STRIKE MACHINE dari sana, dan ketika penutup kotak bergeser menutup, ia memasukkan kartu itu di lubang kotak tipis di atas kepala sabuknya.
"STRIKE MACHINE!!" Suara muncul dari kepala sabuk Blitzer. Hologram Strike Shoes pun muncul dan melapisi kaki kanan Blitzer yang kemudian menjadi nyata.
Dhroider tersentak. "Apa?? Ah, biarlah!" Ia kemudian menekan permata biru di kepala sabuknya.
Bersamaan dengan itu, Blitzer menekan permata merah di sabuknya.
"POWER!!" Secara bersamaan, kepala sabuk milik Blitzer dan Dhroider mengeluarkan suara.
Dan secara bersamaan juga permata merah di sabuk Blitzer dan permata biru di sabuk Dhroider mengeluarkan cahaya berwarna sesuai dengan permata masing-masing yang terus menyala.
Setelahnya, Dhroider melompat ke atas, begitu pula dengan Blitzer.
"Heeaaahh!!!" teriak Dhroider yang kemudian melancarkan tendangan di udara.
Baling-baling di pergelangan sepatu Dhroider berputar kencang, simbol biru di batang sepatunya menyala terang, begitu pula tiga kotak di punggung sepatunya, dan tapak sepatu itu pun dilapisi putaran angin.
Di waktu yang bersamaan, baling-baling di pergelangan sepatu Blitzer berputar kencang, Blitz Crest di batang sepatunya serta tiga kotak di punggung sepatunya mengeluarkan cahaya merah terang, serta tapak sepatunya diselimuti api.
Tapak Kaki kanan mereka pun beradu di udara. Jalanan di bawah mereka hancur dibuatnya. Puing-puing jalanan itu berhamburan ke mana-mana.
Usai adu tendangan, Blitzer dan Dhroider terpental ke belakang, jatuh ke tanah, lalu kembali ke wujud manusia mereka masing-masing.
Dengan rasa sakit yang teramat sangat dan kesemutan di kaki kanannya, Ariel dan Jeth berusaha berdiri meski dengan tubuh sedikit bungkuk.
"Hiegh igh!" Jeth berusaha menegakkan tubuhnya. Namun, tak bisa dan kembali membungkuk.
"Hiegh." Ariel juga berusaha menegakkan tubuhnya. "Hah hh... Hah hh...." Tapi tak bisa dan ia kembali membungkuk seperti Jeth.
Jeth kemudian berbalik, lalu menyentakkan kaki kirinya. Ia pun terbang ke atas dan pergi dari tempat itu.
Ariel berjalan sempoyongan menuju tempat di mana helmnya berada. Setelah mengambil helm dan memakainya, ia berjalan ke tempat motornya yang jatuh tadi. Ia lalu membangunkan motor itu dan menaikinya. Body motornya penyok dan lecet di mana-mana. Untunglah ketika distarter, mesinnya masih bisa menyala. Dan ia pun melaju meninggalkan tempat itu.
Sementara itu, Jeth berjalan tertatih-tatih di sebuah jalanan.
"Orang itu ... Baru kali ini aku bertemu orang sekuat dia," ucap Jeth dan juga Ariel secara bersamaan di tempat yang berbeda.
"Lawan yang benar-benar tangguh," ucap Ariel yang tengah mengendarai motor. Sesekali, motornya itu oleng.
"Ini pertama kalinya aku bertarung sampai seperti ini," kata Jeth yang kemudian meninju mobil berwarna hitam yang terparkir sembarangan sampai penyok dan berteriak frustasi, "Aaaaaaaaaa!!!"
Sepulang kuliah, Ariel dengan motor sportnya berjalan di sebuah jalan sepi. Di jalanan itu hanya ada beberapa rumah kosong setengah jadi dan pepohonan rimbun. Udaranya terasa begitu sejuk, meski siang itu terbilang sangat terik.
Ketika sedang asyik-asyiknya berjalan menikmati udara sejuk, tiba-tiba saja pelek bagian depan motor Ariel dimasuki potongan besi panjang yang meluncur dari semak-semak arah kanan. Motor Ariel pun terjungkal ke depan. Untunglah meski Ariel terlempar dari motornya dan juga terjungkal ke depan, ia bisa menjaga keseimbangan dan mendarat dengan mulus di jalanan. Ariel membuka helmnya dan menaruh helm tersebut di jalan, lalu berdiri. Di dalam semak-semak tempat potongan besi meluncur tadi, keluarlah seorang laki-laki berjaket hitam garis biru yang ternyata adalah orang yang menabrak Jito di warung pinggir jalan sekaligus orang yang menangkap peluru para polisi di jalan buntu tadi pagi.
"Refleks yang bagus, Jagoan Anti Bully," ucap orang itu.
"Kau ... Kenapa kau tahu nama itu?? Siapa kau sebenarnya??" tanya Ariel dengan nada dingin.
"Aku... Jeth. Higashi Jeth. Sang Pencabut Nyawa!" jawab orang itu, nada bicaranya tak kalah dingin dari Ariel.
"Apa maumu?"
"Mencabut nyawamu!"
Ariel tersentak. "Apa???"
Spoiler for Jeth:

Created by: KiRa
Jeth lalu memasang kuda-kuda dengan tangan kanan mengepal dan ditekuk ke depan membentuk sudut siku-siku, lalu tangan kirinya ia kepalkan di samping kiri pinggang, kaki kanannya menekuk sedikit ke belakang, sementara kaki kirinya menekuk sedikit ke depan.
"Baiklah kalau itu maumu." Ariel kemudian juga memasang kuda-kuda dengan badan miring ke kanan dan tangan kiri mengepal serta menekuk di samping dada, tangan kanannya membuka dan agak ditekuk ke depan, sementara kaki kanannya sedikit ditekuk ke depan, dan kaki kirinya sedikit ditekuk ke belakang.
Jeth lalu berlari ke arah Ariel. Ariel pun menyambutnya dengan tendangan terbang.
Tapi Jeth berhasil menghindar. Ia berlari lagi ke arah Ariel yang jaraknya sudah agak jauh. Lalu begitu dekat ia melayangkan tinjuan lurus ke wajah Ariel.
Ariel pun mengelak, ia memutar bahu kanannya ke samping kiri.
Jeth tak menyerah, ia kembali menyerang, kali ini dengan siku kanannya ke arah kepala Ariel.
Namun, Ariel menepisnya dengan menangkap sikuan Jeth dan memelintir tangannya. Tapi ketika tubuh Jeth ingin dikunci, Jeth berhasil mematahkan kuncian itu dengan memutar tubuhnya sambil tangan kirinya yang mengepal melesat ke arah telinga Ariel.
Terkesiap, Ariel pun merunduk dan mengarahkan pukulan ke perut Jeth, tapi Jeth mundur ke belakang, sehingga serangan tersebut luput.
Ketika tubuh Ariel sudah kembali tegak, Jeth melancarkan tendangan ke arah dada Ariel.
Tapi, Ariel berhasil menangkap kaki Jeth. Ketika kakinya hendak dipelintir, kaki Jeth berhasil lepas dari genggaman tangan Ariel dan melakukan salto ke belakang lalu mendarat di tanah dengan indah.
Ariel berlari menuju Jeth yang sudah berdiri tegak. Begitu ia mencapai jarak yang dapat dijangkaunya, ia menendang ke arah perut Jeth dengan kaki kanannya.
Sayangnya, serangan itu gagal, karena Jeth mundur beberapa depa ke belakang. Setelah itu ia membalas dengan tendangan yang mengarah ke dagu Ariel.
Ariel meliukkan kepalanya ke belakang, sehingga tendangan tersebut hanya mengenai angin.
Jeth yang tidak mau kalah begitu saja lalu menendang Ariel lagi dengan kaki yang satunya, kali ini ia mengincar bagian perut. Tapi Ariel menghindari serangan tersebut dengan melompat ke belakang.
"Boleh juga kau," ucap Jeth. "Tapi kali ini, kau akan benar-benar kehilangan nyawamu!" Ia kemudian menyingkap jaket sebelah kirinya dan mengambil sebuah benda yang menempel pada magnet di balik jaket itu. Benda tersebut adalah benda berbentuk persegi panjang dengan dua baja menekuk di kanan dan kirinya, dan di tengahnya terdapat permata bundar warna biru lengkap dengan pola garis-garis tipis di atas dan bawahnya. Di atasnya, terdapat lubang kotak berbentuk tipis. Di sebelah kirinya, menempel kotak putih dengan permukaan berlambang bulat bergaris tengah yang samping kanan dan kiri bawahnya bergaris miring ke bawah, sedangkan bagian atas memiliki garis miring ke atas di kanan dan kirinya dan bagian tengah yang lurus ke atas, secara keseluruhan garis-garis tersebut berwarna biru. Ia lalu menempelkan benda itu di depan pinggangnya dengan posisi permata biru menghadap ke depan dan lubang kotak tipis menghadap ke atas, kemudian menekan permata biru yang ada di permukaan benda tersebut.
Seketika, dari dua sisi benda itu keluar tali baja keperakan yang melilit pinggang Jeth, melewati jaketnya dan menyatu di belakang, membentuk sebuah sabuk dengan benda persegi panjang berpermata biru itu sebagai kepalanya. Tali baja tersebut berbentuk kotak yang saling menyambung satu sama lain dan memiliki pola garis lurus lalu kotak di setiap bagiannya. Kotak putih tersebut bergeser lebih ke kiri, terbawa oleh tali baja itu. Jeth kemudian menggeser 'penutup' kotak putih yang ada di sebelah kiri sabuknya, membukanya, lalu tangan kirinya mengapit selembar kartu warna putih berlambang sama seperti lambang yang ada di kotak dan warnanya juga biru. Di atas dan bawah kartu tersebut ada pola segitiga biru bertepi emas, sementara di sebelah tengah kiri dan kanannya dihiasi pola kotak kecil warna biru pula. Setelah itu penutup kotak kartu tersebut tertutup secara otomatis.
Jeth menekuk tangannya--yang mengapit kartu--lalu berseru, "Henshin!!" Dan menurunkan tangannya seraya memasukkan kartu itu ke dalam kotak tipis di atas kepala sabuknya.
Ariel terkejut melihat hal tersebut.
Permata di sabuk Jeth pun mengeluarkan sinar biru yang memancar hingga 1,5 meter ke depan dan mengeluarkan bayangan hologram seperti tubuh manusia yang berdiri tegak dan secara keseluruhan berwarna biru dengan lekukan-lekukan yang membentuk sesuatu dan tanduk pipih di kepalanya, satu pendek di tengah serta dua panjang di kanan dan kiri. Bayangan tersebut menendang Ariel dengan kaki kanannya. Namun, Ariel menghindarinya dengan melakukan 'back flip' yang berputar beberapa kali ke belakang.
Bayangan biru itu kembali berdiri tegak, lalu mundur ke arah Jeth yang sedang berdiri tegak dan melapisi tubuhnya. Begitu semuanya terserap di tubuh Jeth, tubuh laki-laki itu pun berubah. Berubah menjadi sosok ber-body suit biru yang ditempeli armor putih corak emas di beberapa bagiannya, serta helm biru bermata merah bertanduk tiga warna emas yang seolah mewakili kepala seekor 'kumbang chalcosoma'. Syal biru di lehernya melambai-lambai ditiup angin. Ternyata sosok Jeth saat ini adalah sosok misterius yang menghabisi Kanger si monster robot kangguru semalam. Mata merah besar sosok tersebut mengedipkan cahaya merah terang.
"Kau ..." Ariel tak percaya dengan pemandangan di hadapannya.
"Aku 'Kamen Rider Dhroider'," ucap Jeth yang sudah berubah wujud. Ia lalu mengangkat tangannya ke depan dengan posisi mengadah ke atas namun semua jarinya mengatup kecuali telunjuk dan menggoyang-goyangkan telunjuknya. "Mari bersenang-senang!"
Spoiler for Kamen Rider Dhroider:
"Baiklah. Lawan Kamen Rider adalah Kamen Rider." Ariel kemudian mengambil Blitdrive dari balik jaket sebelah kanannya, kemudian menempelkan benda itu di depan pinggangnya dengan posisi permata merah menghadap ke depan dan lubang kotak tipis menghadap ke atas. Lalu ditekannya permata merah pada Blitzdrive. Sebuah tali sabuk berwarna perak dengan motif garis tebal keluar dari kedua sisi benda itu, membawa kotak putih di sisi kanan benda tersebut lebih ke kanan dan kedua tali sabuk tersebut bertemu di tengah-tengah belakang, melilit pinggang Ariel.
Ariel lalu menggeser penutup kotak kartu di sebelah kanan sabuknya dan mengambil selembar kartu bersimbol Blitz Crest dari sana dengan cara diapit menggunakan jari telunjuk dan tengah. Usai penutup kotak kartu itu kembali menutup, Ariel menekuk lengan kanannya secara diagonal membentuk sudut siku-siku hingga jari telunjuk dan tengahnya mengarah ke bahu sebelah kirinya.
Dhroider menatap Ariel dengan tatapan bingung.
"Henshin!!" seru Ariel. Ia lalu menurunkan tangan kanannya seraya memasukkan kartu yang dipegangnya ke dalam lubang kotak tipis pada Blitzdrive.
Permata merah yang ada pada Blitzdrive mengeluarkan cahaya terang. Cahaya tersebut memancar sejauh 1,5 meter dan mengeluarkan siluet hologram berbentuk tubuh manusia yang berdiri tegak dan seluruhnya berwarna merah seukuran tubuh Ariel. Siluet tersebut memiliki tanduk pipih menyamping nan runcing dan beberapa lekukan di sekitar tubuhnya. Siluet tersebut kemudian mundur ke arah Ariel dan melapisi tubuhnya. Begitu siluet itu terserap oleh tubuh Ariel, tubuh pemuda tersebut berubah menjadi sesosok 'rider' dengan suit merah yang mencolok serta simbol 'Blitz Crest' di dada sebelah kirinya. Helmnya yang berwarna merah terlihat seperti kepala belalang. Lensa mata biru pada helm itu berkedip. Ariel telah berubah menjadi Kamen Rider Blitzer.
"Hoo... Sama denganku rupanya," ucap Dhroider
"Orang yang bertarung atas nama dendam, Kamen Rider Blitzer!" ujar Blitzer.
"Seorang Kamen Rider juga ternyata," kata Dhroider. Ia kemudian berlari dan sentakkan kaki kanannya ke tanah. Tubuhnya pun melesat terbang menuju Blitzer.
Melihat hal itu, Blitzer menyentakkan tumit kanannya, sehingga tubuhnya terbang menyongsong lawan. Mereka berdua beradu pukulan di udara.
PAK! PAK! PAK! BEGH!
Telapak tangan Blitzer berhasil menghantam dada Dhroider. Tak ayal tubuh Dhroider tersentak ke belakang dan jatuh berguling-guling.
Dhroider berusaha bangkit ketika Blitzer sudah mendarat di tanah dan kembali berlari ke arah Blitzer meski saat ini dadanya terasa sakit.
"Heeeaaaa!!!" teriak Dhroider. Ketika jaraknya cukup dekat, ia melayangkan pukulan keras ke dada Blitzer.
Tapi Blitzer berhasil menghindar, ia memutar bahu kirinya ke samping, lalu membalas serangan tersebut dengan sikutan tangan kanannya.
Menyadari serangan yang datang, Dhroider meliukkan kepala ke belakang kemudian segera menghujani perut Blitzer yang tanpa pertahanan dengan tinjuan bertubi-tubi menggunakan kedua tangannya.
Blitzer yang tak sempat menangkis atau mengelak pun terseret mundur, sebelum akhirnya terlempar ke belakang oleh tendangan Dhroider persis di perutnya.
"Tcih!" decih Blitzer yang didera rasa sakit di perutnya.
Di balik helmnya, Jeth tersenyum sinis, lalu kembali maju ke hadapan Blitzer dan mengirimkan tendangan lurus ke arah dadanya.
Untunglah Blitzer mampu menangkis tendangan tersebut dengan punggung tangan kirinya.
Tak mau berakhir sampai disitu saja, Dhroider kembali mengirimkan tendangan, kali ini tumit kaki kirinya mengarah ke samping kanan kepala Blitzer.
Refleks, Blitzer menepis tendangan tersebut dengan punggung tangan kanannya, lalu tangan kirinya menapak dada Dhroider. Sayangnya, serangan tersebut gagal, karena Dhroider mundur ke belakang.
"Hieeeaaa!!!" teriak Dhroider, ia maju ke depan sembari mengepalkan tangan kanannya.
Blitzer pun menyabutnya, dan mereka pun saling bertukar pukulan. Sesekali mereka menghindar serta mengelak. Pukulan yang dikirim sangat bertenaga, mampu menghancurkan batu karang hanya dengan sekali pukul. Bosan beradu pukulan, mereka pun mengkombinasikannya dengan tapakan, sikutan, dan tendangan. Hindaran serta tangkisan tidak ketinggalan mewarnai pertarungan sengit tersebut.
"Heeeaaa!!!" teriak Dhroider, ia melancarkan tinjuan lurus ke arah Blitzer.
Melihat hal itu, Blitzer segera menyambutnya. Menyambutnya dengan tinjuan lurus pula.
Tinjuan mereka pun beradu. Debu beterbangan dan jalanan retak akibat efek adu tinju yang sangat kuat. Tak hanya itu, Blitzer dan Dhroider juga terseret mundur ke belakang.
"Sekarang waktunya penghabisan!" Dhroider menggeser penutup pada kotak yang menempel di sebelah kiri sabuknya. Dari sana ia mengambil kartu bergambar sepatu--dari bawah lutut hingga ujung kaki--berwarna keperakan dengan lambang yang sama seperti lambang di dada sebelah kanannya berwarna biru yang menempel di batang sepatu tersebut, di punggung sepatu itu ada tiga kotak berwarna biru yang berbaris vertikal. Di pergelangan kanannya ada baling-baling putih kecil. Gambar sepatu tersebut posisinya menyamping. Lalu, di atas dan bawah kartu itu ada pola segitiga biru bertepi emas, dan di samping tengah kanan dan kirinya ada pola kotak kecil biru. Di bawah lambang sepatu tersebut ada tulisan STRIKE MACHINE berwarna biru. Dhroider lalu memasukkan kartu itu pada lubang kotak tipis di atas kepala sabuknya ketika penutup pada kotak sebelah kiri sabuknya bergeser secara otomatis untuk menutup
"STRIKE MACHINE!!" Kepala sabuk Dhroider mengeluarkan suara. Hologram Sepatu seperti yang tergambar di kartu miliknya pun melapisi kakinya dan kemudian menjadi nyata.
"Apa??" Blitzer terkejut. "Baiklah." Ia lalu menggeser penutup kotak sebelah kanan sabuknya, mengambil kartu STRIKE MACHINE dari sana, dan ketika penutup kotak bergeser menutup, ia memasukkan kartu itu di lubang kotak tipis di atas kepala sabuknya.
"STRIKE MACHINE!!" Suara muncul dari kepala sabuk Blitzer. Hologram Strike Shoes pun muncul dan melapisi kaki kanan Blitzer yang kemudian menjadi nyata.
Dhroider tersentak. "Apa?? Ah, biarlah!" Ia kemudian menekan permata biru di kepala sabuknya.
Bersamaan dengan itu, Blitzer menekan permata merah di sabuknya.
"POWER!!" Secara bersamaan, kepala sabuk milik Blitzer dan Dhroider mengeluarkan suara.
Dan secara bersamaan juga permata merah di sabuk Blitzer dan permata biru di sabuk Dhroider mengeluarkan cahaya berwarna sesuai dengan permata masing-masing yang terus menyala.
Setelahnya, Dhroider melompat ke atas, begitu pula dengan Blitzer.
"Heeaaahh!!!" teriak Dhroider yang kemudian melancarkan tendangan di udara.
Baling-baling di pergelangan sepatu Dhroider berputar kencang, simbol biru di batang sepatunya menyala terang, begitu pula tiga kotak di punggung sepatunya, dan tapak sepatu itu pun dilapisi putaran angin.
Di waktu yang bersamaan, baling-baling di pergelangan sepatu Blitzer berputar kencang, Blitz Crest di batang sepatunya serta tiga kotak di punggung sepatunya mengeluarkan cahaya merah terang, serta tapak sepatunya diselimuti api.
Tapak Kaki kanan mereka pun beradu di udara. Jalanan di bawah mereka hancur dibuatnya. Puing-puing jalanan itu berhamburan ke mana-mana.
Usai adu tendangan, Blitzer dan Dhroider terpental ke belakang, jatuh ke tanah, lalu kembali ke wujud manusia mereka masing-masing.
Dengan rasa sakit yang teramat sangat dan kesemutan di kaki kanannya, Ariel dan Jeth berusaha berdiri meski dengan tubuh sedikit bungkuk.
"Hiegh igh!" Jeth berusaha menegakkan tubuhnya. Namun, tak bisa dan kembali membungkuk.
"Hiegh." Ariel juga berusaha menegakkan tubuhnya. "Hah hh... Hah hh...." Tapi tak bisa dan ia kembali membungkuk seperti Jeth.
Jeth kemudian berbalik, lalu menyentakkan kaki kirinya. Ia pun terbang ke atas dan pergi dari tempat itu.
Ariel berjalan sempoyongan menuju tempat di mana helmnya berada. Setelah mengambil helm dan memakainya, ia berjalan ke tempat motornya yang jatuh tadi. Ia lalu membangunkan motor itu dan menaikinya. Body motornya penyok dan lecet di mana-mana. Untunglah ketika distarter, mesinnya masih bisa menyala. Dan ia pun melaju meninggalkan tempat itu.
Sementara itu, Jeth berjalan tertatih-tatih di sebuah jalanan.
"Orang itu ... Baru kali ini aku bertemu orang sekuat dia," ucap Jeth dan juga Ariel secara bersamaan di tempat yang berbeda.
"Lawan yang benar-benar tangguh," ucap Ariel yang tengah mengendarai motor. Sesekali, motornya itu oleng.
"Ini pertama kalinya aku bertarung sampai seperti ini," kata Jeth yang kemudian meninju mobil berwarna hitam yang terparkir sembarangan sampai penyok dan berteriak frustasi, "Aaaaaaaaaa!!!"
To Be Continued
Diubah oleh Ariel.Matsuyama 18-05-2019 20:55
0
Kutip
Balas