TS
Ariel.Matsuyama
[FanFic] Kamen Rider Blitzer
![[FanFic] Kamen Rider Blitzer](https://dl.kaskus.id/ic.pics.livejournal.com/arielmatsuyama/83052924/5659/5659_900.png)
Kamen Rider Blitzer (仮面ライダー ブリッツァー)
Genre:Action | Drama | Adventure
Quote:
ATTENTION:
Meski tokoh utama dalam cerita ini adalah "Kamen Rider Blitzer", tapi ceritanya hampir sama seperti manga "Kamen Rider Spirits", bedanya disini semua Kamen Rider dari era Showa sampai yang terbaru satu dunia.
Meski tokoh utama dalam cerita ini adalah "Kamen Rider Blitzer", tapi ceritanya hampir sama seperti manga "Kamen Rider Spirits", bedanya disini semua Kamen Rider dari era Showa sampai yang terbaru satu dunia.
Spoiler for List Episode:
Episode 1: Hobi Membunuh
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 2: Gerombolan Raja Minyak
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 3: Gerombolan Raja Minyak Part 2
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 4: Rival
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 5: Dendam VS Dendam (Ide by: Dhodo Rukanda)
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 6: Jalan Kegelapan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 7: Game Kematian
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 8: Belalang Hitam
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 9: MECHA - MONSTER
[Act 1] [Act 2] [Act 3] [Act 4 (End)]
Episode 10: NEGA
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 11: Inilah Diriku!
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 12: Darker
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 13: Kapsul Penyelesai Masalah
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 14: Kasus Kematian Aneh
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 15: Pencuri Kekuatan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 16: Yami Rider
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 17: Meringkus Yami RiderNEW!!
[Act 1] [Act 2 (End)]
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 2: Gerombolan Raja Minyak
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 3: Gerombolan Raja Minyak Part 2
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 4: Rival
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 5: Dendam VS Dendam (Ide by: Dhodo Rukanda)
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 6: Jalan Kegelapan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 7: Game Kematian
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 8: Belalang Hitam
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 9: MECHA - MONSTER
[Act 1] [Act 2] [Act 3] [Act 4 (End)]
Episode 10: NEGA
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 11: Inilah Diriku!
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Episode 12: Darker
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 13: Kapsul Penyelesai Masalah
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 14: Kasus Kematian Aneh
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 15: Pencuri Kekuatan
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 16: Yami Rider
[Act 1] [Act 2 (End)]
Episode 17: Meringkus Yami RiderNEW!!
[Act 1] [Act 2 (End)]
Spoiler for Realms:
*Theme Song
*Main Character
*Main Character 2 (In Process)
*Supporting Character (In Process)
*Villain NEW!!
*Main Character
*Main Character 2 (In Process)
*Supporting Character (In Process)
*Villain NEW!!
Quote:
Cerita ini juga diterbitkan di: WATTPAD
Diubah oleh Ariel.Matsuyama 08-02-2020 18:50
0
12.1K
Kutip
52
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•350Anggota
Tampilkan semua post
TS
Ariel.Matsuyama
#14
Spoiler for Episode 3 Act 2:
Tiba-tiba, smartphone milik ariel yg ditempelkan di dekat speedometer berbunyi. Ariel pun menekan tombol bulat di bawah layar smartphone tersebut. Layar itu langsung menampilkan peta dgn titik merah pada sebuah jalan dan di atas titik merah itu ada tulisan Gorirer.
"Kak Eiji, Gorirer sudah terlacak! Ikuti aku dari belakang!" perintah Ariel sambil menoleh pada Eiji yang mengendarai motor di sebelah kirinya.
Eiji mengangguk lalu mengubah posisinya dari di samping Ariel menjadi di belakangnya.
Tidak lama kemudian, Ariel dan Eiji sampai di tempat Gorirer berada. Tempat itu adalah jalanan sepi dengan banyak pepohonan. Mereka langsung menghentikan motor, melepas helm masing-masing, dan menaruhnya di atas motor masing-masing.
Gorirer tersenyum sinis melihat mereka. "Mau apa kalian?" Ia lalu menunjuk Ariel. "Dan kau, apa ingin memijitku lagi? Hahaha..."
"Bukan aku, tapi dia." Tunjuk Ariel pada Eiji yang ada di sebelah kirinya.
"Hoo... Siapapun itu, hasilnya akan tetap sama," ucap Gorirer sambil tertawa meremehkan.
Eiji turun dari motor. Di pinggangnya melingkar sebuah 'sabuk' dengan tali perak. Kepala sabuk tersebut berbentuk persegi panjang berwarna dominan hitam, biru langit, dan sedikit perak. Di kepala sabuk itu ada tiga 'slot' berbentuk bundar. Di samping kanan sabuk tersebut menggantung benda bulat berwarna hitam bertepi emas serta memiliki tiga lampu dan motif setengah lingkaran berwarna putih di tengah-tengahnya. Pada samping kiri sabuk itu ada tonjolan berbentuk persegi miring.
Eiji menggenggam tiga koin bernama 'Core Medal' di tangannya. Koin tersebut berwarna merah, kuning, dan hijau. Core Medal yang merah ber-ornamen 'elang', yang kuning ber-ornamen kepala 'macan', dan yang hijau ber-ornamen belalang. Satu persatu Core Medal dimasukkan Eiji ke dalam slot bundar di kepala sabuknya, yang merah di kanan, hijau di kiri, dan kuning di tengah, sebelum akhirnya memiringkan kepala sabuk itu ke bawah. Kemudian tangan kanannya mengambil benda bulat yang menggantung di sebelah kanan sabuknya dengan cara memasukkan keempat jarinya--kecuali jempol--pada bolongan yang tersedia.
Eiji lalu menekuk tangan kirinya ke samping kanan dengan posisi telapak terbuka seraya menggesekkan benda bulat di tangan kanannya ke arah kiri bawah pada kepala sabuknya yang sudah diisi Core Medal. Bersamaan dengan itu, lampu pada benda tersebut mengeluarkan cahaya merah dan tiga slot bulat di kepala sabuknya mengeluarkan cahaya lingkaran merah, kuning, dan hijau (sesuai warna pada Core Medal) dan berbunyi 'Tring! Tring! Tring!'. Setelahnya, ia mengucapkan, "Henshin!!" dan menekuk tangan kanannya di depan dada.
"TAKA! TORA! BATTA!" Sabuk pun mengeluarkan suara. Tubuh Eiji langsung dikelilingi bulatan warna-warni, begitu juga bagian atas kepalanya. "TATOBAAA!!! TATOBA! TATOBA!" lanjut bunyi sabuk tersebut. Bersamaan dengan itu, di hadapan Eiji muncul tiga Core Medal yang persis seperti Core Medal di slot sabuknya, bedanya Core Medal tersebut berukuran besar.
Core Medal berukuran besar itu menyatu lalu menempel pada dada Eiji. Ketika bulatan warna-warni yang mengelilingi tubuh Eiji menghilang, tubuh Eiji pun berubah. Berubah menjadi sosok berzirah serta ber-body suit hitam dengan corak emas di bagian bawah bahunya. Pada helm hitamnya ada bagian berwarna merah yang terlihat seperti burung elang yang mengibarkan sayapnya dengan lensa mata helm berwarna hijau. Di tengah kerahnya ada corak merah. Di dadanya ada bulatan besar ber-ornamen seperti Core Medal di slot kepala sabuknya, elang di atas, macan, di tengah, dan belalang di bawah, lengkap dengan tepi berwarna emas. Kedua tangannya berwarna kuning, begitu pula jari jempolnya, dan ada bagian seperti 'cakar' terbalik di tangan itu. Di bagian bawah dekat bulatan besar di dadanya ada dua (satu di kanan dan satu di kiri) garis lurus yang kemudian berlekuk kotak berwarna hijau memanjang sampai ke atas lutut. Lalu di kakinya--tepatnya dari lutut--ada pola hijau tebal yang berbaris dari atas hingga sepatunya yang berwarna hitam. Yang tidak berubah cuma sabuk dan sekitarnya.
"Kamen Rider kah?" kata Gorirer pada Eiji yang sudah berubah wujud. Gorirer pun juga sudah berubah wujud menjadi monster robot gorilla seperti biasa.
"Tepat sekali!" jawab Eiji. "Aku 'Kamen Rider OOO (baca Os)'."
"Kalau begitu, ayo maju!" tantang Gorirer.
Os pun berlari ke arah Gorirer. Begitu sudah sampai jarak yang dapat dijangkaunya, Os segera menendang dada Gorirer berulang kali dengan kedua kakinya. Namun, semua itu tidak ada artinya bagi Gorirer.
Os terkejut. "Apa???" Ia lalu meninju perut Gorirer berkali-kali menggunakan kedua tangannya yang disusul dengan tendangan melompat pada kepala Mechaster itu.
"Pijitan macam apa ini, hah?" kata Gorirer yang kemudian tertawa meremehkan.
"Apa-apaan ini??? Seranganku tidak artinya," ucap Os tak percaya.
"Sekarang giliranku!" Gorirer lalu mencekik Os dan melemparkannya ke belakang dengan santai.
Os terpental cukup jauh, sebelum akhirnya jatuh ke tanah.
Gorirer membalikkan tubuhnya, lalu berjalan menghampiri Os.
Os berdiri dan mengeluarkan sebilah pedang tebal dengan dominan warna hitam dan biru langit, serta garis emas. Di badan pedang itu ada lubang elips agak panjang. Di dekat pegangannya ada besi bundar kecil dan besi panjang berwarna perak yang menyambung hingga ke besi bundar warna hitam dan emas yang menempel di 'kotak' hitam yang ada di sana, besi tersebut ada di bagian depan dan belakang, besi itu tak lain adalah 'tuas'. Nama pedang tersebut yakni 'Medajalibur'. "Kali ini pasti kena!" ucapnya.
"Alat pijit yang bagus," ejek Gorirer sambil terus berjalan ke arah Os.
Ketika jarak Gorirer sudah cukup dekat, Os menebas Mechaster itu berulang kali di berbagai bagian.
"Ternyata kau pintar menggaruk," ucap Gorirer. Tebasan demi tebasan kuat Os hanya ia rasakan seperti sedang digaruk.
Os terkejut dibuatnya. "Me-Me-Medajaliburku?" Ia lalu mundur beberapa langkah, menjaga jarak dengan Gorirer.
"Ayo keluarkan pijitan yang lebih enak," kata Gorirer.
Os memasukkan tiga coin perak ber-ormamen aneh bernama 'Cell Medal' ke dalam kotak hitam yang ada di dekat pegangan Medajalibur. Koin tersebut masuk ke dalam Medajalibur dan berhenti pada bagian oval yang bolong yang ada di badan Medajalibur. Os lalu menurunkan tuas di dekat pegangan pedangnya dan menggesek bagian oval yang di dalamnya ada Cell Medal menggunakan bagian bawah benda bulat yang ia ambil di sebelah kanan sabuknya. Benda bulat itu bernama 'OOO (Os) Scanner'. Badan Medajalibur tiba-tiba diselimuti cahaya berwarna biru langit.
"TRIPLE SCANNING CHARGE!!" Suara dari sabuk Os berkumandang.
"Haaaa...," teriak Os sambil berlari. "Seiyaaahh!!!" lanjutnya seraya menebaskan Medajalibur pada tubuh Gorirer.
Akan tetapi, serangan tersebut tidak berpengaruh pada Gorirer, rasanya hanya seperti 'dipijit'.
"Ini baru enak," ucap Gorirer. "Sering-sering ya begini!"
Os langsung tersimpuh di tanah. "I-ini mustahil."
"Sekarang giliranku lagi, ya." Gorirer kemudian menangkat kedua tangannya ke depan. Gear-gear yang melingkari kedua tangan Gorirer berputar kencang dan diselimuti cahaya jingga. Tak lama, gear tersebut terlepas dan meluncur ke arah Os.
Os yang tak sempat menghindar pun jadi korban ledakan gear-gear tersebut. Tubuhnya terlempar ke atas dan jatuh berdebam. Sementara Gorirer, di kedua tangannya kembali melingkar gear-gear dengan bentuk yang sama seperti yang menyerang Os.
Sementara itu, di atas motornya, Ariel hanya menonton kejadian itu. Menonton Os dibantai habis-habisan oleh Gorirer setelah diledakkan oleh gear Mechaster tersebut. Os terus menerus dipukul, diserang dengan gear, dan ditendang oleh Gorirer. Bukannya Os tidak bisa membalas, tapi semua serangan balasannya tidak berpengaruh terhadap Gorirer.
Os yang jatuh ke tanah, kehabisan tenaga. Ia terus menyeret tubuhnya ke belakang. Gorirer terlalu kuat baginya.
"Hari ini kau akan tamat, Kamen Rider! Khuhuhu," kata Gorirer yang terus berjalan menghampiri Os. Gear yang berjejer di kedua tangannya berputar kencang. Begitu sudah berjarak beberapa senti saja dari Os, Mechaster itu mengangkat kedua tangannya. "Matilah dengan tenang."
Akan tetapi...
PLUK!
Sebuah 'kelapa' jatuh dari pohon dan mengenai tengkuk Gorirer.
"Ah!" rintih Gorirer. Ia pun berhenti dan menengok ke atas, lalu ke belakang 'bawah'. "Dasar kelapa sial! Mengganggu saja!"
Os yang sudah tidak punya harapan hanya bisa melihat Gorirer yang kembali melangkah dan mengangkat tangan untuk menyerangnya.
Namun...
DUAKH!!!
"Uwaakh!!!" Gorirer terpental cukup jauh ke depan. Seseorang telah menyerangnya.
Ternyata orang itu adalah Ariel yang sudah berubah menjadi Kamen Rider Blitzer dan menendang tengkuk Gorirer dengan jurus STRIKE MACHINE andalannya. Setelah menendang, Blitzer mendarat di tanah dengan posisi berlutut.
"Ku-kurang ajaaarrr!!!" teriak Gorirer, tubuhnya berkelap-kelip merah dan akhirnya meledak. Ledakannya cukup besar dengan suara yang lumayan nyaring.
Blitzer kembali ke wujud Ariel. Begitu pula Os, kembali ke wujud Eiji.
"Kau ..." kata Eiji. "Bagaimana caranya kau-"
"Apa kau tidak melihatnya?" potong Ariel, "Tadi ketika kelapa jatuh menimpa tengkuk Gorirer, tidak, tepatnya bulatan merah di tengkuknya, ia merintih sakit. Saat itulah aku berasumsi kalau itu adalah kelemahannya. Dan aku langsung menyerang bagian itu. Rupanya asumsiku benar."
"Oooh...." Eiji mengangguk. "Hebat juga analisamu."
Setelah efek ledakan hilang sepenuhnya, tubuh Gorirer yang tergeletak di tanah berubah menjadi seorang pria tua berjenggot panjang dan berambut botak di tengah serta beruban. Pria itu mengenakan baju kaos oranye dan celana pendek ungu. Ariel berjalan menghampirinya, diikuti oleh Eiji.
"T-tolong, j-jangan bunuh aku! Aku sudah lemah dan kehilangan tak bisa menggunakan kekuatanku secara maksimal," kata pria tua itu panik ketika dihampiri Ariel dan Eiji.
Eiji berjongkok di hadapan pria tua itu. "Tidak, jika kau mau mempertanggung jawabkan semua perbuatanmu, Gasoline Hunter."
"D-darimana kau tahu?" Pria tua itu terkejut.
"Dari orang kepercayaanmu."
"Apa??? Tapi baiklah, aku akan mempertanggung jawabkan semuanya."
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali di acara berita tv, Eiji tampil sebagai narasumber. Ia menceritakan dari awal ketika ia berhasil membekuk Gerombolan Raja Minyak. Gerombolan itu mengatakan kalau ia adalah orang suruhan Aiko yg ternyata adalah Gorirer sekaligus Gasoline Hunter yang dulu pernah merampas bahan bakar juga dan namanya tidak terdengar lagi. Gorirer menceritakan semuanya pada anak buah kepercayaannya itu. Kekuatan Gasoline Hunter alias Gorirer memiliki batas waktu penggunaan dan jika batas waktu sudah habis, ia tak bisa menggunakan kekuatannya secara maksimal, jadi ia harus mengcopy wujud orang lain dan yang dicopy harus orang yang hidupnya sengsara, kebetulan Aiko adalah orang yg cocok. Dan, Gasoline Hunter memberitahu, bahwa orang-orang yang menjual bensin di kala pom bensin di Jepang tutup semua adalah anak buah si Gasoline Hunter juga. Orang-orang itu pun langsung dipenjara bersama dengan Gerombolan Raja Minyak yang ternyata masih tersisa dan membuat pom bensin di Jepang tutup beserta Gorirer sendiri. Jepang bangga dengan kinerja Eiji sebagai Kamen Rider dan berharap ke depannya makin banyak kejahatan yang ditumpasnya. Sementara anak Aiko sudah diceritakan 'semuanya' dan kini diberi orangtua asuh oleh pihak negara.
Ariel yang menontonnya pun tersenyum kecil, lalu mematikan tv. Tugasnya telah selesai.
"Kak Eiji, Gorirer sudah terlacak! Ikuti aku dari belakang!" perintah Ariel sambil menoleh pada Eiji yang mengendarai motor di sebelah kirinya.
Eiji mengangguk lalu mengubah posisinya dari di samping Ariel menjadi di belakangnya.
Tidak lama kemudian, Ariel dan Eiji sampai di tempat Gorirer berada. Tempat itu adalah jalanan sepi dengan banyak pepohonan. Mereka langsung menghentikan motor, melepas helm masing-masing, dan menaruhnya di atas motor masing-masing.
Gorirer tersenyum sinis melihat mereka. "Mau apa kalian?" Ia lalu menunjuk Ariel. "Dan kau, apa ingin memijitku lagi? Hahaha..."
"Bukan aku, tapi dia." Tunjuk Ariel pada Eiji yang ada di sebelah kirinya.
"Hoo... Siapapun itu, hasilnya akan tetap sama," ucap Gorirer sambil tertawa meremehkan.
Eiji turun dari motor. Di pinggangnya melingkar sebuah 'sabuk' dengan tali perak. Kepala sabuk tersebut berbentuk persegi panjang berwarna dominan hitam, biru langit, dan sedikit perak. Di kepala sabuk itu ada tiga 'slot' berbentuk bundar. Di samping kanan sabuk tersebut menggantung benda bulat berwarna hitam bertepi emas serta memiliki tiga lampu dan motif setengah lingkaran berwarna putih di tengah-tengahnya. Pada samping kiri sabuk itu ada tonjolan berbentuk persegi miring.
Eiji menggenggam tiga koin bernama 'Core Medal' di tangannya. Koin tersebut berwarna merah, kuning, dan hijau. Core Medal yang merah ber-ornamen 'elang', yang kuning ber-ornamen kepala 'macan', dan yang hijau ber-ornamen belalang. Satu persatu Core Medal dimasukkan Eiji ke dalam slot bundar di kepala sabuknya, yang merah di kanan, hijau di kiri, dan kuning di tengah, sebelum akhirnya memiringkan kepala sabuk itu ke bawah. Kemudian tangan kanannya mengambil benda bulat yang menggantung di sebelah kanan sabuknya dengan cara memasukkan keempat jarinya--kecuali jempol--pada bolongan yang tersedia.
Eiji lalu menekuk tangan kirinya ke samping kanan dengan posisi telapak terbuka seraya menggesekkan benda bulat di tangan kanannya ke arah kiri bawah pada kepala sabuknya yang sudah diisi Core Medal. Bersamaan dengan itu, lampu pada benda tersebut mengeluarkan cahaya merah dan tiga slot bulat di kepala sabuknya mengeluarkan cahaya lingkaran merah, kuning, dan hijau (sesuai warna pada Core Medal) dan berbunyi 'Tring! Tring! Tring!'. Setelahnya, ia mengucapkan, "Henshin!!" dan menekuk tangan kanannya di depan dada.
"TAKA! TORA! BATTA!" Sabuk pun mengeluarkan suara. Tubuh Eiji langsung dikelilingi bulatan warna-warni, begitu juga bagian atas kepalanya. "TATOBAAA!!! TATOBA! TATOBA!" lanjut bunyi sabuk tersebut. Bersamaan dengan itu, di hadapan Eiji muncul tiga Core Medal yang persis seperti Core Medal di slot sabuknya, bedanya Core Medal tersebut berukuran besar.
Core Medal berukuran besar itu menyatu lalu menempel pada dada Eiji. Ketika bulatan warna-warni yang mengelilingi tubuh Eiji menghilang, tubuh Eiji pun berubah. Berubah menjadi sosok berzirah serta ber-body suit hitam dengan corak emas di bagian bawah bahunya. Pada helm hitamnya ada bagian berwarna merah yang terlihat seperti burung elang yang mengibarkan sayapnya dengan lensa mata helm berwarna hijau. Di tengah kerahnya ada corak merah. Di dadanya ada bulatan besar ber-ornamen seperti Core Medal di slot kepala sabuknya, elang di atas, macan, di tengah, dan belalang di bawah, lengkap dengan tepi berwarna emas. Kedua tangannya berwarna kuning, begitu pula jari jempolnya, dan ada bagian seperti 'cakar' terbalik di tangan itu. Di bagian bawah dekat bulatan besar di dadanya ada dua (satu di kanan dan satu di kiri) garis lurus yang kemudian berlekuk kotak berwarna hijau memanjang sampai ke atas lutut. Lalu di kakinya--tepatnya dari lutut--ada pola hijau tebal yang berbaris dari atas hingga sepatunya yang berwarna hitam. Yang tidak berubah cuma sabuk dan sekitarnya.
"Kamen Rider kah?" kata Gorirer pada Eiji yang sudah berubah wujud. Gorirer pun juga sudah berubah wujud menjadi monster robot gorilla seperti biasa.
"Tepat sekali!" jawab Eiji. "Aku 'Kamen Rider OOO (baca Os)'."
"Kalau begitu, ayo maju!" tantang Gorirer.
Spoiler for Kamen Rider OOO (Os):
Os pun berlari ke arah Gorirer. Begitu sudah sampai jarak yang dapat dijangkaunya, Os segera menendang dada Gorirer berulang kali dengan kedua kakinya. Namun, semua itu tidak ada artinya bagi Gorirer.
Os terkejut. "Apa???" Ia lalu meninju perut Gorirer berkali-kali menggunakan kedua tangannya yang disusul dengan tendangan melompat pada kepala Mechaster itu.
"Pijitan macam apa ini, hah?" kata Gorirer yang kemudian tertawa meremehkan.
"Apa-apaan ini??? Seranganku tidak artinya," ucap Os tak percaya.
"Sekarang giliranku!" Gorirer lalu mencekik Os dan melemparkannya ke belakang dengan santai.
Os terpental cukup jauh, sebelum akhirnya jatuh ke tanah.
Gorirer membalikkan tubuhnya, lalu berjalan menghampiri Os.
Os berdiri dan mengeluarkan sebilah pedang tebal dengan dominan warna hitam dan biru langit, serta garis emas. Di badan pedang itu ada lubang elips agak panjang. Di dekat pegangannya ada besi bundar kecil dan besi panjang berwarna perak yang menyambung hingga ke besi bundar warna hitam dan emas yang menempel di 'kotak' hitam yang ada di sana, besi tersebut ada di bagian depan dan belakang, besi itu tak lain adalah 'tuas'. Nama pedang tersebut yakni 'Medajalibur'. "Kali ini pasti kena!" ucapnya.
"Alat pijit yang bagus," ejek Gorirer sambil terus berjalan ke arah Os.
Ketika jarak Gorirer sudah cukup dekat, Os menebas Mechaster itu berulang kali di berbagai bagian.
"Ternyata kau pintar menggaruk," ucap Gorirer. Tebasan demi tebasan kuat Os hanya ia rasakan seperti sedang digaruk.
Os terkejut dibuatnya. "Me-Me-Medajaliburku?" Ia lalu mundur beberapa langkah, menjaga jarak dengan Gorirer.
"Ayo keluarkan pijitan yang lebih enak," kata Gorirer.
Os memasukkan tiga coin perak ber-ormamen aneh bernama 'Cell Medal' ke dalam kotak hitam yang ada di dekat pegangan Medajalibur. Koin tersebut masuk ke dalam Medajalibur dan berhenti pada bagian oval yang bolong yang ada di badan Medajalibur. Os lalu menurunkan tuas di dekat pegangan pedangnya dan menggesek bagian oval yang di dalamnya ada Cell Medal menggunakan bagian bawah benda bulat yang ia ambil di sebelah kanan sabuknya. Benda bulat itu bernama 'OOO (Os) Scanner'. Badan Medajalibur tiba-tiba diselimuti cahaya berwarna biru langit.
Spoiler for Medajalibur with Cell Medal:
"TRIPLE SCANNING CHARGE!!" Suara dari sabuk Os berkumandang.
"Haaaa...," teriak Os sambil berlari. "Seiyaaahh!!!" lanjutnya seraya menebaskan Medajalibur pada tubuh Gorirer.
Akan tetapi, serangan tersebut tidak berpengaruh pada Gorirer, rasanya hanya seperti 'dipijit'.
"Ini baru enak," ucap Gorirer. "Sering-sering ya begini!"
Os langsung tersimpuh di tanah. "I-ini mustahil."
"Sekarang giliranku lagi, ya." Gorirer kemudian menangkat kedua tangannya ke depan. Gear-gear yang melingkari kedua tangan Gorirer berputar kencang dan diselimuti cahaya jingga. Tak lama, gear tersebut terlepas dan meluncur ke arah Os.
Os yang tak sempat menghindar pun jadi korban ledakan gear-gear tersebut. Tubuhnya terlempar ke atas dan jatuh berdebam. Sementara Gorirer, di kedua tangannya kembali melingkar gear-gear dengan bentuk yang sama seperti yang menyerang Os.
Sementara itu, di atas motornya, Ariel hanya menonton kejadian itu. Menonton Os dibantai habis-habisan oleh Gorirer setelah diledakkan oleh gear Mechaster tersebut. Os terus menerus dipukul, diserang dengan gear, dan ditendang oleh Gorirer. Bukannya Os tidak bisa membalas, tapi semua serangan balasannya tidak berpengaruh terhadap Gorirer.
Os yang jatuh ke tanah, kehabisan tenaga. Ia terus menyeret tubuhnya ke belakang. Gorirer terlalu kuat baginya.
"Hari ini kau akan tamat, Kamen Rider! Khuhuhu," kata Gorirer yang terus berjalan menghampiri Os. Gear yang berjejer di kedua tangannya berputar kencang. Begitu sudah berjarak beberapa senti saja dari Os, Mechaster itu mengangkat kedua tangannya. "Matilah dengan tenang."
Akan tetapi...
PLUK!
Sebuah 'kelapa' jatuh dari pohon dan mengenai tengkuk Gorirer.
"Ah!" rintih Gorirer. Ia pun berhenti dan menengok ke atas, lalu ke belakang 'bawah'. "Dasar kelapa sial! Mengganggu saja!"
Os yang sudah tidak punya harapan hanya bisa melihat Gorirer yang kembali melangkah dan mengangkat tangan untuk menyerangnya.
Namun...
DUAKH!!!
"Uwaakh!!!" Gorirer terpental cukup jauh ke depan. Seseorang telah menyerangnya.
Ternyata orang itu adalah Ariel yang sudah berubah menjadi Kamen Rider Blitzer dan menendang tengkuk Gorirer dengan jurus STRIKE MACHINE andalannya. Setelah menendang, Blitzer mendarat di tanah dengan posisi berlutut.
"Ku-kurang ajaaarrr!!!" teriak Gorirer, tubuhnya berkelap-kelip merah dan akhirnya meledak. Ledakannya cukup besar dengan suara yang lumayan nyaring.
Blitzer kembali ke wujud Ariel. Begitu pula Os, kembali ke wujud Eiji.
"Kau ..." kata Eiji. "Bagaimana caranya kau-"
"Apa kau tidak melihatnya?" potong Ariel, "Tadi ketika kelapa jatuh menimpa tengkuk Gorirer, tidak, tepatnya bulatan merah di tengkuknya, ia merintih sakit. Saat itulah aku berasumsi kalau itu adalah kelemahannya. Dan aku langsung menyerang bagian itu. Rupanya asumsiku benar."
"Oooh...." Eiji mengangguk. "Hebat juga analisamu."
Setelah efek ledakan hilang sepenuhnya, tubuh Gorirer yang tergeletak di tanah berubah menjadi seorang pria tua berjenggot panjang dan berambut botak di tengah serta beruban. Pria itu mengenakan baju kaos oranye dan celana pendek ungu. Ariel berjalan menghampirinya, diikuti oleh Eiji.
"T-tolong, j-jangan bunuh aku! Aku sudah lemah dan kehilangan tak bisa menggunakan kekuatanku secara maksimal," kata pria tua itu panik ketika dihampiri Ariel dan Eiji.
Eiji berjongkok di hadapan pria tua itu. "Tidak, jika kau mau mempertanggung jawabkan semua perbuatanmu, Gasoline Hunter."
"D-darimana kau tahu?" Pria tua itu terkejut.
"Dari orang kepercayaanmu."
"Apa??? Tapi baiklah, aku akan mempertanggung jawabkan semuanya."
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali di acara berita tv, Eiji tampil sebagai narasumber. Ia menceritakan dari awal ketika ia berhasil membekuk Gerombolan Raja Minyak. Gerombolan itu mengatakan kalau ia adalah orang suruhan Aiko yg ternyata adalah Gorirer sekaligus Gasoline Hunter yang dulu pernah merampas bahan bakar juga dan namanya tidak terdengar lagi. Gorirer menceritakan semuanya pada anak buah kepercayaannya itu. Kekuatan Gasoline Hunter alias Gorirer memiliki batas waktu penggunaan dan jika batas waktu sudah habis, ia tak bisa menggunakan kekuatannya secara maksimal, jadi ia harus mengcopy wujud orang lain dan yang dicopy harus orang yang hidupnya sengsara, kebetulan Aiko adalah orang yg cocok. Dan, Gasoline Hunter memberitahu, bahwa orang-orang yang menjual bensin di kala pom bensin di Jepang tutup semua adalah anak buah si Gasoline Hunter juga. Orang-orang itu pun langsung dipenjara bersama dengan Gerombolan Raja Minyak yang ternyata masih tersisa dan membuat pom bensin di Jepang tutup beserta Gorirer sendiri. Jepang bangga dengan kinerja Eiji sebagai Kamen Rider dan berharap ke depannya makin banyak kejahatan yang ditumpasnya. Sementara anak Aiko sudah diceritakan 'semuanya' dan kini diberi orangtua asuh oleh pihak negara.
Ariel yang menontonnya pun tersenyum kecil, lalu mematikan tv. Tugasnya telah selesai.
Diubah oleh Ariel.Matsuyama 03-05-2019 16:05
0
Kutip
Balas