Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
372
Lapor Hansip
13-01-2020 03:26

Aku Hanyalah Manusia Biasa 『 Horor , Love 18++ 』

.
.
.
『 I N D E X 』

1. Prolog

2. Part 1

3. Part 2

4. Part 3

5. Part 4

6. Part 5

7. Part 6

8. Part 7

9. Part 8

10. Part 9

11. Part 10

12. Part 11

13. Part 12

14. Part 13

15. Mulustrasi

16. Part 14

17. Part 15

18. Part 16

19. Maaf


20. Lokasi uji nyali



[ Side Story ]

1. Refreshing NEW
Diubah oleh Jelly69
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bukhorigan dan 49 lainnya memberi reputasi
46
Masuk untuk memberikan balasan
Aku Hanyalah Manusia Biasa 『 Horor , Love 18++ 』
14-01-2020 22:09

Part 4

Mendadak seisi rumah sakit geger karena kejadian tersebut , bahkan orang2 saling berebutan tempat untuk menonton kegilaan jin didalam tubuhku ... Mungkin kalau ada reader yang satu desa denganku , dan saat itu kebetulan melihatku mereka akan ingat betapa kerennya konser ku pada saat itu , atau mungkin pernah mendengar dari cerita orang kalo ada anak kecil ngamuk di rumah sakit nah itulah aku emoticon-Big Grin



Apa ? Konser ? Ya kejadian tersebut meskipun orang lain hanya melihat dari luar jendela mereka mungkin menganggap itu tontonan gratis ... Saat kutarik infusan di tanganku ku acak2 meja , sprei dan yang ada di dekatku ... Dokter dan beberapa perawat yang datang bukan lagi sebagai penyelamat nyawa manusia , usaha mereka menghentikan aksiku tidaklah mulus malah ku hajar dokter dan para perawat yang mencoba menyentuhku , sampai ku tendang2 mereka bapaku sudah pingsan saat dia memeluk tubuhku mencoba menghentikanku , namun naas dia malah ku dorong kata ibu bapak terpental nubruk tembok dan pingsan ...


Aneh memang bocah kecil bisa melakukan itu semua namun itu bukanlah aku , aku di tempat lain masih menangis , menangis kebingungan , menangis ketakutan ... Mengapa hal ini harus menimpa anak sepertiku ? Bahkan usiaku masih sebiji jagung harus mengalami tekanan mental yang begitu kuat ...


"Bu , pak.... Ryan pengen pulang"
"Kenapa gak ada yang jemput ryan"
"Ryan pengen makan masakan ibu"
"Ryan pengen main sama temen2"


Yang bisa aku lakukan hanyalah menangis berharap seseorang akan mendengar tangisan anak kecil yang memilukan ini , berharap ada orang yang bisa menenangkanku ...


Pengalaman ini takan pernah aku lupakan seumur hidupku ... Beginilah rasanya sendirian , beginilah rasanya kesepian , dan beginilah rasanya tersesat bahkan tidak tau dimana aku berada , bahkan tidak tau kemana aku harus pulang ... Jika kalian para pembaca berada di posisiku saat itu bagaimana hancurnya diri kalian ? :") Bagaimana beratnya beban seorang anak kecil yang harusnya hanya tau bermain , tertawa , merasakan kasih sayang , malah terjebak di dunia antah berantah bahkan bisa pulang ke rumah pun aku tidak yakin itu akan terjadi :")


Inilah alasannya aku menceritakan saat saat aku menginjak angka 5 di tatanan kelas pada tingkat Sekolah Dasar ... Sebab ada pengalaman yang masih berbekas sampai sekarang ... Bahkan nanti kalian akan tau aku memiliki trauma saat sendiri didalam gelapnya malam lalu saat aku panggil nama seseorang entah itu ibuku , atau bapak jika mereka tidak menjawab panggilanku aku akan menangis , menangis sejadi2nya karena aku takut .... Aku takut sendirian!!! Aku takut tidak ada yang bisa mendengarku!!!


Back to story....



Setelah sekian lama aku mengamuk di rumah sakit akhirnya tubuhku terjatuh , segera dokter menyuruh para perawat memindahkanku ke kamar lain ... Setelah infus dipasang dan dokter memeriksa keadaanku , keluargaku memutuskan untuk membawaku pulang ... Meskipun dengan negosiasi yang alot karena dokter tidak mengijinkan bahkan takut jika kondisiku tidak dipantau malah berbahaya .. Tapi dengan meyakinkan bahwa aku bukanlah sakit medis dokter pun luluh membiarkan keluargaku membawa tubuh tak bersukma ku pulang ...



Keluargaku mengadakan pengajian rutin setiap malam habis isya , dihadiri oleh para tetangga dan kerabatku ..



Hari demi hari berlalu , kondisiku tidaklah membaik , bahkan kedua tanganku di ikat , kakiku diberi rantai :") layaknya orang gila aku selalu mengamuk bahkan sehari bisa 4 kali aku mengamuk kata ibu ...


Ibu selalu menangis setiap melihat keadaanku , badanku kurus , berantakan ... Begitu kejamnya mahluk2 itu menyiksaku , menyiksa keluargaku ...


Kalian ingin tau kondisi sukma ku ? Aku seperti orang gila , atau orang gila mirip denganku entahlah ... Aku hanya bisa meracu tidak jelas pandanganku tidak pernah fokus selalu kosong ... Bahkan sering aku diganggu oleh para jin laknat itu tapi aku tidak bergeming , hatiku sudah benar2 mati rasa ... Mataku sudah tidak memperdulikan meskipun mereka memperlakukanku layaknya hewan , kadang si kunti masih suka menjilati muka ku ... APAPUN YANG MEREKA LAKUKAN AKU TIDAK PEDULI!!! YANG AKU MAU HANYALAH PULAAAAAANG!!!



Kembali pada keluargaku ...

2 minggu berlalu , tidak ada perubahan dari tubuhku ... Tidak ada tanda2 bahwa doa yang mereka panjatkan bisa menolongku , Kemana Tuhan ? Sempat2nya keluargaku mengutuk Tuhan ... Mungkin harusnya mereka ikhlas , Mengikhlaskanku bahwa tidak lama lagi mungkin aku akan mati .. Karena jika sukma terlalu lama meninggalkan raga nya bisa dipastikan keduanya tidak bisa menyatu lagi , benang yang tersambung antara sukma dan raga bisa saja putus dan sukma nya tidak bisa kembali ke raga nya atau bahkan tidak bisa melihat raga nya ... Wallahualam koreksi jika aku salah



Jika kalian penasaran kenapa tidak mencoba diobati orang pintar ? Jawabannya sudah lebih dari 10 orang pintar mencoba melakukan ritual penjemputan sukma namun hasilnya gagal!!!


Didalam ragaku sudah bersarang 5 jin penguasa , ditempatku berada sudah dipasang pelindung yang kuat! Bahkan jika para orang pintar / dukun yang mencoba masuk ke dimensi dimana aku dikurung mereka akan terpental , tidak tanggung2 jika pelindung bisa ditembus lawannya bukan satu!!! Bayangkan 5 penguasa ! 1 penguasa saja memiliki banyak antek2 bagaimana kalau 5 ? Yaa!! Aku salah satu yang pernah menonton betapa banyaknya pasukan laknat mereka ...


Lantas bagaimana aku bisa selamat ... Mari kita mulai ceritanya


Tepat 2 minggu setelah aku tersesat , tiba2 rumahku didatangi oleh banyak orang , mereka berbaju putih putih , memakai sorban dan peci , usut punya usut paranormal / dukun / orang pintar (apapun itu kalian menyebutnya) yang dulu gagal menolongku mulai menceritakan pada rekan satu profesi dengannya , kabar pun mulai tersebar dari mulut satu ke mulut yang lain sampailah pada sebuah padepokan yang aku tidak bisa menyebut lokasinya atau namanya ... Mereka ingin menolongku , karena setelah mereka tau yang dibawa oleh jin laknat adalah anak kecil mereka iba padaku ...


Ternyata tuhan tidak tidur!! Ternyata tuhan melihat!!! Tuhan mendengar!!! Maha besar Allah SWT dengan segala keagungan-Nya menolongku melalui perantara orang2 tersebut ...


Sesaat setelah perbincangan dengan keluargaku dan diijinkan untuk menolongku , mereka mulai melantunkan ayat2 suci Al-Quran ... Setelah mereka selesai mereka terdiam , duduk bersila dan disaat itu juga aku melihat cahaya!! Cahaya yang kontras menyilaukan diantara rerimbunan pohon gelap membuatku tertarik untuk mengejarnya ... Dengan sisa2 tenaga yang aku punya aku berlari! Berlari sekuat tenaga menggapai cahaya itu , setelah semakin dekat cahaya itu menghilang ...


Disi lain ternyata orang2 dirumahku sedang bertarung melawan jin2 penguasa dan antek2nya , mereka tidak ingin melepaskanku begitu saja...


2 jam berlalu aku masih tertunduk , harapanku hilang kembali namun tiba2 ada yang menepuk pundak ku ..

"Kamu ryan ?"
"Iya pak aku ryan , bapak siapa ya ?"
"Bicaranya nanti saja , mari kita pulang"

Mendengar ucapan tersebut aku menangis bahagia , kupeluk beliau lalu ku cium tangannya ... Akhirnya!!! Akhirnya apa yang selalu ku tunggu datang juga , tak henti2nya aku bersyukur atas pertolongan Allah SWT ...

Tubuhku tersentak seperti ada penyesuaian antara sukma dan ragaku aku belum bisa menggerakan apapun , hanya mataku yang kabur mencoba memfokuskan apa yang aku lihat ...


Ibuku langsung memeluk ku menangis bahagia atas kepulangan anak bungsunya , begitu juga dengan bapak dan semua keluargaku bergantian memelukku sambil mengucap syukur ... Ikatan pada tangan dan kakiku sudah dilepas , sempat aku penasaran kenapa aku diperlakukan seperti ini , namun aku simpan dulu pertanyaanku untuk nanti ...



Saat ku rasa sudah sanggup menggerakan bibir , hal pertama yang aku ucap adalah

"Bu ryan laper" emoticon-Big Grin


Setelah makan dengan porsi orang kelaparan tenagaku berangsur pulih , aku mulai menyalami orang2 yang telah menolongku , tak henti2nya ku ucapkan terimakasih karena kebaikan mereka ...


Karena perjalanan mereka jauh , mereka berpamitan untuk pulang ... Sempat aku diajak untuk ikut ke padepokan namun ku tolak dengan halus dan berjanji nanti jika liburan sekolah tiba aku akan mengunjungi mereka disana ...


Tentu tujuanku bukan untuk berguru , hanya menyambung silaturahmi kepada para penyelamatku ...


Setelah mereka pulang aku pun istirahat dikamarku .. Kamar yang aku rindukan , seolah ingin menyampaikan rasa rinduku aku segera tidur tak lupa aku membaca doa agar tidurku tidak terganggu...


Bersambung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enz076 dan 28 lainnya memberi reputasi
29 0
29
profile picture
kaskuser
15-01-2020 10:46
kenapa enggak mau diajak ke padepokan gan? kan jadi ada yang melindungi kalo ikut
3
Memuat data ...
1 - 1 dari 1 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
denting-waktu-dalam-ruang-sepi
Stories from the Heart
tenung-based-on-true-story
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia