Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
371
Lapor Hansip
13-01-2020 03:26

Aku Hanyalah Manusia Biasa 『 Horor , Love 18++ 』

.
.
.
『 I N D E X 』

1. Prolog

2. Part 1

3. Part 2

4. Part 3

5. Part 4

6. Part 5

7. Part 6

8. Part 7

9. Part 8

10. Part 9

11. Part 10

12. Part 11

13. Part 12

14. Part 13

15. Mulustrasi

16. Part 14

17. Part 15

18. Part 16

19. Maaf


20. Lokasi uji nyali



[ Side Story ]

1. Refreshing NEW
Diubah oleh Jelly69
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bukhorigan dan 49 lainnya memberi reputasi
46
Masuk untuk memberikan balasan
Aku Hanyalah Manusia Biasa 『 Horor , Love 18++ 』
13-01-2020 03:29

Prolog

Namaku adalah Ryan ( nama asli ) aku disini akan menceritakan pengalaman hidupku yang penuh rintangan , ini adalah Based On True Story aku mohon kalian mematuhi rules yang ada , karena disini akan banyak kejadian yang mungkin sulit diterima logika jadi aku mohon ambil positif dan buang negatifnya , segala macam bentuk pertanyaan tidak akan aku jawab jika menyinggung lokasi atau pemeran yang berada di cerita ini , jika kalian salah satu adalah temanku jangan bocorkan apapun , selebihnya adalah salam saya untuk semua momod dan kaskuser tercinta emoticon-Shakehand2 jangan lupa emoticon-Blue Guy Cendol (L) emoticon-Ngacir2



Kisah ini dimulai saat aku memasuki kelas 5 SD tepat berumur 12 tahun , aku adalah anak ke-7 dari 7 bersaudara ... Dari apa yang aku lihat dan dengan apa yang sering dituturkan oleh ibu dan kakakku bahwa bapak adalah orang yang memiliki kelebihan , bahkan dari aku kecilpun aku sudah biasa kalo bahasa sundanya Ngujuban , jadi bapak seperti sedang melakukan ritual , membakar kemenyan , sambil duduk bersila di depan dia ada air kembang 7 rupa , nasi yang dibentuk seperti dijadikan bulat disampingnya ada telor asin dan sate bawang merah dan cabai , simpel aja aku sebut itu Sesajen banyak piring yang diurutkan dari nasinya yang kecil2 potongan telor asin yang kecil2 pula sampai dengan nasi yang besar dan potongan telor asin yang besar , disana juga ada makanan ringan seperti kue kue warung ... dimana anehnya ???? Jadi bapaku selalu menyuruhku ikut duduk disampingnya melihat bapaku memandikan semua pusakanya mulai dari keris , batu akik dan golok kecil hanya sepanjang satu jengkal , habis dia melakukan ritual yang aneh itu dia selalu menyuruhku mandi dengan air kembang bekas dia memandikan pusakanya , dan aku selalu mandi diwaktu tengah malam atau pukul 00:00 kegiatan itu rutin dilakukan setiap malam jumat kliwon , aku yang masih polos tidak pernah sedikitpun protes atau bertanya dengan apa yang sudah bapaku lakukan kepadaku sampai pada suatu saat

"Bu sebenernya ryan diapain si sama bapak" tanyaku berharap ada jawaban yang jelas

"Itu biar kamu pinter di sekolah , terus gak nakal" jawab ibuku sambil memotong beberapa bawang

Tanpa menaruh curiga apapun akupun terus menuruti perkataan bapak untuk mandi kembang dan memakan sesajennya , oh iya lupa di sesajen itu ada kopi hitam 7 gelas , dan teh pait 7 gelas juga ... aku paling cuma bisa ngabisin satu gelas kopi karena masih kecil belum suka ngopi , kegiatan itu aku langsungkan sejak umur 4 taun sampai aku umur 13 taun yaitu saat aku masuk SMP namun aku tidak akan terlalu cepat menskip , kita balik pada saat aku tepat kelas 5 SD ...


Pada suatu hari karena sekolahku mengharuskan muridnya mengikuti les bahasa inggris jam 15:00 sampai jam 17:00 , namun saat itu aku dan teman2ku tidak langsung pulang namun bermain klereng di halaman belakang sekolah , sampai terdengan suara adzan maghrib kamipun memutuskan mengakhiri permainan kami ... Hari sudah mulai gelap saat tepat didepan gerbang ternyata sudah terkunci mungkin penjaga sekolah mengira kami semua sudah pulang , kami mulai panik , salah satu temanku malah menangis kencang maklum masih kecil , aku yang tidak cengeng mulai berpikir

"Gimana kalo kita lewat belakang aja ?" Ajak ku pada teman2ku

"Tapi kan di belakang gelap mana katanya di wc angker" jawab heru salah satu temanku

"Emang ada jalan lain ?" Tanyaku dengan kemudian mereka paham bahwa tidak ada jalan lain selain loncat lewat pagar belakang dekat wc

Kamipun segera melangkah ke belakang karena hari mulai gelap namun saat sampai di belakang kami sangat kaget bahwa disana ada orang yang berdiri membelakangi kami , setahu aku tidak ada orang satupun selain aku dan teman2 yang tadi jelas2 bermain klereng disana


"Punten pak , bapak saha nya ? (Permisi pak , bapak siapa ya) " tanya adit sambil mendekati orang tersebut

Tanpa mendapat jawaban aditpun mulai memiringkan badan mencoba melihat muka orang tersebut , namun alangkah kagetnya dia saat mendapati bahwa mahluk itu bermuka rata bahkan tidak memiliki mulut mungkin karena itu dia gak jawab pertanyaan adit ...

Kamipun berlarian kocar kacir menuju arah gerbang , karena sudah putus asa kami malah duduk bersandar ke gerbang , muka adit aku lihat pucat sekali mungkin ketakutan ... Aku sudah merasa buntu tidak ada jalan lain karena gerbang sekolahku sangat tinggi lalu diatasnya ada gapura nempel gitu sama ujung gerbang bagian atas jadi percuma gak bisa manjat .. Dalam diamnya kami rupanya ini dimanfaatkan oleh mahluk2 penghuni sekolahku untuk menakuti kami , saat aku menengok ke arah belokan menuju halaman belakang sekolah aku lihat ada kuntilanak melayang kearah kami , akupun merinding lalu menggeser badanku menjauhi arah barusan , teman2ku yang melihatku langsung melirik ke arah pandanganku yang terpaku dan merekapun menjerit berlarian dan masuk ke dalam ruangan kelas 3 , aku ikut berlari dan membanting pintu sangat kencang , mungkin pilihan yang salah untuk masuk ke dalam kelas karena kondisi kelas sangat gelap , dan saat aku sudah membanting pintu aku lirik ke arah teman2ku ternyata mereka menghilang , aku sangat ketakutan mencoba membuka pintu namun usahaku tidak berbuah hasil , seolah pintu ini dikunci padahal baru saja aku sendiri yang menutup pintunya .. dengan keringat yang bercucuran aku mulai berteriak memanggil teman2ku

"Dit.... her.... gung.... kalian dimana si tolong bukain pintunya"

Tiba2 aku merasakan hawa didalam sini jadi tidak enak , badanku merinding , keringat semakin deras mengucur bahkan nafasku tidak bisa ku atur , sesaat habis itu ada yang menetes ke rambutku , aku lirik ke atas kuntilanak yang tadi sedang menempel diatas membuka mulutnya dan air liurnya menetes ke kepalaku , sontak aku berteriak "AAAAAAAA" badanku lemas aku sudah tak sanggup menggerakan kakiku , bahkan aku pun tidak tau jika bisa berlari maka harus lari kemana ??? Aku merasa terjebak menunduk sambil menangis tidak ingin membuka mata aku berusaha mengabaikan apapun yang ada di dekatku ...


Namun tiba2 tidak lama dari itu aku dengar dari kelas sebelah ada suara teriakan teman2ku , sejenak aku berpikir mungkin aku sendiri yang salah mengkuti yang lain , tapi jelas kalau tadi aku mengikuti temanku ... Aku tidak mau ambil pusing aku mencoba memberanikan diri membuka mata dan benar saja setan itu sudah hilang dan aku bisa dengan mudah membuka pintu aneh memang tapi aku tidak hiraukan karena aku sangat khawatir pada teman2ku , aku lari menuju kelas sebelah mencoba membuka pintu dan berhasil begitu pintu terbuka teman2ku berhamburan memelukku dan mereka menangis semua aku tau mereka sangat ketakutan karena aku pun sampai menangis karena takut ... setelah itu kita menjauh dari kelas

"Gimana yan kita harus kemana sekarang" Tanya heru dengan masih terisak isak

"Kita ke belakang lagi , inget langsung lari aja kalo ada setan ngalangin tabrak aja" jawabku

"Yaudah tapi kamu duluan ya kita lari dibelakangmu" jawab agung mulai tenang

"Iya ayo ikutin aku"

Aku mulai berlari , saat berbelok ke halaman belakang aku masih melihat mahluk yang bediri tadi namun tidak aku hiraukan mereka kan setan pasti tembus kalo aku tabrak , begitulah anggapanku tanpa memperlambat aku malah makin kencang berlari saat sudah dekat aku berteriak "hiyaaaaaaaaa" lalu "Dakkkk" aku terpental ke belakang dan teman2ku malah menubruk badanku hingga aku tersungkur ...

"Yan gimana yan kok gak tembus ?" Tanya adit

"Kenapa gak kita lewat samping aja ? " agung menyambut dengan ide yang mungkin masuk akal iyalah ngapain juga mau nyeruduk setan kan ? emoticon-Bingung (S) namanya juga panik gak kepikiran kesana sebelumnya ...

Tanpa babibu aku berlari melewati mahluk tadi dan melompat dari pagar tembok yang sudah sedikit rusak jadi gampang dilewatin gak setinggi yang lainnya , saat sudah mendarat kamipun lari menjauh dan segera pulang kerumah masing2 ...


Saat sampai rumah ibuku langsung menyambut dengan pertanyaan nya

"Kok baru pulang yan ? Ini udah jam 10 loh darimana aja kamu ? " tanya ibuku yang berhasil membuatku shock

Jelas2 mungkin secara normalnya setelah adzan maghrib tadi kita cuman dikerjain sekitar setengah jam kenapa sekarang sudah jam 10 ? Bahkan aku tidak mendengar adzan isya dari masjid padahal harusnya terdengar jelas soalnya masjid cuman berjarak 50 meteran dari sekolahku ...

"Anu bu , tadi ryan eeemm...."

"Abis dikerjain setan si ryan bu udah jangan ditanyain terus kasian masih cape dia" potong bapaku yang ternyata sudah mengetahuinya

"Yasudah kamu cuci muka sana jangan mandi malem2 gak baik , ibu ambilin makan ya" jawab ibuku

"Iya bu"

Lalu akupun cuci muka dan makan habis itu tidur dengan banyak pertanyaan di benak ku ...


Segini dulu part pembuka nya , semoga kalian suka .. mohon maaf kalo gak serem , tapi kalo kalian ngalamin langsung pasti bakal mewek emoticon-Betty

Masih banyak pengalamanku yang lebih serem dan ekstrim , ditunggu aja part selanjutnya emoticon-linux
Diubah oleh Jelly69
profile-picture
profile-picture
profile-picture
arip1992 dan 20 lainnya memberi reputasi
21 0
21
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
denting-waktu-dalam-ruang-sepi
Stories from the Heart
tenung-based-on-true-story
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Poetry
Heart to Heart
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia