Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
372
Lapor Hansip
13-01-2020 03:26

Aku Hanyalah Manusia Biasa 『 Horor , Love 18++ 』

.
.
.
『 I N D E X 』

1. Prolog

2. Part 1

3. Part 2

4. Part 3

5. Part 4

6. Part 5

7. Part 6

8. Part 7

9. Part 8

10. Part 9

11. Part 10

12. Part 11

13. Part 12

14. Part 13

15. Mulustrasi

16. Part 14

17. Part 15

18. Part 16

19. Maaf


20. Lokasi uji nyali



[ Side Story ]

1. Refreshing NEW
Diubah oleh Jelly69
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bukhorigan dan 49 lainnya memberi reputasi
46
Masuk untuk memberikan balasan
Aku Hanyalah Manusia Biasa 『 Horor , Love 18++ 』
14-01-2020 22:07

Part 3

Masih dalam posisi duduk aku terdiam mengamati sekitar , bagaimana bisa kekuatan ghaib membuat tanah sampai bergetar seperti ini ? Aku dilanda ketakutan sekaligus bingung mengapa bisa sampai seperti ini ? Segitu inginkah mereka untuk mendapatkan diriku ... Mbah kala ku lihat badannya membesar hingga memenuhi ruangan kamarku


"Kita hadapi mereka diluar saja , mari dek ryan"

Seketika aku seperti di teleportasi berada di halaman belakang rumahku , memang disini masih kebun bambu jadi ku rasa mereka punya ruang gerak yang leluasa .... Namun tiba2 mbah kala terpental dan tubuhnya yang besar menghantam pepohonan diekitar , disisi lain mbah kula dengan tubuhku memasang kuda2 seperti pesilat profesional menghentakan kakinya ke tanah lalu seketika mahluk yang daritadi menyembunyikan wujudnya kini mereka menampakan diri ... Yang membuatku kaget adalah , jumlah mereka!!!! Tak bisa ku itung dalam perkiraan mereka sudah mengepung kami bertiga , lalu salah satu mahluk tinggi besar yang masuk ke dalam mimpiku menerjang mbah kula tanpa perlawanan mbah kula mengaum keskitan dan terpental dari tubuhku , aku yang khawatir segera berlari ke arah tubuhku , tak ku hiraukan rasa takut aku lebih takut mati diumurku yang masih kecil ini ...


Apalah daya tubuhku diangkat oleh mahluk tinggi besar itu dan dilemparkan ke dalam kerumunan pasukannya ... Aku mulai mundur perlahan dengan semua rasa takut yang menghampiri , aku bergetar merasa maut sudah mendekatiku namun mbah kala mencoba menenangkanku , ternyata dia sudah berdiri kokoh disampingku ... Aku merasa tak berdaya disini , bahkan aku merasa inilah akhir hidupku , dibunuh oleh mahluk yang derajatnya lebih rendah dariku


"Dek ryan jangan takut , semakin takut maka semakin besar kekuatan mereka .. Jangan lengah , jika roh mu terluka , tubuhmu juga akan terluka"


Mendengar perkataan mbah kala aku mulai merasa ada harapan , kulafalkan beberapa ayat suci Al-Quran ...

"Beri kami kekuatanmu dek ryan" mbah kala membuyarkan konsentrasiku

"Bagaimana caranya ? Aku tidak tau harus berbuat apa mbah" Jawabku

"Baiklah rasakan apa yang terlintas dipikiran dek ryan , jika dek ryan yakin lafalkan dengan lantang"


Lalu seolah ada yang memasuki pikiranku , akupun mulai mengatakan apa yang ada dipikiranku setengah teriak , tanpa ku duga mbah kula yang sudah tak berdaya terbang melesat ke arah mbah kala , mereka bersatu!!! Ya aku tidak salah lihat mungkin yang mbah berikan padaku adalah sebuah ilmu aku belum terlalu paham ...


Kini ku lihat sesosok harimau raksasa sebanding dengan jin jahat si tinggi besar , ku lihat taring mbah s***kala sangat besar , memiliki tanduk seperti unicorn tubuhnya bercayaha terang dan mbah menyemburkan api membuat perlawanan yang sengit , namun di tengah2 bentrokan itu ku lihat jumlah musuh hanya berkurang sedikit , belum lagi ada beberapa jin yang memiliki kekuatan yang besar diantaranya adalah jin yang masuk kedalam mimpiku , sosok seperti siluman monyet , sosok ular yang tubuhnya besar , harimau yang mirip dengan mbah tapi memiliki mata yang hitam dan dari mulutnya selalu menetes darah , yang terakhir adalah sosok kuntilanak merah yang mengerikan dari sosok satu ini adalah jeritannya seperti membuat gelombang ultrasonic , mengganggu pendengaran dan membuat tubuh lemah seketika ...


Ku lihat mbah dihajar habis2an , namun tidak di duga muncul sosok kakek2 memegang tongkat membantu mbah melawan pasukan musuh ....


Bentrokan kedua energi yang berlawanan membuat suasana semakin mencekam , ledakan2 saat bola bola energi saling beradu membuat aku benar2 tidak berdaya ....


Namun disaat aku sedang memperhatikan pertarungan yang terjadi sosok kuntilanak merah sudah berada di depan mataku , dengan bentuk yang menyeramkan mulut yang lebar sampai membelah dua mukanya yang membuatku ngeri ..
Dia menusuk dadaku dengan kukunya yang panjang darah segar mengalir akupun mencoba berontak namun tak membuahkan hasil kukunya menembus punggungku , membuatku lemah tak berdaya mengingat beberapa saat sebelumnya aku berpikiran akan mati mungkin ini saatnya....



Disaat si kuntilanak tertawa nyaring mbah yang tersulut emosi langsung melesat menggigit kepala kuntilanak merah , kepalanya putus namun tidak membuatnya musnah kepalanya malah melayang ke arah mukaku , begitu dekat sampai aku rasa takutku sudah tak bisa ku artikan lidahnya menjulur menjilati mukaku , baunya sangat busuk ... Akupun mulai kehilangan kesadaran seperti tersedot ke arah tubuhku yang tergeletak dikerubuni pasukan musuh ...


Begitu roh ku kembali ke ragaku aku menjerit kesakitan karena luka bagian dada seperti tertusuk 2 kali karena rasa sakitnya baru sampai saat roh dan badanku menyatu aku hanya bisa meronta ronta kesakitan menangis , menjerit hanya itu yang aku bisa .. Bagaimana bisa anak kecil melawan kekuatan ghaib yang nyata adanya ... Pandanganku mulai kabur tapi masih bisa kuihat mbah dan kakek tadi sudah tergeletak tak berdaya sorak kemenangan terdengar dari pihak lawan ...


Aku hanya bisa pasrah , kesadaranku mulai hilang dan.... Aku pingsan karena pendarahan ....


Saat aku sadar aku sudah berada di hutan yang gelap dan menyeramkan , mencoba mengingat apa yang terjadi sejenak aku berpikir "apakah aku sudah mati ?" karena tidak ada luka lagi di bagian dadaku , tapi ini dimana ? Aku mencoba mencari jawaban berjalan berusaha mencari jalan keluar agar aku bisa cepat pulang karena aku khawatir dengan kedua orang tua ku ...



Setelah berlama2 aku mencari jalan hasilnya adalah nihil , hutan ini seperti memiliki nyawa membuatku berputar2 di tempat yang sama ... Karena merasa putus asa akupun duduk dan menangis , memanggil ibu dan bapak ku pun tidak berpengaruh apapun ....


POV Ibu

Saat sebelum penyerangan terjadi rupanya jin jahat sudah menumbangkan bapak , beserta jin yang bapak punya sudah dilenyapkan sehingga mereka leluasa menghajarku ... Inilah alasannya bapak tidak membantu karena dia sudah tak berdaya ...


Saat pertarungan dihalaman belakang rumah ibu tidak merasakan apapun yang dia takuti adalah sosok kuntilanak yang berada di pintu kamar tidak juga menghilang seolah menghalangi ibu untuk mencariku ...


Saat sosok itu hilang ibu berlari ke kamarku mendapati aku sudah tidak ada ibu mencoba mencariku ke dapur bahkan ke kamar mandi , hasilnya nihil padahal rumah masih dalam keadaan terkunci dari dalam bagaimana aku bisa keluar ? Begitulah keheranan ibuku ....


Setelah beberapa lama mencari ibu seperti mendengar bisikan yang seperti ini


"dek ryan ada dihalaman belakang tolong bawa tubuhnya"


Kata ibu suara itu berat seperti menahan rasa sakit yang aku yakini bahwa itu adalah mbah kala dan mbah kula yang sudah menyatu dan berada diujung eksistensinya dalam artian jin pun bisa mati ...

Tanpa menjawab perkataan itu ibu berlari kehalaman belakang menemukan tubuhku dengan penuh darah dan yang membuat ibu takut adalah mataku melotot mulutku mengeluarkan darah mengalir meskipun aku dalam keadaan tidak sadarkan diri ... Ibu menggotong tubuhku ke kamar lalu meminta pertolongan tetangga terdekat karena keluargaku di jaman itu belum memiliki kendaraan motor apalagi mobil .. Dia menemui pak japar supir angkot di desaku meminta tolong mengantarkan ke rumah sakit yang jaraknya lumayan jauh dimasa itu ...


Pak japar pun bersedia menolong , segera membawaku ke rumah sakit meninggalkan bapak dirumah sendirian ...


Akupun dimasukan ke instansi gawat darurat ... Ibu hanya bisa menangis menunggu kabar dari dokter tentang keadaan anaknya ...


Sekian lama menunggu lalu dokterpun keluar dari ruanganku segeralah ibu memberikan banyak pertanyaan pada dokter tentang keadaanku , dokter pun menjawab dengan tenang


"Ibu yang sabar ya , anak ibu berhasil terselamatkan , luka tusukan di dadanya untung saja tidak mengenai jantung , tapi untuk saat ini keadaanya masih belum sadar karena pendarahan mungkin anak ibu akan mengalami koma dalam waktu yang tidak bisa diperkirakan , kita serahkan semuanya sama yang diatas , semoga kedepannya keadan anak ibu bisa membaik dan berangsur sehat seperti sedia kala" Kata dokter dengan senyumnya untuk menenangkan ibuku

"Alhamdulillah ya allah" Ibuku menangis bersyukur aku masih bisa diselamatkan


Setelah sampai sore ibu menunggu ku dikamar rawat , pak japar datang membawa bapak dan kakak2ku .... Kakak ku rela pulang dari rantauan karena khawatir akan keadaanku saat masuk ruanganku bapak malah menangis sejadi2nya sambil bersujud memukul2 lantai , serentak semuanya menguatkan bapak ...


Disana ibu menyadari bapak merasa menyesal entah karena apa , seolah menunggu bapak berbicara seisi ruangan terdiam menyisakan isak tangis bapak yang kemudian berhasil ditenangkan oleh pak japar ...

"Ryan ...." Bapak mendekatiku


Semakin mendekat malah membuat pertahan matanya hancur kembali , bapak menangis memeluk tubuhku ...

"Bu , ryan di depan kita ini cuman wadah kosong , jasad tanpa roh" Seketika semua yang ada di ruanganku dirawat malah menangis bersamaan


"Maksud bapak ryan sudah meninggal hah ?" Ibuku malah emosi membentak bapak dengan suara yang tinggi

"Bukan itu bu"

"Terus apa ? Ryan masih nafas kok , jantungnya masih normal kenapa bapak bilang gitu ?" Ibuku tidak ingin menerima apa yang bapak ucapkan

"Roh ryan dibawa oleh jin jahat kemarin , ryan tersesat , pasti dia lagi nangis , pasti dia tersiksa disana ... Maafin bapak gak bisa jagain kamu nak" bapaku menangis semakin menjadi

"Apa ada cara buat nolongin ryan pak ?" kak santi mencoba mencari secercah harapan untuk menyelamatkan adiknya

"Ada..." Jawab bapak datar

"Katakan pak , katakan kamu gamau nolongin anak kamu ?!" Ibuku histeris menggoyang2kan bapak

"Kita harus jemput ryan , bapak gak sanggup kita harus minta tolong orang lain"


Tanpa diduga tubuhku mengalami kejang seisi ruangan dipertontonkan hal yang sangat gila , badanku terangkat melayang mendekati plafon lalu terbanting kebawah membuat kasur yang aku tiduri patah , lalu setelah itu aku bangun dengan mata melotot menggeram dan tertawa dengan suara ngebas membuat seisi ruangan ketakutan

"HAHAHAHA .... AKHIRNYA ANAK INI MENJADI MILIKU , AKAN KU MAKAN JIWA NYA HINGGA ILMUKU BERTAMBAH KUAT HUAHAHAHAHA"


Bersambung.....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dhany140 dan 25 lainnya memberi reputasi
26 0
26
profile picture
25-01-2020 09:26
Astagfirullah... agan ini ceritanya sedikit mirip sm yg di balai desa merah deh... apa jangan2 (sebgian) anak2 indigo ini di minati jin jahat sbg tumbal entah di jadikan budak atau utk menambah kekuatannya yah...? ... serem bgt sebaiknya hrs belajar ilmu agama lebih khusus lg ya mgkin di pnd pesantren gt spy bs belajar utk membela diri sendiri dan membentengi diri dr hal2 jahat
Wallahu a’lam
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Nyepi
0
profile picture
kaskuser
03-04-2020 20:04
Ceritanya, menarik, gan...

Bukan bermaksud mengajari, karena saya juga bukan orang yg pinter buat nulis. Yaa, sekedar berbagi yg saya tahu aja...

Biasanya, kalau ada bagian "POV" atau Point of View, gaya tulisan akan berubah menjadi "sudut pandang" dari orang yg diambil menjadi subjek POV. Biasanya lho...
Contoh, POV Joko. Jadi, gaya tulisan akan berubah dari sudut pandang si Joko. Joko, akan menjadi "aku". Karakter lainnya, yg sebelumnya jadi karakter utama pun berubah kedudukannya. Menjadi orang kedua, atau mungkin orang ketiga bagi Joko.

Biasanya lho....
0
Memuat data ...
1 - 2 dari 2 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
denting-waktu-dalam-ruang-sepi
Stories from the Heart
tenung-based-on-true-story
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Heart to Heart
Stories from the Heart
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia