- Beranda
- Sejarah & Xenology
MISTERI ISLAM AWAL [M.I.A] | Reconstruct Early Islamic History out of Tradition
...
TS
tyrodinthor
MISTERI ISLAM AWAL [M.I.A] | Reconstruct Early Islamic History out of Tradition
![MISTERI ISLAM AWAL [M.I.A] | Reconstruct Early Islamic History out of Tradition](https://s.kaskus.id/images/2019/10/21/8072693_20191021115909.jpg)
أتاني بإسناده مخبر، وقد بان لي كذب الناقل
"Dia datang kepadaku mengabarkan isnad-nya, dan aku menukilkan sebuah dusta"
(Abul-'Ala Al-Ma'arri- Diwan No. 23265)
TEMPORARY INDEX
"Dia datang kepadaku mengabarkan isnad-nya, dan aku menukilkan sebuah dusta"
(Abul-'Ala Al-Ma'arri- Diwan No. 23265)
TEMPORARY INDEX
Selamat Datang di MIA
Pengantar Umum
HISTORIOGRAFI
- Sumber-sumber Tertulis Non-Muslim s.d. 690
- Sumber-sumber Tertulis "Muslim" s.d. 690
- Literatur Apokaliptika
- Sumber-sumber Tertulis Non-Muslim s.d. 900 : (coming soon)
- Pandangan Saksi Hidup Tentang Muslim Awal
KRITIK ASAL-USUL HADITS
- Pengantar Singkat Tentang Hadits
- "Keunikan" Al-Muwaththa'
- Pembuktian Awa'il
- Misteri Hadits Abu Bakar-'Umar-'Utsman-'Ali
- Asal-Usul Konsep Sunnah
- Pengembangan Hadits di Kota-kota Besar dan Karakter Isnad
- Isnad Hijazi
KRITIK-HISTORIS HADITS
- Peranan Qadhi Perawi dan "Terduga" Perawi
- Daftar Qadhi Perawi (s.d. 850an)
- Kejanggalan Hadits-hadits Mutawatir
- Kritik Sumber Rijal Sanad
- Teori Sintesis Modern:
- Analisis Common Link
- Analisis Isnād cum Matn
- Analisis Dating
ASAL-USUL FIQH
1. Madzahib Kuno Pra-Syafi'i
2. Ikonoklasme Leo III dan Yazid II
3. Rivalitas Muhaddits Bashrah vs Kufah
4. Asal-Usul Sunnah
5. Abu Hanifah dan Murid-muridnya
6. Rivalitas Ahlur-Ra'yi vs Ahlul-Hadits
7. Mu'tazilah dan Kebijakan Mihnah
8. Kebangkitan Asy'ari dan Penyeragaman 'Aqidah
9. Persekusi Ekstrimis Hanabilah
AL-QUR'AN TERTULIS
1. Masalah Dalam Tradisi
2. Tradisi Sab'atu Ahruf
3. Scriptio Defectiva dan Scriptio Plena
4. Manuskrip-Manuskrip Tertua
5. Evolusi Rasm Al-Qur'an
AL-QUR'AN ORAL
1. Al-Qur'an Pada Periode Primitif
2. Markers of Orality
- Karakteristik & Proporsi
- Abraham & Pengumuman Tentang Anaknya
- Clausula & Contoh Exegesis Alkitabiah
3. Contoh: Polemik Al-Ma'idah: 41-87
4. Konten Al-Qur'an
KRITIK-HISTORIS SIRAH
1. Kepenulisan Sirah
2. Konten Sirah
3. Karakteristik Sirah Ibnu Ishaq
4. Maghazi dan Asal-Usul Hudud
- Kritik Kisah Penghukuman Bani 'Urainah
- Kritik Kisah Perjanjian Hudaibiyyah
- Kritik Kisah Perang Badar dan Uhud
- Kritik Kisah Pengusiran Bani Quraizhah
- Kritik Kisah Fat'hu Makkah
- Kritik Kisah Pengepungan Khaibar
- Kritik Kisah Fadak
- Kritik Kisah Peristiwa Tsaqifah dan Bani Sa'idah
5. Muhammad mitologis VS Muhammad historis
MUHAMMAD
- Masalah Dalam Tradisi
- Salvation History
- Biografi Tradisional
- Misteri Kehidupan Muhammad
- Hanifisme
- Pengasingan Terhadap Karakter Muhammad
- Hilangnya "Putra" Muhammad
YAHUDI, MUHAMMAD, DAN ISLAM KLASIK
- Yahudi Mosaik vs Yahudi Hellenistik
- Yahudi dan Militansinya
- Beta Israel
- Gerakan Penafsiran Torah di Iraq
- Yahudi di Jazirah Arab
- Umma Document (1)
- Umma Document (2)
- Umma Document (3)
- Kronologi Evolusi Islam (1)
- Kronologi Evolusi Islam (2)
- Kronologi Evolusi Islam (3)
BAHASA ARAB DAN AL-QUR'AN
- Manuskrip-Manuskrip Al-Qur'an s.d. 900
- Bahasa Arab Kuno s.d. Bahasa Arab Klasik
- Pengaruh Bahasa-bahasa Asing
- Konten Dalam Al-Qur'an
- Al-Qur'an Hari Ini
- Corpus Coranicum
- Prophetic Logia
KESARJANAAN
- Tradisionalisme dan Orientalisme Lama
- Revisionisme dan Orientalisme Baru
- Neo-Revisionisme / Neo-Tradisionalisme
MISCELLANEOUS
- Geografi Arab Pra Muhammad
- Prasasti Yudeo-Arab Pra Muhammad
- Literatur Arab dan Evolusi Arab Klasik
- Ortografi Arab Kuno
- Kekeliruan Cara Berpikir Anti-Islam
FAQ
Diubah oleh tyrodinthor 13-05-2026 11:54
awanrisk dan 88 lainnya memberi reputasi
73
136.2K
1.9K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
6.5KThread•11.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
tyrodinthor
#364
AL-QUR'AN
AL-QUR'AN ORAL
CONTOH: POLEMIK AL-MA'IDAH(1.a)
AL-QUR'AN ORAL
CONTOH: POLEMIK AL-MA'IDAH(1.a)
Quote:
Sebelum kita bahas, harus diingat, bahwa salah satu target/output dari komunitas mu'minin adalah ummatan-wasathan (komunitas penengah/moderator) berdasarkan atestasi QS 2:143. Sikap moderat ini juga dapat dikatakan sebagai syahidan 'ala ha-ula'i (saksi atas segala hal/key witness), atestasinya adalah QS 16:84-89. Kemudian, goal-nya adalah menjadi khairu-ummah (komunitas terbaik/unggul) berdasarkan dari atestasi QS 3:110.
Kemudian, terkait ayat 82 di atas, sebenarnya kronologinya dapat disusun sejak ayat 41. Kita dapat membaginya dalam 7 (tujuh) gesatze (paragraf).
==== Paragraf 1 ====
Ayat 41
يَا أَيهَا الرسُولُ لا يَحْزُنْكَ الذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ مِنَ الذِينَ قَالُوا آمَنا بِأَفْوَاهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِنْ قُلُوبُهُمْ وَمِنَ الذِينَ هَادُوا سَماعُونَ لِلْكَذِبِ سَماعُونَ لِقَوْمٍ آخَرِينَ لَمْ يَأْتُوكَ يُحَرفُونَ الْكَلِمَ مِنْ بَعْدِ مَوَاضِعِهِ يَقُولُونَ إِنْ أُوتِيتُمْ هَذَا فَخُذُوهُ وَإِنْ لَمْ تُؤْتَوْهُ فَاحْذَرُوا وَمَنْ يُرِدِ اللهُ فِتْنَتَهُ فَلَنْ تَمْلِكَ لَهُ مِنَ اللهِ شَيْئًا أُولَئِكَ الذِينَ لَمْ يُرِدِ اللهُ أَنْ يُطَهرَ قُلُوبَهُمْ لَهُمْ فِي الدنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ
"Wahai rasul, janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang berpacu dalam keingkaran, yaitu di antara orang-orang yang mengatakan: "Kami telah percaya" dengan mulutnya, padahal belum percaya dengan hatinya. Dan dari mereka yang Yahudi itu ada yang gemar mendengar kebohongan dan gemar mendengarkan orang lain. Mereka mengubah perkataan-perkataan dari tempat-tempatnya sembari mengatakan: "Jika kamu diberikan yang ini maka ambillah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka waspadalah!". Maka siapapun yang bermaksud menguji Allah, maka tidaklah kamu memiliki kuasa apapun untuk melawan Allah. Mereka yang tidak akan pernah bermaksud demikian kepada Allah, maka Dia akan mensucikan hati mereka. Untuk mereka, akan beroleh kehinaan di dunia, dan mereka akan beroleh siksaan yang luar biasa di akhirat".
Ayat 41
يَا أَيهَا الرسُولُ لا يَحْزُنْكَ الذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ مِنَ الذِينَ قَالُوا آمَنا بِأَفْوَاهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِنْ قُلُوبُهُمْ وَمِنَ الذِينَ هَادُوا سَماعُونَ لِلْكَذِبِ سَماعُونَ لِقَوْمٍ آخَرِينَ لَمْ يَأْتُوكَ يُحَرفُونَ الْكَلِمَ مِنْ بَعْدِ مَوَاضِعِهِ يَقُولُونَ إِنْ أُوتِيتُمْ هَذَا فَخُذُوهُ وَإِنْ لَمْ تُؤْتَوْهُ فَاحْذَرُوا وَمَنْ يُرِدِ اللهُ فِتْنَتَهُ فَلَنْ تَمْلِكَ لَهُ مِنَ اللهِ شَيْئًا أُولَئِكَ الذِينَ لَمْ يُرِدِ اللهُ أَنْ يُطَهرَ قُلُوبَهُمْ لَهُمْ فِي الدنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ
"Wahai rasul, janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang berpacu dalam keingkaran, yaitu di antara orang-orang yang mengatakan: "Kami telah percaya" dengan mulutnya, padahal belum percaya dengan hatinya. Dan dari mereka yang Yahudi itu ada yang gemar mendengar kebohongan dan gemar mendengarkan orang lain. Mereka mengubah perkataan-perkataan dari tempat-tempatnya sembari mengatakan: "Jika kamu diberikan yang ini maka ambillah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka waspadalah!". Maka siapapun yang bermaksud menguji Allah, maka tidaklah kamu memiliki kuasa apapun untuk melawan Allah. Mereka yang tidak akan pernah bermaksud demikian kepada Allah, maka Dia akan mensucikan hati mereka. Untuk mereka, akan beroleh kehinaan di dunia, dan mereka akan beroleh siksaan yang luar biasa di akhirat".
Pada ayat di atas, diterangkan ada sebuah fenomena hipokrisi (kemunafikan/kenaifan) dalam komunitas mu'mininyang terjadi pasca penaklukan. Para hipokrit itu sebenarnya bisa jadi orang-orang Arab, Syria, Badui, dan Yahudi. Dan di sana tertulis: وَمِنَ الذِيْنَ هَادُوْا ("dan dari mereka yang Yahudi"), yang menandakan bahwa orang-orang Yahudi ini sebenarnya merupakan bagian dari komunitas mu'minin. Mereka adalah Yahudi hipokrit yang mendengarkan informasi yang hoax dan informasi dari orang-orang lain, lalu telah secara hiperbola mengubah perkataan yang mereka dengar. Kita tidak dapat secara pasti apa yang didengar dan disampaikan orang-orang Yahudi mu'minin hipokrit ini kepada mereka. Tapi, dari historiografi yang ditulis sejumlah tokoh Yahudi yang berasal dari masa itu, diketahui bahwa mereka memang mempropagandakan gagasan messianik tentang kebangkitan anak-anak Ismael ini, bahwa kebangkitan mereka telah membuka jalan bagi kedatangan mesias. Contohnya adalah klaim dari penulis Nistarot d'Shimon bar Yohai atau kidung dari Eleazar ben Qilir yang berjudul Makhzor M'khol Hasyanah (circa 640). Namun, Al-Qur'an tidak pernah mengklaim bahwa Muhammad dan komunitasnya bangkit untuk membuka jalan bagi kedatangan mesias. Propaganda ini bertujuan pula untuk mengarahkan gerakan komunitas mu'minin ini agar sesuai keyakinan messianik mereka. Dan sepertinya pada awalnya Muhammad tidak tahu, tapi dia jelas mencium gelagat mencurigakan dari sejumlah elit Yahudi dalam komunitas mu'minin ini yang tampak seolah-olah mendikte Muhammad. Buktinya adalah, pada ayat ini, para elit Yahudi hipokrit itu sering berkata kepada Muhammad: اِنْ اُوْتِيْتُمْ هٰذَا فَخُذُوْهُ وَاِنْ لمْ تُؤْتَوْهُ فَاحْذَرُوْا ("Jika kamu diberikan yang ini maka ambillah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka waspadalah!"). Kita dapat menduga mereka sering mengatakan hal semacam ini kepada Muhammad, sebab ada penggunaan kata "ini" yang merupakan pronomina, sehingga menyiratkan mereka sering mendikte Muhammad, dan Muhammad mulai menyadari dirinya sedang didikte. Kita dapat menyadari bahwa wahyu ini pasti disampaikan kepada audiens lain yang bukan termasuk hipokrit, karena pada ayat ini sangat jelas bukan merupakan ucapan langsung bagi orang-orang Yahudi hipokrit tsb melainkan penghiburan (consolationem) bagi diri Muhammad sendiri sekaligus nasehat spiritual (spiritual counseling) bagi audiens yang mendengar ayat ini saat itu. Hal ini juga menyiratkan bahwa Muhammad sudah merasa posisinya saat itu seperti boneka. Orang-orang Yahudi ini terlihat ingin mendominasi dalam elit komunitas mu'minin. Hal ini tentu erat kaitannya dengan polemik anti-Yahudi yang tumbuh-subur di kalangan Trinitarian. Ironisnya, Muhammad tidak mengetahui siapa saja hipokrit tsb sehingga memicu Muhammad harus bertindak tegas pada ayat 42.
Ayat 42
سَماعُونَ لِلْكَذِبِ أَكالُونَ لِلسحْتِ فَإِنْ جَاءُوكَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ أَوْ أَعْرِضْ عَنْهُمْ وَإِنْ تُعْرِضْ عَنْهُمْ فَلَنْ يَضُروكَ شَيْئًا وَإِنْ حَكَمْتَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ إِن اللهَ يُحِب الْمُقْسِطِينَ
"Mereka itu pendengar kebohongan, melahap yang terlarang! Maka jika mereka datang kepadamu, maka putuskanlah perkara di antara mereka atau berpalinglah dari mereka. Dan jika kamu berpaling dari mereka, toh mereka tidak akan bisa menyakitimu. Dan jika kamu memutuskan perkaranya, maka putuskanlah perkaranya dengan adil. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil".
سَماعُونَ لِلْكَذِبِ أَكالُونَ لِلسحْتِ فَإِنْ جَاءُوكَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ أَوْ أَعْرِضْ عَنْهُمْ وَإِنْ تُعْرِضْ عَنْهُمْ فَلَنْ يَضُروكَ شَيْئًا وَإِنْ حَكَمْتَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ إِن اللهَ يُحِب الْمُقْسِطِينَ
"Mereka itu pendengar kebohongan, melahap yang terlarang! Maka jika mereka datang kepadamu, maka putuskanlah perkara di antara mereka atau berpalinglah dari mereka. Dan jika kamu berpaling dari mereka, toh mereka tidak akan bisa menyakitimu. Dan jika kamu memutuskan perkaranya, maka putuskanlah perkaranya dengan adil. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil".
Pada ayat 42 ini mengandung solusi bagi komunikator (yaitu Muhammad), untuk bertindak tegas kepada para elit Yahudi dalam komunitas mu'minintsb yang dicurigai hipokrit. Pada awal ayat, ada frase سَمعُوْنَ لِلْكَذِبِ ("mereka itu pendengar kebohongan") dan اَكلُوْنَ لِلسحْت ("melahap yang terlarang") yang mengindikasikan mereka dengan mudah menerima informasi hoax tsb, lalu dipropagandakan untuk mengambil bagian yang bukan kewenangan mereka. Jika mereka datang untuk berkonsultasi, maka Muhammad sebagai hakim harus dapat memberi putusan yang tegas, tapi harus adil. Dan tidak perlu takut jika mereka mulai mendikte. Bilamana perlu, Muhammad bisa berpaling/mengabaikannya, karena mereka tidak dapat berbuat apa-apa terhadap dirinya, apalagi memberontak.
Ayat 43
وَكَيْفَ يُحَكمُونَكَ وَعِنْدَهُمُ التوْرَاةُ فِيهَا حُكْمُ اللهِ ثُم يَتَوَلوْنَ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ وَمَا أُولَئِكَ بِالْمُؤْمِنِينَ
"Dan bagaimana mungkin mereka bisa menjadikanmu sebagai hakim sementara di sisi mereka ada Torah yang di dalamnya juga ada hukum Allah? Kemudian mereka berpaling setelah itu, dan mereka bukanlah orang-orang yang percaya".
وَكَيْفَ يُحَكمُونَكَ وَعِنْدَهُمُ التوْرَاةُ فِيهَا حُكْمُ اللهِ ثُم يَتَوَلوْنَ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ وَمَا أُولَئِكَ بِالْمُؤْمِنِينَ
"Dan bagaimana mungkin mereka bisa menjadikanmu sebagai hakim sementara di sisi mereka ada Torah yang di dalamnya juga ada hukum Allah? Kemudian mereka berpaling setelah itu, dan mereka bukanlah orang-orang yang percaya".
Pada ayat ini juga mengandung frase consolationem, yang menegaskan toh biar bagaimanapun juga, orang-orang Yahudi dalam komunitas maupun di luar komunitas adalah sama-sama Yahudi. Mereka punya hukum Torah, yang bisa saja mereka tidak peduli dengan putusan hukum Muhammad, dan kembali pada hukumnya. Kalimat وَمَآ اُولىكَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ("Dan mereka bukanlah orang-orang percaya") adalah bentuk final consolationem, dimana akibat kemunafikan mereka, maka mereka tidak memiliki rasa percaya yang sungguh-sungguh.
Ayat 44-45
إِنا أَنْزَلْنَا التوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ يَحْكُمُ بِهَا النبِيونَ الذِينَ أَسْلَمُوا لِلذِينَ هَادُوا وَالربانِيونَ وَالأحْبَارُ بِمَا اسْتُحْفِظُوا مِنْ كِتَابِ اللهِ وَكَانُوا عَلَيْهِ شُهَدَاءَ فَلا تَخْشَوُا الناسَ وَاخْشَوْنِ وَلا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلا وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ
"Sungguh, kami menurunkan Torah yang di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, diputuskanlah perkaranya dengan itu oleh para nabi yang telah berserah diri, kepada mereka orang-orang Yahudi, para rabi, dan para ahbardengan apa yang diamanatkan dari kitab Allah, dan mereka menjadi saksi atasnya. Maka, janganlah takut kepada manusia, tapi takutlah kepada-Ku. Dan janganlah menukar tanda-tanda-Ku dengan harga sedikit. Dan siapapun yang tidak memutuskan perkara dengan apa yang telah diturunkan Allah, maka mereka termasuk orang-orang yang ingkar".
وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَا أَن النفْسَ بِالنفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالأنْفَ بِالأنْفِ وَالأذُنَ بِالأذُنِ وَالسن بِالسن وَالْجُرُوحَ قِصَاصٌ فَمَنْ تَصَدقَ بِهِ فَهُوَ كَفارَةٌ لَهُ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظالِمُونَ
"Dan Kami telah tetapkan bagi mereka di dalamnya bahwa jiwa dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan ganti rugi atas luka. Maka siapapun yang memberikan persembahan dengan itu, maka itulah penebusan dosa baginya. Dan siapapun yang tidak memutuskan perkara dengan apa yang telah diturunkan Allah, maka merekalah orang-orang yang jahat".
إِنا أَنْزَلْنَا التوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ يَحْكُمُ بِهَا النبِيونَ الذِينَ أَسْلَمُوا لِلذِينَ هَادُوا وَالربانِيونَ وَالأحْبَارُ بِمَا اسْتُحْفِظُوا مِنْ كِتَابِ اللهِ وَكَانُوا عَلَيْهِ شُهَدَاءَ فَلا تَخْشَوُا الناسَ وَاخْشَوْنِ وَلا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلا وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ
"Sungguh, kami menurunkan Torah yang di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, diputuskanlah perkaranya dengan itu oleh para nabi yang telah berserah diri, kepada mereka orang-orang Yahudi, para rabi, dan para ahbardengan apa yang diamanatkan dari kitab Allah, dan mereka menjadi saksi atasnya. Maka, janganlah takut kepada manusia, tapi takutlah kepada-Ku. Dan janganlah menukar tanda-tanda-Ku dengan harga sedikit. Dan siapapun yang tidak memutuskan perkara dengan apa yang telah diturunkan Allah, maka mereka termasuk orang-orang yang ingkar".
وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَا أَن النفْسَ بِالنفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالأنْفَ بِالأنْفِ وَالأذُنَ بِالأذُنِ وَالسن بِالسن وَالْجُرُوحَ قِصَاصٌ فَمَنْ تَصَدقَ بِهِ فَهُوَ كَفارَةٌ لَهُ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظالِمُونَ
"Dan Kami telah tetapkan bagi mereka di dalamnya bahwa jiwa dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan ganti rugi atas luka. Maka siapapun yang memberikan persembahan dengan itu, maka itulah penebusan dosa baginya. Dan siapapun yang tidak memutuskan perkara dengan apa yang telah diturunkan Allah, maka merekalah orang-orang yang jahat".
Ayat 44 dan 45 kembali menegaskan bahwa Muhammad tidak perlu takut jika orang-orang Yahudi itu tidak peduli dengan putusan hukum Muhammad, karena toh para nabi Yahudi pun memutuskan hukum dengan Torah dan menyerahkan diri kepada ajaran Torah, begitu juga dengan "para rabi mereka" (وَالربانِيوْنَ) dan "para ahbar" (وَالْاَحْبَارُ). Makna ahbar diartikan sebagai "rahib", namun sebenarnya maknanya lebih luas daripada sekedar rahib. Kata ini merupakan serapan dari bahasa Suryani yaitu kata ܚܒܪܐ (ḥeḇrā) yang artinya "tinta". Bahasa Ibrani juga menyerap kata ini menjadi חָבֵר (khaver) yang artinya "kawan/sahabat dekat". Pada konteks ayat ini, kita dapat memaknai kata ahbar sebagai "para sofer", yaitu para penulis sefer. Sefer adalah sebutan bagi gulungan-gulungan Yahudi, seperti misynah, gemara, aggadah dan targum). Kitab Tanakh (Torah, Nevi'im, dan Ketuvim) dan Talmud juga disebut sefer. Namun, pada konteks ayat ini, jelas ahbar yang dimaksud bukanlah penulis Tanakh dan Talmud. Kata ahbar merujuk pada para penulis kitab-kitab keagamaan Yahudi dimana merujuk golongan cendikiawan ("orang-orang yang terpelajar/berilmu" - 'alim 'ulama) Yahudi. Tapi, bisa juga merujuk cendikiawan Kristen secara bersama-sama, seperti didaskalos, pneumatikos, dan apologian. Serta tidak menutup kemungkinan merujuk pula para patriarkhi gereja dan Exilarkh Babylonia.
Kalimat: "kepada mereka orang-orang Yahudi, para rabi, dan para ahbar" tidak lain untuk menguatkan Muhammad bahwa dirinya tidak akan memutuskan hukum yang bertentangan dengan hukum Torah mereka. Kemudian, Muhammad kembali diminta untuk menyatakan integritasnya: (وَلَا تَشْتَرُوْا بِاٰيٰتِيْ ثَمَنًا قَلِيْلًا - "Dan jangan kamu menukar tanda-tanda-Ku dengan harga murah") dan tetap memutuskan hukum sesuai apa yang diturunkan Tuhan. Ayat ini diakhiri dengan penegasan kembali, jika mereka tidak berpedoman pada wahyu (Torah dan Muhammad), maka mereka tidak lagi termasuk dalam komunitas mu'minin melainkan telah termasuk orang-orang yang menolak/menutup diri (kafirun).
Kemudian pada ayat 45, Muhammad diminta tidak risau, sebab Tuhan telah menyatakan hukum-Nya di dalam Torah (dan juga melalui misynah/salah satu Torah oral), yaitu:
- Hukum עיִן ת֣חַת עיִן - 'ayin takhat 'ayin ("mata ganti mata") dalam sefer Syemot 21:23-25 dan dalam Bava Kamma 8:1 (pada ayat ini tertulis وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ - wal-'ain bil-'ain / "mata dengan mata")
- Hukum נִק֣ה הַמכ֑ה - niqqah hammakkeh - "tebusan" (dalam sefer Syemot 21:18-19 dan Bava Kamma 83b:7-9) yang di dalam ayat ini disebut قِصَاصٌ (qishash - "ganti rugi").
Muhammad kembali ditegaskan bahwa "persembahan" (shadaqah) dapat menjadi كَفارَةٌ - kaffarat ("penebusan dosa") dan putusan ini telah sesuai dengan hukum 'ayin takhat 'ayin dan niqqah hammakkeh. Hal ini menyiratkan pula bahwa polemik yang sedang terjadi adalah bahwa sebagian orang-orang Yahudi mu'minin hipokrit ini tampaknya enggan menerima putusan shadaqah dari Muhammad dan/atau membayar shadaqah kepada Muhammad sebagai penebusan dosa atas perkara kriminal yang sedang menimpa seluruh mu'minin (misalnya, pembunuhan, pencurian, kekerasan fisik, kerugian materi, dll). Mereka mungkin terlihat agak mendikte Muhammad untuk tidak lagi menerapkan shadaqah namun sebaliknya supaya Muhammad menerapkan hukum Torah di atas. Seperti pada ayat 41 sebelumnya, Muhammad menyadari bahwa mereka sering mempropagandakan informasi hoax tentang dirinya yang membuat dia harus bersikap tegas dan tidak mau didikte, sehingga Muhammad mengklaim melalui wahyunya bahwa putusan tentang shadaqah sebagai kaffarat-nya ini tidak bertentangan dengan hukum Torah.
Dan perlu diperhatikan pula bahwa shadaqah bukan berarti "sumbangan/derma/donasi". Sebagaimana telah kita bahas di sini, shadaqah merupakan persembahan/hadiah yang bersifat kompensatif untuk dapat dilaksanakan ritual penyucian dosa (zakat).

Sebuah pigurin abad ke-3 berwujud Exilarkh/De'anRav Huna sedang berdiskusi bersama para seder Sura yesyiva yang dikoleksi Museum Diaspora Beth-Hatefutsot, Tel Aviv.
>> Kembali ke Markers of Orality
>> Lanjut ke Paragraf 1.b
Diubah oleh tyrodinthor 04-04-2020 17:30
hayang.dahar memberi reputasi
1