- Beranda
- Sejarah & Xenology
MISTERI ISLAM AWAL [M.I.A] | Reconstruct Early Islamic History out of Tradition
...
TS
tyrodinthor
MISTERI ISLAM AWAL [M.I.A] | Reconstruct Early Islamic History out of Tradition
![MISTERI ISLAM AWAL [M.I.A] | Reconstruct Early Islamic History out of Tradition](https://s.kaskus.id/images/2019/10/21/8072693_20191021115909.jpg)
أتاني بإسناده مخبر، وقد بان لي كذب الناقل
"Dia datang kepadaku mengabarkan isnad-nya, dan aku menukilkan sebuah dusta"
(Abul-'Ala Al-Ma'arri- Diwan No. 23265)
TEMPORARY INDEX
"Dia datang kepadaku mengabarkan isnad-nya, dan aku menukilkan sebuah dusta"
(Abul-'Ala Al-Ma'arri- Diwan No. 23265)
TEMPORARY INDEX
Selamat Datang di MIA
Pengantar Umum
HISTORIOGRAFI
- Sumber-sumber Tertulis Non-Muslim s.d. 690
- Sumber-sumber Tertulis "Muslim" s.d. 690
- Literatur Apokaliptika
- Sumber-sumber Tertulis Non-Muslim s.d. 900 : (coming soon)
- Pandangan Saksi Hidup Tentang Muslim Awal
KRITIK ASAL-USUL HADITS
- Pengantar Singkat Tentang Hadits
- "Keunikan" Al-Muwaththa'
- Pembuktian Awa'il
- Misteri Hadits Abu Bakar-'Umar-'Utsman-'Ali
- Asal-Usul Konsep Sunnah
- Pengembangan Hadits di Kota-kota Besar dan Karakter Isnad
- Isnad Hijazi
KRITIK-HISTORIS HADITS
- Peranan Qadhi Perawi dan "Terduga" Perawi
- Daftar Qadhi Perawi (s.d. 850an)
- Kejanggalan Hadits-hadits Mutawatir
- Kritik Sumber Rijal Sanad
- Teori Sintesis Modern:
- Analisis Common Link
- Analisis Isnād cum Matn
- Analisis Dating
ASAL-USUL FIQH
1. Madzahib Kuno Pra-Syafi'i
2. Ikonoklasme Leo III dan Yazid II
3. Rivalitas Muhaddits Bashrah vs Kufah
4. Asal-Usul Sunnah
5. Abu Hanifah dan Murid-muridnya
6. Rivalitas Ahlur-Ra'yi vs Ahlul-Hadits
7. Mu'tazilah dan Kebijakan Mihnah
8. Kebangkitan Asy'ari dan Penyeragaman 'Aqidah
9. Persekusi Ekstrimis Hanabilah
AL-QUR'AN TERTULIS
1. Masalah Dalam Tradisi
2. Tradisi Sab'atu Ahruf
3. Scriptio Defectiva dan Scriptio Plena
4. Manuskrip-Manuskrip Tertua
5. Evolusi Rasm Al-Qur'an
AL-QUR'AN ORAL
1. Al-Qur'an Pada Periode Primitif
2. Markers of Orality
- Karakteristik & Proporsi
- Abraham & Pengumuman Tentang Anaknya
- Clausula & Contoh Exegesis Alkitabiah
3. Contoh: Polemik Al-Ma'idah: 41-87
4. Konten Al-Qur'an
KRITIK-HISTORIS SIRAH
1. Kepenulisan Sirah
2. Konten Sirah
3. Karakteristik Sirah Ibnu Ishaq
4. Maghazi dan Asal-Usul Hudud
- Kritik Kisah Penghukuman Bani 'Urainah
- Kritik Kisah Perjanjian Hudaibiyyah
- Kritik Kisah Perang Badar dan Uhud
- Kritik Kisah Pengusiran Bani Quraizhah
- Kritik Kisah Fat'hu Makkah
- Kritik Kisah Pengepungan Khaibar
- Kritik Kisah Fadak
- Kritik Kisah Peristiwa Tsaqifah dan Bani Sa'idah
5. Muhammad mitologis VS Muhammad historis
MUHAMMAD
- Masalah Dalam Tradisi
- Salvation History
- Biografi Tradisional
- Misteri Kehidupan Muhammad
- Hanifisme
- Pengasingan Terhadap Karakter Muhammad
- Hilangnya "Putra" Muhammad
YAHUDI, MUHAMMAD, DAN ISLAM KLASIK
- Yahudi Mosaik vs Yahudi Hellenistik
- Yahudi dan Militansinya
- Beta Israel
- Gerakan Penafsiran Torah di Iraq
- Yahudi di Jazirah Arab
- Umma Document (1)
- Umma Document (2)
- Umma Document (3)
- Kronologi Evolusi Islam (1)
- Kronologi Evolusi Islam (2)
- Kronologi Evolusi Islam (3)
BAHASA ARAB DAN AL-QUR'AN
- Manuskrip-Manuskrip Al-Qur'an s.d. 900
- Bahasa Arab Kuno s.d. Bahasa Arab Klasik
- Pengaruh Bahasa-bahasa Asing
- Konten Dalam Al-Qur'an
- Al-Qur'an Hari Ini
- Corpus Coranicum
- Prophetic Logia
KESARJANAAN
- Tradisionalisme dan Orientalisme Lama
- Revisionisme dan Orientalisme Baru
- Neo-Revisionisme / Neo-Tradisionalisme
MISCELLANEOUS
- Geografi Arab Pra Muhammad
- Prasasti Yudeo-Arab Pra Muhammad
- Literatur Arab dan Evolusi Arab Klasik
- Ortografi Arab Kuno
- Kekeliruan Cara Berpikir Anti-Islam
FAQ
Diubah oleh tyrodinthor 13-05-2026 11:54
awanrisk dan 88 lainnya memberi reputasi
73
136.2K
1.9K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
6.5KThread•11.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
tyrodinthor
#366
AL-QUR'AN
AL-QUR'AN ORAL
CONTOH: POLEMIK AL-MA'IDAH(2)
AL-QUR'AN ORAL
CONTOH: POLEMIK AL-MA'IDAH(2)
==== Paragraf 2 ====
Ayat 51
يَا أَيهَا الذِينَ آمَنُوا لا تَتخِذُوا الْيَهُودَ وَالنصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلهُمْ مِنْكُمْ فَإِنهُ مِنْهُمْ إِن اللهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظالِمِينَ
"Wahai orang-orang yang percaya, jangan jadikan orang-orang Yahudi dan Kristen sebagai wali-wali. Beberapa dari mereka telah menjadi wali-wali bagi yang lainnya. Dan siapapun menjadikan mereka wali di antaramu, maka sungguh dia telah bersama mereka. Sungguh, Allah tidak akan memberi petunjuk bagi orang-orang jahat".
Ayat 51
يَا أَيهَا الذِينَ آمَنُوا لا تَتخِذُوا الْيَهُودَ وَالنصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلهُمْ مِنْكُمْ فَإِنهُ مِنْهُمْ إِن اللهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظالِمِينَ
"Wahai orang-orang yang percaya, jangan jadikan orang-orang Yahudi dan Kristen sebagai wali-wali. Beberapa dari mereka telah menjadi wali-wali bagi yang lainnya. Dan siapapun menjadikan mereka wali di antaramu, maka sungguh dia telah bersama mereka. Sungguh, Allah tidak akan memberi petunjuk bagi orang-orang jahat".
Pada paragraf ini, dimulai dari ayat 51-58. Pada ayat 51, tampak sekali kekesalan ditumpahkan komunikator kepada audiens saat itu terhadap orang-orang Yahudi dan Kristen secara general. Dia meminta komunitas mu'mininuntuk tidak menjadikan mereka sebagai wali (pada ayat ini berbentuk jamak: اَوْلِيَاۤء - auliya'). Makna wali adalah "pemberi jaminan", yaitu orang yang menjamin keselamatan dan keamanan seseorang. Dalam konteks budaya primordial Arab, perwalian menandakan persekutuan/aliansi. Tapi, pada konteks zaman saat itu, wali adalah sebuah jabatan yang sepadan dengan jabatan domestikus di Byzantium, yaitu "penguasa lokal" yang merujuk semacam walikota atau adipati yang mengatur suatu perwalikotaan (al-wilayah). Sedangkan dalam konteks kelas, kata wali dapat merujuk semua jabatan tinggi struktural, seperti amir (gubernur), wali (walikota), syurthah (polisi), bahar (marsekal), kabir (kepala suku/kabilah, bangsawan, pembesar), dll. Yang manapun maknanya sebenarnya sama, dimana pada ayat ini, ruang gerak kaum sektarian diperkecil. Mereka tidak bisa memberikan penjaminan/perwalian atas suatu daerah/penduduk atau kelompok. Penyebab kekesalan pada ayat ini dijelaskan di ayat selanjutnya (52), bahwa sebagian besar orang-orang percaya (yang ada di dalam komunitas mu'minin) tampaknya mulai meragukan Muhammad.
Ayat 52
فَتَرَى الذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَى أَنْ تُصِيبَنَا دَائِرَةٌ فَعَسَى اللهُ أَنْ يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِنْ عِنْدِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَى مَا أَسَروا فِي أَنْفُسِهِمْ نَادِمِينَ
"Maka kamu akan melihat mereka yang di dalam hatinya ada penyakit, lalu orang-orang ini bergegas menuju mereka, kemudian berkata: "Kami takut dengan bencana yang akan menimpa kami". Tapi mungkin Allah akan membawa kemenangan atau keputusan dari sisi-Nya. Maka mereka akan menjadi penuh penyesalan atas apa yang mereka sembunyikan dalam kalangan mereka sendiri".
فَتَرَى الذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَى أَنْ تُصِيبَنَا دَائِرَةٌ فَعَسَى اللهُ أَنْ يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِنْ عِنْدِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَى مَا أَسَروا فِي أَنْفُسِهِمْ نَادِمِينَ
"Maka kamu akan melihat mereka yang di dalam hatinya ada penyakit, lalu orang-orang ini bergegas menuju mereka, kemudian berkata: "Kami takut dengan bencana yang akan menimpa kami". Tapi mungkin Allah akan membawa kemenangan atau keputusan dari sisi-Nya. Maka mereka akan menjadi penuh penyesalan atas apa yang mereka sembunyikan dalam kalangan mereka sendiri".
Pada ayat ini, komunikator menyatakan bahwa akan ada (atau sudah ada) beberapa orang dari kalangan mu'mininyang berpenyakit hatinya untuk bergegas menuju orang-orang Yahudi atau Kristen siapapun. Kita dapat menduga maksud dari "penyakit hati" itu adalah keraguan terhadap Muhammad. Hal ini tersiratkan dari ucapan mereka kepada orang-orang Yahudi atau Kristen sbb: نَخْشى اَنْ تُصِيْبَنَا دَاۤىرَةٌ ("Kami takut dengan bencana yang akan menimpa kami"). Mereka mulai ragu dengan kepercayaannya kepada Muhammad, dan apabila mereka tetap meneruskan rasa percayanya, mereka khawatir ditimpa bencana.

Peta episentrum probabilitas seismic hazarddi Near East berdasarkan MCE (Maximum Considered Events)
Hal ini juga menyiratkan bahwa kondisi geografis sangat berpengaruh terhadap alasan pembelotan/keraguan. Kita tahu wilayah Asia Minor-Syria-Palestina-Mesir sangat rawan bencana alam. Setidaknya ada 1 (satu) kali gempa bumi yang tercatat di jarak waktu yang berdekatan dari penaklukan mu'minin, yaitu tahun 633 yang terjadi di lembah Yarmuk, setahun sebelum invasi mu'minin. Bencana ini terekam oleh Patriarkh Sophronius dari Yerusalem dalam Epistula Synodica (PG 87): 3197D (yang berasal dari Manuskrip Codex Parisinus BN Graecus No. 1115) yang tertulis: "Tiada nestapa oleh karena gempa sekalipun [kami] harus tercerabut. [Sebab] tonggak yang kuat untuk mematahkan kebanggaan semua orang biadab, dan terutama oleh Sarakenoi, yang oleh karena dosa-dosa kita .... dstnya".
Penelitian seismik modern juga mencatat bahwa hampir setiap tahun selalu ada gempa bumi dan tsunami di masa awal pemerintahan komunitas mu'minin di Syria-Palestina. Sebagaimana dikutip dari Ancient Ports Antique, hasil survey geologi terbaru (2014) menunjukkan gempa bumi dan tsunami yang pernah terjadi di wilayah Mediterrania sbb:
- 633 - Gempa bumi di Lembah Yarmuk.
- 634 - Gempa bumi di Aleppo (kemungkinan juga tsunami).
- September 634 - Gempa bumi di Yerusalem.
- c. 651-700 - Erupsi gunung-gunung vulkanik di Teluk Aegea (kemungkinan juga tsunami, dan erupsi ini pasti menyebabkan gempa vulkanik hingga Syria, seperti yang pernah terjadi pada gunung Thera circa 1642-1540 SM. Erupsi ini kembali terjadi untuk ketiga kalinya pada tahun 700an).
- c. 641-668 - Gempa bumi beruntun di Konstantinopel (kemungkinan juga tsunami).
- Juni 659 - Gempa bumi di Yerusalem.
- 659/660 - Gempa bumi di Yerikho.
- 672 - Gempa bumi di Gaza (kemungkinan juga tsunami).
- 678 - Gempa bumi di Antiokhia dan Kilikia (kemungkinan juga tsunami).
Yang manapun bencana itu, tampak jelas sangat mempengaruhi cara berpikir masyarakat sektarian yang menganggap bencana ini sebagai hukuman atau ujian dari Tuhan. Dan ayat ini jelas menyiratkan bahwa terdapat propaganda "bencana disebabkan oleh penaklukan Sarakenoi" yang entah dari siapa, sehingga membuat sejumlah orang dalam internal komunitas mu'minin terpengaruh. Dan ayat ini juga tampak menuding orang-orang Yahudi maupun dari orang-orang Kristen yang mempropagandakannya.
Ayat 53
وَيَقُولُ الذِينَ آمَنُوا أَهَؤُلاءِ الذِينَ أَقْسَمُوا بِاللهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ إِنهُمْ لَمَعَكُمْ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَأَصْبَحُوا خَاسِرِينَ
"Dan orang-orang yang percaya akan berkata: "Inikah orang-orang yang bersumpah demi Allah, berjuang di atas sumpahnya, yang tentunya bersama denganmu?". Telah sia-sia perbuatan mereka, dan mereka akan menjadi pecundang".
وَيَقُولُ الذِينَ آمَنُوا أَهَؤُلاءِ الذِينَ أَقْسَمُوا بِاللهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ إِنهُمْ لَمَعَكُمْ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَأَصْبَحُوا خَاسِرِينَ
"Dan orang-orang yang percaya akan berkata: "Inikah orang-orang yang bersumpah demi Allah, berjuang di atas sumpahnya, yang tentunya bersama denganmu?". Telah sia-sia perbuatan mereka, dan mereka akan menjadi pecundang".
Pada ayat 53 ini mengandung retorika bahwa nantinya ada beberapa orang percaya (mu'min) yang menasehati Muhammad, "Inikah orang yang bersumpah demi Allah, berjuang di atas sumpahnya, yang tentunya bersama denganmu?". Pada kalimat selanjutnya dijawab langsung oleh komunikator bahwa telah sia-sia perbuatan mereka dan mereka akan jadi pecundang. Mereka di sini masih sesuai konteks ayat 51, yaitu Yahudi dan Kristen serta mu'mininhipokrit.
Ayat 54-56
يَا أَيهَا الذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَد مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللهُ بِقَوْمٍ يُحِبهُمْ وَيُحِبونَهُ أَذِلةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ وَلا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
"Wahai orang-orang yang percaya, siapapun yang berbalik arah di antaramu dari din-Nya, maka segera akan didatangkan oleh Allah sekelompok orang dicintai-Nya, dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lembut terhadap orang-orang percaya, dan bersikap keras terhadap orang-orang yang ingkar, yang berjuang di jalan Allah, dan tidak takut akan hinaan orang-orang yang mencela. Itulah karunia Allah, Dia anugerahkan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah meliputi lagi mengetahui".
إِنمَا وَلِيكُمُ اللهُ وَرَسُولُهُ وَالذِينَ آمَنُوا الذِينَ يُقِيمُونَ الصلاةَ وَيُؤْتُونَ الزكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ
"Sungguh yang menjadi wali-mu itu hanya Allah, rasul-Nya, orang-orang yang percaya, yang menegakkan doa dan melaksanakan penyucian, dan mereka bersama orang-orang yang membungkuk".
وَمَنْ يَتَوَل اللهَ وَرَسُولَهُ وَالذِينَ آمَنُوا فَإِن حِزْبَ اللهِ هُمُ الْغَالِبُونَ
"Dan siapapun yang menjadikan Allah, rasul-Nya, dan orang-orang yang percaya sebagai wali, maka sungguh, kubu Allah pasti menang".
يَا أَيهَا الذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَد مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللهُ بِقَوْمٍ يُحِبهُمْ وَيُحِبونَهُ أَذِلةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ وَلا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
"Wahai orang-orang yang percaya, siapapun yang berbalik arah di antaramu dari din-Nya, maka segera akan didatangkan oleh Allah sekelompok orang dicintai-Nya, dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lembut terhadap orang-orang percaya, dan bersikap keras terhadap orang-orang yang ingkar, yang berjuang di jalan Allah, dan tidak takut akan hinaan orang-orang yang mencela. Itulah karunia Allah, Dia anugerahkan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah meliputi lagi mengetahui".
إِنمَا وَلِيكُمُ اللهُ وَرَسُولُهُ وَالذِينَ آمَنُوا الذِينَ يُقِيمُونَ الصلاةَ وَيُؤْتُونَ الزكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ
"Sungguh yang menjadi wali-mu itu hanya Allah, rasul-Nya, orang-orang yang percaya, yang menegakkan doa dan melaksanakan penyucian, dan mereka bersama orang-orang yang membungkuk".
وَمَنْ يَتَوَل اللهَ وَرَسُولَهُ وَالذِينَ آمَنُوا فَإِن حِزْبَ اللهِ هُمُ الْغَالِبُونَ
"Dan siapapun yang menjadikan Allah, rasul-Nya, dan orang-orang yang percaya sebagai wali, maka sungguh, kubu Allah pasti menang".
Pada ayat 54-56 mengandung ultimatum yang disampaikan secara satir bagi siapapun orang yang percaya (mu'min) yang terpengaruh hingga "berbalik arah" (يرْتَد) dari din/de'an-nya (ordo, kredo, hukum), maka Allah akan datangkan "sekelompok orang dicintai-Nya, dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lembut terhadap orang-orang percaya, dan bersikap keras terhadap orang-orang yang ingkar, yang berjuang di jalan Allah, dan tidak takut akan hinaan orang-orang yang mencela". Hal ini menyiratkan bahwa karakter orang-orang percaya yang terpengaruh oleh propaganda anti-mu'minindari luar (yang mungkin juga dari dalam) adalah orang-orang yang menunjukkan gelagat bersikap keras terhadap sesama orang percaya, berlemah-lembut kepada orang-orang yang menutup diri, tidak mau ikut berjuang bersama, dan takut mendebat para ahli debat (karena takut dihina sama para pencela). Gelagat ini terbukti dari argumentum ex silentio, bahwa hampir tidak ada orang-orang percaya yang terlibat langsung dalam polemik sektarian.
Ayat 55-56 menegaskan kembali integritas orang-orang yang percaya, bahwa bagaimanapun seorang wali haruslah mereka yang percaya kepada Allah dan Muhammad, yang senantiasa menegakkan doa dan melaksanakan penyucian. Pada akhirnya, ayat ini mengklaim memberi jaminan kemenangan bagi mereka yang melakukannya. Hal ini juga menegaskan sikap seorang yang percaya (mu'min) harus berintegritas kepada Muhammad sebagai hakimnya.
Ayat 57-58
يَا أَيهَا الذِينَ آمَنُوا لا تَتخِذُوا الذِينَ اتخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفارَ أَوْلِيَاءَ وَاتقُوا اللهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
"Wahai orang-orang yang percaya, jangan ambil mereka yang mengambil din-mu sebagai guyonan dan lelucon dari orang-orang yang diberi kitab sebelummu dan dari orang-orang ingkar sebagai wali. Dan patuhlah kepada Allah, jika kamu benar-benar orang-orang yang percaya"
وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى الصلاةِ اتخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًا ذَلِكَ بِأَنهُمْ قَوْمٌ لا يَعْقِلُونَ
"Dan ketika kamu mengajak mereka untuk berdoa, mereka mengambilnya sebagai guyonan dan lelucon. Itu karena mereka adalah kelompok yang tidak mau menggunakan akal".
يَا أَيهَا الذِينَ آمَنُوا لا تَتخِذُوا الذِينَ اتخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفارَ أَوْلِيَاءَ وَاتقُوا اللهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
"Wahai orang-orang yang percaya, jangan ambil mereka yang mengambil din-mu sebagai guyonan dan lelucon dari orang-orang yang diberi kitab sebelummu dan dari orang-orang ingkar sebagai wali. Dan patuhlah kepada Allah, jika kamu benar-benar orang-orang yang percaya"
وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى الصلاةِ اتخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًا ذَلِكَ بِأَنهُمْ قَوْمٌ لا يَعْقِلُونَ
"Dan ketika kamu mengajak mereka untuk berdoa, mereka mengambilnya sebagai guyonan dan lelucon. Itu karena mereka adalah kelompok yang tidak mau menggunakan akal".
Ayat 57-58 sebagai penutup paragraf, menjelaskan bahwa komunitas mu'minindilarang menjadikan orang-orang yang menjadikan din/de'an ini sebagai guyonan dan lelucon, yang merupakan stigmatisasi general untuk orang-orang Yahudi dan Kristen, baik dari kalangan internal maupun eksternal komunitas. Dan ciri-ciri mereka adalah jika diajak berdoa, mereka lantas menertawakan, atau menganggapnya lelucon.
Jadi, ayat 51-58 adalah polemik tentang adanya provokasi untuk meragukan dan meninggalkan Muhammad, entah dari siapa, namun Al-Qur'an menuding secara general orang-orang Yahudi dan Kristen yang mempropagandakannya, sehingga dikeluarkanlah putusan untuk tidak mengangkat mereka dalam jabatan wali dalam pemerintahan komunitas mu'minin.
>> Kembali ke Paragraf 1.b
>> Lanjut ke Paragraf 3.a
Diubah oleh tyrodinthor 04-04-2020 12:44
yoseful dan hayang.dahar memberi reputasi
2