Kaskus

News

tyrodinthorAvatar border
TS
tyrodinthor
MISTERI ISLAM AWAL [M.I.A] | Reconstruct Early Islamic History out of Tradition
MISTERI ISLAM AWAL [M.I.A] | Reconstruct Early Islamic History out of Tradition


أتاني بإسناده مخبر، وقد بان لي كذب الناقل
"Dia datang kepadaku mengabarkan isnad-nya, dan aku menukilkan sebuah dusta"
(Abul-'Ala Al-Ma'arri- Diwan No. 23265)

TEMPORARY INDEX


Selamat Datang di MIA
Pengantar Umum

HISTORIOGRAFI
  1. Sumber-sumber Tertulis Non-Muslim s.d. 690
  2. Sumber-sumber Tertulis "Muslim" s.d. 690
  3. Literatur Apokaliptika
  4. Sumber-sumber Tertulis Non-Muslim s.d. 900 : (coming soon)
  5. Pandangan Saksi Hidup Tentang Muslim Awal


KRITIK ASAL-USUL HADITS
  1. Pengantar Singkat Tentang Hadits
  2. "Keunikan" Al-Muwaththa'
  3. Pembuktian Awa'il
  4. Misteri Hadits Abu Bakar-'Umar-'Utsman-'Ali
  5. Asal-Usul Konsep Sunnah
  6. Pengembangan Hadits di Kota-kota Besar dan Karakter Isnad
  7. Isnad Hijazi
  1. Isnad Madinah
  2. Isnad Makkah
  1. Isnad Mesir
  2. Isnad Syria
  3. Isnad Iraqi
  1. Isnad Bashrah
  2. Isnad Kufah
  1. Thalabul-'Ilm dan "Dua Wajah" Anas bin Malik
  2. Asal-Usul Thalabul-'Ilm


KRITIK-HISTORIS HADITS
  1. Peranan Qadhi Perawi dan "Terduga" Perawi
  2. Daftar Qadhi Perawi (s.d. 850an)
  3. Kejanggalan Hadits-hadits Mutawatir
  1. Hadits Larangan Meratapi Mayit
  2. Hadits Larangan Berdusta Atas Nama Nabi
  1. Kritik Sumber Rijal Sanad
  2. Teori Sintesis Kontemporer:
  1. Teori Common Link Juynboll
  2. Teori Projecting Back Schacht-Juynboll
  3. Teori Isnād cum Matn Motzki


ASAL-USUL FIQH
1. Madzahib Kuno Pra-Syafi'i
2. Ikonoklasme Leo III dan Yazid II
3. Rivalitas Muhaddits Bashrah vs Kufah
4. Asal-Usul Sunnah
5. Abu Hanifah dan Murid-muridnya
6. Rivalitas Ahlur-Ra'yi vs Ahlul-Hadits
7. Mu'tazilah dan Kebijakan Mihnah
8. Kebangkitan Asy'ari dan Penyeragaman 'Aqidah
9. Persekusi Ekstrimis Hanabilah

AL-QUR'AN TERTULIS
1. Masalah Dalam Tradisi
2. Tradisi Sab'atu Ahruf
3. Scriptio Defectiva dan Scriptio Plena
4. Manuskrip-Manuskrip Tertua
5. Evolusi Rasm Al-Qur'an

AL-QUR'AN ORAL
1. Al-Qur'an Pada Periode Primitif
2. Markers of Orality
- Karakteristik & Proporsi

- Abraham & Pengumuman Tentang Anaknya
- Clausula & Contoh Exegesis Alkitabiah
3. Contoh: Polemik Al-Ma'idah: 41-87
4. Konten Al-Qur'an

KRITIK-HISTORIS SIRAH
1. Kepenulisan Sirah
2. Konten Sirah
3. Karakteristik Sirah Ibnu Ishaq
4. Maghazi dan Asal-Usul Hudud
- Kritik Kisah Penghukuman Bani 'Urainah
- Kritik Kisah Perjanjian Hudaibiyyah
- Kritik Kisah Perang Badar dan Uhud
- Kritik Kisah Pengusiran Bani Quraizhah
- Kritik Kisah Fat'hu Makkah
- Kritik Kisah Pengepungan Khaibar
- Kritik Kisah Fadak
- Kritik Kisah Peristiwa Tsaqifah dan Bani Sa'idah
5. Muhammad mitologis VS Muhammad historis


MUHAMMAD
- Masalah Dalam Tradisi
- Salvation History
- Biografi Tradisional
- Misteri Kehidupan Muhammad
- Hanifisme
- Pengasingan Terhadap Karakter Muhammad
- Hilangnya "Putra" Muhammad

YAHUDI, MUHAMMAD, DAN ISLAM KLASIK
- Yahudi Mosaik vs Yahudi Hellenistik
- Yahudi dan Militansinya
- Beta Israel
- Gerakan Penafsiran Torah di Iraq
- Yahudi di Jazirah Arab
- Umma Document (1)
- Umma Document (2)
- Umma Document (3)
- Kronologi Evolusi Islam (1)
- Kronologi Evolusi Islam (2)
- Kronologi Evolusi Islam (3)

BAHASA ARAB DAN AL-QUR'AN
- Manuskrip-Manuskrip Al-Qur'an s.d. 900
- Bahasa Arab Kuno s.d. Bahasa Arab Klasik
- Pengaruh Bahasa-bahasa Asing
- Konten Dalam Al-Qur'an
- Al-Qur'an Hari Ini
- Corpus Coranicum
- Prophetic Logia

KESARJANAAN
- Tradisionalisme dan Orientalisme Lama
- Revisionisme dan Orientalisme Baru
- Neo-Revisionisme / Neo-Tradisionalisme

MISCELLANEOUS
- Geografi Arab Pra Muhammad
- Prasasti Yudeo-Arab Pra Muhammad
- Literatur Arab dan Evolusi Arab Klasik
- Ortografi Arab Kuno
- Kekeliruan Cara Berpikir Anti-Islam

FAQ
Diubah oleh tyrodinthor 15-05-2021 12:53
TroopakillaAvatar border
Bathara semarAvatar border
awanriskAvatar border
awanrisk dan 88 lainnya memberi reputasi
73
135.2K
1.9K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
Sejarah & Xenology
KASKUS Official
6.5KThread11.6KAnggota
Tampilkan semua post
tyrodinthorAvatar border
TS
tyrodinthor
#18
LITERATUR APOKALIPTIKA
ABAD KE-6 S.D. 9 M

BAG. I


Apokaliptika (apocalypse) adalah istilah yang merujuk pada setiap ilham atau inspirasi spiritual, baik berupa visi, mimpi, pengalaman bawah sadar, dan sejenisnya untuk menubuatkan suatu peristiwa yang akan terjadi menjelang akhir zaman. Tapi, umumnya, literatur apokaliptik bersifat sekunder, dimana penulisnya bukan orang yang "meramalkan" melainkan dia menuliskan riwayat-riwayat yang dia terima secara oral. Kebanyakan dari karya-karya apokaliptika itu bercampur-baur antara prediksi (suatu kejadian yang belum terjadi) dengan postdiksi (kejadian-kejadian yang sudah terjadi, namun diklaim telah diramalkan kejadiannya). Selain itu, banyak pula karya-karya apocalypseyang ditulis oleh anonim, namun dinisbatkan pada nama salah seorang tokoh kudus. Sejak kemunculan Islam awal s.d. Islam klasik, terekam banyak karya-karya apocalypse yang bisa menggambarkan suatu gagasan para penulisnya tentang Islam.

Berikut saya rangkum berdasarkan bahasa pengantarnya.

Teks Syria:
1. Pseudo-Efraem
2. Pseudo-Methodius
3. Legenda Bahira
4. Pseudo-Ezra
5. Pseudo-Shenute.
6. Pseudo-Athanasius.
7. Visi Samuel-Pisentius.
8. Apokaliptika Petrus.

Teks Yunani:
1. Apokaliptika Stefanus (Stephen) dari Alexandria.
2. "The Andreas Salos Apocalypse".

Teks Yahudi (Syria, Ibrani, Yudeo-Arab):
1. Nistarot:
a. Nubuatan Rav Syimon tentang kebangkitan anak-anak Ismael.
b. Nubuatan Rav Syimon tentang hari-hari setelah Mesias.
2. Pesiqta Rabbati.
3. Koleksi Genizah:
a. Nubuatan anonim tentang kejatuhan anak-anak 'Umayyah.
b. Tafsiran Nevi'im tentang tanda-tanda menjelang kedatangan Mesias.
4. Pseudo-Rav Eleazar:
a. Nubuatan Rav Eleazar tentang kemunculan Bani 'Umayyah.
b. Nubuatan Rav Eleazar tentang tanda-tanda Mesias "hari ini".
5. Pseudo-Dani'el.

Teks Persia (Zoroastrian & Manichaean):
1. Bahman Yahst.
2. Jāmāsp Nāmag.
3. Bundahishn.
4. Dēnkard.
5. Shāhnāme:
a. Nubuatan Rostam tentang kejatuhan Sasan oleh kaum Muslimin.

Teks Arab (Muslim):
1. Al-Kitabul-Fitan:
a. Nubuatan Nabi Muhammad tentang fitnah-fitnah akhir zaman.
b. Nubuatan Nabi Muhammad tentang kedatangan Imam Al-Mahdi.
c. Nubuatan Nabi Muhammad tentang perang akhir zaman (al-malhamatil-kubra').
d. Nubuatan Nabi Muhammad tentang hari kiamat.

PSEUDO-EFRAEM

Gereja Timur, atau Gereja Nestorian, Orang Kristen Timur memiliki warisan eskatologis yang sederhana, namun memiliki komposisi "campuran budaya" yang kuat yang dapat memberikan suatu petunjuk historis. Bagi penulis-penulis eskatologi Kristen pada umumnya, sebongkah ide kecil dan tulisan dari Perjanjian Lama dan Baru, terutama "empat kerajaan dunia" Daniel dan "peristiwa menjelang kedatangan Kristus yang kedua" dalam Matius, ditambah dengan gagasan yang umum dipercayai Nestorian, bahwa dunia memiliki formula waktu kilat di mata Tuhan (time-lapse) tentang enam hari penciptaan, satu hari adalah seribu tahun dalam pandangan Tuhan, membuat khazanah karya eskatologi Gereja Timur lebih bervariatif dibandingkan denom gereja-gereja lainnya. Tema dan konstituen dasar yang sama ini bagi Gereja Timur membentuk suatu visi masa depan sifat yang sangat beragam dan yang bervariasi dari waktu ke waktu seolah bahwa "kejadian yang terjadi belakangan ini" mengikuti jalur yang tak terduga yang mengarah ke situasi yang tidak terduga.

kaskus-image
Mosaik Mār Ap̠rêm Suryāyâpada Biara Nea Moni di Chios


"Hari Kiamat" versi Syria abad ke-7 sangat fokus menghadirkan konsepsi tertentu dalam sejarah, salah satunya sebagian besar diilhami oleh kitab-kitab Hakim dan Daniel dalam Perjanjian Lama. Keduanya menguraikan pandangan dunia yang sangat terstruktur: Daniel berpendapat, suksesi empat kerajaan dunia yang berpuncak pada kedatangan Antikristus dan kemudian Anak Manusia; Hakim membuat gambar anak-anak Israel secara bergantian dikuasai oleh orang-orang barbar, ketika mereka memancing kemarahan Allah karena kesalahan mereka, dan diselamatkan oleh seorang pembebas, ketika mereka mengamankan belas kasihan-Nya dengan permohonan mereka kepada-Nya. Pada abad ke-7, masyarakat Kristen menempatkan dirinya sebagai "anak-anak Israel" dan empat kerajaan yang telah ada membentuk pola sejarah yang stabil: Babylonia (Babel), Medes/Persia (Media), Yunani dan Romawi, yang terakhir Kerajaan Kristen Raya.

Pola ini diyakini akan terus berlangsung sampai "Kedatangan Kristus yang Kedua". Tapi kebangkitan kaum Muslim Arab ke dalam panggung sejarah memberikan tantangan baru bagi pandangan Kristen tradisional ini, yang mengklaim diri mereka sebagai yang paling dirahmati Tuhan dengan keberhasilan militer mereka, dan mengolok-olok "the invincible Byzantine Empire". Hal ini membuat beberapa karya apokaliptika tampak "pro" dengan kaum Muslim awal dan transisi, dalam arti bahwa pada dasarnya kaum Muslim dipercaya sebagai bagian dari drama apokaliptika. Kebutuhan untuk menulis suatu sejarah apokaliptik versi Islami ke dalam bahasa Arab untuk sementara waktu didahului oleh karya-karya apokaliptik Kristen secara kreatif untuk membentuk gagasan kolektif bahwa nantinya akan datang Sang Kaisar Terakhir menjelang kedatangan Kristus untuk kedua kali yang akan mengusir bangsa Arab dan mengantar mereka menuju millenium baru Kekristenan. Karya-karya ini kemudian mengilhami penulis-penulis Muslim menulis eskatologi versi mereka sendiri di akhir abad ke-8.

Apokaliptika Syria pertama yang muncul di masa Daulah 'Umayyah adalah komposisi khotbah yang dikenal sebagai "Khotbah dari Mar Aprem yang Kudus di hari akhir; penyelesaian, penghakiman, dan pengusiran Gog dan Magog dan Mesias palsu". Tulisan khotbah ini diatribusikan/dinisbatkan kepada Mar Aprem Suryaya (Santo Efraem dari Syria), seorang uskup penulis kidung pujian (hymne) Syria yang terkenal pada abad ke-3, yang mengandung "ramalan tentang Arab". Karya ini dinamai Pseudo-Efraem oleh sejarahwan modern, karena penelusuran naskah khotbahnya yang paling awal adalah pada abad ke-7 (postdiksi). Ramalan itu adalah sbb:

"Suatu bangsa akan bangkit dari padang pasir, keturunan Hagar, pelayan putri Sarah, yang memegang perjanjian (qiyāmā) dari Abraham, suami dari Sarah dan Hagar. Mereka bangkit untuk datang atas nama Ram (dekrā) sang utusan (izgadā) Putra Kebinasaan (bar mōwt). Dan akan ada menjadi tanda di langit seperti kata Tuhan kita dalam Injilnya (Matius 24:30) .... Penjarah (shabbāyē) akan menyebar ke bumi, di lembah-lembah dan di puncak gunung, dan mereka akan memperbudak perempuan, dan anak-anak, dan orangtua, dan anak muda .... (dstnya) ..... Mereka membuka jalan di pegunungan dan jalan setapak di lembah-lembah. Mereka akan menjarah ke ujung bumi dan mengambil kepemilikan kota. Tanah akan hancur dan mayat akan berlimpah di bumi. Semua orang akan direndahkan di hadapan para perampok itu. Dan tepat ketika orang-orang telah bertahan lama di bumi dan berharap bahwa (mereka) sekarang datang dengan damai, mereka (para perampok) akan menuntut upeti dan semua akan dibayang-bayangi rasa takut pada mereka. Ketidakadilan akan meningkat di bumi dan mengaburkan awan. Kejahatan akan tumbuh kental dalam alam penciptaan dan alam sorgawi seperti asap"


Ini adalah skema "hari akhir" yang sedang terjadi, yang telah menempatkan orang-orang Arab dalam interpolasi teks Kristen yang diklaim dari abad ke-3 atau bahkan lebih awal, tapi jelas skema ini berujung pada akhirnya "para perampok Arab akan bertobat kepada Kristus" sebagaimana yang terjadi pada Romawi saat akhirnya memeluk agama Kristen. Peran alkitabiah dalam mengisahkan keturunan Abraham melalui budaknya, Hagar, membawa pada keyakinan bahwa kaum Hagar masih memegang perjanjian kuno Abraham kepada Tuhan, yaitu sunat (Kejadian 17:9-15, 23-26) dimana orang Kristen sebagai "keturunan yang telah dibebaskan" (Galatia 5:1-6). Penunjukan Orang Arab sebagai antek atau Putra Kebinasaan tidak memiliki paralel dengan Perjanjian Lama dan Baru. Pernyataan penulis Pseudo-Efraem: "Dan tepat ketika orang-orang telah bertahan lama di bumi dan berharap bahwa (mereka) sekarang datang dengan damai, mereka (para perampok) akan menuntut upeti dan semua akan dibayang-bayangi rasa takut pada mereka" disinyalir sebagai pemerintahan Mu'awiyyah bin Abu Sufyan yang cenderung stabil dan revolusi 'Abdullah bin Zubair di masa selanjutnya. Atau bisa juga pengenaan upeti yang dimaksud mengacu pada penggunaan jizyahsecara besar-besaran oleh 'Abdul-Malik tahun 692 terkait pemberantasan Zubairiyyah. Terlepas dari itu, bahwa penulis Pseudo-Efraem memahami keadaan yang terjadi di masa penulisannya.

PSEUDO-METHODIUS

Sebagaimana telah dibahas pada bab berikutnya, bagi banyak penulis Kristen, baik Yohannan bar Penkaye, Sebeos, Isho'yahb III, Gewargis Resh'aina, ataupun Ya'aqub Urhoy serta kronik-kronik yang terbit, semuanya menilai masa pemerintahan Mu'awiyyah bin Abu Sufyan dikenang sebagai masa damai dan kemakmuran bagi orang-orang Kristen dan Muslim awal, tetapi ketenangan itu tidak lama. Sepeninggalnya, terjadi perang internal Muslim awal kedua, yang disebut dalam tradisi sebagai Fitnah Kedua (683-692) dan wabah penyakit serta kelaparan (686-687) yang mengantarkan beberapa tahun kekacauan dalam wilayah 'Umayyah, yang pada gilirannya membangkitkan ketakutan dan harapan akan akhir dunia. Suatu misal, Yohannan bar Penkaye, saksi hidup yang mengalami masa pemerintahan Mu'awiyyah, perang saudara kedua, sekaligus masa wabah dan kelaparan ini, mengatakan di dalamnya: "Kita harus sadar bahwa akhir zaman telah tiba bagi kita .... Ini dia kelaparan, gempa bumi dan tulah; hanya satu hal yang hilang untuk kita: datangnya Sang Pendusta (Ktābā d'Rīsh Mellē 165 Hal. 192-93). Tentu saja yang dimaksud penipu oleh Yohannan bar Penkaye adalah Antikristus, yang dipercaya akan hadir di tengah-tengah jemaat Kristus. Tapi kita tidak bisa menganggap bahwa Antikristus yang dipercaya Yohannan adalah murni Kristen dalam pemahaman modern, sebagaimana diterangkan pada bab sebelumnya, Yohannan tampak tidak membedakan kaum Mhaggrāyē (Muslim awal) dengan Kristen: "Tidak ada perbedaan antara pagan dan Kristen" sehingga bisa saja Antikristus itu datang dari kaum Mhaggrāyē yang dia pandang sebagai bagian dari Yahudi dan pagan.

Dengan latar belakang pemahaman inilah, sebuah tulisan apokaliptika yang dinisbatkan uskup Methodius dari Olympus (wafat 312), yang dikarang kemungkinan besar di Iraq utara oleh penulis dari sekte Melki atau Monofisit sekitar tahun 690, sangat dekat dengan berakhirnya 70 tahun kekuasaan Daulah 'Umayyah. Tulisan ini berbentuk risalah/surat (epistula) yang kemudian oleh sejarahwan dinamai Pseudo-Methodius. Pada kata pengantarnya dijelaskan tujuan penulisannya: "tentang penerus raja-raja dan akhir zaman ... tentang kerajaan penerus, bagaimana mereka diturunkan secara berurutan dari Adam sampai hari ini". Disebutkan pula, "Millenium terakhir, di mana kerajaan Persia akan dicabut, dan di mana anak-anak Ismael akan keluar dari padang pasir Yatsrib" tampak telah memberikan suatu "pengetahuan baru", gosip-gosip secara oral telah beredar tentang asal-usul kaum Muslim awal yang telah terpanggil oleh Tuhan dari wilayah terasing (alienated) di suatu daerah nun jauh di tengah-tengah gersangnya Jazirah Arabia, untuk menghukum orang-orang Kristen tanpa ampun. Hukuman tsb digambarkan dengan kejatuhan Byzantium dan lenyapnya pengaruh komunitas Kristen di Near East. Dalam melakukan "tugas mereka", orang-orang Arab dinubuatkan akan melakukan kekejaman paling kejam terhadap orang-orang Kristen: "Penangkapan dan pembantaian, menuntut penghormatan atas diri mereka; mereka tidak akan mengasihi orang-orang, tidak memiliki belas kasih bagi yang lemah. Mereka akan mencemooh yang suci, mencemooh hakim (dinā), mengejek orang-orang berilmu; mengorbankan seluruh ternak liar, pohon-pohon dari hutan akan ditebang, tanaman gunung yang paling indah akan dirusak, perkotaan akan dimewahkan; mereka akan membuat jubah kudus menjadi pakaian [hanya] bagi diri mereka sendiri dan putra-putra mereka, mereka akan menambatkan ternak mereka di kuil para martir, dan di pemakaman orang-orang kudus".

Tampaknya, menjelang masa akhir Bani 'Umayyah, persekusi terhadap Kristen jauh lebih besar. "Para penguasa barbar ini bukan manusia, tetapi anak-anak kebinasaan dan mereka mengarahkan wajah mereka ke arah kebinasaan. Tujuan Allah dalam mengizinkan semua hal ini akan harus terjadi pada orang-orang pilihannya adalah untuk menyaring gandum dari dalam sekam. Tidak semua yang berasal dari Israel adalah Israel (Roma 9:6) dan memang, banyak di antara mereka yang adalah anak-anak Gereja yang kemudian akan menyangkal iman sejati orang Kristen, Salib Tuhan, dan Misteri Kudus. Tanpa paksaan, siksaan, atau pukulan, mereka akan menyangkal Kristus dan menempatkan diri mereka setara dengan orang-orang yang tidak percaya (kapūrē), mereka akan terpisah dari majelis umat Kristen oleh kemauan mereka sendiri. [Ini] adalah yang terburuk dari orang-orang Kristen yang akan dipercaya dan memegang peringkat tinggi, sedangkan yang dapat dipercaya, para uskup yang saleh dan bijak akan dianggap hina".

Nubuatan apokaliptika palsu yang menisbatkan pendeta terdahulu semacam ini justru memiliki unsur faktual yang kontemporer ketika nubuatan ini ditulis. Yang menarik adalah pada bagian ketika "banyak di antara mereka yang adalah anak-anak Gereja yang kemudian akan menyangkal iman sejati orang Kristen" yang menggambarkan adanya pergolakan dan perpindahan iman besar-besaran dari Kristen menjadi Muslim di masa akhir Bani 'Umayyah tanpa paksaan. Hal ini menyiratkan bahwa berbagai doktrin Islam sudah tampak dibakukan, dengan menunjukkan keunikan "ajaran mereka" di luar tradisi Kristen, seperti misalnya, 'Isa tidak disalib, 'Isa hanya seorang manusia, 'Isa hanya seorang nabi mendahului Muhammad, dstnya, yang diproduksi semakin gencar di abad-abad ini tanpa paksaan, yang menyiratkan adanya pengerahan ahli-ahli agama Islam besar-besaran untuk men-da'wah-kan agama unik dan spesial mereka. Selain itu, bila dibandingkan penulis-penulis Kristen sebelumnya di masa Islam awal yang seringkali menyebut kaum Muslim awal silih-berganti antara "kaum Hajarin" dan "anak-anak Ismael" dengan "Arab", namun kini, seluruh Muslim telah digeneralisasi sebagai Arab.

"Kemudian datanglah minggu kesepuluh dan minggu terakhir di akhir dunia. Orang-orang Kristen akan menderita kesulitan yang lebih besar lagi, penganiayaan, dan penindasan, sementara para tiran itu akan menikmati jamuan makan dan minum dan beristirahat, dan mereka akan membual tentang kemenangan mereka melawan Kristus .... Mereka akan berpakaian seperti pengantin pria dan menghiasi diri mereka sendiri sebagai pengantin wanita, dan penghujatan: "Orang-orang Kristen sudah tidak memiliki juruselamat!". Tetapi tiba-tiba, sang Kaisar Agung Yunani akan keluar melawan mereka dalam kemurkaan besarnya, dan orang-orang Arab akan menanggung seratus kali lipat dari apa yang telah mereka perbuat kepada orang-orang Kristen. Akan ada sukacita di setiap penjuru bumi; setiap orang akan beroleh kedamaian besar; gereja akan diperbarui, kota dibangun kembali, dan para imam dibebaskan dari upeti. Ini perdamaian akhir setelah Antikristus itu binasa. Begitu yang terakhir terungkap, Kaisar Agung Yunani yang terakhir akan naik dan berdiri di atas Golgota, dan Salib Tuhan akan ditancapkan di tempat itu, seperti saat Kristus disalib menebus dosa-dosa kita. Dan Kaisar Terakhir ini akan meletakkan mahkotanya di atas Salib Tuhan dan Misteri Kudus, lalu meregangkan tangannya ke Bapa di Sorga, dan dia akan menyerahkan kerajaannya untuk Allah Bapa selama-lamanya".


>> Lanjut ke Literatur Apokaliptika (Bag. II)
>> Kembali ke Sumber-sumber Tertulis "Muslim" Awal (Bag. IV)
Diubah oleh tyrodinthor 06-06-2020 13:56
yoseful
Muslimn10
androidiot
androidiot dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.