- Beranda
- Sejarah & Xenology
MISTERI ISLAM AWAL [M.I.A] | Reconstruct Early Islamic History out of Tradition
...
TS
tyrodinthor
MISTERI ISLAM AWAL [M.I.A] | Reconstruct Early Islamic History out of Tradition
![MISTERI ISLAM AWAL [M.I.A] | Reconstruct Early Islamic History out of Tradition](https://s.kaskus.id/images/2019/10/21/8072693_20191021115909.jpg)
أتاني بإسناده مخبر، وقد بان لي كذب الناقل
"Dia datang kepadaku mengabarkan isnad-nya, dan aku menukilkan sebuah dusta"
(Abul-'Ala Al-Ma'arri- Diwan No. 23265)
TEMPORARY INDEX
"Dia datang kepadaku mengabarkan isnad-nya, dan aku menukilkan sebuah dusta"
(Abul-'Ala Al-Ma'arri- Diwan No. 23265)
TEMPORARY INDEX
Selamat Datang di MIA
Pengantar Umum
HISTORIOGRAFI
- Sumber-sumber Tertulis Non-Muslim s.d. 690
- Sumber-sumber Tertulis "Muslim" s.d. 690
- Literatur Apokaliptika
- Sumber-sumber Tertulis Non-Muslim s.d. 900 : (coming soon)
- Pandangan Saksi Hidup Tentang Muslim Awal
KRITIK ASAL-USUL HADITS
- Pengantar Singkat Tentang Hadits
- "Keunikan" Al-Muwaththa'
- Pembuktian Awa'il
- Misteri Hadits Abu Bakar-'Umar-'Utsman-'Ali
- Asal-Usul Konsep Sunnah
- Pengembangan Hadits di Kota-kota Besar dan Karakter Isnad
- Isnad Hijazi
KRITIK-HISTORIS HADITS
- Peranan Qadhi Perawi dan "Terduga" Perawi
- Daftar Qadhi Perawi (s.d. 850an)
- Kejanggalan Hadits-hadits Mutawatir
- Kritik Sumber Rijal Sanad
- Teori Sintesis Modern:
- Analisis Common Link
- Analisis Isnād cum Matn
- Analisis Dating
ASAL-USUL FIQH
1. Madzahib Kuno Pra-Syafi'i
2. Ikonoklasme Leo III dan Yazid II
3. Rivalitas Muhaddits Bashrah vs Kufah
4. Asal-Usul Sunnah
5. Abu Hanifah dan Murid-muridnya
6. Rivalitas Ahlur-Ra'yi vs Ahlul-Hadits
7. Mu'tazilah dan Kebijakan Mihnah
8. Kebangkitan Asy'ari dan Penyeragaman 'Aqidah
9. Persekusi Ekstrimis Hanabilah
AL-QUR'AN TERTULIS
1. Masalah Dalam Tradisi
2. Tradisi Sab'atu Ahruf
3. Scriptio Defectiva dan Scriptio Plena
4. Manuskrip-Manuskrip Tertua
5. Evolusi Rasm Al-Qur'an
AL-QUR'AN ORAL
1. Al-Qur'an Pada Periode Primitif
2. Markers of Orality
- Karakteristik & Proporsi
- Abraham & Pengumuman Tentang Anaknya
- Clausula & Contoh Exegesis Alkitabiah
3. Contoh: Polemik Al-Ma'idah: 41-87
4. Konten Al-Qur'an
KRITIK-HISTORIS SIRAH
1. Kepenulisan Sirah
2. Konten Sirah
3. Karakteristik Sirah Ibnu Ishaq
4. Maghazi dan Asal-Usul Hudud
- Kritik Kisah Penghukuman Bani 'Urainah
- Kritik Kisah Perjanjian Hudaibiyyah
- Kritik Kisah Perang Badar dan Uhud
- Kritik Kisah Pengusiran Bani Quraizhah
- Kritik Kisah Fat'hu Makkah
- Kritik Kisah Pengepungan Khaibar
- Kritik Kisah Fadak
- Kritik Kisah Peristiwa Tsaqifah dan Bani Sa'idah
5. Muhammad mitologis VS Muhammad historis
MUHAMMAD
- Masalah Dalam Tradisi
- Salvation History
- Biografi Tradisional
- Misteri Kehidupan Muhammad
- Hanifisme
- Pengasingan Terhadap Karakter Muhammad
- Hilangnya "Putra" Muhammad
YAHUDI, MUHAMMAD, DAN ISLAM KLASIK
- Yahudi Mosaik vs Yahudi Hellenistik
- Yahudi dan Militansinya
- Beta Israel
- Gerakan Penafsiran Torah di Iraq
- Yahudi di Jazirah Arab
- Umma Document (1)
- Umma Document (2)
- Umma Document (3)
- Kronologi Evolusi Islam (1)
- Kronologi Evolusi Islam (2)
- Kronologi Evolusi Islam (3)
BAHASA ARAB DAN AL-QUR'AN
- Manuskrip-Manuskrip Al-Qur'an s.d. 900
- Bahasa Arab Kuno s.d. Bahasa Arab Klasik
- Pengaruh Bahasa-bahasa Asing
- Konten Dalam Al-Qur'an
- Al-Qur'an Hari Ini
- Corpus Coranicum
- Prophetic Logia
KESARJANAAN
- Tradisionalisme dan Orientalisme Lama
- Revisionisme dan Orientalisme Baru
- Neo-Revisionisme / Neo-Tradisionalisme
MISCELLANEOUS
- Geografi Arab Pra Muhammad
- Prasasti Yudeo-Arab Pra Muhammad
- Literatur Arab dan Evolusi Arab Klasik
- Ortografi Arab Kuno
- Kekeliruan Cara Berpikir Anti-Islam
FAQ
Diubah oleh tyrodinthor 13-05-2026 11:54
awanrisk dan 88 lainnya memberi reputasi
73
136.3K
1.9K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
6.6KThread•11.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
tyrodinthor
#278
Quote:
di sini kita bukan bicara mana wilayah hijau mana bukan. ingat postingan kamu yang ini:
Quote:
jawaban ane: not simple as that
Quote:
do you even read me?
faktanya:
Makkah bukan jalur dagang. malah Makkah itu importir. dan impor barangnya bukan dari utara, melainkan dari Ethiopia-Yaman (melalui selat Mandeb di sebelah barat Teluk Aden).
ini disebut Rute Dupa, tapi bukan berarti cuma dupa yang diperdagangkan. sama seperti Jalur Sutra yang bukan berarti cuma sutra. jalur perdagangan satu barang itu membuka rute untuk perdagangan berbagai barang. rute dupa ini menciptakan rute dagang dari Afrika dan Syria ke Yaman. dan tidak melewati Makkah sama sekali. malah, Makkah menerima barang itu dari Yaman, bukan langsung dari Syria.
read this carefully:"Frankincense from Dhofar was collected at Moscha Limen. It was shipped to Qana and taken overland to Shabwa and further North to Najran, Mecca, Medina, Petra and to Gaza on the Mediterranean Sea. It was also shipped to Babylon and Palmyra via the Persian Gulf".
Daniel Potts juga mencatat dalam Trans-Arabian Routes of the Pre-Islamic Period kalo rute dagang dari Syria di masa Sasanids itu melewati tengah, bukan barat. alasan utama mengapa jalur tengah itu dipilih masyarakat di masa lalu adalah ada banyak padang rumput buat makanan unta di wilayah Yamamah. Yamamah sendiri juga masih dalam wilayah Hijaz. Raja Nu'man III dari Lakhm (Iraq) memiliki peternakan unta yang luas buat rest area para karavan dagang yang melintas di Wadi Al-Batn, Yamamah. alasan lainnya, wilayah itu lebih kondusif dan relatif aman dibandingkan melewati barat yang banyak penyamun. selain masuk dalam catatan Yunani, Syria, dan Ethiopia, sejumlah catatan keluarga Syria juga terdapat di wilayah ini, salah satunya Muzahim Al-'Uqaili, seorang saudagar Arab yang memang biasa ke Syria melalui jalur ini. tokoh lain, seperti pujangga Al-A'sya, juga berkeliling dunia menjadi biduan. dia mengunjungi Oman sampai Emesa (Homs) di Syria melalui jalur ini. perdagangan sangat ramai, terutama di Yatsrib.
dan daerah ini memang bukan wilayah yang teralienasi/terisolasi seperti Makkah. seperti misalnya, Kerajaan Himyar telah mengirim duta ke Seleucia dan Ctesiphon melalui jalur Trans-Arabia ini, lalu ekspedisi militer Bani Kindah di bawah Imru' Al-Qais ke Najran (wilayah Himyar) juga melewati jalur ini berdasarkan Prasasti Namarah, lalu duta yang dikirim Dzu Nuwas ke Rama/Ramla di Palestina pada tahun 524 juga melewati jalur ini, begitu juga ada perkemahan besar yang cukup terkenal di jalur ini tahun 547, namanya Huluban.
mengenai Huluban, ada kemungkinan kemah itu digunakan pula bagi peziarah pagan dari Shan'a ke Makkah. tapi pertama, belum ada penelitian khusus tentang ini. kedua, Huluban lebih terkenal dan populer daripada Makkah, jadi kurasa hanya sejumlah kecil peziarah saja. yang jelas, daerah barat itu sangat liar, barbar, dan berbahaya. banyak kalajengking dan gunung-gunung bebatuan besar yang terjal. deskripsi tradisi Islam tentang Makkah sangat tidak cocok secara historis, baik sebagai jalur dagang, sebagai pusat pagan, maupun sebagai wilayah yang civilized.
kemudian mengenai kemungkinan rute yang melewati Makkah adalah dari 'Annazah/Anayza ke Makkah (Hal. 145). rute yang diambil adalah melalui Buraidah. tapi sayangnya, rute ini hipotesis dari Charles Doughty, dia seorang tradisionalis tulen. dia berusaha menyatukan jalur di tengah itu parallel dengan Trans-Arabia dan segala kemungkinan untuk dapat menuju Makkah, yang tidak lain adalah karena dia tidak memilah tradisi-tradisi lokal Arab tsb dengan tradisi Islam. dan dia memang menerima asal Muhammad dari Makkah.

selain Daniel Potts, juga yang pastinya diperkuat oleh Patricia Crone dalam Meccan Trade and the Rise of Islam. ingat! buku ini berbeda dengan Hagarism. kalo Hagarism adalah hipotesis dari Crone dan Cook, sedangkan Meccan Trade adalah dasar-dasar dari hipotesis Crone dan Cook. hipotesis mereka bisa saja salah, tapi dasar-dasarnya kuat. pada intinya, sejumlah bukti dari catatan Arabia yang ada dan tradisi oral pra-Islam, sudah menyatakan bahwa Makkah bukan jalur dagang, lalu jalur tengah (Trans-Arab) sendiri bukan menjadi jalur utama, dimana yang jadi jalur utama adalah Rute Dupa, serta hanya sedikit pedagang yang berani memasuki wilayah barat. tidak berani di sini bukan sekedar soal tidak berani mempertaruhkan nyawa di wilayah barbar dan liar, tapi juga tidak berani memperdagangkan barang-barang utama seperti mur/dupa, sutra, rempah-rempah, kankamon (sejenis getah karet), dll karena wilayah Makkah cenderung hanya menjual-belikan pakaian murah berbahan kulit-kulit binatang yang disamak. dan harus diingat, saat itu Makkah "belum punya nama", baik sebagai Makkah maupun sebagai Bakkah. yang bermukim di sana memang ada, tapi bukan sebagai kota, melainkan pemukiman nomaden biasa yang berevolusi menjadi semi-nomads selama abad 3-5. termasuk: belum ada Ka'bah.
dan pemukiman semacam itu pun tersebar di wilayah barat secara random, hingga setiap daerah dapat dikatakan "prototype Makkah".
itu pertama,
yang kedua, tentang kehidupan keagamaan,
Makkah, sebagaimana pemukiman nomaden lainnya di jazirah Arab, tidak memiliki kultur Alkitabiah. dari sini saja sudah bisa dipahami bahwa orang-orang Makkah memang besar kemungkinan tidak mengenal Abraham, sehingga tidak mungkin jika Al-Qur'an tidak menceritakan secara rinci berbagai legenda-legenda Alkitabiah dimana Al-Qur'an bercirikan Abraham's centric. dan patut diingat, di atas sudah kutulis bahwa wilayah semi-nomads yang sekarang menjadi Makkah dan sekitarnya waktu itu tidak punya nama sama sekali dan tidak punya Ka'bah.
selain itu, Arab utara seperti Hegra (Al-Hijr), Al-'Ula, dan Mahoze (Mada'in Shalih) adalah wilayah pemukiman Yahudi dan Kristen. sedangkan Yamamah adalah wilayah kerajaan kesukuan Bani Kindah (dalam catatan Yunani disebut Khindynoi) yang beroposisi dengan Himyar/Homer. Bani Kindah berasal dari Yaman, yang kemudian exile ke Yamamah. setelah berbagai ekspedisi dilakukan, akhirnya mereka menjadi vassal Himyar. Bani Kindah pun menjadi Yahudi bersama-sama dengan Himyar, tidak lama kemudian menjadi Kristen. pada tahun 425, raja Hujr ('Aqil/'Uqail bin Al-Murar bin 'Amru) memperluas pengaruh hingga ke Arab utara. jadi persatuan Arab yang kokoh sebenarnya sudah terjadi sebelum Muhammad muncul. Yamamah sendiri lebih seperti wilayah internasional, dimana Bani Kindah hanya sebagai host. Bani Kindah bersama-sama dengan Bani Ghassan (Gosyen) juga pernah menjadi kabilah yang ditunjuk dalam perjanjian bersama Byzantium-Sassanids-Lakhmids untuk menjaga perbatasannya di Arab utara menyusul terjadinya episode perang Byzantium-Sassan.
tahun 525, kerajaan Aksum dari Ethiopia (yang dalam tradisi Islam disebut "raja Najasyi") menduduki Himyar sekaligus menyasar wilayah Yamamah dan mengkristenkan Bani Kindah. sementara dari utara, Lakhm menduduki pemukiman Bani Kindah di Najd tahun 540.
ketiga, catatan yang ada,
dari asing, kita mendapat beberapa catatan yang sangat akurat tentang Arab barat, namun sama sekali tidak menyebutkan Makkah.
dari Plinius Secundus di abad ke-1, dia seorang ahli hukum Byzantium dan procuratores sekaligus penjelajah. dia menjelajahi sendiri Arab bagian barat dari utara sampai selatan, dan mencatat ada 92 suku di sana dan 69 pemukiman nomads dan semi-nomads (tanpa satupun nama semacam "Quraisy", "Fihr", "Ghalib", "Bakkah", "Ka'bah", dan "Makkah") dalam bukunya Naturalis Historia.
begitu juga Ptolemeus di abad ke-2 dalam Geografia-nya tidak ada satupun kota semacam Makkah di jazirah Arab yang disebut sebagai Arabia Felix. petanya ini. sejumlah tradisionalis menduga "Macoraba" adalah Makkah, yang menduga pertama kali adalah orientalis tradisionalis bernama Adolf Grohmann dan Hermann von Wissmann. dugaan mereka ini diterima mentah-mentah secara universal. menurut Grohmann, kata "Macoraba" transkripsi dari "Makkah-Ar-Rabbah" (Makkah yang agung). kata ini jelas tidak masuk akal dari segi bahasa Arab. namun, memang ada kata serupa dalam bahasa ASA (Ancient South Arabian) / Saba', yaitu m-k-r-b yang artinya "yang dekat" (dalam bahasa Arab: muqarrab), dan diarahkan maknanya kepada Ka'bah sebagai kuil utama Makkah. tradisionalis Henri Lammens dan Wensick menyarankan arti m-k-r-b adalah "kuil" (makrab). tapi Ptolemeus tidak berusaha menandai kuil-kuil yang ada di Arabia Felix, tapi dia menandai kota/pemukiman, dan mustahil bagi dia untuk tidak tahu nama Makkah/Bakkah. bahkan Al-Qur'an sendiri menyebut "Bakkah" dalam QS 3:96. dan yang terpenting adalah bahwa pada ayat itu, Bakkah dikatakan sebagai bait (rumah). selengkapnya: inna awwala baitin-wudhi'a lin-nasi lal-ladzi bi bakkata mubarakan.
selain itu, jika Ptolemeus menempatkan "Macoraba" sebagai Makkah, lokasinya pun tidak akurat bila dibandingkan Madinah/Yatsrib dan Hegra (yang dia tulis sebagai "Lathrippa/Iathrippa" dan "Egra") pada lokasi yang akurat, yaitu 71' 40' 23' 20' dan 70' 30' 26'. sementara "Macoraba" terletak di 73' 20' 22' agak menjorok ke timur. (lihat Geografia Vol. 6 Hal. 139.

after all, semua sejarahwan oriental masa kini sepakat bahwa Macoraba bukan Makkah, dan memang tidak pernah disebutkan. silahkan baca kesimpulan yang dirangkum oleh Ian David Morris (anyway, Ian D. Morris juga tidak setuju dengan hipotesis Dan Gibson di Petra, tapi dia setuju jika Makkah tidak pernah ada paling cepat hingga abad ke-6).
dan yang paling penting adalah sumber dari Arab sendiri, baik itu manuskrip, prasasti, epigrafi, grafiti, maupun corpora catatan oral dari abad ke 3 sampai 5. baik yang ada di Arab utara, selatan, dan timur, tidak satupun menyebut Makkah dan Bakkah, tidak satupun mengindikasikan semacam kota dan kuil besar di lokasi yang sekarang terletak di Makkah, tidak satupun memberikan wilayah tsb sebagai wilayah yang penting, termasuk klaim tradisi sebagai kota besar, induk segala kota, dsbnya. bahkan, dia tidak lebih historis daripada Yatsrib yang memang sudah terkenal sebagai pemukiman Yahudi dan masih masuk ke dalam otoritas Bani Kindah di Yamamah.
btw kenapa sih background sejarahwan sebagai tradisionalis atau bukan itu penting?
ya karena itu menandakan sikap dan metode. tradisionalis tidak mau ambil pusing, mereka meletakkan tradisi Islam yang muncul ratusan tahun kemudian dengan kedudukan otentik historis yang sama dengan historiografi yang lebih tepat zaman. dan kurasa bab hadits dan sirah nantinya di MIA akan dengan gamblang membuktikan bahwa tradisi Islam tidak dapat dipercaya sebagai sumber otentik historis tentang Muhammad dan komunitasnya.
dan memang dalam sejarah umum, Makkah masih menjadi asal Muhammad. dan ini tidak lain adalah sikap enggan dari komunitas cendikiawan Muslim untuk menempatkan pencapaian kritik-historis ke dalam sejarah menurut tradisi. sikap enggan ini mungkin tidak disebabkan oleh doktrin Islam, melainkan lebih kepada supaya tidak menimbulkan gejolak dan polemik di kalangan masyarakat Muslim.
kemudian terakhir, tentang wilayah hijau.
gw heran sama ente, kenapa ente sesederhana itu menganggap Makkah sebagai asal Muhammad hanya karena asumsi di "peta modern" sebagai wilayah yang hijau? (yang bahkan sebenarnya itu warna hijau di situ adalah topografi gunung-gunung batu, sementara untuk daerah yang memang wilayah penghijauan biasanya warnanya hijau gelap). >> watch here closely:
selain itu, ada yang harus kamu tahu.
Al-Qur'an sendiri tidak menyatakan bahwa dirinya atau Muhammad berasal dari wilayah yang hijau ataupun gersang. dan bahkan sekalipun QS 95:1-3 disebut sebagai "bukti" bahwa Al-Qur'an berasal dari sebuah wilayah yang ada perkebunan ara (tin) dan zaitun, itu adalah cara membaca yang keliru. kita semua tahu bahwa ara dan zaitun adalah tanaman yang lazim ada di berbagai wilayah di Near East. tidak harus di Arab barat, di Arab utara dan selatan pun ada. dan surat di atas bukan bentuk pengakuan bahwa Al-Qur'an dan Muhammad berasal dari wilayah perkebunan ara dan zaitun. ayat tsb berbunyi:
- demi ara dan zaitun,
- dan demi bukit Sinai,
- dan demi negeri yang aman.
atau QS 16:11 yang sering dianggap sebagai asal-usul Muhammad, berbunyi: يُنۢبِتُ لَكُم بِهِ ٱلزرۡعَ وَٱلزيۡتُونَ وَٱلنخِيلَ وَٱلۡأَعۡنَـٰبَ وَمِن ڪُل ٱلثمَرَٲتِۗ ("Dia menumbuhkan bagimu dengan air hujan itu tanam-tanaman zaitun, kurma, anggur dan segala macam bebuahan") sehingga kamu berpikir asal Muhammad adalah wilayah yang memiliki kebun zaitun, kurma, anggur, dan penghijauan lainnya. padahal, yang harus kamu ketahui, Al-Qur'an merupakan literatur yang memuat berbagai macam lokalitas tradisi di berbagai wilayah, tidak hanya di Arab.
Muhammad sebagai pedagang itu benar, sebab, tentunya Al-Qur'an menggunakan frase yang memiliki istilah perdagangan, misalnya atawuz-zakah(tunaikan pemurnian), fidyah (tebusan), yunfiqu amwalahum fi sabilillah (menafkahkan hartanya di jalan Allah), isytara bi ayatillahi tsamanan qalilan (mereka menukar tanda-tanda Allah dengan harga murah), wa la yasytara bi ayati tsamanan qalilan (dan jangan kamu menukar tanda-tanda-Ku dengan harga murah), innallahasytara minal-mu'minina anfusahum wa amwalahum bi anna lahumul-jannah (sesungguhnya Allah telah menukar diri mereka dan harta mereka dengan surga untuk mereka), dll. maka, yang harus diperhatikan adalah bahwa audiens Muhammad tidak hanya di satu tempat khusus. maka ayat di atas tidak mencerminkan asal Muhammad. artinya, Muhammad memiliki cara penyampaian pewahyuannya secara lintas bangsa dan lintas suku di suatu tempat, entah di Yatsrib, entah di Khaibar, entah di Tema, entah di Duma, entah di Hegra, entah di Dedan, entah di Hisma, atau sebaliknya, entah di Yamamah. yang pasti, dia harus ada di suatu wilayah terbuka, bukan terasing, sehingga dia bisa menyampaikan wahyunya kepada audiens secara luas, terutama karavan-karavan pedagang yang melintas.
inilah pentingnya memahami Al-Qur'an sebagai wahyu oral, artinya ada semacam komunikasi dalam pewahyuan tsb antara komunikator (penerima wahyu) dengan komunikan (audiens). kita dapat menebak bahwa ayat-ayat di atas merupakan semacam nasehat dari komunikator kepada audiens yang mungkin adalah pelancong/saudagar karavan yang berasal dari wilayah yang hijau.
argumentum ex silencio pada kapasitas ini sangat kuat. bisa dibayangkan, klaim bahwa Makkah sangat terkenal, Ka'bah sebagai pusat kuil pagan yang pernah dibangun Abraham, dan pedagang Makkah yang sangat banyak ke Syria, tidak pernah disebutkan dari abad ke 1 hingga 7. padahal kota dan kemah yang ada di Arab di masa itu saling menyebutkan satu sama lain. prasasti-prasasti yang ditemukan di Yatsrib menyebut berbagai kota, termasuk Yatsrib, tapi tidak menyebut Makkah sama sekali. prasasti-prasasti Himyar, dimana wilayah Hijaz juga menjadi protektorat Himyar, sama sekali tidak menyebut Makkah. prasasti-prasasti di Yordan, Syria, Sasan, Lihyan, Ghassan, Nabatean, Dedan, Tema, Hegra, Duma, Kindah, Lakhm, Shan'a, Ma'in, Hadramut, Mesir, bahkan Ethiopia yang menjadi pusat pengumpulan barang dagangan Rute Dupa ke Arab, semuanya saling menyebutkan berbagai kota, berbagai bangsa, tanpa sedikitpun menyebut Makkah, Fihr, Quraisy, Bakkah, Ka'bah, atau semacamnya dalam bahasa masing-masing. absensi dalam catatan ini bukan hal yang biasa, bahkan sangat tidak biasa sekalipun mereka memiliki tradisi oral. kita tahu jika tradisi oral dilakukan berbagai bangsa lainnya, tidak hanya Arab, namun mereka tetap menyebutkan daerah dari yang penting sampai yang gak penting. dan harus diingat, aktifitas dagang di Arab selain jalur/rute juga melibatkan pembayaran uang jaminan, peristirahatan karavan, jalinan dagang antar kota & bangsa, gudang/pengepulan, dan persekutuan dagang. aktifitas dari Makkah sama sekali tidak ditemui dalam catatan-catatan ini, dimana aktifitas di kota lain yang jarang kita dengar justru sangat ramai. artinya, kota-kota lain itu sebenarnya penting dan terkenal pada masanya bila dibandingkan Makkah. argumentum ex silencio memiliki dasar yang kuat dalam lingkup ini.
Diubah oleh tyrodinthor 01-03-2020 17:24
beranimurtad dan 3 lainnya memberi reputasi
4
