- Beranda
- Sejarah & Xenology
MISTERI ISLAM AWAL [M.I.A] | Reconstruct Early Islamic History out of Tradition
...
TS
tyrodinthor
MISTERI ISLAM AWAL [M.I.A] | Reconstruct Early Islamic History out of Tradition
![MISTERI ISLAM AWAL [M.I.A] | Reconstruct Early Islamic History out of Tradition](https://s.kaskus.id/images/2019/10/21/8072693_20191021115909.jpg)
أتاني بإسناده مخبر، وقد بان لي كذب الناقل
"Dia datang kepadaku mengabarkan isnad-nya, dan aku menukilkan sebuah dusta"
(Abul-'Ala Al-Ma'arri- Diwan No. 23265)
TEMPORARY INDEX
"Dia datang kepadaku mengabarkan isnad-nya, dan aku menukilkan sebuah dusta"
(Abul-'Ala Al-Ma'arri- Diwan No. 23265)
TEMPORARY INDEX
Selamat Datang di MIA
Pengantar Umum
HISTORIOGRAFI
- Sumber-sumber Tertulis Non-Muslim s.d. 690
- Sumber-sumber Tertulis "Muslim" s.d. 690
- Literatur Apokaliptika
- Sumber-sumber Tertulis Non-Muslim s.d. 900 : (coming soon)
- Pandangan Saksi Hidup Tentang Muslim Awal
KRITIK ASAL-USUL HADITS
- Pengantar Singkat Tentang Hadits
- "Keunikan" Al-Muwaththa'
- Pembuktian Awa'il
- Misteri Hadits Abu Bakar-'Umar-'Utsman-'Ali
- Asal-Usul Konsep Sunnah
- Pengembangan Hadits di Kota-kota Besar dan Karakter Isnad
- Isnad Hijazi
KRITIK-HISTORIS HADITS
- Peranan Qadhi Perawi dan "Terduga" Perawi
- Daftar Qadhi Perawi (s.d. 850an)
- Kejanggalan Hadits-hadits Mutawatir
- Kritik Sumber Rijal Sanad
- Teori Sintesis Modern:
- Analisis Common Link
- Analisis Isnād cum Matn
- Analisis Dating
ASAL-USUL FIQH
1. Madzahib Kuno Pra-Syafi'i
2. Ikonoklasme Leo III dan Yazid II
3. Rivalitas Muhaddits Bashrah vs Kufah
4. Asal-Usul Sunnah
5. Abu Hanifah dan Murid-muridnya
6. Rivalitas Ahlur-Ra'yi vs Ahlul-Hadits
7. Mu'tazilah dan Kebijakan Mihnah
8. Kebangkitan Asy'ari dan Penyeragaman 'Aqidah
9. Persekusi Ekstrimis Hanabilah
AL-QUR'AN TERTULIS
1. Masalah Dalam Tradisi
2. Tradisi Sab'atu Ahruf
3. Scriptio Defectiva dan Scriptio Plena
4. Manuskrip-Manuskrip Tertua
5. Evolusi Rasm Al-Qur'an
AL-QUR'AN ORAL
1. Al-Qur'an Pada Periode Primitif
2. Markers of Orality
- Karakteristik & Proporsi
- Abraham & Pengumuman Tentang Anaknya
- Clausula & Contoh Exegesis Alkitabiah
3. Contoh: Polemik Al-Ma'idah: 41-87
4. Konten Al-Qur'an
KRITIK-HISTORIS SIRAH
1. Kepenulisan Sirah
2. Konten Sirah
3. Karakteristik Sirah Ibnu Ishaq
4. Maghazi dan Asal-Usul Hudud
- Kritik Kisah Penghukuman Bani 'Urainah
- Kritik Kisah Perjanjian Hudaibiyyah
- Kritik Kisah Perang Badar dan Uhud
- Kritik Kisah Pengusiran Bani Quraizhah
- Kritik Kisah Fat'hu Makkah
- Kritik Kisah Pengepungan Khaibar
- Kritik Kisah Fadak
- Kritik Kisah Peristiwa Tsaqifah dan Bani Sa'idah
5. Muhammad mitologis VS Muhammad historis
MUHAMMAD
- Masalah Dalam Tradisi
- Salvation History
- Biografi Tradisional
- Misteri Kehidupan Muhammad
- Hanifisme
- Pengasingan Terhadap Karakter Muhammad
- Hilangnya "Putra" Muhammad
YAHUDI, MUHAMMAD, DAN ISLAM KLASIK
- Yahudi Mosaik vs Yahudi Hellenistik
- Yahudi dan Militansinya
- Beta Israel
- Gerakan Penafsiran Torah di Iraq
- Yahudi di Jazirah Arab
- Umma Document (1)
- Umma Document (2)
- Umma Document (3)
- Kronologi Evolusi Islam (1)
- Kronologi Evolusi Islam (2)
- Kronologi Evolusi Islam (3)
BAHASA ARAB DAN AL-QUR'AN
- Manuskrip-Manuskrip Al-Qur'an s.d. 900
- Bahasa Arab Kuno s.d. Bahasa Arab Klasik
- Pengaruh Bahasa-bahasa Asing
- Konten Dalam Al-Qur'an
- Al-Qur'an Hari Ini
- Corpus Coranicum
- Prophetic Logia
KESARJANAAN
- Tradisionalisme dan Orientalisme Lama
- Revisionisme dan Orientalisme Baru
- Neo-Revisionisme / Neo-Tradisionalisme
MISCELLANEOUS
- Geografi Arab Pra Muhammad
- Prasasti Yudeo-Arab Pra Muhammad
- Literatur Arab dan Evolusi Arab Klasik
- Ortografi Arab Kuno
- Kekeliruan Cara Berpikir Anti-Islam
FAQ
Diubah oleh tyrodinthor 13-05-2026 11:54
awanrisk dan 88 lainnya memberi reputasi
73
136.1K
1.9K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
6.5KThread•11.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
tyrodinthor
#1
LITERATUR APOKALIPTIKA
ABAD KE-6 S.D. 9 M
BAG. III
ABAD KE-6 S.D. 9 M
BAG. III
PSEUDO-SHENUTE
Sebuah traktat pada abad ke-7 yang dinisbatkan pada Abba Syenout (Shenoute/Shenute), mistikus Gereja Koptik abad ke-5 dari Mesir Hulu, membentuk sebuah nubuatan hingga ke ujung dunia. Traktat ini merupakan homiliamemperingati kematian orang suci dan ditulis oleh Visa, uskup Athribis yang merupakan murid dari uskup Shenute. Setidaknya, traktat homilia ini ada 2 versi, yang pertama mungkin memang ditulis oleh uskup Visa pada abad ke-6. Lalu yang kedua, versi yang lebih panjang dan mengandung nubuatan postdiksi tentang Islam. Traktat homilia itu dibuka sbb:
"Suatu hari bapa kudusku keluar dengan wajah suram; jadi aku berkata kepadanya: "Wahai bapaku, apa yang telah terjadi kepada engkau sehingga engkau mengerutkan kening?". Dia berkata kepadaku: "Mari kita menangis untuk diri kita sendiri dan untuk semua orang; akan lebih baik bagi manusia jika dia dilahirkan ke dunia, karena Tuhan Kristus kita yang terkasih memberi tahu aku hari ini tentang kesulitan dan kesengsaraan [yang akan manusia derita]". Dan dia berkata: "Beri tahu anak-anakmu tentang 'mereka' dan tuliskan untuk mereka agar mereka semua waspada dan senantiasa dalam bimbingan, dan agar mereka jangan lalai dan menyerahkan jiwa mereka kepada Iblis".
Lalu Shenute menjelaskan kepada Visa apa yang diucapkan Yesus sbb:
"Orang-orang Persia ... akan pergi ke Mesir dan banyak pembunuhan akan menyertai mereka. Mereka akan merebut harta orang-orang Mesir dan menjual anak-anak mereka untuk mendapatkan emas, begitu kerasnya penganiayaan dan penindasan orang-orang Persia. Banyak tuan akan menjadi budak dan banyak tuan budak. Celakalah Persia, karena mereka akan mengambil bejana gereja dan minum anggur di depan mereka di depan altar tanpa rasa takut atau kegelisahan. Mereka akan merudapaksa wanita di depan suami mereka. Akan ada kesusahan dan kesedihan besar, dan dari semua itu, sepertiganya akan mati karena kesedihan dan kesengsaraan. Kemudian setelah beberapa saat Persia akan berangkat dari Mesir dan akan muncul Sang Pendusta (Dagal), yang akan menjadi raja dari orang-orang Romawi dan akan dipercaya oleh setiap komandan pasukan dan para uskup. Dia akan memasuki Mesir dan melakukan banyak tugas; dia akan memiliki Mesir dan provinsi-provinsinya, dan membangun parit dan benteng, dan memerintahkan agar dibangun tembok di kota-kota dan di gurun, gurun akan dibangun. Dia akan menghancurkan timur dan barat, maka dia akan memerangi para pendeta yang Uskup Agung di Alexandria percayakan bersama orang-orang Kristen di tanah Mesir. Mereka akan mengusirnya dan dia akan lari ke selatan sampai dia tiba, kesedihan dan keputusasaan melanda setiap biara. Dan ketika dia datang ke sini, Aku akan mengembalikannya dan meletakkan dia di singgasananya sekali lagi. Setelah itu akan muncul anak-anak Ismael dan anak-anak Esau yang memburu orang-orang Kristen, dan sisanya akan menang dan memerintah seluruh dunia untuk membangun [kembali] Bait Suci yang ada di Yerusalem. Ketika itu terjadi, ketahuilah bahwa akhir zaman sedang mendekat dan sudah dekat. Orang-orang Yahudi akan menaruh harapan pada Sang Pendusta itu dan akan berada di depan orang-orang [lainnya] ketika dia datang. Ketika kamu melihat kekejian yang membinasakan yang diucapkan nabi Daniel di tempat suci, [ketahuilah bahwa] mereka adalah mereka yang menyangkal rasa sakit yang Aku terima di kayu salib dan siapapun yang bergerak bebas di gereja-Ku, jangan takut sama sekali".
Visi ini berhubungan dengan masa-masa penuh keresahan dan kepedihan yang mendalam untuk Koptik Mesir saat Pendudukan Persia(619-628) seperti yang ditunjukkan di atas, dihadiri oleh banyak nyawa, penodaan, dan kehancuran biara-biara. Pemerintahan Cyrus (631-642) sebagai gubernur yang memeluk sekte Melki (Melkites) dianggap sebagai aksi kontinjensi untuk mengawasi refortifikasi negara yang dilanda perang dan rekonsiliasi dengan gereja Byzantium yang Trinitarian. Namun, bagi Kristen Koptik, pemerintahannya hanya dianggap sebagai periode kekejaman dan tirani, yang menghasilkan pelarian kepala spiritual para jemaat, Patriarkh Benyamin II, dan pemurtadan dari Koptik ke Chalcedonian. Orang-orang Kristen menderita lagi oleh serbuan orang-orang Arab. Namun, pernyataan bahwa mereka "akan menang dan memerintah seluruh dunia"
dapat menunjukkan bahwa pemerintahan Arab sudah siap bercokol. Untuk postdiksi selanjutnya belum dapat ditelusuri atas sejarah yang telah terjadi. Hal menarik adalah sebutan Sang Pendusta dalam bahasa Koptik adalah Dagal (Ⲇⲁⲅⲁⲗ) yang berasal dari bahasa Suryani Daggālā (ܕܓܐܠܐ), sebuah sebutan yang mirip dengan Dajjal (دجال).
PSEUDO-ATHANASIUS
Sebagaimana Pseudo-Shenute, Pseudo-Athanasius juga memulai visinya dari pendudukan Persia atas Mesir, dan menjadi ciri khas karya apokaliptika Koptik. Uskup Athanasius Alexandrias (328-373) adalah uskup Gereja Orthodoks Alexandria ke-20. Karya apokaliptika berbentuk homilia yang dinisbatkan pada namanya diperkirakan ditulis di abad ke-8. Visi ini dimulai dari khotbahnya tentang Imamat 21:9 sbb: "Apabila anak perempuan seorang imam membiarkan kehormatannya dilanggar dengan bersundal, maka ia melanggar kekudusan ayahnya, dan ia harus dibakar dengan api" dan Keluaran 19:22 sbb: "Juga para imam yang datang mendekat kepada TUHAN haruslah menguduskan dirinya, supaya TUHAN jangan melanda mereka". Khotbah ini menempati 6 bagian pertama dari homilia dan dilanjutkan penglihatan Athanasius mulai dari peristiwa pendudukan Persia hingga akhir zaman. Yang menarik adalah konsep Diofisit yang ditentang oleh penulisnya sbb:
"Setelah berbagai hal ini, Tuhan yang Maha Baik akan murka, karena mereka telah mengubah iman sejatinya. Dia akan membagi kesatuan Kerajaan Romawi dan kerajaan mereka sebagai imbalan bagi mereka yang telah membagi kekuatan-Nya yang agung menjadi dua kodrat .... Dia akan memberikan kuasa kepada raja-raja Persia untuk sementara waktu dan mereka akan menindas bumi pada hari-hari mereka .... Setelah ini, Tuhan akan menghapus kerajaan Persia dan akan bergerak di atas bumi orang-orang yang perkasa, banyaknya seperti sekawanan belalang. Ini adalah binatang keempat yang nabi Daniel lihat .... Bangsa itu akan berkuasa atas banyak negara dan mereka akan membayar pajak untuk itu. Inilah negara yang brutal tanpa ampun hatinya .... Banyak orang Kristen, barbar, Yunani, dan Syria akan murtad dan bergabung dengan mereka dalam iman mereka, karena ingin bebas dari penderitaan yang mereka bawa ke bumi. Mereka akan menempati banyak negeri dan menjadi tuan atas mereka, dan mereka akan mewarisinya. Pemimpin mereka akan tinggal di kota yang disebut Damaskus .... Mereka akan mengumpulkan semua emas, perak, batu mulia, perunggu, besi, timah dan yang pakaian cemerlang. Nama negara itu adalah Sarakene, yang mana adalah keturunan Ismael, putra Hagar, gundik dari Abraham".
Naskah ini mengkritik doktrin Diofisitisme Trinitas (yaitu keyakinan bahwa Yesus memiliki dua pribadi) sebagai alasan mengapa akhirnya Tuhan mengizinkan kaum Muslim awal memecah Byzantium. Naskah ini ditulis sebelum Marwan bin Muhammad (khalifah terakhir Bani 'Umayyah) memindahkan ibukota dari Damaskus ke Harran tahun 744, sehingga secara arkeologis, naskah ini terminus ante quem(pada waktu sebelum kejadian). Lebih lanjut, dia menyatakan suatu hal menarik tentang koin emas yang digunakan sang raja Ismael yang bersesuaian dengan temuan koin-koin di masa pemerintahan 'Abdul-Malik bin Marwan:
"Pertama, bangsa itu akan menghancurkan emas yang ada di sana dan menghapus gambar salib Tuhan, Allah kita, memberlakukan ke seluruh negeri di bawah peraturannya dengan mencetak emas mereka sendiri dengan nama binatang itu yang tertulis di atasnya, yang jumlahnya enam ratus enam puluh enam (666). Setelah itu mereka akan menghitung setiap orang dan menulis nama mereka dalam catatan mereka, dan mereka mengenakan upeti yang tinggi .... Setelah itu mereka akan mengukur keseluruhan bumi dengan ladang dan kebun, dan mereka akan menghitung ternaknya .... Pada akhirnya ... mereka akan mengambil orang asing di kota-kota dan desa-desa, dan di mana pun mereka berada, mereka akan meminta mereka tetap di tempat dan mereka akan melemparkan [yang melarikan diri] ke dalam penjara, karena banyak orang pada waktu itu akan meninggalkan kota mereka dan desa mereka dan pergi ke luar negeri karena kekerasan penindasan oleh negara itu".
Pencetakan koin dengan nama "binatang itu", merujuk pada reformasi moneter 'Abdul-Malik bin Marwan pada tahun 696 (77 H), ketika dia mengganti seluruh koin emas dan perak Byzantium dengan nama "Muhammad Rasulullah" dan menghapus salib. Tidak ada catatan dari Muslim awal sampai masa pemerintahan amir 'Ubaidillah bin Hab-hab(724), tetapi mungkin narasi ini berkaitan dengan tindakan pengenaan jizyah oleh Al-Asbagh bin 'Abdul-Aziz bin Marwan kepada seluruh pendeta dan biarawan di Mesir dan sensus pemuda ahluddzimmah yang dilakukan 'Abdullah ibn 'Abdul-Malik dengan mengumpulkan seluruh Nashrani di Mesir yang berusia dua puluh tahun ke bawah, sebagaimana sejarah Islam tradisional. Lalu pencatatan tanah yang dimaksud mungkin adalah kharaj (sewa tanah) yang diberlakukan pada awal 'Usamah bin Zaid bertugas sebagai gubernur (715-717). Keterangan ini juga terbukti dari sebuah papirus AP No. 1442 bertanggal 716/717 yang ditulis oleh seorang Koptik bernama Aphrodito (Kome Ishqau) yang menyerahkan pajak emas kepada gubernur 'Abdul-Malik bin Rifa'ah Al-Fahmi. Di antaranya adalah "pajak umum" (δημὀσια - demosia) dan "pajak luar biasa" (ὲκστραὀρδινα - ekstraordina), dimana sebelumnya adalah "pajak emas" (χρυσικὰ-δημὀσια - chrysika-demosia) dan "pajak jagung" (ὲμβολη - embole), dan ditambah "pajak tanah" (δημὀσια γης - demosia ges), "pajak perorangan" (διάγραφον - diagraphon), dan "pajak pemeliharaan" (δαπάνη - dapane). Keterangan ini lebih lengkap daripada ketentuan fiqh yang kita ketahui (yang hanya dikenai kharaj dan jizyah, ditambah fa'i bila merupakan rampasan perang). Tapi keterangan ini sudah hampir bersesuaian dengan sejarah Islam tradisional dan lebih mirip dengan ajaran Islam klasik, dimana perubahan pengenaan pajak dzimmi yang semakin mencekik seperti ini merupakan salah satu anjuran yang perlu dilakukan untuk menyempitkan kaum Yahudi dan Nashrani menurut berbagai hadits.
VISI SAMUEL-PISENTIUS
Menurut sejarah Koptik tradisional, ada 2 pendeta yang terkemuka yang pernah ditawan oleh pasukan Muslim saat menyerang Mesir pertama kali, sekitar tahun 641. Yaitu Samuel Omologitis (Samuel dari Qalamun) dan Pisentius dari Qift (Thebes). Tidak diketahui dengan pasti apakah mereka benar-benar pernah diculik, karena sejarah Islam tradisional tidak memuat nama mereka, dan kisah hidup mereka kebanyakan dirangkum pada abad ke-13. Namun, pada abad ke-9, sebuah karya apokaliptika Koptik yang dinisbatkan atas nama mereka berdua muncul. Seperti visi apokaliptik pada umumnya, visi mereka diarahkan pada kebangkitan Arab hingga Turki. Meskipun visi ini tidak terlalu spesial seperti visi-visi sebelumnya, namun visi ini bersesuaian dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi tahun 910-940 yang memungkinkan visi itu ditulis setelah tahun-tahun ini. Visi ini "menubuatkan" sbb: "Sebuah bangsa akan dibangunkan dari barat dan melawan raja Babel di Mesir untuk waktu yang singkat, raja yang lain akan muncul, dengan nama yang sama dengan nabi mereka, lalu orang-orang Turki akan bergerak dari timur dan berperang dalam waktu yang singkat. Setelah itu mereka akan berdamai dan makan dan minum di meja yang sama, dan orang Turki akan menjejakkan kakinya dari Acre ke Yaman". Visi ini sesuai dengan serangan Daulah Fathimiyyah dari Tunisia ke Mesir pada tahun 913-915 dan 919-921, perlawanan jenderal Ahmad ibn Kayghalagh (933-935) dan kebangkitan Ikhsyidiyyah di bawah kepemimpinan Muhammad bin Tughj (935-946) yang dipenjara di Syria dan Mesir.
APOKALIPTIKA PETRUS
Sebuah surat bertanggal 1219 dari Jacobus Vitriae kepada Paus Honorius III bahwa dia menemukan sebuah "kitab yang sangat kuno yang ditulis dalam bahasa Saracen" yang diperlihatkan oleh orang-orang Syria kepadanya dan yang memuat kalimat pembuka: "Wahyu Petrus oleh muridnya Clementus terikat dalam satu jilid". Kitab ini populer dinamai sebagai Apokaliptika Petrus, atau dalam bahasa Arab berjudul Kitabur-Ru'yati Bayatrus (Buku Penglihatan Petrus) yang merupakan naskah apocrypha yang populer disebut Book of Rolls. Gulungan ini memiliki 3 versi bahasa Yunani namun sudah tidak lengkap, lalu versi bahasa Ethiopia yang sudah punah tak tersisa, sementara yang lengkap ditemui dalam bahasa Koptik dan Arab yang kemudian diterjemahkan ke bahasa Latin. Kemungkinan, naskah ini ditulis sekitar tahun 750an dan dinisbatkan kepada Santo Petrus, salah satu murid Yesus. Dalam versi bahasa Arab, apokaliptika ini dibuka dengan kalimat: "Sebuah ringkasan sejarah Alkitabiah dari Penciptaan hingga kelahiran Maryam Al-'Adzra (Perawan Maria), tidak diragukan lagi Dia [Kristus] adalah keturunan Yehuda putra Yakub dan sukunya".
Kitab ini terdiri atas 90 bab yang terbagi menjadi dua jilid. Yang pertama dimulai seperti kronik sejarah yang merupakan formula doktrin Trinitarian dengan urutan: Trinitas Kudus, penciptaan alam semesta dan Adam, kejatuhan setan, para malaikat, Taman Firdaus, Patriarkh Abraham, kerajaan-kerajaan, para nabi, dan masa depan Kristen, mencakup "bidat sesat" yang diajarkan Syam'un Al-Majusi (Simon Magus) dan bencana-bencana alam. Di jilid kedua, Petrus merinci panjangnya hukum gerejawi, tugas dan peraturan yang harus diterapkan Clementus pada pelayan gereja.
Garis besar bagian apokaliptik tetap sama di bagian kedua, meskipun disampaikan agak panjang. Intinya, "empat binatang" dalam visi Daniel disebutkan agak berbeda, yaitu:
1. 12 raja singa/elang dari selatan berkuasa di utara.
2. 3 raja serigala/ular laut dari timur berkuasa di timur dan barat.
3. 3 raja macan merebut kekuasaan timur dan barat.
4. anak-anak raja singa mengambil alih timur dan barat.
Kemudian, raja selatan akan datang dan memerintah dalam damai, tetapi karena dia sombong, dia akan dibunuh oleh raja timur, yang kemudian berperang melawan raja barat, menghabisi Mesir, dan mendominasi seluruh dunia. Maka, Tuhan akan "berbelas kasih dan mengirimkan" singa singa yang akan muncul "seolah-olah terbangun dari tidurnya" dan menyelamatkan seluruh dunia. Pasukan singa-singa tsb akan berebut semua daerah dan dia akan memerintah dari timur ke barat. Dia akan pergi ke Yerusalem dan membangun kembali apa yang telah dihancurkan, dan semua orang beriman akan bersukacita. Damaskus akan dihancurkan, maka dia akan kembali ke ibukotanya kerajaan dan memerintah selama bertahun-tahun dalam pemenuhan perintah Allah. Tampaknya, bahan dasar dari apokaliptika ini berasal dari Pseudo-Ezra, dan deskripsi raja Yunani mirip sekali dengan Pseudo-Methodius.
Ulasan menarik tentang hal ini adalah jika dihitung dari tahun 750, maka kita bisa menebak raja-raja yang dimaksud dalam visi tsb. Pertama, 3 raja singa yang memerintah dari selatan adalah Muhammad sampai Sulaiman dengan alternatif urutan sbb (dengan asumsi urutan tsb disesuaikan dengan Opuscule Maronites dan Chronicon Ad Annum 724):
1. Muhammad.
2. Abu Bakar (atau 'Umar).
3. 'Umar (atau Utsman).
4. Utsman (atau 'Ali).
5. Mu'awiyyah bin Abu Sufyan.
6. Yazid bin Mu'awiyyah.
7. Mu'awiyyah bin Yazid.
8. Marwan bin Hakam.
9. 'Abdullah bin Zubair.
10. 'Abdul-Malik bin Marwan.
11. Walid bin 'Abdul-Malik.
12. Sulaiman bin 'Abdul-Malik.
Lalu, datanglah 3 raja serigala dari timur merebut barat dan berkuasa dari timur ke barat:
1. 'Umar bin 'Abdul-Aziz.
2. Yazid bin 'Abdul-Malik.
3. Hisyam bin 'Abdul-Malik.
Kemudian, 3 raja macan bangkit (minus Ibrahim bin Walid, karena dia memerintah hanya sebentar):
1. Walid bin Yazid.
2. Yazid bin Walid.
3. Marwan bin Muhammad.
Dan anak singa yang menjadi pembebas adalah Konstantinus V (741-775) sang penerus Leo Isaurian dimana dia berhasil merebut kembali wilayah-wilayah yang telah dikuasai 'Umayyah sejak lama dan memukul mundur Abbasiyyah yang baru berdiri dari Damaskus sampai ke Kufah. Kemenangannya di saat itu dianggap seperti "jawaban Tuhan" atas penderitaan kaum Kristen di bawah pemerintahan 'Umayyah. Asumsi urutan ini menjadi akurat, karena jika 'Ali, Mu'awiyyah bin Yazid, Marwan bin Hakam, dan 'Abdullah bin Zubair diabaikan (yang mana kedua kronik di atas juga tidak menulis mereka berempat), maka urutannya menjadi tidak lagi sesuai baik dengan 2 kronik di atas maupun dengan versi sejarah Islam tradisional. Dan jika urutan ini benar, maka tahun 750 itulah masyarakat benar-benar telah mengetahui berbagai riwayat hadits yang masih disampaikan secara oral. Namun, urutan alternatif ini tidak bersifat mutlak. Kita sudah membahas di awal bahwa selama berabad-abad orang-orang Yahudi dan Kristen meyakini bahwa Ismael juga sebagaimana Israel, memiliki 12 suku. Jadi, 12 raja-raja singa di atas mungkin saja hanya ditulis secara simbolis dan tidak mewakili para penguasa Arab seluruhnya.
>> Lanjut ke Bag. IV (bersambung...)
>> Kembali ke Bag. II
Diubah oleh tyrodinthor 22-10-2019 14:48
pakisal212 dan 4 lainnya memberi reputasi
5