- Beranda
- Stories from the Heart
My Little Panda [Not For Children]
...
TS
crystal.bright
My Little Panda [Not For Children]
Thread yang gue dan Franda buat kali ini, bakal menceritakan Franda dari sudut pandang gue sebagai seorang lelaki yang pernah mengejar-ngejar dia sampai akhirnya gue menjadi calon suaminya (tolong diaamiinkan yang ini gan
) Jadi kalau gue sempet gue yang buat partnya, kalau gue sibuk Franda yang bakal ngewakilin gue, sekertaris idaman banget emang.
Sebenernya gue belum pernah dan gak ada kepikiran bakal buat tulisan kayak gini. Tapi berhubung si Franda maksa, apalah daya gue ini yang gak bisa menolak keinginannya. Segala dibilang ini syarat kalau gue mau nikahin dia. Hmmm, tambah gak punya alasan gue mau nolak. Jadi mohon maaf ya kalau penyusunannya agak berantakkan kayak hidup gue sebelum ketemu Franda
Untuk jadwal update, gue gak janji tiap hari kayak threadnya Franda kemaren. Tapi selalu gue usahain kalo ada waktu. Gue juga gak mau ngebebanin Franda dengan adanya thread ini. Dan karena rencana gue nikahin Franda tinggal 9 bulanan lagi, otomatis gue sama Franda juga udah mulai sibuk tuh ngurus ini itu segala macemnya, mohon pengertiannya ya gan.
Okeee
Mungkin gue mau memperkenalkan diri dulu nih, tak kenal maka tak sayang. Tapi jangan sayang sama gue, cukup Franda aja yang sayang sama gue (aowkaowk)
Panggil aja gue Gavin, gue calon suaminnya Franda (gue ulang-ulang terus nih biar pada tau
), gue kenal Franda semenjak kkn bareng dan sekarang gue sama dia kerja di satu perusahaan yang sama.
Gue pikir keinginan gue buat sama Franda cuman bakal jadi angan-angan, secara keluarga gue adalah keluarga berada sementara keluarga Franda keluarga yang cukup. Iya, maksud gue keluarganya Franda itu kalau mau beli Range Rover cukup, mau beli rumah cukup, mau liburan juga cukup. Sementara keluarga gue, berada. Berada dibawah garis kemiskinan maksudnya, ( hahaha
)
Eh gak semenyedihkan itu juga sih tapi ya cukup terlihatlah perbandingannya.
Tapi ternyata penantian gue selama bertahun-tahun ini berbuah manis, impian gue udah di depan mata.
Daripada berlama-lama kita langsung aja mulai masuk ke part pertama ya gan, here we gooo
INDEX
1. Bertemu Panda
2. 2 Bulan Bersama Panda
Idul Adha 2019 (side story)
Idul Adha 2019 (side story) 2
3. Sisi Lain Panda
4. Kesedihan Panda
5. Senyum Panda
6. Tarian Panda
7. Kupu-Kupu Panda
8. Ulangtahun Panda
9. Last Day With Panda
10. First Time With Panda
11. Melamar Panda
PENUTUP
) Jadi kalau gue sempet gue yang buat partnya, kalau gue sibuk Franda yang bakal ngewakilin gue, sekertaris idaman banget emang.Sebenernya gue belum pernah dan gak ada kepikiran bakal buat tulisan kayak gini. Tapi berhubung si Franda maksa, apalah daya gue ini yang gak bisa menolak keinginannya. Segala dibilang ini syarat kalau gue mau nikahin dia. Hmmm, tambah gak punya alasan gue mau nolak. Jadi mohon maaf ya kalau penyusunannya agak berantakkan kayak hidup gue sebelum ketemu Franda

Untuk jadwal update, gue gak janji tiap hari kayak threadnya Franda kemaren. Tapi selalu gue usahain kalo ada waktu. Gue juga gak mau ngebebanin Franda dengan adanya thread ini. Dan karena rencana gue nikahin Franda tinggal 9 bulanan lagi, otomatis gue sama Franda juga udah mulai sibuk tuh ngurus ini itu segala macemnya, mohon pengertiannya ya gan.
Okeee
Mungkin gue mau memperkenalkan diri dulu nih, tak kenal maka tak sayang. Tapi jangan sayang sama gue, cukup Franda aja yang sayang sama gue (aowkaowk)
Panggil aja gue Gavin, gue calon suaminnya Franda (gue ulang-ulang terus nih biar pada tau
), gue kenal Franda semenjak kkn bareng dan sekarang gue sama dia kerja di satu perusahaan yang sama.Gue pikir keinginan gue buat sama Franda cuman bakal jadi angan-angan, secara keluarga gue adalah keluarga berada sementara keluarga Franda keluarga yang cukup. Iya, maksud gue keluarganya Franda itu kalau mau beli Range Rover cukup, mau beli rumah cukup, mau liburan juga cukup. Sementara keluarga gue, berada. Berada dibawah garis kemiskinan maksudnya, ( hahaha
)Eh gak semenyedihkan itu juga sih tapi ya cukup terlihatlah perbandingannya.
Tapi ternyata penantian gue selama bertahun-tahun ini berbuah manis, impian gue udah di depan mata.
Daripada berlama-lama kita langsung aja mulai masuk ke part pertama ya gan, here we gooo

INDEX
1. Bertemu Panda
2. 2 Bulan Bersama Panda
Idul Adha 2019 (side story)
Idul Adha 2019 (side story) 2
3. Sisi Lain Panda
4. Kesedihan Panda
5. Senyum Panda
6. Tarian Panda
7. Kupu-Kupu Panda
8. Ulangtahun Panda
9. Last Day With Panda
10. First Time With Panda
11. Melamar Panda
PENUTUP
Diubah oleh crystal.bright 11-09-2019 15:14
evywahyuni dan 40 lainnya memberi reputasi
37
35.7K
322
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
crystal.bright
#86
First time With Panda
Setelah kemarin lusa kami sampai, hari ini kami melanjutkan perjalanan liburan kami ke Singapura. Seperti yang sudah gue katakan di part sebelumnya, kali ini gue gak hanya berdua dengan Franda tapi juga ada Cyra dan Reza (pacar Cyra). Segala keperluan sudah disiapkan Cyra dan Reza sehingga kami hanya tinggal berangkat waktu itu. Dari kota kami, pesawat menuju ke jakarta untuk transit di sana dan kami sempat delay sekitar satu jam sehingga kami memutuskan untuk beristirahat sejenak di salah satu café yang ada di sana
“kak nanti kamarnya gue sama Reza, lo sama Kak Gavin ya ?”, kata Cyra yang duduk di depan Franda
“Oke”, jawab Franda sambil menikmati green tea lattenya
“loh kenapa kalian gak bedua aja ?”, tanya gue bingung
“iihh Kak Gavin gak ngerti banget di kasih kesempatan juga biar bisa deket gitu sama Kak Franda”, jawab Cyra sambil tersenyum memperlihatkan barisan giginya yang putih dan berbehel
“uhuk uhuk uhuk”, tiba-tiba Franda tersedak minumannya. Lalu matanya dibulatkan kearah Cyra
…………………………..
Akhirnya kami tiba pukul 13.00 waktu Singapura. Sesampainya di Bandara Internasional Cangi kami langsung menuju ke terminal 2 dimana terdapat MRT untuk menuju hotel. Hotel kami terletak di Little India, dekat dari MRT Lavender. Seperti yang sudah di jelaskan Cyra sebelumnya, kamar gue bareng sama Franda, sementara Cyra bersama Reza
“ntar sore mau kemana ?”, tanya gue sambil memperhatikan pemandangan kota Singapura
“emmm Merlion Park gimana ?”, jawab Franda sambil berdiri di samping gue
“boleh, lo udah pernah kesini fran sebelumnya ?, tanya gue lagi
Namun tidak ada jawaban, Franda hanya tersenyum lalu membalikkan badannya, membuka koper untuk mengambil baju ganti dan pergi ke kamar mandi
………………………………
Sore harinya kami berempat menuju ke Merlion Park, dari sini kami dapat melihat The Esplanade
“eh eh eh, ayo ayo foto bareng”, kata Cyra
“eh eh eh bang jono, kenapa kau tak pulang-pulang, pamitnya pergi cari uang tapi kini malah menghilang”, gue refleks menyanyi saat itu
“hahaha, apaan sih Kak Gavin”, kata Cyra sambil mendorong gue sampai hampir jatuh
Setelah puas berfoto dan bersantai kami beristirahat di salah satu café yang berada didekat sana, kami mandapat meja dengan pemandangan menghadap Marina Bay saat itu
“hmmm, akhirnya kesini lagi ya kak ?”, kata Cyra memulai percakapan
“Kalian sering kesini ?”, tanya Reza
“dulu, lagian Kak Franda pernah sekolah disini juga”, jawab Cyra
“lo pernah sekolah di sini fran ?”, tanya gue
“iya, sebentar”, jawab Franda
“kok sebentar kak ?”, tanya Reza
“kalau lama-lama ntar Cyra kangen”, jawab Franda lagi sambil tersenyum
“nah lo juga sekolah di sini ?”, tanya gue ke Cyra
“gak, hehehe. Sebelum kakek meninggalkan sering berobat kesini, jadi gue ikut kak”, jawab Cyra
“kok Franda gak pernah cerita ke gue ya ?”, batin gue saat itu
“vin ?”, Franda melambai-lambaikan tangannya didepan wajah gue
“eh iya fran kenapa ?”, kata gue sedikit kaget
“jangan bengong ntar kesambet setan sini lo”, kata Franda sambil mengaduk honey lemonnya
“gak kok fran”, jawab gue sambil tersenyum
Tidak lama kami sudah sibuk dengan hidangan masing-masing,
“Cyra lo kok makan Chicken salad ?”, tanya gue
“emang kenapa kak ?”, jawab Cyra sambil masih menikmati makanannya
“Lo tau gak ? itu dibuat dari ayam mati”, kata gue dengan wajah serius
“ha ? seriusan kak ?”, kata Cyra sambil meletakkan peralatan makannya, dan menunjukkan wajah terkejutnya
“sembarangan lo vin”, kat Franda sambil mencubit lengan gue
“lah ? ye bener dong Kak Gavin bilang dibuat dari ayam mati, kalau ayamnya hidup habis dong sayurnya dimakan ayam, hahaha”, jawab Reza sambil tertawa
“nah benerkan apa kata gue ?”, tanya gue ambil melirik ke Cyra dan Franda
“ah Kak Gavin bikin gue kaget aja”, jawab Cyra
“tau nih dasar lo vin”, jawab Franda dengan sedikit memukul gue dan bibirnya sedikit manyun, dan menggembungkan pipinya
“haha, kalian pikir apaan ?”, tanya gue sambil menepuk lembut pipi Franda
“gue pikir ayam tiren hahahaha”, Franda tertawa lalu diikuti Cyra juga tertawa dan kami semua tertawa
Setelah itu kami mencari beberapa souvenir di kawasan China Town, dan kembali ke hotel untuk beristirahat
………………………
“morning my cutie pie”, kata gue membangunkan Franda yang masih terlelap di samping gue dengan memeluk sebelah tangan gue
“morning vin”, jawab Franda sambil menyentuh pipi gue
“siap-siap yuk”, ajak gue
Franda hanya mengangguk, sambil tersenyum lalu masuk ke kamar mandi
Sementara Franda mandi gue menyedu mie dalam cup yang sudah kami bawa. Lalu gantian gue yang mandi dan kami sarapan bersama.
Ketika kami bertemu di lobby hotel, Franda dan Cyra memakai pakaian serupa, rok celana (celana pendek, tapi ada rok di depannya ?) dengan motif tartan, gue jadi berasa ngajak jalan anak sekolahan, aowkaowk
Hari ini rencana kami akan ke Sentosa Island tapi. Bukan hanya sekedar ke USS, tapi kami juga akan mencoba Bungy Jump. Yeay !! Bungy jump yang akan kami coba berada di Siloso Beach, jadi setelah sampai di Waterfront Station, kami melanjutkan naik Sentosa Express
Gue bener-bener ngerasa adrenalin gue diuji, ketika harus melompat dari ketinggian 47 meter di atas tanah
"Kalau Kak Gavin takut gak usah aja", kata Cyra meledek
"Pasti beranilah, ya kan vin ? Demi buktiin cinta lo ke gue", kata Franda
"Ya jelas dong fran, gini doang sih kecil", kata gue sambil menjentikkan jari padahal dari ujung rambut sampai ujung kaki gemeter semua
Setelah bersiap, seorang instruktur mulai menghitung mundur, lalu mendorong gue kebelakang
“oh gini rasanya orang kalau loncat dari atas gedung”, batin gue saat tu
Rasanya ? Nyawa gue kaya mau ikut kelepas. Serem, tapi seru juga sih aowkaowk
Setelah puas bermain ada yang bisa menebak Franda membawa kami kemana ? Kami dibawa ke perpustakaan
Kami menuju Orchard Road dengan menggunakan bus. Lalu kami ke Library @ Orchard yang berada di samping mall 313 somerset
Sedang asyik-asyiknya gue mencari buku lain untuk dibaca, tiba-tiba Franda mendatangi gue dengan sedikit berlari
"Vin", katanya dengan senyum mengembang
"Kenapa fran ?", tanya gue bingung
"Ini, kita baca bareng yuk", katanya sambil menunjukan sebuah buku cerita, kisah original Cinderella
"Sini, gue bacain lo dengerin aja ya ?", kata gue mengambil buku itu dari tangan Franda, dia menganggukkan kepalanya lalu menarik gue ke kursi di dekat situ
Gue membaca dengan suara pelan, takut mengganggu pembaca lain. Walaupun tempat kami duduk hanya ada kami berdua
kalau sampai ditegur gara-gara ributkan bikin malu
"Gue mau jadi Cinderella vin", kata Franda setelah gue selesai membaca buku tersebut
"Kalau gitu, guelah pangeran lo", kata gue menimpali
"Pangeran ? Pangeran apa ?", kata Franda sambil memperhatikan wajah gue
"Pengeran Gavin, pangeran yang akan membebaskan lo dari segala kesedihan, dan gue akan membawa lo untuk hidup bahagia hingga akhir usia", kata gue
"Thanks vin", kata Franda sambil memeluk gue erat
Setelah dari perpustakaan umum, kami berkeliling beberapa mall untuk berbelaja. Sepulangnya dari sana gue sama Franda mampir sebentar di Rotor Hobby Enterprises Pte Ltd untuk membeli beberapa keperluan RC gue
..................
"Hmmm capek ya vin tapi gue seneng hehe", kata Franda keluar dari kamar mandi dengan jubah mandinya, rambutnya setengah kering setelah dihairdryer
"Gak ah fran biasa aja, kalau sama lo mana ada capeknya", kata gue sambil berbaring diatas ranjang dan menonton TV, gue udah mandi duluan sebelum Franda
"Vin pasangin dong", kata Franda menunjuk pengait bra di punggungnya, entah kapan dia melepaskan jubah mandinya. Kini dia hanya menggunakan g-string dengan bra yang belum terkait
"Ah gak bisa gue, udah sanaan gue mau nonton nih", kata gue sambil melempar bantal ke arah Franda, bukannya makin menjauh dia malah makin mendekatkan dirinya ke gue
"Pasangin dong vin", pintanya lagi
"Gak bisa fraaaan, gue gak pernah pake gituan", kata gue
"Hahaha, ah lo mah vin gak seru", katanya sambil berdiri dan mengaitkan branya sendiri
Entah kenapa gue merasa tertantang saat itu, gue menghampiri Franda, menariknya kearah ranjang, menjatuhkannya, dan berlutut diatasnya dengan menggenggam kedua pergelangan tangan Franda di samping kepalanya
Wajah kami sangat dekat, hingga gue bisa merasakan hembusan nafasnya dan wangi parfum di lehernya
Franda yang terkejut hanya bisa terdiam. Matanya menatap gue dengan pandangan tak percaya. Gue semakin mendekatkan wajah kami, Franda memejamkan matanya
"Jangan macem-macem sama gue, gimana rasanya diginiin ? Hahaha", kata gue berbisik di telinga Franda, dan menarik tubuh gue kembali
Tapi sepertinya yang gue lakuin adalah sebuah kesalahan
Franda menarik kaos gue, hingga gue menindis badannya. Kedua tangannya menyentuh bagian pipi dan rahang gue. Sentuhannya menimbulkan perasaan tidak biasa, aliran darah dan jantung gue seolah-olah dipercepat saat itu
Bibir lembut Franda mulai menyentuh bibir gue, membuat gue tenggelam ketika menikmatinya. Tangan Franda mengarahkan tangan gue kearah dadanya, gue melepaskan ciuman dan menatap mata Franda
"Sekarang sudah waktunya", kata Franda malam itu sambil tersenyum tipis
Franda membalikkan keadaan, posisinya sekarang dia di atas gue sambil melepas underware, dan pakaian gue. Semua sentuhannya begitu halus malam itu, namun mampu mengunci pikiran dan mulut gue
Kini gue dapat melihat jelas seluruh tubuh Franda yang setiap lekuknya begitu mempesona. Selain putih ternyata ada bagian lain yang terlihat seperti pipinya ketika tersipu malu atau ketika tersanjung, saat pipinya merona. Tangan gue diarahkan kembali untuk menyentuhnya, gue merasakan kulitnya yang lembut namun kencang
"Aaaaahhhhh", desah Franda saat gue mulai memainkan bagian dadanya dengan mulut gue, suara yang belum pernah gue dengar secara langsung sebelumnya, suara yang membuat gue tambah menggila malam itu
Dan untuk pertama kalinya barang pusaka gue akan mengerjakan tugas istimewanya. Tapi ternyata tidak segampang yang gue kira. Franda bangun dan memberikan sedikit air liurnya, lalu kembali mengarahkan ke arah lubang kenikmatan miliknya. Dengan sedikit penekanan akhirnya gue bisa merasakan sesuatu yang kesat, dan masih erat mencengkram barang pusaka gue.
Franda mulai menaik turunkan pinggangnya, gue merasakan sensasi yang begitu luar biasa saat itu. Kami memainkan beberapa sesi waktu itu
Dengan peluh yang mengalir, Franda berbaring di atas dada gue, dan dalam dekapan gue
"Maafin gue ya fran, harusnya gue jagain lo", kata gue sambil mengelus rambutnya dan mencium kepalanya
"It's okey Gavin", katanya sambil tersenyum dan mengecup bibir gue
Lama kami saling berpelukkan bertukar peluh dan suhu tubuh, sebelum akhirnya membersihkan diri
"Fran, gue janji bakal jagain lo lebih dari sebelumnya", kata gue
"Iya vin gue percaya", kata Franda dari atas dada gue, dan gue baru tau setiap habis melakukan olahraga yang menyenangkan ini Franda akan menjadi sangat manja
"Gue sayang sama lo fran", kata gue sambil mengeratkan dekapan gue
"Gue juga vin", kata Franda membalas dekapan gue
"Fran, kok bisa kenceng ?", kata gue mengeluarkan pertanyaan untuk mengeluarkan gue dari perasaan melow.
Jujur saat itu gue ngerasa bersalah sama Franda, walaupun ada rasa seneng, tapi juga ada rasa sedih yang mendominasi setelahnya
"Yang mana nih ? Atas apa bawah ?", tanyanya
"Dua-duanya deh", jawab gue
"Ya bisa dong, kan gue pinter ngerawat diri vin, hehe", kata Franda sambil tersenyum kecil. Tapi itu bener, semua tubuhnya terawat dengan baik. Gue berani bilang per***n juga lewat kalau sama calon istri gue ini
Malam ini Franda tidur diatas dada gue sampai ke esokkan harinya
"Fran, mandi yuk", kata gue membangunkannya
"Gendong", katanya sambil melingkarkan tangannya ke leher gue
Lalu kami mandi bersama di dalam satu bath up. Hanya mandi loh ya
Pagi itu kami sekalian check out dari hotel
Setelah berkeliling di beberapa tempat, kami mengunjungi Gardens By The Bay.
Franda dan Cyra langsung berlarian seperti kupu-kupu yang menemukan ladang bunga mereka. Gue dan Reza mengikuti mereka karna takut tersesat
.......................
Kini waktunya kami untuk kembali ke kota kami. Terimakasih Singapura, walaupun hanya beberapa hari gue dapat pengalaman berharga yang begitu membekas di kehidupan gue
memahamimu, itu suatu hal yang sulit dan rumit, namun aku akan mencoba walau harus terbelit.
memang belum banyak hal yang kumengerti darimu, namun tak apa, untukmu, ada sabar yang selalu kuluaskan.
aku sudah mulai khatam bagaimana harus bersikap saat menghadapi amarahmu, memeluk sedihmu, juga mengabaikan setiap kali perkataanmu yang menyakiti perasaan.
mungkin akan ada amarah, tetapi setiap kali aku mengingat, untukmu aku punya sayang yang terus menguat.
lebih baik aku menghadapi amarahmu,
cemburumu, atau sikap kekanakanmu, daripada aku harus melewati hari yang tanpa kamu.
kehilanganmu, itu hukuman terberatku.
sesekali, aku ingin merasakan menjadi kamu yang tenang, meski di kepalamu, banyak riuh yang mengganggu.
kamu yang sabar, meski seringkali aku membuatmu kesal.
asal kamu tahu, tidak mengganggumu itu lebih dari cuaca buruk, dan tidak
disayangimu, entah apa aku harus menamainya, yang pasti aku benci apa pun yang tanpa kamu.
dari banyak aku menulis, harus kamu tahu satu hal, hanya denganmu aku ingin dipersatukan.
teruslah menghebat, yang akan tetap mencintaiku dengan syarat.
-bl-
“kak nanti kamarnya gue sama Reza, lo sama Kak Gavin ya ?”, kata Cyra yang duduk di depan Franda
“Oke”, jawab Franda sambil menikmati green tea lattenya
“loh kenapa kalian gak bedua aja ?”, tanya gue bingung
“iihh Kak Gavin gak ngerti banget di kasih kesempatan juga biar bisa deket gitu sama Kak Franda”, jawab Cyra sambil tersenyum memperlihatkan barisan giginya yang putih dan berbehel
“uhuk uhuk uhuk”, tiba-tiba Franda tersedak minumannya. Lalu matanya dibulatkan kearah Cyra
…………………………..
Akhirnya kami tiba pukul 13.00 waktu Singapura. Sesampainya di Bandara Internasional Cangi kami langsung menuju ke terminal 2 dimana terdapat MRT untuk menuju hotel. Hotel kami terletak di Little India, dekat dari MRT Lavender. Seperti yang sudah di jelaskan Cyra sebelumnya, kamar gue bareng sama Franda, sementara Cyra bersama Reza
“ntar sore mau kemana ?”, tanya gue sambil memperhatikan pemandangan kota Singapura
“emmm Merlion Park gimana ?”, jawab Franda sambil berdiri di samping gue
“boleh, lo udah pernah kesini fran sebelumnya ?, tanya gue lagi
Namun tidak ada jawaban, Franda hanya tersenyum lalu membalikkan badannya, membuka koper untuk mengambil baju ganti dan pergi ke kamar mandi
………………………………
Sore harinya kami berempat menuju ke Merlion Park, dari sini kami dapat melihat The Esplanade
“eh eh eh, ayo ayo foto bareng”, kata Cyra
“eh eh eh bang jono, kenapa kau tak pulang-pulang, pamitnya pergi cari uang tapi kini malah menghilang”, gue refleks menyanyi saat itu
“hahaha, apaan sih Kak Gavin”, kata Cyra sambil mendorong gue sampai hampir jatuh
Setelah puas berfoto dan bersantai kami beristirahat di salah satu café yang berada didekat sana, kami mandapat meja dengan pemandangan menghadap Marina Bay saat itu
“hmmm, akhirnya kesini lagi ya kak ?”, kata Cyra memulai percakapan
“Kalian sering kesini ?”, tanya Reza
“dulu, lagian Kak Franda pernah sekolah disini juga”, jawab Cyra
“lo pernah sekolah di sini fran ?”, tanya gue
“iya, sebentar”, jawab Franda
“kok sebentar kak ?”, tanya Reza
“kalau lama-lama ntar Cyra kangen”, jawab Franda lagi sambil tersenyum
“nah lo juga sekolah di sini ?”, tanya gue ke Cyra
“gak, hehehe. Sebelum kakek meninggalkan sering berobat kesini, jadi gue ikut kak”, jawab Cyra
“kok Franda gak pernah cerita ke gue ya ?”, batin gue saat itu
“vin ?”, Franda melambai-lambaikan tangannya didepan wajah gue
“eh iya fran kenapa ?”, kata gue sedikit kaget
“jangan bengong ntar kesambet setan sini lo”, kata Franda sambil mengaduk honey lemonnya
“gak kok fran”, jawab gue sambil tersenyum
Tidak lama kami sudah sibuk dengan hidangan masing-masing,
“Cyra lo kok makan Chicken salad ?”, tanya gue
“emang kenapa kak ?”, jawab Cyra sambil masih menikmati makanannya
“Lo tau gak ? itu dibuat dari ayam mati”, kata gue dengan wajah serius
“ha ? seriusan kak ?”, kata Cyra sambil meletakkan peralatan makannya, dan menunjukkan wajah terkejutnya
“sembarangan lo vin”, kat Franda sambil mencubit lengan gue
“lah ? ye bener dong Kak Gavin bilang dibuat dari ayam mati, kalau ayamnya hidup habis dong sayurnya dimakan ayam, hahaha”, jawab Reza sambil tertawa
“nah benerkan apa kata gue ?”, tanya gue ambil melirik ke Cyra dan Franda
“ah Kak Gavin bikin gue kaget aja”, jawab Cyra
“tau nih dasar lo vin”, jawab Franda dengan sedikit memukul gue dan bibirnya sedikit manyun, dan menggembungkan pipinya
“haha, kalian pikir apaan ?”, tanya gue sambil menepuk lembut pipi Franda
“gue pikir ayam tiren hahahaha”, Franda tertawa lalu diikuti Cyra juga tertawa dan kami semua tertawa

Setelah itu kami mencari beberapa souvenir di kawasan China Town, dan kembali ke hotel untuk beristirahat
………………………
“morning my cutie pie”, kata gue membangunkan Franda yang masih terlelap di samping gue dengan memeluk sebelah tangan gue
“morning vin”, jawab Franda sambil menyentuh pipi gue
“siap-siap yuk”, ajak gue
Franda hanya mengangguk, sambil tersenyum lalu masuk ke kamar mandi
Sementara Franda mandi gue menyedu mie dalam cup yang sudah kami bawa. Lalu gantian gue yang mandi dan kami sarapan bersama.
Ketika kami bertemu di lobby hotel, Franda dan Cyra memakai pakaian serupa, rok celana (celana pendek, tapi ada rok di depannya ?) dengan motif tartan, gue jadi berasa ngajak jalan anak sekolahan, aowkaowk
Spoiler for "rok celana":
Hari ini rencana kami akan ke Sentosa Island tapi. Bukan hanya sekedar ke USS, tapi kami juga akan mencoba Bungy Jump. Yeay !! Bungy jump yang akan kami coba berada di Siloso Beach, jadi setelah sampai di Waterfront Station, kami melanjutkan naik Sentosa Express
Gue bener-bener ngerasa adrenalin gue diuji, ketika harus melompat dari ketinggian 47 meter di atas tanah

"Kalau Kak Gavin takut gak usah aja", kata Cyra meledek
"Pasti beranilah, ya kan vin ? Demi buktiin cinta lo ke gue", kata Franda
"Ya jelas dong fran, gini doang sih kecil", kata gue sambil menjentikkan jari padahal dari ujung rambut sampai ujung kaki gemeter semua
Setelah bersiap, seorang instruktur mulai menghitung mundur, lalu mendorong gue kebelakang
“oh gini rasanya orang kalau loncat dari atas gedung”, batin gue saat tu
Rasanya ? Nyawa gue kaya mau ikut kelepas. Serem, tapi seru juga sih aowkaowk
Setelah puas bermain ada yang bisa menebak Franda membawa kami kemana ? Kami dibawa ke perpustakaan
Kami menuju Orchard Road dengan menggunakan bus. Lalu kami ke Library @ Orchard yang berada di samping mall 313 somerset
Sedang asyik-asyiknya gue mencari buku lain untuk dibaca, tiba-tiba Franda mendatangi gue dengan sedikit berlari
"Vin", katanya dengan senyum mengembang
"Kenapa fran ?", tanya gue bingung
"Ini, kita baca bareng yuk", katanya sambil menunjukan sebuah buku cerita, kisah original Cinderella
"Sini, gue bacain lo dengerin aja ya ?", kata gue mengambil buku itu dari tangan Franda, dia menganggukkan kepalanya lalu menarik gue ke kursi di dekat situ
Gue membaca dengan suara pelan, takut mengganggu pembaca lain. Walaupun tempat kami duduk hanya ada kami berdua
kalau sampai ditegur gara-gara ributkan bikin malu"Gue mau jadi Cinderella vin", kata Franda setelah gue selesai membaca buku tersebut
"Kalau gitu, guelah pangeran lo", kata gue menimpali
"Pangeran ? Pangeran apa ?", kata Franda sambil memperhatikan wajah gue
"Pengeran Gavin, pangeran yang akan membebaskan lo dari segala kesedihan, dan gue akan membawa lo untuk hidup bahagia hingga akhir usia", kata gue
"Thanks vin", kata Franda sambil memeluk gue erat
Setelah dari perpustakaan umum, kami berkeliling beberapa mall untuk berbelaja. Sepulangnya dari sana gue sama Franda mampir sebentar di Rotor Hobby Enterprises Pte Ltd untuk membeli beberapa keperluan RC gue
..................
"Hmmm capek ya vin tapi gue seneng hehe", kata Franda keluar dari kamar mandi dengan jubah mandinya, rambutnya setengah kering setelah dihairdryer
"Gak ah fran biasa aja, kalau sama lo mana ada capeknya", kata gue sambil berbaring diatas ranjang dan menonton TV, gue udah mandi duluan sebelum Franda
"Vin pasangin dong", kata Franda menunjuk pengait bra di punggungnya, entah kapan dia melepaskan jubah mandinya. Kini dia hanya menggunakan g-string dengan bra yang belum terkait
"Ah gak bisa gue, udah sanaan gue mau nonton nih", kata gue sambil melempar bantal ke arah Franda, bukannya makin menjauh dia malah makin mendekatkan dirinya ke gue
"Pasangin dong vin", pintanya lagi
"Gak bisa fraaaan, gue gak pernah pake gituan", kata gue
"Hahaha, ah lo mah vin gak seru", katanya sambil berdiri dan mengaitkan branya sendiri
Entah kenapa gue merasa tertantang saat itu, gue menghampiri Franda, menariknya kearah ranjang, menjatuhkannya, dan berlutut diatasnya dengan menggenggam kedua pergelangan tangan Franda di samping kepalanya
Wajah kami sangat dekat, hingga gue bisa merasakan hembusan nafasnya dan wangi parfum di lehernya
Franda yang terkejut hanya bisa terdiam. Matanya menatap gue dengan pandangan tak percaya. Gue semakin mendekatkan wajah kami, Franda memejamkan matanya
"Jangan macem-macem sama gue, gimana rasanya diginiin ? Hahaha", kata gue berbisik di telinga Franda, dan menarik tubuh gue kembali
Tapi sepertinya yang gue lakuin adalah sebuah kesalahan
Franda menarik kaos gue, hingga gue menindis badannya. Kedua tangannya menyentuh bagian pipi dan rahang gue. Sentuhannya menimbulkan perasaan tidak biasa, aliran darah dan jantung gue seolah-olah dipercepat saat itu
Bibir lembut Franda mulai menyentuh bibir gue, membuat gue tenggelam ketika menikmatinya. Tangan Franda mengarahkan tangan gue kearah dadanya, gue melepaskan ciuman dan menatap mata Franda
"Sekarang sudah waktunya", kata Franda malam itu sambil tersenyum tipis
Franda membalikkan keadaan, posisinya sekarang dia di atas gue sambil melepas underware, dan pakaian gue. Semua sentuhannya begitu halus malam itu, namun mampu mengunci pikiran dan mulut gue
Kini gue dapat melihat jelas seluruh tubuh Franda yang setiap lekuknya begitu mempesona. Selain putih ternyata ada bagian lain yang terlihat seperti pipinya ketika tersipu malu atau ketika tersanjung, saat pipinya merona. Tangan gue diarahkan kembali untuk menyentuhnya, gue merasakan kulitnya yang lembut namun kencang
"Aaaaahhhhh", desah Franda saat gue mulai memainkan bagian dadanya dengan mulut gue, suara yang belum pernah gue dengar secara langsung sebelumnya, suara yang membuat gue tambah menggila malam itu
Dan untuk pertama kalinya barang pusaka gue akan mengerjakan tugas istimewanya. Tapi ternyata tidak segampang yang gue kira. Franda bangun dan memberikan sedikit air liurnya, lalu kembali mengarahkan ke arah lubang kenikmatan miliknya. Dengan sedikit penekanan akhirnya gue bisa merasakan sesuatu yang kesat, dan masih erat mencengkram barang pusaka gue.
Franda mulai menaik turunkan pinggangnya, gue merasakan sensasi yang begitu luar biasa saat itu. Kami memainkan beberapa sesi waktu itu
Dengan peluh yang mengalir, Franda berbaring di atas dada gue, dan dalam dekapan gue
"Maafin gue ya fran, harusnya gue jagain lo", kata gue sambil mengelus rambutnya dan mencium kepalanya
"It's okey Gavin", katanya sambil tersenyum dan mengecup bibir gue
Lama kami saling berpelukkan bertukar peluh dan suhu tubuh, sebelum akhirnya membersihkan diri
"Fran, gue janji bakal jagain lo lebih dari sebelumnya", kata gue
"Iya vin gue percaya", kata Franda dari atas dada gue, dan gue baru tau setiap habis melakukan olahraga yang menyenangkan ini Franda akan menjadi sangat manja
"Gue sayang sama lo fran", kata gue sambil mengeratkan dekapan gue
"Gue juga vin", kata Franda membalas dekapan gue
"Fran, kok bisa kenceng ?", kata gue mengeluarkan pertanyaan untuk mengeluarkan gue dari perasaan melow.
Jujur saat itu gue ngerasa bersalah sama Franda, walaupun ada rasa seneng, tapi juga ada rasa sedih yang mendominasi setelahnya
"Yang mana nih ? Atas apa bawah ?", tanyanya
"Dua-duanya deh", jawab gue
"Ya bisa dong, kan gue pinter ngerawat diri vin, hehe", kata Franda sambil tersenyum kecil. Tapi itu bener, semua tubuhnya terawat dengan baik. Gue berani bilang per***n juga lewat kalau sama calon istri gue ini
Malam ini Franda tidur diatas dada gue sampai ke esokkan harinya
"Fran, mandi yuk", kata gue membangunkannya
"Gendong", katanya sambil melingkarkan tangannya ke leher gue
Lalu kami mandi bersama di dalam satu bath up. Hanya mandi loh ya

Pagi itu kami sekalian check out dari hotel
Setelah berkeliling di beberapa tempat, kami mengunjungi Gardens By The Bay.
Franda dan Cyra langsung berlarian seperti kupu-kupu yang menemukan ladang bunga mereka. Gue dan Reza mengikuti mereka karna takut tersesat

.......................
Kini waktunya kami untuk kembali ke kota kami. Terimakasih Singapura, walaupun hanya beberapa hari gue dapat pengalaman berharga yang begitu membekas di kehidupan gue
memahamimu, itu suatu hal yang sulit dan rumit, namun aku akan mencoba walau harus terbelit.
memang belum banyak hal yang kumengerti darimu, namun tak apa, untukmu, ada sabar yang selalu kuluaskan.
aku sudah mulai khatam bagaimana harus bersikap saat menghadapi amarahmu, memeluk sedihmu, juga mengabaikan setiap kali perkataanmu yang menyakiti perasaan.
mungkin akan ada amarah, tetapi setiap kali aku mengingat, untukmu aku punya sayang yang terus menguat.
lebih baik aku menghadapi amarahmu,
cemburumu, atau sikap kekanakanmu, daripada aku harus melewati hari yang tanpa kamu.
kehilanganmu, itu hukuman terberatku.
sesekali, aku ingin merasakan menjadi kamu yang tenang, meski di kepalamu, banyak riuh yang mengganggu.
kamu yang sabar, meski seringkali aku membuatmu kesal.
asal kamu tahu, tidak mengganggumu itu lebih dari cuaca buruk, dan tidak
disayangimu, entah apa aku harus menamainya, yang pasti aku benci apa pun yang tanpa kamu.
dari banyak aku menulis, harus kamu tahu satu hal, hanya denganmu aku ingin dipersatukan.
teruslah menghebat, yang akan tetap mencintaiku dengan syarat.
-bl-
Diubah oleh crystal.bright 02-09-2019 15:01
lengzhaiii dan 13 lainnya memberi reputasi
14
Tutup