- Beranda
- Stories from the Heart
I Love You Mr. India
...
TS
ajenggputriii
I Love You Mr. India
Namaku Mayra Sekarang aku sedang berkuliah di salah satu kampus negeri di kotaku, jurusan Seni Tari
Yaa.. aku seorang penari
Darah seni memang mengalir dalam tubuhku dari mamah yang dulu juga seorang penari tradisional.
Aku sangat mencintai semua yang berbau seni, tapi yang paling aku suka ya itu Tari. Entah itu tari tradisional ataupun modern.
Selain kuliah aku juga aktif di sanggar seni tari. Dan menjadi salah satu pengajar disana. Jadi waktuku sehari-hari aku habiskan di kampus atau sanggar.
Sekilas tentang aku
Kulitku sawo matang, tidak tinggi tidak pendek yaa standarnya cewek lah hehe, rambut ku panjang sepunggung tp lebih sering aku gulung sih, agak tomboy, gak suka pakai rok,gak suka bunga, gak suka belanja, gak suka dandan terkecuali kalau sedang manggung atau pentas aku berubah 180° hehe
Maaf kan yang bahasanya acak adul ya gan
.. masih newbie nih hehe
Semoga suka

Dan kalau berkenan mau dong
sama 
Biar makin semangat update nya

Oya ini cerita fiksi ya gan..
Indeks
1(Pengumuman)
2(Gelisah)
3(Latihan)
4(Surprise)
5(Firasat)
6(Bali)
7(Pertemuan Pertama)
8(Hari I Karantina)
9(Hari II Karantina)
10(Hari III Karantina Kabar Buruk)
11(Kepergianmu)
12(Reyhan)
13(Move On)
14(Cemburu)
15(Penjelasan)
16(Jalan Berdua)
17(Awal Yang Baru)
18(Kedatanganmu)
19(Peringatan)
20(Psycopat Wanita)
21(Sayang)
22(Minta Izin)
23(Main Tumse...)
24(Nembak)
25(Rencana)
26(Sadar)
27(Tugas Akhir)
28(Risky)
Diubah oleh ajenggputriii 31-08-2017 11:47
anasabila memberi reputasi
1
19.9K
185
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33.1KThread•55KAnggota
Tampilkan semua post
TS
ajenggputriii
#155
25. Rencana
Saat tiba dirumah ternyata Nindy sudah ada di rumah.
“duh ditungguin eh malah asyik pacaran” sindir Nindy sambil melirikku saat memasuki rumah bersama dengan Reyhan.
“apa sih bawel lu” kataku lalu duduk disebelah Nindy.
Semua ada diruang tengah kecuali papah,mungkin lagi dikamar.
Mas Raga dan Risky sedang asyik ngobrol sendiri dan Reyhan ikut nimbrung ke mereka.
“ada kabar penting nih May” kata Nindy lalu mengubah duduknya jadi menghadapku.
“apaan?” tanyaku
“Ternyata Dimas suka sama kamu May” kata Nindy dengan gaya hebohnya
Aku menyunggingkan bibirku ke Nindy
Bugg!!
“yee uda tau kali” sahut Risky yang sebelumnya sukses melempar Nindy dengan bantal dan mendarat persis dimukanya
Plakk!!
Nindy memukul lengan Risky keras dan Risky meringis kesakitan. Nindy malah menatap Risky tajam seakan-akan mengancam Risky akan membunuhnya kalau macam-macam lagi haha oke tom and jerry beraksi kembali.
“hah?kok bisa tahu?” Tanya Nindy menatapku lagi
Aku menganggukkan kepalaku
“tadi dia nembak aku Nin” kataku
Nindy melongo lalu menatapku,Risky,Reyhan dan Mas Raga bergantian
“Gila tuh anak!! Bener Gila!!” seru Nindy beranjak berdiri sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya , kayak orang yang lagi frustasi gitu tahu kan?
“why? Kenapa memangnya?” Tanya Reyhan menatap Nindy serius
Aku dan Risky saling pandang.
“itu anak barusan jadian sama Rasti temen sekelasnya Kibul, dan kalian tahu apa yang barusan aku dengar?” jawab Nindy lalu malah balik Tanya lagi.
Kami serempak menggelangkan kepala.
“Rasti telepon aku, dia bilang kalau kita harus hati-hati sama Dimas,Rasti tahu kalau Dimas suka sama kamu May, dan dia berencana mau nyelakain kamu kalau kamu nolak dia” jelas Nindy sambil mondar-mandir persis setrikaan gak ada kabelnya.
“heran ? kok mau-maunya itu si Rasti jadian sama cowok Gila itu” kata Mas Raga ikutan emosi.
“Rasti memang suka sama Dimas dari dulu mas,mereka jadian juga karena Rasti dulu yang nembak dan entah karena apa si Dimasnya nerima Rasti eh malah sekarang dia nembak Mayra dan itu Rasti juga tau!”
Aku hanya bengong mendengar penjelasan Nindy, gak habis pikir aku sama Dimas kok tega dia sama Rasti, padahal Rasti tulus sayang sama dia.
Reyhan beranjak dan duduk disebelahku, dia menggenggam tanganku lalu menatapku tersenyum sambil menggelengkan kepala.
Reyhan memang tipe orang yang tidak mau termakan emosi jarang aku melihatnya marah terakhir waktu kasus Gauri itu.
Aku tersenyum getir padanya lalu kembali dengan pikiranku sendiri. Duh Dimas bikin ribet aja deh ah.
“sepertinya yang aku takutkan bakalan terjadi” kata Risky yang masih duduk sambil menatap lurus.
Aku lalu menoleh ke Risky
“maksudnya?”
Risky berdiri lalu melipat kedua tangannya kedada.
“sama seperti Gauri kemarin,dia berpikir kalau dia gak bisa dapetin kamu orang lain juga tidak bisa”
Ku hembuskan nafas beratku lalu kujatuhkan tubuhku kebelakang bersandar ke sofa
“apa lagi sih ini!” seru ku kesal
Mas Raga mendekatiku lalu membelai rambutku
“kita hadapin sama-sama ya dek” kata mas Raga lembut
Risky dan Nindy tak lama kemudian pamit pulang, Reyhan masih dirumahku, dia selalu menemaniku dan semua yang aku inginkan diturutinya. Tak lupa dengan tingkah konyolnya yang berhasil membuatku tertawa bahkan sampai terpingkal-pingkal sehingga bisa membuatku melupakan masalah tentang Dimas.
Aku dan Reyhan ada digazebo depan. Itu adalah spot favorit kami apalagi kalau malam begini anginnya dingin banget. Sedangkan mas Raga ada didalam rumah entah lagi ngapain,eh cari cewek kek malah asyik nongkrong dirumah aja.
“Rey.. aku takut” kataku pelan sambil nyemil snack yang aku taruh disampingku.
Reyhan melihatku lalu tertawa geli.
“kok malah ketawa?” tanyaku kesal tapi masih sambil terus makan.
“takut tapi makan terus dari tadi” kata Reyhan diiringi tawa khasnya.
“ya laper kali” jawabku tanpa memberhentikan suapan kemulutku
Reyhan lalu memegang wajahku dengan kedua tangannya,
“gak perlu takut,ada aku disini” katanya lembut lalu tersenyum padaku.
“terus kita mesti ngapain?”
“aku takut kalau Dimas nyelakain kamu” kataku khawatir
“justru aku takut kalau kamu yang dicelakain sayang”
“terus?” rengekku
Reyhan lalu memelukku dari samping, aku bersandar di dada Reyhan,hal yang paling kusuka, rasanya nyaman sekali kalau sudah berada dipelukkan Reyhan.
“Dimas emang berencana mau nyelakain kamu May” kata seseorang yang tiba-tiba sudah ada dihadapanku dan Reyhan.
Ku lihat seorang wanita berambut sebahu digerai sedang memandangku sedih, dan sebelahnya ada Nindy.
“Rasti” kataku pelan lalu berdiri menghampirinya. Kulihat matanya sembab habis nangis.
Nindy memandangku lalu mengangguk.
Aku memeluk Rasti berusaha menenangkannya, Aku tahu Rasti cewek yang baik, aku juga sudah mengenalnya sejak pertama masuk kuliah,namun tidak terlalu dekat dan Rasti adalah teman SMP nya Nindy.
Memang Rasti dari dulu sangat menyukai Dimas namun dia tidak berani mengatakannya, karena dia takut ditolak dan Dimas jadi membencinya.
Dan pada akhirnya dia berhasil jadian namun malah disakiti.
“Yuk duduk dulu” aku menuntun Rasti duduk di kursi taman yang tak jauh dari Gazebo. Reyhan juga mengikutiku.
Aku duduk disebelah Rasti,Reyhan berdiri disampingku dan Nindy ada disamping Reyhan.
“Semua akan baik-baik saja Ras, tenang aja” kataku sambil memegang tangan Rasti yang sedari tadi menunduk.
Aku menatap Reyhan bingung dan Reyhan hanya mengangkat bahunya
“emang dimas bilang apa sama kamu Ras?” tanyaku
“aku tadi denger dia lagi teleponan entah sama siapa, dia nyuruh orang itu buat ngikutin kamu terus May, dan buat kamu celaka gimanapun caranya kalau bisa kamu sampai mati” jelas Rasti diselingi isak tangisnya.
Aku tertegun, Reyhan memegang pundakku.
“May..aku gak tahu mesti gimana lagi, aku bingung, aku takut dia nekat! Aku gak mau juga kehilangan dia May” lanjut Rasti mulai tak terkontrol.
Aku tahu dia pasti sedih dan takut. Aku berusaha memikirkan apa yang harusnya aku lakukan.
Aku beranjak berdiri dan berjalan agak jauh dari Rasti. Ku tekan kepalaku,
Apalagi ini? Tangan belum sembuh udah ada yang mau nyelakain lagi. Tapi apa mungkin Dimas seperti itu?
Reyhan sudah berada disampingku, dia memelukku dari samping.
Aku tersenyum getir padanya.
Kami semua terdiam dengan pikiran kami masing-masing.
“oke lah gini aja biar aku ngomong berdua aja sama Dimas, aku coba ngomong baik-baik sama dia” kataku
Mereka bertiga kaget mendengar perkataanku, terutama Reyhan.
“NO! jangan May, bahaya” seru Reyhan marah,dia menatap ku tajam
“tapi gak ada jalan lain Rey,aku gak mau terjadi apa-apa lagi” kataku pelan. Aku berusaha menyembunyikan rasa takutku, ya aku merasa takut.
“kamu gak denger tadi Rasti bilang apa? Dimas berencana mau membunuhmu May!” kata Reyhan sedikit berteriak.
Aku lalu berjalan menuju Gazebo dan terduduk disana.
Reyhan menghampiriku lalujongkok didepanku.
“sorry sayang,aku cuma gak mau kamu kenapa-kenapa” kata Reyhan lembut sambil menggenggam tanganku.
“aku juga gak mau kamu kenapa-kenapa Rey” jawabku pelan. Reyhan lalu memelukku. Entah kenapa airmataku pun jatuh, aku menangis dipelukkan Reyhan.
“aku akan temenin kamu May” kata Rasti tiba-tiba
Aku melepaskan pelukkan Reyhan lalu berdiri menatap Rasti.
“kamu gak papa?” tanyaku
Rasti menggeleng
“semoga kita berhasil menyadarkan dia” lanjut Rasti lalu tersenyum simpul.
“aku ikut,dan aku pantau kalian dari jauh” kata Reyhan
“aku juga nanti sama Kibul juga” sahut Nindy.
Dan kami pun berencana untuk mengajak Dimas keluar, eh bukan kami tapi aku lebih tepatnya. Keluar berdua dengan Dimas dan semoga Dimas tidak nekat.
**********
0