Kaskus

Story

ajenggputriiiAvatar border
TS
ajenggputriii
I Love You Mr. India
I Love You Mr. India Namaku Mayra
Sekarang aku sedang berkuliah di salah satu kampus negeri di kotaku, jurusan Seni Tari

Yaa.. aku seorang penari
Darah seni memang mengalir dalam tubuhku dari mamah yang dulu juga seorang penari tradisional.

Aku sangat mencintai semua yang berbau seni, tapi yang paling aku suka ya itu Tari. Entah itu tari tradisional ataupun modern.

Selain kuliah aku juga aktif di sanggar seni tari. Dan menjadi salah satu pengajar disana. Jadi waktuku sehari-hari aku habiskan di kampus atau sanggar.

Sekilas tentang aku
Kulitku sawo matang, tidak tinggi tidak pendek yaa standarnya cewek lah hehe, rambut ku panjang sepunggung tp lebih sering aku gulung sih, agak tomboy, gak suka pakai rok,gak suka bunga, gak suka belanja, gak suka dandan terkecuali kalau sedang manggung atau pentas aku berubah 180° hehe


Maaf kan yang bahasanya acak adul ya gan
.. masih newbie nih hehe
Semoga suka emoticon-Kiss

Dan kalau berkenan mau dong emoticon-Rate 5 Star sama emoticon-Blue Guy Cendol (L)
Biar makin semangat update nya emoticon-Peluk

Oya ini cerita fiksi ya gan..

Indeks

1(Pengumuman)
2(Gelisah)
3(Latihan)
4(Surprise)
5(Firasat)
6(Bali)
7(Pertemuan Pertama)
8(Hari I Karantina)
9(Hari II Karantina)
10(Hari III Karantina Kabar Buruk)
11(Kepergianmu)
12(Reyhan)
13(Move On)
14(Cemburu)
15(Penjelasan)
16(Jalan Berdua)
17(Awal Yang Baru)
18(Kedatanganmu)
19(Peringatan)
20(Psycopat Wanita)
21(Sayang)
22(Minta Izin)
23(Main Tumse...)
24(Nembak)
25(Rencana)
26(Sadar)
27(Tugas Akhir)
28(Risky)
Diubah oleh ajenggputriii 31-08-2017 11:47
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
19.9K
185
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33.1KThread•55KAnggota
Tampilkan semua post
ajenggputriiiAvatar border
TS
ajenggputriii
#136
22. Minta Izin
Kami berempat menuju rumahku dengan mobil Ravi. Mas Raga duduk didepan dengan Ravi yang dibalik kemudi.
Reyhan dibelakang bersamaku. Dia benar-benar tidak meninggalkanku sama sekali.
Seneng sih berasa punya bodyguard hehe

Reyhan duduk disebelah kiriku. Dia menggenggam tangan kiriku erat,sedangkan tangan kananku ada diatas pangkuanku.

Kali ini efek jahitannya sangat terasa.
Sesekali aku meringis kesakitan.

"Ehm Rey,obat tadi sudah ditebus ya?"tanyaku

"Iya sudah kok,itu" jawabnya sambil mengarahkan dagu ke tempat obat itu yang ada di dashboard.

"Boleh aku minum sekarang?"tanyaku yang masih meringis kesakitan.

"Oh iya efek biusnya uda abis itu Rey" sahut Ravi sambil melirikku dari kaca depan

Mas Raga dengan cepat mengambil obat yang ada didepannya lalu diberikan ke Reyhan
"Sakit banget ya dek?"tanya mas Raga iba

Aku mengangguk sambil meringis kesakitan.
Reyhan lalu memberikan obatnya dan sebotol air mineral.
Aku lalu meminum obatnya.

"Sudah enakan sayang?"tanya Reyhan

"Ya belum lah,baru juga diminum obatnya"jawabku agak sewot.

Mas Raga dan Ravi saling pandang lalu memandang kami berdua.

"Whats wrong?" Tanya Reyhan bingung

Ravi kembali fokus menyetir tapi sambil sesekali melirik kami dari kaca depan.

"Kamu tadi bilang apa Rey ke adek aku?" Kata mas Raga menyelidik.

Reyhan malah cengengesan.
Aku cuma mengulum bibir lalu melihat keluar jendela.
Biarin lah biar dia minta izin ke mas Raga.

"Uda resmi nih?"tanya mas Raga lagi.

"Iya nih Ga, aku izin sama kamu nih boleh ya? Aku sayang sama Mayra" kata Reyhan lalu melihatku
"Yee ini malah liat kesana" kata Reyhan sambil mengubah arah pandanganku jadi ke Reyhan.
Ku lihat dia agak kesal dan aku cuma bisa menahan ketawa karena kalau dia lagi ngambek gini lucu.

"Aku percaya sama kamu Rey,cuma pesanku tolong jagain adek aku ya,jangan bikin dia nangis ataupun terluka,aku gak bakal maafin kamu Rey!" Kata mas Raga menatap Reyhan serius.

Mas Raga memang kakakku yang terbaik.

"Siap Ga,aku janji" kata Reyhan sambil mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V

Mas Raga tersenyum lalu kembali menatap lurus kedepan.

Reyhan memandangku lalu membelai wajahku sambil tersenyum lembut. Aku juga membalas senyumnya.

Tak terasa kami sudah tiba dirumah.
Aku berjalan dipapah oleh Reyhan,padahal jalan sendiri masih sanggup,lebay deh ah Reyhan!
mas Raga dan Ravi ada dibelakang kami.

"Lho mas,kok pintunya uda kebuka?" Tanyaku heran ketika melihat pintu depan sudah terbuka,berarti ada orang didalam.

"Lho iya!kok uda kebuka!" Mas Raga juga heran dengan cepat dia masuk kerumah terlebih dahulu.

Aku,Reyhan dan Ravi malah terdiam diluar dan saling pandang.
Jaga-jaga sapa tahu ada yang mencurigakan kan tinggal kabur hehe.

"Dek sini cepet masuk!" Teriak mas Raga dari dalam.

"Ada apaan sih?"tanya ku ke Reyhan

Reyhan mengangkat bahunya.
Ravi menggelengkan kepalanya

"Kalau maling pasti dihajar,setan paling dia lari kesini" celetuk Ravi

"Tenang sayang ada aku,jangan takut" kata Reyhan diiringi senyumannya yang pede abis

"Gayamu!" Kataku sambil menarik hidungnya yang mancungnya naudzubillah haha

"Eheeemmm!!! Masuk duluan ajalah daripada jadi obat nyamuk disini" sindir Ravi sambil ngeloyor masuk kerumah

Aku dan Reyhan malah ketawa senang. Gak nyadar kalau bikin orang baper.

Saat aku memasuki rumah
Aku melihat seorang pria tinggi,badan tegap memakai jas sedang ngobrol dengan mas Raga.

Saat pria itu berbalik dan kami saling bertatap muka.

"Papah!" Seruku tak percaya.

Pria itu tersenyum hangat sambil melebarkan tangannya.
Aku lalu berlari dan menyambut pelukannya.
Papahku ternyata pulang,setelah sekian lama tidak bertemu akhirnya aku bisa kembali merasakan pelukan hangat seorang ayah.
Tanpa sadar aku menangis dalam pelukan papah.
Papah memelukku erat sambil membelai rambutku dan sesekali mencium keningku.

"Mayra kangen sama papah"

"Iya nak,papah juga kangen sama Mayra"

Aku dan papah masih berpelukan, lalu mas Raga juga memeluk kami.

"Udah ah,kok jadi sedih begini ketemu papah harus seneng dong" kata papah sambil menyeka airmataku dan mas Raga.

Aku dan mas Raga tersenyum mendengar perkataan papah.

Papah memang orangnya humoris,baik,religius dan selalu tersenyum. Makanya orangnya awet muda diusianya yang menginjak kepala 5 sekarang.

"Lho nduk kenapa tanganmu?" Tanya papah mulai cemas ketika melihat tangan kananku diperban

"Oh.. gakpapa pah cuma luka kecil doang" kataku menenangkan papah

"Eh pah,itu anak perempuan papah sok-sokan jadi pahlawan lho" sahut mas Raga

Plakk

Kupukul lengan mas Raga
"Iiihh kok sok-sokan sih mas"kata ku kesal

"Iyalah tuh tangan sampe dijahit, gayanya nolongin pangeran tercintanya" ledek mas Raga lagi.

"Papaaaahhh" rengekku manja ke papah

Papah lalu memelukku
"Apaan sih mas,senengnya lho godain adeknya aja" kata papah membelaku

Aku memang manja banget sama papah. Sedangkan mas Raga dekatnya sama mamah. Karena mamah sudah meninggal ya akhirnya dia mau mendekati papah haha
Dulu sebelum mamah meninggal dan masih sehat dan papah masih belum pindah tugas,aku dan papah selalu menghabiskan waktu bersama.
Papah selalu nganterin aku kuliah,nemenin latihan,curhat bareng dan kadang papah juga bantuin aku bikin kue.
Tapi setelah mamah meninggal,papah memang seperti kehilangan teman hidupnya,papah banyak berdiam diri di kamar sampai akhirnya beliau memutuskan untuk pindah tugas demi mengisi kekosonggannya.

Awalnya aku tidak terima papah pindah tugas karena aku takut papah tidak ada yang menjaga.
Tapi papah meyakinkan aku bahwa beliau akan baik-baik saja.
Dan ternyata memang benar papah jauh lebih baik dan papah sudah kembali seperti dulu lagi.

"Terus itu siapa kok gak dikenalin ke papah?" Tanya papah saat melihat Reyhan dan Ravi berdiri diujung pintu sambil memperhatikan tingkah kami bertiga

Haduh jadi ketahuan deh kalau aku manja banget sama papah.

"Nah itu pah,pangeran tercintanya Mayra si tuan puteri yang pemberani" kata mas Raga

Buggg

Ku lempar mas Raga dengan bantal disofa yang tak jauh dariku.

"Nduk" kata papah menengahi kami. Sambil menatapku tajam

"Mas Raga tuh nyebelin" kataku diiringi majunya bibirku yang entah berapa panjangnya haha #lebay

Reyhan dan Ravi berjalan mendekat.
Lalu bersalaman dengan papah dan saling berkenalan

"Terus yang katanya pangeran tercintanya anak papah yang mana mas ? Kok sama gantengnya gini"tanya papah sambil menyenggol bahu mas Raga.

Aku menepok jidatku sendiri melihat tingkah papah dan mas ku yang konyol belum ditambah Reyhan jadi gimana ya kira-kira.

"Tuh pah yang agak gondrong"kata mas Raga menunjuk Reyhan yang lagi senyum-senyum malu.

"Oh nak Reyhan kan?" Tanya papah menepuk pundak Reyhan

"Iya om,saya Reyhan,saya minta izin untuk lebih dekat dengan Mayra ya om" kata Reyhan to the point.

"Tolong jaga anak om ya nak Reyhan,kalau Raga mengizinkan saya juga pasti mengizinkan" kata papah sambil tersenyum hangat.

Kalian berdua memang yang terbaik, mas Raga dan papah.

"Yuk duduk dulu, mas kamu bikinin minum gih" kata papah lalu duduk di sofa

"Kok aku sih pah?"protes mas Raga

"Eh adeknya masih sakit gitu kok,uda buruan sana!"

"Iya iya" mas Raga jalan menuju dapur

Aku cekikikan melihat mas Raga yang bete disuruh bikin minum,karena emang biasanya aku yang bikin.

Ravi duduk diseberang papah,

Saat aku akan duduk,Reyhan menahanku lalu dia mendekat dan berbisik
"Papah mu keren, I like him"

Aku tersenyum ke Reyhan lalu saat aku menuju ke sofa lagi-lagi Reyhan menahanku.

"Apa lagi?" Kata ku berbisik

"I Love You" kata Reyhan diiringi senyumnya yang mempesona

"I know" jawabku sambil berlalu dan duduk disamping papah.

*****************
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.