- Beranda
- Stories from the Heart
I Love You Mr. India
...
TS
ajenggputriii
I Love You Mr. India
Namaku Mayra Sekarang aku sedang berkuliah di salah satu kampus negeri di kotaku, jurusan Seni Tari
Yaa.. aku seorang penari
Darah seni memang mengalir dalam tubuhku dari mamah yang dulu juga seorang penari tradisional.
Aku sangat mencintai semua yang berbau seni, tapi yang paling aku suka ya itu Tari. Entah itu tari tradisional ataupun modern.
Selain kuliah aku juga aktif di sanggar seni tari. Dan menjadi salah satu pengajar disana. Jadi waktuku sehari-hari aku habiskan di kampus atau sanggar.
Sekilas tentang aku
Kulitku sawo matang, tidak tinggi tidak pendek yaa standarnya cewek lah hehe, rambut ku panjang sepunggung tp lebih sering aku gulung sih, agak tomboy, gak suka pakai rok,gak suka bunga, gak suka belanja, gak suka dandan terkecuali kalau sedang manggung atau pentas aku berubah 180° hehe
Maaf kan yang bahasanya acak adul ya gan
.. masih newbie nih hehe
Semoga suka

Dan kalau berkenan mau dong
sama 
Biar makin semangat update nya

Oya ini cerita fiksi ya gan..
Indeks
1(Pengumuman)
2(Gelisah)
3(Latihan)
4(Surprise)
5(Firasat)
6(Bali)
7(Pertemuan Pertama)
8(Hari I Karantina)
9(Hari II Karantina)
10(Hari III Karantina Kabar Buruk)
11(Kepergianmu)
12(Reyhan)
13(Move On)
14(Cemburu)
15(Penjelasan)
16(Jalan Berdua)
17(Awal Yang Baru)
18(Kedatanganmu)
19(Peringatan)
20(Psycopat Wanita)
21(Sayang)
22(Minta Izin)
23(Main Tumse...)
24(Nembak)
25(Rencana)
26(Sadar)
27(Tugas Akhir)
28(Risky)
Diubah oleh ajenggputriii 31-08-2017 11:47
anasabila memberi reputasi
1
19.9K
185
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33.1KThread•55KAnggota
Tampilkan semua post
TS
ajenggputriii
#83
14. Cemburu
Hampir setiap malam Reyhan meneleponku dia tidak pernah melewatkan satu haripun untuk menanyakan kabarku.
Eh pernah satu kali Reyhan tidak meneleponku 3hari karena dia lupa membawa handphone nya saat diluar kota,dan saat dia meneleponku dia tidak berhenti meminta maaf dan menanyakan kabarku disetiap akhir kalimatnya haha
Padahal sebenarnya aku tidak mempermasalahkannya hanya saja reaksi Reyhan yang lebay.
Dengan adanya Reyhan juga rasa kehilanganku berangsur hilang, dan semakin sadar bahwa semua ada pemiliknya.
Kurang sehari lagi, aku dan ketiga temanku akan berangkat ke Singapura.
Kami sudah berlatih hampir 1 bulan Dan sudah 100% tarian garapan kami sempurna.
Aku, Nindy, Riza dan Dimas akan membawakan sebuah tarian kontemporer yang menceritakan tentang kehidupan remaja saat ini, meskipun modern tapi masih berpegang teguh pada norma kehidupan budaya ketimuran.
Suka,duka,cinta,persahabatan,senang,marah semua diungkapkan dalam rangkaian gerak tari.
Aku berpasangan dengan Dimas dan Nindy dengan Riza, yang pasti timnya Risky selaku pemusik pasti ikut juga, tapi hanya beberapa yang ikut.
Risky ketua tim bagian Kendang
Komang bagian Rindik
Dwi bagian Bonang, Dadang untuk Angklung, dll ada yg memegang jimbe, slompretan, gong, Saron
Untuk musik memang dengan instrumen campuran antara tradisional dan modern,
Dengan ada nya gabungan kendang,rindik,jimbe dan slompretan membuat musik semakin rancak dan enerjik.
Kami berempat sangat antusias dengan pementasan kali ini. Karena memang ini juga salah satu jenis tarian favoritku, tarian kontemporer, aku bisa mengeksplore gerakan tariku dengan maksimal.
Reyhan juga tahu kalau besok aku ada pementasan di Singapura.
Katanya sih kalau tidak ada halangan dia akan datang.
Hemm rasanya hatiku berbunga-bunga eits taman kali ada bunganya.
"Siap untuk besok guys?"tanya Dimas saat kami berempat berkumpul setelah latihan.
"READY!!" Jawab kami serempak.
"Ya udah yuk pulang, siapin fisik buat berangkat besok"kata Riza sambil beranjak.
Kami mengambil tas masing-masing lalu pulang.
Saat aku,Nindy dan Risky akan keluar kelas
Dimas memanggilku
"May...tunggu!"panggil Dimas setengah berteriak lalu berlari kecil ke arah kita bertiga.
"Ya.. ada apa Dim?"jawabku
"Ehm besok aku jemput ya" kata Dimas
"Ah enggak usa Dim, aku besok sama Risky kok"jawabku
"Oh ya uda kalau gitu sampai ketemu besok ya, yuk Ris, Nin" pamit Dimas sambil pergi meninggalkan kami bertiga
"Ehemmm kayaknya ada yg lagi pdkt nih"kata Nindy
"Hah? Sapa? Risky pdkt sama sapa?"Tanya ku penasaran sambil celingak-celinguk sekitar
"Ye elah.. ni anak dodongnya kumat" kata Nindy sedikit jengkel
Risky menepok jidatnya
Aku melihat ekspresi kedua temanku kayak orang frustasi
"Gak ada Reyhan kok jadi oneng gini sih, cukup Nindy saja yg oneng Mayra" kata Risky sambil menatapku lalu menepuk pipiku pelan.
Nindy langsung menjitak kepala Risky,
"Enak aja aku di bilang oneng" seru Nindy kesal
"Aduh sakit tauk!! Lho Kenyataan Nindy itu Real" jawab Risky sambil meringis kesakitan.
"Kok aku juga dibilang oneng sih! Kan bener katamu tadi ada yg lgi pdkt sama Risky, emang lagi deket sama sapa kamu Bul ?" Tanyaku menatap kedua temanku.
Risky dan Nindy saling pandang lalu dengan bersamaan mereka menepok jidat mereka.
"Mayraaaa!!!!" Seru mereka bersama, lalu mengeroyokku.
Dan kami bertiga pun pulang,
Aku dan Risky pulang naik motor dan Nindy pulang dijemput sopirnya.
***********
Malamnya dirumah aku berkemas semua barang bawaanku, karena tidak terlalu lama jadi aku hanya membawa yang aku perlukan saja.
Mas Raga juga membantuku berkemas.
"Nasib nasib, hidup sendiri lagi jomblo lagi deh" kata mas Raga sok sedih
"Emang jomblo kan mas?hahaha" ledekku
"Eh berani ngeledek mas ya" kata mas Raga sambil melemparku dengan baju yg sudah ku lipat
"Ah.. mas uda dilipat ini tadi!! Tuh berantakan lagi kan" kata ku seba lalu mengambil baju yg dilempar mas Raga dan melipatnya kembali
"Sukurin! Mentang-mentang uda punya cowok baru gitu"
"Cowok apaan? Aku belom punya cowok kok!" Kataku mengelak
"Noh, yang tiap malam telepon atau video call an sapa terusan?"
"Jangan di php-in dong dek ntar babangnya ke cewek lain lho"
Dengan cepat ku lempar boneka yang tak jauh dariku.
Buggg.
Boneka tepat mendarat di wajah mas Raga.
Aku tertawa puas, seneng banget ngisengin adiknya.
Mas Raga mengelus wajah dan dadanya. Ya tahu sih gak sakit dilempar boneka ya mana sakit, kalau dilempar bata baru benjol.
Mas Raga lalu menutup koperku dan duduk disebelahku
"Muka mas Raga masih ganteng kan dek?" Tanya nya sambil menunjukkan wajahnya tepat di depanku
"Diiihh" aku membuang muka ku ke arah lain.
Mas raga langsung memelukku, aku sedikit kaget dengan pelukannya yang tiba-tiba. Tapi aku juga jadi sangat nyaman kalau berada di pelukan mas Raga.
" eh kenapa mas?" Tanyaku bingung
"Gpp dek, pengen peluk kamu aja" kata mas Raga yang masih memelukku.
Aku juga makin mengeratkan pelukanku.
"Enak ya dipeluk mas?"
Aku mengangguk, aku merasa sangat nyaman dan aman. Mas Raga yang kumiliki sekarang, karena mas Raga yang selalu ada disampingku.
"Mas, papah kapan pulang?" Tanyaku
"Kangen ya sama papah?"
Aku mengangguk, aku memang kangen papah, hampir 6 bulan aku belum ketemu papah karena kesibukkan papah yg tidak bisa ditinggal. Padahal biasanya 2minggu sekali papah pulang.
"Iya sabar ya, kata papah sih insyaallah bulan depan kerjaannya selesai jadi papah bisa cuti dan pulang agak lama" jelas mas Raga sambil melepaskan pelukannya
"Bener mas ?" Tanyaku antusias
"Iyah" jawab mas Raga tersenyum lebar.
"Yeyyy" seruku bahagia lalu memeluk mas Raga lagi.
Rasanya bahagia sekali, papah ku akan pulang, aku sangat kangen sama beliau, hanya papah orangtua ku saat ini dan aku ingin membahagiakannya.
Malam ini aku tidur dengan mas Raga di kamarku.
Kali ini yang kumat manjanya mas Raga. Dia yang minta tidur denganku. Kalau aku yang kumat manjanya langsung aja pergi ke kamar mas Raga dan tidur bareng.
*************
Ke esokan harinya aku dijemput Risky dan berangkat bersama ke bandara tapi sebelum itu aku pamitan dengan mas Raga, ku cium tangan mas Raga dan mas Raga mencium keningku.
Mas Raga tidak bisa mengantarku karena dia harus pergi ke kantor.
Sesampai di bandara, semua sudah berkumpul,
Dan tak lama pesawat yg kami tumpangi terbang ke Singapura.
Selama diatas pesawat yang kurasakan sama seperti saat terakhir aku naik pesawat dengan Reyhan.
Rasa trauma dan takut ku muncul kembali.
Risky menyadari ketakutanku, dia lalu memelukku dari samping, aku senderkan kepalaku ke bahu Risky.
Rasa takutku memang berkurang. Dan akhirnya aku tertidur sampai tidak sadar kalau sudah tiba di bandara Changi Singapura.
Lalu kami segera menuju ke hotel.
Kami hanya beristirahat sebentar lalu bersiap2 untuk pementasan nanti malam.
Rasanya memang capek tapi kami semua sangat antusias dengan pementasan workshop ini.
Akhirnya kami berhasil, pertunjukkan kami memukau semua penonton. Hanya dengan kostum yang sangat biasa, untuk aku dan Nindy hanya memakai dress hitam tanpa lengan dengan panjang diatas lutut. Rambut hanya dicepol keatas dan hiasan mutiara.
Untuk Dimas dan Riza mereka hanya memakai celana pendek hitam dan kaos kutungan.
Karena justru dengan kostum seperti itu gerak kami lebih bebas dan lebih maksimal.
Kami penari dan pemusik serta dosen bersorak senang dengan keberhasilan kami. Kami mendapatkan nilai terbaik. Dan yang pasti ada hadiahnya juga hehe
Kami pun merayakannya keesokan harinya.
Kami diajak ke universal studio. Semua teman-temanku sangat antusias.
Kami bersenang-senang disana menikmati semua fasilitas yg ada disana.
Dari foto-foto di bola dunia, liat-liat retail shops yang ada di depan lalu masuk dan menikmati wahananya, walau enggak semua karena waktunya yang kurang.
"Ris, Nin, capek istirahat dulu yuk" ajakku sambil ngos-ngosan
"Iya yuk, tuh ada coffee shop" kata Risky
"Ikut dong, capek juga nih aku, haus " kata Dimas
"Aku juga" kata Riza juga ikutan
Akhirnya kami berlima mampir ke coffee shop lalu kami memesan minuman karena kami semua sama-sama kehausan
Tak lama pesanan kami jadi lalu, kami memilih tempat duduk diluar.
Sambil ngobrol-ngobrol dengan teman-teman aku melihat seseorang dari jauh yg gak asing buat aku.
Itu Reyhan!!
Dia juga di coffee shop yang sama denganku, cuma dia duduknya agak jauh dariku.
Sepertinya dia sedang menunggu seseorang, kemarin sih memang dia bilang juga lagi di Singapura karena ada kerjaan juga, tapi kenapa dia tidak datang ke pementasanku kemarin?
Ah, mungkin dia sedang sibuk.
Aku lalu menarik baju Risky yang duduk disebelahku
"Apa?"tanya Risky berbisik
Aku memberikan isyarat dengan kepalaku ke arah Reyhan duduk
Risky mengikuti isyaratku dan dia terlihat sedikit agak kaget, tapi lalu dia beranjak dan langsung berjalan menuju Reyhan.
Aku hanya melihat Risky dan Reyhan dari jauh.
Entah ngomongin apa mereka, tak lama mereka berdua jalanke arahku.
Aku sedikit kesal sih sama Reyhan.
Tapi yasudahlah.
"Hei May.. ketemu disini ya kita " kata Reyhan melambaikan tangannya ke aku.
"Hei Rey" jawabku singkat lalu aku mengalihkan pandanganku ke tempat lain. Reyhan sepertinya tahu kalau aku kesal dengannya.
Lalu dia duduk disebelahku.
Risky memperkenalkan Reyhan ke Dimas dan Riza.
Lalu Reyhan mendekat kearahku, dan berbisik di telinga.
"Sorry, dont be angry yah sweetty"
Aku lalu menatap Reyhan. Reyhan juga menatapku.
Tiba-tiba datang seorang perempuan ke Reyhan.
"Honey, kemana aja sih, aku cari dari tadi"kata cewek itu dengan logat centilnya dan langsung menarik tangan Reyhan.
Deggg
Reyhan terlihat gugup dan memandangku khawatir.
Honey?? Kata cewek itu honey ? Berarti cewek itu pacarnya Reyhan dong!
Uuhhhh
Rasanya kesal banget dan aku... sepertinya aku cemburu mendengar Reyhan sudah punya pacar.
"Apa sih!! Lepasin!!" Kata Reyhan agak kasar kepada cewek itu.
Aku, Nindy dan Risky saling pandang.
Sesekali Risky menepuk bahuku.
Lalu Reyhan berjalan kembali ke arahku
"Ehm guys, aku balik dulu ya" pamit Reyhan agak tergesa-gesa.
Reyhan kemudian menggenggam tanganku.
" I can explain for this, nanti malam aku telepon, please trust me" kata Reyhan lalu pergi dan menyeret cewek itu menjauh.
Ada apa sih, Reyhan terlihat begitu khawatir dan kalau cewek itu pacarnya kenapa Reyhan bisa kasar seperti itu.
Dan aku?? Apa yang aku rasakan sekarang ini?
Apa aku cemburu ?? Ya kayaknya memang aku cemburu.
Eh pernah satu kali Reyhan tidak meneleponku 3hari karena dia lupa membawa handphone nya saat diluar kota,dan saat dia meneleponku dia tidak berhenti meminta maaf dan menanyakan kabarku disetiap akhir kalimatnya haha
Padahal sebenarnya aku tidak mempermasalahkannya hanya saja reaksi Reyhan yang lebay.
Dengan adanya Reyhan juga rasa kehilanganku berangsur hilang, dan semakin sadar bahwa semua ada pemiliknya.
Kurang sehari lagi, aku dan ketiga temanku akan berangkat ke Singapura.
Kami sudah berlatih hampir 1 bulan Dan sudah 100% tarian garapan kami sempurna.
Aku, Nindy, Riza dan Dimas akan membawakan sebuah tarian kontemporer yang menceritakan tentang kehidupan remaja saat ini, meskipun modern tapi masih berpegang teguh pada norma kehidupan budaya ketimuran.
Suka,duka,cinta,persahabatan,senang,marah semua diungkapkan dalam rangkaian gerak tari.
Aku berpasangan dengan Dimas dan Nindy dengan Riza, yang pasti timnya Risky selaku pemusik pasti ikut juga, tapi hanya beberapa yang ikut.
Risky ketua tim bagian Kendang
Komang bagian Rindik
Dwi bagian Bonang, Dadang untuk Angklung, dll ada yg memegang jimbe, slompretan, gong, Saron
Untuk musik memang dengan instrumen campuran antara tradisional dan modern,
Dengan ada nya gabungan kendang,rindik,jimbe dan slompretan membuat musik semakin rancak dan enerjik.
Kami berempat sangat antusias dengan pementasan kali ini. Karena memang ini juga salah satu jenis tarian favoritku, tarian kontemporer, aku bisa mengeksplore gerakan tariku dengan maksimal.
Reyhan juga tahu kalau besok aku ada pementasan di Singapura.
Katanya sih kalau tidak ada halangan dia akan datang.
Hemm rasanya hatiku berbunga-bunga eits taman kali ada bunganya.
"Siap untuk besok guys?"tanya Dimas saat kami berempat berkumpul setelah latihan.
"READY!!" Jawab kami serempak.
"Ya udah yuk pulang, siapin fisik buat berangkat besok"kata Riza sambil beranjak.
Kami mengambil tas masing-masing lalu pulang.
Saat aku,Nindy dan Risky akan keluar kelas
Dimas memanggilku
"May...tunggu!"panggil Dimas setengah berteriak lalu berlari kecil ke arah kita bertiga.
"Ya.. ada apa Dim?"jawabku
"Ehm besok aku jemput ya" kata Dimas
"Ah enggak usa Dim, aku besok sama Risky kok"jawabku
"Oh ya uda kalau gitu sampai ketemu besok ya, yuk Ris, Nin" pamit Dimas sambil pergi meninggalkan kami bertiga
"Ehemmm kayaknya ada yg lagi pdkt nih"kata Nindy
"Hah? Sapa? Risky pdkt sama sapa?"Tanya ku penasaran sambil celingak-celinguk sekitar
"Ye elah.. ni anak dodongnya kumat" kata Nindy sedikit jengkel
Risky menepok jidatnya
Aku melihat ekspresi kedua temanku kayak orang frustasi
"Gak ada Reyhan kok jadi oneng gini sih, cukup Nindy saja yg oneng Mayra" kata Risky sambil menatapku lalu menepuk pipiku pelan.
Nindy langsung menjitak kepala Risky,
"Enak aja aku di bilang oneng" seru Nindy kesal
"Aduh sakit tauk!! Lho Kenyataan Nindy itu Real" jawab Risky sambil meringis kesakitan.
"Kok aku juga dibilang oneng sih! Kan bener katamu tadi ada yg lgi pdkt sama Risky, emang lagi deket sama sapa kamu Bul ?" Tanyaku menatap kedua temanku.
Risky dan Nindy saling pandang lalu dengan bersamaan mereka menepok jidat mereka.
"Mayraaaa!!!!" Seru mereka bersama, lalu mengeroyokku.
Dan kami bertiga pun pulang,
Aku dan Risky pulang naik motor dan Nindy pulang dijemput sopirnya.
***********
Malamnya dirumah aku berkemas semua barang bawaanku, karena tidak terlalu lama jadi aku hanya membawa yang aku perlukan saja.
Mas Raga juga membantuku berkemas.
"Nasib nasib, hidup sendiri lagi jomblo lagi deh" kata mas Raga sok sedih
"Emang jomblo kan mas?hahaha" ledekku
"Eh berani ngeledek mas ya" kata mas Raga sambil melemparku dengan baju yg sudah ku lipat
"Ah.. mas uda dilipat ini tadi!! Tuh berantakan lagi kan" kata ku seba lalu mengambil baju yg dilempar mas Raga dan melipatnya kembali
"Sukurin! Mentang-mentang uda punya cowok baru gitu"
"Cowok apaan? Aku belom punya cowok kok!" Kataku mengelak
"Noh, yang tiap malam telepon atau video call an sapa terusan?"
"Jangan di php-in dong dek ntar babangnya ke cewek lain lho"
Dengan cepat ku lempar boneka yang tak jauh dariku.
Buggg.
Boneka tepat mendarat di wajah mas Raga.
Aku tertawa puas, seneng banget ngisengin adiknya.
Mas Raga mengelus wajah dan dadanya. Ya tahu sih gak sakit dilempar boneka ya mana sakit, kalau dilempar bata baru benjol.
Mas Raga lalu menutup koperku dan duduk disebelahku
"Muka mas Raga masih ganteng kan dek?" Tanya nya sambil menunjukkan wajahnya tepat di depanku
"Diiihh" aku membuang muka ku ke arah lain.
Mas raga langsung memelukku, aku sedikit kaget dengan pelukannya yang tiba-tiba. Tapi aku juga jadi sangat nyaman kalau berada di pelukan mas Raga.
" eh kenapa mas?" Tanyaku bingung
"Gpp dek, pengen peluk kamu aja" kata mas Raga yang masih memelukku.
Aku juga makin mengeratkan pelukanku.
"Enak ya dipeluk mas?"
Aku mengangguk, aku merasa sangat nyaman dan aman. Mas Raga yang kumiliki sekarang, karena mas Raga yang selalu ada disampingku.
"Mas, papah kapan pulang?" Tanyaku
"Kangen ya sama papah?"
Aku mengangguk, aku memang kangen papah, hampir 6 bulan aku belum ketemu papah karena kesibukkan papah yg tidak bisa ditinggal. Padahal biasanya 2minggu sekali papah pulang.
"Iya sabar ya, kata papah sih insyaallah bulan depan kerjaannya selesai jadi papah bisa cuti dan pulang agak lama" jelas mas Raga sambil melepaskan pelukannya
"Bener mas ?" Tanyaku antusias
"Iyah" jawab mas Raga tersenyum lebar.
"Yeyyy" seruku bahagia lalu memeluk mas Raga lagi.
Rasanya bahagia sekali, papah ku akan pulang, aku sangat kangen sama beliau, hanya papah orangtua ku saat ini dan aku ingin membahagiakannya.
Malam ini aku tidur dengan mas Raga di kamarku.
Kali ini yang kumat manjanya mas Raga. Dia yang minta tidur denganku. Kalau aku yang kumat manjanya langsung aja pergi ke kamar mas Raga dan tidur bareng.
*************
Ke esokan harinya aku dijemput Risky dan berangkat bersama ke bandara tapi sebelum itu aku pamitan dengan mas Raga, ku cium tangan mas Raga dan mas Raga mencium keningku.
Mas Raga tidak bisa mengantarku karena dia harus pergi ke kantor.
Sesampai di bandara, semua sudah berkumpul,
Dan tak lama pesawat yg kami tumpangi terbang ke Singapura.
Selama diatas pesawat yang kurasakan sama seperti saat terakhir aku naik pesawat dengan Reyhan.
Rasa trauma dan takut ku muncul kembali.
Risky menyadari ketakutanku, dia lalu memelukku dari samping, aku senderkan kepalaku ke bahu Risky.
Rasa takutku memang berkurang. Dan akhirnya aku tertidur sampai tidak sadar kalau sudah tiba di bandara Changi Singapura.
Lalu kami segera menuju ke hotel.
Kami hanya beristirahat sebentar lalu bersiap2 untuk pementasan nanti malam.
Rasanya memang capek tapi kami semua sangat antusias dengan pementasan workshop ini.
Akhirnya kami berhasil, pertunjukkan kami memukau semua penonton. Hanya dengan kostum yang sangat biasa, untuk aku dan Nindy hanya memakai dress hitam tanpa lengan dengan panjang diatas lutut. Rambut hanya dicepol keatas dan hiasan mutiara.
Untuk Dimas dan Riza mereka hanya memakai celana pendek hitam dan kaos kutungan.
Karena justru dengan kostum seperti itu gerak kami lebih bebas dan lebih maksimal.
Kami penari dan pemusik serta dosen bersorak senang dengan keberhasilan kami. Kami mendapatkan nilai terbaik. Dan yang pasti ada hadiahnya juga hehe
Kami pun merayakannya keesokan harinya.
Kami diajak ke universal studio. Semua teman-temanku sangat antusias.
Kami bersenang-senang disana menikmati semua fasilitas yg ada disana.
Dari foto-foto di bola dunia, liat-liat retail shops yang ada di depan lalu masuk dan menikmati wahananya, walau enggak semua karena waktunya yang kurang.
"Ris, Nin, capek istirahat dulu yuk" ajakku sambil ngos-ngosan
"Iya yuk, tuh ada coffee shop" kata Risky
"Ikut dong, capek juga nih aku, haus " kata Dimas
"Aku juga" kata Riza juga ikutan
Akhirnya kami berlima mampir ke coffee shop lalu kami memesan minuman karena kami semua sama-sama kehausan
Tak lama pesanan kami jadi lalu, kami memilih tempat duduk diluar.
Sambil ngobrol-ngobrol dengan teman-teman aku melihat seseorang dari jauh yg gak asing buat aku.
Itu Reyhan!!
Dia juga di coffee shop yang sama denganku, cuma dia duduknya agak jauh dariku.
Sepertinya dia sedang menunggu seseorang, kemarin sih memang dia bilang juga lagi di Singapura karena ada kerjaan juga, tapi kenapa dia tidak datang ke pementasanku kemarin?
Ah, mungkin dia sedang sibuk.
Aku lalu menarik baju Risky yang duduk disebelahku
"Apa?"tanya Risky berbisik
Aku memberikan isyarat dengan kepalaku ke arah Reyhan duduk
Risky mengikuti isyaratku dan dia terlihat sedikit agak kaget, tapi lalu dia beranjak dan langsung berjalan menuju Reyhan.
Aku hanya melihat Risky dan Reyhan dari jauh.
Entah ngomongin apa mereka, tak lama mereka berdua jalanke arahku.
Aku sedikit kesal sih sama Reyhan.
Tapi yasudahlah.
"Hei May.. ketemu disini ya kita " kata Reyhan melambaikan tangannya ke aku.
"Hei Rey" jawabku singkat lalu aku mengalihkan pandanganku ke tempat lain. Reyhan sepertinya tahu kalau aku kesal dengannya.
Lalu dia duduk disebelahku.
Risky memperkenalkan Reyhan ke Dimas dan Riza.
Lalu Reyhan mendekat kearahku, dan berbisik di telinga.
"Sorry, dont be angry yah sweetty"
Aku lalu menatap Reyhan. Reyhan juga menatapku.
Tiba-tiba datang seorang perempuan ke Reyhan.
"Honey, kemana aja sih, aku cari dari tadi"kata cewek itu dengan logat centilnya dan langsung menarik tangan Reyhan.
Deggg
Reyhan terlihat gugup dan memandangku khawatir.
Honey?? Kata cewek itu honey ? Berarti cewek itu pacarnya Reyhan dong!
Uuhhhh
Rasanya kesal banget dan aku... sepertinya aku cemburu mendengar Reyhan sudah punya pacar.
"Apa sih!! Lepasin!!" Kata Reyhan agak kasar kepada cewek itu.
Aku, Nindy dan Risky saling pandang.
Sesekali Risky menepuk bahuku.
Lalu Reyhan berjalan kembali ke arahku
"Ehm guys, aku balik dulu ya" pamit Reyhan agak tergesa-gesa.
Reyhan kemudian menggenggam tanganku.
" I can explain for this, nanti malam aku telepon, please trust me" kata Reyhan lalu pergi dan menyeret cewek itu menjauh.
Ada apa sih, Reyhan terlihat begitu khawatir dan kalau cewek itu pacarnya kenapa Reyhan bisa kasar seperti itu.
Dan aku?? Apa yang aku rasakan sekarang ini?
Apa aku cemburu ?? Ya kayaknya memang aku cemburu.
0