- Beranda
- Stories from the Heart
I Love You Mr. India
...
TS
ajenggputriii
I Love You Mr. India
Namaku Mayra Sekarang aku sedang berkuliah di salah satu kampus negeri di kotaku, jurusan Seni Tari
Yaa.. aku seorang penari
Darah seni memang mengalir dalam tubuhku dari mamah yang dulu juga seorang penari tradisional.
Aku sangat mencintai semua yang berbau seni, tapi yang paling aku suka ya itu Tari. Entah itu tari tradisional ataupun modern.
Selain kuliah aku juga aktif di sanggar seni tari. Dan menjadi salah satu pengajar disana. Jadi waktuku sehari-hari aku habiskan di kampus atau sanggar.
Sekilas tentang aku
Kulitku sawo matang, tidak tinggi tidak pendek yaa standarnya cewek lah hehe, rambut ku panjang sepunggung tp lebih sering aku gulung sih, agak tomboy, gak suka pakai rok,gak suka bunga, gak suka belanja, gak suka dandan terkecuali kalau sedang manggung atau pentas aku berubah 180° hehe
Maaf kan yang bahasanya acak adul ya gan
.. masih newbie nih hehe
Semoga suka

Dan kalau berkenan mau dong
sama 
Biar makin semangat update nya

Oya ini cerita fiksi ya gan..
Indeks
1(Pengumuman)
2(Gelisah)
3(Latihan)
4(Surprise)
5(Firasat)
6(Bali)
7(Pertemuan Pertama)
8(Hari I Karantina)
9(Hari II Karantina)
10(Hari III Karantina Kabar Buruk)
11(Kepergianmu)
12(Reyhan)
13(Move On)
14(Cemburu)
15(Penjelasan)
16(Jalan Berdua)
17(Awal Yang Baru)
18(Kedatanganmu)
19(Peringatan)
20(Psycopat Wanita)
21(Sayang)
22(Minta Izin)
23(Main Tumse...)
24(Nembak)
25(Rencana)
26(Sadar)
27(Tugas Akhir)
28(Risky)
Diubah oleh ajenggputriii 31-08-2017 11:47
anasabila memberi reputasi
1
19.9K
185
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33.1KThread•55KAnggota
Tampilkan semua post
TS
ajenggputriii
#150
24. Nembak
Saat sedang asyik ngobrol di gazebo depan, tiba tiba ada mobil masuk ke halaman rumah.
Aku dan Risky menatap ke mobil itu. Tapi belum ada orang yang keluar dari mobil itu
Aku menyenggol bahu Risky dan Risky hanya mengangkat bahunya.
Lalu keluarlah seorang cowok dan rasanya gak asing buatku.
"Lho Dimas! Ngapain dia kesini?" Kata Risky kaget saat melihat Dimas yang keluar dari mobil itu.
Aku mengamati Dimas yang sedang jalan menuju ke tempatku dan Risky sekarang.
"Hai May" sapa Dimas sambil menyunggingkan senyumnya
"Eh Dimas,kok tahu rumahku?" Tanya ku
Dimas ini partnerku saat pentas di Singapura waktu itu.kami juga tidak terlalu dekat,paling hanya ngobrol saat dikampus saja.
"Oh aku tanya di TU kampus" jawab Dimas yang masih berdiri di depanku.
"Oh iya ni May buat kamu" lanjut Dimas sambil memberikan sebuket bunga mawar merah yang dari tadi disembunyikan dibalik badannya.
Aku menerimanya agak ragu. Tapi kalau gak diterima rasanya gak menghargai gitu.
"Oh.. makasih Dim"
Ku lirik Risky, dia menatap Dimas tajam dan penuh selidik.
"Eh duduk dulu Dim" kataku memepersilahkan Dimas duduk di Gazebo juga
"Oh iya May"
Dimas lalu duduk, aku juga ikut duduk.
"Aku ke dalem dulu ya May" kata Risky lalu ngeloyor masuk aja.
Nih anak gak nyapa sama sekali sama Dimas.
Kenapa sih Risky itu aneh deh.
"Eeh May kamu uda baikan? Kamu sakit apa?" Tanya Dimas
"Ah gak papa kok,cuma luka kecil aja" kataku sambil menaruh buket bunga disampingku lalu menunjukkan tanganku yang diperban
"Ya Ampun May..kok bisa sampai luka gini? Ini kenapa kok sampe diperban gini?" Seru Dimas sambil memegang tanganku yang sakit.
"Gakpapa kok Dim,cuma dijahit aja hehe" kataku sambil reflek menarik tanganku yang dipegang Dimas.
"Uuggghhh" aku meringis kesakitan.
Karena reflek aku jadi langsung menggerakkan tanganku yang sakit dengan cepat.
Entah kenapa aku risih atas perlakuan Dimas.
"Aduh May hati-hati" kata Dimas yang lagi lagi memegang tanganku dan mengelus-elusnya.
Aku mencoba menarik tanganku malah ditahan oleh Dimas.
Dan sekarang dia malah menggenggam erat tanganku yang satunya juga.
"May.. aku sayang sama kamu" kata Dimas menatapku serius.
Aku terbelalak dan bengong.
"Iya May aku cinta sama kamu,kamu mau kan jadi pacarku" lanjut Dimas
Degg
Sumpah ini beneran aku gak nyangka! Aku sama Dimas gak pernah deket sebelumnya selain waktu ada pementasan di Singapura. Dan selain itu hanya ketemu waktu di kampus. Lalu kenapa sekarang dia malah nembak aku gini.
"Mayra..." kata Dimas membuyarkan lamunanku.
"Eh... sorry Dim,aku gak bisa,aku udah...."
"Sama cowok India itu kan?"Dimas memotong kata kataku,dan ku lihat ekspresinya berubah kesal.
"Iya,sorry ya Dim" kata ku tanpa ragu.
"Tapi May,dia kan jauh,sedangkan aku disini,aku bakalan ada disamping kamu terus,aku akan jaga kamu" jelas Dimas yang terkesan memaksaku sambil tetap menggenggam tanganku makin erat.
"Sorry Dim,aku sudah punya Reyhan" kata ku lebih tegas lagi sambil beranjak berdiri dan berusaha melepaskan genggamannya
"May... please aku cinta sama kamu May, kamu mau kan jadi pacarku,please May" ucap dimas terus memohon lalu tiba-tiba dia memelukku.
"Eh Dim lepas!" Kata ku sambil mendorong tubuh Dimas menjauh dariku.
Aduh ini sih bukan nembak tapi pemaksaan.
"May please! Aku cinta sama kamu May" Dimas semakin mengeratkan pelukannya.
Saat aku berhasil mendorongnya agak jauh tiba-tiba
Buggg
Dimas jatuh tersungkur sampai pot yang ada disebelah gazebo jatuh dan pecah. Satu bogem mendarat di wajah Dimas dan saat ku toleh
"Reyhan"
Aku kaget karena Reyhan muncul tiba-tiba.
"Are you okay?"tanya Reyhan cemas lalu memeriksaku mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Aku gakpapa kok Rey" jawabku lalu memandang Dimas yang berusaha berdiri sambil memegangi wajahnya.
Aku terus menatap Dimas dan Reyhan juga menatap tajam Dimas.
"Kalau orang udah bilang gak mau,elu gak usa maksa bro" kata Reyhan tegas sambil menepuk wajah Dimas.
Aku lihat memang Reyhan terlihat emosi tapi dia terlihat tenang dan cool meskipun satu bogem mentah sudah mendarat diwajah Dimas.
Dimas melirik tajam ke Reyhan. Aku tahu dia juga marah tapi emang kayaknya dia perlu dikasi pelajaran seperti itu. Seenaknya aja maksa-maksa orang buat jadi pacar dia.
Dimas lalu ngeloyor pergi gitu aja sambil terus melirik Reyhan tajam.
Pandangan tajam Reyhan juga mengikuti Dimas yang menuju ke mobilnya dan pergi meninggalkan rumahku.
Reyhan lalu menatapku.
Aku tersenyum padanya dan mengusap pipinya.
"Masuk yuk" ajakku sambil menggandeng tangan Reyhan
Tiba tiba Risky keluar dengan muka paniknya
"Ada apa May? Kok tadi aku denger ada suara pecahan gitu" kata Risky sambil celingak celinguk mencari tahu apa yang terjadi.
"Its okay bro,sudah kabur orangnya" sahut Reyhan sambil menyibakkan rambutnya kebelakang.
Tu rambut emang bikin ribet deh,bentar-bentar dibetulin kebelakang. Tapi itu juga sih yang bikin tambah klepek klepek hehe apaan sih
"Dimas?" Tanya Risky sambil menatapku.
Aku mengangguk.
"Dia ngomong apa?" Tanya Risky lagi.
"Dia nembak Mayra" sahut Reyhan lalu menatapku
"Gila tuh anak! Dia uda punya pacar May,gue tahu" kata Risky sambil berkacak pinggang
"Hah?yang bener Bul?" Tanyaku gak percaya
"Iya,ceweknya anak musik temen sekelasku,mereka baru jadian" jawab Risky menjelaskan
"Wah cari gara gara tuh orang" kata Reyhan mulai emosi
Aku mengusap lengan Reyhan.
"Mungkin khilaf kali Bul,udah gak usa dipikirin,paling juga sekarang dia lari ke ceweknya" kata mencoba menenangkan 2 cowok ini.
"Sengaja kali itu sayang" sahut Reyhan
"Yang aku takutin dia bakalan nekat ke kamu May" kata Risky menatapku cemas
Aku menatap Risky dan Reyhan bergantian.
Terlihat ekspresi wajah mereka berdua cemas.
"Hahaha" aku tertawa geli
"Kok malah ketawa?"tanya Reyhan heran
"Muka kalian tuh lucu kalau begitu hahaha"
Aku tertawa sambil memegangi perutku.
Tiba tiba Risky mengepitku dengan tangannya lalu Reyhan ikut mengacak-ngacak rambutku.
Dan tanpa sengaja Reyhan menyenggol tanganku yang sakit dengan sikunya
"Aaaaawwwwwwwwww!!!!!!" Teriakku kesakitan sambil memegang tanganku yang sakit. Aku lalu jatuh terduduk.
Reyhan lalu memegang pundakku lalu memelukku.
"Sorry sayang sorry... aku gak sengaja" kata Reyhan cemas.
"Aduuh ini tangan dari tadi kesenggol terus, kapan sembuhnya kalau gini tadi Risky sekarang kamu " omelku sambil terisak menahan rasa nyeri.
"Lu Rey" kata Risky sambil memukul lengan Reyhan
"Ya kan gak sengaja Ris, aduh maap sayang,sakit ya... duh duh..." kata Reyhan yang sekarang meniup niup tanganku.
Aku diam sejenak.
Lalu kutatap mereka berdua dengan mata ku yang sedikit basah karena menahan rasa sakit tadi.
"Ada kalian berdua jadi gak bakalan terjadi apa apa sama aku"
Aku tersenyum pada mereka berdua.
Risky dan Reyhan serempak menatapku dalam lalu mereka berdua tersenyum.
***********
Reyhan mengajakku jalan-jalan ditaman dekat rumah,sebelumnya kami juga pernah kesini.
Risky masih dirumahku dengan mas Raga dan papah.
Aku sebenarnya pengen jalan jalan ke tempat agak jauh tapi Reyhan melarangnya katanya sih karena aku masih sakit jadi gak boleh jauh-jauh.
Kali ini taman agak lenggang karena sudah agak siangan.
Aku dan Reyhan memilih duduk di bangku yang ada dibawah pohon besar.
Aku lalu menyandarkan kepalaku di dadanya yang bidang.
Angin segar bertiup agak kencang. Walaupun siang hari tapi angin terasa segar dan dingin karena taman ini memang banyak ditanami pohon.
Aku dan Reyhan sama sama menatap lurus kedepan. Entah apa yang dipikirkan Reyhan,kami larut dalam pikiran kami masing-masing.
Terasa hembusan nafas Reyhan pelan.
"Rey.." panggilku pelan
"Iya" jawab Reyhan lembut.
"Emm...makasih ya" kataku masih menatap lurus kedepan sambil bersandar didada Reyhan.
"Buat apa?"tanya Reyhan yang lagi-lagi menyibakkan rambutnya.
"Semuanya" jawabku singkat.
Reyhan membelai rambutku dan tanpa berkata apapun tapi aku tahu kalau dia tersenyum padaku.
"I love you Mr. India" kata ku lagi
Reyhan lalu menatapku heran.
"What?"
Aku tertawa kecil
"Iya my Mr.India berhidung panjang" aku menarik hidungnya.
"Pinokio itu hidung panjang" kata Reyhan kesal sambil mengelus hidungnya
Aku tersenyum sambil menatap Reyhan.
"I love you too Mrs. Cerewet" kata Reyhan sambil mengacak rambutku.kebiasaan deh sukanya acak acak rambutku.
"Kok cerewet sih" kataku kesal lalu merapikan rambutku sendiri
"But I love it"
Reyhan membantuku merapikan rambutku.
Ah tadi Risky sekarang Reyhan.
2 orang yang melakukan hal yang sama dalam waktu yang sama juga.
Aduuh kok jadi mikir kayak gini ya aku.
Reyhan tersenyum padaku lalu memelukku.
Akupun membalas pelukannya.
"Aku akan selalu ada buat kamu sayang" kata Reyhan lalu mencium keningku.
Setelah itu kami makan bakso disekitar taman lalu pulang kerumah.
Saat kami menuju mobil yang parkir diseberang taman.
"Awaaas May!!!!" Teriak Reyhan lalu dengan cepat dia menarikku mundur kembali.
"Alhamdulillah kamu gak papa kan?" Tanya Reyhan cemas
Aku menggeleng dan berusaha mengatur nafasku. Rasanya jantungku berdegup gak karuan.
Tiba-tiba dari arah berlawanan itu ada sebuah mobil melaju kencang dan hampir menyerempetku untung Reyhan dengan cepat menarikku menjauh.
"Siapa sih?nyetir kok ngawur gitu" omelku kesal.
"Udah yuk pulang,yang penting kamu gak kenapa kenapa" kata Reyhan mengelus punggungku. Dia berusaha menenagkan ku karena tahu kalau aku sedang marah plus kaget saat itu.
Lalu kami masuk mobil dan pulang kerumah.
Aku masih memikirkan kejadian barusan.
Masa dikomplek gini nyetir kok ngawur kayak gitu,bahaya kan,kalau nabrak orang gimana.
Tapi kok rasanya gak asing sama mobil itu tadi ya????
*************
Aku dan Risky menatap ke mobil itu. Tapi belum ada orang yang keluar dari mobil itu
Aku menyenggol bahu Risky dan Risky hanya mengangkat bahunya.
Lalu keluarlah seorang cowok dan rasanya gak asing buatku.
"Lho Dimas! Ngapain dia kesini?" Kata Risky kaget saat melihat Dimas yang keluar dari mobil itu.
Aku mengamati Dimas yang sedang jalan menuju ke tempatku dan Risky sekarang.
"Hai May" sapa Dimas sambil menyunggingkan senyumnya
"Eh Dimas,kok tahu rumahku?" Tanya ku
Dimas ini partnerku saat pentas di Singapura waktu itu.kami juga tidak terlalu dekat,paling hanya ngobrol saat dikampus saja.
"Oh aku tanya di TU kampus" jawab Dimas yang masih berdiri di depanku.
"Oh iya ni May buat kamu" lanjut Dimas sambil memberikan sebuket bunga mawar merah yang dari tadi disembunyikan dibalik badannya.
Aku menerimanya agak ragu. Tapi kalau gak diterima rasanya gak menghargai gitu.
"Oh.. makasih Dim"
Ku lirik Risky, dia menatap Dimas tajam dan penuh selidik.
"Eh duduk dulu Dim" kataku memepersilahkan Dimas duduk di Gazebo juga
"Oh iya May"
Dimas lalu duduk, aku juga ikut duduk.
"Aku ke dalem dulu ya May" kata Risky lalu ngeloyor masuk aja.
Nih anak gak nyapa sama sekali sama Dimas.
Kenapa sih Risky itu aneh deh.
"Eeh May kamu uda baikan? Kamu sakit apa?" Tanya Dimas
"Ah gak papa kok,cuma luka kecil aja" kataku sambil menaruh buket bunga disampingku lalu menunjukkan tanganku yang diperban
"Ya Ampun May..kok bisa sampai luka gini? Ini kenapa kok sampe diperban gini?" Seru Dimas sambil memegang tanganku yang sakit.
"Gakpapa kok Dim,cuma dijahit aja hehe" kataku sambil reflek menarik tanganku yang dipegang Dimas.
"Uuggghhh" aku meringis kesakitan.
Karena reflek aku jadi langsung menggerakkan tanganku yang sakit dengan cepat.
Entah kenapa aku risih atas perlakuan Dimas.
"Aduh May hati-hati" kata Dimas yang lagi lagi memegang tanganku dan mengelus-elusnya.
Aku mencoba menarik tanganku malah ditahan oleh Dimas.
Dan sekarang dia malah menggenggam erat tanganku yang satunya juga.
"May.. aku sayang sama kamu" kata Dimas menatapku serius.
Aku terbelalak dan bengong.
"Iya May aku cinta sama kamu,kamu mau kan jadi pacarku" lanjut Dimas
Degg
Sumpah ini beneran aku gak nyangka! Aku sama Dimas gak pernah deket sebelumnya selain waktu ada pementasan di Singapura. Dan selain itu hanya ketemu waktu di kampus. Lalu kenapa sekarang dia malah nembak aku gini.
"Mayra..." kata Dimas membuyarkan lamunanku.
"Eh... sorry Dim,aku gak bisa,aku udah...."
"Sama cowok India itu kan?"Dimas memotong kata kataku,dan ku lihat ekspresinya berubah kesal.
"Iya,sorry ya Dim" kata ku tanpa ragu.
"Tapi May,dia kan jauh,sedangkan aku disini,aku bakalan ada disamping kamu terus,aku akan jaga kamu" jelas Dimas yang terkesan memaksaku sambil tetap menggenggam tanganku makin erat.
"Sorry Dim,aku sudah punya Reyhan" kata ku lebih tegas lagi sambil beranjak berdiri dan berusaha melepaskan genggamannya
"May... please aku cinta sama kamu May, kamu mau kan jadi pacarku,please May" ucap dimas terus memohon lalu tiba-tiba dia memelukku.
"Eh Dim lepas!" Kata ku sambil mendorong tubuh Dimas menjauh dariku.
Aduh ini sih bukan nembak tapi pemaksaan.
"May please! Aku cinta sama kamu May" Dimas semakin mengeratkan pelukannya.
Saat aku berhasil mendorongnya agak jauh tiba-tiba
Buggg
Dimas jatuh tersungkur sampai pot yang ada disebelah gazebo jatuh dan pecah. Satu bogem mendarat di wajah Dimas dan saat ku toleh
"Reyhan"
Aku kaget karena Reyhan muncul tiba-tiba.
"Are you okay?"tanya Reyhan cemas lalu memeriksaku mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Aku gakpapa kok Rey" jawabku lalu memandang Dimas yang berusaha berdiri sambil memegangi wajahnya.
Aku terus menatap Dimas dan Reyhan juga menatap tajam Dimas.
"Kalau orang udah bilang gak mau,elu gak usa maksa bro" kata Reyhan tegas sambil menepuk wajah Dimas.
Aku lihat memang Reyhan terlihat emosi tapi dia terlihat tenang dan cool meskipun satu bogem mentah sudah mendarat diwajah Dimas.
Dimas melirik tajam ke Reyhan. Aku tahu dia juga marah tapi emang kayaknya dia perlu dikasi pelajaran seperti itu. Seenaknya aja maksa-maksa orang buat jadi pacar dia.
Dimas lalu ngeloyor pergi gitu aja sambil terus melirik Reyhan tajam.
Pandangan tajam Reyhan juga mengikuti Dimas yang menuju ke mobilnya dan pergi meninggalkan rumahku.
Reyhan lalu menatapku.
Aku tersenyum padanya dan mengusap pipinya.
"Masuk yuk" ajakku sambil menggandeng tangan Reyhan
Tiba tiba Risky keluar dengan muka paniknya
"Ada apa May? Kok tadi aku denger ada suara pecahan gitu" kata Risky sambil celingak celinguk mencari tahu apa yang terjadi.
"Its okay bro,sudah kabur orangnya" sahut Reyhan sambil menyibakkan rambutnya kebelakang.
Tu rambut emang bikin ribet deh,bentar-bentar dibetulin kebelakang. Tapi itu juga sih yang bikin tambah klepek klepek hehe apaan sih
"Dimas?" Tanya Risky sambil menatapku.
Aku mengangguk.
"Dia ngomong apa?" Tanya Risky lagi.
"Dia nembak Mayra" sahut Reyhan lalu menatapku
"Gila tuh anak! Dia uda punya pacar May,gue tahu" kata Risky sambil berkacak pinggang
"Hah?yang bener Bul?" Tanyaku gak percaya
"Iya,ceweknya anak musik temen sekelasku,mereka baru jadian" jawab Risky menjelaskan
"Wah cari gara gara tuh orang" kata Reyhan mulai emosi
Aku mengusap lengan Reyhan.
"Mungkin khilaf kali Bul,udah gak usa dipikirin,paling juga sekarang dia lari ke ceweknya" kata mencoba menenangkan 2 cowok ini.
"Sengaja kali itu sayang" sahut Reyhan
"Yang aku takutin dia bakalan nekat ke kamu May" kata Risky menatapku cemas
Aku menatap Risky dan Reyhan bergantian.
Terlihat ekspresi wajah mereka berdua cemas.
"Hahaha" aku tertawa geli
"Kok malah ketawa?"tanya Reyhan heran
"Muka kalian tuh lucu kalau begitu hahaha"
Aku tertawa sambil memegangi perutku.
Tiba tiba Risky mengepitku dengan tangannya lalu Reyhan ikut mengacak-ngacak rambutku.
Dan tanpa sengaja Reyhan menyenggol tanganku yang sakit dengan sikunya
"Aaaaawwwwwwwwww!!!!!!" Teriakku kesakitan sambil memegang tanganku yang sakit. Aku lalu jatuh terduduk.
Reyhan lalu memegang pundakku lalu memelukku.
"Sorry sayang sorry... aku gak sengaja" kata Reyhan cemas.
"Aduuh ini tangan dari tadi kesenggol terus, kapan sembuhnya kalau gini tadi Risky sekarang kamu " omelku sambil terisak menahan rasa nyeri.
"Lu Rey" kata Risky sambil memukul lengan Reyhan
"Ya kan gak sengaja Ris, aduh maap sayang,sakit ya... duh duh..." kata Reyhan yang sekarang meniup niup tanganku.
Aku diam sejenak.
Lalu kutatap mereka berdua dengan mata ku yang sedikit basah karena menahan rasa sakit tadi.
"Ada kalian berdua jadi gak bakalan terjadi apa apa sama aku"
Aku tersenyum pada mereka berdua.
Risky dan Reyhan serempak menatapku dalam lalu mereka berdua tersenyum.
***********
Reyhan mengajakku jalan-jalan ditaman dekat rumah,sebelumnya kami juga pernah kesini.
Risky masih dirumahku dengan mas Raga dan papah.
Aku sebenarnya pengen jalan jalan ke tempat agak jauh tapi Reyhan melarangnya katanya sih karena aku masih sakit jadi gak boleh jauh-jauh.
Kali ini taman agak lenggang karena sudah agak siangan.
Aku dan Reyhan memilih duduk di bangku yang ada dibawah pohon besar.
Aku lalu menyandarkan kepalaku di dadanya yang bidang.
Angin segar bertiup agak kencang. Walaupun siang hari tapi angin terasa segar dan dingin karena taman ini memang banyak ditanami pohon.
Aku dan Reyhan sama sama menatap lurus kedepan. Entah apa yang dipikirkan Reyhan,kami larut dalam pikiran kami masing-masing.
Terasa hembusan nafas Reyhan pelan.
"Rey.." panggilku pelan
"Iya" jawab Reyhan lembut.
"Emm...makasih ya" kataku masih menatap lurus kedepan sambil bersandar didada Reyhan.
"Buat apa?"tanya Reyhan yang lagi-lagi menyibakkan rambutnya.
"Semuanya" jawabku singkat.
Reyhan membelai rambutku dan tanpa berkata apapun tapi aku tahu kalau dia tersenyum padaku.
"I love you Mr. India" kata ku lagi
Reyhan lalu menatapku heran.
"What?"
Aku tertawa kecil
"Iya my Mr.India berhidung panjang" aku menarik hidungnya.
"Pinokio itu hidung panjang" kata Reyhan kesal sambil mengelus hidungnya
Aku tersenyum sambil menatap Reyhan.
"I love you too Mrs. Cerewet" kata Reyhan sambil mengacak rambutku.kebiasaan deh sukanya acak acak rambutku.
"Kok cerewet sih" kataku kesal lalu merapikan rambutku sendiri
"But I love it"
Reyhan membantuku merapikan rambutku.
Ah tadi Risky sekarang Reyhan.
2 orang yang melakukan hal yang sama dalam waktu yang sama juga.
Aduuh kok jadi mikir kayak gini ya aku.
Reyhan tersenyum padaku lalu memelukku.
Akupun membalas pelukannya.
"Aku akan selalu ada buat kamu sayang" kata Reyhan lalu mencium keningku.
Setelah itu kami makan bakso disekitar taman lalu pulang kerumah.
Saat kami menuju mobil yang parkir diseberang taman.
"Awaaas May!!!!" Teriak Reyhan lalu dengan cepat dia menarikku mundur kembali.
"Alhamdulillah kamu gak papa kan?" Tanya Reyhan cemas
Aku menggeleng dan berusaha mengatur nafasku. Rasanya jantungku berdegup gak karuan.
Tiba-tiba dari arah berlawanan itu ada sebuah mobil melaju kencang dan hampir menyerempetku untung Reyhan dengan cepat menarikku menjauh.
"Siapa sih?nyetir kok ngawur gitu" omelku kesal.
"Udah yuk pulang,yang penting kamu gak kenapa kenapa" kata Reyhan mengelus punggungku. Dia berusaha menenagkan ku karena tahu kalau aku sedang marah plus kaget saat itu.
Lalu kami masuk mobil dan pulang kerumah.
Aku masih memikirkan kejadian barusan.
Masa dikomplek gini nyetir kok ngawur kayak gitu,bahaya kan,kalau nabrak orang gimana.
Tapi kok rasanya gak asing sama mobil itu tadi ya????
*************
0