- Beranda
- Stories from the Heart
Sang Paku Bumi
...
TS
kiocatra919
Sang Paku Bumi

Kisah seorang salik di tengah keramaian zaman Modern.
Sang Paku Bumi 1
Sang Paku Bumi 2
Sang Paku Bumi 3
Sang Paku Bumi 4
Sang Paku Bumi 5
Sang Paku Bumi 6
Sang Paku Bumi 7
Sang Paku Bumi 8
Sang Paku Bumi 9
Sang Paku Bumi 10
Sang Paku Bumi 11
Sang Paku Bumi 12
Sang Paku Bumi 13
Sang Paku Bumi 14

Diubah oleh kiocatra919 09-06-2025 08:39
pulaukapok dan 6 lainnya memberi reputasi
7
3K
39
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kiocatra919
#22
Sang Paku Bumi 14

Tiap makan nasi kebuli, jadi teringat pulang amaliyah ngedan, sampai di majlis sore hari sudah banyak orang, karena malamnya ada dzikir Akbar Pengajian Kliwonan.
Flash Back, sore itu saya melangkahkan kaki, menuju senori, dan bertemu temanku sebut saja Gus Naruto, di depan toko. Di situ juga ada mas Dedi santri mukim yang lagi jagong sambil rokokan dengan Gus Naruto dan sohibnya yang istirahat habis pulang ngedan berdua dari Jawa Timur.
"Mas Hasan, rokokmu dari ngedan masih ada?" tanya gus naruto, yang jamaah nya Majlisnya banyak di bekasi.
"Masih ini ada 2 bungkus masih utuh". Sambil ku berikan ke gus naruto.
Memang ketika ngedan ini anehnya kami selalu dapat rokok plus Korek. Memang di anjurkan ketika ngedan kita sambil jalan di setiap hembusan nafas dan sedotan rokok sambil mengingat dalam zikir.
"Ayuk balik majlis gus, kan sudah selesai ngedannya hampir sebulan ini"
"Iya duluan aja, aku balik sekalian Habis isya hehehe"
"Baik kalo begitu"
Saya lanjutkan perjalanan menuju Majlis SangKyai. Sampai di majlis di lihatin banyak jamaah kyai, ya karena pakaian dan kotor belum di cuci waktu ngedan hahaha.... Wajahku kelihatan gosong kayak di panggang di gurun. Untung di Indonesia masih banyak pepohonan. Misalkan kita ngedan di gurun seperti Syech Abdul Qodir Al Jaelani di gurun bertahun - tahun apa kuat fikirku, Ah Allah maha pemurah bagi hambanya yang bersyukur.
Sampai di majlis mandi, ganti baju, dan sholat Ashar di Masjid samping majlis. Setelah itu makan, nasi kebuli dengan para jamaah di nampan.
"Mas udah berapa hari tidak makan?"
"Iya alhamdulillah tetap ada rezeki makan tiap hari"
"Alhamdulillah"
"Halo mas Kediri" Sapa pak Budi sambil melangkah mendekat. Pak Budi ini santri dari Surabaya.
"Hallo Pak Budi"
"Alhamdulillah sehat Mas?"
"Alhamdulillah sehat Pak Hehe".
"La itu Mas Hasan Ngedan sendiri ngk papa". Terdengar suara dari santri jawa tengah Pak Jaksa..
"Aman om jawabku di hati"
Habis magrib mulai sholat jamaah di imami SangKyai. Setelah sholat para santri dan jamaah salim cium tangan kyai.
Ketika giliranku menghadap kyai, kyai menatapku dengan pandangan mata berkaca-kaca.
Ngedan itu kita di didik sama kyai untuk melatih tawakal hanya bersandar pada Allah.
Artinya: "Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)."
Ayat tersebut menjelaskan tentang jaminan rezeki dari Allah SWT. Binatang-binatang melata yang hidup di bumi meliputi binatang merayap, merangkak atau berjalan dengan kedua kakinya semua mendapat jaminan rezeki dari Allah SWT.
Binatang tersebut diberikan naluri dan kemampuan untuk mencari rezekinya masing-masing. Semuanya sudah diatur dengan hikmat dan bijaksana oleh-Nya.
Jika Allah tidak mengatur sedemikian rupa, mungkin saja pada suatu saat ada binatang yang berkembangbiak terlalu cepat, sehingga mengancam kelangsungan hidup binatang lain.
Allah SWT mengetahui tempat berdiam binatang-binatang termasuk tempat persembunyiannya. Bahkan ketika masih di dalam kandungan induknya. Pada kedua tempat itu, Dia senantiasa menjadi rezekinya. Segalanya telah tercatat dengan rapi di Lauh Mahfudh.
Jaminan atas rezeki juga dijelaskan dalam surat lain seperti surat Asy Syuraa ayat 27. Allah berfirman sebagai berikut:
۞ وَلَوْ بَسَطَ ٱللهُ ٱلرزْقَ لِعِبَادِهِۦ لَبَغَوْا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَلكِن يُنَزلُ بِقَدَرٍ ما يَشَآءُ ۚ إِنهُۥ بِعِبَادِهِۦ خَبِير بَصِيرٌ
Arab-Latin: Walau basaṭallāhur-rizqa li'ibādihī labagau fil-arḍi wa lākiy yunazzilu biqadarim mā yasyā`, innahụ bi'ibādihī khabīrum baṣīr
Artinya: "Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat."
Rezeki merupakan ketetapan dari Allah SWT. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al 'Ash, "Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi." (HR. Muslim no. 2653).
Pengajian Kliwonan di mulai habis sholat isya'. Dzikir di pimpin Sangkyai. Selesai Dzikir Kyai bertausiah. "Sebelum Tausiah kyai, Kyai memberi tahu Rasulullah saw sudah hadir di majlis sejak sore tadi, kyai memberi tausiah intinya secara teorinya dasarnya, orang itu akan sulit mengingat Allah dg mengingat yang sungguh sungguh mengingat, atau sungguh sungguh dzikrulloh, jika di dalam hati itu masih banyak gambar yang lain selain Allah, maka akan sulit mengkonsentrasikan lafadz Allah di dalam hati, karena ada gambar lain di dalam hati
dan untuk menghapus atau melupakan gambar lain di dalam hati itu tdk ada cara yang efektif selain meninggalkan semua gambar itu, meninggalkan semuanya, melupakan semua, ya anak, ya istri, ya nenek, kakek, kucing, dan semua masalah hidup, entah kreditan atau hutang, atau apa saja, dan itu tidak bisa dihilangkan dari pikiran dan hati selain menjadi edan. Itu awal perjalanan ngedan ketika mau dilakukan.
To be continue....
Diubah oleh kiocatra919 09-06-2025 10:33
0