- Beranda
- Stories from the Heart
Sang Paku Bumi
...
TS
kiocatra919
Sang Paku Bumi

Kisah seorang salik di tengah keramaian zaman Modern.
Sang Paku Bumi 1
Sang Paku Bumi 2
Sang Paku Bumi 3
Sang Paku Bumi 4
Sang Paku Bumi 5
Sang Paku Bumi 6
Sang Paku Bumi 7
Sang Paku Bumi 8
Sang Paku Bumi 9
Sang Paku Bumi 10
Sang Paku Bumi 11
Sang Paku Bumi 12
Sang Paku Bumi 13
Sang Paku Bumi 14

Diubah oleh kiocatra919 09-06-2025 08:39
pulaukapok dan 6 lainnya memberi reputasi
7
3K
39
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kiocatra919
#18
Penyempurnaan Ruh "Orang yang sudah Wafat"

Siang itu ketika saya di POM Bensin dan sedang isi bahan bakar. saya ada telphon dari Pak Bram. Pak Bram telphone 2x. Ku diamkan, karena sedang di kendaraan dan sedang isi bensin. Lalu saya keluar dari kendaraan menuju ke toilet Pom. Kemudian saya telphone balik.
"Hallo...hallo...."
"Hallo... Nek ndi we...? Tanya Pak Bram.
"Ini di pom bensin" , kataku
"Gini san, ada job ini" suara serius dari Pak Bram terdengar dari call HP
"Job apa ?" tanyaku penasaran.
"Mendoakan orang yang sudah meninggal"
"Orang meninggal?"
"Iya, nanti kamu baca do'a kulhu 100.000x !!! ya."
"Hahahahha" aku langsung tertawa tawa. sambil duduk di bawah."
"Pye?"
"Iya2 ok, tak tunggu namanya di WA"
"Ok, nanti tak kirim di wa "
Siang itu kami sekeluarga menuju arah banyakan, arah ke bandara Dhoho. Bandara ini bandara baru, yang dibangun oleh Pabrik Rokok, termasuk 10 besar Pabrik Rokok di dunia.
Setelah 30 menit perjalanan. Sampailah kami di rumah si mbah yg masih saudaranya mbah saya. Ibuku dah lama belum ke sini. Akhirnya sekalian saja mampir silaturahmi. Di depan rumah simbah yang serba bangunan modern ada toko berlantai 2. Rumah si mbah deket dengan jalan raya dan bangunan ya masih khas jawa dengan bangunan dan kayu rumah khas jawa.
"Setelah salim dengan simbah kami duduk ngobrol dengan keluarga simbah sebut saja Pak Tono anak laki-laki simbah yang merawat simbah. Simbah ini hanya bisa duduk dan tiduran di kamar. Kamarnya segi empat dengan dikeliling selambu khas kamar jaman Tempoe doloe.
"Anak-anakku tukaran ae". Kata si mbah menggerutu.
"Istigfar mbah....instigfar... Siapa yg bertengkar" kata bapak-bapak salah satu putra simbah.
Si mbahpun akhirnya terdiam. Si mbah ini walaupun umurnya satus selangkung tapi tidak pikun. Pendengarannya masih bagus.
"Kemarin bambang kesini juga ya?" tanya ibuku
"iya kesini"
"Iya bambang adikku kemarin pernah kesini."
"iya pernah beberapa kali tahun kemarin"
"Kesini 2 kali sama aku dan dia sendiri sama istri dan anak-anaknya".
Datang dari luar pintu Mbak Ana.
"Mbak, ayuuk kerumah samping udah tak belikan bakso dan es, monggo".
"Iya, ini masih ngasih minum si mbah teh".
Kami pun pindah kerumah Mbak Ana yg rumahnya di samping si mbah. Mbak ana ini salah satu putri si mbah.
"Di sekitar sini, banyak orang yang mati, setelah menerima uang dari pembebasan lahan."
"Mati karena bingung belikan uangnya buat apa uang di kemanain mungkin" tanya ibuku
"ada yang keluarganya meninggal, dan akhirnya uangnya di berikan keponakannya yang masih kecil-kecil, 1 anak 2 M an." timpal mbk Ana
"Anak kecil segitu dapat 2M " Tanya Bapakku
"Iya deposito untuk anak-anak tersebut.
"Kabarnya uangnya banyak yang cepat habis ya, uang dari itu"
"Kemarin ada orang sana, belum 1 tahun habis uangnya".
Berita orang banyak yang meninggal setelah menerima uang pembebasan lahan sudah banyak tersiar di penduduk desa.
Setelah dzuhuran di rumah Mbak Ana, kami pulang dan pamitan ke simbah. Karena kami mau lanjut sekalian jalan-jalan ke arah melewati Bandara.
Siang itu kuputuskan mampir ke warung Sate di Nganjuk sekalian sebelum balik ke rumah.
Sampai pulang di rumah mandi, tidur. Kemudian ku mulai dzikir kulhu untuk mendoakan Almarhum.
Setelah selesai saya main ke rumah Pak Bram. Sampai perjalanan di sana 11.45 an. Seperti biasanya sampai di rumah pak bram, montor ku parkirkan di samping rumah pak bram.
Awal mula kisahnya dari Pak Bram. Beberapa hari yang lalu ada. Mantan kepala sekolah namanya Ibu Mah, yang pernah menjabat di beberapa sekolah di Nganjuk, yang mau meninggal atau sakaratul Maut, namun masih kesulitan. Nah, kemudian keluarga Ibu mah, memanggil tetangganya yang di sekitar rumah yang punya kelebihan atau orang pintar. Kata orang pintar tersebut. Bu mah belum bisa meninggal karena di dalam tubuh bu Mah ada sesuatu di dalam tubuh yang nggandoli. Dan di desa tempat tinggal bu Mah tidak ada orang pintar yang bisa mengambil barang tersebut. Nah, anaknya Bu Mah kebetulan temen Pak bram, seketika jawab "ada ini yang bisa mengobati" kata anak bu Mah dan Anak Bu Mah menghubungi Pak Bram.
Pak Bram datang ke kota Gresik menuju rumah Bu Mah. Tiba di sana, Setelah di cek Pak Bram. Ada gangguan khodam kewibawaan yg di turunkan dari leluhurnya dan ada ruh orang tua dan Ruh suami bu mah yang minta di sempurnakan.
Setelah Pak Bram bersihkan gangguan tersebut. Pak Bram ngabari keluarga bu mah agar segera mencari ambulan. Setelah dapat kedua kalinya pencarian. Pada waktu itu orang-orang heran karena bu mah belum meninggal kok minta di panggilkan ambulan. Setelah sampai ambulan di rumah. Pas bertepatan Bu Mah sakaratul maut atau meninggal dengan lancar. Orang-orang di sana merasa heran dan takjub.
Kemudian almarhumah di kebumikan di tempat asalnya di kota Nganjuk.
Sebelum Pak Bram pulang ke Nganjuk, mampir ke Bojonegoro deket Tuban. sekalian membersihkan rumah pembantu Bu Mah yang sebelumnya bekerja merawat Bu Mah ketika, Bu Mah sakit di kediaman Gresik.
Sebenarnya selama merawat bu Mah ini, Mbak sri juga sering ketakutan ketika malam ke kamar mandi, karena sering melihat hal2 atau yang berseliweran ghaib.
Sampai di rumah Mbak Sri. Pak Bram membersihkan. Rajah2 yang terpasang di rumah adat jawa dengan papan kayu. Dan juga menarik jin Penguasa di desa tersebut untuk di muslimkan.
Mbak Sri bercerita awal mendirikan rumah katanya dulu pakai tumbal darah. Ya bakal panas rumahnya, karena banyak jin yang di dalam rumah jadi sumpek. Semisal rumah sepetak di isi 10 ribu jin beserta orang yang tinggal di dalam.
Setelah di bersihkan suasananya menjadi lebih adem, tenang betah orang yang di dalam rumah. Karena kebersihan adalah Anadhofatu minal iman.
Annadhafatu minal iman adalah ungkapan dalam Islam yang berarti "kebersihan adalah sebagian dari iman". Ungkapan ini merupakan salah satu hadits Rasulullah SAW.
Hadits ini menekankan bahwa umat Islam harus menjaga kebersihan diri dan lingkungannya. Kebersihan yang dimaksud adalah kebersihan lahir dan batin, jasmani dan rohani.
Beberapa cara menjaga kebersihan diri, di antaranya: Mencuci tangan, Mandi, Menyisir rambut, Menyikat gigi, Memakai pakaian bersih.
Selain menjaga kebersihan diri, umat Islam juga harus menjaga kebersihan lingkungan.
Dan juga yang sangat penting diri kita juga harus sering di bersihkan di rumah, agar jin yang masuk di dalam tubuh, makan gratis di dalam tubuh, BAB di dalam tubuh di bersihkan. Dan tidak menimbulkan penyakit dzohir.
___________________________________
___________________________________
Penyempurnaan ruh ini jadi saya teringat, tentang makam dempul yang tempat pemakaman Mr.x
Makam atau kuburan Dempul namanya. Lokasinya berada di sebelah utara kawasan Pondok Pesantren. Makam ini tak terawat dan ditumbuhi sejumlah pohon rindang dan rumput ilalang.
Nama Dempul sendiri berasal dari kata dengkul (lutut), karena dalam perkembangannya, kuburan dempul juga menjadi lokasi pemakaman mayat tanpa identitas yang sebelumnya disemayamkan di RSUD Gambiran Kota Kediri. Pemakaman mayat tanpa identitas konon kabarnya dilakukan dengan galian tanah yang sangat dangkal sekitar lutut (dengkul) orang dewasa
Terbukti berdasar pantauan di lokasi, ada beberapa patok kayu dan batu nisan dengan tulisan Mr X atau Mrs X, atau bahkan gundukan tanah makam hanya dengan tanda patok kayu tanpa keterangan.
malam itu sekitar tahun 2019, saya ngobrol di tempat kost temanku. Jadi karena penasaran dengan kuburan dempul. Saya tarik muslim kan jin yang berada di kuburan dempul dan mendoakan penyempurnaan untuk mr.x atau mrs. x yang di kuburkan di sana. Hanya bisa berdoa bagi yang masih hidup. Dan yang meninggal pasti mengharapkan doa.
Salah satu hadiah orang yang masih hidup yang bisa diberikan kepada orang yang sudah meninggal dunia adalah doa dan juga permohonan ampunan atau istighfar. Seperti yang sudah dijelaskan oleh Syekh Nawawi Banten di dalam kitab Nihayatuz Zain, berikut ini adalah artinya:
“Hadiah orang-orang yang masih hidup kepada orang-orang yang telah meninggal dunia adalah doa dan memintakan ampunan kepada Allah (istighfar) kepada mereka.”
Sedangkan di dalam riwayat yang lain seperti yang diungkapkan oleh Syekh Nawawi Al-Bantani di dalam kitab yang sama, di sana dikatakan bahwa di alam kubur, orang-orang yang sudah meninggal dunia, akan meminta pertolongan berupa doa. Orang yang meninggal dunia tersebut akan menanti datangnya doa dari anak, orang tua, kerabat dan juga saudara serta sahabatnya. Ketika mereka sudah mendapatkannya, maka hal itu akan lebih mereka sukai dibandingkan dengan dunia dan seisinya.
“Diriwayatkan dari Nabi SAW, beliau bersabda, ‘Tidak ada mayit yang berada dalam kuburnya kecuali ia seperti orang tenggelam yang meminta pertolongan—yaitu orang yang meminta pertolongan—ia menunggu setetes doa yang yang dikirimkan anaknya, saudara, atau temannya. Karenanya ketika ia mendapatkan doa, maka hal itu lebih ia sukai dibanding dunia dengan seluruh isinya.”
Sementara itu, Ibnu Qoyyum dalam kitabnya yang berjudul Ar-Ruh juga mengungkapkan bahwa hadiah yang paling utama yang bisa kita berikan kepada mayit atau orang yang sudah meninggal dunia adalah sedekah, bacaan istighfar dan juga doa, serta ibadah haji bagi yang mampu. Tak hanya itu saja, menurutnya, bacaan surat Al-Fatihah dan juga ayat-ayat Al-Qur’an yang dihadiahkan kepada orang-orang yang sudah meninggal dunia akan sampai pahalanya kepada mereka yang sudah meninggal.
Diubah oleh kiocatra919 02-03-2025 21:45
pulaukapok memberi reputasi
1