- Beranda
- Stories from the Heart
Sang Paku Bumi
...
TS
kiocatra919
Sang Paku Bumi

Kisah seorang salik di tengah keramaian zaman Modern.
Sang Paku Bumi 1
Sang Paku Bumi 2
Sang Paku Bumi 3
Sang Paku Bumi 4
Sang Paku Bumi 5
Sang Paku Bumi 6
Sang Paku Bumi 7
Sang Paku Bumi 8
Sang Paku Bumi 9
Sang Paku Bumi 10
Sang Paku Bumi 11
Sang Paku Bumi 12
Sang Paku Bumi 13
Sang Paku Bumi 14

Diubah oleh kiocatra919 09-06-2025 08:39
pulaukapok dan 6 lainnya memberi reputasi
7
3K
39
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kiocatra919
#1
Fenomena Bocah Tidak Mau Sekolah
Pagi di hari senin bertepatan tgl 20 januari 2025. Saya kirim pesan ke Pak Bram, untuk main ke nganjuk. Setelah kurang lebih 3 tahun saya tidak bertemu, karena kesibukan saya bekerja di Kota yang julukannya kota istimewa dan Bakpia. Yaitu Jogja.
"Gimana Kabarnya Pak Bram"
"Aman" jawab Pak Bram dengan santainya...
"Hari ini saya mau main ke Nganjuk?"
"Iya kesini o "...
"Ok tak mandi dulu ..."
"Oyi " ...
Setelah mandi pagi, aku siap-siap berangkat tak lupa aku bawa oleh-oleh kesukaan Pak Bram.
Perjalananku naik sepeda montor dari kediri ke nganjuk sekitar satu jam-an. Biasanya saya nembus jalan pintas hehe maksutnya jalan terabasan lewat persawahan menuju kerumah Pak Bram.
Rumah Pak Bram ini terletak di dalam gang masuk kedalam dan latarnya rumah lebar. Setelah saya belokkan motor masuk ke gang rumah Pak Bram, saya hampir lupa tepat rumahnya karena lama tak jumpa kesana.
"Mas mau tanya rumahnya Pak Bram mana ya ?"
sambil melihat Mas-mas sedang memepe brambang di depan rumahnya.
"Pak Bram siapa Mas?".
"Pak ****** "
"Oh ini mas rumahnya"
"Makasih mas"
Ku lihat di depan rumah Pak Bram sekarang ada papan tulisan jual kain mori, wah seketika pikiranku langsung ke ingat alam akhirat ini hehehe. La orang ingat warna putih, melihat kain putih, seperti lambang putih kesucian untuk balik kembali menuju sang pencipta.
Datang Pak Bram dari dalam rumah bilang "montornya parkir saja di samping rumah bawah pohon surikaya."
Maka kuparkirkan montorku di samping rumah dan di bawah pohon surikaya. Setelah ngobrol kabar masing-masing biasanya saya mendengarkan kisah Pak Bram yang unik dan berkesan di telinga bagi yang mendengar ceritanya.
"Akhir-akhir ini banyak kejadian san, fenomena bocah tidak mau masuk sekolah" kata Pak Bram
"Loh kenapa kok bisa begitu Pak Bram?" tanyaku
"Gini san, biasanya karena ada pengaruh ghaib wilayah tempat sekolahan tersebut"
"Wah bener juga, tetanggaku juga ada yg kemarin rewel ngk mau sekolah, denger tanah yg buat bangun sekolahan tersebut memang angker juga? "
"Bisa jadi, Kemarin habis ku rukyah anak sekolah tersebut, eh besoknya sudah mau sekolah lagi"
Memang kisah-kisah Pak Bram menangani pasiennya banyak sekali kisahnya. Dari pasien dari desa nya sampai luar pulau jawa. Dari pasien orang biasa sampai orang yang berkedudukan di pemerintahan dan para Kyai yang punya Pondok.
Setelah ngobrol ngalor ngidul, Pak Bram mengajakku cari makan siang. Saya ikut saja Pak Bram ngajak ke mana tempat makanya. Sampai lah di tempat makan "Sate Kambing Cak To".
Sebenarnya hari senin ini aku puasa senin kamis. Berhubung ada rejeki tawaran makan siang ya saya batalkan puasa nya, gapapa pikirku dapat pahala niat puasa dan setengah hari hehehe...
Setelah nunggu 5 menit datang sajian sate kambing dengan irisan besar dan bergajih. "Oh nikmatnya rezeki Tuhan di setiap sendokan" lezatnya Alhamdulillah.
Oh iya, dulu tahun 2021 ada kejadian banjir dekat rumah teman kami trenggalek. "Istri Pak Johan minta bantuan Pak Bram" lalu Pak Bram langsung meminta Ratu Pantai selatan menarik airnya agar surut tidak mengenai rumah istri Pak Johan.
Memang mungkin kisah yang saya tulis ada yg percaya dan tidak percaya itu wajar bagi yg tidak mengalami dan melihat kejadian secara langsung yg di kisah kan. Anggap saja cerita cerbung yang saya tulis ini kisah penghibur kejenuhan para pembaca di waktu istirahat disaat bekerja.

"Gimana Kabarnya Pak Bram"
"Aman" jawab Pak Bram dengan santainya...
"Hari ini saya mau main ke Nganjuk?"
"Iya kesini o "...
"Ok tak mandi dulu ..."
"Oyi " ...
Setelah mandi pagi, aku siap-siap berangkat tak lupa aku bawa oleh-oleh kesukaan Pak Bram.
Perjalananku naik sepeda montor dari kediri ke nganjuk sekitar satu jam-an. Biasanya saya nembus jalan pintas hehe maksutnya jalan terabasan lewat persawahan menuju kerumah Pak Bram.
Rumah Pak Bram ini terletak di dalam gang masuk kedalam dan latarnya rumah lebar. Setelah saya belokkan motor masuk ke gang rumah Pak Bram, saya hampir lupa tepat rumahnya karena lama tak jumpa kesana.
"Mas mau tanya rumahnya Pak Bram mana ya ?"
sambil melihat Mas-mas sedang memepe brambang di depan rumahnya.
"Pak Bram siapa Mas?".
"Pak ****** "
"Oh ini mas rumahnya"
"Makasih mas"
Ku lihat di depan rumah Pak Bram sekarang ada papan tulisan jual kain mori, wah seketika pikiranku langsung ke ingat alam akhirat ini hehehe. La orang ingat warna putih, melihat kain putih, seperti lambang putih kesucian untuk balik kembali menuju sang pencipta.
Datang Pak Bram dari dalam rumah bilang "montornya parkir saja di samping rumah bawah pohon surikaya."
Maka kuparkirkan montorku di samping rumah dan di bawah pohon surikaya. Setelah ngobrol kabar masing-masing biasanya saya mendengarkan kisah Pak Bram yang unik dan berkesan di telinga bagi yang mendengar ceritanya.
"Akhir-akhir ini banyak kejadian san, fenomena bocah tidak mau masuk sekolah" kata Pak Bram
"Loh kenapa kok bisa begitu Pak Bram?" tanyaku
"Gini san, biasanya karena ada pengaruh ghaib wilayah tempat sekolahan tersebut"
"Wah bener juga, tetanggaku juga ada yg kemarin rewel ngk mau sekolah, denger tanah yg buat bangun sekolahan tersebut memang angker juga? "
"Bisa jadi, Kemarin habis ku rukyah anak sekolah tersebut, eh besoknya sudah mau sekolah lagi"
Memang kisah-kisah Pak Bram menangani pasiennya banyak sekali kisahnya. Dari pasien dari desa nya sampai luar pulau jawa. Dari pasien orang biasa sampai orang yang berkedudukan di pemerintahan dan para Kyai yang punya Pondok.
Setelah ngobrol ngalor ngidul, Pak Bram mengajakku cari makan siang. Saya ikut saja Pak Bram ngajak ke mana tempat makanya. Sampai lah di tempat makan "Sate Kambing Cak To".
Sebenarnya hari senin ini aku puasa senin kamis. Berhubung ada rejeki tawaran makan siang ya saya batalkan puasa nya, gapapa pikirku dapat pahala niat puasa dan setengah hari hehehe...
Setelah nunggu 5 menit datang sajian sate kambing dengan irisan besar dan bergajih. "Oh nikmatnya rezeki Tuhan di setiap sendokan" lezatnya Alhamdulillah.
Oh iya, dulu tahun 2021 ada kejadian banjir dekat rumah teman kami trenggalek. "Istri Pak Johan minta bantuan Pak Bram" lalu Pak Bram langsung meminta Ratu Pantai selatan menarik airnya agar surut tidak mengenai rumah istri Pak Johan.
Memang mungkin kisah yang saya tulis ada yg percaya dan tidak percaya itu wajar bagi yg tidak mengalami dan melihat kejadian secara langsung yg di kisah kan. Anggap saja cerita cerbung yang saya tulis ini kisah penghibur kejenuhan para pembaca di waktu istirahat disaat bekerja.

Diubah oleh kiocatra919 25-01-2025 01:36
pulaukapok dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Tutup