- Beranda
- Stories from the Heart
Sang Paku Bumi
...
TS
kiocatra919
Sang Paku Bumi

Kisah seorang salik di tengah keramaian zaman Modern.
Sang Paku Bumi 1
Sang Paku Bumi 2
Sang Paku Bumi 3
Sang Paku Bumi 4
Sang Paku Bumi 5
Sang Paku Bumi 6
Sang Paku Bumi 7
Sang Paku Bumi 8
Sang Paku Bumi 9
Sang Paku Bumi 10
Sang Paku Bumi 11
Sang Paku Bumi 12
Sang Paku Bumi 13
Sang Paku Bumi 14

Diubah oleh kiocatra919 09-06-2025 08:39
pulaukapok dan 6 lainnya memberi reputasi
7
3K
39
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kiocatra919
#2
Pembersihan Alat Giling Pabrik Gula
Malam itu kami ada acara dzikir di rumah Mbah Min, dzikir bersama-sama. Mbah min ini di desa nya terkenal dengan sebagai dukun pijat. Jadi sudah jadi jujukan pijat bagi orang-orang yang sedang sakit.
Rumahnya terletak masuk di gang, di rumah mbah min kami berenam, dari kediri, trenggalek,nganjuk berkumpul berdzikir sampai larut malam sekitaran jam 10 an malam.
Di jam malam tersebut berdering ada panggilan telepon entah dari sebrang mana. Ternyata dapat telpon dari Pak Bagio dari sebrang bojonegoro Telphon meminta bantuan, ada seseorang yang sedang kesurupan di hotel sebelah Selatan nya alun - alun kediri.
"Halo Pak Bram, lagi di mana?"
"Ini lagi kumpul dzikir bareng-bareng di rumah mbah min."
"Ini ada yg minta bantuan kenalan ku dulu waktu ngedan ketemu Mas-mas perhutani. Istri bosnya kesurupan di hotel xxx ? Bisa minta bantuan yang di kediri, ada Mas Hasan ya ?
"Ini hasan sedang bersama ku, dzikir bareng di sini, aku tak langsung kesana saja bersama hasan, dan rudi meluncur ke hotel malam ini.
"Ok-ok terimakasih di tunggu"
Setelah meluncur sekitaran 40 menit, sampailah kami di hotel tersebut. Kami berempat langsung masuk ke hotel Osime , dan kami di jemput karyawanya mas roni. Kita di ajak masuk kedalam melewati beberapa kamar dan naik ketangga kamar pojok sebelah. Kemudian kami di suruh menunggu di depan ruang tamu kamar hotel tersebut.
Keluar dari kamar Pak Manager, bosnya mas roni, orangnya putih pakai baju santai kayak lagi orang ke pantai, setelah salaman dan duduk di kursi, Pak Windu cerita perihal istrinya yang kesurupan akibat di bawakan cincin akik dari rumah mertuanya.
Pak windu ini ternyata seorang indigo, atau orang-orang mengenal indigo seorang yang punya kelebihan melihat hantu dll. Sebenarnya ketika kami baru sampai di depan kamar tersebut, istri pak windu yg dari magrib Triak-triak ngk jelas ya namanya orang sedang kesurupan. Istrinya Pak windu jadi diam seketika ketika kami sudah hadir di depan pintu kamarnya.
Melihat tampang kami semua sebenarnya sangat tidak menyakinkan kami ini ahli mengobati kerasukan, karena penampilan kami ya wajar-wajar saja tidak seperti ustad-ustad di televisi acara Dua Dunia.
Setelah mengamati saya dan Pak Bram. hanya kami berdua yang di bolehkan memasuki kamar untuk menangani istri dari pak windu.
"Beneran bisa mengobati kamu san" kata pak johan Trenggalek.
"Yah tidak tahu juga", kataku yang saya tak percaya bisa mengobati seorang yang kesurupan. Karena merasa sangat pasrah dengan alur ini.
Saya langsung masuk setelah di persilahkan masuk oleh pak windu, menuju kamar tersebut bersama pak bram dan dengan pak windu. Setelah melihat perempuan yang diam saja di atas ranjang. Dengan Rambut terurai dengan aura hitam seperti di film-film horor di tambah lampu ruangan agak remang-remang menambah ruangan jadi lebih Mistis. Energi tubuh saya berasa bergetar, kemudian saya mulai merukyah berdiri di pojok kamar, dan saya arahkan prana seperti listrik mengarah ke istri pak windu. Dan istri Pak windu muntah-muntah. Dan Pak bram mengobati dengan caranya beliau sendiri.
Pak windu melihat saya hanya senyum-senyum, entah kagum atau terpesona melihat ketampanan pria yang berdiri di pojok ini hahaha, Pak Bram juga terpaku melihat ke arah saya.
Alhamdulillah, rukyah selesai saya dan pak bram di persilahkan kembali ke tempat duduk ruang tamu tadi. Dan kami ngobrol sampai larut malam, dan mas roni akhirnya minta di rukyah sekalian malam itu.
Pak windu, bilang kepadaku minta bantuan bersihkan jin-jin yang mengganggu di mesin penggilingan yg di sewakan perusahaan di Pabrik gula kabupaten arah Tulungagung.
"Wah bisa ngk ya" kataku
"Bisa sendiri ngk san "? Kata pak Bram menakut-nakuti hahaha...
"Itu pak bram saja Pak windu yang berangkat kesana" kataku melempar Jobs hehehe
"Kamu aja....bisa" kata Pak Windu
Akhirnya di sepakati beberapa hari kemudian untuk datang ke lokasi Pabrik Gula tersebut. Dan kami pulang mendapat salam tempel amplop satu-satu walaupun kami tidak meminta bayaran dan ikhlas membantu sesama.
Setelah pulang ada kejadian lucu, Pak Bram mampir di warung jalan untuk makan dan kena harga mehong di warung tersebut. Yah memang banyak warung seperti itu menaikkan harga mahal untuk cari keuntungan tanpa memperdulikan besok pembelinya datang kembali atau tidak.
Malam jumat kami menuju tempat mesin yang di jaga mas roni, dan beberapa saat kemudian pak windu datang mengendarai mobil berwarna hitam di antar sopir dan bodikatnya terlihat istrinya pak windu juga ikut hadir ke pabrik gula ini. Pak windu cerita sering melihat di pabrik sini terlihat Mrs kunti dan kiriman-kiriman santet pesaing perusahaan mengenai mesin yang di sewakan pak windu sehingga mesin yang di gunakan tiba-tiba macet tidak bisa di gunakan. Setelah di bersihkan sama Pak Bram mesinnya aman berjalan bekerja, Pak bram bilang kepadaku
"san mesinnya kamu Pagari sekarang"
"Iya..." segera ku Pagari.
Setelah selesai kami ngopi ada bapak-bapak keliling jualan kopi dengan sepeda jengky memang ketika malam di pabrik suasananya berubah hawannya ini bila malam hawanya bikin merinding.

Rumahnya terletak masuk di gang, di rumah mbah min kami berenam, dari kediri, trenggalek,nganjuk berkumpul berdzikir sampai larut malam sekitaran jam 10 an malam.
Di jam malam tersebut berdering ada panggilan telepon entah dari sebrang mana. Ternyata dapat telpon dari Pak Bagio dari sebrang bojonegoro Telphon meminta bantuan, ada seseorang yang sedang kesurupan di hotel sebelah Selatan nya alun - alun kediri.
"Halo Pak Bram, lagi di mana?"
"Ini lagi kumpul dzikir bareng-bareng di rumah mbah min."
"Ini ada yg minta bantuan kenalan ku dulu waktu ngedan ketemu Mas-mas perhutani. Istri bosnya kesurupan di hotel xxx ? Bisa minta bantuan yang di kediri, ada Mas Hasan ya ?
"Ini hasan sedang bersama ku, dzikir bareng di sini, aku tak langsung kesana saja bersama hasan, dan rudi meluncur ke hotel malam ini.
"Ok-ok terimakasih di tunggu"
Setelah meluncur sekitaran 40 menit, sampailah kami di hotel tersebut. Kami berempat langsung masuk ke hotel Osime , dan kami di jemput karyawanya mas roni. Kita di ajak masuk kedalam melewati beberapa kamar dan naik ketangga kamar pojok sebelah. Kemudian kami di suruh menunggu di depan ruang tamu kamar hotel tersebut.
Keluar dari kamar Pak Manager, bosnya mas roni, orangnya putih pakai baju santai kayak lagi orang ke pantai, setelah salaman dan duduk di kursi, Pak Windu cerita perihal istrinya yang kesurupan akibat di bawakan cincin akik dari rumah mertuanya.
Pak windu ini ternyata seorang indigo, atau orang-orang mengenal indigo seorang yang punya kelebihan melihat hantu dll. Sebenarnya ketika kami baru sampai di depan kamar tersebut, istri pak windu yg dari magrib Triak-triak ngk jelas ya namanya orang sedang kesurupan. Istrinya Pak windu jadi diam seketika ketika kami sudah hadir di depan pintu kamarnya.
Melihat tampang kami semua sebenarnya sangat tidak menyakinkan kami ini ahli mengobati kerasukan, karena penampilan kami ya wajar-wajar saja tidak seperti ustad-ustad di televisi acara Dua Dunia.
Setelah mengamati saya dan Pak Bram. hanya kami berdua yang di bolehkan memasuki kamar untuk menangani istri dari pak windu.
"Beneran bisa mengobati kamu san" kata pak johan Trenggalek.
"Yah tidak tahu juga", kataku yang saya tak percaya bisa mengobati seorang yang kesurupan. Karena merasa sangat pasrah dengan alur ini.
Saya langsung masuk setelah di persilahkan masuk oleh pak windu, menuju kamar tersebut bersama pak bram dan dengan pak windu. Setelah melihat perempuan yang diam saja di atas ranjang. Dengan Rambut terurai dengan aura hitam seperti di film-film horor di tambah lampu ruangan agak remang-remang menambah ruangan jadi lebih Mistis. Energi tubuh saya berasa bergetar, kemudian saya mulai merukyah berdiri di pojok kamar, dan saya arahkan prana seperti listrik mengarah ke istri pak windu. Dan istri Pak windu muntah-muntah. Dan Pak bram mengobati dengan caranya beliau sendiri.
Pak windu melihat saya hanya senyum-senyum, entah kagum atau terpesona melihat ketampanan pria yang berdiri di pojok ini hahaha, Pak Bram juga terpaku melihat ke arah saya.
Alhamdulillah, rukyah selesai saya dan pak bram di persilahkan kembali ke tempat duduk ruang tamu tadi. Dan kami ngobrol sampai larut malam, dan mas roni akhirnya minta di rukyah sekalian malam itu.
Pak windu, bilang kepadaku minta bantuan bersihkan jin-jin yang mengganggu di mesin penggilingan yg di sewakan perusahaan di Pabrik gula kabupaten arah Tulungagung.
"Wah bisa ngk ya" kataku
"Bisa sendiri ngk san "? Kata pak Bram menakut-nakuti hahaha...
"Itu pak bram saja Pak windu yang berangkat kesana" kataku melempar Jobs hehehe
"Kamu aja....bisa" kata Pak Windu
Akhirnya di sepakati beberapa hari kemudian untuk datang ke lokasi Pabrik Gula tersebut. Dan kami pulang mendapat salam tempel amplop satu-satu walaupun kami tidak meminta bayaran dan ikhlas membantu sesama.
Setelah pulang ada kejadian lucu, Pak Bram mampir di warung jalan untuk makan dan kena harga mehong di warung tersebut. Yah memang banyak warung seperti itu menaikkan harga mahal untuk cari keuntungan tanpa memperdulikan besok pembelinya datang kembali atau tidak.
Malam jumat kami menuju tempat mesin yang di jaga mas roni, dan beberapa saat kemudian pak windu datang mengendarai mobil berwarna hitam di antar sopir dan bodikatnya terlihat istrinya pak windu juga ikut hadir ke pabrik gula ini. Pak windu cerita sering melihat di pabrik sini terlihat Mrs kunti dan kiriman-kiriman santet pesaing perusahaan mengenai mesin yang di sewakan pak windu sehingga mesin yang di gunakan tiba-tiba macet tidak bisa di gunakan. Setelah di bersihkan sama Pak Bram mesinnya aman berjalan bekerja, Pak bram bilang kepadaku
"san mesinnya kamu Pagari sekarang"
"Iya..." segera ku Pagari.
Setelah selesai kami ngopi ada bapak-bapak keliling jualan kopi dengan sepeda jengky memang ketika malam di pabrik suasananya berubah hawannya ini bila malam hawanya bikin merinding.

Diubah oleh kiocatra919 02-03-2025 22:04
hendrap77 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Tutup