- Beranda
- Stories from the Heart
Sang Paku Bumi
...
TS
kiocatra919
Sang Paku Bumi

Kisah seorang salik di tengah keramaian zaman Modern.
Sang Paku Bumi 1
Sang Paku Bumi 2
Sang Paku Bumi 3
Sang Paku Bumi 4
Sang Paku Bumi 5
Sang Paku Bumi 6
Sang Paku Bumi 7
Sang Paku Bumi 8
Sang Paku Bumi 9
Sang Paku Bumi 10
Sang Paku Bumi 11
Sang Paku Bumi 12
Sang Paku Bumi 13
Sang Paku Bumi 14

Diubah oleh kiocatra919 09-06-2025 08:39
pulaukapok dan 6 lainnya memberi reputasi
7
3K
39
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kiocatra919
#7
Usaha Tambal Ban
Sekitar tahun 2019, sering mampir ke tempat usaha Tambal Ban temanku. Ketika sepulang kerja dari arah Tulung agung atau Keras, mampir, duduk di tempat kerjanya fajar.
Karena ketika saya duduk di sana rame banyak mobil, truk berhenti tambal ban atau sekedar isi angin aku segera balik pulang kerumah.
Kadang malam-malam saya mampir di sana, kadang sambil rokok an. Jagong, dan ngobrol sama temenku fajar dan Dodi. Dodi ini juga temenku ketika sekolah Tsanawiyah.
Suatu malam ketika saya duduk-duduk di sana, tahu-tahu ada mobil kencang berhenti, lalu memberikan nasi kotak kepada temanku, saya lihat sepertinya bapak-bapak ini habis ada acara entah tahlilah atau syukuran dari mana gitu.
Di lain hari aku ke tempat Tambal Fajar lagi. Siang itu ngobrol bersama fajar, saya bercerita tentang thoriqoh dan pentingnya berdoa dan ijabah doa kepada Fajar.
Sambil memberi contoh bukti nyata, membuktikan kepada fajar. Siang itu saya minta menyediakan air aqua dan saya berdoa untuk mendatangkan kendaraan mobil, truk , montor untuk tambal ban ke tempat Tambal fajar.
Setelah selesai berdoa, air tersebut saya minta di siramkan di depan latar tempat usaha fajar ini. Belum sampai 5 menit banyak truk dan mobil antri untuk tambal ban di tempat fajar. Saya lihat fajar sibuk, sehingga saya tinggal pulang saja.
Kapan-kapan hari, fajar main kerumahku dan minta air doa kembali. Saya bilang yang kemarin masih cukup.
Setelah itu saya lama tidak ketemu fajar karena sedang bekerja di jawa tengah. Kadang bila anaknya fajar rewel dia ngechat minta bantuan. Rewelnya anaknya karena habis di bawa ajak keliling ke sumber ngreco, mungkin sawanen anaknya masih kecil.
Ketika waktu saya pulang ke kediri, malam-malam fajar dan saudara perempuan dari istrinya datang kerumah, mengeluhkan tangan ya sakit tiap bekerja.
Malam seperti biasa saya ngobrol dan bercanda dengan 4 orang tamu kerumah.
Yang meminta datang kesini, sebenarnya istrinya fajar yang ingat kepadaku. Mungkin pernah di ceritain fajar kejadian saya pernah ngrukyah sekeluarga di rumah fajar, banyak tetangganya berbondong-bondong melihat saya, hehehe saya juga rikuh juga di liati banyak orang.
Di rumahku fajar, juga cerita kepada kami semua tiap saya main ketempat fajar kerja, selalu rame banyak orang nambal ban di sana, dan dia cerita ketawa-ketawa ketika saya mengasih air dulu, sehingga banyak kendaraan datang berbondong bondong tambal ban.
Malamnya fajar dan keluarganya pamit. Dan saya berpesan juga sakit itu bisa karena dosa atau ujian kenaikan derajat. Jadi harus sabar menerima ridho karena datangnya dari Allah. Masalah sembuh atau tidak sembuh yang penting kita sudah ikhtiar.
Karena ketika saya duduk di sana rame banyak mobil, truk berhenti tambal ban atau sekedar isi angin aku segera balik pulang kerumah.
Kadang malam-malam saya mampir di sana, kadang sambil rokok an. Jagong, dan ngobrol sama temenku fajar dan Dodi. Dodi ini juga temenku ketika sekolah Tsanawiyah.
Suatu malam ketika saya duduk-duduk di sana, tahu-tahu ada mobil kencang berhenti, lalu memberikan nasi kotak kepada temanku, saya lihat sepertinya bapak-bapak ini habis ada acara entah tahlilah atau syukuran dari mana gitu.
Di lain hari aku ke tempat Tambal Fajar lagi. Siang itu ngobrol bersama fajar, saya bercerita tentang thoriqoh dan pentingnya berdoa dan ijabah doa kepada Fajar.
Sambil memberi contoh bukti nyata, membuktikan kepada fajar. Siang itu saya minta menyediakan air aqua dan saya berdoa untuk mendatangkan kendaraan mobil, truk , montor untuk tambal ban ke tempat Tambal fajar.
Setelah selesai berdoa, air tersebut saya minta di siramkan di depan latar tempat usaha fajar ini. Belum sampai 5 menit banyak truk dan mobil antri untuk tambal ban di tempat fajar. Saya lihat fajar sibuk, sehingga saya tinggal pulang saja.
Kapan-kapan hari, fajar main kerumahku dan minta air doa kembali. Saya bilang yang kemarin masih cukup.
Setelah itu saya lama tidak ketemu fajar karena sedang bekerja di jawa tengah. Kadang bila anaknya fajar rewel dia ngechat minta bantuan. Rewelnya anaknya karena habis di bawa ajak keliling ke sumber ngreco, mungkin sawanen anaknya masih kecil.
Ketika waktu saya pulang ke kediri, malam-malam fajar dan saudara perempuan dari istrinya datang kerumah, mengeluhkan tangan ya sakit tiap bekerja.
Malam seperti biasa saya ngobrol dan bercanda dengan 4 orang tamu kerumah.
Yang meminta datang kesini, sebenarnya istrinya fajar yang ingat kepadaku. Mungkin pernah di ceritain fajar kejadian saya pernah ngrukyah sekeluarga di rumah fajar, banyak tetangganya berbondong-bondong melihat saya, hehehe saya juga rikuh juga di liati banyak orang.
Di rumahku fajar, juga cerita kepada kami semua tiap saya main ketempat fajar kerja, selalu rame banyak orang nambal ban di sana, dan dia cerita ketawa-ketawa ketika saya mengasih air dulu, sehingga banyak kendaraan datang berbondong bondong tambal ban.
Malamnya fajar dan keluarganya pamit. Dan saya berpesan juga sakit itu bisa karena dosa atau ujian kenaikan derajat. Jadi harus sabar menerima ridho karena datangnya dari Allah. Masalah sembuh atau tidak sembuh yang penting kita sudah ikhtiar.
Diubah oleh kiocatra919 25-01-2025 06:39
kulipriok dan 2 lainnya memberi reputasi
3