- Beranda
- Stories from the Heart
[CERBUNG] BLOOD FACTOR
...
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
aurora..
#18
Kabar dari Bu Monica
Di sekolah, suasana kelas 9B terasa sedikit berbeda hari itu. Semua murid terlihat tenang, meski sebagian besar masih tenggelam dalam tugas-tugas mereka.
Tak lama kemudian, Bu Monica, guru Bahasa Inggris kelas 9 sekaligus wali kelas 9B, pun berjalan masuk dengan raut wajah serius tetapi lembut, menarik perhatian seluruh kelas.
"Anak-anak, saya ingin menyampaikan sebuah kabar yang sangat menyedihkan", kata Bu Monica di depan kelas 9B dengan nada serius
Semua mata langsung tertuju padanya, suasana yang tadinya tenang berubah hening, dipenuhi rasa penasaran.
Bu Monica melanjutkan dengan suara yang lebih lembut, tetapi tetap tegas.
"Teman kalian di kelas 9E, Mbak Agnes, sedang sakit keras. Mbak Agnes menderita kanker sel darah putih", kata Bu Monica dengan nada serius
Ruangan itu langsung dipenuhi dengan bisikan kecil, murid-murid saling menatap dengan ekspresi kaget dan prihatin. Bu Monica memberikan waktu sebentar untuk membiarkan kabar itu dicerna.
"Wah, kasihan ya si Agnes. Padahal dia pintar banget lho", kata Indah, salah satu murid kelas 9B
"Sayang sekali ya, padahal sebentar lagi Ujian Nasional lho", kata Agata, sahabat Agnes sesama peserta ekstrakurikuler Speaking Club
Bu Monica pun melanjutkan pembicaraannya.
"Mbak Agnes sekarang sedang menjalani kemoterapi untuk pengobatan penyakitnya. Kita semua tahu betapa sulit dan menyakitkannya proses kemoterapi. Selain itu, biaya pengobatan kanker sangat mahal, sehingga Agnes sangat membutuhkan dukungan kita semua", kata Bu Monica, suaranya sedikit bergetar menahan sedih
Salah seorang murid kelas 9B, Bella, pun angkat tangan.
"Bu, apakah Agnes bisa mengikuti ujian nasional besok Mei?" tanya Bella
Bu Monica pun tersenyum samar.
"Kita semua berharap demikian, Bella. Tetapi saat ini, dia harus fokus pada kesehatannya. Dia mungkin tidak bisa hadir secara rutin, tapi kita akan memastikan dia tetap mendapatkan semua materi pelajaran yang dia butuhkan", jawab Bu Monica
Salah satu murid laki-laki di kelas 9B, Raka, yang biasanya selalu penuh canda tawa, tampak serius untuk pertama kalinya.
"Bu, kami bisa bantu apa untuk kesembuhan Agnes?" tanya Raka
Bu Monica menatap mereka semua dengan penuh haru.
"Saya sangat bangga melihat kalian semua peduli. Saat ini, yang bisa kita lakukan adalah membantu dengan cara yang praktis. Saya ingin mengajak kalian semua untuk berpartisipasi dalam penggalangan dana. Uang tersebut akan digunakan untuk membantu biaya perawatan Agnes", kata Bu Monica
Para murid kelas 9B pun mulai mengangguk-angguk setuju, dan perlahan suasana berubah menjadi diskusi yang lebih hidup. Bu Monica memberikan penjelasan lebih lanjut tentang cara mereka bisa menyumbangkan donasi.
"Kalian bisa menyisihkan uang saku kalian atau mengajak teman-teman di luar kelas untuk ikut berkontribusi. Tidak perlu jumlah yang besar, tapi jika kita semua bersama-sama, itu akan sangat membantu Mbak Agnes", kata Bu Monica
Indah pun berdiri dan berkata.
"Aku mau menyumbangkan sebagian uang tabunganku, Bu. Aku harap itu bisa membantu", kata Indah
Agata, sahabat Agnes, pun ikut angkat bicara.
"Aku juga, Bu. Aku bakalan ajak teman-teman di ekstrakurikuler Speaking Club untuk ikut berdonasi", kata Agata dengan sangat antusias
Murid-murid lain pun mulai ikut memberikan ide-ide mereka. Beberapa dari mereka bahkan mengusulkan untuk mengadakan bazar kecil atau penjualan makanan di sekolah untuk mengumpulkan lebih banyak uang.
Bu Monica tersenyum bangga melihat respon yang begitu positif dari kelas 9B.
"Kalian adalah teman-teman yang luar biasa buat Mbak Agnes. Ibu yakin Mbak Agnes akan merasa sangat senang karena didukung dan disayangi oleh kalian semua", kata Bu Monica sambil tersenyum manis
Setelah mengumpulkan donasi pertama dari murid-murid kelas 9B, Bu Monica pun memutuskan untuk segera mengirim pesan kepada seluruh anggota keluarganya Agnes supaya mereka tahu tentang dukungan dari sekolah.
Bersambung
Tak lama kemudian, Bu Monica, guru Bahasa Inggris kelas 9 sekaligus wali kelas 9B, pun berjalan masuk dengan raut wajah serius tetapi lembut, menarik perhatian seluruh kelas.
"Anak-anak, saya ingin menyampaikan sebuah kabar yang sangat menyedihkan", kata Bu Monica di depan kelas 9B dengan nada serius
Semua mata langsung tertuju padanya, suasana yang tadinya tenang berubah hening, dipenuhi rasa penasaran.
Bu Monica melanjutkan dengan suara yang lebih lembut, tetapi tetap tegas.
"Teman kalian di kelas 9E, Mbak Agnes, sedang sakit keras. Mbak Agnes menderita kanker sel darah putih", kata Bu Monica dengan nada serius
Ruangan itu langsung dipenuhi dengan bisikan kecil, murid-murid saling menatap dengan ekspresi kaget dan prihatin. Bu Monica memberikan waktu sebentar untuk membiarkan kabar itu dicerna.
"Wah, kasihan ya si Agnes. Padahal dia pintar banget lho", kata Indah, salah satu murid kelas 9B
"Sayang sekali ya, padahal sebentar lagi Ujian Nasional lho", kata Agata, sahabat Agnes sesama peserta ekstrakurikuler Speaking Club
Bu Monica pun melanjutkan pembicaraannya.
"Mbak Agnes sekarang sedang menjalani kemoterapi untuk pengobatan penyakitnya. Kita semua tahu betapa sulit dan menyakitkannya proses kemoterapi. Selain itu, biaya pengobatan kanker sangat mahal, sehingga Agnes sangat membutuhkan dukungan kita semua", kata Bu Monica, suaranya sedikit bergetar menahan sedih
Salah seorang murid kelas 9B, Bella, pun angkat tangan.
"Bu, apakah Agnes bisa mengikuti ujian nasional besok Mei?" tanya Bella
Bu Monica pun tersenyum samar.
"Kita semua berharap demikian, Bella. Tetapi saat ini, dia harus fokus pada kesehatannya. Dia mungkin tidak bisa hadir secara rutin, tapi kita akan memastikan dia tetap mendapatkan semua materi pelajaran yang dia butuhkan", jawab Bu Monica
Salah satu murid laki-laki di kelas 9B, Raka, yang biasanya selalu penuh canda tawa, tampak serius untuk pertama kalinya.
"Bu, kami bisa bantu apa untuk kesembuhan Agnes?" tanya Raka
Bu Monica menatap mereka semua dengan penuh haru.
"Saya sangat bangga melihat kalian semua peduli. Saat ini, yang bisa kita lakukan adalah membantu dengan cara yang praktis. Saya ingin mengajak kalian semua untuk berpartisipasi dalam penggalangan dana. Uang tersebut akan digunakan untuk membantu biaya perawatan Agnes", kata Bu Monica
Para murid kelas 9B pun mulai mengangguk-angguk setuju, dan perlahan suasana berubah menjadi diskusi yang lebih hidup. Bu Monica memberikan penjelasan lebih lanjut tentang cara mereka bisa menyumbangkan donasi.
"Kalian bisa menyisihkan uang saku kalian atau mengajak teman-teman di luar kelas untuk ikut berkontribusi. Tidak perlu jumlah yang besar, tapi jika kita semua bersama-sama, itu akan sangat membantu Mbak Agnes", kata Bu Monica
Indah pun berdiri dan berkata.
"Aku mau menyumbangkan sebagian uang tabunganku, Bu. Aku harap itu bisa membantu", kata Indah
Agata, sahabat Agnes, pun ikut angkat bicara.
"Aku juga, Bu. Aku bakalan ajak teman-teman di ekstrakurikuler Speaking Club untuk ikut berdonasi", kata Agata dengan sangat antusias
Murid-murid lain pun mulai ikut memberikan ide-ide mereka. Beberapa dari mereka bahkan mengusulkan untuk mengadakan bazar kecil atau penjualan makanan di sekolah untuk mengumpulkan lebih banyak uang.
Bu Monica tersenyum bangga melihat respon yang begitu positif dari kelas 9B.
"Kalian adalah teman-teman yang luar biasa buat Mbak Agnes. Ibu yakin Mbak Agnes akan merasa sangat senang karena didukung dan disayangi oleh kalian semua", kata Bu Monica sambil tersenyum manis
Setelah mengumpulkan donasi pertama dari murid-murid kelas 9B, Bu Monica pun memutuskan untuk segera mengirim pesan kepada seluruh anggota keluarganya Agnes supaya mereka tahu tentang dukungan dari sekolah.
Bersambung
kakekane.cell memberi reputasi
1
![[CERBUNG] BLOOD FACTOR](https://s.kaskus.id/images/2024/09/15/9481769_20240915080034.jpg)