Kaskus

Story

aurora..Avatar border
TS
aurora..
[CERBUNG] BLOOD FACTOR
[CERBUNG] BLOOD FACTOR
Sumber Gambar:Koleksi pribadi gue


Quote:


Quote:
Diubah oleh aurora.. 14-10-2024 14:18
suekethosAvatar border
amekachiAvatar border
bobibotaktakAvatar border
bobibotaktak dan 18 lainnya memberi reputasi
19
2.1K
51
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
aurora..Avatar border
TS
aurora..
#14
Kemoterapi pertama
Hari itu adalah hari di mana Agnes pertama kali menjalani kemoterapi untuk mengobati leukemia akut yang dideritanya. Di dalam ruangan berwarna putih bersih yang tenang, Agnes terbaring lemah di atas brankar rumah sakit dengan jarum infus yang menancap di tangannya. Suasana di sekelilingnya terasa sunyi, tetapi di dalam hatinya, gelombang emosi bergejolak ganas.

Agnes menatap wajah Papa Filipus dan Dion yang duduk di samping brankar, tangan mereka saling menggenggam satu sama lain. Walaupun raut wajah mereka terlihat tegar, Agnes bisa merasakan kesedihan yang tertahan di dalam hati mereka berdua, terutama di dalam hati Papa Filipus.

"Papa, aku takut..." kata Agnes dengan nada cemas

Dengan lembut, Papa Filipus pun menggenggam tangan Agnes.

"Kamu nggak boleh takut, sayang. Kamu harus menyerahkan segala ketakutanmu kepada Tuhan, karena Tuhan pasti mencintai kamu", kata Papa Filipus

Mata Agnes pun mulai berkilau dengan air mata yang siap tumpah. Agnes menarik napasnya dalam-dalam, mencoba menahan rasa takut yang menyelimuti hatinya.

"Tapi aku takut kalau aku jadi botak, Pa", kata Agnes, suara lembutnya sedikit bergetar-getar

"Nak, penampilan luar itu tidak penting. Yang penting itu hati dan jiwa kamu, Nak. Kalau hati dan jiwa kamu baik, kamu pasti cantik", jawab Papa Filipus

Dion pun ikut menambahkan.

"Betul sayang. Seperti apapun penampilan kamu, di mataku kamu tetap cantik kok", kata Dion sambil mengelus pipi Agnes yang putih bersih

Agnes bisa merasakan kehangatan tangan Dion, tetapi rasa takut masih menggelayuti pikirannya. Agnes kemudian menatap jauh ke arah langit-langit ruangan, berharap mendapatkan kekuatan dari tempat yang lebih tinggi.

Beberapa saat kemudian, sesi kemoterapi pun dimulai. Obat pertama yang diinjeksi adalah sitarabin, lalu diikuti oleh vinkristin. Agnes bisa merasakan aliran obat dingin yang masuk melalui selang infus, dan detik demi detik, pikirannya dipenuhi dengan rasa ingin tahu dan kekhawatiran.

Setelah beberapa saat, efek kemoterapi pun mulai terasa. Tubuh Agnes mulai dipenuhi rasa sakit dan pegal, seolah-olah ada ribuan paku yang menusuk-nusuk kulitnya. Selain itu, rasa mual yang luar biasa juga muncul, seolah-olah perut Agnes sedang dikocok sekuat tenaga.

"Dion, aku kok rasanya seperti ingin muntah ya?" tanya Agnes sambil meremas-remas selimut yang membalut tubuhnya

Mendengar kata-kata Agnes barusan, Dion pun langsung mengangguk.

"Sayang, aku panggilkan suster ya, biar kamu dikasih obat anti mual", kata Dion dengan nada penuh keprihatinan

Tak lama kemudian, seorang perawat pun datang untuk membawakan obat anti mual untuk Agnes. Setelah Agnes meminum obat itu, rasa ingin muntah perlahan-lahan mulai hilang, memberikan sedikit kelegaan bagi Agnes.

Bersambung
kakekane.cell
User telah dihapus
servesiwi
servesiwi dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.