Kaskus

Story

aurora..Avatar border
TS
aurora..
[CERBUNG] BLOOD FACTOR
[CERBUNG] BLOOD FACTOR
Sumber Gambar:Koleksi pribadi gue


Quote:


Quote:
Diubah oleh aurora.. 14-10-2024 14:18
suekethosAvatar border
amekachiAvatar border
bobibotaktakAvatar border
bobibotaktak dan 18 lainnya memberi reputasi
19
2.1K
51
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
aurora..Avatar border
TS
aurora..
#9
Telpon dari Dion
Malam itu, di rumah, ayahnya Agnes, Papa Filipus, baru saja pulang berlibur dengan teman-temannya di kantor. Dengan raut wajah bingung, ia mencari Agnes yang belum pulang hingga larut malam.

"Dik, Kakak di mana ya? Kok sampai jam segini Kakak belum pulang?" tanya Papa Filipus dengan nada cemas

"Sesil nggak tahu Pa, beneran. Yang jelas, tadi Kakak bilangnya mau pergi nge-date sama Kak Dion", jawab Sesil dengan nada polos

"Waduh, jangan-jangan Agnes diapa-apain sama Dion", gumam Papa Filipus, kegelisahan terasa merayap di dalam jiwanya

Tiba-tiba, ponsel Papa Filipus bergetar. Setelah Papa Filipus mengetahui bahwa Dion, pacar Agnes, sedang berusaha menelponnya, ia pun langsung menjawab telpon tersebut.

"Halo Om Filipus", sapa Dion, suaranya terdengar penuh kepanikan

"Halo Nak Dion. Kamu di mana sekarang?" tanya Papa Filipus, berusaha untuk tetap tenang walaupun raut wajahnya tampak sangat cemas

"Saya di Rumah Sakit Amethyst. Agnes masuk rumah sakit", jawab Dion dengan suara yang bergetar-getar menahan sedih

"Apa?! Agnes masuk rumah sakit?!" seru Papa Filipus, terperanjat mengetahui kabar tersebut

"Tolong jelaskan ke saya, apa yang sebenarnya terjadi!" seru Papa Filipus dengan nada sedikit marah

Dion pun menarik napasnya dalam-dalam, berusaha menenangkan dirinya yang penuh dengan rasa bersalah.

"Tadi di pantai, Agnes tiba-tiba pingsan. Sekarang, saya masih menunggu hasil pemeriksaan medisnya. Dokter bilang, Agnes dicurigai mengidap kelainan darah", kata Dion, berusaha menjelaskan ke Papa Filipus

Papa Filipus merasakan kepala dan dadanya terasa sangat sakit. Pikiran tentang liburan dan tawa bersama teman-teman hilang dalam sekejap. Kini, yang ada di pikiran Papa Filipus hanyalah bayangan wajah Agnes yang terbaring lemah di atas brankar rumah sakit.

"Oke, saya akan segera ke sana. Terima kasih atas infonya Nak", kata Papa Filipus

"Sama-sama Om", balas Dion dengan lembut

Sesampainya di rumah sakit, Papa Filipus melihat Dion sedang duduk di lorong rumah sakit dengan raut wajah khawatir.

"Dion! Bagaimana keadaannya Agnes?" seru Papa Filipus sembari menghampiri Dion

Dion, yang masih duduk di bangku koridor, langsung berdiri ketika ia mendengar suaranya Papa Filipus.

"Saya sudah menunggu di sini sejak tadi, Om. Dokternya bilang, Agnes harus menjalani pengambilan sumsum tulang", kata Dion sembari menahan air matanya

Papa Filipus merasakan seluruh tubuhnya bergetar mendengar kata-kata Dion barusan. Papa Filipus pun menelan ludah, berusaha mengumpulkan tenaganya.

"Kenapa tidak ada yang memberitahu saya sebelumnya? Kenapa Agnes bisa sampai seperti ini?" tanya Papa Filipus

Dion pun menatap wajah Papa Filipus dengan mata yang berkaca-kaca.

"Sebelumnya, saya sempat lihat kalau mukanya Agnes pucat sekali dan lehernya bengkak. Begitu saya tegur, Agnes cuma bilang kalau dia cuma masuk angin. Sekitar beberapa menit setelah saya tegur, tiba-tiba Agnes pingsan. Akhirnya, saya langsung membawa Agnes ke rumah sakit", jawab Dion

Papa Filipus pun memejamkan matanya sejenak, berusaha mengendalikan emosinya. Dalam pikirannya, ia teringat momen-momen sederhana mereka berdua, mulai dari ketika Agnes sedang bersendau gurau bersama keluarga, sampai dengan ketika Agnes memenangkan lomba menulis esai berbahasa Inggris tingkat nasional. Bagi Papa Filipus, semuanya itu terasa seperti kenangan yang sangat berharga.

Bersambung
Diubah oleh aurora.. 19-09-2024 04:37
hard.line
itkgid
kakekane.cell
kakekane.cell dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.