Kaskus

Story

aurora..Avatar border
TS
aurora..
[CERBUNG] BLOOD FACTOR
[CERBUNG] BLOOD FACTOR
Sumber Gambar:Koleksi pribadi gue


Quote:


Quote:
Diubah oleh aurora.. 14-10-2024 14:18
suekethosAvatar border
amekachiAvatar border
bobibotaktakAvatar border
bobibotaktak dan 18 lainnya memberi reputasi
19
2.1K
51
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
aurora..Avatar border
TS
aurora..
#2
Agnes masuk rumah sakit
Setibanya di UGD rumah sakit, tim medis pun langsung menangani Agnes. Dengan ekspresi cemas, Dion pun menunggu di luar ruangan UGD, hatinya penuh dengan kekhawatiran. Setiap langkah para perawat yang berlalu lalang terasa seperti palu yang memukul-mukul dadanya.

Setelah beberapa saat, Dokter Dita pun keluar dengan raut wajah serius. Dion pun segera menghampiri dokter tersebut, berharap mendapatkan kabar baik yang bisa meredakan gelisah yang menggerogoti jiwanya.

"Kondisi Mbak Agnes sangat mengkhawatirkan. Kami menduga ada kemungkinan Mbak Agnes mengalami kelainan darah. Kelenjar getah bening yang membengkak, anemia berat dan munculnya lebam-lebam biru menandakan adanya kemungkinan penyakit yang serius. Kami menyarankan supaya Mbak Agnes menjalani pengambilan sumsum tulang", ungkap Dokter Dita, suaranya terdengar pelan tetapi tegas

Dion merasa hatinya seperti diremas-remas. Kelainan darah? Penyakit serius? Pengambilan sumsum tulang? Pikiran Dion pun mulai kalut, bayangan-bayangan buruk mulai bermunculan.

"Untuk sementara waktu, Mbak Agnes membutuhkan transfusi darah. Golongan darah Mbak Agnes A plus", lanjut Dokter Dita

Dion merasa tubuhnya lemas setelah mendengarkan penjelasan dokter barusan. Ia masih berusaha mencerna informasi yang baru diterimanya, mencoba mencari celah harapan di tengah badai kekhawatiran yang menerjangnya.

Tak lama kemudian, Agnes pun sadar dari pingsannya. Matanya yang biasanya berbinar-binar ceria kini tampak sayu, tubuhnya terasa lemah. Selang infus tampak mengalirkan darah merah ke punggung tangannya yang pucat pasi.

"A-aku di mana ini?" tanya Agnes dengan suara parau

"Kamu di rumah sakit, sayang. Tadi kamu pingsan di pantai", kata Dion dengan nada lembut

"Kalau boleh tahu, aku sakit apa ya?" tanya Agnes, rasa khawatir mulai muncul di wajahnya

"Aku juga belum tahu, sayang", jawab Dion, sembari menggenggam tangan Agnes erat-erat

Agnes pun mengernyitkan keningnya, merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Dion yang biasanya ceria dan mudah tersenyum, kini terlihat murung. Mereka berdua yakin bahwa sesuatu yang serius pasti tengah terjadi.

Bersambung
xatria
gustovanjava
itkgid
itkgid dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.