- Beranda
- Stories from the Heart
[HOROR]William Family
...
TS
theperegrinefal
[HOROR]William Family
Quote:
Judul Di rubah Dari Sebelumnya "Kau Adalah Aku Tapi Bukan Diri ku" Menjadi "William Family"
Quote:
![[HOROR]William Family](https://s.kaskus.id/images/2017/12/13/2881698_201712130839120175.png)
Quote:
“Apa ini sudah bagus”. tanya ku
“Menurutku sudah”. saut ku
“Aku butuh masukan, aku merasa ada yang kurang”. tanya ku
“maaf… maaf… baiklah kalau begitu, akan lebih baik jika kita tambahkan sentuhan wangi Melati”. saut ku.
“Benar juga, Berarti sekarang kita bisa memulai RITUAL nya”. Jawab ku
“Menurutku sudah”. saut ku
“Aku butuh masukan, aku merasa ada yang kurang”. tanya ku
“maaf… maaf… baiklah kalau begitu, akan lebih baik jika kita tambahkan sentuhan wangi Melati”. saut ku.
“Benar juga, Berarti sekarang kita bisa memulai RITUAL nya”. Jawab ku
Quote:
WAJIB DI BACA
Kita stop dulu, Sebelum nya saya ingin menyampaikan beberapa hal yang mendasari cerita ini :
A.Cerita ini terjadi terhadap seorang kenalan dari sahabat saya, dan beliau adalah seorang wanita dan sebut saja beliau Yuko.
B.Dan cerita ini akan mengambil sudut pandang utama dari Romi, yaitu teman saya.
C.Cerita yang akan saya cerita kan di bawah ini tidak seluruh nya Kisah nyata, jika harus di Persenkan mungkin hanya sekitar 30%, dan sisa nya adalah Bumbu-Bumbu dari imajinasi saya sendiri
D.Cerita ini terjadi ketika Sahabat saya Romi, masih kuliah semester 3
E.Saya sudah mendapatkan persetujuan “Hampir” seluruh pihak yang terlibat dalam cerita ini, dan tentu saja saya akan menyamarkan nama-nama mereka.
Seperti biasa saya sangat berterima kasih jika agan atau sista memberikan masukan ataupun kritikan positif terhadap thread ini.
TIdak perlu berlama-lama lagi mendengar curhatan saya, langsung saja kita mulai cerita nya
Kita stop dulu, Sebelum nya saya ingin menyampaikan beberapa hal yang mendasari cerita ini :
A.Cerita ini terjadi terhadap seorang kenalan dari sahabat saya, dan beliau adalah seorang wanita dan sebut saja beliau Yuko.
B.Dan cerita ini akan mengambil sudut pandang utama dari Romi, yaitu teman saya.
C.Cerita yang akan saya cerita kan di bawah ini tidak seluruh nya Kisah nyata, jika harus di Persenkan mungkin hanya sekitar 30%, dan sisa nya adalah Bumbu-Bumbu dari imajinasi saya sendiri
D.Cerita ini terjadi ketika Sahabat saya Romi, masih kuliah semester 3
E.Saya sudah mendapatkan persetujuan “Hampir” seluruh pihak yang terlibat dalam cerita ini, dan tentu saja saya akan menyamarkan nama-nama mereka.
Seperti biasa saya sangat berterima kasih jika agan atau sista memberikan masukan ataupun kritikan positif terhadap thread ini.
TIdak perlu berlama-lama lagi mendengar curhatan saya, langsung saja kita mulai cerita nya
INDEX EPISODE SAYA PINDAHKAN DI BAWAH
Quote:
PART 1 : Mahasiswi Pindahan
“bosan”. ucap ku sambil menghela nafas.
Aku sedang duduk di dalam kelas sambil memutar - mutar pulpen, sebenarnya aku sedang ada kelas, namun aku sangat malas untuk memperhatikan apa yang dosen ku terangkan, bukan karna aku malas dalam belajar, hanya saja 80-90% yang dosen ku terangkan sudah pernah ku baca di buku. Ku akui aku memanglah kutu buku, ber jam-jam aku habiskan hanya untuk membaca buku entah itu di rumah, di perpustakaan, atau pun di taman. Aku merasa seperti Buku adalah Hidupku. Dan tentu saja aku selalu dapat nilai yang bagus di setiap mata pelajaran, apa aku jenius? Tidak… aku hanya orang malas yang tidak ada kerjaan selain membaca, ya.. walauipun definisi malas ku ini tidak umum.
“ssstttt rom.. rom..”. salah seorang teman ku mencoba berbisik memanggilku.
“nyaut”. saut ku.
“Baru dapet info nih, kata nya bakal ada mahasiswi pindahan dari luar kota, dan kebetulan dia seangkatan sama kita” ucap FIrman.
“terus urusan nya sama aku apa?” saut ku.
“Denger-denger mahasiswi pindahan itu cakep banget”. ucap nya yang masih bernada berbisik.
“percuma man, ga bakal mau juga sama kamu”. saut ku.
“yee.. kalo ini bukan masalah mau atau gak nya, yang paling penting itu ada yang bisa bikin mata seger di kampus”. ucap nya sambil mencboa membayangkan wajah mahasiswi pindahan itu.
“ yaudah terserah kamu aja lah man”. ucap ku sambil memalingkan wajah dari nya.
Lalu pelajaran yang membosankan ini pun akhir nya berakhir, aku pun segera membereskan buku-buku ke dalam tas dan segera pergi ke kantin bersama 2 orang teman ku. Sesampai nya di kantin kami bertiga pun memesan makanan untuk makan siang, kami beluim bisa pulang karna masih ada 1 kelas lagi yang harus ku hadiri setelah makan siang.
“eh pulang mau maen PS dulu ga di rumah, ?” ucap ku mengajak nya.
“boleh aja kebetulan hari ini lagi kosong”. saut FIrman.
“emang nya kamu kapan pernah ga kosong?”. Saut Alfian menyindir FIrman.
“Behhh pake di tanya… pasti kosong terus sih hehe”. Jawab FIrman.
“btw kamu tumben ngajak ke rumah kamu Rom”. tanya Alfian.
“lagi bosen aja nyokap lagi keluar kota 5 hari, bantuin nikahan sepupu, terus belom belanja buku-buku lagi”. jawab ku.
“jadi… kamu hanya memanfaat kan aku untuk mengisi waktu bosan mu,,, Jahat”. Ucap Firman dengan tujuan meledek.
“Yaudah kita berdua aja Rom”. saut Alfian.
“ehh jangan, ntar aku gimana, masa bengang-bengong lagi di kosan, mana lagi gak ada kuota”. Saut Firman.
“hahaha sabar ya man.” Saut ku.
Kami pun berbincang - Bincang sambil menyantap makan siang kami, sampai akhir nya Firman menyenggol tangan ku, hingga membuat sendok ku jatuh ke lantai.
“Set.. dah….. kenapa sih man bahagia amat ngerjain aku kaya nya ya?” saut ku yang sedikit kesal.
“eh maaf-maaf, itu tuh liat murid pindahan yang tadi aku omongin”. ucap firman sambil menunjuk.
“yang mana sih?” ucap ku yang mencari-cari keberadaan murid itu.
“ itu yang pake baju putih trus pake tas merah”. ucap nya.
Sesaat aku memandangi nya, nafas ku sejenak berhenti. Seperti yang di katakan oleh Firman bahwa mahasiswi pindahan memang sangat cantik, Rambut nya yang hanya sampai di pundak nya dan mata besar nya, membuat ku tidak dapat memalingkan pandangan ku dari nya, jujur saja ini melebihi ekspektasi ku sebelum nya tentang penampilan nya.
“gimana? Masih mau ngelak? Ucap firman dengan nada meledek.
“E..Enggak emang nya siapa yang ngelak”. saut ku.
“ya abis nya pas di kelas, kamu kaya nya cuek gitu” saut nya.
“eh tapi dia kaya nya ke bingungan, kaya nya dia kebingungan karna ga dapet tempat duduk”. ucap ku.
“ aku punya ide Rom” ucap nya,
“eh tunggu jangan bilang --”
Belum ku sempat selesai bicara, Firman sudah memulai ide gila nya.
“ HEI… di sini aja lagi kosong”. ucap FIrman yang mencoba memanggil murid pindahan itu.
“oeeee…. hadehhh”. ucap ku sambil menundukan kepala.
Jujur saja, aku ini tipe orang yang akan sangat gugup ketika melihat ataupun berbicara dengan wanita yang melebihi batas wajar ekspektasi ku.
“tuh Rom dia beneran mau kesini”. ucap FIrman
“bodo amat” saut ku..
Spoiler for INDEX EPISODE:
Pengenalan Seluruh Tokoh Penting
PART 2 : Senyuman
PART 3 : Yuki
PART 4 : Karna Kau Adalah
PART 5 : Jangan MATI Sebelum
PART 6 : Maaf
PART 7 : Seekor Burung Yang Kesepian
PART 8 : Jelangkung Silang?
PART 9 : Kau Tetap Sahabat Ku
PART 10 : Pengendali Jin?
PART 11 : Pertama Kali Menjumpainya
PART 11.2 : Terimakasih
PART 11.3 : Seorang Pria
PART 11.4 : No Tittle
PART 12 : Kepalamu Adalah Tujuanku
PART 13 : Dia Sudah Datang
PART 14 : Kebenaran
PART 15 : Runtuhnya 100 Tahun Kejayaan
PART 16 : Andreana Yuko
PART 17 : Perebutan Kursi
PART 18 : Masa Lalu Firman
PART 19 : Sejarah William Family
PART 20 : Manusia Paling Di Takuti
PART 21 : 4 Iblis Terkuat
PART 22 : Pertarungan 2 Era Berbeda
PART 23 : Ketua Baru
PART 24 : Awal Perjalanan Seorang Pahlawan
PART 25 : Team Asura
PART 26 : Tujuan Asura
PART 27 : Pencarian Ziz
PART 28 : Perpisahan 3 Sahabat
PART 29 : Pesta Akan Di Mulai
PART 30 : Alasan Asura Sebenarnya
PART 31 : Permintaan Terakhir
PART 32 : Seorang Aktor Terbaik
PART 33 : Pertemuan Yang Sudah Di Takdirkan
PART 34 : Arab Kuno dan Aksara Jawa
PART 35 : Keabadian Palsu
PART 36 : Permintaan Maaf
PART 37 : Kenyataan
PART 38 : Persiapan
PART 39 : Sawang Kabut
PART 39.2 : Sawang Kabut Part 2
Part 39.3 : Sawang Kabut Last Part
PART 40 : Kontrak Bahemoth
PART 41 : Welcome Home
PART 42 : Pertukaran
PART 43 : 3 Pohon Kembar
PART 44 : Pengkhianatan
PART 45 : Efek Samping Pengisian
PART 46 : Tim Inti?
PART 47 : Tujuan Danil
PART 48 : Baik & Buruk
PART 49 : Keputusasaan Leo
PART 50 : Sebuah Kenyataan
PART 51 : Simbol Leviathan
PART 52 : Kesenjangan
PART 53 : ANYER Chapter 1
PART 54 : ANYER Chapter 2
PART 2 : Senyuman
PART 3 : Yuki
PART 4 : Karna Kau Adalah
PART 5 : Jangan MATI Sebelum
PART 6 : Maaf
PART 7 : Seekor Burung Yang Kesepian
PART 8 : Jelangkung Silang?
PART 9 : Kau Tetap Sahabat Ku
PART 10 : Pengendali Jin?
PART 11 : Pertama Kali Menjumpainya
PART 11.2 : Terimakasih
PART 11.3 : Seorang Pria
PART 11.4 : No Tittle
PART 12 : Kepalamu Adalah Tujuanku
PART 13 : Dia Sudah Datang
PART 14 : Kebenaran
PART 15 : Runtuhnya 100 Tahun Kejayaan
PART 16 : Andreana Yuko
PART 17 : Perebutan Kursi
PART 18 : Masa Lalu Firman
PART 19 : Sejarah William Family
PART 20 : Manusia Paling Di Takuti
PART 21 : 4 Iblis Terkuat
PART 22 : Pertarungan 2 Era Berbeda
PART 23 : Ketua Baru
PART 24 : Awal Perjalanan Seorang Pahlawan
PART 25 : Team Asura
PART 26 : Tujuan Asura
PART 27 : Pencarian Ziz
PART 28 : Perpisahan 3 Sahabat
PART 29 : Pesta Akan Di Mulai
PART 30 : Alasan Asura Sebenarnya
PART 31 : Permintaan Terakhir
PART 32 : Seorang Aktor Terbaik
PART 33 : Pertemuan Yang Sudah Di Takdirkan
PART 34 : Arab Kuno dan Aksara Jawa
PART 35 : Keabadian Palsu
PART 36 : Permintaan Maaf
PART 37 : Kenyataan
PART 38 : Persiapan
PART 39 : Sawang Kabut
PART 39.2 : Sawang Kabut Part 2
Part 39.3 : Sawang Kabut Last Part
PART 40 : Kontrak Bahemoth
PART 41 : Welcome Home
PART 42 : Pertukaran
PART 43 : 3 Pohon Kembar
PART 44 : Pengkhianatan
PART 45 : Efek Samping Pengisian
PART 46 : Tim Inti?
PART 47 : Tujuan Danil
PART 48 : Baik & Buruk
PART 49 : Keputusasaan Leo
PART 50 : Sebuah Kenyataan
PART 51 : Simbol Leviathan
PART 52 : Kesenjangan
PART 53 : ANYER Chapter 1
PART 54 : ANYER Chapter 2
Jangan Lupa Comment,Share Dan 

Diubah oleh theperegrinefal 03-01-2019 19:27
fhy544 dan 46 lainnya memberi reputasi
43
401.5K
Kutip
1.5K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
theperegrinefal
#1331
Quote:
PART 54 : ANYER Chapter 2
"Teh Rom" Ucap wanita Berambut panjang dengan mata sipit membawa 2 gelas teh.
"eh Weni.. repot segala". Ucap ku.
"tenang aja, tadi aku liat kamu duduk di teras.. yaudah sekalian aja aku buatin teh skalian ngobrol-ngobrol". ucap nya yang langsung duduk di samping ku.
"yaudah makasih ya". balas ku dengan senyum tipis.
Weni adalah senior ku di perguruan, ia sudah bergabung lebih lama 3 tahun dari ku. Walaupun kami seumuran, aku tetap menghormati nya sebagai senior.
"Kamu ga tidur rom? udah jam 1 pagi". tanya Weni.
"belum ngantuk wen ... lagian aku ga ikut lomba tadi". jawab ku sembari menghisap sebatang rokok.
"oia ya.. giliran kamu besok ya". jawab nya.
"kamu sendiri blom tidur?". Tanya ku.
"gtw ini ga bisa tidur, padahal udah ngantuk banget". jawab nya sembari merenggangkan badan.
"oia rom aku mau nanya deh.. kamu kan baru ya di sini, kamu pernah ga berfikiran sebelum nya tentang.. Ghaib itu apa sih? Ghaib itu emang beneran ada? dan sejenis nya". Tanya nya sembari melihat ku.
"Sebelum gabung di sini sih, aku anggep kalo ghaib itu ya hanya sekedar mahkluk ciptaan tuhan juga yang hidup berdampingan dengan kita... Dari dulu aku sih percaya sama yang nama nya Setan dan Iblis, tapi ga berfikir buat berurusan dengan mereka". Jawab ku.
"lalu apa yang buat kamu merubah keputusan kamu? tentang ga berfikir untuk berurusna dengan Jin tadi". tanya nya kembali.
"hmmm sebener nya cukup ribet dan pasti bakal berbelit-belit kalo aku jelasin... inti nya ada sebuah kejadian yang ngerubah seorang Romi bisa seperti ini". Jawab ku dengan senyum lebar.
"kejadian?.. aku jadi penasaran, tapi yaudah kalo ga mau ngasih tau.. berarti itu hal yang penting buat kamu". ucap nya dengan senyum tipis.
"oia.. kalo kamu sendiri gimana Wen? apa yang ngebuat kamu mutusin untuk gabung perguruan ini?". tanya ku.
"kalo aku ya... aku pribadi ga mau munafik, niat awal aku masuk perguruan ini bukan karna ingin mendekat kan diri kepada tuhan atau pun sejenis nya.. tapi..". ucap nya yang terhenti sejenak.
"Tapi apa?". tanya ku penasaran.
"Karna pacar aku dulu". ucap nya sembari meneteskan air mata.
"eh... ja...jangan nangis wen, Se..semua orang kan punya alesan nya sendiri-sendiri". ucap ku panik.
"ah.. haha... maaf ya aku sampe nangis gini, maklum cewe cengeng". ucap nya sembari mengelap air mata nya.
Baru kali ini aku melihat nya menangis, jangankan untuk menangis, aku bahkan tidak pernah melihat merenung atau menunjukan kesedihan di wajah nya. Ia selalu terlihat ceria dan bijaksana di depan ku dan yang lain nya. Hal ini cukup membuat ku terkejut.
"ka...kalo boleh tau, pacar yang ngebuat kamu masuk perguruan ini siapa?". tanya ku yang masih gugup.
"Bugi". balas nya singkat.
"Bugi.. hmmm kaya nya aku pernah denger nama itu.. apa dia murid di bogor juga". tanya ku kembali.
"ia dia di cabang yang sama kaya kita... aku pacaran sama dia semenjak aku masih duduk di bangku SMP dan waktu itu dia udah SMA.. singkat cerita, walaupun kita bedua masih sangat muda bahkan bisa di bilang masih anak kecil.. tapi kami punya hubungan yang cukup serius, maksud serius di sini bukan hal aneh loh ya..". ucap nya sembari melihat ke arah ku.
"ia paham wen.. trus?". tanya ku kembali yang makin serius mendengar cerita nya.
"setelah aku masuk SMA, dia kasih tau aku kalo selama ini dia ikut sebuah perguruan, dan dia pengen aku masuk juga kesana... Dan tanpa fikir panjang aku pun meng ia kan ajakan dia..... Bugi itu salah satu murid paling berbakat dari semua murid dalam sejarah perguran kita, Abi Ibrahim sendiri yang bilang gitu". Ucap nya dengan tangan yang mulai gemetaran.
"Kalo emang terlalu berat buat di ceritain gpp kok Wen". ucap ku sembari menenangkan nya.
"ah .. gpp kok rom, gtw kenapa aku pengen cerita ke kamu". ucap nya.
"yaudah... aku bakal jadi pendengar yang baik". jawab ku dengan senyum lebar.
"Bugi... Memiliki bakat ghaib yang luar biasa semenjak dia lahir, bakat itu baru terkuak setelah Abi Ibrahim melakukan pengisian kepada nya... bahkan saat melakukan pengisian Abi Ibrahim sempat mimisan, dan setelah melakukan pengisian, Abi ibrahim bilang ke Bugi, Ilmu yang kamu punya ini seperti pedang bermata dua, jika kamu bisa gunakan dengan baik maka luar biasa hasil yang akan kamu dapat kan, namun jika sebaliknya.. akan ada bencana yang siap menghantam mu kapan saja". ucap nya yang sangat terlihat jelas sedang menenangkan diri.
"Seperti nya hebat sekali". ucap ku.
"Namun dari situ lah bencana di mulai... Bugi mulai mempelajari amalan-amalan yang sulit di pelajari murid lain dengan mudah nya, ia bahkan menguasai ilmu santet tingkat 3 yang bahkan untuk sekelas Dewan Guru pun belum tentu dapat mencapai tingkat itu, ia bisa saja membunuh orang dengan mudah nya... Abi Ibrahim mulai khawatir dengan Bugi, bahkan beliau sendiri pun tidak tau dimana Bugi mempelajari Amalan itu". ucap nya sembari mendekap segelas teh di tangan nya.
"Padahal semua amalan murid itu harus dari Guru nya, kok bisa ya... bahkan Santet ilmu yang tidak akan di ajarkan ke murid". jawab ku bingung.
"Sudah 3 bulan Bugi tidak pernah muncul ke pengajian, bahkan aku pun tidak tau keberadaan dia, dalam 3 bulan itu pun dia tidak berada di rumah nya... Sampai suatu malam ia tiba-tiba saja pergi ke rumah Abi Ibrahim, dengan wajah tak karuan ia mengetuk-ngetuk pintu... Abi pun di buat sangat kaget, lalu Abi menelfon ku untuk menyuruh ku datang ke rumah nya dan meberitaukan situasi nya, tanpa fikir panjang aku pun pergi kesana, sekitar 30 menit aku pun sampai... aku pun langsung memeluk nya, bahkan walaupun aku tau itu tindakan tidak sopan yang aku lakukan di depan Abi, namun karna aku sangat merindukan nya di tambah aku sangat khawatir dengan nya". ucap nya dengan tangan yang kembali gemetaran.
"Wajah pucat nya... dengan air mata yang terus keluar dari mata nya, ia terlihat begitu ketakutan.. lalu tiba-tiba ia mendorongku jatuh dan berlari ke arah Abi sembari bersujud-sujud, dia terus mengatakan (bi.. tolong saya bi... dia dateng bi... dia udah dekat bi... bi saya mohon bi.... saya cuma iseng aja... bi tolong saya bi)". ucap yang kali ini meneteskan air mata.
Aku pun hanya bisa menelan ludah sendiri setelah mendengar cerita nya, dengan selalu bertanya-tanya di dalam hati, apa yang terjadi sebenarnya.
"Abi mencoba menenangkan nya dan bertanya apa yang terjadi, namun ia bersikap seperti orang gila, terus dan terus ia gelontarkan kata-kata tolong, ia tidak menjawab pertanyaan Abi...sekitar beberapa waktu ia pun mulai tenang namun terlihat masih enggan untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, lalu Abi pun memintaku untuk mengantarnya pulang dan kembali bertemu dengan nya di pusat ke esokan hari nya, karna ia igin berkonsultasi terlebih dahulu kepada Abah... Aku pun meng ia kan nya, dan menggoncengnya pulang dengan motor, setelah sampai di rumah Bugi terlibat keluarga nya begitu khawatir, aku pun tidak bisa menceritakan apa yang terjadi kepada keluarga nya, karna aku sendiri juga tidak tau apa yang terjadi... Terlihat wajah ibu nya cukup kesal melihat ku, mungkin ia mengira akulah penyebab anak nya tidak pulang selama 3 bulan, dan aku pun tidak bisa berbuat apa-apa untuk dapat merubah situasi tersebut, dan memutuskan untuk pulang sebelum suasana semakin buruk... dan itu adalah keputusan terburuk dalam hidupku, untuk pergi meninggalkan nya waktu itu". Ucap nya dengan airmata yang semakin deras menetes.
Lalu tiba-tiba saja Ryandi dari pintu dan melihat kondisi Weni yang sedang menangis, Weni tidak menyadari keberadaan nya. Aku pun menyuruhnya pergi dengan isyarat tangan. Ia pun menuruti ku dan pergi meninggalkan kami.
"maksud kamu keputusan terburuk?". Tanya ku penasaran.
"karna itu kali terakhirnya aku bisa ngeliat dia". ucap nya yang langsung terisak tangis.
Buluk kuduk ku merinding hebat setelah mendengar kata-kata terakhir yang ia ucapkab barusan.
"ke esokan pagi nya, Bugi di temukan meninggal.... dan ditemukan bekas cekikan di leher nya, setelah polisi datang dan memeriksa nya, mereka mengatakan bahwa ia mencekik leher nya sendiri dengan tangan nya sampai mati... Bukankah itu tidak mungkin? pasti ada sesuatu yang terjadi bukan?". ucap nya dengan isakan tangis.
"ya... kurasa tidak mungkin seseorang bisa mencekik diri nya sendiri sampai mati, jika pun itu terjadi ia pasti hanya akan pingsan karna kehabisa nafas ... dan pasti nya tangan nya tidak memiliki tenaga untuk itu". ucap yang sangat terkejut.
Sesuana begitu membingungkan, aku tidak tau lagi mau berbicara apa di tambah Weni hanya terdiam sembari mencoba untuk menenangkan diri. Namun aku mencoba memberanikan diri dan kembali bertanya.
"Lalu tanggapan Abi Ibrahim gimana wen?". tanya ku kembali.
"Beberapa hari setelah itu, aku di beritau oleh Abi bahwa beliau sudah berbicara dengan Abah.. Namun reaksi Abah hanya diam seribu bahasa". Ucap nya sembari menarik nafas dalam-dalam.
"Pasti abah punya cara sendiri Wen untuk ngatasin ini... Yang lebih penting sekarang kamu tenangin diri dulu". ucap sembari menepuk-nepuk pundak nya.
"ia bener... aku yakin Abah pasti punya cara tersendiri dan punya alasan nya sendiri". Ucap nya.
"Yaudah untuk sekarang kita tidur aja yuk udah jam segini juga, kita lanjutin besok". ucap ku sembari mengajak nya berdiri.
"Makasih ya rom". Balas nya dengan senyum dan langsung pergi masuk ke dalam.
Menakutkan sekali, cerita yang baru saja Weni sampaikan tentang kekasih nya. Dan aku cukup kaget bahwa ia mau menceritakan nya pada ku, entah apa alasannya... yang jelas ia pasti masih sangat trauma tentang kejadian tersebut. Bugi .. aku baru teringat nama tersebut, Firman dulu pernah mengatakan tentang seorang murid yang terlena akan kekuatan nya dan salah memilih jalan, sampai akhir nya hidup nya harus berakhir sangat tragis. Firman pernah mengatakan bahwa semakin besar ilmu yang kita miliki maka akan semakin besar juga cobaan yang akan kita hadapi, itulah mengapa kita harus memiliki Iman yang kuat.
Aku membersihkan meja dan membawa gelas teh ke dapur untuk ku cuci, setelah itu aku pun masuk ke kamar yang berada di lantai 3. Namun setelah aku sampai di lantai 3, aku melihat Ryandi dan para murid pria sedang berdiri di kamar nya, dan mereka semua kompak melihat ke arah ku.
"he..hei.. ada apa ini?". tanya ku bingung.
"rom". ucap ryandi sembari memgang pundaku dengan kedua tangan nya.
"i..ia kenapa?". Balas ku yang cukup Salah tingkah.
"Kamu .. nolak Weni ya?". tanya Ryandi dengan tatapan tajam ke arah ku.
"HAH?". ucap ku spontan.
njek.leh dan 12 lainnya memberi reputasi
13
Kutip
Balas
Tutup