- Beranda
- Stories from the Heart
[HOROR]William Family
...
TS
theperegrinefal
[HOROR]William Family
Quote:
Judul Di rubah Dari Sebelumnya "Kau Adalah Aku Tapi Bukan Diri ku" Menjadi "William Family"
Quote:
![[HOROR]William Family](https://s.kaskus.id/images/2017/12/13/2881698_201712130839120175.png)
Quote:
“Apa ini sudah bagus”. tanya ku
“Menurutku sudah”. saut ku
“Aku butuh masukan, aku merasa ada yang kurang”. tanya ku
“maaf… maaf… baiklah kalau begitu, akan lebih baik jika kita tambahkan sentuhan wangi Melati”. saut ku.
“Benar juga, Berarti sekarang kita bisa memulai RITUAL nya”. Jawab ku
“Menurutku sudah”. saut ku
“Aku butuh masukan, aku merasa ada yang kurang”. tanya ku
“maaf… maaf… baiklah kalau begitu, akan lebih baik jika kita tambahkan sentuhan wangi Melati”. saut ku.
“Benar juga, Berarti sekarang kita bisa memulai RITUAL nya”. Jawab ku
Quote:
WAJIB DI BACA
Kita stop dulu, Sebelum nya saya ingin menyampaikan beberapa hal yang mendasari cerita ini :
A.Cerita ini terjadi terhadap seorang kenalan dari sahabat saya, dan beliau adalah seorang wanita dan sebut saja beliau Yuko.
B.Dan cerita ini akan mengambil sudut pandang utama dari Romi, yaitu teman saya.
C.Cerita yang akan saya cerita kan di bawah ini tidak seluruh nya Kisah nyata, jika harus di Persenkan mungkin hanya sekitar 30%, dan sisa nya adalah Bumbu-Bumbu dari imajinasi saya sendiri
D.Cerita ini terjadi ketika Sahabat saya Romi, masih kuliah semester 3
E.Saya sudah mendapatkan persetujuan “Hampir” seluruh pihak yang terlibat dalam cerita ini, dan tentu saja saya akan menyamarkan nama-nama mereka.
Seperti biasa saya sangat berterima kasih jika agan atau sista memberikan masukan ataupun kritikan positif terhadap thread ini.
TIdak perlu berlama-lama lagi mendengar curhatan saya, langsung saja kita mulai cerita nya
Kita stop dulu, Sebelum nya saya ingin menyampaikan beberapa hal yang mendasari cerita ini :
A.Cerita ini terjadi terhadap seorang kenalan dari sahabat saya, dan beliau adalah seorang wanita dan sebut saja beliau Yuko.
B.Dan cerita ini akan mengambil sudut pandang utama dari Romi, yaitu teman saya.
C.Cerita yang akan saya cerita kan di bawah ini tidak seluruh nya Kisah nyata, jika harus di Persenkan mungkin hanya sekitar 30%, dan sisa nya adalah Bumbu-Bumbu dari imajinasi saya sendiri
D.Cerita ini terjadi ketika Sahabat saya Romi, masih kuliah semester 3
E.Saya sudah mendapatkan persetujuan “Hampir” seluruh pihak yang terlibat dalam cerita ini, dan tentu saja saya akan menyamarkan nama-nama mereka.
Seperti biasa saya sangat berterima kasih jika agan atau sista memberikan masukan ataupun kritikan positif terhadap thread ini.
TIdak perlu berlama-lama lagi mendengar curhatan saya, langsung saja kita mulai cerita nya
INDEX EPISODE SAYA PINDAHKAN DI BAWAH
Quote:
PART 1 : Mahasiswi Pindahan
“bosan”. ucap ku sambil menghela nafas.
Aku sedang duduk di dalam kelas sambil memutar - mutar pulpen, sebenarnya aku sedang ada kelas, namun aku sangat malas untuk memperhatikan apa yang dosen ku terangkan, bukan karna aku malas dalam belajar, hanya saja 80-90% yang dosen ku terangkan sudah pernah ku baca di buku. Ku akui aku memanglah kutu buku, ber jam-jam aku habiskan hanya untuk membaca buku entah itu di rumah, di perpustakaan, atau pun di taman. Aku merasa seperti Buku adalah Hidupku. Dan tentu saja aku selalu dapat nilai yang bagus di setiap mata pelajaran, apa aku jenius? Tidak… aku hanya orang malas yang tidak ada kerjaan selain membaca, ya.. walauipun definisi malas ku ini tidak umum.
“ssstttt rom.. rom..”. salah seorang teman ku mencoba berbisik memanggilku.
“nyaut”. saut ku.
“Baru dapet info nih, kata nya bakal ada mahasiswi pindahan dari luar kota, dan kebetulan dia seangkatan sama kita” ucap FIrman.
“terus urusan nya sama aku apa?” saut ku.
“Denger-denger mahasiswi pindahan itu cakep banget”. ucap nya yang masih bernada berbisik.
“percuma man, ga bakal mau juga sama kamu”. saut ku.
“yee.. kalo ini bukan masalah mau atau gak nya, yang paling penting itu ada yang bisa bikin mata seger di kampus”. ucap nya sambil mencboa membayangkan wajah mahasiswi pindahan itu.
“ yaudah terserah kamu aja lah man”. ucap ku sambil memalingkan wajah dari nya.
Lalu pelajaran yang membosankan ini pun akhir nya berakhir, aku pun segera membereskan buku-buku ke dalam tas dan segera pergi ke kantin bersama 2 orang teman ku. Sesampai nya di kantin kami bertiga pun memesan makanan untuk makan siang, kami beluim bisa pulang karna masih ada 1 kelas lagi yang harus ku hadiri setelah makan siang.
“eh pulang mau maen PS dulu ga di rumah, ?” ucap ku mengajak nya.
“boleh aja kebetulan hari ini lagi kosong”. saut FIrman.
“emang nya kamu kapan pernah ga kosong?”. Saut Alfian menyindir FIrman.
“Behhh pake di tanya… pasti kosong terus sih hehe”. Jawab FIrman.
“btw kamu tumben ngajak ke rumah kamu Rom”. tanya Alfian.
“lagi bosen aja nyokap lagi keluar kota 5 hari, bantuin nikahan sepupu, terus belom belanja buku-buku lagi”. jawab ku.
“jadi… kamu hanya memanfaat kan aku untuk mengisi waktu bosan mu,,, Jahat”. Ucap Firman dengan tujuan meledek.
“Yaudah kita berdua aja Rom”. saut Alfian.
“ehh jangan, ntar aku gimana, masa bengang-bengong lagi di kosan, mana lagi gak ada kuota”. Saut Firman.
“hahaha sabar ya man.” Saut ku.
Kami pun berbincang - Bincang sambil menyantap makan siang kami, sampai akhir nya Firman menyenggol tangan ku, hingga membuat sendok ku jatuh ke lantai.
“Set.. dah….. kenapa sih man bahagia amat ngerjain aku kaya nya ya?” saut ku yang sedikit kesal.
“eh maaf-maaf, itu tuh liat murid pindahan yang tadi aku omongin”. ucap firman sambil menunjuk.
“yang mana sih?” ucap ku yang mencari-cari keberadaan murid itu.
“ itu yang pake baju putih trus pake tas merah”. ucap nya.
Sesaat aku memandangi nya, nafas ku sejenak berhenti. Seperti yang di katakan oleh Firman bahwa mahasiswi pindahan memang sangat cantik, Rambut nya yang hanya sampai di pundak nya dan mata besar nya, membuat ku tidak dapat memalingkan pandangan ku dari nya, jujur saja ini melebihi ekspektasi ku sebelum nya tentang penampilan nya.
“gimana? Masih mau ngelak? Ucap firman dengan nada meledek.
“E..Enggak emang nya siapa yang ngelak”. saut ku.
“ya abis nya pas di kelas, kamu kaya nya cuek gitu” saut nya.
“eh tapi dia kaya nya ke bingungan, kaya nya dia kebingungan karna ga dapet tempat duduk”. ucap ku.
“ aku punya ide Rom” ucap nya,
“eh tunggu jangan bilang --”
Belum ku sempat selesai bicara, Firman sudah memulai ide gila nya.
“ HEI… di sini aja lagi kosong”. ucap FIrman yang mencoba memanggil murid pindahan itu.
“oeeee…. hadehhh”. ucap ku sambil menundukan kepala.
Jujur saja, aku ini tipe orang yang akan sangat gugup ketika melihat ataupun berbicara dengan wanita yang melebihi batas wajar ekspektasi ku.
“tuh Rom dia beneran mau kesini”. ucap FIrman
“bodo amat” saut ku..
Spoiler for INDEX EPISODE:
Pengenalan Seluruh Tokoh Penting
PART 2 : Senyuman
PART 3 : Yuki
PART 4 : Karna Kau Adalah
PART 5 : Jangan MATI Sebelum
PART 6 : Maaf
PART 7 : Seekor Burung Yang Kesepian
PART 8 : Jelangkung Silang?
PART 9 : Kau Tetap Sahabat Ku
PART 10 : Pengendali Jin?
PART 11 : Pertama Kali Menjumpainya
PART 11.2 : Terimakasih
PART 11.3 : Seorang Pria
PART 11.4 : No Tittle
PART 12 : Kepalamu Adalah Tujuanku
PART 13 : Dia Sudah Datang
PART 14 : Kebenaran
PART 15 : Runtuhnya 100 Tahun Kejayaan
PART 16 : Andreana Yuko
PART 17 : Perebutan Kursi
PART 18 : Masa Lalu Firman
PART 19 : Sejarah William Family
PART 20 : Manusia Paling Di Takuti
PART 21 : 4 Iblis Terkuat
PART 22 : Pertarungan 2 Era Berbeda
PART 23 : Ketua Baru
PART 24 : Awal Perjalanan Seorang Pahlawan
PART 25 : Team Asura
PART 26 : Tujuan Asura
PART 27 : Pencarian Ziz
PART 28 : Perpisahan 3 Sahabat
PART 29 : Pesta Akan Di Mulai
PART 30 : Alasan Asura Sebenarnya
PART 31 : Permintaan Terakhir
PART 32 : Seorang Aktor Terbaik
PART 33 : Pertemuan Yang Sudah Di Takdirkan
PART 34 : Arab Kuno dan Aksara Jawa
PART 35 : Keabadian Palsu
PART 36 : Permintaan Maaf
PART 37 : Kenyataan
PART 38 : Persiapan
PART 39 : Sawang Kabut
PART 39.2 : Sawang Kabut Part 2
Part 39.3 : Sawang Kabut Last Part
PART 40 : Kontrak Bahemoth
PART 41 : Welcome Home
PART 42 : Pertukaran
PART 43 : 3 Pohon Kembar
PART 44 : Pengkhianatan
PART 45 : Efek Samping Pengisian
PART 46 : Tim Inti?
PART 47 : Tujuan Danil
PART 48 : Baik & Buruk
PART 49 : Keputusasaan Leo
PART 50 : Sebuah Kenyataan
PART 51 : Simbol Leviathan
PART 52 : Kesenjangan
PART 53 : ANYER Chapter 1
PART 54 : ANYER Chapter 2
PART 2 : Senyuman
PART 3 : Yuki
PART 4 : Karna Kau Adalah
PART 5 : Jangan MATI Sebelum
PART 6 : Maaf
PART 7 : Seekor Burung Yang Kesepian
PART 8 : Jelangkung Silang?
PART 9 : Kau Tetap Sahabat Ku
PART 10 : Pengendali Jin?
PART 11 : Pertama Kali Menjumpainya
PART 11.2 : Terimakasih
PART 11.3 : Seorang Pria
PART 11.4 : No Tittle
PART 12 : Kepalamu Adalah Tujuanku
PART 13 : Dia Sudah Datang
PART 14 : Kebenaran
PART 15 : Runtuhnya 100 Tahun Kejayaan
PART 16 : Andreana Yuko
PART 17 : Perebutan Kursi
PART 18 : Masa Lalu Firman
PART 19 : Sejarah William Family
PART 20 : Manusia Paling Di Takuti
PART 21 : 4 Iblis Terkuat
PART 22 : Pertarungan 2 Era Berbeda
PART 23 : Ketua Baru
PART 24 : Awal Perjalanan Seorang Pahlawan
PART 25 : Team Asura
PART 26 : Tujuan Asura
PART 27 : Pencarian Ziz
PART 28 : Perpisahan 3 Sahabat
PART 29 : Pesta Akan Di Mulai
PART 30 : Alasan Asura Sebenarnya
PART 31 : Permintaan Terakhir
PART 32 : Seorang Aktor Terbaik
PART 33 : Pertemuan Yang Sudah Di Takdirkan
PART 34 : Arab Kuno dan Aksara Jawa
PART 35 : Keabadian Palsu
PART 36 : Permintaan Maaf
PART 37 : Kenyataan
PART 38 : Persiapan
PART 39 : Sawang Kabut
PART 39.2 : Sawang Kabut Part 2
Part 39.3 : Sawang Kabut Last Part
PART 40 : Kontrak Bahemoth
PART 41 : Welcome Home
PART 42 : Pertukaran
PART 43 : 3 Pohon Kembar
PART 44 : Pengkhianatan
PART 45 : Efek Samping Pengisian
PART 46 : Tim Inti?
PART 47 : Tujuan Danil
PART 48 : Baik & Buruk
PART 49 : Keputusasaan Leo
PART 50 : Sebuah Kenyataan
PART 51 : Simbol Leviathan
PART 52 : Kesenjangan
PART 53 : ANYER Chapter 1
PART 54 : ANYER Chapter 2
Jangan Lupa Comment,Share Dan 

Diubah oleh theperegrinefal 03-01-2019 19:27
fhy544 dan 46 lainnya memberi reputasi
43
401.5K
Kutip
1.5K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
theperegrinefal
#1320
Quote:
PART 53 : ANYER Part 1
"Rom sini !..." Teriak Bela memanggil ku dari sebrang jalan.
Aku pun segera menyebrang jalan untuk menghampiri nya. Hari ini adalah acara Pengajian yang akan di laksanakan di Anyer, kami dari cabang Bogor berkumpul di suatu titik untuk berangkat bersamaan.
"Masih sepi bel..?". tanya ku yang baru saja menyebrang.
"lumayan lah udah ada 12 orang, sini absen dulu". ucap Bela.
"ia .. btw Abi Ibrahim kemana? kok ga keliatan?". tanya ku sambil menengok ke sekitar.
"Dewan guru di suruh kumpul duluan sama Abah H-1 sebelum acara di Anyer". jawab nya sembari menulis nama ku di kertas absen.
"Wih romy". Ucap Aa Deswanto sekedar menyapaku dengan senyum.
"hehe aslamuallikum A". ucap ku sembari mencium tangan nya.
"wallaikumsalam... ini acar pertama kamu ya?". Tanya beliau.
"Ia A, semoga lancar". jawab ku.
"amin... yaudah saya mau mastiin mobil dulu, kalo udah kumpul semua jangan langsung masuk mobil dulu ya, kumpul di sini dulu". ucap Beliau.
Ini adalah acara pertama ku di Pengajian, yang ada di kepala ku sekarang adalah semoga semua lancar dan tidak ada masalah. oia Firman tidak berangkat bersama ku, karna kami berbeda cabang pengajian. Tapi kita akan bertemu di sana nanti.
Sekitar 30 menit menunggu akhir nya seluruh murid cabang Bogor berangkat, sekitar 50 lebih murid cabang dan ranting bogor bepartisipasi. Lalu kami pun di kumpulkan oleh Aa Deswanto dan Aa Rian yang juga sebagai penanggung jawab kami untuk sekedar berdoa dan penyampaikan beberapa pesan.
"Assalamuallaikum". ucap Aa Deswanto kepada kami.
"Wallaikumsalam". Ucap kami serentak.
"Sebelum nya saya ingin menyampaikan beberapa hal... yang pertama adalah Semua barang Pusaka terkecuali Mustika yang kalian bawa harap di kumpulkan di kotak yang sudah Aa Ryan siapkan.. yang kedua hari ini Abi Ibrahim tidak bisa berangkat bersama kita, di karnakan beliau di perintahkan oleh Abah untuk berkumpul dahulu di Anyer H-1 sebelum acara... dan yang terakhir adalah pesan dari Abi Ibrahim... Rebut semua piala di sana, kembalikan kejayaan Cabang Bogor seperti dulu". ucap Aa Deswanto dengan begitu semangat.
"SIAP A... !! ". ucap kami serentak yang terpancing dengan semangat beliau.
Dengan semangat yang sudah di tanamkan pada diri kami, kami pun berangkat dengan Truk milik tertutup yang sudah kami sewa. Dan sepanjang perjalanan kami menghabiskan waktu dengan bercanda, Saling mengejek dan bernyanyi bersama. Aku pun banyak membuang energi ku dengan tertawa terbahak-bahak dengan lelucon yang di lemparkan murid-murid lain.
Sampai tidak terasa sudah 2 jam kami di perjalanan dan suasana sudah mulai tenang, mungkin karna lelah dengan semua lelucon tadi.
"Rom dapet salam". ucap Zaki yang duduk di sebelah ku.
"Salam? dari siapa?". tanya ku.
"Dari Weni". ucap nya pelan.
"Yaudah salam balik". jawab ku santai.
"gitu doang?". tanya nya kembali.
"ya abis mau gimana?". tanya ku bingung.
"Weni tuh suka tau sama kamu, masa respon nya gitu doang". ucap Zaki pelan.
"hah? serius? bercanda apa gimana ini". tanya ku.
"seriusan.. ngapain boong". jawab Zaki sembari menyalakan sebatang rokok.
"kamu emang udah punya pacar rom". tanya Riandi yang ternyata sedari tadi menguping pembicaraan kami.
"heh yan, aku kira kamu tidur.....belom sih, cuma..". jawab ku bingung.
"hahh... emang beda kalo jadi orang ganteng mah". ucap Riandi meledek.
"hahaha apaansi... tapi makasih atas pujian nya". jawab ku membalas.
Setelah 1 jam berikutnya di perjalanan, kami pun sampai di Anyer dan kami di siapkan villa yang cukup besar untuk tempat kami menginap, karna kami akan berada di sini 3 hari 2 malam. Baru saja kami meluruskan kaki di kamar, tiba - tiba saja kami di suruh berkumpul di dekat pantai.
"Rom... jangan berharap kesini buat liburan ya... Welcome to the hell". ucap Zaki yang langsung berlari meninggalkan ku.
Aku pun hanya diam mendengar ucapanya, dan langsung ikut berlari mengejar nya. Ada sebuah villa bertingkat dekat dengan pantai, dan di teras lantai 2 aku melihat Abah dan Umi bersama dengan para Dewan Guru. Aku juga melihat Abi Ibrahim dan Abi Kevin di sana. dan...
"Ryo?? ". ucap ku kaget melihat nya berdiri di samping Abi Kevin.
Apa yang di lakukan nya disana, membuat ku semakin penasaran. Lebih baik ketika nanti aku mendapatkan kesempatan aku akan langsung bertanya kepada nya. Dan ketika aku sampai di pantai, aku melihat ribuan orang sudah berbaris di tepi pantai. Aku sama sekali tidak mengira bahwa jumlah nya akan sebanyak ini, bahkan Riandi mengatakan masih ada beberapa rombongan cabang lain yang belum hadir. Aku pun segera mencari barisan Cabang bogor untuk bergabung.
"waduh rame banget ya". ungkap ku kebinungan.
"Ngeluh nya nanti aja, sekarang dengerin apa yang mau abah sampaikan". ucap Aa Deswanto yang berada di samping ku.
Di dalam sebuah acara, seorang Guru cabang atau pun ranting akan di perlakukan sama dengan para murid, terkecuali para Dewan Guru.
Aku melihat Abah menuju mimbar kecil yang di buat di tepi pantai. beliau pun menyampaikan 1 sampai 2 patah kata, lagi pula beliau memang di kenal jarang sekali berbicara terkecuali untuk menyampaikan hal-hal penting. Setelah itu Abah pun turun dari mimbar dan aku melihat Abi Kevin menaiki mimbar, namun tiba-tiba saja para murid bergerumuh dengan ramai nya.
"Wooahhh ABI !...."
"hidup cabang BATAM"
kata-kata seperti itu lah yang aku dengar dari gemuruh teriakan para peserta. Lalu Abi Kevin pun menyampaikan beberapa nasihat kepada kami sebelum beliau trun dari mimbar. Dan di lanjutkn oleh para Dewan Guru lain yang juga mendapat sambutan meriah dari pada murid.
"Abis ini baru seru". ucap Riandi yang berada di samping ku.
"Abis ini? maksud nya". tanya ku bingung.
Ia pun tidak menjawab pertanyaan ku dan hanya tersenyum tipis dan kembali fokus melihat ke depan. Setelah para Dewan guru memberikan ucapan sambutan dan beberapa nasihat, kami para murid di perintahkan oleh Abi Gemi untuk duduk bersila di tempat yang sama sembari membaca beberapa Do'a.
Hal aneh pun mulai aku rasakan, baru beberapa saat kami memanjatkan Doa, tiba-tiba saja angin bertiup cukup kencang bahkan cukup membuatku kewalahan untuk mempertahankan posisi duduk ku. Aku mencoba melihat sekeliling, murid lain nya begitu fokus berdoa tanpa memperdulikan apa yang terjadi. Lalu langit pun seketika menjadi mendung di ikuti oleh rintik-rintik air yang mulai membasahi rambut. Gelombang air laut pun semakin tinggi, aku merasakan ada nya sapuan gelombang di belakang ku. Aku mulai cemas, dan semakin tidak fokus dengan semua hal yang terjadi dengan tiba-tiba ini.
Tiba-tiba saja Riandi mencolek tangan kiri ku, seolah ia memberikan ku isyarat untuk tetap fokus dan tidak terganggu. Aku pun mengambil nafas dalam-dalam dan memejamkan mata, berusaha mengembalikan fokusku yang sudah bercerai berai. Seketika saja setelah aku melakukan itu, aku merasakan ketenangan, kedamaian, dan kehangatan. Angin yang begitu kencang kurasakan tadi, seolah berubah menjadi angin yang begitu sejuk yang berhembus-hembus di sekitar ku, Suara gemuruh ombak yang mengerikan tadi, berubah menjadi suara yang dapat menenangkan. Aku pun begitu menikmati setiap lantunan Do'a yang keluar dari bibir ku, dan tanpa kusadari aku mulai menikmati nya.
"rom...rom...". Ucap Riandi sembari menyentuh pundak ku.
"eh apa yan?". tanya ku kaget.
"yee.. aku kira kamu ketiduran, yuk pindah". ajak nya.
Setiap cabang di pisahkan menuju kelompok masing-masing, karna akan di berikan arahan oleh dewan guru masing-masing cabang. Kami pun pergi menuju pondok yang tidak jauh dari tempat tadi, dan Abi Ibrahim sudah menunggu kami.
"untuk lomba seperti biasa ya, akan di mulai malam ini pukul 9 sampai selesai, dan akan di lanjutin besok siang. Untuk yang bawa pusaka kh** Mut**** harap di persiakan terlebih dahulu, untuk persiapan nya nanti Deswanto sama Ryan, atau bisa tanya ke murid senior.. kalo murid senior masih gatau, keplak aja". Selipan gurauan di sampaikan Abi Ibrahim.
"Oia bi berarti kita bisa santai dulu sampai nanti jam 9..? ". Tanya Aa Deswanto.
"santai? maksud nya istirahat? gak ada ... abis ini bakal ada rentetan acara yang harus di ikutin". ucap beliau sembari menyalakan sebatang rokok.
"lah kok tumben bi, biasa nya di kasih waktu istirahat dulu". tanya Aa Deswanto.
"Udah jangan banyak ngeluh dan jalanin aja, saya juga belum tidur dari kemarin sama dewan guru lain nya". Ucap Abi Ibrahim sembari menepuk pundak Aa Deswanto dan pergi meninggalkan kami.
"ia bi siap". tegas Aa deswanto membalas pesan beliau.
Lalu Aa Deswanto menyuruh kami untuk berisitirahat sejenak, walaupun Abi Ibrahim sebelum nya memberitau kami bahwa tidak ada istirahat. Mungkin karna Aa Deswanto tidak tega dengan kami. Namun baru saja kami beristirahat duduk di dekat pondok, salah satu TNI yang juga anggota pengajian, membentak kami.
"SIAPA YANG SURUH DUDUK-DUDUK". Bentak nya.
Kami pun serentak langaung berdiri dan kaget setelah mendengar nya. Bahkan Sasa yang juga murid dari cabang kami sampai memuntahkan air minum yang baru saja ia minum.
"Bukan nya sudah di beritau oleh Dewan Guru kalian, sampai malam nanti tidak boleh ada satu pun cabang yang beristirahat... Sekarang kalian berkumpul di lapangan". Tegas nya yang langsung pergi menuju lapangan.
Mau tidak mau kami pun mengikuti nya untuk pergi ke lapangan, bahkan Aa Deswanto dan Aa Ryan hanya terdiam dan mengikuti arahan. Dan di tengah perjalanan kami menuju lapangan, aku melihat Abi kevin dan Ryouta sedang berbincang. Sebenarnya aku ingin menegur nya, namun seperti nya sekarang bukan saat yang tepat.
"Zak... kok kaya nya begini banget ya". tanya ku.
"begini banget gimana? maksud nya bentakan dari TNI tadi?". tanya nya kembali.
"ia zak, kita kan sesama murid, kaya nya ga etis aja sampe si bentak gitu".eluh ku.
"hmm mungkin kamu gtw ya, sini aku jelasin deh... Setiap murid Abah yang bekerja di institusi kepolisian dan TNI bakal di tunjuk sebagai pengaman sekaligus sebagai panitia... bisa di bilang kaya Satgas gitu deh, dan biasa nya kalau ada pengajian mereka tuh langsung di ajari sama Abah". Ucap Zaki.
"ohh ia ia aku mulai paham sekarang, tapi bukan nya kalo gitu jatuh nya ga adil ya, rakyat sipil kaya kita harus mulai dari murid dulu, sedangkan mereka enak". eluh ku kembali.
"huss ga boleh gitu rom, sekarang gini deh.... Kamu tau kan Pelatihan polisi apa lagi tentara itu sekeras apa di institusi nya masing-masing, di tambah tugas mereka di sini tuh juga berat .. justru malah kita yang enak, tinggal ikutin acara yang mereka persiapin". Ucap Zaki yang dengan sabar mencoba menjelaskan.
"ia ia bener juga sih". balas ku sembari menganggukan kepala.
"inti nya gini Rom, kamu kan masih baru dan jadi wajar aja kalo kamu gtw, tapi pelan-pelan kamu juga pasti paham kok". ucap Zaki sembari menepuk punggung ku.
"Sil zak". balas ku dengan senyum lebar.
Cabang bogor pun sampai di lapangan. Terlihat ada beberapa speaker yang sudah di siapkan di sekeliling lapangan, aku tidak ada ide apa yang akan kita lakukan sekarang. Seluruh cabang pun mulai berdatangan ke lapangan, aku menengok ke sekeliling mencoba untuk menemukan cabang batam, tempat Firman berada namun aku masih belum melihat nya, di karnakan begitu banyak nya orang di sini.
Terlihat Umi menuju ke pinggir lapangan, dia seperti sedang menaruh sebuah CD, dan tidak lama dentuman lagu dangdut terdengar begitu keras.
"heh.. dangdut" ucap ku sponton.
"Ayo Rom ke lapangan cepetan". ucap Zaki sembari menepuk punggung ku.
"ehh ... kit mau ngapain ini?". tanya ku kebingungan.
"Ya kalo ada musik dangdut mau ngapain lagi... selain goyang". ucap Zaki sembari berlari.
njek.leh dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Kutip
Balas