- Beranda
- Stories from the Heart
[HOROR]William Family
...
TS
theperegrinefal
[HOROR]William Family
Quote:
Judul Di rubah Dari Sebelumnya "Kau Adalah Aku Tapi Bukan Diri ku" Menjadi "William Family"
Quote:
![[HOROR]William Family](https://s.kaskus.id/images/2017/12/13/2881698_201712130839120175.png)
Quote:
“Apa ini sudah bagus”. tanya ku
“Menurutku sudah”. saut ku
“Aku butuh masukan, aku merasa ada yang kurang”. tanya ku
“maaf… maaf… baiklah kalau begitu, akan lebih baik jika kita tambahkan sentuhan wangi Melati”. saut ku.
“Benar juga, Berarti sekarang kita bisa memulai RITUAL nya”. Jawab ku
“Menurutku sudah”. saut ku
“Aku butuh masukan, aku merasa ada yang kurang”. tanya ku
“maaf… maaf… baiklah kalau begitu, akan lebih baik jika kita tambahkan sentuhan wangi Melati”. saut ku.
“Benar juga, Berarti sekarang kita bisa memulai RITUAL nya”. Jawab ku
Quote:
WAJIB DI BACA
Kita stop dulu, Sebelum nya saya ingin menyampaikan beberapa hal yang mendasari cerita ini :
A.Cerita ini terjadi terhadap seorang kenalan dari sahabat saya, dan beliau adalah seorang wanita dan sebut saja beliau Yuko.
B.Dan cerita ini akan mengambil sudut pandang utama dari Romi, yaitu teman saya.
C.Cerita yang akan saya cerita kan di bawah ini tidak seluruh nya Kisah nyata, jika harus di Persenkan mungkin hanya sekitar 30%, dan sisa nya adalah Bumbu-Bumbu dari imajinasi saya sendiri
D.Cerita ini terjadi ketika Sahabat saya Romi, masih kuliah semester 3
E.Saya sudah mendapatkan persetujuan “Hampir” seluruh pihak yang terlibat dalam cerita ini, dan tentu saja saya akan menyamarkan nama-nama mereka.
Seperti biasa saya sangat berterima kasih jika agan atau sista memberikan masukan ataupun kritikan positif terhadap thread ini.
TIdak perlu berlama-lama lagi mendengar curhatan saya, langsung saja kita mulai cerita nya
Kita stop dulu, Sebelum nya saya ingin menyampaikan beberapa hal yang mendasari cerita ini :
A.Cerita ini terjadi terhadap seorang kenalan dari sahabat saya, dan beliau adalah seorang wanita dan sebut saja beliau Yuko.
B.Dan cerita ini akan mengambil sudut pandang utama dari Romi, yaitu teman saya.
C.Cerita yang akan saya cerita kan di bawah ini tidak seluruh nya Kisah nyata, jika harus di Persenkan mungkin hanya sekitar 30%, dan sisa nya adalah Bumbu-Bumbu dari imajinasi saya sendiri
D.Cerita ini terjadi ketika Sahabat saya Romi, masih kuliah semester 3
E.Saya sudah mendapatkan persetujuan “Hampir” seluruh pihak yang terlibat dalam cerita ini, dan tentu saja saya akan menyamarkan nama-nama mereka.
Seperti biasa saya sangat berterima kasih jika agan atau sista memberikan masukan ataupun kritikan positif terhadap thread ini.
TIdak perlu berlama-lama lagi mendengar curhatan saya, langsung saja kita mulai cerita nya
INDEX EPISODE SAYA PINDAHKAN DI BAWAH
Quote:
PART 1 : Mahasiswi Pindahan
“bosan”. ucap ku sambil menghela nafas.
Aku sedang duduk di dalam kelas sambil memutar - mutar pulpen, sebenarnya aku sedang ada kelas, namun aku sangat malas untuk memperhatikan apa yang dosen ku terangkan, bukan karna aku malas dalam belajar, hanya saja 80-90% yang dosen ku terangkan sudah pernah ku baca di buku. Ku akui aku memanglah kutu buku, ber jam-jam aku habiskan hanya untuk membaca buku entah itu di rumah, di perpustakaan, atau pun di taman. Aku merasa seperti Buku adalah Hidupku. Dan tentu saja aku selalu dapat nilai yang bagus di setiap mata pelajaran, apa aku jenius? Tidak… aku hanya orang malas yang tidak ada kerjaan selain membaca, ya.. walauipun definisi malas ku ini tidak umum.
“ssstttt rom.. rom..”. salah seorang teman ku mencoba berbisik memanggilku.
“nyaut”. saut ku.
“Baru dapet info nih, kata nya bakal ada mahasiswi pindahan dari luar kota, dan kebetulan dia seangkatan sama kita” ucap FIrman.
“terus urusan nya sama aku apa?” saut ku.
“Denger-denger mahasiswi pindahan itu cakep banget”. ucap nya yang masih bernada berbisik.
“percuma man, ga bakal mau juga sama kamu”. saut ku.
“yee.. kalo ini bukan masalah mau atau gak nya, yang paling penting itu ada yang bisa bikin mata seger di kampus”. ucap nya sambil mencboa membayangkan wajah mahasiswi pindahan itu.
“ yaudah terserah kamu aja lah man”. ucap ku sambil memalingkan wajah dari nya.
Lalu pelajaran yang membosankan ini pun akhir nya berakhir, aku pun segera membereskan buku-buku ke dalam tas dan segera pergi ke kantin bersama 2 orang teman ku. Sesampai nya di kantin kami bertiga pun memesan makanan untuk makan siang, kami beluim bisa pulang karna masih ada 1 kelas lagi yang harus ku hadiri setelah makan siang.
“eh pulang mau maen PS dulu ga di rumah, ?” ucap ku mengajak nya.
“boleh aja kebetulan hari ini lagi kosong”. saut FIrman.
“emang nya kamu kapan pernah ga kosong?”. Saut Alfian menyindir FIrman.
“Behhh pake di tanya… pasti kosong terus sih hehe”. Jawab FIrman.
“btw kamu tumben ngajak ke rumah kamu Rom”. tanya Alfian.
“lagi bosen aja nyokap lagi keluar kota 5 hari, bantuin nikahan sepupu, terus belom belanja buku-buku lagi”. jawab ku.
“jadi… kamu hanya memanfaat kan aku untuk mengisi waktu bosan mu,,, Jahat”. Ucap Firman dengan tujuan meledek.
“Yaudah kita berdua aja Rom”. saut Alfian.
“ehh jangan, ntar aku gimana, masa bengang-bengong lagi di kosan, mana lagi gak ada kuota”. Saut Firman.
“hahaha sabar ya man.” Saut ku.
Kami pun berbincang - Bincang sambil menyantap makan siang kami, sampai akhir nya Firman menyenggol tangan ku, hingga membuat sendok ku jatuh ke lantai.
“Set.. dah….. kenapa sih man bahagia amat ngerjain aku kaya nya ya?” saut ku yang sedikit kesal.
“eh maaf-maaf, itu tuh liat murid pindahan yang tadi aku omongin”. ucap firman sambil menunjuk.
“yang mana sih?” ucap ku yang mencari-cari keberadaan murid itu.
“ itu yang pake baju putih trus pake tas merah”. ucap nya.
Sesaat aku memandangi nya, nafas ku sejenak berhenti. Seperti yang di katakan oleh Firman bahwa mahasiswi pindahan memang sangat cantik, Rambut nya yang hanya sampai di pundak nya dan mata besar nya, membuat ku tidak dapat memalingkan pandangan ku dari nya, jujur saja ini melebihi ekspektasi ku sebelum nya tentang penampilan nya.
“gimana? Masih mau ngelak? Ucap firman dengan nada meledek.
“E..Enggak emang nya siapa yang ngelak”. saut ku.
“ya abis nya pas di kelas, kamu kaya nya cuek gitu” saut nya.
“eh tapi dia kaya nya ke bingungan, kaya nya dia kebingungan karna ga dapet tempat duduk”. ucap ku.
“ aku punya ide Rom” ucap nya,
“eh tunggu jangan bilang --”
Belum ku sempat selesai bicara, Firman sudah memulai ide gila nya.
“ HEI… di sini aja lagi kosong”. ucap FIrman yang mencoba memanggil murid pindahan itu.
“oeeee…. hadehhh”. ucap ku sambil menundukan kepala.
Jujur saja, aku ini tipe orang yang akan sangat gugup ketika melihat ataupun berbicara dengan wanita yang melebihi batas wajar ekspektasi ku.
“tuh Rom dia beneran mau kesini”. ucap FIrman
“bodo amat” saut ku..
Spoiler for INDEX EPISODE:
Pengenalan Seluruh Tokoh Penting
PART 2 : Senyuman
PART 3 : Yuki
PART 4 : Karna Kau Adalah
PART 5 : Jangan MATI Sebelum
PART 6 : Maaf
PART 7 : Seekor Burung Yang Kesepian
PART 8 : Jelangkung Silang?
PART 9 : Kau Tetap Sahabat Ku
PART 10 : Pengendali Jin?
PART 11 : Pertama Kali Menjumpainya
PART 11.2 : Terimakasih
PART 11.3 : Seorang Pria
PART 11.4 : No Tittle
PART 12 : Kepalamu Adalah Tujuanku
PART 13 : Dia Sudah Datang
PART 14 : Kebenaran
PART 15 : Runtuhnya 100 Tahun Kejayaan
PART 16 : Andreana Yuko
PART 17 : Perebutan Kursi
PART 18 : Masa Lalu Firman
PART 19 : Sejarah William Family
PART 20 : Manusia Paling Di Takuti
PART 21 : 4 Iblis Terkuat
PART 22 : Pertarungan 2 Era Berbeda
PART 23 : Ketua Baru
PART 24 : Awal Perjalanan Seorang Pahlawan
PART 25 : Team Asura
PART 26 : Tujuan Asura
PART 27 : Pencarian Ziz
PART 28 : Perpisahan 3 Sahabat
PART 29 : Pesta Akan Di Mulai
PART 30 : Alasan Asura Sebenarnya
PART 31 : Permintaan Terakhir
PART 32 : Seorang Aktor Terbaik
PART 33 : Pertemuan Yang Sudah Di Takdirkan
PART 34 : Arab Kuno dan Aksara Jawa
PART 35 : Keabadian Palsu
PART 36 : Permintaan Maaf
PART 37 : Kenyataan
PART 38 : Persiapan
PART 39 : Sawang Kabut
PART 39.2 : Sawang Kabut Part 2
Part 39.3 : Sawang Kabut Last Part
PART 40 : Kontrak Bahemoth
PART 41 : Welcome Home
PART 42 : Pertukaran
PART 43 : 3 Pohon Kembar
PART 44 : Pengkhianatan
PART 45 : Efek Samping Pengisian
PART 46 : Tim Inti?
PART 47 : Tujuan Danil
PART 48 : Baik & Buruk
PART 49 : Keputusasaan Leo
PART 50 : Sebuah Kenyataan
PART 51 : Simbol Leviathan
PART 52 : Kesenjangan
PART 53 : ANYER Chapter 1
PART 54 : ANYER Chapter 2
PART 2 : Senyuman
PART 3 : Yuki
PART 4 : Karna Kau Adalah
PART 5 : Jangan MATI Sebelum
PART 6 : Maaf
PART 7 : Seekor Burung Yang Kesepian
PART 8 : Jelangkung Silang?
PART 9 : Kau Tetap Sahabat Ku
PART 10 : Pengendali Jin?
PART 11 : Pertama Kali Menjumpainya
PART 11.2 : Terimakasih
PART 11.3 : Seorang Pria
PART 11.4 : No Tittle
PART 12 : Kepalamu Adalah Tujuanku
PART 13 : Dia Sudah Datang
PART 14 : Kebenaran
PART 15 : Runtuhnya 100 Tahun Kejayaan
PART 16 : Andreana Yuko
PART 17 : Perebutan Kursi
PART 18 : Masa Lalu Firman
PART 19 : Sejarah William Family
PART 20 : Manusia Paling Di Takuti
PART 21 : 4 Iblis Terkuat
PART 22 : Pertarungan 2 Era Berbeda
PART 23 : Ketua Baru
PART 24 : Awal Perjalanan Seorang Pahlawan
PART 25 : Team Asura
PART 26 : Tujuan Asura
PART 27 : Pencarian Ziz
PART 28 : Perpisahan 3 Sahabat
PART 29 : Pesta Akan Di Mulai
PART 30 : Alasan Asura Sebenarnya
PART 31 : Permintaan Terakhir
PART 32 : Seorang Aktor Terbaik
PART 33 : Pertemuan Yang Sudah Di Takdirkan
PART 34 : Arab Kuno dan Aksara Jawa
PART 35 : Keabadian Palsu
PART 36 : Permintaan Maaf
PART 37 : Kenyataan
PART 38 : Persiapan
PART 39 : Sawang Kabut
PART 39.2 : Sawang Kabut Part 2
Part 39.3 : Sawang Kabut Last Part
PART 40 : Kontrak Bahemoth
PART 41 : Welcome Home
PART 42 : Pertukaran
PART 43 : 3 Pohon Kembar
PART 44 : Pengkhianatan
PART 45 : Efek Samping Pengisian
PART 46 : Tim Inti?
PART 47 : Tujuan Danil
PART 48 : Baik & Buruk
PART 49 : Keputusasaan Leo
PART 50 : Sebuah Kenyataan
PART 51 : Simbol Leviathan
PART 52 : Kesenjangan
PART 53 : ANYER Chapter 1
PART 54 : ANYER Chapter 2
Jangan Lupa Comment,Share Dan 

Diubah oleh theperegrinefal 03-01-2019 19:27
fhy544 dan 46 lainnya memberi reputasi
43
401.6K
Kutip
1.5K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
theperegrinefal
#1305
Quote:
PART 52 : Kesenjangan
Dalam Bagian awal Chapter, saya masih memakai sudut pandang Leo William
Sudah hampir 1 Jam Ervan duduk terdiam, setelah energi dahsyat yang aku rasakan di awal ritual tadi, dalam beberapa menit seketika energi itu seperti di telan dan menghilang, kini aku hanya dapat merasakan hawa dingin mencekam di ruangan ini.
"Sebenarnya apa yang ingin ia lakukan". Gumamku sembari memutar-mutar handphone karna bosan.
Lalu aku memutuskan untuk berkeliling sekedar menghilangkan rasa bosan, aku melihat beberapa buku tertata rapih, namun aku sangat tidak tertarik dengan buku jadi aku tidak akan membaca nya. Beberapa lukisan juga menghiasi dinding, namun ada satu lukisan yang membuat ku tertarik. Disana terlukis seseorang yang sedang bersujud menghadap kepada iblis besar berwarna hitam gelap, namun yang membuat ku tertarik adalah.. seperti nya aku pernah melihat bentuk iblis seperti yang tergambar di lukisan ini.. Iblis itu memiliki 4 kaki dengan satu tanduk di kening nya.
"Itu adalah astharot". Ucap Evran yang tiba-tiba saja berada di belakang ku.
"hah? kau mengagetkanku". saut ku kaget.
"Itu adalah astharot dalam bentuk sempurna nya, mengingat nya saja membuat ku nostalgia". Jawab nya.
"Astharoth? maksud mu iblis milik Asura?". Tanya ku penasaran.
"Ya benar... dulu aku pernah hampir mati melawan nya, untung saja bahemoth menyelamatkan ku". jawab nya kembali.
"berarti Asura adalah lawan yang tidak bisa di remehkan, tidak itu saja... bahkan tanpa iblis itu, aku sendiri tidak mungkin bisa mengalahkan nya". ucap ku dengan wajah serius.
"Asura yang sekarang, aku bisa membunuh nya dengan mudah.. tapi aku tidak tau apa yang akan terjadi nanti". jawab nya tenang.
"terjadi nanti? maksud mu?". tanya ku bingung.
"ya... nanti... karna aku yakin, Asura masih belum mengetahui tentang hal ini, dan aku juga yakin... astharoth belum memberitau nya". jawab Evran serius.
"mengapa kau begitu yakin? bukan kah lebih mudah jika astaroth memberitau nya". ucap ku dengan sedikit tawa.
"Karna harga yang harus di bayarkan untuk Menyempurnakan Astharoth sangatlah mahal" ucap nya tenang.
"Harga? maksud mu seperti mahar? mahar seperti apa?". tanya ku penasaran.
"Nanti kau juga tau... sekarang ikutlah aku, ada yang ingin ku berikan untukmu". ucap Evran sembari berbalik arah.
Aku baru ingat tentang ritual yang di lakukan oleh Evran tadi, mungkin karna aku cukup penasaran tentang lukisan tadi. Walau sebenarnya aku sangat penasaran tentang mahar yang ia katakan tadi. Tapi lebih baik aku pendam rasa penasaran itu, karna ada hal yang lebih penting yang harus aku lakukan.
Aku pun mengikuti nya sampai ke tempat ia melakukan ritual tadi, dan setelah sampai.. aku melihat ada sebuah kain hitam yang membungkus sesuatu di tengah lingkaran ritual tersebut.
"Apa itu?" Tanya ku penasaran.
"Ini untuk mu". jawab evran sembari memberikan benda yang terbungkus kain hitam tadi.
"A... Apa ini... berat sekali". ucap ku kaget setelah mengetahui berat benda yang ia berikan.
"Buka saja". Jawab nya singkat.
Lalu aku pun membuka perlahan kain hitam dan betapa terkejut nya aku...
"Bu.. bukan kah ini ! .. " ucap ku sontak setelah melihat isi di dalam nya.
"Kuasailah dan buat ia bertekuk lutut oleh mu". jawab nya dengan wajah serius.
-----------------------------------------------------------------------------------
Dalam Bagian Akhir Chapter, saya memakai sudut pandang Romi.
"Yuko". ucap ku halus.
Aku melihat yuko berada di pantai, aku mencoba memanggil nya berkali-kali, namun ia seperti tidak perduli, ia begitu fokus melihat ke arah langit malam. Aku pun mencoba mendekati nya, namun setiap 1 langkah kaki ku melangkang, maka selangkah juga ia menjauhi ku dan berjalan menuju Laut.
"YUKO... KAMU MAU KEMANA? KEMBALILAH !.." Seru ku berteriak memanggil nya.
Ia tetap tidak memperdulikan panggilan ku, aku pun berlari mendekati nya, namun ia juga berlari menjauh dari ku tanpa sedikit pun melihat ke arah ku. Perlahan-lahan ia tenggelam kedalam lautan, aku pun semakin kencang mengejar nya. Sampai aku tidak dapat melihat nya lagi.
.
.
.
.
"YUKO !.." Teriak ku.
Ternyata kejadian tadi hanyalah mimpi yang sudah ber ulang-ulang ku mimpikan beberapa minggu ini, Bahkan jantung ku masih berdetup kencang karna nya.
"Ada apa sebenarnya". ucap ku sembari menundukan kepala.
Dengan perasaan yang masih tidak karuan, aku bangun dari kasur ku dan segera menuju ke kamar mandi untuk sekedar mencuci muka. Dan di depan cermin aku memandang wajah ku yang masih terlihat cukup panik, dengan kantung mata yang semakin hari semakin gelap. Di karnakan hampir setiap hari sepulang kuliah aku langsung pergi ke bogor untuk mendapat kan pendidikan lebih dari Abi Ibrahim.
Setelah beberapa saat merenung di kamar mandi, aku pun kembali ke kamar untuk pakaian dan segera pergi ke kampus. Setelah selesai aku pun turun ke bawah menuju garasi.
"Romy sarapan dulu". Ucap ibu ku memanggil.
"Ia mah". jawab ku singkat dan langsung memakan roti yang sudah ibu ku siapkan.
"Di kamar mandi cepet banget, kamu ga mandi ya?". Tanya ibu ku.
"Enggak... tapi Romy udah gosok gigi kok, lagian semalem pulang dari pengajian aku mandi dulu kok sebelum tidur". Balas ku sembari memainkan hape.
"Kamu hampir tiap malem ngaji, tapi mamah perhatiin shalat bolong-bolong, buat apa ngaji kalo kewajiban sebagai muslim aja masih begitu". ucap ibu ku.
"yang nama nya perubahan itu perlahan-lahan mah, ga bisa langsung 180° hehe... yaudah Romy brangkat dulu, takut telat". Ucap ku yang langsung mencium tangan ibu, sekedar untuk berpamitan.
"ia hati-hati". jawab ibu dengan senyum.
Sekitar hampir 1 jam di perjalanan aku pun sampai di kampus. Setelah memakirkan mobil, aku langsung menuju Kantin, karna firman sedang menunggu.
"udah hampir setengah jam aku nunggu loh". eluh firman
"maaf maaf.... tadi ada perbaikan jalan, maka nya macet bgt". ucap ku yang langsung duduk di samping nya.
"oia rom... aku udah beberapa hari ga liat yuko lagi di kampus". tanya firman.
"ia aku juga". ku lesuh.
"hmmm... galau nih cerita nya". ledek firman.
"engga lah, buat apa galau... ". jawab ku .
"Sekali-kali kamu harus jujur sama perasaan kamu sendiri rom... yaudah yuk masuk kelas". ucap firman yang langsung berdiri.
"ya ya ya".jawab ku yang ikut berdiri.
"Oia rom... acara ke anyer kamu ikut kan 2 hari lagi". tanya firman.
"ikut dong... kalo ga ikut bisa di seret aku sama Abi".jawab ku.
"Abi Ibrahim maksud kamu ya?... oia ya kamu sekarang udah jadi murid cabang". ucap firman.
"ia... semenjak jadi murid Abi, rasa nya badan mau remuk semua, karna tugas-tugas yang beliau kasih". ucap ku sembari merenggangkan kedua tangan ke atas.
"haha kamu justru harus bersyukur Rom, karna kamu bisa sedeket itu sama Dewan Guru (Abi), jarang-jarang loh murid lain di kasih tugas berat kaya kamu". jawab firman dengan senyum lebar.
Setelah berbincang di perjalanan menuju kelas, kami pun duduk bersebalahan dan melanjutkan obrolan sembari menunggu dosen.
"Kangen rasa nya di ajarin langsung sama Abi Kevin, rasa nya udah lama banget". ucap firman sembari bersender di kursi.
"oia Man... aku mau tanya deh, kita kan pernah ketemu sama abi kevin di pusat, dan waktu itu dia dateng sama anak seumuran kita... apa kamu tau mereka mau ngapain?". tanya ku penasaran.
"ohh... cowo yang muka nya ke jepang-jepangan itu ya? engga tau.. bahkan aku belum pernah ngeliat dia, kaya nya dia murid rekomendasi dari Abi kevin langsung". ucap firman.
"Aku kenal sama cowo itu, dia tuh kuliah di sini juga". ucap ku.
"Hah? serius? kok aku ga pernah ngeliat... lagian kalo kamu kenal kenapa kamu ga tegur dia". jawab nya kaget.
"ia serius.. nama nya Ryo, dia anak pindahan dari jepang... sebenernya sih pengen aku tegur, cuma seperti waktu nya ga pas aja". jawab ku dengan senyum.
"Gak pas? ada-ada aja". keluh Firman
"Tapi aku baru kali ini loh liat Abi kevin ngebawa anak baru untuk di ketemuin dengan Abah.... hahhhh... aku jadi penasaran sekarang". ucap firman sembari memukul meja dengan pelan.
"ia aku juga... bahkan kamu aja blom pernah kan". tanya ku.
"ia.. boro-boro ketemu abah dari deket, ngeliat abah dari jauh aja aku udah seneng banget.. tapi kalo sampe anak bernama Ryo itu di bawa ke Lantai atas, pasti ada tugas berat". ucap firman yang kembali menyenderkan badan nya.
"Oya? tugas seperti apa?... lagian lantai atas itu memang khusus untuk Dewan Guru bukan". tanya ku kembali.
"ia benar... tapi aku juga gtw tugas nya seperti apa, yang jelas berat". jawab nya.
"hmmmm.... kapan ya aku bisa jadi dewan guru". ucap ku sembari menyenderkan kepala ke meja.
"hahaha mimpi kamu... A'a Deswanto aja udah jadi Guru ranting 2 tahun trus Guru cabang 11 tahun, sampe sekarang belum di angkat-angkat jadi Dewan Guru". ucap dia mentertawakan ku.
"bener juga ya ... " ucap ku sembari menghela nafas.
"Gak usah terlalu buru-buru Rom, aku tau tujuan kamu yang bikin kamu buru-buru.. tapi kamu ga perlu jadi Dewan Guru kok untuk wujudin tujuan kamu.. lagi pula jadi Dewan Guru itu cobaan nya kadang gak kira-kira... kadang-kadang aku sampe mikir sendiri, aku kuat ga ya kalo di posisi abi kevin saat itu". ucap firman dengan senyum lebar.
"oia.. seperti apa misal nya?". tanya ku penasaran.
"Kadang-kadang Abi kevin cerita ke murid-murid nya kalo ada pengajian... sekalian untuk pembelajaran hidup... tapi kalo kamu tanya seperti apa, aku ga bisa bilang... karna kamu kan murid nya Abi Ibrahim, aku tau sih Abi Kevin gpp ceritain masalah nya ke kamu, cuma aku ga enak ke Abi Kevin nya". ucap nya sembari memainkan pulpen.
"oh ia gpp kok aku ngerti... yaudah kita lanjut nanti, Dosen nya udah dateng". ucap ku yang langsung mengeluarkan buku dari tas.
"oke oke... tapi aku ingetin lagi ya, jangan lupa 2 hari lagi acar ke anyer, sampe ga dateng awas aja". ucap firman bernada mengancam.
"ia tenang aja". jawab ku santai
Diubah oleh theperegrinefal 26-12-2018 08:42
njek.leh dan khuman memberi reputasi
11
Kutip
Balas