- Beranda
- Stories from the Heart
[HOROR]William Family
...
TS
theperegrinefal
[HOROR]William Family
Quote:
Judul Di rubah Dari Sebelumnya "Kau Adalah Aku Tapi Bukan Diri ku" Menjadi "William Family"
Quote:
![[HOROR]William Family](https://s.kaskus.id/images/2017/12/13/2881698_201712130839120175.png)
Quote:
“Apa ini sudah bagus”. tanya ku
“Menurutku sudah”. saut ku
“Aku butuh masukan, aku merasa ada yang kurang”. tanya ku
“maaf… maaf… baiklah kalau begitu, akan lebih baik jika kita tambahkan sentuhan wangi Melati”. saut ku.
“Benar juga, Berarti sekarang kita bisa memulai RITUAL nya”. Jawab ku
“Menurutku sudah”. saut ku
“Aku butuh masukan, aku merasa ada yang kurang”. tanya ku
“maaf… maaf… baiklah kalau begitu, akan lebih baik jika kita tambahkan sentuhan wangi Melati”. saut ku.
“Benar juga, Berarti sekarang kita bisa memulai RITUAL nya”. Jawab ku
Quote:
WAJIB DI BACA
Kita stop dulu, Sebelum nya saya ingin menyampaikan beberapa hal yang mendasari cerita ini :
A.Cerita ini terjadi terhadap seorang kenalan dari sahabat saya, dan beliau adalah seorang wanita dan sebut saja beliau Yuko.
B.Dan cerita ini akan mengambil sudut pandang utama dari Romi, yaitu teman saya.
C.Cerita yang akan saya cerita kan di bawah ini tidak seluruh nya Kisah nyata, jika harus di Persenkan mungkin hanya sekitar 30%, dan sisa nya adalah Bumbu-Bumbu dari imajinasi saya sendiri
D.Cerita ini terjadi ketika Sahabat saya Romi, masih kuliah semester 3
E.Saya sudah mendapatkan persetujuan “Hampir” seluruh pihak yang terlibat dalam cerita ini, dan tentu saja saya akan menyamarkan nama-nama mereka.
Seperti biasa saya sangat berterima kasih jika agan atau sista memberikan masukan ataupun kritikan positif terhadap thread ini.
TIdak perlu berlama-lama lagi mendengar curhatan saya, langsung saja kita mulai cerita nya
Kita stop dulu, Sebelum nya saya ingin menyampaikan beberapa hal yang mendasari cerita ini :
A.Cerita ini terjadi terhadap seorang kenalan dari sahabat saya, dan beliau adalah seorang wanita dan sebut saja beliau Yuko.
B.Dan cerita ini akan mengambil sudut pandang utama dari Romi, yaitu teman saya.
C.Cerita yang akan saya cerita kan di bawah ini tidak seluruh nya Kisah nyata, jika harus di Persenkan mungkin hanya sekitar 30%, dan sisa nya adalah Bumbu-Bumbu dari imajinasi saya sendiri
D.Cerita ini terjadi ketika Sahabat saya Romi, masih kuliah semester 3
E.Saya sudah mendapatkan persetujuan “Hampir” seluruh pihak yang terlibat dalam cerita ini, dan tentu saja saya akan menyamarkan nama-nama mereka.
Seperti biasa saya sangat berterima kasih jika agan atau sista memberikan masukan ataupun kritikan positif terhadap thread ini.
TIdak perlu berlama-lama lagi mendengar curhatan saya, langsung saja kita mulai cerita nya
INDEX EPISODE SAYA PINDAHKAN DI BAWAH
Quote:
PART 1 : Mahasiswi Pindahan
“bosan”. ucap ku sambil menghela nafas.
Aku sedang duduk di dalam kelas sambil memutar - mutar pulpen, sebenarnya aku sedang ada kelas, namun aku sangat malas untuk memperhatikan apa yang dosen ku terangkan, bukan karna aku malas dalam belajar, hanya saja 80-90% yang dosen ku terangkan sudah pernah ku baca di buku. Ku akui aku memanglah kutu buku, ber jam-jam aku habiskan hanya untuk membaca buku entah itu di rumah, di perpustakaan, atau pun di taman. Aku merasa seperti Buku adalah Hidupku. Dan tentu saja aku selalu dapat nilai yang bagus di setiap mata pelajaran, apa aku jenius? Tidak… aku hanya orang malas yang tidak ada kerjaan selain membaca, ya.. walauipun definisi malas ku ini tidak umum.
“ssstttt rom.. rom..”. salah seorang teman ku mencoba berbisik memanggilku.
“nyaut”. saut ku.
“Baru dapet info nih, kata nya bakal ada mahasiswi pindahan dari luar kota, dan kebetulan dia seangkatan sama kita” ucap FIrman.
“terus urusan nya sama aku apa?” saut ku.
“Denger-denger mahasiswi pindahan itu cakep banget”. ucap nya yang masih bernada berbisik.
“percuma man, ga bakal mau juga sama kamu”. saut ku.
“yee.. kalo ini bukan masalah mau atau gak nya, yang paling penting itu ada yang bisa bikin mata seger di kampus”. ucap nya sambil mencboa membayangkan wajah mahasiswi pindahan itu.
“ yaudah terserah kamu aja lah man”. ucap ku sambil memalingkan wajah dari nya.
Lalu pelajaran yang membosankan ini pun akhir nya berakhir, aku pun segera membereskan buku-buku ke dalam tas dan segera pergi ke kantin bersama 2 orang teman ku. Sesampai nya di kantin kami bertiga pun memesan makanan untuk makan siang, kami beluim bisa pulang karna masih ada 1 kelas lagi yang harus ku hadiri setelah makan siang.
“eh pulang mau maen PS dulu ga di rumah, ?” ucap ku mengajak nya.
“boleh aja kebetulan hari ini lagi kosong”. saut FIrman.
“emang nya kamu kapan pernah ga kosong?”. Saut Alfian menyindir FIrman.
“Behhh pake di tanya… pasti kosong terus sih hehe”. Jawab FIrman.
“btw kamu tumben ngajak ke rumah kamu Rom”. tanya Alfian.
“lagi bosen aja nyokap lagi keluar kota 5 hari, bantuin nikahan sepupu, terus belom belanja buku-buku lagi”. jawab ku.
“jadi… kamu hanya memanfaat kan aku untuk mengisi waktu bosan mu,,, Jahat”. Ucap Firman dengan tujuan meledek.
“Yaudah kita berdua aja Rom”. saut Alfian.
“ehh jangan, ntar aku gimana, masa bengang-bengong lagi di kosan, mana lagi gak ada kuota”. Saut Firman.
“hahaha sabar ya man.” Saut ku.
Kami pun berbincang - Bincang sambil menyantap makan siang kami, sampai akhir nya Firman menyenggol tangan ku, hingga membuat sendok ku jatuh ke lantai.
“Set.. dah….. kenapa sih man bahagia amat ngerjain aku kaya nya ya?” saut ku yang sedikit kesal.
“eh maaf-maaf, itu tuh liat murid pindahan yang tadi aku omongin”. ucap firman sambil menunjuk.
“yang mana sih?” ucap ku yang mencari-cari keberadaan murid itu.
“ itu yang pake baju putih trus pake tas merah”. ucap nya.
Sesaat aku memandangi nya, nafas ku sejenak berhenti. Seperti yang di katakan oleh Firman bahwa mahasiswi pindahan memang sangat cantik, Rambut nya yang hanya sampai di pundak nya dan mata besar nya, membuat ku tidak dapat memalingkan pandangan ku dari nya, jujur saja ini melebihi ekspektasi ku sebelum nya tentang penampilan nya.
“gimana? Masih mau ngelak? Ucap firman dengan nada meledek.
“E..Enggak emang nya siapa yang ngelak”. saut ku.
“ya abis nya pas di kelas, kamu kaya nya cuek gitu” saut nya.
“eh tapi dia kaya nya ke bingungan, kaya nya dia kebingungan karna ga dapet tempat duduk”. ucap ku.
“ aku punya ide Rom” ucap nya,
“eh tunggu jangan bilang --”
Belum ku sempat selesai bicara, Firman sudah memulai ide gila nya.
“ HEI… di sini aja lagi kosong”. ucap FIrman yang mencoba memanggil murid pindahan itu.
“oeeee…. hadehhh”. ucap ku sambil menundukan kepala.
Jujur saja, aku ini tipe orang yang akan sangat gugup ketika melihat ataupun berbicara dengan wanita yang melebihi batas wajar ekspektasi ku.
“tuh Rom dia beneran mau kesini”. ucap FIrman
“bodo amat” saut ku..
Spoiler for INDEX EPISODE:
Pengenalan Seluruh Tokoh Penting
PART 2 : Senyuman
PART 3 : Yuki
PART 4 : Karna Kau Adalah
PART 5 : Jangan MATI Sebelum
PART 6 : Maaf
PART 7 : Seekor Burung Yang Kesepian
PART 8 : Jelangkung Silang?
PART 9 : Kau Tetap Sahabat Ku
PART 10 : Pengendali Jin?
PART 11 : Pertama Kali Menjumpainya
PART 11.2 : Terimakasih
PART 11.3 : Seorang Pria
PART 11.4 : No Tittle
PART 12 : Kepalamu Adalah Tujuanku
PART 13 : Dia Sudah Datang
PART 14 : Kebenaran
PART 15 : Runtuhnya 100 Tahun Kejayaan
PART 16 : Andreana Yuko
PART 17 : Perebutan Kursi
PART 18 : Masa Lalu Firman
PART 19 : Sejarah William Family
PART 20 : Manusia Paling Di Takuti
PART 21 : 4 Iblis Terkuat
PART 22 : Pertarungan 2 Era Berbeda
PART 23 : Ketua Baru
PART 24 : Awal Perjalanan Seorang Pahlawan
PART 25 : Team Asura
PART 26 : Tujuan Asura
PART 27 : Pencarian Ziz
PART 28 : Perpisahan 3 Sahabat
PART 29 : Pesta Akan Di Mulai
PART 30 : Alasan Asura Sebenarnya
PART 31 : Permintaan Terakhir
PART 32 : Seorang Aktor Terbaik
PART 33 : Pertemuan Yang Sudah Di Takdirkan
PART 34 : Arab Kuno dan Aksara Jawa
PART 35 : Keabadian Palsu
PART 36 : Permintaan Maaf
PART 37 : Kenyataan
PART 38 : Persiapan
PART 39 : Sawang Kabut
PART 39.2 : Sawang Kabut Part 2
Part 39.3 : Sawang Kabut Last Part
PART 40 : Kontrak Bahemoth
PART 41 : Welcome Home
PART 42 : Pertukaran
PART 43 : 3 Pohon Kembar
PART 44 : Pengkhianatan
PART 45 : Efek Samping Pengisian
PART 46 : Tim Inti?
PART 47 : Tujuan Danil
PART 48 : Baik & Buruk
PART 49 : Keputusasaan Leo
PART 50 : Sebuah Kenyataan
PART 51 : Simbol Leviathan
PART 52 : Kesenjangan
PART 53 : ANYER Chapter 1
PART 54 : ANYER Chapter 2
PART 2 : Senyuman
PART 3 : Yuki
PART 4 : Karna Kau Adalah
PART 5 : Jangan MATI Sebelum
PART 6 : Maaf
PART 7 : Seekor Burung Yang Kesepian
PART 8 : Jelangkung Silang?
PART 9 : Kau Tetap Sahabat Ku
PART 10 : Pengendali Jin?
PART 11 : Pertama Kali Menjumpainya
PART 11.2 : Terimakasih
PART 11.3 : Seorang Pria
PART 11.4 : No Tittle
PART 12 : Kepalamu Adalah Tujuanku
PART 13 : Dia Sudah Datang
PART 14 : Kebenaran
PART 15 : Runtuhnya 100 Tahun Kejayaan
PART 16 : Andreana Yuko
PART 17 : Perebutan Kursi
PART 18 : Masa Lalu Firman
PART 19 : Sejarah William Family
PART 20 : Manusia Paling Di Takuti
PART 21 : 4 Iblis Terkuat
PART 22 : Pertarungan 2 Era Berbeda
PART 23 : Ketua Baru
PART 24 : Awal Perjalanan Seorang Pahlawan
PART 25 : Team Asura
PART 26 : Tujuan Asura
PART 27 : Pencarian Ziz
PART 28 : Perpisahan 3 Sahabat
PART 29 : Pesta Akan Di Mulai
PART 30 : Alasan Asura Sebenarnya
PART 31 : Permintaan Terakhir
PART 32 : Seorang Aktor Terbaik
PART 33 : Pertemuan Yang Sudah Di Takdirkan
PART 34 : Arab Kuno dan Aksara Jawa
PART 35 : Keabadian Palsu
PART 36 : Permintaan Maaf
PART 37 : Kenyataan
PART 38 : Persiapan
PART 39 : Sawang Kabut
PART 39.2 : Sawang Kabut Part 2
Part 39.3 : Sawang Kabut Last Part
PART 40 : Kontrak Bahemoth
PART 41 : Welcome Home
PART 42 : Pertukaran
PART 43 : 3 Pohon Kembar
PART 44 : Pengkhianatan
PART 45 : Efek Samping Pengisian
PART 46 : Tim Inti?
PART 47 : Tujuan Danil
PART 48 : Baik & Buruk
PART 49 : Keputusasaan Leo
PART 50 : Sebuah Kenyataan
PART 51 : Simbol Leviathan
PART 52 : Kesenjangan
PART 53 : ANYER Chapter 1
PART 54 : ANYER Chapter 2
Jangan Lupa Comment,Share Dan 

Diubah oleh theperegrinefal 03-01-2019 19:27
fhy544 dan 46 lainnya memberi reputasi
43
401.6K
Kutip
1.5K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
theperegrinefal
#922
Quote:
PART 46 : Tim Inti
Setelah pingsan kurang lebih selama 48 jam penuh, entah mengapa aku tidak merasakan lapar ataupun haus, mungkin di karnakan aku sedang berada di alam ghaib. Setelah bangun dari tidur panjang ku, sebenar nya aku sudah memutuskan untuk segera kembali. Namun… Jin tua itu menawarkan ku untuk melatih kemampuan ku yang baru. Ku rasa itu bukan lah ide yang buruk, melihat aku memang tidak tau cara menggunakan kemampuan ini. Dengan di bantu oleh Zakari, Zenam dan Zikroh. Aku berlatih cukup lama di sini, mungkin jika di hitung dari semenjak aku masuk kedalam sini, sudah hamper 2 minggu.
.
.
.
“haha benarkah? Mendengar cerita mu aku jadi ingin benar-benar keluar dari sini”. Ucap zakari dengan tawa lebar.
“hahaha tentu saja… ku harap nanti kalian memiliki waktu untuk dapat keluar dari sini”. Balas ku dengan senyum lebar.
“Ryo… terimakasih”. Ucap zakari dengan senyum tipis.
“Terimakasih ? untuk apa?”. Tanya ku kembali.
“Dulu aku dan kedua saudara ku begitu membenci manusia, untuk alasan tertentu.. namun melihat mu, seperti nya kami memang harus mengubah cara pandang kami”. Ucap nya dengan senyum tipis.
“hahaha… ayolah, jangan buat ini menjadi perpisahan yang menyedihkan”. Balas ku dengan tawa.
“Setelah mengalahkan nya, jangan lupa berkunjung kembali kesini… kawan”. Ucap nya.
“ya tentu saja… aku berjanji akan kembali kesini jika aku masih memiliki umur… sampaikan salam ku kepada orang tua itu”. Ucap ku dengan senyum lebar.
Aku pun pergi meninggalkan mereka untuk keluar dari tempat ini, sudah terlalu lama aku di sini. Tidak seperti saat aku masuk kedalam sini, aku sudah mengetahui setiap titik di tempat ini, jadi itu membuat ku tidak mungkin ter sasar seperti dulu. Sekitar 30 menit lebih aku berjalan, aku akhir nya dapat menemukan jalan keluar. Namun tiba-tiba saja ada suara wanita memanggil ku dari arah belakang.
“Hei bocah”……
“k.kau yang waktu itu”. Ucap ku yang langsung menengok ke arah belakang.
“bias kah aku menitipkan pesan kepada mu”. Ucap nya.
“pesan? Untuk siapa?”. Tanya ku penasaran.
“Seorang pria bernama Kevin”. Ucap nya kembali dengan wajah datar.
“kevin? Jadi kau mengenalnya… pesan apa yang harus aku sampaikan kepada nya”. Tanya ku penasaran.
“tolong katakana pada nya bahwa ………….. “.
.
.
Setelah menerima pesan dari JIn wanita itu yang masih belum ku ketahui nama nya. Aku melanjutkan perjalanan untuk keluar dari tempat ini, dan setelah berhasil menemukan jalan raya. Aku tidak melihat kevin atau pun Abi iwan. Namun aku ingat Kevin mengatakan pada ku jika aku berhasil keluar dari Sawang kabut, aku di beritau oleh nya untuk pergi ke sebuah villa besar yang berada tidak jauh dari sini., aku melihat cukup banyak pria mengenakan Koko dan peci, dan wanita menggunakan busana muslim berjalan ke satu arah yang sama. Aku pun memutuskan untuk menanyakan kepada mereka dimana Villa yang kevin maksud.
“Permisi… kau tau sebuah villa besar di dekat sini”. Tanya ku.
“villa besar? Ahh mungkin maksud mu Pusat perguruan ku”. Balas nya.
“perguruan? Entahlah.. aku di suruh menemui seseorang di tempat itu”. Ucap ku sambal menggaruk-garuk kepala.
“kebetulan kami semua ingin kesana, kau bias mengikuti ku jika kau mau”. Jawab nya.
“Benarkah… terimakasih banyak… ngomong-ngomong jam berapa sekarang?”. Tanya ku.
“Sekarang pukul 9 malam”. Ucap nya melihat ke arah jam tangan milik nya.
Akhir nya aku memutuskan untuk mengikuti mereka menuju Villa. Sekitar 15 menit berjalan kaki, aku akhir nya berhasil sampai di sebuah villa yang memang begitu besar. Mungkin sebutan Villa tidak cocok dengan tempat ini, ini seperti istanah. Aku mulai mencari keberadaan Kevin yang masih aku belum ke tahui, aku mencoba masuk ke dalam villa tersebut, namun di depan gerbang ada seorang pria menghalangi ku masuk, dengan alasan bahwa aku bukanlah murid di sini. Di tambah aku sedang membawa sebuah senjata di tangan ku, mungkin hal ini juga yang menambah kecurigaan mereka. Aku pun memutuskan untuk menelfon kevin, namun ketika aku memeriksa handphone ku, aku baru teringat bahwa batrai ponsel ku sudah habis berhari-hari lalu. Aku pun mulai bingung apa yang harus aku lakukan sekarang, apakah aku harus pulang ke rumah nya saja? Tapi aku tidak tau jalan di sini, di tambah aku tidak memiliki uang sepeser pun yang ku bawa. Lalu aku berinisiatif untuk meminjam charger kepada pemilik warung yang tidak jauh dari sini. Untung saja pemilik warung tersebut mengizinkan ku untuk meinjam nya. Setelah ponsel kembali menyala… aku pun segera menelfon kevin untuk menanyakan keberadaan nya.
“halo vin… kamu dimana?”. Tanya ku melalui telfon.
“wohhh ternyata kau sudah keluar”. Jawab nya yang terdengar gembira.
“tentu saja … yasudah sekarang kamu ada dimana? Aku sedang berada di villa yang waktu itu kamu sebutkan”. Jawab ku terburu-buru.
“Tunggu lah di depan gerbang villa, aku akan turun”. Balas nya.
“turun? Baiklah”. Jawab ku. Lalu panggilan telfon pun terputus.
Aku menuruti nya untuk menunggu di depan gerbang tempat aku di usir tadi, terlihat dua orang penjaga berpakaian tentara yang tadi mengusir ku menatap ku dengan curiga. Karna tidak ingin menimbulkan masalah aku pun hanya diam dan menundukan kepala. Dan tidak lama kemudian Kevin pun datiang dari dalam vila dan berbicara kepada kedua penjaga tersebut. Akhir nya aku pun di perbolehkan masuk kedalam.
“Di usir ya? Haha” ledek nya dengan tawa.
“hadeh….. mungkin aku di kira penjahat”. Eluh ku.
“mungkin mereka kira kamu yakuza”. Ledek nya kembali.
“zzzzzzzz… ini kita mau kemana?”. Tanya ku .
“udah ikut aja”. Ajak nya sambal merangkul ku.
Terlihat banyak sekali murid berkumpul di lapangan yang terletak di halaman belakang, mungkin jumlah nya bias ribuan. Namun kevin tidak mengajak ku ke sana, kami pergi ke lantai 3 untuk bertemu seseorang. Ia mengatakan pada ku untuk sopan di depan nya dan jangan mengatakan hal-hal aneh satu kali pun. Dan berbicara lah ketika di Tanya, dan diam lah ketika ia berbicara.
Kami pun sampai di lantai 3, aku melihat beberapa orang duduk sila dan menghadap ke kepada satu orang, mungkin hanya ada 15 orang di sini. Lalu kevin menyuruh ku untuk duduk paling depan bersama nya.
“assalamuallikum bah… ini anak yang sudah saya ceritakan tempo hari”. Ucap nya kepada orang yang berada di depan.
“wallaikumsalam… sesuai yang kau ketakan kevin”. Ucap nya.
“ia bah… lalu…”. Jawab kevin seperti sedang memancing jawaban.
“tidak apa-apa.. kau bisa membawa nya”. Ucap nya yang tidak aku mengerti maksud nya.
“Terimakaish bah… saya izin pamit.. wassalamuallikum”. Ucap kevin sembari salim kepada orang itu, dan mengajak ku untuk pergi.
Kami pun kembali turun dengan perasaan bingung yang menghinggap di kepala ku, aku tidak mengerti tentang obrolan mereka barusan. Sesampai nya di lantai bawah, ada seorang pria seumuran ku yang memanggil kevin.
“Assalamuallikum Bi”. Ucap nya sembari mencium tangan kevin.
“ohh firman… udah lama ya”. Jawab Kevin.
“hehe ia bi… abi udah pulang dari china?”. Tanya pria bernama firman itu.
“engga juga sih… saya ada urusan aja di sini, minggu depan saya mungkin udah balik lagi kesana… oia kenalin man… ini Ryouta”. Ucap kevin sembari mengenalkan ku.
Aku pun berjabat tangan dengan nya sembari menyebutkan nama masing-masing.
“oh ia Bi.. ini Romi, yang saya ceritain waktu itu”. Ucap firman sembari mengenalkan seseorang di samping nya.
“ohhh ia Romi ya…. Yang tekun belajarnya… yaudah saya mau pergi dulu, nanti kamu tunggu info dari saya ya man”. Ucap Kevin yang langsung merangkul ku untuk pergi ke luar Villa.
Setelah perbincangan singkat dengan Firman dan Romi tadi, kami pergi keluar villa… seperti nya ada hal penting yang ingin kevin sampai kan kepada ku. Lalu kevin mengajak ku ke sebuah warung kopi.
“Itu tadi rame banget vin di lapangan… apa emang biasa gitu?”. Tanya ku penasaran.
“ah engga… itu lagi ada acara aja.. kalo lagi ga ada acara biasa nya Cuma beberapa murid aja yang dating”. Ucap kevin sembari menghirup segelas kopi susu.
“orang kaya masih doyan kopi pinggiran”. Ledek ku.
“justru.. di rumah selalu stock kopi kaya gini hahaha”. Jawab nya dengan tawa.
“kamu dapet salam tuh”. Ucap ku.
“salam? Dari siapa?”. Tanya nya.
“gatau juga… aku ketemu dia di dalem sawang kabut… wujud nya wanita”. Ucap ku.
“hmmm seperti nya aku tau, dia ngomong apa?”. Tanya nya kembali.
“dia bilang (makasih untuk semua, sekarang semua sudah lebih baik) dia ngomong gitu”. Ucap ku sembari menyalakan sebatang rokok.
“hmmm baguslah”. Ucap kevin dengan senyum tipis di wajah nya, seolah dia mengerti maksud dari pesan yang ku sampaikan.
“lalu.. apa yang tadi kau bicarakan di atas sana dengan pria tadi? Membawa? Apa sebenar nya maksud nya?”. Tanya ku penasaran.
“ia memberikan izin untuk mu masuk kedalam pengajian.. dan bukan hanya masuk, kau juga akan bergabung dalam Tim inti”. Ucap kevin yang memandang ku
“Tim inti? Hei tunggu sebentar…. Aku rasa aku tidak pernah bilang ingin masuk keperguruan mu, dan setau ku perguruan mu itu mempunyai dasar Islam. Sedangkan aku adalah Atheis.. aku tidak menyembah pada siapa pun”. Ucap ku mengelak.
“benarkah… maka dari sekarang aku akan mengajarkan mu”. Ucap nya dengan senyum.
“Mengejarkan ku? Kau tau sudah cukup lama aku menjadi seorang atheis, dan apa alasan nya?”. Tanya ku kebingungan.
“Alasan nya? Alasan nya adalah karna aku sudah memutuskan nya hahaha”. Ucap nya yang langsung merangkul ku dengan tawa lebar.
“hah… terserah kau saja”. Ucap ku sembari menghela nafas… dengan senyum tipis di wajah ku.
Diubah oleh theperegrinefal 08-01-2018 21:03
njek.leh dan khuman memberi reputasi
4
Kutip
Balas