- Beranda
- Stories from the Heart
[HOROR]William Family
...
TS
theperegrinefal
[HOROR]William Family
Quote:
Judul Di rubah Dari Sebelumnya "Kau Adalah Aku Tapi Bukan Diri ku" Menjadi "William Family"
Quote:
![[HOROR]William Family](https://s.kaskus.id/images/2017/12/13/2881698_201712130839120175.png)
Quote:
“Apa ini sudah bagus”. tanya ku
“Menurutku sudah”. saut ku
“Aku butuh masukan, aku merasa ada yang kurang”. tanya ku
“maaf… maaf… baiklah kalau begitu, akan lebih baik jika kita tambahkan sentuhan wangi Melati”. saut ku.
“Benar juga, Berarti sekarang kita bisa memulai RITUAL nya”. Jawab ku
“Menurutku sudah”. saut ku
“Aku butuh masukan, aku merasa ada yang kurang”. tanya ku
“maaf… maaf… baiklah kalau begitu, akan lebih baik jika kita tambahkan sentuhan wangi Melati”. saut ku.
“Benar juga, Berarti sekarang kita bisa memulai RITUAL nya”. Jawab ku
Quote:
WAJIB DI BACA
Kita stop dulu, Sebelum nya saya ingin menyampaikan beberapa hal yang mendasari cerita ini :
A.Cerita ini terjadi terhadap seorang kenalan dari sahabat saya, dan beliau adalah seorang wanita dan sebut saja beliau Yuko.
B.Dan cerita ini akan mengambil sudut pandang utama dari Romi, yaitu teman saya.
C.Cerita yang akan saya cerita kan di bawah ini tidak seluruh nya Kisah nyata, jika harus di Persenkan mungkin hanya sekitar 30%, dan sisa nya adalah Bumbu-Bumbu dari imajinasi saya sendiri
D.Cerita ini terjadi ketika Sahabat saya Romi, masih kuliah semester 3
E.Saya sudah mendapatkan persetujuan “Hampir” seluruh pihak yang terlibat dalam cerita ini, dan tentu saja saya akan menyamarkan nama-nama mereka.
Seperti biasa saya sangat berterima kasih jika agan atau sista memberikan masukan ataupun kritikan positif terhadap thread ini.
TIdak perlu berlama-lama lagi mendengar curhatan saya, langsung saja kita mulai cerita nya
Kita stop dulu, Sebelum nya saya ingin menyampaikan beberapa hal yang mendasari cerita ini :
A.Cerita ini terjadi terhadap seorang kenalan dari sahabat saya, dan beliau adalah seorang wanita dan sebut saja beliau Yuko.
B.Dan cerita ini akan mengambil sudut pandang utama dari Romi, yaitu teman saya.
C.Cerita yang akan saya cerita kan di bawah ini tidak seluruh nya Kisah nyata, jika harus di Persenkan mungkin hanya sekitar 30%, dan sisa nya adalah Bumbu-Bumbu dari imajinasi saya sendiri
D.Cerita ini terjadi ketika Sahabat saya Romi, masih kuliah semester 3
E.Saya sudah mendapatkan persetujuan “Hampir” seluruh pihak yang terlibat dalam cerita ini, dan tentu saja saya akan menyamarkan nama-nama mereka.
Seperti biasa saya sangat berterima kasih jika agan atau sista memberikan masukan ataupun kritikan positif terhadap thread ini.
TIdak perlu berlama-lama lagi mendengar curhatan saya, langsung saja kita mulai cerita nya
INDEX EPISODE SAYA PINDAHKAN DI BAWAH
Quote:
PART 1 : Mahasiswi Pindahan
“bosan”. ucap ku sambil menghela nafas.
Aku sedang duduk di dalam kelas sambil memutar - mutar pulpen, sebenarnya aku sedang ada kelas, namun aku sangat malas untuk memperhatikan apa yang dosen ku terangkan, bukan karna aku malas dalam belajar, hanya saja 80-90% yang dosen ku terangkan sudah pernah ku baca di buku. Ku akui aku memanglah kutu buku, ber jam-jam aku habiskan hanya untuk membaca buku entah itu di rumah, di perpustakaan, atau pun di taman. Aku merasa seperti Buku adalah Hidupku. Dan tentu saja aku selalu dapat nilai yang bagus di setiap mata pelajaran, apa aku jenius? Tidak… aku hanya orang malas yang tidak ada kerjaan selain membaca, ya.. walauipun definisi malas ku ini tidak umum.
“ssstttt rom.. rom..”. salah seorang teman ku mencoba berbisik memanggilku.
“nyaut”. saut ku.
“Baru dapet info nih, kata nya bakal ada mahasiswi pindahan dari luar kota, dan kebetulan dia seangkatan sama kita” ucap FIrman.
“terus urusan nya sama aku apa?” saut ku.
“Denger-denger mahasiswi pindahan itu cakep banget”. ucap nya yang masih bernada berbisik.
“percuma man, ga bakal mau juga sama kamu”. saut ku.
“yee.. kalo ini bukan masalah mau atau gak nya, yang paling penting itu ada yang bisa bikin mata seger di kampus”. ucap nya sambil mencboa membayangkan wajah mahasiswi pindahan itu.
“ yaudah terserah kamu aja lah man”. ucap ku sambil memalingkan wajah dari nya.
Lalu pelajaran yang membosankan ini pun akhir nya berakhir, aku pun segera membereskan buku-buku ke dalam tas dan segera pergi ke kantin bersama 2 orang teman ku. Sesampai nya di kantin kami bertiga pun memesan makanan untuk makan siang, kami beluim bisa pulang karna masih ada 1 kelas lagi yang harus ku hadiri setelah makan siang.
“eh pulang mau maen PS dulu ga di rumah, ?” ucap ku mengajak nya.
“boleh aja kebetulan hari ini lagi kosong”. saut FIrman.
“emang nya kamu kapan pernah ga kosong?”. Saut Alfian menyindir FIrman.
“Behhh pake di tanya… pasti kosong terus sih hehe”. Jawab FIrman.
“btw kamu tumben ngajak ke rumah kamu Rom”. tanya Alfian.
“lagi bosen aja nyokap lagi keluar kota 5 hari, bantuin nikahan sepupu, terus belom belanja buku-buku lagi”. jawab ku.
“jadi… kamu hanya memanfaat kan aku untuk mengisi waktu bosan mu,,, Jahat”. Ucap Firman dengan tujuan meledek.
“Yaudah kita berdua aja Rom”. saut Alfian.
“ehh jangan, ntar aku gimana, masa bengang-bengong lagi di kosan, mana lagi gak ada kuota”. Saut Firman.
“hahaha sabar ya man.” Saut ku.
Kami pun berbincang - Bincang sambil menyantap makan siang kami, sampai akhir nya Firman menyenggol tangan ku, hingga membuat sendok ku jatuh ke lantai.
“Set.. dah….. kenapa sih man bahagia amat ngerjain aku kaya nya ya?” saut ku yang sedikit kesal.
“eh maaf-maaf, itu tuh liat murid pindahan yang tadi aku omongin”. ucap firman sambil menunjuk.
“yang mana sih?” ucap ku yang mencari-cari keberadaan murid itu.
“ itu yang pake baju putih trus pake tas merah”. ucap nya.
Sesaat aku memandangi nya, nafas ku sejenak berhenti. Seperti yang di katakan oleh Firman bahwa mahasiswi pindahan memang sangat cantik, Rambut nya yang hanya sampai di pundak nya dan mata besar nya, membuat ku tidak dapat memalingkan pandangan ku dari nya, jujur saja ini melebihi ekspektasi ku sebelum nya tentang penampilan nya.
“gimana? Masih mau ngelak? Ucap firman dengan nada meledek.
“E..Enggak emang nya siapa yang ngelak”. saut ku.
“ya abis nya pas di kelas, kamu kaya nya cuek gitu” saut nya.
“eh tapi dia kaya nya ke bingungan, kaya nya dia kebingungan karna ga dapet tempat duduk”. ucap ku.
“ aku punya ide Rom” ucap nya,
“eh tunggu jangan bilang --”
Belum ku sempat selesai bicara, Firman sudah memulai ide gila nya.
“ HEI… di sini aja lagi kosong”. ucap FIrman yang mencoba memanggil murid pindahan itu.
“oeeee…. hadehhh”. ucap ku sambil menundukan kepala.
Jujur saja, aku ini tipe orang yang akan sangat gugup ketika melihat ataupun berbicara dengan wanita yang melebihi batas wajar ekspektasi ku.
“tuh Rom dia beneran mau kesini”. ucap FIrman
“bodo amat” saut ku..
Spoiler for INDEX EPISODE:
Pengenalan Seluruh Tokoh Penting
PART 2 : Senyuman
PART 3 : Yuki
PART 4 : Karna Kau Adalah
PART 5 : Jangan MATI Sebelum
PART 6 : Maaf
PART 7 : Seekor Burung Yang Kesepian
PART 8 : Jelangkung Silang?
PART 9 : Kau Tetap Sahabat Ku
PART 10 : Pengendali Jin?
PART 11 : Pertama Kali Menjumpainya
PART 11.2 : Terimakasih
PART 11.3 : Seorang Pria
PART 11.4 : No Tittle
PART 12 : Kepalamu Adalah Tujuanku
PART 13 : Dia Sudah Datang
PART 14 : Kebenaran
PART 15 : Runtuhnya 100 Tahun Kejayaan
PART 16 : Andreana Yuko
PART 17 : Perebutan Kursi
PART 18 : Masa Lalu Firman
PART 19 : Sejarah William Family
PART 20 : Manusia Paling Di Takuti
PART 21 : 4 Iblis Terkuat
PART 22 : Pertarungan 2 Era Berbeda
PART 23 : Ketua Baru
PART 24 : Awal Perjalanan Seorang Pahlawan
PART 25 : Team Asura
PART 26 : Tujuan Asura
PART 27 : Pencarian Ziz
PART 28 : Perpisahan 3 Sahabat
PART 29 : Pesta Akan Di Mulai
PART 30 : Alasan Asura Sebenarnya
PART 31 : Permintaan Terakhir
PART 32 : Seorang Aktor Terbaik
PART 33 : Pertemuan Yang Sudah Di Takdirkan
PART 34 : Arab Kuno dan Aksara Jawa
PART 35 : Keabadian Palsu
PART 36 : Permintaan Maaf
PART 37 : Kenyataan
PART 38 : Persiapan
PART 39 : Sawang Kabut
PART 39.2 : Sawang Kabut Part 2
Part 39.3 : Sawang Kabut Last Part
PART 40 : Kontrak Bahemoth
PART 41 : Welcome Home
PART 42 : Pertukaran
PART 43 : 3 Pohon Kembar
PART 44 : Pengkhianatan
PART 45 : Efek Samping Pengisian
PART 46 : Tim Inti?
PART 47 : Tujuan Danil
PART 48 : Baik & Buruk
PART 49 : Keputusasaan Leo
PART 50 : Sebuah Kenyataan
PART 51 : Simbol Leviathan
PART 52 : Kesenjangan
PART 53 : ANYER Chapter 1
PART 54 : ANYER Chapter 2
PART 2 : Senyuman
PART 3 : Yuki
PART 4 : Karna Kau Adalah
PART 5 : Jangan MATI Sebelum
PART 6 : Maaf
PART 7 : Seekor Burung Yang Kesepian
PART 8 : Jelangkung Silang?
PART 9 : Kau Tetap Sahabat Ku
PART 10 : Pengendali Jin?
PART 11 : Pertama Kali Menjumpainya
PART 11.2 : Terimakasih
PART 11.3 : Seorang Pria
PART 11.4 : No Tittle
PART 12 : Kepalamu Adalah Tujuanku
PART 13 : Dia Sudah Datang
PART 14 : Kebenaran
PART 15 : Runtuhnya 100 Tahun Kejayaan
PART 16 : Andreana Yuko
PART 17 : Perebutan Kursi
PART 18 : Masa Lalu Firman
PART 19 : Sejarah William Family
PART 20 : Manusia Paling Di Takuti
PART 21 : 4 Iblis Terkuat
PART 22 : Pertarungan 2 Era Berbeda
PART 23 : Ketua Baru
PART 24 : Awal Perjalanan Seorang Pahlawan
PART 25 : Team Asura
PART 26 : Tujuan Asura
PART 27 : Pencarian Ziz
PART 28 : Perpisahan 3 Sahabat
PART 29 : Pesta Akan Di Mulai
PART 30 : Alasan Asura Sebenarnya
PART 31 : Permintaan Terakhir
PART 32 : Seorang Aktor Terbaik
PART 33 : Pertemuan Yang Sudah Di Takdirkan
PART 34 : Arab Kuno dan Aksara Jawa
PART 35 : Keabadian Palsu
PART 36 : Permintaan Maaf
PART 37 : Kenyataan
PART 38 : Persiapan
PART 39 : Sawang Kabut
PART 39.2 : Sawang Kabut Part 2
Part 39.3 : Sawang Kabut Last Part
PART 40 : Kontrak Bahemoth
PART 41 : Welcome Home
PART 42 : Pertukaran
PART 43 : 3 Pohon Kembar
PART 44 : Pengkhianatan
PART 45 : Efek Samping Pengisian
PART 46 : Tim Inti?
PART 47 : Tujuan Danil
PART 48 : Baik & Buruk
PART 49 : Keputusasaan Leo
PART 50 : Sebuah Kenyataan
PART 51 : Simbol Leviathan
PART 52 : Kesenjangan
PART 53 : ANYER Chapter 1
PART 54 : ANYER Chapter 2
Jangan Lupa Comment,Share Dan 

Diubah oleh theperegrinefal 03-01-2019 19:27
fhy544 dan 46 lainnya memberi reputasi
43
401.5K
Kutip
1.5K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
theperegrinefal
#807
Quote:
PART 41 : Welcome Home
"hmm baiklah... rencana akan kita mulai dari menambahkan teman kita". ucap ku serius
"tapi dari mana?". tanya pedik.
"Tenang saja beberapa anggota dari preguruan ku akan ikut membantu kita". jawab ku
"Lalu kevin... apa yang akan kita lakukan setelah berhasil mengumpulkan semua nya"'. tanya Alfian sambil menghisap rokok.
"Setelah itu, kita akan mengasah kemampuan Ryo ke tahap selanjut nya". ucap ku serius.
"Kemampuan ku? bisa kau jelaskan lebih rinci kevin?". tanya Rryo bingung
"sebelum aku menjawab pertanyaan mu, aku ingin menanyakan suatu hal, kemampuan mu untuk berbicara dengan orang yang sudah mati tanpa harus membutuhkan media itu sangatlah menakjubkan, bahkan aku tidak mungkin bisa melakukan nya... dan pertanyaan ku adalah, sudah sejauh mana kau menguasai nya?". tanya ku penasaran.
"hmmm jika di tanya seperti itu, sebenar nya aku bingung menjawab nya.. yang jelas aku hanya bisa berbicara pada orang yang baru saja mati, dan memiliki batas waktu sekitar 10 sampai 15 menit saja... padahal asura mengatakan pada ku bahwa nenek moyang ku bisa memanggil orang yang telah mati beratus-ratus tahun yang lalu, sedangkan aku hanya bisa melakukan hal sepele tadi". ucap Ryo dengan wajah kecewa.
"hmm.... seperti nya ini akan memakan waktu yang lama untuk mengasah bakat mu itu, sedangkan kita hanya memiliki waktu kurang lebih 3 tahun sebelum Evran mendatangi Asura dan kedua saudara lain nya". ucap ku bingung.
"memang nya bisa seberapa lama hingga aku bisa menguasai bakat ku seluruh nya". tanya Ryo penasaran.
"akan sulit menentukan seberapa lama kau bisa menguasai nya, karna jujur saja ini kasus pertama yang pernah ku temui... Tapi seperti nya aku mengenal seseorang yang bisa menjawab pertanyaan mu" ucap ku dengan senyum tipis.
"Siapa itu? dan dimana kita bisa menemukan nya". tanya Ryo penasaran.
"Dia dulu adalah Guru ku, dan aku berharap dia mengetahui tentang hal ini.... Seperti nya kita harus kembali ke indonesia dalam waktu dekat ini'. ucap ku.
"Baiklah... aku akan mengikuti mu". ucap Ryo semangat.
"Bagaimana dengan yang lain? apa kalian mau ikut?". tanya ku kepada ke empat orang lain nya.
"Maaf kevin... seperi nya aku tidak bisa ikut ke sana, karna aku ingin segera menemukan lokasi makam itu secepat nya". Jawab Asura tenang.
"Baiklah... berarti kita akan pecah menjadi dua tim, pedik,alfian dan Asura akan mencari lokasi makan itu, lalu aku dan Ryo akan kembali ke jakarta.. bagaimana?". tanya ku.
"Baiklah, itu bukan ide yang buruk, kau setuju alfian?". Tanya pedik santai.
"Tentu, semakin cepat kita dapat menemukan lokasi makam itu, semkain cepat juga kita bisa menyusun rencana yang matang". jawab alfian sambil merokok.
"baiklah... jika semua sudah setuju, kita akan mulai bergerak besok". ucap ku yang langsung berdiri.
.
Ke esokan Hari nya
.
"Asura... jangan lupa mengatakan pada kami jika kalian menemukan petunjuk baru". ucap ku santai.
Kini kami berlima sedang berada di bandara untuk menuju tempat tujuan kami masing-masing, jika aku dan Ryo akan pulang ke indonesia, maka Asura,Alfian dan pedik memutuskan untuk pergi ke Belgia.
"Tentu kevin... kau bisa mempercayakan hal itu pada kami". jawab nya sambil mengangkat tas.
"Asura". panggil Ryo dengan waut wajah yang tidak menentu.
"Apa?". Jawab nya singkat.
"Aku akan kembali secepatnya". ucap Ryo dengan senyum lebar dan mengepalkan tangan ke arah Asura.
"Ya.. aku tau itu". balas Asura dengan senyum yang juga membalas kepalan tangan nya.
Akhir nya Asura,Alfian dan Pedik pun pergi terlebih dahulu yang tidak lama kemudian aku dan Ryo juga harus pergi. Alasan mengapa mereka memilih Belgia untuk menjadi negara pertama untuk di datangi ialah karna di sana terdapat sebuah kuil kuno bernama Pachacamac, beberapa rumor mengatakan di tempat itu memiliki sebuah misteri besar.
"Ryo". ucap ku yang baru saja duduk di pesawat.
"Kenapa vin?". tanya nya.
"Jika semua tujuan mu tercapai, apa yang akan kau lakukan selanjut nya?". tanya ku santai.
"Entah lah... mungkin aku akan kembali ke jepang..". balas nya yang sibuk mencari sesuatu di dalam tas nya.
"Kau ingin melanjutkan kuliah mu disana?". tanya ku.
"aku tidak tau... lagi pula aku tidak memiliki keluarga lagi di sana, dan seperti nya aku tidak memiliki tujuan hidup setelah kejadian ini, di tambah satu-satu nya semangat hidup ku telah pergi meninggalkan ku selamanya". ungkap nya yang baru saja mengambil sebuah ipod dari tas nya.
"Bagaimana jika... kau ku angkat menjadi anak ku?". ucap ku serius menatap nya.
"heh...". Ucap nya dengan respon kaget.
"Jika kau tidak memiliki tujuan hidup... maka aku akan menunjukan tujuan baru untuk mu". ucap ku dengan senyum.
"oya? seperti nya menarik". balas nya dengan senyum tipis.
"Lalu apa alasan mu ingin mengangkat ku menjadi anak angkat mu... bukankah kau baru saja mengenalku". tanya nya kembali
"Entah... aku menyukai mu dan aku memiliki firasat baik untuk itu, biasa nya firasat ku tidak pernah salah". balas ku dengan senyum tipis sambil memejamkan mata untuk tidur.
Ryo pun hanya diam dan tidak membalas ucapan ku, ia pun ikut memejamkan mata untuk tidur dengan senyum tipis yang terlukis jelas di wajah nya.
.
.
Sesampai nya di Indonesia aku pun langsung mengajak nya untuk pulang ke rumah ku sekedar untuk beristirahat, Dengan menggunakan Taksi kami berdua pun pergi meninggalkan bandara. Dan sekitar 2 jam kami pun sampai di rumah ku.
"Ayah.....". Panggil anak perempuan ku yang masih berusia 4 tahun sambil berlari ke arah ku.
"Hei nanda... baru di tinggal sebentar makin lebar aja". ucap ku sambil mengelus-elus kepala nya.
"hehe bunda nyuruh makan nanda mulu pah". ucap nya dengan senyum lebar di wajah nya.
"haha gpp, yang penting sehat.. oia bunda kemana?". tanya ku.
"sstttt bunda lagi shock yah". ucap nya dengan wajah serius.
"loh kok bisa?". tanya ku bingung.
"ia.. soal nya bunda kaget kalo ayah mau dateng, dan bingung sendiri mau nyiapin apa buat ayah... ayah sih masa baru bilang mau pulang pas udah sampe di bandara". ucap nya dengan tawa kecil.
"hahaha... justru itu ayah sengaja... yaudah kita masuk dulu, kenalin ini temen ayah nama nya Ryouta". ucap ku sambil memperkenalkan Ryo.
"Wahh.. orang jepang ya yah?". tanya nya dngan senyum lebar.
"ia.. yaudah kita masuk dulu, ngobrol nya nanti aja di dalem". ajak ku.
Baru saja aku memasuki Rumah, aku mencium bau tidak sedap, seperti bau makanan gosong... dan tidak lama kemudia mbo sastri menghampiri ku, beliau adalah asisten rumah tangga ku yang sudah kami anggap seperti keluarga sendiri.
"Aduh bapak kevin...itu Ibu lagi grabak grubuk di dapur". ucap Mbo dengan wajah sedikit panik.
"hahaha saya udah tau bakal begini, yaudah mbo saya minta tolong anterin temen saya Ryo ke kamar tamu ya, saya mau ke dapur dulu, ntar malah kebakaran lagi hihi". ucap ku dengan tawa.
Sementara mbo sastri mengantar Ryo ke kamar tamu, aku pun tidak sabar ingin melihat wajah istri ku yang sedang sangat panik sekarang. Aku pun berjalan menuju dapur dan melihat nya sedang sangat kerepotan seperti orang yang sangat panik, namun ia masih tidak menyadari keberadaan ku yang sedang berada di belakang nya.
"Hani". ucap ku.
Setelah aku memanggil nya, ia tiba-tiba saja diam dan tidak melakukan apa pun, perlahan-lahan ia memalingkan wajah nya ke arah ku dan...
"ke...ke..kenapa ga bilang dari kemarin-kemarin kalo mau pulang". ucap nya gugup, mungkin karna sudah satu tahun tidak melihat ku secara langsung melainkan hanya melihat ku lewat video call.
"hahaha abis n-"
Belum selesai ku berbicara tiba-tiba saja ia langsung berlai memeluk ku. dan membisikan sesuatu.
"Welcome home". ucap nya yang enggan untuk menatap ku, dan hanya menempelkan wajah nya di dadaku, seolah ia ingin menyembunyikan wajah nya yang sedang menangis.
"Lagi masak apa?". ucap ku yang mencoba untuk mengalihkan perhatian, karna enggan mendramatisir suasana.
"Kepo..." ucap nya yang langsung membereskan masakan, yang terlihat cukup berantakan di dapur.
"Kamu kok udah pulang? bukan nya masih 4 bulan lagi?". tanya Hani.
"Ada urusan yang harus aku selesain secepatnya, dan aku udah dapet restu dari General Manager di sana, jadi ya .. gitu deh". ucap ku sambil mencoba mengambil sesuatu dari tas.
"Urusan apa?". tanya nya penasaran.
"Biasalah.... dari Abah". balas ku sambil memeberikan sebuah jaket berwarna putih.
"makasih ya oleh-oleh nya... Nanda nanyain kamu mulu, sampe ngajak mau nyusul mulu, aku sih mau aja sebenernya, tapi kata kamu Nanda belum boleh keluar pulau sampe umur 7 tahun, alesan nya apa sih aku sampe sekarang belum tau?". tanya nya kembali
"Nanti kamu juga tau, yaudah aku mau istirahat dulu ya". ucap ku yang langsung berjalan meninggalkan nya.
"Tuh pasti gitu deh kalo di ajak ngomong serius.. selalu ngindar". ucap nya kesal sembaru mengikuti ku.
"Ada hal yang terkadang ga akan di pahami logika, dan seperti yang kamu tau, aku adalah orang yang selalu melawan logika hehe". ucap ku dengan senyum lebar.
"hmmm". balas nya dengan mengembungkan pipi nya.
Sebenarnya Hani yang sekaligus istriku juga adalah salah satu murid dari perguruan ku, sebelum menikah dengan nya, aku mengajak nya untuk masuk dalam perguruan ku dan ia pun menerima nya dengan senang hati. Tapi... Ada beberapa hal yang tidak bisa ku sampaikan, karna sebenarnya Nanda memiliki......
.
.
Setelah berbicara singkat dengan Hani aku pun tertidur sampai tidak terasa Adzan mahgrib sudah berkumandang dan mengundang ku untuk menunaikan ibadah shalat mahgrib. Ketika aku turun ke lantai bawah untuk shalat aku melihat Ryouta sedang bermain dengan Nanda, Senyum dan tawa yang tampak tulus dari wajah nya, tidak bisa membohongi betapa aku ingin menuntun nya lebih jauh.
"Ryo.. gak shalat?". tanya ku.
"hah? shalat? aku bukan muslim". balas nya bingung.
"Yaudah ngajak doang, yuk nanda kita shalat sama bunda". ucap ku memanggil nanda.
"eh.. eh". Ucao nya yang seolah tertahan sesuatu.
Aku dan nanda pergi ke ruangan yang sudah ku rancang sebagai mushola kecil di rumah, dan terlihat Hani sudah siap dengan mekenah nya. Aku pun segera mengambil wudhu bersama Nanda, jujur saja aku agak kaget melihat Nanda sudah begitu lancar nya memanjatkan Doa sebelum wudhu dan setelah nya. Padahal aku belum pernah mengajarkan, mungkin ini berkat keteladanan ibu nya.
diditper dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Kutip
Balas