- Beranda
- Stories from the Heart
[HOROR]William Family
...
TS
theperegrinefal
[HOROR]William Family
Quote:
Judul Di rubah Dari Sebelumnya "Kau Adalah Aku Tapi Bukan Diri ku" Menjadi "William Family"
Quote:
![[HOROR]William Family](https://s.kaskus.id/images/2017/12/13/2881698_201712130839120175.png)
Quote:
“Apa ini sudah bagus”. tanya ku
“Menurutku sudah”. saut ku
“Aku butuh masukan, aku merasa ada yang kurang”. tanya ku
“maaf… maaf… baiklah kalau begitu, akan lebih baik jika kita tambahkan sentuhan wangi Melati”. saut ku.
“Benar juga, Berarti sekarang kita bisa memulai RITUAL nya”. Jawab ku
“Menurutku sudah”. saut ku
“Aku butuh masukan, aku merasa ada yang kurang”. tanya ku
“maaf… maaf… baiklah kalau begitu, akan lebih baik jika kita tambahkan sentuhan wangi Melati”. saut ku.
“Benar juga, Berarti sekarang kita bisa memulai RITUAL nya”. Jawab ku
Quote:
WAJIB DI BACA
Kita stop dulu, Sebelum nya saya ingin menyampaikan beberapa hal yang mendasari cerita ini :
A.Cerita ini terjadi terhadap seorang kenalan dari sahabat saya, dan beliau adalah seorang wanita dan sebut saja beliau Yuko.
B.Dan cerita ini akan mengambil sudut pandang utama dari Romi, yaitu teman saya.
C.Cerita yang akan saya cerita kan di bawah ini tidak seluruh nya Kisah nyata, jika harus di Persenkan mungkin hanya sekitar 30%, dan sisa nya adalah Bumbu-Bumbu dari imajinasi saya sendiri
D.Cerita ini terjadi ketika Sahabat saya Romi, masih kuliah semester 3
E.Saya sudah mendapatkan persetujuan “Hampir” seluruh pihak yang terlibat dalam cerita ini, dan tentu saja saya akan menyamarkan nama-nama mereka.
Seperti biasa saya sangat berterima kasih jika agan atau sista memberikan masukan ataupun kritikan positif terhadap thread ini.
TIdak perlu berlama-lama lagi mendengar curhatan saya, langsung saja kita mulai cerita nya
Kita stop dulu, Sebelum nya saya ingin menyampaikan beberapa hal yang mendasari cerita ini :
A.Cerita ini terjadi terhadap seorang kenalan dari sahabat saya, dan beliau adalah seorang wanita dan sebut saja beliau Yuko.
B.Dan cerita ini akan mengambil sudut pandang utama dari Romi, yaitu teman saya.
C.Cerita yang akan saya cerita kan di bawah ini tidak seluruh nya Kisah nyata, jika harus di Persenkan mungkin hanya sekitar 30%, dan sisa nya adalah Bumbu-Bumbu dari imajinasi saya sendiri
D.Cerita ini terjadi ketika Sahabat saya Romi, masih kuliah semester 3
E.Saya sudah mendapatkan persetujuan “Hampir” seluruh pihak yang terlibat dalam cerita ini, dan tentu saja saya akan menyamarkan nama-nama mereka.
Seperti biasa saya sangat berterima kasih jika agan atau sista memberikan masukan ataupun kritikan positif terhadap thread ini.
TIdak perlu berlama-lama lagi mendengar curhatan saya, langsung saja kita mulai cerita nya
INDEX EPISODE SAYA PINDAHKAN DI BAWAH
Quote:
PART 1 : Mahasiswi Pindahan
“bosan”. ucap ku sambil menghela nafas.
Aku sedang duduk di dalam kelas sambil memutar - mutar pulpen, sebenarnya aku sedang ada kelas, namun aku sangat malas untuk memperhatikan apa yang dosen ku terangkan, bukan karna aku malas dalam belajar, hanya saja 80-90% yang dosen ku terangkan sudah pernah ku baca di buku. Ku akui aku memanglah kutu buku, ber jam-jam aku habiskan hanya untuk membaca buku entah itu di rumah, di perpustakaan, atau pun di taman. Aku merasa seperti Buku adalah Hidupku. Dan tentu saja aku selalu dapat nilai yang bagus di setiap mata pelajaran, apa aku jenius? Tidak… aku hanya orang malas yang tidak ada kerjaan selain membaca, ya.. walauipun definisi malas ku ini tidak umum.
“ssstttt rom.. rom..”. salah seorang teman ku mencoba berbisik memanggilku.
“nyaut”. saut ku.
“Baru dapet info nih, kata nya bakal ada mahasiswi pindahan dari luar kota, dan kebetulan dia seangkatan sama kita” ucap FIrman.
“terus urusan nya sama aku apa?” saut ku.
“Denger-denger mahasiswi pindahan itu cakep banget”. ucap nya yang masih bernada berbisik.
“percuma man, ga bakal mau juga sama kamu”. saut ku.
“yee.. kalo ini bukan masalah mau atau gak nya, yang paling penting itu ada yang bisa bikin mata seger di kampus”. ucap nya sambil mencboa membayangkan wajah mahasiswi pindahan itu.
“ yaudah terserah kamu aja lah man”. ucap ku sambil memalingkan wajah dari nya.
Lalu pelajaran yang membosankan ini pun akhir nya berakhir, aku pun segera membereskan buku-buku ke dalam tas dan segera pergi ke kantin bersama 2 orang teman ku. Sesampai nya di kantin kami bertiga pun memesan makanan untuk makan siang, kami beluim bisa pulang karna masih ada 1 kelas lagi yang harus ku hadiri setelah makan siang.
“eh pulang mau maen PS dulu ga di rumah, ?” ucap ku mengajak nya.
“boleh aja kebetulan hari ini lagi kosong”. saut FIrman.
“emang nya kamu kapan pernah ga kosong?”. Saut Alfian menyindir FIrman.
“Behhh pake di tanya… pasti kosong terus sih hehe”. Jawab FIrman.
“btw kamu tumben ngajak ke rumah kamu Rom”. tanya Alfian.
“lagi bosen aja nyokap lagi keluar kota 5 hari, bantuin nikahan sepupu, terus belom belanja buku-buku lagi”. jawab ku.
“jadi… kamu hanya memanfaat kan aku untuk mengisi waktu bosan mu,,, Jahat”. Ucap Firman dengan tujuan meledek.
“Yaudah kita berdua aja Rom”. saut Alfian.
“ehh jangan, ntar aku gimana, masa bengang-bengong lagi di kosan, mana lagi gak ada kuota”. Saut Firman.
“hahaha sabar ya man.” Saut ku.
Kami pun berbincang - Bincang sambil menyantap makan siang kami, sampai akhir nya Firman menyenggol tangan ku, hingga membuat sendok ku jatuh ke lantai.
“Set.. dah….. kenapa sih man bahagia amat ngerjain aku kaya nya ya?” saut ku yang sedikit kesal.
“eh maaf-maaf, itu tuh liat murid pindahan yang tadi aku omongin”. ucap firman sambil menunjuk.
“yang mana sih?” ucap ku yang mencari-cari keberadaan murid itu.
“ itu yang pake baju putih trus pake tas merah”. ucap nya.
Sesaat aku memandangi nya, nafas ku sejenak berhenti. Seperti yang di katakan oleh Firman bahwa mahasiswi pindahan memang sangat cantik, Rambut nya yang hanya sampai di pundak nya dan mata besar nya, membuat ku tidak dapat memalingkan pandangan ku dari nya, jujur saja ini melebihi ekspektasi ku sebelum nya tentang penampilan nya.
“gimana? Masih mau ngelak? Ucap firman dengan nada meledek.
“E..Enggak emang nya siapa yang ngelak”. saut ku.
“ya abis nya pas di kelas, kamu kaya nya cuek gitu” saut nya.
“eh tapi dia kaya nya ke bingungan, kaya nya dia kebingungan karna ga dapet tempat duduk”. ucap ku.
“ aku punya ide Rom” ucap nya,
“eh tunggu jangan bilang --”
Belum ku sempat selesai bicara, Firman sudah memulai ide gila nya.
“ HEI… di sini aja lagi kosong”. ucap FIrman yang mencoba memanggil murid pindahan itu.
“oeeee…. hadehhh”. ucap ku sambil menundukan kepala.
Jujur saja, aku ini tipe orang yang akan sangat gugup ketika melihat ataupun berbicara dengan wanita yang melebihi batas wajar ekspektasi ku.
“tuh Rom dia beneran mau kesini”. ucap FIrman
“bodo amat” saut ku..
Spoiler for INDEX EPISODE:
Pengenalan Seluruh Tokoh Penting
PART 2 : Senyuman
PART 3 : Yuki
PART 4 : Karna Kau Adalah
PART 5 : Jangan MATI Sebelum
PART 6 : Maaf
PART 7 : Seekor Burung Yang Kesepian
PART 8 : Jelangkung Silang?
PART 9 : Kau Tetap Sahabat Ku
PART 10 : Pengendali Jin?
PART 11 : Pertama Kali Menjumpainya
PART 11.2 : Terimakasih
PART 11.3 : Seorang Pria
PART 11.4 : No Tittle
PART 12 : Kepalamu Adalah Tujuanku
PART 13 : Dia Sudah Datang
PART 14 : Kebenaran
PART 15 : Runtuhnya 100 Tahun Kejayaan
PART 16 : Andreana Yuko
PART 17 : Perebutan Kursi
PART 18 : Masa Lalu Firman
PART 19 : Sejarah William Family
PART 20 : Manusia Paling Di Takuti
PART 21 : 4 Iblis Terkuat
PART 22 : Pertarungan 2 Era Berbeda
PART 23 : Ketua Baru
PART 24 : Awal Perjalanan Seorang Pahlawan
PART 25 : Team Asura
PART 26 : Tujuan Asura
PART 27 : Pencarian Ziz
PART 28 : Perpisahan 3 Sahabat
PART 29 : Pesta Akan Di Mulai
PART 30 : Alasan Asura Sebenarnya
PART 31 : Permintaan Terakhir
PART 32 : Seorang Aktor Terbaik
PART 33 : Pertemuan Yang Sudah Di Takdirkan
PART 34 : Arab Kuno dan Aksara Jawa
PART 35 : Keabadian Palsu
PART 36 : Permintaan Maaf
PART 37 : Kenyataan
PART 38 : Persiapan
PART 39 : Sawang Kabut
PART 39.2 : Sawang Kabut Part 2
Part 39.3 : Sawang Kabut Last Part
PART 40 : Kontrak Bahemoth
PART 41 : Welcome Home
PART 42 : Pertukaran
PART 43 : 3 Pohon Kembar
PART 44 : Pengkhianatan
PART 45 : Efek Samping Pengisian
PART 46 : Tim Inti?
PART 47 : Tujuan Danil
PART 48 : Baik & Buruk
PART 49 : Keputusasaan Leo
PART 50 : Sebuah Kenyataan
PART 51 : Simbol Leviathan
PART 52 : Kesenjangan
PART 53 : ANYER Chapter 1
PART 54 : ANYER Chapter 2
PART 2 : Senyuman
PART 3 : Yuki
PART 4 : Karna Kau Adalah
PART 5 : Jangan MATI Sebelum
PART 6 : Maaf
PART 7 : Seekor Burung Yang Kesepian
PART 8 : Jelangkung Silang?
PART 9 : Kau Tetap Sahabat Ku
PART 10 : Pengendali Jin?
PART 11 : Pertama Kali Menjumpainya
PART 11.2 : Terimakasih
PART 11.3 : Seorang Pria
PART 11.4 : No Tittle
PART 12 : Kepalamu Adalah Tujuanku
PART 13 : Dia Sudah Datang
PART 14 : Kebenaran
PART 15 : Runtuhnya 100 Tahun Kejayaan
PART 16 : Andreana Yuko
PART 17 : Perebutan Kursi
PART 18 : Masa Lalu Firman
PART 19 : Sejarah William Family
PART 20 : Manusia Paling Di Takuti
PART 21 : 4 Iblis Terkuat
PART 22 : Pertarungan 2 Era Berbeda
PART 23 : Ketua Baru
PART 24 : Awal Perjalanan Seorang Pahlawan
PART 25 : Team Asura
PART 26 : Tujuan Asura
PART 27 : Pencarian Ziz
PART 28 : Perpisahan 3 Sahabat
PART 29 : Pesta Akan Di Mulai
PART 30 : Alasan Asura Sebenarnya
PART 31 : Permintaan Terakhir
PART 32 : Seorang Aktor Terbaik
PART 33 : Pertemuan Yang Sudah Di Takdirkan
PART 34 : Arab Kuno dan Aksara Jawa
PART 35 : Keabadian Palsu
PART 36 : Permintaan Maaf
PART 37 : Kenyataan
PART 38 : Persiapan
PART 39 : Sawang Kabut
PART 39.2 : Sawang Kabut Part 2
Part 39.3 : Sawang Kabut Last Part
PART 40 : Kontrak Bahemoth
PART 41 : Welcome Home
PART 42 : Pertukaran
PART 43 : 3 Pohon Kembar
PART 44 : Pengkhianatan
PART 45 : Efek Samping Pengisian
PART 46 : Tim Inti?
PART 47 : Tujuan Danil
PART 48 : Baik & Buruk
PART 49 : Keputusasaan Leo
PART 50 : Sebuah Kenyataan
PART 51 : Simbol Leviathan
PART 52 : Kesenjangan
PART 53 : ANYER Chapter 1
PART 54 : ANYER Chapter 2
Jangan Lupa Comment,Share Dan 

Diubah oleh theperegrinefal 03-01-2019 19:27
fhy544 dan 46 lainnya memberi reputasi
43
401.8K
Kutip
1.5K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
theperegrinefal
#458
Quote:
PART 33 : Pertemuan yang sudah di takdirkan
Dalam Part ini saya akan mengambil sudut pandang dari Asura
“Si..siapa kau sebenar nya”. ucap ku yang sedang tersungkur di tanah dengan mulut ku mengeluarkan darah.
“siapa orang ini sebenar nya, kekuatan nya setara dengan Evran… tidak… mungkin lebih”. ucap Astaroth yang sudah sangat kelelahan.
Aku sedang berada di Alam Ghaib, dan Alfian,Ryo lalu Pedik sedang bersama ku. Kami sedang dalam kondisi begitu terdesak sekarang, bahkan bisa bilang kami ber empat bisa saja mati kapan pun di tangan seorang pria yang berada di hadapan kami.
“Ryo… kita mulai”. ucap ku dengan nafas sedikit tersendak.
“Tapi Asura.. jika di teruskan maka kau akan….”. jawab Ryo yang juga sudah sangat kelelahan.
“Kita tidak punya pilihan lagi Ryo, atau kita akan berakhir di sini… Alfian, kau urus saja Pedik, dan bawa dia menjauh dari sini”. ucap ku dengan nada tinggi.
“Cih….. mengapa ini bisa terjadi”. jawab alfian yang langsung menggendong pedik yang sudah tidak sadarkan diri.
“Ayo Ryo..Astaroth…. kita selesaikan di sini”. ajak ku yang mencoba untuk berdiri, walaupun sudah sangat sulit untuk ku.
“Tentu saja Asura…”. jawab Ryo yang juga sudah kesulitan untuk berdiri dengan menghunuskan katana milik nya.
.
.
.
.
1 Hari sebelum nya
Kami sudah berada di China, tepat nya di kota Guanzhou selama 5 hari… Namun kami masih belum menemukan jejak Ziz sampai saat ini. Terbesit di fikiran ku bahwa kami memang hanya membuang-buang waktu kami di sini. Sampai pada akhir nya, kami menemukan sebuah petunjuk.yang menuntun kami kepada Ziz.
“OI SEMUA KESINI”. teriak Ryo yang sedang berada di depan laptop.
“kenapa? Nemu sesuatu”. tanya ku penasaran.
“Lihat nih”. jawab nya dengan percaya diri.
“hah? Ada apa emang nya?”. tanya ku bingung.
“Begini nih, kalo gak lulus SMA”. ledek Ryo.
“wesss enak aja, SMA mah lulus, cuma gak kuliah haha”. jawab ku dengan tawa.
“Yaudah sini biar aku jelasin, jadi sejak pertama kali datang ke china aku melakukan sebuah sayembara di sebuah situs spiritual di china, bagi siapapun yang menemukan jin dengan bentuk seperti burung berukuran besar dan memiliki 8 sayap. Akan ku berikan uang sebesar $ 10.000. keren kan?”. ucap ryo dengan percaya diri nya.
“Trus trus gimana?”. tanya ku kembali.
“ada orang yang mengaku mengetahui sosok jin tersebut, dan ia ingin kita untuk bertemu dengan nya malam ini pukul 8”. ucap nya santai.
Karna sekarang masih sore, kami ber empat memutuskan untuk menghabiskan waktu dengan bermain PS yang di beli oleh Ryo kemarin. Sudah 5 hari kami di sini, dan kami mulai mengenal pribadi masing-masing… seperti Pedik yang mudah untuk tertidur, Lalu Alfian tipe orang pemikir yang lebih banyak menghabiskan waktu nya di depan teras sambil merokok, dan terakhir Ryo… anak ini ternyata hanya menghabiskan 2 sampai 3 jam untuk tidur, ia lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer. Dan bagaimana aku? Biar lah itu menjadi sebuah rahasia hahaha.
“Eh tunggu…. Asura kamu curang ya, perasaan tadi skor nya 87 deh, ko jadi 98 sekarang.. padahal kamu ga dapet shoot dari tadi”. ucap pedik dengan menunjuk ku kesal.
Aku pun hanya bersiul dan pura-pura tidak mendengar nya.
“heh? Kamu beneran bisa ngerubah skor di game Asura? Serius?”. tanya ryo dengan wajah yang sangat penasaran, Sedangkan Alfian yang sudah mengetahui ku lebih jauh hanya tertawa melihat mereka berdua.
“ada deh… dah yuk, dah jam setengah 8 nih”. ucap ku yang langsung berdiri dan memakai jaket dan sebuah syal.
“najis”. ucap singkat Pedik yang kesal.
Lalu kami berempat pun pergi menuju cafe yang tidak jauh dari hotel kami, untuk bertemu dengan pria yang mengaku mengetahui informasi tentang Ziz. Sekitar 20 menit berjalan kaki, kami pun sampai di depan cafe.
“Orang nya yang mana Ryo?”. tanya Alfian.
“dia bilang, dia make sweater hitam, celana jeans putih dengan syal putih trusss….. eh… ko aku di tinggal”. ucap Ryo yang belum selesai, namun kami sudah meninggalkan nya. Karna kami sudah menemukan orang tersebut sedang duduk di sebuah meja dengan ciri-ciri mirip seperti yang di katakan Ryo.
Lalu kami pun berjalan ke arah nya, namun…. tiba-tiba kami ber empat kompak terhenti sejenak.
“Tunggu…. Asura kamu bisa bahasa china kan?”. tanya pedik.
“Enggak lah, dari mana aku belajar mandarin”. jawab ku.
“Berarti Ryo bisa nih….”. ucap pedik yang mulai panik.
“hehehe”. tawa Ryo sambil mengelus kepala belakang.
“HA HE HA HE….. bisa gak kamu?”. tanya pedik memastikan.
“hehe gak”. ucap ryo dengan tawa kecil.
“jangan tanya aku ya pedik”. ucap Alfian santai
“mampus… terus gimana”. ucap pedik panik
“oia aku ga mikirin sampe situ”. ucap ku yang baru sadar.
“A…SU….RA…..”. teriak pedik kesal.
“hehehe”. tawa ku sambil mengelus belakang kepala.
“tenang pedik… dia kan bisa bahasa inggris”. tepuk ryo yang langsung berjalan ke arah pria itu.
“KENAPA GAK BILANG DARI TADI KAMPRETT”. teriak pedik yang makin kesal.
Lalu kami pun langsung duduk di meja yang sama dengan pria dengan ciri-ciri sesuai yang di sampaikan oleh Ryo. Terlihat orang itu pun bingung melihat kami berempat duduk di tempat nya, mungkin karna dia belum tau bahwa kami orang yang ia tunggu.
“Hai… kamu yang dari forum itu kan?”. ucap Ryo kepada pria tersebut memakai bahasa inggris.
“你是谁?(kalian siapa) “ ucap nya menggunakan bahasa china.
“heh? Kamu bisa bahasa inggris kan?”. tanya ryo kembali.
Ia pun masih terlihat bingung dengan ucapan Ryo, dan kami pun juga jadi ikut bingung.
“coba tanya lagi Ryo.. mungkin dia pura-pura, soal nya ini kan informasi rahasia”. ucap ku so tau.
“burung dengan delapan sayap”. ucap ku yang mencoba menginatkan nya.
“我不明白你在说什么,你是谁?(aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan, lagi pula kalian ini siapa?)”. ucap nya yang kembali memakai bahasa mandarin.
Lalu tidak lama ada seorang perempuan datang dan menghampiri pria yang ada di depan kami ini.
“他们是谁?你的朋友?(mereka siapa? teman mu?)”. ucap waita itu
“不知道,他们突然坐在这张桌子旁边 (tidak tau, tiba-tiba saja mereka duduk di meja ini)”. jawab pria itu.
“eh Ryo..kita kaya nya salah orang deh”.bisik ku.
“coba aku liat ciri-ciri nya dia lagi, sebentar……. sweater hitam benar, jeans putih juga benar, dan syal putih juga bener….. heh?…. dia bilang make topi warna abu-abu”. ucap nya kaget.
Lalu kami bertiga pun langsung berdiri meninggalkan Ryo, karna tidak ingin merasa malu lebih jauh lagi.
“hei tunggu… bukankah kalian yang main gitu aja ninggalin aku pas lagi ngasih tau ciri-ciri pria yang pengen kita temuin”. ucap Ryo kesal.
“nah tuh dia yang make topi abu-abu, jaket hitam, jeans putih dan syal putih”. ucap ku yang enggan menanggapi ucapan Ryo.
Aku melihat seorang pria dengan ciri-ciri yang sama seseuai yang di deskripsikan oleh Ryo, dan kali ini kami tidak mungkin salah lagi, karna pria ini satu-satu nya yang memiliki ciri khas yang sama dengan yang di aktakan oleh Ryo.
Setelah sampai di depan nya, kami ber empat tidak langsung duduk seperti sebelum nya, melainkan kami mencoba untuk memperhatikan raut wajah nya. Jika ia terlihat bingung berarti kami salah orang lagi dan itu akan sangat memalukan. Namun setelah kami perhatikan raut wajah nya tidak seperti orang yang bingung setelah melihat kami berempat, dan kami pun langsung duduk di meja yang sama dengan nya.
Kami pun berbicara dengan nya, dia mengatakan bahwa ia memiliki pengelihatan spesial yang dapat melihat hantu tanpa bantuan apa pun, kami pun sempet mengetes dia hanya sekedar untuk meyakinkan kami bahwa ia tidak sedang berbohong, seperti mendeskripsikan wujud hantu yang berada di jalan, di dalam restorant. Dan ia pun bisa mendiskripsikan nya dengan benar, dan sekarang kami pun sudah yakin bahwa yang akan ia katakan tidaklah bohong.
Lalu ia mengatakan kepada kami, bahwa ia pernah melihat burung ini namun ia tidak melihat dalam ukurang besar, melainkan burung dengan ciri-ciri yang sama tapi dengan ukurang kecil atau sebesar burung pada umum nya. Dan ketika ia meliaht nya ia mengatakan burung tersebut sedang berdiri di bahu seorang pria. Aku pun cukup kaget dengan yang ia katakan, aku kaget bukan karna ia bohong, jin bisa saja merubah ukuran sesuka hati nya, tapi yang membuat ku kaget ialah Ziz seperti nya sudah berada di tangan seseorang.
“Bagaimana menurut mu Asura? Apakah kita bisa mempercayai orang ini”. tanya Alfian.
“ya.. yang ia katakan kemungkinan besar benar”. jawab ku dengan raut wajah serius.
Lalu informan tersebut ternyata juga mempunyai foto pria yang ia maksud tersebut. Setelah melihat foto tersebut Ryo langsung mengajak kami pulang ke hotel karna ia ingin menyelidiki siapa pria ini. Sekitar 10 menit kami berlari, kami pun sampai di hotel, karna kami memang sudah tidak sabar ingin mengetahui informasi lebih lanjut tentang sosok pria di foto ini.
Ryo pun langsung membuka laptop nya dan terlihat sangat sibuk, berjam-jam kami menunggu nya, namun masih belum juga ada perkembangan dari nya.
“AKU DAPAT…”. teriak Ryo yang mengagetkan kami bertiga.
“Siapa pria itu?’. tanya ku yang langsung berlari ke arah nya.
“Pria ini bernama Kevin *******”. ucap Ryo sambil memperlihatkan layar laptop nya kepada kami.
“Kevin…. kita akan mulai mencari nya besok”. ucap ku yang sedang serius menatap ke arah layar.
“Tentu saja”. jawab Alfian dengan raut wajah serius.
Diubah oleh theperegrinefal 10-12-2017 20:40
ITCandisari dan 5 lainnya memberi reputasi
4
Kutip
Balas