- Beranda
- Stories from the Heart
My Wife Become Idol
...
TS
rienoir
My Wife Become Idol
Halo apa kabar kaskuser. Lagi nyantai-nyantai ane jadi pingin nulis karya orisinil pertama ane setelah sebelumnya menulis beberapa fanfic. Dalam fiksi ini saya menantang diri saya untuk membuat cerita dengan latar belakang yang membosankan yang dibumbui kejadian supranatural, sebuah kisah tanpa banyak drama dan plot berbelit namun tetap bisa dinikmati pembaca. Doakan saya supaya berhasil dalam menulisnya cerita ini, mohon dukungan para pembaca juga untuk tidak menjadi Silent Reader agar saya dapat menilai kinerja saya melalui respon kalian.
Cerita ini hanyalah fiksi belaka, kesamaan nama maupun kejadian mungkin hanya kebetulan meski ada beberapa yang terinspirasi, serta illustrasi yang diberikan hanya untuk memberikan gambaran saja. Silahkan dinikmati dan tolong saya jangan dibully.
Judul : My Wife Become Idol
Genre : Romance, Comedy
Rating : 18+

PROLOG
Namaku Janiel Tjioekarsa, seorang pria normal berusia 36 Tahun. Kehidupanku berjalan sangat indah dan nyaman, memiliki penghasilan menarik, punya waktu yang fleksibel, dan aku memiliki seorang istri yang sangat kucintai bernama Graciella Angelim. Wanita cantik berpipi tembam yang kutetapkan sebagai pendamping hidupku sepuluh tahun yang lalu ketika usianya masih dua puluh dua Tahun.
Kehidupan pernikahan kami sangat indah, meski belum dikaruniakan keturunan kami tetap bisa menikmati kehidupan pernikahan kami dengan bahagia. Tetapi semua hal tersebut berubah dalam satu malam ketika dia berubah menjadi seorang idol.
Cerita ini hanyalah fiksi belaka, kesamaan nama maupun kejadian mungkin hanya kebetulan meski ada beberapa yang terinspirasi, serta illustrasi yang diberikan hanya untuk memberikan gambaran saja. Silahkan dinikmati dan tolong saya jangan dibully.
Judul : My Wife Become Idol
Genre : Romance, Comedy
Rating : 18+

Spoiler for "index":
Quote:
PROLOG
Namaku Janiel Tjioekarsa, seorang pria normal berusia 36 Tahun. Kehidupanku berjalan sangat indah dan nyaman, memiliki penghasilan menarik, punya waktu yang fleksibel, dan aku memiliki seorang istri yang sangat kucintai bernama Graciella Angelim. Wanita cantik berpipi tembam yang kutetapkan sebagai pendamping hidupku sepuluh tahun yang lalu ketika usianya masih dua puluh dua Tahun.
Kehidupan pernikahan kami sangat indah, meski belum dikaruniakan keturunan kami tetap bisa menikmati kehidupan pernikahan kami dengan bahagia. Tetapi semua hal tersebut berubah dalam satu malam ketika dia berubah menjadi seorang idol.
Diubah oleh rienoir 30-10-2024 13:22
bukhorigan dan 3 lainnya memberi reputasi
4
812
Kutip
13
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rienoir
#4
Chapter 2 - Prison Break
Spoiler for "":
Quote:
Original Posted By "mulustrasi"

Seorang yang belum lama ini aku temui untuk menjalin hubungan kerja sama bisnis yang aku undang dari negerinya yang jauh diutara sana. Seorang idol muda dengan postur yang sangat menarik serta senyum menawan yang dapat membuat pria kesepian terbuai dalam hanyutan imajinasi liar yang diciptakan oleh insting.
Gadis itu memberikan tubuhnya untuk memuaskan hasrat seksual yang tercipta ketika sebuah mimpi yang tidak dapat diatur membangkitkan semangat tongkat bodoh diantara kedua kaki. Mengangkat badannya naik dan turun, memberikan sensasi dengan kenikmatan tiada tara sehingga membangkitkan kesadaranku.
Membayangkan hal seperti ini saja tidak pernah, tetapi mimpi itu menjadi kenyataan sehingga akupun terpaksa untuk menghentikan aktivitas terlarang tersebut. Tidak ada kata terlambat sebelum terbuai lebih dalam kedalam jerat yang disebut ketidak setiaan, aku mengeluarkan tongkat bodoh yang bersembunyi didalam tubuhnya menyisakan perasaan tanggung yang membuatnya merasa sebal.
Keributan pada malam itu terjadi disertai berbagai macam kejanggalan-kejanggalan yang coba aku pecahkan dengan akal sehat dimana segala ketidak masuk akalan yang menjadi realita. Dengan segenap akal budi yang tersisa akupun mulai menggunakan logika untuk memetakan setiap kejanggalan yang terjadi dan mengelompokannya berdasarkan fakta yang ada.
Kejanggalan pertama, Katarina adalah orang asli korea dan satu-satunya bahasa indonesia yang bisa dia ucapkan adalah "terima kasih.". Kejanggalan kedua adalah kamar ini terkunci hanya ada aku dan istriku, tetapi istriku kini tidak kutemukan dimana-mana. Lalu kejanggalan ketiga dan terakhir adalah, dia bisa membuka pin keamanan dari HP pribadi milik Graciella dalam sekali coba setelah beberapa kali gagal menggunakan akses biometric.
Aku ragu dengan keadaan ini, melihatnya yang tidak bisa berhenti melotot dengan mulut terbuka sembari menutupi tubuhnya dengan selimut diatas kasur. "Graciella." Aku memanggil wanita yang memiliki penampilan identik dengan Katarina. Dia menoleh kearahku dengan wajah yang tidak percaya.
"Aku tidak bermimpi kan." Ujarnya dengan aksen dan intonasi khas yang dia miliki. Benar istriku berubah wujud dan penampilan menjadi seorang Idol kelas dunia, meskipun suara dan bentuknya berubah ada beberapa kebiasaan yang tidak berubah terutama saat dia mengetuk pelipis kepala menggunakan jari telunjuk dan jari tengah tangan kanannya secara bergantian. Hal yang dilakukan hanya ketika dia sedang berpikir keras atau sedang panik, dan akupun mencoba menenangkan dirinya dan mendekati sosok asing namun tidak asing juga.
Dia bangkit berdiri dari kasur sehingga membuat selimut yang menutupinya terkulai kelantai, memperlihatkan kemolekan tubuh Katarina yang sangat mendekati kesempurnaan. Terkejut aku segera memalingkan wajahku, dia memang istriku tetapi tampilannya tidak seperti istriku. "Astaga tubuh ini indah sekali." Ujarnya sambil memuji kecantikan yang terpantul dari bayangan cermin. "Apakah dadanya asli? Tubuhnya kurus tapi dadanya berisi dan padat." Ujarnya sambil meraba dan meremas dada miliknya dan mengecek apakah ditemukan bekas operasi pada dadanya. "Wah asli ternyata, bagaimana ya dia bisa mendapatkan tubuh ideal seperti ini. Hidungnya ada filler gak ya? Matanya apa pernah dibentuk? Astaga semuanya asli!" Ujarnya sambil terus menginspeksi penampilan barunya.
Ketika dia selesai melakukan hal tersebut dia berpaling kearahku tanpa busana dan memanggilku. "Oppa.." aku mendengar tetapi tidak berani menoleh kearahnya. "Oppa jadi lebih nikmat bercinta dengan aku yang kemarin atau aku yang sekarang?"
"Apakah itu penting sekarang?!" Ujarku sambil berteriak kesal. Biasanya aku tidak marah kepadanya seperti ini jika dia menggodaku, tetapi kali ini aku sangat kesal pada diriku sendiri dan aku juga kesal melihat wanita yang kucintai mengalami perubahan drastis dalam sekejap.
"Ih kan cuma tanya sewot banget. Soalnya tadi perih banget pas awal-awal tidak seperti biasanya. Aku tidak terlalu memikirkannya sejak awal, tetapi rasanya kalau diingat-ingat seperti pas pertama kali berhubungan intim."
Aku Janiel Tjioekarsa memang layak dipanggil dengan sebutan jancuk. Entah ini bisa disebut anugerah atau musibah, aku melepas keperawanan istriku sebanyak dua kali. "Tolong hentikan pertanyaan yang aneh-aneh, aku sekarang sedang bingung dengan apa yang sedang terjadi, dan aku masih belum bisa terima kenyataan istriku berubah wujud dalam sekejap."
"Tapi kalau kondisi kita dibalik dimana oppa berubah jadi Dong Lee Wok sih aku pasti sangat beryukur." Entah kenapa hatiku terasa sakit seperti ada benda tajam menyayatnya. Tapi disatu sisi terbesit didalam pikiranku bagaimana keadaan Katarina yang asli. Apakah mungkin tubuh mereka tertukar seperti yang di film-film, dan untuk menemukan jalan keluarnya aku harus menghadap sosok wanita tidak bersalah yang telah kurenggut keperawanannya tanpa persetujuan.
Tubuhku terasa lemas sehingga aku terduduk dilantai, tidak kusadari airmataku mengalir bukan karena perkataan istriku saja, tetapi segala kekacauan yang terjadi serta pikiran-pikiran menyesatkan terbesit didalam kepala sehingga logikaku berhenti bekerja. Melihatku yang sedang terisak menangis dia menghampiriku dan mencoba menghibur dengan menggunakan tubuh barunya, tetapi aku menangis semakin kuat karena mengingat perjalanan pelayaran ini akan berlangsung selama tiga bulan, dan masih ada sembilan puluh hari kedepan yang harus kita lalui bersama dengan segala ketidak normalan ini. Mengingat hal tersebut Graciella baru tersadar membuatnya mengetuk pelipisnya kembali dengan dua jari.
"Aku tidak bisa berpikir karena lapar..." ujarnya disertai suara perut yang keroncongan. "Oppa ayu kita sarapan dulu."
"Tunggulah disini, aku akan keluar mengambilkan makanan untukmu."
"Aku mau ikut, kan kita sedang berlibur kenapa tidak boleh aku keluar juga menikmati fasilitas yang tersedia?" Protesnya kepadaku.
"Katarina adalah sosok yang populer semua orang akan mengenalimu. Lagipula jika orang melihat dia berjalan dengan pria dewasa yang sudah beristri akan merusak opini publik dan kariernya akan terancam."
"Oh jadi kamu sebegitu melindungi dia ya, idol yang bahkan kamu tidak kenal." Balasnya dengan nada tinggi.
Mendengarnya aku menjadi semakin kesal, aku jarang sekali marah kepada istriku tetapi kali ini sifatnya terasa begitu kekanakan dan tidak bisa membaca situasi sama sekali. "Bukan cuma itu, Katarina juga menjadi brand ambasador produk perusahaanku. Dalam sekejap gosip akan beredar, lalu aku juga akan menjadi gosip panas dikantormu."
Mendengar perkataan tersebut seolah-olah cahaya mencerahkan isi kepalanya dan dia kembali berpikir keras sambil mengetuk pelipisnya dengan dua jari. "Hmm, dengan penampilan seperti ini aku juga tidak bisa bekerja. Bagaimana jika keadaan tidak kembali. Akan kukatakan aku menjalani operasi plastik saja kali ya."
"Wajah mungkin bisa diubah, tetapi bentuk badan tidak." Ujarku sambil menunjuk kearah tubuhnya dan memberikan perbandingan dengan foto dirinya yang asli. "Kau paham kan sekarang, untuk tiga bulan kedepan kau harus bersembunyi disini."
"Apa!" Serunya dengan keras.
"Selain itu kau juga akan tidur sendiri disini. Aku akan bernegosiasi dengan administrasi untuk mendapatkan kamar baru untuk diriku." Aku menambahkan membagikan ketidaknyamanan yang kurasakan saat ini kepada istriku sendiri. Dia memang milikku tetapi rasanya tidak layak untuk kumiliki.
"Apa!" Serunya lagi untuk kedua kalinya.
Akupun menangisi akibat keadaan berat ini dihadapannya sambil berkata "aku mencintaimu Graciella, aku tidak pernah selingkuh dan selalu setia kepadamu. Tetapi ketika tubuh itu menggauliku, aku merasa jijik pada diriku sendiri dan merasa bersalah kepadamu. Kau tetaplah Graciella yang kukenal, tetapi rasanya aku tidak bisa menyentuhmu lagi sampai keadaan kembali seperti semula." Dengan menggunakan lengan aku menyeka air mata yang mengalir, dan kulihat dirinya juga terlihat sedang menahan bendungan airmata.
Sosok yang sedang menangis itu adalah wanita yang tidak pernah kulihat menangis dihadapanku sebelumnya, tetapi melihatnya menangis membuatku merasakan keresahan yang sama. Aku bisa dan mampu untuk menghiburnya, tetapi ada batasan yang menghentikan tindakan tersebut. "Anggap saja aku sedang evolusi seperti pokemon atau digimon, kita kan sedang berlibur kenapa aku merasa seperti sedang dipenjara." Dia mewek disertai linangan air mata mengambek guling-gulingan diatas kasur.
Dia sukses mengocok-ngocok perasaanku dengan sikapnya sehingga rasa iba yang sebelumnya muncul hilang dalam sekejap. "Ya ya kau boleh keluar. Nanti aku akan carikan barang-barang untuk menyamarkan penampilanmu. Lagipula baju yang kau persiapkan untuk perjalanan ini tidak akan ada yang bisa digunakan. Jadi tunggu disini dan biar aku berbelanja."
"Sungguh? Kau kan sangat buruk dalam memilih busana."
"Jangan banyak protes, tunggu disini dan jangan kemana-mana." Ujarku sambil membanting pintu dan pergi berbelanja. Topi, kacamata hitam, masker, dan baju serta celana oversize, kira-kira hal itu yang mungkin menyamarkan penampilannya maka aku pergi membelinya di outlet yang tersedia didalam kapal pesiar dan segera membawanya kembali kedalam kamar.
"Kau lupa bra dan celana dalam." Ujarnya yang sedang duduk diatas kasur mengenakan baju milikku sambil mengemil pastry yang kubawakan untuknya.
"Berapa ukurannya?" Aku bertanya tetapi terlihat istriku kesulitan untuk menjawabnya. Dia menarik kedua tanganku dan meletakkannya tepat diatas dadanya yang besar, ukuran yang tidak dapat dibandingkan dengan tubuh asli miliknya. Hal tersebut mengejutkanku membuatku merasa dipermainkan olehnya.
"Pokoknya segitu, ingat yah. Lebih besar daripada cengkraman tanganmu ingat, lingkarnya sekitar tiga jengkal lebih sedikit." Sahutnya sebelum pintu kamar aku tutup.
Perlengkapan sudah kubawa dan kini dia menggunakan semua yang kubelikan. Untuk mempermudah pilihan warna sengaja aku membeli semuanya yang berwarna hitam, dan ketika dia selesai mengenakan semuanya, kini Graciella semakin terlihat begitu menawan karena aura bintang dari Katarina yang ada pada dirinya terlihat begitu bersinar menyilaukan mata.
Quote:
Original Posted By "mulustrasi"

"Kacamata merk ini kan pernah diendorse oleh Katarina, lalu style oversized juga pernah dipakai olehnya saat fan meeting di jepang. Lalu kau membeli topi dengan merk yang bekerjasama dengan group band mereka, apa kau diam-diam menguntit Katarina?"
Kepalaku menjadi mau pecah dibuatnya lalu akupun pergi membeli beberapa barang secara acak agar dia bisa memadukannya sendiri. Ketika barang-barang tersebut dikombinasikan, Graciella terlihat kagum kepada penampilannya didepan cermin dan terus-menerus memuji dirinya sendiri sambil menggonta-ganti pakaian serta aksesorisnya. "Luar biasa, pakai apa saja langsung terlihat bagus dan berkelas. Padahal kombinasi warnanya sudah tabrakan, lalu antara aksesoris dan outfit tidak nyambung tetapi dibadan ini semua terasa cocok." Aura bintangnya kembali menyala sehingga rasa silau membuat mataku sakit sampai mengeluarkan airmata.
Quote:
Original Posted By "mulustrasi"

"Terakhir kita pangkas sedikit rambutmu." Ujarku mengambil sebuah gunting.
Melihat gunting pada tanganku, Graciella terkejut dan melompat menghindar dengan kedua tangannya mencoba menahanku. "Tunggu tunggu, nanti kalau jadi jelek gimana aku kan malu untuk keluar?"
"Wah ide bagus juga tuh." Aku membalasnya dan mengejarnya sambil bercanda tawa, membuatnya kabur menjauhiku sembari memegangi kepalanya. Segera langkah cepat kuambil untuk menangkapnya, Graciella yang kukenal tidak pernah segesit dan selincah ini, lalu staminanya juga sangat kuat sehingga membuatku mulai kehabisan nafas mengejarnya. Aku mengulurkan tangan menangkap rambutnya yang terurai diudara, cengkramanku berhasil menarik rambutnya dan dengan segera memposisikan gunting untuk memangkas rambutnya yang panjang.
Dia berteriak kesakitan karena terjambak sehingga aku mengendurkan kekuatan cengkraman karena tidak ingin melukai wanita yang kucintai. dia meluruskan tangannya menggapai kepalaku, lalu menjambaknya dengan keras dan memerintahku untuk melepaskan rambutnya. Wujud Graciella yang kukenal terpampang dibalik wajah lain dihadapanku, maka segera aku melepaskan dirinya dan menyerahkan gunting tersebut kepadanya. Dia menarik rambutnya yang panjang dan menguncirnya membentuk pola ekor kuda, lalu memotong helaian panjang tersebut dan memangkasnya samapai pendek. "Luar biasa potong asal-asalan saja masih tetap cantik. gimana cantik gak?" Ujarnya kepadaku.
Tanpa makeup dan rambutnya masih berantakan tanpa alur potongan yang jelas, namun kecantikan Graciella yang terhalang oleh kecantikan mutlak Katarina membuatku terpana sampai detak jantungku berdetak kencang. Akupun memujinya sesuai isi hatiku "cantik, cantik sekali." Lalu dia menghampiri dan mencubit dadaku dengan keras.
PREV CHAPTER
NEXT CHAPTER
Diubah oleh rienoir 17-10-2024 14:12
putinpurchinov dan regmekujo memberi reputasi
2
Kutip
Balas