- Beranda
- Stories from the Heart
My Wife Become Idol
...
TS
rienoir
My Wife Become Idol
Halo apa kabar kaskuser. Lagi nyantai-nyantai ane jadi pingin nulis karya orisinil pertama ane setelah sebelumnya menulis beberapa fanfic. Dalam fiksi ini saya menantang diri saya untuk membuat cerita dengan latar belakang yang membosankan yang dibumbui kejadian supranatural, sebuah kisah tanpa banyak drama dan plot berbelit namun tetap bisa dinikmati pembaca. Doakan saya supaya berhasil dalam menulisnya cerita ini, mohon dukungan para pembaca juga untuk tidak menjadi Silent Reader agar saya dapat menilai kinerja saya melalui respon kalian.
Cerita ini hanyalah fiksi belaka, kesamaan nama maupun kejadian mungkin hanya kebetulan meski ada beberapa yang terinspirasi, serta illustrasi yang diberikan hanya untuk memberikan gambaran saja. Silahkan dinikmati dan tolong saya jangan dibully.
Judul : My Wife Become Idol
Genre : Romance, Comedy
Rating : 18+

PROLOG
Namaku Janiel Tjioekarsa, seorang pria normal berusia 36 Tahun. Kehidupanku berjalan sangat indah dan nyaman, memiliki penghasilan menarik, punya waktu yang fleksibel, dan aku memiliki seorang istri yang sangat kucintai bernama Graciella Angelim. Wanita cantik berpipi tembam yang kutetapkan sebagai pendamping hidupku sepuluh tahun yang lalu ketika usianya masih dua puluh dua Tahun.
Kehidupan pernikahan kami sangat indah, meski belum dikaruniakan keturunan kami tetap bisa menikmati kehidupan pernikahan kami dengan bahagia. Tetapi semua hal tersebut berubah dalam satu malam ketika dia berubah menjadi seorang idol.
Cerita ini hanyalah fiksi belaka, kesamaan nama maupun kejadian mungkin hanya kebetulan meski ada beberapa yang terinspirasi, serta illustrasi yang diberikan hanya untuk memberikan gambaran saja. Silahkan dinikmati dan tolong saya jangan dibully.
Judul : My Wife Become Idol
Genre : Romance, Comedy
Rating : 18+

Spoiler for "index":
Quote:
PROLOG
Namaku Janiel Tjioekarsa, seorang pria normal berusia 36 Tahun. Kehidupanku berjalan sangat indah dan nyaman, memiliki penghasilan menarik, punya waktu yang fleksibel, dan aku memiliki seorang istri yang sangat kucintai bernama Graciella Angelim. Wanita cantik berpipi tembam yang kutetapkan sebagai pendamping hidupku sepuluh tahun yang lalu ketika usianya masih dua puluh dua Tahun.
Kehidupan pernikahan kami sangat indah, meski belum dikaruniakan keturunan kami tetap bisa menikmati kehidupan pernikahan kami dengan bahagia. Tetapi semua hal tersebut berubah dalam satu malam ketika dia berubah menjadi seorang idol.
Diubah oleh rienoir 30-10-2024 13:22
bukhorigan dan 3 lainnya memberi reputasi
4
812
Kutip
13
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rienoir
#1
Chapter 1 - Unfaithfull Counter
Spoiler for "":
Namaku Janiel Tjioekarsa, tidak perlu kuperjelas nama akrab yang sering digunakan kerabat dekat untuk memanggilku. Aku mengawali karier sebagai seorang profesional trader diberbagai instrumen keuangan dan mencapai tahap kebebasan finansial pada usia muda.
Usiaku kini sudah tiga puluh lima tahun, aku menikahi seorang wanita yang lebih muda empat tahun dariku yang dipertemukan oleh Tuhan pada disebuah gereja tempat kami beribadah. Wanita cantik berwajah manis dengan mata bulat, pipinya sedikit tembam dan memiliki lesung pipi serta gigi ginsul. Secara penampilan dan proporsi, dia bukanlah tipe ideal yang kuinginkan. Aku menyukai gadis bertubuh tinggi dan ramping, dengan tatapan tajam dan pipi yang tirus.
Tidak semua yang kauinginkan adalah yang kaubutuhkan, itulah yang kupelajari dari kehidupan setelah mengenal sosok istriku yang berhasil menghancurkan idealisme yang kubangun melalui kehadirannya didalam hidupku. Bagiku dia adalah warna yang mencerahkan kehidupan, sifatnya yang periang dan suaranya yang kencang mewarnai sisi pendiam dan introvert yang kumiliki. Dia dengan mudah berempati kepada orang lain disaat aku hanya melihat solusi dan jalan keluar menggunakan logika. Sejak saat itu aku mengajak gadis yang bernama Graciella Angelim ini berkencan dan membawanya masuk secara utuh kedalam kehidupanku.
Graciella adalah wanita yang ulet dan penuh semangat, meski sudah menikah dengan seorang pria yang dapat memberikan kenyaman hidup baginya, tidak membuat wanita muda itu berhenti bekerja sebagai seorang konsultan hukum. Singkat cerita dia adalah wanita yang luar biasa dan bisa menjadi seorang notaris sekaligus pengacara sukses. Melihat passion yang dia miliki terhadap pekerjaannya membuat aku tidak bisa memaksakan kehendakku, melihatnya bahagia melakukan apa yang dia sukai sudah membuatku ikut senang.
"Sayang jangan lupa untuk mengambil jatah cuti panjangmu. Kan satu Tahun pengajuannya, ingat kita mau ada perjalanan panjang." Ujarku kepada istriku yang sedang sibuk mondar-mandir mempersiapkan segala sesuatu sebelum berangkat bekerja.
"Iya tenang aku sudah ambil kok. Aku harus bergegas menyelesaikan kasus ini agar bisa libur dengan tenang. See you oppa." Balasnya sambil mencium bibirku dan menyedotnya dengan nafsu sehingga membuatku sedikit merasa kesakitan. "Bye oppa." Ujarnya mengambil kunci mobil dan pergi.
Oppa adalah panggilan sayang yang dia berikan kepadaku, meskipun wajahku tidak ada korea-koreanya sama sekali dia tetap melakukannya karena menonton drama korea adalah salah satu hobinya. Awalnya terasa menjijikan tetapi aku tetap merespon sampai akhirnya terbiasa dengan hal itu.
Aku membuka laptop dan membuka setiap email yang perlu dibalas setiap paginya, lalu mempersiapkan diri dihadapan online trading system dari broker yang kugunakan untuk berdagang. Tiba-tiba sebuah suara dering pada handphone memanggilku, sebuah nomor tidak asing dengan nama -Jongos 1- dan segera aku mengangkatnya. "Halo jancuk, bro apa kabar? Lagi sibuk gak?" Ujar suara tersebut menyapa.
"Asuransi, mlm, money game gue tutup." Balasku sembari tertawa.
"Ah elah kapan sih gue pernah nawarin lu gitu-gituan."
"Ya abis tiba-tiba nelpon gak kirim pesan dulu. Ada apa Jek?" Ujarku kepada Yakub salah satu sahabatku sejak kami masih pelajar SMU. Yakub adalah seorang IT Engineering yang kebetulan kuliah bersama juga denganku, dia merupakan lulusan terbaik sedangkan aku hanya cukup lulus saja. Dalam perbincangannya ditelefon dia mengajaku bertemu untuk menjelaskan sebuah program yang sedang dia kembangkan. Karena sudah lama tidak berjumpa dengan salah satu bestman saat aku menikah, akhirnya kuputuskan untuk menemui jomblo akut ini.
Usai jam istirahat aku bersiao pergi menghampiri Yakub disebuah tempat yang sudah kami tentukan. Seperti biasa aku sampai terlalu awal sehingga harus menunggu kedatangannya hampir satu jam. "Sorry sorry gw telat. Langsung aja ya ke intinya tanpa basa basi busuk." Ujar Yakub memperlihatkan sistem yang dia kembangkan. "Gimana Cuk, tertarik gak untuk investasi disini?"
Sistem yang dikembangkan sahabatku ini begitu menarik, sebagai seorang trader yang memahami dasar-dasar investasi aku melihat sebuah potensi didalamnya. "Jek, gue tertarik buat invest kesini. Tapi sepertinya lebih bagus kalau kita partneran jadi gue bisa transfer knowledge gue kedalam algoritma sistem ini. Nanti gue akan diskusi sama istri dulu, kalau doi ok langsung gue kabari." Malam harinya aku pun menceritakan pertemuan kami kepada istriku, dia setuju dan membantuku untuk mempersiapkan dokumen-dokumen perjanjian yang perlu disetujui kedua belah pihak dalam kerja sama ini.
"Meski temen baik harus ada hitam diatas putih dan tetap profesional." Ujarnya kepadaku. "Tumben banget kamu tertarik berbisnis, biasanya udah puas cuma melototin layar monitor setiap hari sampe lupa waktu." Lanjut Graciella sambil duduk diatas pangkuanku dan mengecup pipi.
Aku memeluk tubuhnya dengan erat dan membalas kecupan tersebut sembari merebahkan tubuhnya diatas sofa. Melucuti kancing bajunya satu persatu dan mengecup leher serta belahan dadanya, menghembuskan nafas panas yang memberikan rangsangan menstimulasi tubuh semok tersebut. "Siapa tau bisa pensiun dini, jadi bisa begini setiap hari." Aku menjawabnya sambil menciumi kulit badan istriku. Tubuhnya empuk membuatku meremas dan memberikan pijitan lembut yang menyukakan dirinya, tepat diatasnya aku merebahkan diri dan membawanya kedalam kenikmatan surgawi. Meskipun kami sudah menikah sepuluh tahun, kehidupan seksual kami tetaplah rutin sehingga terkadang aku berpikir ada untungnya juga kami belum dikaruniakan anak.
Beberapa bulan berlalu setelah perjanjian tersebut disetujui oleh aku dan Yakub. Kami memulai bisnis dan pola kehidupanku berubah jadi sering ke kantor ketimbang diam dirumah dihadap sebuah monitor. Perusahaan kami memuai respon yang cukup positif, tetapi belum mendapat customer yang cukup untuk mendapatkan profit yang ditargetkan.
"Untuk meningkatkan brand awareness kita bisa hire influencer yang cocok." Ujar salah seorang staff dari bagian marketing. "Karena kita perusahaan tech, bisa menggunakan influencer berikut ini. Mereka cukup terkenal dikalangan pemuda." Jelasnya memperlihatkan beberapa profil atlet E-sport wanita yang muda dan cantik.
Aku tersenyum dan menatap kearah Yakub dan membisikan kepadanya "bocil amet, emang masuk pasar Jek?"
"Ada sih yang cocok tapi kayaknya bisa over budget. Itu loh Idol yang lagi promosiin groupnya melalui AI. Lu tau gak?" Aku yang kurang update mengenai dunia entertaintment hanya bisa menggelengkan kepala. "Istri lu pasti tahu Cuk, Namanya Katarina."
Kami berdua akhirnya meneliti selama jam makan siang dan mempersiapkan dana untuk mencoba bernegosiasi dengan management artis tersebut. "Bisa berapa USD nih. Bisa-bisa semua income kita ludes sekejap."
"High risk high return. Percaya sama gue Jek, sejauh ini strategi investasi dan perencanaan keuangan yang gue atur gak pernah bikin kita sengsara kan." Ujarku meyakinkan Yakub. Karena berdasarkan kategori fandom dan konsep yang diusung, artis ini paling tepat.
"Iya sih, tapi lu kan enak Cuk masih punya asset yang bisa lu kelola. Lah kalo gua, ini gagal bisa jadi gembel langsung."
Aku menepuk pundak Yakub dan menatapnya dengan penuh keyakinan. "Jek, ayu kita coba approach." Akhirnya kita mencoba mengontak agensi dari artis yang berasal dari negeri ginseng tersebut untuk kontrak kerjasama. Biaya yang fantastis membuat jantung kami bergetar kencang, tetapi aku yakin sekali dengan pilihanku ini. Akhirnya sambil gemetar kami berdua menyetujui perjanjian tersebut dan muencoba mengundang gadis idol dari korea yang bernama Katarina.
Beberapa bulan berlalu sejak undangan kami berikan, akhirnya acara launching produk kami tiba. Kami berdua menyambut sang idola ditempat yang kami akomodasikan, ketika sosoknya muncul dihadapan kami, mulut Yakub hanya bisa terbuka karena terpukau akan kecantikannya. "Dasar jomblo, jaga sikap woi." Ujarku sambil menyikut. Kulitnya putih mengkilap seperti porcelain, tubuhnya tinggi dan ramping, dengan lekukan indah pada bagian dada dan pinggulnya membuat siapapun yang melihat akan terpana. "Janiel hanya mencintai Graciella." Ujarku dalam hati sambil menggunakan mode kacamata kuda.
"Annyeong haseyo." Sapanya dengan nada ramah membuat Yakub luluh.
"Cuk gak kuat gua asli. Cakepnya kelewatan, lebih cakep daripada waktu dilayar."
"Jek jaga wibawa ah, tetep profesional."
Kami pun saling bertegur sapa dan dengan bahasa korea yang sangat terbatas yang kupelajari dari istriku yabf sering mengunakan beberapa kosakatanya dirumah membuat mereka merasa tersanjung atas usaha kami mendekati mereka. Hal tersebut memberikan respon baik sehingga meeting kami berjalan dengan sangat lancar.
Puncak acarapun selesai dan sukses dijalankan. Akhirnya kitapun harus mengantar tim influencer kami kembali ke negaranya. "Gamsahamnida" ujarku dan merekapun membalas.
"Terima kasih banyak." Dengan logat yang tidak tepat dan nada yang lucu didengar.
Akhirnya hari-hari melelahkan tersebut usai dan aku bisa bernafas panjang. Ketika aku melihat lembaran kalender yang menandakan jadwal liburan yang telah aku dan istriku sudah dekat. "Udah lega belajar bahasa koreanya?" Tanya dia sambil memeluku dari belakang dan mengecup pipiku.
"Terima kasih sayangku. Kamu benar-benar penolongku."
"Jadi cantik mana? Aku apa Katarina?"
"Tentu saja kamu. Aku kan udah pakai kacamata kuda, wanita lain dimataku terlihat seperti monyet."
"Masa sih, tapi kamu mati-matian belajar bahasa korea demi ketemu dia. Perasaan kamu gak segiat itu waktu belajar bahasa jawa."
"Lah ya beda sayang, kamu kan bisa bahasa indonesia."
"Udah deh bilang aja cakepan dia. Orang buta juga tau, aku aja yang cewek sadar diri." Ujar Graciella pergi meninggalkanku sambil membuka baju menyisakan bra dan pakaian dalamnya berdiri didepan kaca. "Ini dia ga punya, ini dia lebih gede, yang ini juga lebih montok, terus dagunya aja lancip." Lanjutnya lagi sambil memegangi lipatan lemak pada perutnya dan menunjuk buah dadanya yang tidak terlalu besar dan bokongnya yang nyaris rata.
Akupun memeluknya sambil memainkan lipatan lemak dengan jari jemariku mencubitnya dengan lembut. "Yang kayak gitu mana enak kayak papan penggilasan, aku sukanya yang kenyal-kenyal empuk kayak kamu." Sahutku sembari menciuminya berkali-kali membuatnya tertawa risih.
"Tuh kan bisa-bisanya kamu bayangin dia didepan aku. tau ah bete." Ujarnya pura-pura marah namun akhirnya luluh saat hujan cumbuan yang tak terhentikan membuatnya lemas dan merebahkan diri diatas ranjang. Tanpa banyak dialog aku sudah berada di posisi dan melakukan penetrasi sehingga Graciella yang berusaha menggodaku kini hanya bisa mengunci kata-kata dalam desahan penuh kenikmatan.
Perjalanan panjang kamipun dimulai, sebuah kapal pesiar yang akan berlayar selama tiga bulan mengelilingi Asia. Aku meninggalkan semua pekerjaanku dan mempercayakannya kepada Yakub dan tim agar liburan ini bisa kami nikmati bersama. "Semoga kali ini kita kedapatan momongan ya sayang." Ujarku dengan penuh pengharapan. Karena jauh didalam lubuk hatiku ada kerinduan untuk memiliki seorang anak, dan aku juga tahu mengenai ketakutan Graciella dalam mengandung, sebuah trauma dimana kami harus keguguran tiga kali membuatnya menjadi menyerah dan rendah diri ketika pembahasan mengenai momongan muncul.
"Ya oppa, semoga ya. Tapi kalau kali ini akunya yang gak kuat dan mati, kamu harus nikah lagi ya."
"Ih ngomong apaan sih. Yaudah lah, daripada kamu kenapa-napa kita pacaran seumur hidup aja gak papa."
Dia mendorongku agar merebahkan diri diatas kasur, pemandangan cakrawala pada jendela terlihat begitu indah dan bertepatan dengan terbenamnya matahari. Kami menikmati pemandangan indah tersebut sembari membangun nuansa romantis berdua didalam kamar. Dia merebahkan tubuhku diatas kasur, melucuti semua pakaianku dan memainkan senjataku dengan hati-hati. Ciuman panas menghujani bibirku dan ketika penetrasi terjadi sekujur tubuh kami lemas dan terbawa suasana. "Aku udah lepas KB untuk hari ini. Kita coba sama-sama ya oppa."
Permainan dahsyat yang liar, tidak pernah sekalipun kami lakukan. Dia mengendaraiku dengan semangat penuh membuatku hanya tersipu malu ketika mata kami saling bertatapan. Meski sudah ribuan kali kami bercinta, rasa berdebar-debar dan gejolak hati selalu muncul. Ingin sekali rasanya aku memeluk tubuhnya, tetapi aku juga tidak ingin mengacaukan ritme dan konsentrasi yang dia lakukan.
Ketika momentumnya sudah mereda, aku mengambil kontrol dan membalikan tubuh Graciella. Dia tidur membelakangiku dan menempelkan pinggulku dengan bokongnya dan melakukan penetrasi dalam sampai klimaks memanggil kami. Selalu nikmat seperti biasanya, selalu luar biasa setiap saat tapi kali ini cukup berbeda mungkin karena tidak ada kewajiban untuk hari esok sehingga kami menuangkan segalanya pada malam ini.
Tenggelam dalam rasa puas, lelahpun menghampiri. Istriku tertidur pulas dengan keringat membasahi tubuhnya, aku mengambil sebuah handuk kering dan mengeringkan tubuhnya, serta menyelimuti dirinya supaya tidak kedinginan dan memberikan kecupan dikala dia sedang terlelap.
Aku membuka laptop pada tengah malam, membuka email dan membaca perkembangan setelah event bersama dengan tim influencer dari Korea. Yakub menjelaskan hasilnya direspon positif dan pertumbuhan pengguna meningkat, dan jika diprediksi target yang kami tetapkan ditahun ini kemungkinan akan tercapai. Aku turut bahagia mendengarnya lalu sebelum aku menutup laptop, dia mengirimkan tautan video dan poster kolaborasi antara perusahaan kami dengan Katarina. Video singkat yang merangsang pengguna untuk mengenal produk kami. Aku bangga pada tim dan menutup laptop dan segera beristirahat.
Segera aku terlelap, dan didalam mimpiku aku bertemu dengan gadis yang sangat cantik, yang usianya jauh lebih muda dariku. Tinggi badan yang proporsional, dan secara fisik sangat menyerupai Katarina. Gadis itu menghampiriku dan mengecup bibirku dengan bibirnya yang lembut. Dia memain-mainkan benda dbalik celanaku dan membuatnya tegang lalu mengulumnya didalam mulut sehingga tubuhku bergetar hebat. Sebuah mimpi yang tidak dapat aku kendalikan, karena aku tidak pernah mempelajari teknik lucid dream sebelumnya.
Tak lama dia membaringkan tubuhku, mengendarai aku dengan tubuhnya yang bergerak naik turun mengguncangkan kedua buah dadanya yang besar, kedua tanganku diambil olehnya untuk menjaga guncangan tersebut supaya tetap stabil dan ketika klimax sudah dekat aku tersadar dan melihat sosok Katarina tersebut benar-benar ada diatas menyetubuhi aku yang setengah sadar. Tubuhku adalah milik Graciella, meskipun aku harus mengakui kalau sang idola ini memang sangat cantik tetapi aku adalah pria yang setia hanya kepada satu wanita.
Dengan sopan aku mendorong dan mengangkat tubuhnya menghentikan upayanya dalam menyetubuhiku. Lalu membangkitkan diriku sambil meminta maaf dan berjalan ke kamar mandi. "Oppa kenapa? Kok berhenti pas lagi tanggung sih?" Ujar Katarina kepadaku yang tidak kuhiraukan.
Aku menutup pintu kamar mandi dan melihat diriku didepan cermin, lalu aku berteriak tanpa suara sambil menggigit gulungan handuk mengutuk sosok bayangan yang ada dibalik cermin dengan cacian dan hinaan.
Pintu kamar mandi terbuka dan tangan lembutnya memegang punggungku. Aku terkejut tetapi enggan membalikan badan karena tidak sanggup menerima kenyataan kalau aku sudah menodai tubuhku sendiri dengan wanita lain. Hanya ada rasa bersalah yang berkutat didalam hati.
Aku bergeser dengan menutupi kedua wajahku dengan handuk dan tiba-tiba gadis bernama Katarina itu berteriak terkejut. Dia menoleh kebelakang dan kemudian melihat lagi kearah cermin, kedua tangannya memegangi pipi dan dia kembali berteriak terkejut, dan ketika dia melihat kebawah menginspeksi tubuhnya sendiri dia juga terus-menerus terkejut dan meneriakan teriakan kaget. Ketika matanya melirik kearahku, aku hanya bisa mengintip dari celah-celah jari tidak mau menodai mataku dengan tubuh wanita lain. Diapun berteriak dan berlari kearah laci dimana Graciella menyimpan perlengkapannya.
Gadis itu mengacak-ngacak barang-barang pribadi milik Graciella, tetapi aku tidak berani menegurnya apalagi dalam posisi seperti ini, telanjang bulat tanpa busa dengan kemaluan yang berlendir setelah aku menghentikan kenikmatan yang sedang dia rasakan.
Teriakan panjang dan meras terlontar dari mulut gadis itu dan dia menghampiriku sambil mencubitku dengan keras dimana aku hanya bisa bertahan menghadapinya. "Sakit oi"
"Jadi ini bukan mimpi kan kalau sakit." Tanyanya kepadaku.
"Dimana-mana cubit diri sendiri bukan cubit orang lain." Aku membalas dan seketika membuatku tersadar akan kejanggalan yang terjadi. Gadis itu kembali berdiri diatas cermin dan mencubit pipinya dengan keras dan akhirnya diapun kembali berteriak sehingga membuatku ikutan berteriak karena tangannya tengah mencubit puting dadaku yang sebelah kiri.
Usiaku kini sudah tiga puluh lima tahun, aku menikahi seorang wanita yang lebih muda empat tahun dariku yang dipertemukan oleh Tuhan pada disebuah gereja tempat kami beribadah. Wanita cantik berwajah manis dengan mata bulat, pipinya sedikit tembam dan memiliki lesung pipi serta gigi ginsul. Secara penampilan dan proporsi, dia bukanlah tipe ideal yang kuinginkan. Aku menyukai gadis bertubuh tinggi dan ramping, dengan tatapan tajam dan pipi yang tirus.
Quote:
Original Posted By "penampakan Graciella"

Tidak semua yang kauinginkan adalah yang kaubutuhkan, itulah yang kupelajari dari kehidupan setelah mengenal sosok istriku yang berhasil menghancurkan idealisme yang kubangun melalui kehadirannya didalam hidupku. Bagiku dia adalah warna yang mencerahkan kehidupan, sifatnya yang periang dan suaranya yang kencang mewarnai sisi pendiam dan introvert yang kumiliki. Dia dengan mudah berempati kepada orang lain disaat aku hanya melihat solusi dan jalan keluar menggunakan logika. Sejak saat itu aku mengajak gadis yang bernama Graciella Angelim ini berkencan dan membawanya masuk secara utuh kedalam kehidupanku.
Graciella adalah wanita yang ulet dan penuh semangat, meski sudah menikah dengan seorang pria yang dapat memberikan kenyaman hidup baginya, tidak membuat wanita muda itu berhenti bekerja sebagai seorang konsultan hukum. Singkat cerita dia adalah wanita yang luar biasa dan bisa menjadi seorang notaris sekaligus pengacara sukses. Melihat passion yang dia miliki terhadap pekerjaannya membuat aku tidak bisa memaksakan kehendakku, melihatnya bahagia melakukan apa yang dia sukai sudah membuatku ikut senang.
"Sayang jangan lupa untuk mengambil jatah cuti panjangmu. Kan satu Tahun pengajuannya, ingat kita mau ada perjalanan panjang." Ujarku kepada istriku yang sedang sibuk mondar-mandir mempersiapkan segala sesuatu sebelum berangkat bekerja.
"Iya tenang aku sudah ambil kok. Aku harus bergegas menyelesaikan kasus ini agar bisa libur dengan tenang. See you oppa." Balasnya sambil mencium bibirku dan menyedotnya dengan nafsu sehingga membuatku sedikit merasa kesakitan. "Bye oppa." Ujarnya mengambil kunci mobil dan pergi.
Oppa adalah panggilan sayang yang dia berikan kepadaku, meskipun wajahku tidak ada korea-koreanya sama sekali dia tetap melakukannya karena menonton drama korea adalah salah satu hobinya. Awalnya terasa menjijikan tetapi aku tetap merespon sampai akhirnya terbiasa dengan hal itu.
Aku membuka laptop dan membuka setiap email yang perlu dibalas setiap paginya, lalu mempersiapkan diri dihadapan online trading system dari broker yang kugunakan untuk berdagang. Tiba-tiba sebuah suara dering pada handphone memanggilku, sebuah nomor tidak asing dengan nama -Jongos 1- dan segera aku mengangkatnya. "Halo jancuk, bro apa kabar? Lagi sibuk gak?" Ujar suara tersebut menyapa.
"Asuransi, mlm, money game gue tutup." Balasku sembari tertawa.
"Ah elah kapan sih gue pernah nawarin lu gitu-gituan."
"Ya abis tiba-tiba nelpon gak kirim pesan dulu. Ada apa Jek?" Ujarku kepada Yakub salah satu sahabatku sejak kami masih pelajar SMU. Yakub adalah seorang IT Engineering yang kebetulan kuliah bersama juga denganku, dia merupakan lulusan terbaik sedangkan aku hanya cukup lulus saja. Dalam perbincangannya ditelefon dia mengajaku bertemu untuk menjelaskan sebuah program yang sedang dia kembangkan. Karena sudah lama tidak berjumpa dengan salah satu bestman saat aku menikah, akhirnya kuputuskan untuk menemui jomblo akut ini.
Usai jam istirahat aku bersiao pergi menghampiri Yakub disebuah tempat yang sudah kami tentukan. Seperti biasa aku sampai terlalu awal sehingga harus menunggu kedatangannya hampir satu jam. "Sorry sorry gw telat. Langsung aja ya ke intinya tanpa basa basi busuk." Ujar Yakub memperlihatkan sistem yang dia kembangkan. "Gimana Cuk, tertarik gak untuk investasi disini?"
Sistem yang dikembangkan sahabatku ini begitu menarik, sebagai seorang trader yang memahami dasar-dasar investasi aku melihat sebuah potensi didalamnya. "Jek, gue tertarik buat invest kesini. Tapi sepertinya lebih bagus kalau kita partneran jadi gue bisa transfer knowledge gue kedalam algoritma sistem ini. Nanti gue akan diskusi sama istri dulu, kalau doi ok langsung gue kabari." Malam harinya aku pun menceritakan pertemuan kami kepada istriku, dia setuju dan membantuku untuk mempersiapkan dokumen-dokumen perjanjian yang perlu disetujui kedua belah pihak dalam kerja sama ini.
"Meski temen baik harus ada hitam diatas putih dan tetap profesional." Ujarnya kepadaku. "Tumben banget kamu tertarik berbisnis, biasanya udah puas cuma melototin layar monitor setiap hari sampe lupa waktu." Lanjut Graciella sambil duduk diatas pangkuanku dan mengecup pipi.
Aku memeluk tubuhnya dengan erat dan membalas kecupan tersebut sembari merebahkan tubuhnya diatas sofa. Melucuti kancing bajunya satu persatu dan mengecup leher serta belahan dadanya, menghembuskan nafas panas yang memberikan rangsangan menstimulasi tubuh semok tersebut. "Siapa tau bisa pensiun dini, jadi bisa begini setiap hari." Aku menjawabnya sambil menciumi kulit badan istriku. Tubuhnya empuk membuatku meremas dan memberikan pijitan lembut yang menyukakan dirinya, tepat diatasnya aku merebahkan diri dan membawanya kedalam kenikmatan surgawi. Meskipun kami sudah menikah sepuluh tahun, kehidupan seksual kami tetaplah rutin sehingga terkadang aku berpikir ada untungnya juga kami belum dikaruniakan anak.
Beberapa bulan berlalu setelah perjanjian tersebut disetujui oleh aku dan Yakub. Kami memulai bisnis dan pola kehidupanku berubah jadi sering ke kantor ketimbang diam dirumah dihadap sebuah monitor. Perusahaan kami memuai respon yang cukup positif, tetapi belum mendapat customer yang cukup untuk mendapatkan profit yang ditargetkan.
"Untuk meningkatkan brand awareness kita bisa hire influencer yang cocok." Ujar salah seorang staff dari bagian marketing. "Karena kita perusahaan tech, bisa menggunakan influencer berikut ini. Mereka cukup terkenal dikalangan pemuda." Jelasnya memperlihatkan beberapa profil atlet E-sport wanita yang muda dan cantik.
Aku tersenyum dan menatap kearah Yakub dan membisikan kepadanya "bocil amet, emang masuk pasar Jek?"
"Ada sih yang cocok tapi kayaknya bisa over budget. Itu loh Idol yang lagi promosiin groupnya melalui AI. Lu tau gak?" Aku yang kurang update mengenai dunia entertaintment hanya bisa menggelengkan kepala. "Istri lu pasti tahu Cuk, Namanya Katarina."
Kami berdua akhirnya meneliti selama jam makan siang dan mempersiapkan dana untuk mencoba bernegosiasi dengan management artis tersebut. "Bisa berapa USD nih. Bisa-bisa semua income kita ludes sekejap."
"High risk high return. Percaya sama gue Jek, sejauh ini strategi investasi dan perencanaan keuangan yang gue atur gak pernah bikin kita sengsara kan." Ujarku meyakinkan Yakub. Karena berdasarkan kategori fandom dan konsep yang diusung, artis ini paling tepat.
"Iya sih, tapi lu kan enak Cuk masih punya asset yang bisa lu kelola. Lah kalo gua, ini gagal bisa jadi gembel langsung."
Aku menepuk pundak Yakub dan menatapnya dengan penuh keyakinan. "Jek, ayu kita coba approach." Akhirnya kita mencoba mengontak agensi dari artis yang berasal dari negeri ginseng tersebut untuk kontrak kerjasama. Biaya yang fantastis membuat jantung kami bergetar kencang, tetapi aku yakin sekali dengan pilihanku ini. Akhirnya sambil gemetar kami berdua menyetujui perjanjian tersebut dan muencoba mengundang gadis idol dari korea yang bernama Katarina.
Beberapa bulan berlalu sejak undangan kami berikan, akhirnya acara launching produk kami tiba. Kami berdua menyambut sang idola ditempat yang kami akomodasikan, ketika sosoknya muncul dihadapan kami, mulut Yakub hanya bisa terbuka karena terpukau akan kecantikannya. "Dasar jomblo, jaga sikap woi." Ujarku sambil menyikut. Kulitnya putih mengkilap seperti porcelain, tubuhnya tinggi dan ramping, dengan lekukan indah pada bagian dada dan pinggulnya membuat siapapun yang melihat akan terpana. "Janiel hanya mencintai Graciella." Ujarku dalam hati sambil menggunakan mode kacamata kuda.
"Annyeong haseyo." Sapanya dengan nada ramah membuat Yakub luluh.
Quote:
Original Posted By "Katarina"

"Cuk gak kuat gua asli. Cakepnya kelewatan, lebih cakep daripada waktu dilayar."
"Jek jaga wibawa ah, tetep profesional."
Kami pun saling bertegur sapa dan dengan bahasa korea yang sangat terbatas yang kupelajari dari istriku yabf sering mengunakan beberapa kosakatanya dirumah membuat mereka merasa tersanjung atas usaha kami mendekati mereka. Hal tersebut memberikan respon baik sehingga meeting kami berjalan dengan sangat lancar.
Puncak acarapun selesai dan sukses dijalankan. Akhirnya kitapun harus mengantar tim influencer kami kembali ke negaranya. "Gamsahamnida" ujarku dan merekapun membalas.
"Terima kasih banyak." Dengan logat yang tidak tepat dan nada yang lucu didengar.
Akhirnya hari-hari melelahkan tersebut usai dan aku bisa bernafas panjang. Ketika aku melihat lembaran kalender yang menandakan jadwal liburan yang telah aku dan istriku sudah dekat. "Udah lega belajar bahasa koreanya?" Tanya dia sambil memeluku dari belakang dan mengecup pipiku.
"Terima kasih sayangku. Kamu benar-benar penolongku."
"Jadi cantik mana? Aku apa Katarina?"
"Tentu saja kamu. Aku kan udah pakai kacamata kuda, wanita lain dimataku terlihat seperti monyet."
"Masa sih, tapi kamu mati-matian belajar bahasa korea demi ketemu dia. Perasaan kamu gak segiat itu waktu belajar bahasa jawa."
"Lah ya beda sayang, kamu kan bisa bahasa indonesia."
"Udah deh bilang aja cakepan dia. Orang buta juga tau, aku aja yang cewek sadar diri." Ujar Graciella pergi meninggalkanku sambil membuka baju menyisakan bra dan pakaian dalamnya berdiri didepan kaca. "Ini dia ga punya, ini dia lebih gede, yang ini juga lebih montok, terus dagunya aja lancip." Lanjutnya lagi sambil memegangi lipatan lemak pada perutnya dan menunjuk buah dadanya yang tidak terlalu besar dan bokongnya yang nyaris rata.
Quote:
Original Posted By "expresi gemesh"

Akupun memeluknya sambil memainkan lipatan lemak dengan jari jemariku mencubitnya dengan lembut. "Yang kayak gitu mana enak kayak papan penggilasan, aku sukanya yang kenyal-kenyal empuk kayak kamu." Sahutku sembari menciuminya berkali-kali membuatnya tertawa risih.
"Tuh kan bisa-bisanya kamu bayangin dia didepan aku. tau ah bete." Ujarnya pura-pura marah namun akhirnya luluh saat hujan cumbuan yang tak terhentikan membuatnya lemas dan merebahkan diri diatas ranjang. Tanpa banyak dialog aku sudah berada di posisi dan melakukan penetrasi sehingga Graciella yang berusaha menggodaku kini hanya bisa mengunci kata-kata dalam desahan penuh kenikmatan.
Perjalanan panjang kamipun dimulai, sebuah kapal pesiar yang akan berlayar selama tiga bulan mengelilingi Asia. Aku meninggalkan semua pekerjaanku dan mempercayakannya kepada Yakub dan tim agar liburan ini bisa kami nikmati bersama. "Semoga kali ini kita kedapatan momongan ya sayang." Ujarku dengan penuh pengharapan. Karena jauh didalam lubuk hatiku ada kerinduan untuk memiliki seorang anak, dan aku juga tahu mengenai ketakutan Graciella dalam mengandung, sebuah trauma dimana kami harus keguguran tiga kali membuatnya menjadi menyerah dan rendah diri ketika pembahasan mengenai momongan muncul.
"Ya oppa, semoga ya. Tapi kalau kali ini akunya yang gak kuat dan mati, kamu harus nikah lagi ya."
"Ih ngomong apaan sih. Yaudah lah, daripada kamu kenapa-napa kita pacaran seumur hidup aja gak papa."
Dia mendorongku agar merebahkan diri diatas kasur, pemandangan cakrawala pada jendela terlihat begitu indah dan bertepatan dengan terbenamnya matahari. Kami menikmati pemandangan indah tersebut sembari membangun nuansa romantis berdua didalam kamar. Dia merebahkan tubuhku diatas kasur, melucuti semua pakaianku dan memainkan senjataku dengan hati-hati. Ciuman panas menghujani bibirku dan ketika penetrasi terjadi sekujur tubuh kami lemas dan terbawa suasana. "Aku udah lepas KB untuk hari ini. Kita coba sama-sama ya oppa."
Permainan dahsyat yang liar, tidak pernah sekalipun kami lakukan. Dia mengendaraiku dengan semangat penuh membuatku hanya tersipu malu ketika mata kami saling bertatapan. Meski sudah ribuan kali kami bercinta, rasa berdebar-debar dan gejolak hati selalu muncul. Ingin sekali rasanya aku memeluk tubuhnya, tetapi aku juga tidak ingin mengacaukan ritme dan konsentrasi yang dia lakukan.
Ketika momentumnya sudah mereda, aku mengambil kontrol dan membalikan tubuh Graciella. Dia tidur membelakangiku dan menempelkan pinggulku dengan bokongnya dan melakukan penetrasi dalam sampai klimaks memanggil kami. Selalu nikmat seperti biasanya, selalu luar biasa setiap saat tapi kali ini cukup berbeda mungkin karena tidak ada kewajiban untuk hari esok sehingga kami menuangkan segalanya pada malam ini.
Tenggelam dalam rasa puas, lelahpun menghampiri. Istriku tertidur pulas dengan keringat membasahi tubuhnya, aku mengambil sebuah handuk kering dan mengeringkan tubuhnya, serta menyelimuti dirinya supaya tidak kedinginan dan memberikan kecupan dikala dia sedang terlelap.
Aku membuka laptop pada tengah malam, membuka email dan membaca perkembangan setelah event bersama dengan tim influencer dari Korea. Yakub menjelaskan hasilnya direspon positif dan pertumbuhan pengguna meningkat, dan jika diprediksi target yang kami tetapkan ditahun ini kemungkinan akan tercapai. Aku turut bahagia mendengarnya lalu sebelum aku menutup laptop, dia mengirimkan tautan video dan poster kolaborasi antara perusahaan kami dengan Katarina. Video singkat yang merangsang pengguna untuk mengenal produk kami. Aku bangga pada tim dan menutup laptop dan segera beristirahat.
Segera aku terlelap, dan didalam mimpiku aku bertemu dengan gadis yang sangat cantik, yang usianya jauh lebih muda dariku. Tinggi badan yang proporsional, dan secara fisik sangat menyerupai Katarina. Gadis itu menghampiriku dan mengecup bibirku dengan bibirnya yang lembut. Dia memain-mainkan benda dbalik celanaku dan membuatnya tegang lalu mengulumnya didalam mulut sehingga tubuhku bergetar hebat. Sebuah mimpi yang tidak dapat aku kendalikan, karena aku tidak pernah mempelajari teknik lucid dream sebelumnya.
Tak lama dia membaringkan tubuhku, mengendarai aku dengan tubuhnya yang bergerak naik turun mengguncangkan kedua buah dadanya yang besar, kedua tanganku diambil olehnya untuk menjaga guncangan tersebut supaya tetap stabil dan ketika klimax sudah dekat aku tersadar dan melihat sosok Katarina tersebut benar-benar ada diatas menyetubuhi aku yang setengah sadar. Tubuhku adalah milik Graciella, meskipun aku harus mengakui kalau sang idola ini memang sangat cantik tetapi aku adalah pria yang setia hanya kepada satu wanita.
Dengan sopan aku mendorong dan mengangkat tubuhnya menghentikan upayanya dalam menyetubuhiku. Lalu membangkitkan diriku sambil meminta maaf dan berjalan ke kamar mandi. "Oppa kenapa? Kok berhenti pas lagi tanggung sih?" Ujar Katarina kepadaku yang tidak kuhiraukan.
Aku menutup pintu kamar mandi dan melihat diriku didepan cermin, lalu aku berteriak tanpa suara sambil menggigit gulungan handuk mengutuk sosok bayangan yang ada dibalik cermin dengan cacian dan hinaan.
Pintu kamar mandi terbuka dan tangan lembutnya memegang punggungku. Aku terkejut tetapi enggan membalikan badan karena tidak sanggup menerima kenyataan kalau aku sudah menodai tubuhku sendiri dengan wanita lain. Hanya ada rasa bersalah yang berkutat didalam hati.
Aku bergeser dengan menutupi kedua wajahku dengan handuk dan tiba-tiba gadis bernama Katarina itu berteriak terkejut. Dia menoleh kebelakang dan kemudian melihat lagi kearah cermin, kedua tangannya memegangi pipi dan dia kembali berteriak terkejut, dan ketika dia melihat kebawah menginspeksi tubuhnya sendiri dia juga terus-menerus terkejut dan meneriakan teriakan kaget. Ketika matanya melirik kearahku, aku hanya bisa mengintip dari celah-celah jari tidak mau menodai mataku dengan tubuh wanita lain. Diapun berteriak dan berlari kearah laci dimana Graciella menyimpan perlengkapannya.
Gadis itu mengacak-ngacak barang-barang pribadi milik Graciella, tetapi aku tidak berani menegurnya apalagi dalam posisi seperti ini, telanjang bulat tanpa busa dengan kemaluan yang berlendir setelah aku menghentikan kenikmatan yang sedang dia rasakan.
Teriakan panjang dan meras terlontar dari mulut gadis itu dan dia menghampiriku sambil mencubitku dengan keras dimana aku hanya bisa bertahan menghadapinya. "Sakit oi"
"Jadi ini bukan mimpi kan kalau sakit." Tanyanya kepadaku.
"Dimana-mana cubit diri sendiri bukan cubit orang lain." Aku membalas dan seketika membuatku tersadar akan kejanggalan yang terjadi. Gadis itu kembali berdiri diatas cermin dan mencubit pipinya dengan keras dan akhirnya diapun kembali berteriak sehingga membuatku ikutan berteriak karena tangannya tengah mencubit puting dadaku yang sebelah kiri.
NEXT CHAPTER
Diubah oleh rienoir 17-10-2024 14:12
putinpurchinov dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Kutip
Balas
Tutup