TS
Ariel.Matsuyama
[FanFic] Dragon Ball Legacy
![[FanFic] Dragon Ball Legacy](https://dl.kaskus.id/arielmatsuyama.files.wordpress.com/2021/06/dbl-new-logo.png)
Dragon Ball Legacy (ドラゴンボールレガシー)
Genre:Action | Shounen | Drama
Spoiler for Episode List:
Episode 1: First Of All
[[Act 01]] [[Act 02]]
[[Act 03 (End)]]
Episode 2: Saiyan Yang Tangguh
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Episode 3: Melawan Sang Penghancur
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Episode 4: Kekuatan Besar Akuma Melawan Mata Ryugan
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Episode 5: Masa Lalu Yang Pahit
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Episode 6: Kembalinya Sang Penghancur
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Final Episode: Akhir Sang Penghancur
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
[[Act 01]] [[Act 02]]
[[Act 03 (End)]]
Episode 2: Saiyan Yang Tangguh
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Episode 3: Melawan Sang Penghancur
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Episode 4: Kekuatan Besar Akuma Melawan Mata Ryugan
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Episode 5: Masa Lalu Yang Pahit
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Episode 6: Kembalinya Sang Penghancur
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Final Episode: Akhir Sang Penghancur
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Spoiler for Theme Song & BGM:
Theme Song:
-Sky (Cross Roads Version) - Fripside
Opening Theme: Menit ke Menit ke 00:00 - 02:12
Watch and Listen Full Here
Download with YTmp3
-Hero - Unlimits
Opening Theme 2: Menit ke 00:00 - 01:15
Watch and Listen Full Here
Download with YTmp3
-Everlasting - Fripside
Ending Theme: Menit ke 00:00 - 01;43
Watch and Listen Full Here
Download with YTmp3
-Cha La Head Cha La - Flow
Last Episode (Series) Theme: Menit ke 00:00 - 03:31
Watch and Listen Full Here
Download with YTmp3
BGM:
-Power of Victory
Watch and Listen Full Here
Download with YTmp3
-Go Beyond The Limits
Watch and Listen Full Here
Download with YTmp3
-Selfish Secret
Watch and Listen Full Here
Download with YTmp3
Spoiler for Realms:
Diubah oleh Ariel.Matsuyama 02-09-2022 10:14
amekachi dan tien212700 memberi reputasi
2
11.4K
Kutip
29
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•350Anggota
Tampilkan semua post
TS
Ariel.Matsuyama
#23
.::Final Episode: Akhir Sang Penghancur::.
EPISODE TERAKHIR!!
Spoiler for Final Episode:
Dalam keadaan terbang, Gotenks meluapkan Ki ke seluruh tubuhnya hingga muncullah aura kuning melapisi tubuhnya. Rambut dan alisnya berubah menjadi warna kuning dan rambutnya makin meruncing ke atas. Sementara pupil matanya berubah warna menjadi hijau. Kini, Gotenks telah berubah menjadi Super Saiyan.
Begitu mencapai jarak yang dapat dijangkaunya, Gotenks segera mendaratkan pukulan keras ke wajah Akuma yang membuat Akuma limbung ke samping. Dan, ketika tubuh Akuma kembali lurus, Gotenks dengan cepat meninju perut Akuma bertubi-tubi yang dilanjutkan dengan meninju dagunya hingga kepala Akuma mendongak ke atas, disusul dengan tendangan lurus ke dada Akuma yang menyebabkan Akuma terpental beberapa meter ke belakang.
“Tcih! Gerakannya cepat juga,” gumam Akuma setelah berhenti di udara.
“Wah, kalau menggunakan Super Saiyan aku jadi lebih kuat lagi,” ucap Gotenks sembari melihat kedua telapak tangannya dengan posisi tangan menekuk.
Akuma menambah besarkan Ki miliknya dan terbang cepat ke arah Gotenks. Di saat yang sama, Gotenks meluncur cepat ke arah Akuma. Mereka pun mengadu tinju yang menciptakan efek angin kencang. Setelah itu, mereka saling serang dan menghindar dengan gerakan yang sangat cepat.
“Pil ini boleh juga,” gumam Gotenks.
“Kekuatan apa yang dia gunakan sehingga mampu melawanku?” gumam Akuma.
Mereka terus mengadu serangan berupa pukulan dan tendangan serta sesekali menghindar selama beberapa saat.
Tidak lama kemudian, Gotenks melihat pertahanan Akuma yang terbuka. Ia pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu dan melakukan tendangan keras dengan kaki kanannya ke bagian tersebut yaitu perut Akuma. Akibatnya, Akuma terlempar jauh ke belakang.
Akuma yang terlempar mencoba menyeimbangkan tubuhnya di udara.
Gotenks yang melihat hal itu segera mengangkat telapak tangan kanannya ke atas dan mengalikan Ki ke tangannya tersebut. Dari telapak tangan Gotenks keluarlah sejenis lingkaran berwarna kekuningan. Lingkaran itu terbang ke atas lalu melesat ke arah Akuma. Begitu lingkaran tersebut turun, lingkaran itu langsung mengikat tubuh Akuma.
“Apa-apaan ini???” geram Akuma. Ia mencoba melepaskan diri dari lingkaran itu, namun semua usahanya sia-sia.
Gotenks kemudian mengeluarkan sesuatu dari mulutnya yang persis seperti sedang meniup.
Dari mulut Gotenks pun keluar bayangan putih seperti ‘hantu’ yang tidak punya kaki. Wajah dan gaya rambut bayangan tersebut mirip dengan Gotenks. Gotenks mengeluarkan bayangan tersebut sampai puluhan buah.
“Seraangg!!!” teriak Gotenks sambil mengarahkan telunjuknya ke arah Akuma yang sedang terikat.
Bayangan-bayangan itu langsung terbang menuju Akuma dan meledak satu persatu begitu menyentuh tubuh Akuma.
Akuma pun terjatuh dan terkapar di tanah. Jubahnya sobek dimana-mana.
“Si-sial…,” geram Akuma.
Gotenks yang masih di udara mengarakan kedua tangannya yang kesemuanya jarinya seperti menggenggam sesuatu ke samping kanan pinggangnya. Cahaya putih langsung muncul di kedua genggaman tangannya karena aliran energi Ki yang ia keluarkan. Di saat yang sama, di sekitar tubuhnya muncul percikan-percikan listrik.
“Super, Ka… Me… Ha… Me…,” ucap Gotenks. Cahaya di genggaman tangannya semakin besar. “HA!!!” teriaknya seraya mengarahkan kedua telapak tangannya ke samping bawah.
Cahaya putih itu langsung membesar dan meluncur ke arah Akuma. Ledakan dahsyat pun terjadi persis ketika cahaya tersebut mengenai tubuh Akuma.
Begitu ledakan berikut asapnya menipis, terlihat Akuma terkapar dengan jubah yang hancur, hanya tersisa celana longgar dan sepatunya saja. Itu pun celana longgar serta sepatunya sudah terkoyak disana-sini.
“Tcih!” Akuma meludahkan darah dari mulutnya. Ia berusaha bangkit meski susah payah.
Gotenks terkejut. “Masih sanggup berdiri rupanya.”
Dengan sisa tenaganya, Akuma mengalirkan energi Ki ke telapak tangan kanan yang ia arahkan ke depan atas sambil menatap Gotenks. “Segel!” serunya.
Gotenks langsung merasakan getaran aneh di tubuhnya. “Apa ini??”
Akuma tersenyum sinis. Ia mengepalkan kedua tangannya di samping pinggang sembari mengalirkan energi Ki yang lebih besar dari sebelumnya.
Cahaya hitam yang lebih besar pun langsung melapisi tubuh Akuma. Kini, ia merasa jauh lebih kuat dan semua rasa sakit yang ia rasakan menghilang.
“Yooosshh!!” seru Gotenks. Ia mengepalkan kedua tangannya di samping pinggang seraya mengeluarkan energi Ki yang lebih besar sambil berteriak panjang.
Akan tetapi, cahaya energi yang keluar dari tubuh Gotenks mengecil dan berangsur-angsur menghilang. Gotenks pun kebingungan. Ia mencoba melakukannya sekali lagi. Tapi, hasilnya tetap sama. Berkali-kali ia mencoba melakukan hal itu namun tetap tidak membuahkan hasil.
“Ada apa sebetulnya ini??” keluh Gotenks. Tiba-tiba, Akuma muncul di hadapannya.
“Hari ini adalah ajalmu,” bisik Akuma di telinga Gotenks.
“Apa??? Sejak kapan kau-“
Belum selesai Gotenks berkata-kata, dia sudah mendapat bogem mentah dari Akuma tepat di perutnya hingga Gotenks memuntahkan air dari mulutnya. Tidak cukup sampai di situ, Akuma menendang dada Gotenks yang menyebabkan Gotenks terpental jauh ke belakang. Akuma kembali muncul secara tiba-tiba di belakang Gotenks dan memukul kepala Gotenks dengan dua kepalan tangan yang disatukan. Gotenks pun jatuh dengan keras ke tanah, menyebabkan tanah bolong sangat besar. Gotenks cuma bisa terkapar setelahnya.
Akuma mengalirkan energi Ki di telapak tangan kanannya hingga muncullah bola cahaya hitam dari sana. Bola tersebut makin lama makin besar.
“Selamat ting-“
“Hentikan!” Tiba-tiba teriakan seseorang menghentikan ucapan dan gerakan Akuma.
Akuma, Gotenks, dan rombongan Goku menoleh ke arah teriakan yang berasal dari belakang Akuma. Semuanya langsung terkejut begitu tahu siapa yang berteriak.
“Ariel?” ucap Gotenks sambil tersenyum melihat Ariel yang sedang memandang Akuma.
“Kau? Bagaimana caranya keluar dari dimensi itu???” ucap bingung Akuma sembari membalikkan badannya ke belakang.
“Ariel!!! Hati-hati!!!” teriak Goku.
“Tcih! Hari ini aku tidak akan mengampunimu!!!” teriak Akuma. Dalam waktu singkat, ia sudah ada di hadapan Ariel.
Ariel memejamkan matanya sebentar, kemudian membukanya. Di saat yang hampir bersamaan, Akuma melayangkan tinju ke wajah Ariel.
Namun, tinju Akuma ditangkap oleh Ariel dengan mudah. Akuma pun terkejut bukan main sekaligus heran. Kini, tubuh Ariel dilapisi aura ungu tipis dengan partikel-partikel yang terangkat ke atas.
“Kau? Kenapa bisa-“
Ucapan Akuma terpotong persis ketika Ariel menendang perutnya. Akuma langsung terpental jauh akibat tendangan Ariel yang begitu keras.
Tiba-tiba, rambut Ariel berubah menjadi warna ungu dan terangkat ke atas serta memanjang hingga bagian sampingnya menjuntai ke bahu. Alis dan pupil matanya berubah menjadi warna ungu.
![kaskus-image]()
Created by: Ahmad Fauzi & Ariel Matsuyama
“Wujud apa itu??” ucap Goku bertanya-tanya.
Vegeta, Piccolo dan orang-orang yang ada di rombongan Goku terkesima dengan perubahan Ariel.
Akuma yang berhenti di udara terkejut dengan perubahan Ariel dan segera merangsek ke arah Ariel. Tapi, begitu Akuma melayangkan tinju ke dada Ariel, tinju itu ditahan oleh telapak tangan kanan Ariel dengan mudahnya. Setelah itu, Ariel menendang Akuma hingga terlempar jauh lagi.
“Rrrraaaaa!!!” teriak Akuma yang berhasil menyeimbangkan tubuhnya di udara sambil menekuk dan mengepalkan kedua tangannya serta mengeluarkan Ki-nya lebih besar lagi.
Aura yang melapisi tubuh Akuma membesar. Dengan cepat ia terbang menuju Ariel sambil menyiapkan pukulan. Begitu tiba di hadapan Ariel, Akuma pun beradu pukulan dan tendangan dengan Ariel dan mengeluarkan berbagai kombo yang apik.
Pertarungan tersebut masih dalam posisi stagnan, tak terlihat siapa yang lebih unggul dan siapa yang dalam posisi terjepit. Sampai pada akhirnya, Akuma yang melihat celah pada pertahanan Ariel segera mendaratkan tendangan ke dada Ariel yang membuat Ariel terpental ke belakang sejauh beberapa meter.
“Segel!” teriak Akuma yang sudah mengalirkan energi Ki ke telapak tangan kanannya yang ia arahkan ke depan sambil menatap Ariel.
Ariel langsung merasakan getaran aneh di tubuhnya.
Setelah itu, Akuma kembali menambah besarkan Ki-nya hingga mencapai batas maksimum yang membuat aura hitam pekat yang melapisi tubuhnya makin membesar. Ia lalu meluncur cepat ke arah Ariel dan langsung melayangkan tendangan ke dadanya. Ariel pun kembali terlempar ke belakang.
Begitu berhenti terlempar, Ariel mengangkat telapak tangan kanannya ke depan sembari memfokuskan pandangannya pada Akuma dan berseru, “Herasu Energi!”
Akuma langsung merasa energi Ki-nya mengecil dengan tidak wajar. Perlahan, wujudnya kembali ke wujud dasar dan kemudian tubuhnya jatuh ke tanah.
Ariel menekuk kedua tangannya dengan posisi telapak mengarah ke atas dan agak menekuk sedikit. Setelah mengalirkan energi Ki yang masih tersisa ke sana, cahaya ungu seperti bola muncul di kedua telapak tangan Ariel.
“Legacy Hyper Cyclone!” seru Ariel seraya menghentakkan tangannya yang menggenggam bola itu ke depan dengan posisi tepi dalam telapak tangannya menempel satu sama lain.
Bola cahaya ungu tersebut memanjang, membesar dan meluncur ke arah Akuma yang sedang menoleh ke kiri dan kanan.
Begitu Akuma menoleh ke atas, ke arah Ariel, cahaya ungu yang Ariel keluarkan langsung menghempaskan Akuma ke belakang.
Akuma mengeluarkan teriakan yang sangat memilukan, sebelum akhirnya tubuhnya dihancurkan oleh cahaya energi tersebut.
Begitu mencapai jarak yang dapat dijangkaunya, Gotenks segera mendaratkan pukulan keras ke wajah Akuma yang membuat Akuma limbung ke samping. Dan, ketika tubuh Akuma kembali lurus, Gotenks dengan cepat meninju perut Akuma bertubi-tubi yang dilanjutkan dengan meninju dagunya hingga kepala Akuma mendongak ke atas, disusul dengan tendangan lurus ke dada Akuma yang menyebabkan Akuma terpental beberapa meter ke belakang.
“Tcih! Gerakannya cepat juga,” gumam Akuma setelah berhenti di udara.
“Wah, kalau menggunakan Super Saiyan aku jadi lebih kuat lagi,” ucap Gotenks sembari melihat kedua telapak tangannya dengan posisi tangan menekuk.
Akuma menambah besarkan Ki miliknya dan terbang cepat ke arah Gotenks. Di saat yang sama, Gotenks meluncur cepat ke arah Akuma. Mereka pun mengadu tinju yang menciptakan efek angin kencang. Setelah itu, mereka saling serang dan menghindar dengan gerakan yang sangat cepat.
“Pil ini boleh juga,” gumam Gotenks.
“Kekuatan apa yang dia gunakan sehingga mampu melawanku?” gumam Akuma.
Mereka terus mengadu serangan berupa pukulan dan tendangan serta sesekali menghindar selama beberapa saat.
Tidak lama kemudian, Gotenks melihat pertahanan Akuma yang terbuka. Ia pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu dan melakukan tendangan keras dengan kaki kanannya ke bagian tersebut yaitu perut Akuma. Akibatnya, Akuma terlempar jauh ke belakang.
Akuma yang terlempar mencoba menyeimbangkan tubuhnya di udara.
Gotenks yang melihat hal itu segera mengangkat telapak tangan kanannya ke atas dan mengalikan Ki ke tangannya tersebut. Dari telapak tangan Gotenks keluarlah sejenis lingkaran berwarna kekuningan. Lingkaran itu terbang ke atas lalu melesat ke arah Akuma. Begitu lingkaran tersebut turun, lingkaran itu langsung mengikat tubuh Akuma.
“Apa-apaan ini???” geram Akuma. Ia mencoba melepaskan diri dari lingkaran itu, namun semua usahanya sia-sia.
Gotenks kemudian mengeluarkan sesuatu dari mulutnya yang persis seperti sedang meniup.
Dari mulut Gotenks pun keluar bayangan putih seperti ‘hantu’ yang tidak punya kaki. Wajah dan gaya rambut bayangan tersebut mirip dengan Gotenks. Gotenks mengeluarkan bayangan tersebut sampai puluhan buah.
“Seraangg!!!” teriak Gotenks sambil mengarahkan telunjuknya ke arah Akuma yang sedang terikat.
Bayangan-bayangan itu langsung terbang menuju Akuma dan meledak satu persatu begitu menyentuh tubuh Akuma.
Akuma pun terjatuh dan terkapar di tanah. Jubahnya sobek dimana-mana.
“Si-sial…,” geram Akuma.
Gotenks yang masih di udara mengarakan kedua tangannya yang kesemuanya jarinya seperti menggenggam sesuatu ke samping kanan pinggangnya. Cahaya putih langsung muncul di kedua genggaman tangannya karena aliran energi Ki yang ia keluarkan. Di saat yang sama, di sekitar tubuhnya muncul percikan-percikan listrik.
“Super, Ka… Me… Ha… Me…,” ucap Gotenks. Cahaya di genggaman tangannya semakin besar. “HA!!!” teriaknya seraya mengarahkan kedua telapak tangannya ke samping bawah.
Cahaya putih itu langsung membesar dan meluncur ke arah Akuma. Ledakan dahsyat pun terjadi persis ketika cahaya tersebut mengenai tubuh Akuma.
Begitu ledakan berikut asapnya menipis, terlihat Akuma terkapar dengan jubah yang hancur, hanya tersisa celana longgar dan sepatunya saja. Itu pun celana longgar serta sepatunya sudah terkoyak disana-sini.
“Tcih!” Akuma meludahkan darah dari mulutnya. Ia berusaha bangkit meski susah payah.
Gotenks terkejut. “Masih sanggup berdiri rupanya.”
Dengan sisa tenaganya, Akuma mengalirkan energi Ki ke telapak tangan kanan yang ia arahkan ke depan atas sambil menatap Gotenks. “Segel!” serunya.
Gotenks langsung merasakan getaran aneh di tubuhnya. “Apa ini??”
Akuma tersenyum sinis. Ia mengepalkan kedua tangannya di samping pinggang sembari mengalirkan energi Ki yang lebih besar dari sebelumnya.
Cahaya hitam yang lebih besar pun langsung melapisi tubuh Akuma. Kini, ia merasa jauh lebih kuat dan semua rasa sakit yang ia rasakan menghilang.
“Yooosshh!!” seru Gotenks. Ia mengepalkan kedua tangannya di samping pinggang seraya mengeluarkan energi Ki yang lebih besar sambil berteriak panjang.
Akan tetapi, cahaya energi yang keluar dari tubuh Gotenks mengecil dan berangsur-angsur menghilang. Gotenks pun kebingungan. Ia mencoba melakukannya sekali lagi. Tapi, hasilnya tetap sama. Berkali-kali ia mencoba melakukan hal itu namun tetap tidak membuahkan hasil.
“Ada apa sebetulnya ini??” keluh Gotenks. Tiba-tiba, Akuma muncul di hadapannya.
“Hari ini adalah ajalmu,” bisik Akuma di telinga Gotenks.
“Apa??? Sejak kapan kau-“
Belum selesai Gotenks berkata-kata, dia sudah mendapat bogem mentah dari Akuma tepat di perutnya hingga Gotenks memuntahkan air dari mulutnya. Tidak cukup sampai di situ, Akuma menendang dada Gotenks yang menyebabkan Gotenks terpental jauh ke belakang. Akuma kembali muncul secara tiba-tiba di belakang Gotenks dan memukul kepala Gotenks dengan dua kepalan tangan yang disatukan. Gotenks pun jatuh dengan keras ke tanah, menyebabkan tanah bolong sangat besar. Gotenks cuma bisa terkapar setelahnya.
Akuma mengalirkan energi Ki di telapak tangan kanannya hingga muncullah bola cahaya hitam dari sana. Bola tersebut makin lama makin besar.
“Selamat ting-“
“Hentikan!” Tiba-tiba teriakan seseorang menghentikan ucapan dan gerakan Akuma.
Akuma, Gotenks, dan rombongan Goku menoleh ke arah teriakan yang berasal dari belakang Akuma. Semuanya langsung terkejut begitu tahu siapa yang berteriak.
“Ariel?” ucap Gotenks sambil tersenyum melihat Ariel yang sedang memandang Akuma.
“Kau? Bagaimana caranya keluar dari dimensi itu???” ucap bingung Akuma sembari membalikkan badannya ke belakang.
“Ariel!!! Hati-hati!!!” teriak Goku.
“Tcih! Hari ini aku tidak akan mengampunimu!!!” teriak Akuma. Dalam waktu singkat, ia sudah ada di hadapan Ariel.
Ariel memejamkan matanya sebentar, kemudian membukanya. Di saat yang hampir bersamaan, Akuma melayangkan tinju ke wajah Ariel.
Namun, tinju Akuma ditangkap oleh Ariel dengan mudah. Akuma pun terkejut bukan main sekaligus heran. Kini, tubuh Ariel dilapisi aura ungu tipis dengan partikel-partikel yang terangkat ke atas.
“Kau? Kenapa bisa-“
Ucapan Akuma terpotong persis ketika Ariel menendang perutnya. Akuma langsung terpental jauh akibat tendangan Ariel yang begitu keras.
Tiba-tiba, rambut Ariel berubah menjadi warna ungu dan terangkat ke atas serta memanjang hingga bagian sampingnya menjuntai ke bahu. Alis dan pupil matanya berubah menjadi warna ungu.
Spoiler for Wujud Baru Ariel:

Created by: Ahmad Fauzi & Ariel Matsuyama
“Wujud apa itu??” ucap Goku bertanya-tanya.
Vegeta, Piccolo dan orang-orang yang ada di rombongan Goku terkesima dengan perubahan Ariel.
Akuma yang berhenti di udara terkejut dengan perubahan Ariel dan segera merangsek ke arah Ariel. Tapi, begitu Akuma melayangkan tinju ke dada Ariel, tinju itu ditahan oleh telapak tangan kanan Ariel dengan mudahnya. Setelah itu, Ariel menendang Akuma hingga terlempar jauh lagi.
“Rrrraaaaa!!!” teriak Akuma yang berhasil menyeimbangkan tubuhnya di udara sambil menekuk dan mengepalkan kedua tangannya serta mengeluarkan Ki-nya lebih besar lagi.
Aura yang melapisi tubuh Akuma membesar. Dengan cepat ia terbang menuju Ariel sambil menyiapkan pukulan. Begitu tiba di hadapan Ariel, Akuma pun beradu pukulan dan tendangan dengan Ariel dan mengeluarkan berbagai kombo yang apik.
Pertarungan tersebut masih dalam posisi stagnan, tak terlihat siapa yang lebih unggul dan siapa yang dalam posisi terjepit. Sampai pada akhirnya, Akuma yang melihat celah pada pertahanan Ariel segera mendaratkan tendangan ke dada Ariel yang membuat Ariel terpental ke belakang sejauh beberapa meter.
“Segel!” teriak Akuma yang sudah mengalirkan energi Ki ke telapak tangan kanannya yang ia arahkan ke depan sambil menatap Ariel.
Ariel langsung merasakan getaran aneh di tubuhnya.
Setelah itu, Akuma kembali menambah besarkan Ki-nya hingga mencapai batas maksimum yang membuat aura hitam pekat yang melapisi tubuhnya makin membesar. Ia lalu meluncur cepat ke arah Ariel dan langsung melayangkan tendangan ke dadanya. Ariel pun kembali terlempar ke belakang.
Begitu berhenti terlempar, Ariel mengangkat telapak tangan kanannya ke depan sembari memfokuskan pandangannya pada Akuma dan berseru, “Herasu Energi!”
Akuma langsung merasa energi Ki-nya mengecil dengan tidak wajar. Perlahan, wujudnya kembali ke wujud dasar dan kemudian tubuhnya jatuh ke tanah.
Ariel menekuk kedua tangannya dengan posisi telapak mengarah ke atas dan agak menekuk sedikit. Setelah mengalirkan energi Ki yang masih tersisa ke sana, cahaya ungu seperti bola muncul di kedua telapak tangan Ariel.
“Legacy Hyper Cyclone!” seru Ariel seraya menghentakkan tangannya yang menggenggam bola itu ke depan dengan posisi tepi dalam telapak tangannya menempel satu sama lain.
Bola cahaya ungu tersebut memanjang, membesar dan meluncur ke arah Akuma yang sedang menoleh ke kiri dan kanan.
Begitu Akuma menoleh ke atas, ke arah Ariel, cahaya ungu yang Ariel keluarkan langsung menghempaskan Akuma ke belakang.
Akuma mengeluarkan teriakan yang sangat memilukan, sebelum akhirnya tubuhnya dihancurkan oleh cahaya energi tersebut.
Diubah oleh Ariel.Matsuyama 05-07-2022 16:09
0
Kutip
Balas