TS
Ariel.Matsuyama
[FanFic] Dragon Ball Legacy
![[FanFic] Dragon Ball Legacy](https://dl.kaskus.id/arielmatsuyama.files.wordpress.com/2021/06/dbl-new-logo.png)
Dragon Ball Legacy (ドラゴンボールレガシー)
Genre:Action | Shounen | Drama
Spoiler for Episode List:
Episode 1: First Of All
[[Act 01]] [[Act 02]]
[[Act 03 (End)]]
Episode 2: Saiyan Yang Tangguh
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Episode 3: Melawan Sang Penghancur
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Episode 4: Kekuatan Besar Akuma Melawan Mata Ryugan
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Episode 5: Masa Lalu Yang Pahit
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Episode 6: Kembalinya Sang Penghancur
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Final Episode: Akhir Sang Penghancur
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
[[Act 01]] [[Act 02]]
[[Act 03 (End)]]
Episode 2: Saiyan Yang Tangguh
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Episode 3: Melawan Sang Penghancur
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Episode 4: Kekuatan Besar Akuma Melawan Mata Ryugan
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Episode 5: Masa Lalu Yang Pahit
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Episode 6: Kembalinya Sang Penghancur
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Final Episode: Akhir Sang Penghancur
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Spoiler for Theme Song & BGM:
Theme Song:
-Sky (Cross Roads Version) - Fripside
Opening Theme: Menit ke Menit ke 00:00 - 02:12
Watch and Listen Full Here
Download with YTmp3
-Hero - Unlimits
Opening Theme 2: Menit ke 00:00 - 01:15
Watch and Listen Full Here
Download with YTmp3
-Everlasting - Fripside
Ending Theme: Menit ke 00:00 - 01;43
Watch and Listen Full Here
Download with YTmp3
-Cha La Head Cha La - Flow
Last Episode (Series) Theme: Menit ke 00:00 - 03:31
Watch and Listen Full Here
Download with YTmp3
BGM:
-Power of Victory
Watch and Listen Full Here
Download with YTmp3
-Go Beyond The Limits
Watch and Listen Full Here
Download with YTmp3
-Selfish Secret
Watch and Listen Full Here
Download with YTmp3
Spoiler for Realms:
Diubah oleh Ariel.Matsuyama 02-09-2022 10:14
amekachi dan tien212700 memberi reputasi
2
11.4K
Kutip
29
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•350Anggota
Tampilkan semua post
TS
Ariel.Matsuyama
#17
Spoiler for Episode 4 Act 2 (End):
“Orang ini … Daritadi seranganku tidak ada yang masuk,” ucap Vegeta dalam hati sambil terus memukul Akuma.
“Sudah kucoba berbagai cara untuk mengeluarkan para dewa dari bola itu tapi tidak ada yang berhasil. Kalau begini bisa-bisa kami kalah,” keluh Goten dalam hati.
Setelah sekian lama menghindari serangan, Akuma menyentil dahi Goku, Vegeta, dan Goten secara bergantian dan cepat. Mereka bertiga pun terlempar ke arah gedung hingga gedung tersebut roboh dan mereka bertiga jatuh ke jalanan. Untunglah runtuhan gedung itu tidak menimpa mereka. Rambut, alis, dan bola mata mereka kembali seperti semula.
Akuma memegangi dagunya. “Hmm… Kurasa sudah cukup bermain-mainnya.”
Akuma mengarahkan kedua telapak tangannya ke depan dengan posisi telapak tangan kanan di atas, dan telapak tangan kiri di bawah. Setelah mengalirkan Ki di kedua tangannya, cahaya kecokelatan muncul seperti bola di tengah-tengah kedua tangannya yang kesemua jarinya terlihat seperti menggenggam sesuatu.
“Hentikan!” Dari belakang Akuma tiba-tiba terdengar teriakan seseorang.
Akuma pun menoleh ke arah sumber suara. Ternyata suara itu milik Ariel yang dalam mode Super Saiyan Blue sedang melayang dan menatap tajam Akuma.
Goten dan Vegeta yang melihat hal itu kaget bukan kepalang, sementara Goku tersenyum lebar.
“A-Ariel??? Hi-hidup kembali???” kata Goten yang terbata-bata. “Entah apa yang membuatmu hidup kembali, tapi aku senang melihatnya.” Ia pun tersenyum
“Itu baru muridku,” ucap Goku yang tubuhnya dipenuhi luka.
“Kau lagi!” kata Akuma sambil menggeleng-gelengkan kepala. “Apa kau mau kulumatkan lagi, hah?!”
“Kita lihat siapa yang akan lumat. Ayo maju!” tantang Ariel.
Akuma menatap tajam Ariel lalu tersenyum sinis, sebelum akhirnya melesat terbang menghampiri Ariel.
Ariel memejamkan matanya. Ia memusatkan energi Ki-nya tepat di kedua matanya. Begitu matanya terbuka kembali, warna mata biru Ariel berubah menjadi merah dengan kornea mata berwarna hitam. Ariel telah berhasil mengaktifkan Ryugan. Dengan mata itu, Ariel menatap mata Akuma selama dua detik dengan niat menyalin energi Ki milik Akuma. Sesaat setelahnya, bola mata Ariel mengedipkan cahaya merah.
![kaskus-image]()
Created by: Ahmad Fauzi & Ariel Matsuyama
Ketika serangan Akuma yang berupa pukulan tiba, Ariel berhasil menangkapnya, menimbulkan efek angin kencang berhembus di sekitar mereka.
Akuma terkejut. “A-apa???”
Ariel tersenyum miring. Hal itu membuat Akuma kesal dan mengayunkan kaki kanannya ke samping kiri kepala Ariel sambil meloncat.
Namun serangan itu mampu ditepis oleh Ariel menggunakan punggung tangan kirinya.
“He-hebaaatt!!!” teriak Goten yang merasa takjub melihat hal tersebut.
“Kekuatan apa itu?” gumam Vegeta yang juga melihatnya.
Goku tersenyum puas melihatnya. “Kau memang muridku yang berbakat, Ariel.”
Ariel mengadu pukulan dan tendangan dengan Akuma. Kekuatan, kecepatan, serta refleks mereka seimbang. Sampai pada akhirnya, Akuma yang lengah terkena pukulan telak di dagunya, setelah itu tendangan cepat dan kuat. Tendangan itu mampu membuat Akuma terlempar jauh.
Akuma yang terlempar mencoba menyeimbangkan tubuhnya hingga berhenti di udara. Setelah itu ia mengarahkan kedua telapak tangannya yang seperti menggenggam sesuatu ke depan sambil mengalirkan energi Ki ke tangannya tersebut yang posisinya tangan kanan di atas serta tangan kiri di bawah. Dari kedua tangan Akuma muncullah bola cahaya kecoklatan.
“Mighty Hurricane!!” teriak Akuma.
Bola cahaya di kedua tangan Akuma langsung memanjang dan membesar. Memanjang seraya meluncur ke arah Ariel.
Melihat hal demikian, Ariel menekuk lengan kanannya dan mengepalkan jarinya sambil memfokuskan energi Ki di kepalan tangannya. Kepalan tangan Ariel langsung diselimuti cahaya biru dengan percikan listrik.
“Cyclone… Blaster!!” seru Ariel seraya meluruskan sambil membuka jari-jarinya yang tadi mengepal.
Cahaya biru di tangan Ariel tersebut memanjang dan meluncur lalu beradu dengan cahaya kecokelatan yang dikeluarkan Akuma.
Akuma terus mendorong cahaya yang ia keluarkan sembari membesarkan energi Ki miliknya. Begitu pula Ariel. Kedua cahaya milik mereka saling dorong dan terkadang salah satunya nampak maju dan mundur.
Ketika cahaya milik Ariel mundur cukup jauh, tangan kiri Ariel menyentuh tangan kanannya sambil menambah energi Ki-nya hingga cahaya tersebut kembali maju.
Adu tenaga terlihat sengit. Masing-masing nampak tidak mau mengalah. Sampai pada akhirnya, Ariel lah yang memenangkan adu tenaga itu, cahaya miliknya sukses mengenai Akuma dan menimbulkan radius ledakan 200 meter.
Dengan sisa tenaganya, Goku memapah Vegeta dan Goten untuk terbang menjauh, menghindari radius ledakan.
“Luar biasa,” gumam Vegeta melihat hal tersebut.
“Kau hebat sahabat!!!” teriak Goten yang menatap pemandangan itu.
“Ariel!!! Kau luar biasa!!!” teriak Goku.
Begitu ledakan mereda, Akuma terlihat terkapar di aspal jalanan. Perlahan, ia berusaha bangkit. Pakaiannya terkoyak sangat parah.
“Masih kuat rupanya,” gumam Ariel sembari menatap Akuma.
“Jika kau kuat, AYO MAJU LAGI!!!” teriak Akuma.
“Sesuai permintaanmu.” Ariel pun langsung meluncur ke bawah, ke tempat di mana Akuma berdiri sembari menekuk tinju kanannya.
Akuma mengangkat telapak tangan kanannya secara diagonal dan ia arahkan pada Ariel. Seketika itu juga, Ariel yang jaraknya sudah hampir dekat dengan Akuma berhenti di udara.
Akuma tersenyum sinis, sebelum akhirnya melakukan tinjuan dari jarak jauh. Bagaikan ilmu kontak, tubuh Ariel pun terhantam-hantam oleh tinjuan tersebut dan jatuh ke tanah.
“Tcih! Apa-apaan dia itu?!” keluh Ariel sambil berusaha berdiri, kemudian berlari ke arah Akuma.
Akuma kembali memberhentikan Ariel dengan telapak tangan kanannya dari jauh, lalu memukulnya dari jauh pula seperti tadi dan kali ini ditambah tendangan keras dari kaki kanannya. Ariel pun terlontar beberapa meter dari tempatnya berpijak.
Setelah meludahkan darah dari mulutnya, Ariel pun berdiri. Ia memutar otaknya, mencari cara untuk menyerang Akuma. Sampai akhirnya, Ariel menemukan sebuah ide.
“Baiklah,” ucap Ariel yang kemudian melesat terbang rendah menuju Akuma.
Akuma tersenyum licik. Tapi, sebelum memberhentikan gerakan Ariel dengan telapak tangan kanannya, sebuah perisai berwarna hitam dengan lambang kepala naga muncul beberapa senti di depan dada Ariel sampai wajahnya ikut tertutup perisai itu setelah Ariel meniatkan dalam hati untuk memunculkan perisai bernama Kekkai Ryu tersebut dan setelah matanya mengedipkan cahaya merah.
“Apa itu?” gumam Akuma. “Ah, persetan lah!” Ia kemudian melakukan tinjuan jarak jauh seperti sebelumnya.
Akan tetapi, itu semua ditepis oleh perisai Kekkai Ryu milik Ariel. Perisai itu berpindah-pindah sesuai dengan arah tinjuan Akuma. Akuma pun terkejut dibuatnya.
Belum cukup sampai di situ, Ariel meniatkan dalam hati untuk menggandakan kecepatannya. Setelah cahaya merah berkedip dari matanya dan ia bisa menggerakkan tubuhnya kembali, Ariel pun segera berlari ke arah Akuma. Gerakannya sangat cepat hingga tak terlihat oleh Akuma. Alhasil Akuma terhantam-hantam oleh serangan-serangan Ariel yang sangat cepat tersebut.
Sementara itu, di pengelihatan Ariel, Akuma melayang ke atas dengan sangat lambat. Itu semua akibat perbedaan kecepatan mereka yang begitu jauh.
Begitu Akuma melayang tinggi, ia mendapat hantaman bertubi-tubi dari Ariel lalu dengan hantaman yang sangat keras, Akuma terlempar jauh.
Ariel kemudian kembali dengan sendirinya ke kecepatan normal. Saat itu, Akuma yang jatuh ke jalanan melihatnya.
“Di-dia … Kecepatannya bahkan melampaui kecepatanku!” gumam Akuma.
Ariel memejamkan matanya. Ia meniatkan dalam hati untuk mengeluarkan pukulan Kokuryu Ken. Begitu ia kembali membuka matanya, mata tersebut mengedipkan cahaya merah dan dalam sekejap, bayangan hitam berbentuk naga menyelimuti tubuh Ariel dengan posisi kepala naga di atas.
Ariel kemudian mengambil ancang-ancang untuk meninju, lalu berseru, “Kokuryu Ken!” Seraya melepaskan tinjuan ke depan.
Di saat yang sama, naga yang melapisi tubuh Ariel meluncur ke depan dengan cepat.
Akuma membelalak kaget, sebelum akhirnya terseret jauh ke samping lalu ke atas oleh bayangan naga tersebut dan dibawa jauh dari tempatnya semula. Tak lama kemudian bayangan naga itu meledak hebat di langit dengan radius ledakan kira-kira 500 meter.
Tubuh Akuma yang sudah kembali ke mode dasar jatuh ke bawah dan tengkurap di jalanan ditemukan oleh seorang pria berambut keribo yang baru saja keluar dari tempat persembunyiannya di dekat salah satu pabrik tua. Ia memiliki kumis panjang, janggut tipis dan bulu dada serta tangan dengan balutan seragam beladiri warna cokelat dengan sabuk berwarna putih. Nama pria itu adalah ‘Mr. Satan’.
“Sudah kalah ya?” ucap Mr. Satan sambil menyenggol-nyenggol tubuh Akuma yang sudah tidak berdaya menggunakan kakinya.
Tiba-tiba dari beberapa bangunan yang ada di sana, beberapa orang berduyun-duyun keluar dari persembunyian mereka.
“Itu Mr. Satan!” ucap salah satu dari mereka.
“Pasti dia yang berhasil melumpuhkan penjahat itu!” ucap wanita berambut kuning di samping orang yang baru saja berbicara tersebut.
Orang-orang yang lain saling berbisik dan sepakat dengan ucapan wanita berambut kuning itu.
Melihat hal tersebut, Mr. Satan langsung berpose gagah sambil menginjak punggung Akuma.
“Mr. Satan, apa kau yang berhasil melumpuhkan penjahat ini?” tanya salah seorang pria berambut botak setelah melihat aksi Mr. Satan menginjak Akuma.
“Ya, betul sekali!” jawab Mr. Satan sambil memangku kedua tangannya di depan dada.
Si pria berambut botak berbalik hadap ke kerumunan orang-orang yang bertambah banyak itu kemudian berkata dengan suara lantang, “Dengar semuanya, hari ini dunia berhasil diselamatkan dari penjahat yang telah menyerang kota! Dan penjahat itu berhasil dikalahkan oleh Tuan Satan!”
Semua orang yang menyaksikan hal itu langsung berteriak, “HOREEE!!! SAAATAN! SAAATAN! SAAATAN!!”
Mr. Satan pun langsung berpose ‘peace’ begitu seseorang mengarahkan kamera padanya. Kemudian orang tersebut langsung memotret Mr. Satan yang tersenyum penuh kemenangan itu.
“Sudah kucoba berbagai cara untuk mengeluarkan para dewa dari bola itu tapi tidak ada yang berhasil. Kalau begini bisa-bisa kami kalah,” keluh Goten dalam hati.
Setelah sekian lama menghindari serangan, Akuma menyentil dahi Goku, Vegeta, dan Goten secara bergantian dan cepat. Mereka bertiga pun terlempar ke arah gedung hingga gedung tersebut roboh dan mereka bertiga jatuh ke jalanan. Untunglah runtuhan gedung itu tidak menimpa mereka. Rambut, alis, dan bola mata mereka kembali seperti semula.
Akuma memegangi dagunya. “Hmm… Kurasa sudah cukup bermain-mainnya.”
Akuma mengarahkan kedua telapak tangannya ke depan dengan posisi telapak tangan kanan di atas, dan telapak tangan kiri di bawah. Setelah mengalirkan Ki di kedua tangannya, cahaya kecokelatan muncul seperti bola di tengah-tengah kedua tangannya yang kesemua jarinya terlihat seperti menggenggam sesuatu.
“Hentikan!” Dari belakang Akuma tiba-tiba terdengar teriakan seseorang.
Akuma pun menoleh ke arah sumber suara. Ternyata suara itu milik Ariel yang dalam mode Super Saiyan Blue sedang melayang dan menatap tajam Akuma.
Goten dan Vegeta yang melihat hal itu kaget bukan kepalang, sementara Goku tersenyum lebar.
“A-Ariel??? Hi-hidup kembali???” kata Goten yang terbata-bata. “Entah apa yang membuatmu hidup kembali, tapi aku senang melihatnya.” Ia pun tersenyum
“Itu baru muridku,” ucap Goku yang tubuhnya dipenuhi luka.
“Kau lagi!” kata Akuma sambil menggeleng-gelengkan kepala. “Apa kau mau kulumatkan lagi, hah?!”
“Kita lihat siapa yang akan lumat. Ayo maju!” tantang Ariel.
Akuma menatap tajam Ariel lalu tersenyum sinis, sebelum akhirnya melesat terbang menghampiri Ariel.
Ariel memejamkan matanya. Ia memusatkan energi Ki-nya tepat di kedua matanya. Begitu matanya terbuka kembali, warna mata biru Ariel berubah menjadi merah dengan kornea mata berwarna hitam. Ariel telah berhasil mengaktifkan Ryugan. Dengan mata itu, Ariel menatap mata Akuma selama dua detik dengan niat menyalin energi Ki milik Akuma. Sesaat setelahnya, bola mata Ariel mengedipkan cahaya merah.
Spoiler for Ariel Super Saiyan Blue ‘Ryugan’:

Created by: Ahmad Fauzi & Ariel Matsuyama
Ketika serangan Akuma yang berupa pukulan tiba, Ariel berhasil menangkapnya, menimbulkan efek angin kencang berhembus di sekitar mereka.
Akuma terkejut. “A-apa???”
Ariel tersenyum miring. Hal itu membuat Akuma kesal dan mengayunkan kaki kanannya ke samping kiri kepala Ariel sambil meloncat.
Namun serangan itu mampu ditepis oleh Ariel menggunakan punggung tangan kirinya.
“He-hebaaatt!!!” teriak Goten yang merasa takjub melihat hal tersebut.
“Kekuatan apa itu?” gumam Vegeta yang juga melihatnya.
Goku tersenyum puas melihatnya. “Kau memang muridku yang berbakat, Ariel.”
Ariel mengadu pukulan dan tendangan dengan Akuma. Kekuatan, kecepatan, serta refleks mereka seimbang. Sampai pada akhirnya, Akuma yang lengah terkena pukulan telak di dagunya, setelah itu tendangan cepat dan kuat. Tendangan itu mampu membuat Akuma terlempar jauh.
Akuma yang terlempar mencoba menyeimbangkan tubuhnya hingga berhenti di udara. Setelah itu ia mengarahkan kedua telapak tangannya yang seperti menggenggam sesuatu ke depan sambil mengalirkan energi Ki ke tangannya tersebut yang posisinya tangan kanan di atas serta tangan kiri di bawah. Dari kedua tangan Akuma muncullah bola cahaya kecoklatan.
“Mighty Hurricane!!” teriak Akuma.
Bola cahaya di kedua tangan Akuma langsung memanjang dan membesar. Memanjang seraya meluncur ke arah Ariel.
Melihat hal demikian, Ariel menekuk lengan kanannya dan mengepalkan jarinya sambil memfokuskan energi Ki di kepalan tangannya. Kepalan tangan Ariel langsung diselimuti cahaya biru dengan percikan listrik.
“Cyclone… Blaster!!” seru Ariel seraya meluruskan sambil membuka jari-jarinya yang tadi mengepal.
Cahaya biru di tangan Ariel tersebut memanjang dan meluncur lalu beradu dengan cahaya kecokelatan yang dikeluarkan Akuma.
Akuma terus mendorong cahaya yang ia keluarkan sembari membesarkan energi Ki miliknya. Begitu pula Ariel. Kedua cahaya milik mereka saling dorong dan terkadang salah satunya nampak maju dan mundur.
Ketika cahaya milik Ariel mundur cukup jauh, tangan kiri Ariel menyentuh tangan kanannya sambil menambah energi Ki-nya hingga cahaya tersebut kembali maju.
Adu tenaga terlihat sengit. Masing-masing nampak tidak mau mengalah. Sampai pada akhirnya, Ariel lah yang memenangkan adu tenaga itu, cahaya miliknya sukses mengenai Akuma dan menimbulkan radius ledakan 200 meter.
Dengan sisa tenaganya, Goku memapah Vegeta dan Goten untuk terbang menjauh, menghindari radius ledakan.
“Luar biasa,” gumam Vegeta melihat hal tersebut.
“Kau hebat sahabat!!!” teriak Goten yang menatap pemandangan itu.
“Ariel!!! Kau luar biasa!!!” teriak Goku.
Begitu ledakan mereda, Akuma terlihat terkapar di aspal jalanan. Perlahan, ia berusaha bangkit. Pakaiannya terkoyak sangat parah.
“Masih kuat rupanya,” gumam Ariel sembari menatap Akuma.
“Jika kau kuat, AYO MAJU LAGI!!!” teriak Akuma.
“Sesuai permintaanmu.” Ariel pun langsung meluncur ke bawah, ke tempat di mana Akuma berdiri sembari menekuk tinju kanannya.
Akuma mengangkat telapak tangan kanannya secara diagonal dan ia arahkan pada Ariel. Seketika itu juga, Ariel yang jaraknya sudah hampir dekat dengan Akuma berhenti di udara.
Akuma tersenyum sinis, sebelum akhirnya melakukan tinjuan dari jarak jauh. Bagaikan ilmu kontak, tubuh Ariel pun terhantam-hantam oleh tinjuan tersebut dan jatuh ke tanah.
“Tcih! Apa-apaan dia itu?!” keluh Ariel sambil berusaha berdiri, kemudian berlari ke arah Akuma.
Akuma kembali memberhentikan Ariel dengan telapak tangan kanannya dari jauh, lalu memukulnya dari jauh pula seperti tadi dan kali ini ditambah tendangan keras dari kaki kanannya. Ariel pun terlontar beberapa meter dari tempatnya berpijak.
Setelah meludahkan darah dari mulutnya, Ariel pun berdiri. Ia memutar otaknya, mencari cara untuk menyerang Akuma. Sampai akhirnya, Ariel menemukan sebuah ide.
“Baiklah,” ucap Ariel yang kemudian melesat terbang rendah menuju Akuma.
Akuma tersenyum licik. Tapi, sebelum memberhentikan gerakan Ariel dengan telapak tangan kanannya, sebuah perisai berwarna hitam dengan lambang kepala naga muncul beberapa senti di depan dada Ariel sampai wajahnya ikut tertutup perisai itu setelah Ariel meniatkan dalam hati untuk memunculkan perisai bernama Kekkai Ryu tersebut dan setelah matanya mengedipkan cahaya merah.
“Apa itu?” gumam Akuma. “Ah, persetan lah!” Ia kemudian melakukan tinjuan jarak jauh seperti sebelumnya.
Akan tetapi, itu semua ditepis oleh perisai Kekkai Ryu milik Ariel. Perisai itu berpindah-pindah sesuai dengan arah tinjuan Akuma. Akuma pun terkejut dibuatnya.
Belum cukup sampai di situ, Ariel meniatkan dalam hati untuk menggandakan kecepatannya. Setelah cahaya merah berkedip dari matanya dan ia bisa menggerakkan tubuhnya kembali, Ariel pun segera berlari ke arah Akuma. Gerakannya sangat cepat hingga tak terlihat oleh Akuma. Alhasil Akuma terhantam-hantam oleh serangan-serangan Ariel yang sangat cepat tersebut.
Sementara itu, di pengelihatan Ariel, Akuma melayang ke atas dengan sangat lambat. Itu semua akibat perbedaan kecepatan mereka yang begitu jauh.
Begitu Akuma melayang tinggi, ia mendapat hantaman bertubi-tubi dari Ariel lalu dengan hantaman yang sangat keras, Akuma terlempar jauh.
Ariel kemudian kembali dengan sendirinya ke kecepatan normal. Saat itu, Akuma yang jatuh ke jalanan melihatnya.
“Di-dia … Kecepatannya bahkan melampaui kecepatanku!” gumam Akuma.
Ariel memejamkan matanya. Ia meniatkan dalam hati untuk mengeluarkan pukulan Kokuryu Ken. Begitu ia kembali membuka matanya, mata tersebut mengedipkan cahaya merah dan dalam sekejap, bayangan hitam berbentuk naga menyelimuti tubuh Ariel dengan posisi kepala naga di atas.
Ariel kemudian mengambil ancang-ancang untuk meninju, lalu berseru, “Kokuryu Ken!” Seraya melepaskan tinjuan ke depan.
Di saat yang sama, naga yang melapisi tubuh Ariel meluncur ke depan dengan cepat.
Akuma membelalak kaget, sebelum akhirnya terseret jauh ke samping lalu ke atas oleh bayangan naga tersebut dan dibawa jauh dari tempatnya semula. Tak lama kemudian bayangan naga itu meledak hebat di langit dengan radius ledakan kira-kira 500 meter.
Tubuh Akuma yang sudah kembali ke mode dasar jatuh ke bawah dan tengkurap di jalanan ditemukan oleh seorang pria berambut keribo yang baru saja keluar dari tempat persembunyiannya di dekat salah satu pabrik tua. Ia memiliki kumis panjang, janggut tipis dan bulu dada serta tangan dengan balutan seragam beladiri warna cokelat dengan sabuk berwarna putih. Nama pria itu adalah ‘Mr. Satan’.
Spoiler for Mr. Satan:
“Sudah kalah ya?” ucap Mr. Satan sambil menyenggol-nyenggol tubuh Akuma yang sudah tidak berdaya menggunakan kakinya.
Tiba-tiba dari beberapa bangunan yang ada di sana, beberapa orang berduyun-duyun keluar dari persembunyian mereka.
“Itu Mr. Satan!” ucap salah satu dari mereka.
“Pasti dia yang berhasil melumpuhkan penjahat itu!” ucap wanita berambut kuning di samping orang yang baru saja berbicara tersebut.
Orang-orang yang lain saling berbisik dan sepakat dengan ucapan wanita berambut kuning itu.
Melihat hal tersebut, Mr. Satan langsung berpose gagah sambil menginjak punggung Akuma.
“Mr. Satan, apa kau yang berhasil melumpuhkan penjahat ini?” tanya salah seorang pria berambut botak setelah melihat aksi Mr. Satan menginjak Akuma.
“Ya, betul sekali!” jawab Mr. Satan sambil memangku kedua tangannya di depan dada.
Si pria berambut botak berbalik hadap ke kerumunan orang-orang yang bertambah banyak itu kemudian berkata dengan suara lantang, “Dengar semuanya, hari ini dunia berhasil diselamatkan dari penjahat yang telah menyerang kota! Dan penjahat itu berhasil dikalahkan oleh Tuan Satan!”
Semua orang yang menyaksikan hal itu langsung berteriak, “HOREEE!!! SAAATAN! SAAATAN! SAAATAN!!”
Mr. Satan pun langsung berpose ‘peace’ begitu seseorang mengarahkan kamera padanya. Kemudian orang tersebut langsung memotret Mr. Satan yang tersenyum penuh kemenangan itu.
To Be Continued
Diubah oleh Ariel.Matsuyama 17-10-2022 01:51
protradersignal memberi reputasi
1
Kutip
Balas