TS
Ariel.Matsuyama
[FanFic] Dragon Ball Legacy
![[FanFic] Dragon Ball Legacy](https://dl.kaskus.id/arielmatsuyama.files.wordpress.com/2021/06/dbl-new-logo.png)
Dragon Ball Legacy (ドラゴンボールレガシー)
Genre:Action | Shounen | Drama
Spoiler for Episode List:
Episode 1: First Of All
[[Act 01]] [[Act 02]]
[[Act 03 (End)]]
Episode 2: Saiyan Yang Tangguh
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Episode 3: Melawan Sang Penghancur
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Episode 4: Kekuatan Besar Akuma Melawan Mata Ryugan
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Episode 5: Masa Lalu Yang Pahit
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Episode 6: Kembalinya Sang Penghancur
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Final Episode: Akhir Sang Penghancur
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
[[Act 01]] [[Act 02]]
[[Act 03 (End)]]
Episode 2: Saiyan Yang Tangguh
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Episode 3: Melawan Sang Penghancur
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Episode 4: Kekuatan Besar Akuma Melawan Mata Ryugan
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Episode 5: Masa Lalu Yang Pahit
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Episode 6: Kembalinya Sang Penghancur
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Final Episode: Akhir Sang Penghancur
[[Act 01]] [[Act 02 (End)]]
Spoiler for Theme Song & BGM:
Theme Song:
-Sky (Cross Roads Version) - Fripside
Opening Theme: Menit ke Menit ke 00:00 - 02:12
Watch and Listen Full Here
Download with YTmp3
-Hero - Unlimits
Opening Theme 2: Menit ke 00:00 - 01:15
Watch and Listen Full Here
Download with YTmp3
-Everlasting - Fripside
Ending Theme: Menit ke 00:00 - 01;43
Watch and Listen Full Here
Download with YTmp3
-Cha La Head Cha La - Flow
Last Episode (Series) Theme: Menit ke 00:00 - 03:31
Watch and Listen Full Here
Download with YTmp3
BGM:
-Power of Victory
Watch and Listen Full Here
Download with YTmp3
-Go Beyond The Limits
Watch and Listen Full Here
Download with YTmp3
-Selfish Secret
Watch and Listen Full Here
Download with YTmp3
Spoiler for Realms:
Diubah oleh Ariel.Matsuyama 02-09-2022 10:14
amekachi dan tien212700 memberi reputasi
2
11.4K
Kutip
29
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•350Anggota
Tampilkan semua post
TS
Ariel.Matsuyama
#10
Spoiler for Episode 1 Act 2:
Sementara itu, di tempat lain, tepatnya di Zen-Oh Palace, seseorang dengan kepala seperti ‘semangka’ berwarna ungu-biru dengan badan pendek dan berwarna ungu-biru pula terlempar jauh lalu jatuh dengan keras ke tanah. Bajunya sobek, hanya tersisa celananya saja yang berwarna kuning. Matanya yang bundar tanpa alis itu berkedut beberapa kali. Dia adalah Zen-Oh. Meski dipenuhi lebam, wajahnya tetap terlihat lucu dan menggemaskan.
Sementara itu, di tempat lain, tepatnya di Zen-Oh Palace, seseorang dengan kepala seperti 'semangka' berwarna ungu-biru dengan badan pendek dan berwarna ungu-biru pula terlempar jauh lalu jatuh dengan keras ke tanah. Bajunya sobek, hanya tersisa celananya saja yang berwarna kuning. Matanya yang bundar tanpa alis itu berkedut beberapa kali. Dia adalah Zen-Oh. Meski dipenuhi lebam, wajahnya tetap terlihat lucu dan menggemaskan.
Seseorang turun perlahan dari langit. Dia adalah seorang pria berambut runcing dengan poni yang runcing pula dan bola mata oranye kemerahan serta garis merah di sekitar matanya. Pria bertubuh atletis tersebut mengenakan pakaian ketat biru tanpa lengan yang dilapis rompi baja berwarna hitam dengan pelindung bahu sekaligus kerah berwarna cokelat dan jubah pinggang tiga ruas berwarna senada serta kain warna hitam di pinggangnya yang dilapisi jubah pinggang tersebut. Tangannya dihiasi gelang agak panjang sedikit berwarna biru. Sementara kakinya dibalut celana longgar warna hitam, perban, serta sepatu warna hitam.
"Tidak kusangka Dewa sepertimu tidak bisa bertarung!?" ucap pria itu sambil mengancamkan 'Katana'-nya pada Zen-Oh.
Katana pria itu memiliki gagang panjang dengan cabang meruncing dan bagian tengahnya bundar. Bilah katana tersebut berwarna ungu. Katana itu bernama 'Demonic Sword'.
"Aku tak akan membiarkanmu melenyapkan alam semesta, Akuma!" teriak Zen-Oh, menyebutkan nama pria berambut lancip tersebut.
Akuma menginjak kepala Zen-Oh dan berkata, "Percuma saja! Kau tidak akan bisa mengembalikan alam semesta yang telah kuhancurkan!"
![kaskus-image]()
Zen-Oh hanya bisa meringis kesakitan. Dia sudah tak berdaya untuk melakukan sesuatu.
Satu Zen-Oh lagi tiba-tiba muncul. Tapi, dia masih berpakaian lengkap. Bajunya berwarna ungu dengan garis-garis kuning dan beberapa motif berwarna hitam dan putih di bagian tengah bajunya yang berwarna putih. Bagian lengan dan celananya berwarna kuning. Sepatunya berwarna ungu. Zen-Oh itu merentangkan kedua tangannya yang langsung diselimuti cahaya.
Namun, Akuma memberhentikan gerakan Zen-Oh itu dengan telapak tangan kirinya dari jarak agak jauh. Zen-Oh pun terdiam.
Akuma mendecih. Kemudian ia mengangkat kakinya dari kepala Zen-Oh yang pertama dan melenggang pergi. Dengan ayunan Demonic Sword-nya ia membuat sebuah lubang hitam.
“Aku tunda dulu niatku untuk membunuhmu sampai semua semesta berhasil aku hancurkan. Aku ingin kau tersiksa melihat warisan dari Vather untukmu kuhancurkan.” ucap Akuma dengan suara yang berbeda dari sebelumnya dan terdengar sangat berat. Ia kemudian tersenyum miring, sebelum akhirnya masuk ke lubang hitam yang dibuatnya.
Waktu Istirahat akhirnya tiba di Amaterasu University. Ariel dan Goten terlihat sedang makan di kantin kampus. Goten makan dengan sangat lahap dan sudah menghabiskan tiga mangkuk Oden, sementara Ariel makan pelan-pelan Mie Ramennya.
“Ariel, apa Dragon Ball yang kau dapatkan beberapa hari yang lalu masih ada?” tanya Goten setelah menyeruput kopi panas yang terhidang di atas meja.
“Hn.” Ariel mengangguk. “Meski cuma ada satu.”
“Jika sudah terkumpul tujuh, apa yang ingin kau minta? Apa masih sama seperti waktu itu?” tanya Goten.
Ariel mengangguk. “Tentu!”
“Aku dukung!” Goten mengacungkan jempolnya sambil tersenyum lebar.
Waktu berlalu begitu cepat. Tepat pukul satu siang, kampus dibubarkan. Orang-orang pulang dengan wajah ceria, walau ada beberapa yang terlihat lelah. Ariel dan Goten pulang dengan limousin hitam milik Ariel. Di sepanjang jalan, kedua pemuda itu bercakap-cakap tentang banyak hal.
Di waktu yang bersamaan, di tempat yang tidak jauh dari sana, seorang pria berambut hitam panjang dengan poni meruncing ke samping kanan serta berrompi baja berwarna dominan putih dan emas keluar dari sebuah lubang hitam. Rompi baja yang dikenakan pria itu memiliki pelindung bahu hanya di sebelah kanan. Mata sebelah kirinya dihiasi lensa kotak hijau seperti kacamata yang tersambung dengan sesuatu berbentuk kotak putih besar di telinga kirinya, nama benda itu adalah ‘Scouter’. Ekor seperti ekor kera terlihat melilit pinggangnya.
“Dimana Tuan Akuma?” ucap orang itu sambil melihat sekelilingnya. Ia kemudian mengangkat tangan kanannya setinggi dada lalu menempelkan jari telunjuk dan tengahnya dengan posisi jari lainnya mengatup. Kemudian ia memejamkan matanya sambil berkata dalam hati, “Tuan Akuma, kau di mana?”
Di tempat yang jauh dari sana, Akuma yang sedang terbang pun tersentak.
“Apa, Amon? Aku sedang menuju Semesta 10,” ucap Akuma dalam hati.
Di tempat tadi, orang yang tadi menempelkan jarinya berkata dalam hati, “Semesta 10? Aku sendiri ada di Semesta 7.”
“Ya sudah, kau cari saja budak di sana, nanti aku menyusul!” balas Akuma dalam hati. “Dan jangan lupa, habisi siapapun yang melawan!”
“Baik! Aku juga ingin bermain-main sebentar dengan petarung dari Semesta ini,” kata Amon dalam hati sambil tersenyum sinis.
“Ingat, jangan lalai dari tugas yang kuberikan! Jika lalai, aku akan menghajarmu sampai hancur!” ancam Akuma, masih dalam hati.
“Baik, tuan! Percayakan padaku!” balas Amon dalam hati. Dan telepati mereka pun berakhir.
![kaskus-image]()
Tiba-tiba, Amon merasakan energi yang disebut ‘Ki’ yang sangat kuat dari dalam sebuah mobil limousin hitam yang tengah berjalan di jalanan aspal dekat bukit yang ada di sana. Setelah tersenyum sinis, dengan perasaan senang Amon terbang sambil menembakkan bola cahaya biru dari telapak tangan kanannya ke mobil itu.
Dari dalam mobil tersebut, Ariel dan Goten yang membawa sopir Ariel terbang keluar menembus atap sampai bolong sebelum bola cahaya biru itu mengenai mobil hingga meledak.
Ariel menatap ke arah sumber bola cahaya biru tadi. Di sana, Amon tengah melayang di udara sambil memangku kedua tangannya di dada. Goten pun juga melihat ke arah yang sama dengan Ariel.
“Siapa dia?” gumam Goten yang tengah merangkul pundak supir Ariel.
Ariel langsung terbang ke arah Amon.
“Paman, kau pergilah!” ucap Goten sambil melepaskan rangkulannya pada supir Ariel.
Supir Ariel pun mengangguk dan langsung lari dari sana. Sementara Goten terbang menyusul Ariel.
Begitu tiba di hadapan Amon, Ariel langsung menatapnya sinis.
Amon menekan tombol merah yang terletak di kotak sebelah kiri telinganya dan mengarahkan lensa Scouter-nya pada Ariel. Di lensa Scouter tersebut langsung muncul angka yang terus bertambah. Hingga akhirnya, angka itu berhenti di 500.000.000.
“500.000.000? Daya tempur yang fantastis!” ucap Amon yang kemudian tersenyum sinis.
“Itu bukannya Scouter ya? Kau ini sebetulnya siapa? Dan apa maumu?” tanya Goten yang baru datang pada Amon.
“Aku bangsa Saiyan dari Semesta 12. Aku ke sini untuk menantang kalian,” jawab Amon.
“Bangsa Saiyan Semesta 12?? Menantang kami??” tanya Goten lagi.
“Semesta ini akan dihancurkan oleh Akuma. Aku ingin menantang kalian bertarung. Jika kalian kalah, maka kalian akan jadi budak Akuma dan akan tinggal di semesta yang baru nanti,” ungkap Amon.
Mata Goten langsung membelalak dan mata Ariel langsung memicing tajam.
“Siapa itu Akuma?” tanya Ariel.
“Apa maksudmu dengan semesta baru?” tanya Goten.
“Akuma adalah pimpinanku dan sesama orang Saiyan sekaligus makhluk terkuat di seluruh alam semesta. Lalu semesta baru itu adalah ciptaan Akuma jika seluruh semesta dihancurkan olehnya,” jawab Amon.
“Omong kosong macam apa itu?!” ucap Ariel.
“Apa yang kukatakan adalah kenyataan!” tandas Amon. “Lalu kenapa pakaianmu sama seperti pakaian bangsa kami?”
“Ini adalah pakaian khas bangsa Saiyan yang diberikan guruku,” jawab Ariel. “Ada masalah?”
“Hahaha… Menarik sekali! Lawanku adalah bangsa yang sama sepertiku!” ujar Amon.
“Sayangnya, aku lebih tertarik melawan Akuma. Bawa dia kepadaku!” tantang Ariel.
Amon mendengus. “Tidak perlu! Aku saja sudah cukup!” Ia lalu menunjuk dirinya dengan jempolnya.
“Ariel, biar aku yang menghadapi orang itu!” ujar Goten.
“Sisakan sedikit untukku!” ucap Ariel yang kemudian tersenyum miring.
“Sayangnya, aku akan membuatnya tak bersisa!” ucap Goten sambil tersenyum tipis. Kemudian ia memasang kuda-kuda.
“Hoo… Jadi kau yang lebih dulu melawanku?” Amon menatap Goten dengan pandangan meremehkan. Ia pun segera meluncur cepat dan melayangkan tinjunya ke wajah Goten.
Goten yang tak menduga serangan secepat itu pun mencelat jauh ke belakang. Amon lalu mengejarnya. Ketika jaraknya dan Goten sudah dekat, dalam waktu kurang dari lima detik, Amon sudah menyarangkan ratusan pukulan ke tubuh Goten setelah itu menendangnya hingga terlempar ke bukit sampai bukit tersebut hancur.
“Bagaimana?” tanya Amon yang melayang di atas Goten.
“Ini baru permulaan!” balas Goten. Kemudian ia melesat cepat ke hadapan Amon.
Amon yang terkejut dengan pukulan Goten ke wajahnya pun terlempar jauh ke belakang. Goten mengejarnya. Begitu mencapai jarak yang dapat ia jangkau, sesegera mungkin Goten menyerang Amon dengan tinjunya.
Tapi, sayang sekali, Amon berhasil menangkis serangan Goten dengan menyilangkan kedua tangannya di depan wajah, lalu dibalasnya serangan Goten dengan tendangan yang ia arahkan ke perut Goten. Namun, Goten berhasil menangkis serangan itu dan membalas dengan beberapa pukulan yang ternyata dapat ditangkis Amon.
Dari kejauhan, Ariel bisa melihat energi dari serangan fisik yang beradu di udara. Bebatuan, pohon, dan beberapa bukit hancur karena pertarungan itu.
Goten yang kini ada di daratan memasang kuda-kuda dengan kaki kiri ditekuk di depan dan kaki kanan ditekuk ke depan, kedua tangannya ia arahkan ke belakang dengan kesemua jari tangan kanan dan kirinya sedikit menggenggam dan hampir bertemu satu sama lain.
“Kaa…,” ucap Goten.
Sinar putih muncul di tengah-tengah kedua telapak tangan Goten yang hampir bertemu itu.
“Mee….” Goten berucap lagi.
Sinar itu perlahan-lahan membesar dan membentuk seperti bola.
“Haa…,” ucap Goten sekali lagi.
Sinar di telapak tangan Goten tersebut lalu mengeluarkan pancaran ke segala arah.
“Mee… Haaa….” Goten langsung mengayunkan kedua tangannya agak miring ke atas, membuat cahaya di tangannya memanjang serta membesar dan meluncur ke arah Amon yang ada di udara. Energi seperti ini disebut ‘Ki Blast’, dan nama dari Ki Blast ini adalah ‘Kamehameha’.
Sementara itu, di tempat lain, tepatnya di Zen-Oh Palace, seseorang dengan kepala seperti 'semangka' berwarna ungu-biru dengan badan pendek dan berwarna ungu-biru pula terlempar jauh lalu jatuh dengan keras ke tanah. Bajunya sobek, hanya tersisa celananya saja yang berwarna kuning. Matanya yang bundar tanpa alis itu berkedut beberapa kali. Dia adalah Zen-Oh. Meski dipenuhi lebam, wajahnya tetap terlihat lucu dan menggemaskan.
Seseorang turun perlahan dari langit. Dia adalah seorang pria berambut runcing dengan poni yang runcing pula dan bola mata oranye kemerahan serta garis merah di sekitar matanya. Pria bertubuh atletis tersebut mengenakan pakaian ketat biru tanpa lengan yang dilapis rompi baja berwarna hitam dengan pelindung bahu sekaligus kerah berwarna cokelat dan jubah pinggang tiga ruas berwarna senada serta kain warna hitam di pinggangnya yang dilapisi jubah pinggang tersebut. Tangannya dihiasi gelang agak panjang sedikit berwarna biru. Sementara kakinya dibalut celana longgar warna hitam, perban, serta sepatu warna hitam.
"Tidak kusangka Dewa sepertimu tidak bisa bertarung!?" ucap pria itu sambil mengancamkan 'Katana'-nya pada Zen-Oh.
Katana pria itu memiliki gagang panjang dengan cabang meruncing dan bagian tengahnya bundar. Bilah katana tersebut berwarna ungu. Katana itu bernama 'Demonic Sword'.
"Aku tak akan membiarkanmu melenyapkan alam semesta, Akuma!" teriak Zen-Oh, menyebutkan nama pria berambut lancip tersebut.
Akuma menginjak kepala Zen-Oh dan berkata, "Percuma saja! Kau tidak akan bisa mengembalikan alam semesta yang telah kuhancurkan!"
Spoiler for Akuma:

Created by: Ahmad Fauzi
Zen-Oh hanya bisa meringis kesakitan. Dia sudah tak berdaya untuk melakukan sesuatu.
Satu Zen-Oh lagi tiba-tiba muncul. Tapi, dia masih berpakaian lengkap. Bajunya berwarna ungu dengan garis-garis kuning dan beberapa motif berwarna hitam dan putih di bagian tengah bajunya yang berwarna putih. Bagian lengan dan celananya berwarna kuning. Sepatunya berwarna ungu. Zen-Oh itu merentangkan kedua tangannya yang langsung diselimuti cahaya.
Namun, Akuma memberhentikan gerakan Zen-Oh itu dengan telapak tangan kirinya dari jarak agak jauh. Zen-Oh pun terdiam.
Spoiler for Zen-Oh:
Akuma mendecih. Kemudian ia mengangkat kakinya dari kepala Zen-Oh yang pertama dan melenggang pergi. Dengan ayunan Demonic Sword-nya ia membuat sebuah lubang hitam.
“Aku tunda dulu niatku untuk membunuhmu sampai semua semesta berhasil aku hancurkan. Aku ingin kau tersiksa melihat warisan dari Vather untukmu kuhancurkan.” ucap Akuma dengan suara yang berbeda dari sebelumnya dan terdengar sangat berat. Ia kemudian tersenyum miring, sebelum akhirnya masuk ke lubang hitam yang dibuatnya.
Waktu Istirahat akhirnya tiba di Amaterasu University. Ariel dan Goten terlihat sedang makan di kantin kampus. Goten makan dengan sangat lahap dan sudah menghabiskan tiga mangkuk Oden, sementara Ariel makan pelan-pelan Mie Ramennya.
“Ariel, apa Dragon Ball yang kau dapatkan beberapa hari yang lalu masih ada?” tanya Goten setelah menyeruput kopi panas yang terhidang di atas meja.
“Hn.” Ariel mengangguk. “Meski cuma ada satu.”
“Jika sudah terkumpul tujuh, apa yang ingin kau minta? Apa masih sama seperti waktu itu?” tanya Goten.
Ariel mengangguk. “Tentu!”
“Aku dukung!” Goten mengacungkan jempolnya sambil tersenyum lebar.
Waktu berlalu begitu cepat. Tepat pukul satu siang, kampus dibubarkan. Orang-orang pulang dengan wajah ceria, walau ada beberapa yang terlihat lelah. Ariel dan Goten pulang dengan limousin hitam milik Ariel. Di sepanjang jalan, kedua pemuda itu bercakap-cakap tentang banyak hal.
Di waktu yang bersamaan, di tempat yang tidak jauh dari sana, seorang pria berambut hitam panjang dengan poni meruncing ke samping kanan serta berrompi baja berwarna dominan putih dan emas keluar dari sebuah lubang hitam. Rompi baja yang dikenakan pria itu memiliki pelindung bahu hanya di sebelah kanan. Mata sebelah kirinya dihiasi lensa kotak hijau seperti kacamata yang tersambung dengan sesuatu berbentuk kotak putih besar di telinga kirinya, nama benda itu adalah ‘Scouter’. Ekor seperti ekor kera terlihat melilit pinggangnya.
“Dimana Tuan Akuma?” ucap orang itu sambil melihat sekelilingnya. Ia kemudian mengangkat tangan kanannya setinggi dada lalu menempelkan jari telunjuk dan tengahnya dengan posisi jari lainnya mengatup. Kemudian ia memejamkan matanya sambil berkata dalam hati, “Tuan Akuma, kau di mana?”
Di tempat yang jauh dari sana, Akuma yang sedang terbang pun tersentak.
“Apa, Amon? Aku sedang menuju Semesta 10,” ucap Akuma dalam hati.
Di tempat tadi, orang yang tadi menempelkan jarinya berkata dalam hati, “Semesta 10? Aku sendiri ada di Semesta 7.”
“Ya sudah, kau cari saja budak di sana, nanti aku menyusul!” balas Akuma dalam hati. “Dan jangan lupa, habisi siapapun yang melawan!”
“Baik! Aku juga ingin bermain-main sebentar dengan petarung dari Semesta ini,” kata Amon dalam hati sambil tersenyum sinis.
“Ingat, jangan lalai dari tugas yang kuberikan! Jika lalai, aku akan menghajarmu sampai hancur!” ancam Akuma, masih dalam hati.
“Baik, tuan! Percayakan padaku!” balas Amon dalam hati. Dan telepati mereka pun berakhir.
Spoiler for Amon:

Created by: Mr.Thonie
Tiba-tiba, Amon merasakan energi yang disebut ‘Ki’ yang sangat kuat dari dalam sebuah mobil limousin hitam yang tengah berjalan di jalanan aspal dekat bukit yang ada di sana. Setelah tersenyum sinis, dengan perasaan senang Amon terbang sambil menembakkan bola cahaya biru dari telapak tangan kanannya ke mobil itu.
Dari dalam mobil tersebut, Ariel dan Goten yang membawa sopir Ariel terbang keluar menembus atap sampai bolong sebelum bola cahaya biru itu mengenai mobil hingga meledak.
Ariel menatap ke arah sumber bola cahaya biru tadi. Di sana, Amon tengah melayang di udara sambil memangku kedua tangannya di dada. Goten pun juga melihat ke arah yang sama dengan Ariel.
“Siapa dia?” gumam Goten yang tengah merangkul pundak supir Ariel.
Ariel langsung terbang ke arah Amon.
“Paman, kau pergilah!” ucap Goten sambil melepaskan rangkulannya pada supir Ariel.
Supir Ariel pun mengangguk dan langsung lari dari sana. Sementara Goten terbang menyusul Ariel.
Begitu tiba di hadapan Amon, Ariel langsung menatapnya sinis.
Amon menekan tombol merah yang terletak di kotak sebelah kiri telinganya dan mengarahkan lensa Scouter-nya pada Ariel. Di lensa Scouter tersebut langsung muncul angka yang terus bertambah. Hingga akhirnya, angka itu berhenti di 500.000.000.
“500.000.000? Daya tempur yang fantastis!” ucap Amon yang kemudian tersenyum sinis.
“Itu bukannya Scouter ya? Kau ini sebetulnya siapa? Dan apa maumu?” tanya Goten yang baru datang pada Amon.
“Aku bangsa Saiyan dari Semesta 12. Aku ke sini untuk menantang kalian,” jawab Amon.
“Bangsa Saiyan Semesta 12?? Menantang kami??” tanya Goten lagi.
“Semesta ini akan dihancurkan oleh Akuma. Aku ingin menantang kalian bertarung. Jika kalian kalah, maka kalian akan jadi budak Akuma dan akan tinggal di semesta yang baru nanti,” ungkap Amon.
Mata Goten langsung membelalak dan mata Ariel langsung memicing tajam.
“Siapa itu Akuma?” tanya Ariel.
“Apa maksudmu dengan semesta baru?” tanya Goten.
“Akuma adalah pimpinanku dan sesama orang Saiyan sekaligus makhluk terkuat di seluruh alam semesta. Lalu semesta baru itu adalah ciptaan Akuma jika seluruh semesta dihancurkan olehnya,” jawab Amon.
“Omong kosong macam apa itu?!” ucap Ariel.
“Apa yang kukatakan adalah kenyataan!” tandas Amon. “Lalu kenapa pakaianmu sama seperti pakaian bangsa kami?”
“Ini adalah pakaian khas bangsa Saiyan yang diberikan guruku,” jawab Ariel. “Ada masalah?”
“Hahaha… Menarik sekali! Lawanku adalah bangsa yang sama sepertiku!” ujar Amon.
“Sayangnya, aku lebih tertarik melawan Akuma. Bawa dia kepadaku!” tantang Ariel.
Amon mendengus. “Tidak perlu! Aku saja sudah cukup!” Ia lalu menunjuk dirinya dengan jempolnya.
“Ariel, biar aku yang menghadapi orang itu!” ujar Goten.
“Sisakan sedikit untukku!” ucap Ariel yang kemudian tersenyum miring.
“Sayangnya, aku akan membuatnya tak bersisa!” ucap Goten sambil tersenyum tipis. Kemudian ia memasang kuda-kuda.
“Hoo… Jadi kau yang lebih dulu melawanku?” Amon menatap Goten dengan pandangan meremehkan. Ia pun segera meluncur cepat dan melayangkan tinjunya ke wajah Goten.
Goten yang tak menduga serangan secepat itu pun mencelat jauh ke belakang. Amon lalu mengejarnya. Ketika jaraknya dan Goten sudah dekat, dalam waktu kurang dari lima detik, Amon sudah menyarangkan ratusan pukulan ke tubuh Goten setelah itu menendangnya hingga terlempar ke bukit sampai bukit tersebut hancur.
“Bagaimana?” tanya Amon yang melayang di atas Goten.
“Ini baru permulaan!” balas Goten. Kemudian ia melesat cepat ke hadapan Amon.
Amon yang terkejut dengan pukulan Goten ke wajahnya pun terlempar jauh ke belakang. Goten mengejarnya. Begitu mencapai jarak yang dapat ia jangkau, sesegera mungkin Goten menyerang Amon dengan tinjunya.
Tapi, sayang sekali, Amon berhasil menangkis serangan Goten dengan menyilangkan kedua tangannya di depan wajah, lalu dibalasnya serangan Goten dengan tendangan yang ia arahkan ke perut Goten. Namun, Goten berhasil menangkis serangan itu dan membalas dengan beberapa pukulan yang ternyata dapat ditangkis Amon.
Dari kejauhan, Ariel bisa melihat energi dari serangan fisik yang beradu di udara. Bebatuan, pohon, dan beberapa bukit hancur karena pertarungan itu.
Goten yang kini ada di daratan memasang kuda-kuda dengan kaki kiri ditekuk di depan dan kaki kanan ditekuk ke depan, kedua tangannya ia arahkan ke belakang dengan kesemua jari tangan kanan dan kirinya sedikit menggenggam dan hampir bertemu satu sama lain.
“Kaa…,” ucap Goten.
Sinar putih muncul di tengah-tengah kedua telapak tangan Goten yang hampir bertemu itu.
“Mee….” Goten berucap lagi.
Sinar itu perlahan-lahan membesar dan membentuk seperti bola.
“Haa…,” ucap Goten sekali lagi.
Sinar di telapak tangan Goten tersebut lalu mengeluarkan pancaran ke segala arah.
“Mee… Haaa….” Goten langsung mengayunkan kedua tangannya agak miring ke atas, membuat cahaya di tangannya memanjang serta membesar dan meluncur ke arah Amon yang ada di udara. Energi seperti ini disebut ‘Ki Blast’, dan nama dari Ki Blast ini adalah ‘Kamehameha’.
Diubah oleh Ariel.Matsuyama 04-06-2023 00:05
0
Kutip
Balas