Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

kebojawaAvatar border
TS
kebojawa
Pengakuan seseorang dari era 89
Cerita ini berdasarkan fakta dan kejadian-kejadian yang saya alami sendiri, tingkat kebenarannya nya bisa dikatakan 90% karena sisa 10% nya adalah rahasia keluarga yang saya tidak bisa ungkap walaupun sebagai anonim

Tujuan cerita ini dibuat? Selain membagikan perasaan saya pribadi bagaimana menjalani hidup sebagai orang jakarta kelas menengah(yang sekarang berubah mengarah terjun bebas kearah bawah) yang saya harapkan adalah bisa jadi bahan pertimbangan untuk anak-anak muda jaman sekarang sebelum melakukan berbagai tindakan yang menyangkut seks,narkoba dan alkohol serta bagaimana dampak nyata yang orang anggap kebanyakan sepele yaitu keangkuhan/kesombongan terhadap kehidupan.

Saya akan menulis secara terbuka kisah saya ini,baik isu SARA ataupun politik karena saya tidak punya kepentingan di negara ini apalagi kepentingan politik, jadi ini murni cerita pribadi yang akan saya sampaikan dalam bahasa sesuka saya.

Harapan nya? Harapan terbesar saya adalah paling tidak bisa dijadikan contoh atau bahan pertimbangan sebelum melakukan tindakan-tindakan negatif atau untuk sekedar saling berbagi.dan harapan terbesar saya adalah ada positif yang bisa diambil dari cerita ini karena saya percaya betul dengan berbagi kebaikan sesama manusia, sekecil apapun itu, akan bermanfaan untuk diri saya sendiri dan orang lain kedepan nya.

Cerita atau kisah saya ini berlaku untuk orang yang beragama, apapun agama nya, selama dia masih mempercayai ada sesuatu yang menciptakan diri nya diluar akal manusia, jadi untuk atheis/yang tidak percaya tuhan silahkan longkapi saja cerita ini apanila kalian beranggapan ini adalah takhayul,dongeng,argumen/doktrin penyebar agama lain.

Sekali lagi, ini murni cerita tulisan tangan saya sendiri,murni niat untuk berbagi,tidak ada paksaan dari pihak manapun, dan saya akan tulis cerita ini seobjektif mungkin tanpa ditambahi atau dikurangi.

Untuk cerita ini,akan saya buat perbagian, yang dimana saya menulis nya secara langsung tanpa waktu untuk mengubah cerita,jadi saya tulis secara ekspresif runtututan cerita saya mulai dari masa kecil saya sampai sekarang, yang nantinya akan sampai pada bagian-bagian inti dari yang ingin saya sampaikan..

Quote:


Terimakasih banyak untuk agan grepe.lovers
Diubah oleh kebojawa 14-03-2017 10:26
anasabila
anasabila memberi reputasi
2
43.1K
203
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the HeartKASKUS Official
31.8KThread43.6KAnggota
Tampilkan semua post
kebojawaAvatar border
TS
kebojawa
#106
Kehilangan kelima...
Berlanjut ketika saya tertangkap untuk yang kedua kalinya, lagi2 hampir tidak ada rasa bersalah ketika ayah saya yang sudah mulai tua berumur,dan sudah pensiun mendatangi saya ke polr** itu lagi. Yang saya pikirkan hanya bagaimana caranya untuk saya bisa keluar lagi. Ketik itu saya merasa sudah pengalaman, jadi dalam mengontrol emosi dan rasa ketakutan saya sudah jauh lebih tenang dalam menghadapi suasana di kantor polisi itu.
Berhubung ayah saya sudah pensiun dari jabatannya, tentu saja prosesnya tidak semudah sebelumnya.jauh lebih kompleks.
Ketika masuk ruang penyidik, untuk bikin bap, kebetulan si penyidik itu adalah senior almamater sman saya dulu.setelah banyak ngobrol dan tentunya di kroscek apa betul saya permah bersekolah di sman itu, Karena alesan itu, akhirnya si penyidik dengan baik hati memberikan makan, minum, akses ke toilet yang lebih mudah dan diperbolehkan tidur di suatu kamar ruangan yang sudah tidak terpakai, dengan fasilitas ac dan ada tv nya, luar biasa. Jadi saya tidak melewatkan malam menginap saya di balik jeruji besi ketika kejadian yang dua kali itu.
Tapi tetap saja, ketika itu akal pikiran saya sudah sampai cape untuk bisa berpikir lagi mau berkata kepada ayah saya bisa sampai dua kali tertangkap.
Kejadian kedua ini, entah ini kemurahan hati dari Allah yang dimana saya masih bisa melewati malam-malam menginap disini yang sangat jauh berbeda rasanya dengan kejadian tertangkap yang pertama.
Singkat cerita, keesokan harinya ayah saya datang, ayah saya yang sudah berusia 65tahun itu naik turun tangga tidak terhitung lagi jumlahnya dari pagi hari sampai malam hari yang kerjanya hanya duduk sendiri ditemani adik saya sambil berdoa dan menunggu sampai tengah malam jam 2 pagi belum ada hasil,menelpon kesana kemari untuk minta bantuan baik bantuan keuangan atau bantuan relasi.
Karena kejadian ini, ayah dan ibu saya akhirnya rel menjual mobil keluarga kesayangan demi untuk mengurus saya ini, anak yang tidak tahu diri dan tega melakukan perbuatan seperti itu terhadap ayah saya yang sudah tua,kondisi fisik nya pun pasca penyembuhan dari cemo therapy dari kanker nasopharynx yang dialaminya.
Tragis ironis, tapi tetap ada saja perasaan di hati kecil saya itu masih saja belum ada penyesalan yang sesungguh-sungguhnya dan masih mengganggap enteng dan begitu percaya dirinya saya pasti masih aman dan bisa selesai semua urusan ini tanpa memikirkan segala macam pengorbanan ayah saya yang dimana masa tenang pensiunnya saya hancurkan ketenangan dan harga diri ayah saya sendiri.
Ibu saya di rumah pun hanya bisa menagis tanpa berhenti sampai suara dan air matanya kering.
Selesai segala urusan dari tempat jahanam itu, saya pun pulang ke rumah dan saya langsung dikirim ke kampung kakek nenek saya dalam tujuan memutuskan hubungan saya dengan gerombolan teman2 pemadat saya sekaligus menjalani proses detox dan meminta maaf ke keluarga besar saya disana.
Kehilangan kepercayaan keluarga, kehilangan kepercayaan diri, kehilangan tujuan hidup saya yang sebenarnya.
0
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.