alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
203
Lapor Hansip
21-02-2017 19:45

Pengakuan seseorang Kelahiran 84

Cerita ini berdasarkan fakta dan kejadian-kejadian yang saya alami sendiri, tingkat kebenarannya nya bisa dikatakan 90% karena sisa 10% nya adalah rahasia keluarga yang saya tidak bisa ungkap walaupun sebagai anonim

Tujuan cerita ini dibuat? Selain membagikan perasaan saya pribadi bagaimana menjalani hidup sebagai orang jakarta kelas menengah(yang sekarang berubah mengarah terjun bebas kearah bawah) yang saya harapkan adalah bisa jadi bahan pertimbangan untuk anak-anak muda jaman sekarang sebelum melakukan berbagai tindakan yang menyangkut seks,narkoba dan alkohol serta bagaimana dampak nyata yang orang anggap kebanyakan sepele yaitu keangkuhan/kesombongan terhadap kehidupan.

Saya akan menulis secara terbuka kisah saya ini,baik isu SARA ataupun politik karena saya tidak punya kepentingan di negara ini apalagi kepentingan politik, jadi ini murni cerita pribadi yang akan saya sampaikan dalam bahasa sesuka saya.

Harapan nya? Harapan terbesar saya adalah paling tidak bisa dijadikan contoh atau bahan pertimbangan sebelum melakukan tindakan-tindakan negatif atau untuk sekedar saling berbagi.dan harapan terbesar saya adalah ada positif yang bisa diambil dari cerita ini karena saya percaya betul dengan berbagi kebaikan sesama manusia, sekecil apapun itu, akan bermanfaan untuk diri saya sendiri dan orang lain kedepan nya.

Cerita atau kisah saya ini berlaku untuk orang yang beragama, apapun agama nya, selama dia masih mempercayai ada sesuatu yang menciptakan diri nya diluar akal manusia, jadi untuk atheis/yang tidak percaya tuhan silahkan longkapi saja cerita ini apanila kalian beranggapan ini adalah takhayul,dongeng,argumen/doktrin penyebar agama lain.

Sekali lagi, ini murni cerita tulisan tangan saya sendiri,murni niat untuk berbagi,tidak ada paksaan dari pihak manapun, dan saya akan tulis cerita ini seobjektif mungkin tanpa ditambahi atau dikurangi.

Untuk cerita ini,akan saya buat perbagian, yang dimana saya menulis nya secara langsung tanpa waktu untuk mengubah cerita,jadi saya tulis secara ekspresif runtututan cerita saya mulai dari masa kecil saya sampai sekarang, yang nantinya akan sampai pada bagian-bagian inti dari yang ingin saya sampaikan..

Quote:Original Posted By grepe.lovers


INDEKS


Part 1- Prologue
Part 2- Masa Kecil dan Latar Belakang
Part 3- Awal Perjalanan
Part 4- Keselamatan Pertama (1)
Part 5- Keselamatan Pertama (2)
Part 6- Keselamatan Pertama (3)
Part 7- Keselamatan Pertama (4)
Part 8- Kehidupan Sehari-hari
Part 9- Kehilangan Pertama (1)
Part 10- Kehilangan Pertama (2)
Part 11- Keselamatan Pertama (lagi)
Part 12- Kehilangan Kedua (1)
Part 13- Kehilangan Kedua (2)
Part 14- Kehilangan Ketiga (1)
Part 15- Kehilangan Ketiga (2)
Part 16- Kehilangan Keempat
Part 17- Kehilangan Kelima
Part 18- Kehilangan Kelima(2)
Part 19- Titik pertama





Terimakasih banyak untuk agan grepe.lovers
Diubah oleh kebojawa
1
Pengakuan seseorang dari era 89
21-02-2017 22:00

Awal perjalanan

*untuk indeks menyusul, karena sesuai dengan yang saya bilang di awal, saya bercerita ekspresif berdasarkan fakta dan kejadian yang saya hadapi, jadi penulisan saya langsung,tanpa di edit setelah di post kan, index akan disusun setelah cerita selesai demi menjaga momentum dari cerita ini, terimakasih emoticon-Smilie

Saya anak pertama dari dua bersaudara, saya berbeda 5 tahun lebih tua dari adik saya.

Saya dibesarkan dengan ajaran islam, dimulai dari tk swasta,berlanjut di sd islam, ke smp islam, lalu ke sma negeri,masuk kuliah pertama ke universitas termuka swasta jur ekonomi, lalu pindah universitas ke universitas terkemuka swasta kristen.

sekilas latar belakang saya hanya untuk mempertegas saya adalah orang yang sangat netral dalam urusan SARA, walaupun Islam tetap lah satu-satu nya pedoman dan ajaran yang saya yakini.

Sahabat-sahabat saya justru datang kebanyakan dari non-muslim, baik itu kristen-batak (masa sma/smp), kristen-cina (masa bekerja). Dan percaya lah sehebat-hebatnya sahabat anda itu tidak akan melebihi anggota keluarga anda, percaya atau tidak percaya ; hanya keluarga dekat anda lah yang betul-betul sayang kepada diri kita selain nanti calon istri dan anak-anak kita yang belum tau ada dimana.
Jadi, kaitan nya dengan urusan narkoba, jembatan pertama anda masuk ke jurang narkoba,pergaulan bebas dan sejenisnya itu adalah teman atau sahabat anda sendiri, baik disadari atau tidak di sadari.
Jadi untuk kalian yang masih belum bisa menerima nasihat-nasihat orang tua kalian itu cenderung lebih menerima omongan dan pengaruh teman dibandingkan nasihat keluarga kalian sendiri.
Karena apa?
Karena pemikiran orang tua atau keluarga kalian sudah jauh berkali lipat kedepan dibandingkan pikiran kalian sendiri, jadi kalau kalian masih meragukan bahaya dari seks bebas,narkoba dan alkohol, bersiap-siap saja untuk menanggung resiko nya. Dan ingat selalu, kalau ada yang lolos dari resiko duniawi, jangan kira kalian akan lolos dari resiko non-duniawi nya. tidak akan pernah, dan kebanyakan mereka tidak sadar akan bahaya nya sampai tertimpa sakit atau ketika ajal menjemput.

Awal saya mengenal rokok itu kelas 1 SD, dimana saya waktu itu mencoba marlboro merah dari tukang kebun rumah saya. Berlanjut sampai kelas 3 smp dimana saya mulai masuk masa peralihan ke SMA, saya diterima masuk ke SMA negeri terkenal,favorit dijakarta. Di awal saya masuk SMAN itu lah saya kenal dengan ganja.
Lewat siapa?
Lewat teman sebangku saya.
Saya dan teman sebangku saya masih sama-sama pemula ketika mencobanya, berlanjut sampai pertengahan kuliah, dimana saya punya kebiasaan :" kalau belum ngisep 2 linting sampai giting banget, tidak akan bisa tidur".
Dibilang ganja tidak adiktif, bohong besar. Stok masih ada 1 empel sudah mau habis (padahal belum habis) sudah seperti kesetanan mencari-cari bandar untuk beli lagi.
Dan bodoh nya, jangan anggap polisi apalagi polisi satuan narkoba itu bodoh.
Mereka itu tahu persis seperti apa kelakuan para junkie jaman sekarang, bagaimana komunikasi nya, beli dimana, seperti apa, siapa saja bandarnya,seperti apa gayanya, mereka tahu persis.
Dulu saya suka mengejek dan meremehkan polisi, saya kira mereka tidak akan tahu trik-trik apa saja yang saya gunakan untuk menghindari mereka. Jadi hati-hati lah dalam bertindak dan berucap, karena semua ada sebab akibat dari perbuatan diri kita sendiri.dan itu berlaku.
.
Bagaimana ceritanya kalau yang masih aman dan tenang saja sampai sekarang mereka make asalkan rapih kok!
Percaya saja sudah, minimal mereka itu tidak pernah tenang! Antara tinggal menunggu waktu dijemput aparat atau menunggu waktu ajal dijemput malaikat..
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
the-marionette
Stories from the Heart
my-fucking-romance
Stories from the Heart
hi-dee
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.