- Beranda
- Stories from the Heart
[Cerita Bersambung] BLACK TOPAZ
...
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
aurora..
#32
Pengumuman dari Pak Arif
Jarum jam menunjukkan pukul 07:45 pagi hari di kelas 7E SMP Regulus. Suasana kelas mulai ramai, dengan siswa-siswi yang bergegas duduk di tempat masing-masing. Di antara mereka, Bradley tampak tenang sambil merapikan buku-buku pelajarannya.
Pagi itu, Bradley merasa ada sesuatu yang berbeda. Pak Arif, sang guru Matematika, sudah berada di depan kelas, menyiapkan materi, tetapi ada ekspresi serius yang tak biasa di wajahnya.
"Selamat pagi, anak-anak!" sapa Pak Arif sambil tersenyum
"Pagi Pak!" balas seluruh siswa kelas 7E secara serentak
Tatapan mata Pak Arif menunjukkan bahwa ia hendak menyampaikan sebuah pengumuman penting. Bradley menegakkan punggungnya, menanti dengan penuh perhatian.
"Jadi, sekolah kita setiap tahun selalu berpartisipasi dalam Olimpiade Matematika tingkat nasional. Tahun ini, pendaftaran untuk seleksi tim olimpiade sudah dibuka", kata Pak Arif dengan suara yang jelas
Bradley merasakan jantungnya berdetak sedikit lebih cepat. Bradley sudah lama menanti kesempatan ini.
Pak Arif pun melanjutkan pembicaraannya.
"Saya harap kalian yang berminat bisa mulai mempersiapkan diri. Tes wawancara akan dimulai minggu depan, jadi waktu kalian tidak banyak. Siapa saja yang berminat, bisa menghubungi saya setelah pulang sekolah", kata Pak Arif
Bradley pun melirik teman-teman sekelasnya. Beberapa dari mereka mulai berbisik-bisik, tapi ia tetap diam, pikirannya berputar dengan berbagai rencana. Sejak SD, ia sudah lama tertarik dengan Matematika, dan ini adalah kesempatan besar baginya untuk menunjukkan kemampuannya.
Setelah beberapa saat, Pak Arif pun melanjutkan pelajarannya seperti biasa, tetapi pikiran Bradley terus terpaku pada seleksi olimpiade itu. Beberapa teman sekelas Bradley pun mulai membicarakan pengumuman dari Pak Arif.
"Bradley, kamu mau ikut olimpiade kan?" tanya Salomo dengan nada penasaran.
Bradley pun tersenyum kecil.
"Pasti dong! Tapi, aku harus bersiap-siap dulu", kata Bradley
"Aku doakan kamu pasti diterima", lanjut Salomo
"Amin!" jawab Bradley
Tiba-tiba, Zora, teman sekelas Bradley, ikut berkomentar.
"Kamu pasti bisa, Bradley. Soal-soal olimpiade itu sangat rumit, tapi kamu selalu bisa memecahkan soal-soal Matematika, bahkan yang paling rumit sekalipun", kata Zora
Bradley menatap Zora, merasa sedikit tersanjung oleh pujian tersebut.
"Terima kasih, Zora. Kamu juga pasti bisa kalau kamu mau ikut", balas Bradley
Zora pun menggeleng pelan.
"Aku nggak yakin sih. Matematika itu memang menarik, tapi aku nggak sehebat kamu. Aku lebih suka menggambar", kata Zora
Bradley mengerti, setiap orang mempunyai talenta yang berbeda-beda. Namun kali ini, ia merasa dorongan dari teman-temannya bisa menjadi motivasi lebih untuknya.
***
Sepulang sekolah, Bradley pun segera menghampiri Pak Arif di ruang guru.
"Permisi Pak, selamat siang", kata Bradley
"Siang, Bradley", balas Pak Arif
"Pak, saya mau ikut seleksi olimpiade Matematika", kata Bradley dengan penuh keyakinan.
Pak Arif pun langsung tersenyum lebar.
"Saya sudah menduga kamu pasti bakalan ikut, Bradley. Begini, pastikan kamu sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin, karena minggu depan akan ada tes wawancara untuk seleksi anggota tim olimpiade Matematika", kata Pak Arif
Bradley pun mengangguk.
"Saya akan berusaha lebih keras, Pak", kata Bradley dengan nada mantap
Dengan semangat yang membara, Bradley pun pulang ke rumah, membawa harapan besar untuk tes wawancara minggu depan.
Pagi itu, Bradley merasa ada sesuatu yang berbeda. Pak Arif, sang guru Matematika, sudah berada di depan kelas, menyiapkan materi, tetapi ada ekspresi serius yang tak biasa di wajahnya.
"Selamat pagi, anak-anak!" sapa Pak Arif sambil tersenyum
"Pagi Pak!" balas seluruh siswa kelas 7E secara serentak
Tatapan mata Pak Arif menunjukkan bahwa ia hendak menyampaikan sebuah pengumuman penting. Bradley menegakkan punggungnya, menanti dengan penuh perhatian.
"Jadi, sekolah kita setiap tahun selalu berpartisipasi dalam Olimpiade Matematika tingkat nasional. Tahun ini, pendaftaran untuk seleksi tim olimpiade sudah dibuka", kata Pak Arif dengan suara yang jelas
Bradley merasakan jantungnya berdetak sedikit lebih cepat. Bradley sudah lama menanti kesempatan ini.
Pak Arif pun melanjutkan pembicaraannya.
"Saya harap kalian yang berminat bisa mulai mempersiapkan diri. Tes wawancara akan dimulai minggu depan, jadi waktu kalian tidak banyak. Siapa saja yang berminat, bisa menghubungi saya setelah pulang sekolah", kata Pak Arif
Bradley pun melirik teman-teman sekelasnya. Beberapa dari mereka mulai berbisik-bisik, tapi ia tetap diam, pikirannya berputar dengan berbagai rencana. Sejak SD, ia sudah lama tertarik dengan Matematika, dan ini adalah kesempatan besar baginya untuk menunjukkan kemampuannya.
Setelah beberapa saat, Pak Arif pun melanjutkan pelajarannya seperti biasa, tetapi pikiran Bradley terus terpaku pada seleksi olimpiade itu. Beberapa teman sekelas Bradley pun mulai membicarakan pengumuman dari Pak Arif.
"Bradley, kamu mau ikut olimpiade kan?" tanya Salomo dengan nada penasaran.
Bradley pun tersenyum kecil.
"Pasti dong! Tapi, aku harus bersiap-siap dulu", kata Bradley
"Aku doakan kamu pasti diterima", lanjut Salomo
"Amin!" jawab Bradley
Tiba-tiba, Zora, teman sekelas Bradley, ikut berkomentar.
"Kamu pasti bisa, Bradley. Soal-soal olimpiade itu sangat rumit, tapi kamu selalu bisa memecahkan soal-soal Matematika, bahkan yang paling rumit sekalipun", kata Zora
Bradley menatap Zora, merasa sedikit tersanjung oleh pujian tersebut.
"Terima kasih, Zora. Kamu juga pasti bisa kalau kamu mau ikut", balas Bradley
Zora pun menggeleng pelan.
"Aku nggak yakin sih. Matematika itu memang menarik, tapi aku nggak sehebat kamu. Aku lebih suka menggambar", kata Zora
Bradley mengerti, setiap orang mempunyai talenta yang berbeda-beda. Namun kali ini, ia merasa dorongan dari teman-temannya bisa menjadi motivasi lebih untuknya.
***
Sepulang sekolah, Bradley pun segera menghampiri Pak Arif di ruang guru.
"Permisi Pak, selamat siang", kata Bradley
"Siang, Bradley", balas Pak Arif
"Pak, saya mau ikut seleksi olimpiade Matematika", kata Bradley dengan penuh keyakinan.
Pak Arif pun langsung tersenyum lebar.
"Saya sudah menduga kamu pasti bakalan ikut, Bradley. Begini, pastikan kamu sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin, karena minggu depan akan ada tes wawancara untuk seleksi anggota tim olimpiade Matematika", kata Pak Arif
Bradley pun mengangguk.
"Saya akan berusaha lebih keras, Pak", kata Bradley dengan nada mantap
Dengan semangat yang membara, Bradley pun pulang ke rumah, membawa harapan besar untuk tes wawancara minggu depan.
jktpanasmacet memberi reputasi
1
Tutup