- Beranda
- Stories from the Heart
[Cerita Bersambung] BLACK TOPAZ
...
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
aurora..
#31
Merencanakan liburan awal puasa
Jarum jam menunjukkan pukul 16:00 sore hari ketika Bradley masih fokus pada buku-buku kumpulan soal Matematika, mata pelajaran kesukaannya. Sementara itu, Mrs. Claire, ibunya, datang menghampirinya dengan secangkir teh dan menanyakan soal rencana liburan awal puasa.
"Bradley, kita sudah punya rencana belum buat liburan awal puasa?" tanya Mrs. Claire dengan nada lembut
Bradley pun menatap ibunya dan menggeleng pelan.
"Belum, Mommy. Aku sedang sibuk belajar untuk persiapan Olimpiade Matematika tahun depan," jawab Bradley
Mrs. Claire tersenyum sambil mengangguk, paham betul akan semangat anaknya.
"Bagaimana kalau kita bahas sekarang, Nak?" tawar Mrs. Claire
Tak lama kemudian, Mr. Sterling, ayah Bradley, masuk ke ruang keluarga, tampak bersemangat. Duduk di sofa dengan tatapan mata penuh semangat, ia langsung melibatkan diri dalam percakapan.
"Bradley, Daddy punya ide, bagaimana kalau kita liburan ke Taman Laut Bunaken? Udara di sana segar, pemandangannya indah, dan suasananya cocok untuk bersantai di libur awal puasa," kata Mr. Sterling sambil tersenyum manis
Bradley terlihat berpikir sejenak. Liburan memang terdengar menyenangkan, tetapi ia masih khawatir tentang persiapannya untuk maju Olimpiade Matematika.
"Itu ide yang bagus, Daddy, tapi aku perlu banyak waktu buat belajar. Gimana kalau nanti aku malah nggak bisa fokus sama pelajaran?" tanya Bradley dengan nada ragu
Mr. Sterling pun tersenyum, mencoba menenangkan kekhawatiran anak sulungnya itu.
"Tenang, Nak. Kamu bisa bawa buku-buku Matematika kamu ke sana. Nggak apa-apa kalau kamu perlu waktu buat belajar. Kita ke Bunaken bukan buat aktivitas yang terlalu padat. Kita bisa atur supaya kamu tetap punya waktu buat belajar," kata Mr. Sterling dengan bijak
"Begini, Nak. Kita bisa buat jadwal yang lebih fleksibel. Di sana, suasana lebih tenang, dan kamu bisa fokus belajar tanpa banyak gangguan," tambah Mrs. Claire, mendukung suaminya
Bradley pun akhirnya merasa sedikit lebih lega dan tersenyum.
"Oke, boleh juga! Asal aku tetap bisa belajar, aku setuju buat ke Bunaken" kata Bradley
Tepat pada saat itu, adik Bradley, Billy, berlari masuk ke ruang keluarga dengan penuh semangat.
"Liburan? Kemana? Kemana?" tanya Billy sambil tersenyum lebar
Mr. Sterling pun tertawa kecil melihat antusiasme anak bungsunya itu.
"Kita mau liburan ke Bunaken, Billy. Kamu mau ikut snorkeling, kan?" tanya Mr. Sterling
Billy pun langsung melompat kegirangan.
"Aku mau Daddy! Aku mau lihat ikan-ikan lucu di laut!" kata Billy, matanya berbinar-binar penuh antusiasme
Dengan begitu, diskusi keluarga kecil mereka berakhir dengan keputusan bulat. Liburan awal puasa kali ini akan dilaksanakan di Bunaken, di mana mereka akan menikmati indahnya alam bawah laut, sementara Bradley tetap bisa fokus mempersiapkan Olimpiade Matematika yang sangat ia nantikan.
"Bradley, kita sudah punya rencana belum buat liburan awal puasa?" tanya Mrs. Claire dengan nada lembut
Bradley pun menatap ibunya dan menggeleng pelan.
"Belum, Mommy. Aku sedang sibuk belajar untuk persiapan Olimpiade Matematika tahun depan," jawab Bradley
Mrs. Claire tersenyum sambil mengangguk, paham betul akan semangat anaknya.
"Bagaimana kalau kita bahas sekarang, Nak?" tawar Mrs. Claire
Tak lama kemudian, Mr. Sterling, ayah Bradley, masuk ke ruang keluarga, tampak bersemangat. Duduk di sofa dengan tatapan mata penuh semangat, ia langsung melibatkan diri dalam percakapan.
"Bradley, Daddy punya ide, bagaimana kalau kita liburan ke Taman Laut Bunaken? Udara di sana segar, pemandangannya indah, dan suasananya cocok untuk bersantai di libur awal puasa," kata Mr. Sterling sambil tersenyum manis
Bradley terlihat berpikir sejenak. Liburan memang terdengar menyenangkan, tetapi ia masih khawatir tentang persiapannya untuk maju Olimpiade Matematika.
"Itu ide yang bagus, Daddy, tapi aku perlu banyak waktu buat belajar. Gimana kalau nanti aku malah nggak bisa fokus sama pelajaran?" tanya Bradley dengan nada ragu
Mr. Sterling pun tersenyum, mencoba menenangkan kekhawatiran anak sulungnya itu.
"Tenang, Nak. Kamu bisa bawa buku-buku Matematika kamu ke sana. Nggak apa-apa kalau kamu perlu waktu buat belajar. Kita ke Bunaken bukan buat aktivitas yang terlalu padat. Kita bisa atur supaya kamu tetap punya waktu buat belajar," kata Mr. Sterling dengan bijak
"Begini, Nak. Kita bisa buat jadwal yang lebih fleksibel. Di sana, suasana lebih tenang, dan kamu bisa fokus belajar tanpa banyak gangguan," tambah Mrs. Claire, mendukung suaminya
Bradley pun akhirnya merasa sedikit lebih lega dan tersenyum.
"Oke, boleh juga! Asal aku tetap bisa belajar, aku setuju buat ke Bunaken" kata Bradley
Tepat pada saat itu, adik Bradley, Billy, berlari masuk ke ruang keluarga dengan penuh semangat.
"Liburan? Kemana? Kemana?" tanya Billy sambil tersenyum lebar
Mr. Sterling pun tertawa kecil melihat antusiasme anak bungsunya itu.
"Kita mau liburan ke Bunaken, Billy. Kamu mau ikut snorkeling, kan?" tanya Mr. Sterling
Billy pun langsung melompat kegirangan.
"Aku mau Daddy! Aku mau lihat ikan-ikan lucu di laut!" kata Billy, matanya berbinar-binar penuh antusiasme
Dengan begitu, diskusi keluarga kecil mereka berakhir dengan keputusan bulat. Liburan awal puasa kali ini akan dilaksanakan di Bunaken, di mana mereka akan menikmati indahnya alam bawah laut, sementara Bradley tetap bisa fokus mempersiapkan Olimpiade Matematika yang sangat ia nantikan.
0