- Beranda
- Stories from the Heart
Santri Edan (Kisah Nyata)
...
TS
upil99
Santri Edan (Kisah Nyata)

Sebelum membaca ini, saya tekankan bahwa cerita ini nyata bagi yg berasumsi nyata, bagi yg berasumsi fiktif,
Saya tidak pandai menulis, jadi hanya sekedar cerita saja semoga bisa dapat dimengerti bahasanya, karena memag keterbatasaku, ya anggap saja jika susah dimengerti atau dipahami anggap saja hard story yang penuh dengan teka teki yang dimana pembaca harus berpikir keras utk menerjemahkan, wkwkkwk
Saya ini hanya orang gila saja jadi mohon dimaklumi,
Mungkin nanti akan ada cerita yang diluar akal logika manusia secara umum, yah anggap saja untuk bacaan ringan saja,
Semoga jika ada sisi positif nya bisa diambil hikmahnya dan apabila ada sisi negatifnya bisa diambil juga pelajaran nya untuk tidak ditiru,
INDEX :
Santri Edan 1
Santri Edan 2
Santri Edan 3
Santri Edan 4
Santri Edan 5
Santri edan 6
Santri Edan 7
Santri Edan 8
Santri Edan 9 20desember
Diubah oleh upil99 20-12-2023 00:38
mechanics770 dan 72 lainnya memberi reputasi
73
73.6K
Kutip
338
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
upil99
#224
Spoiler for Santri Edan 6:
Hari ke 6
Habis shubuh ku lanjutkan perjalanan, langit terlihat masih berawan, melewati sebuah pom bensin kulihat di tong sampah ada nasi bungkus, yang aku heran masih Bagus dan belum ke makan sama sekali, kemudian sebelahnya ada sebuah warung angkringan yg tutup sepertinya dah lama tak dipakai diatasnya ada krupuk dan kopi susu yang diikat pastikan mungkin sisa orang semalam yang tidak dimakan, hari ini aku palah jadi tidak puasa, menikmati rejeki pagi ini, ntah harus bersyukur atau ini sebuah ujian.
Kulanjutkan perjalanan, diiringi ramainya jalanan dan terasa teduh karena pinggir jalan banyak pohon pohon besarnya, terlihat warung warung yang menjual kerajinan kayu, sempat dipinggir jalan ketemu anjing, aku berusaha santai mau lari gak bisa kenceng karena kakiku yang masih sakit.
Terus berjalan melewati hutan hutan, terlihat ada pasar hewan atau burung, aku mampir sambil liat liat dan menikmati kicauan burung yang bersahutan, jalanan juga terlihat macet karena ada perbaikan jalan, kulihat pedagang pedagang asongan yang menghampiri setiap mobil yang berhenti menawarkan jualannya, betapa beratnya hidup, aku salut dengan mereka yang berjuang untuk menghidupi keluarga mereka dan tidak gengsi memilih pekerjaan, aku sendiri mungkin angkat tangan jika bekerja seperti itu, ah betapa tingginya egoku terlihat diriku yang begitu sombong, sungguh ngedanku masih kalah dengan mereka,
Lawan dari sombong itu tawadhu, tawadhu adalah suatu sifat terpuji, bagi seorang salik ataupun seorang penuntut ilmu dimanapun jika ingin yang ia pelajari berhasil disarankan untuk tawadhu' taat kepada guru, jika palah menentang guru akan susah menyerap ilmu karena aliran cahaya keberkahan ilmu dia hijab sendiri,
Contoh saja, dulu sewaktu sekolah Sma aku termasuk anak yang bandel, setiap kelas itu pasti ada yang bikin ramai ada yang pendiam, ya aku termasuk orang yang selalu bikin ramai yang duduk di pojok belakang hehehe, guru sudah bagai teman sendiri hilang rasa tawadhu, sering ku nglawan guru, hingga sering menghadap kepala sekolah dan sering dihukum, dibotakin dan pernah 3 bulan sebelum ujian dilarang mengikuti pelajaran seorang guru yang mengajarkan 2 mapel pelajaran, bersama teman sebangku ku yang namanya kampret padahal namanya bagus yudi setiawan, cuma teman sekampungnya manggilnya kampret jadi aku ikut ikutan, aku sama kampret palah seneng karena bisa keluar ke terminal main ps, juga hampir tiap pagi jadi tukang push up dan buang sampah karena tiap hari selalu telat, laci meja guru isinya surat ijin telat dariku sampai tebal, jam sekolah masuk jam 7 aku dari rumah baru berangkat padahal masih nunggu angkutan lewat,*plak. dan akhirnya aku lulus dengan nilai ujian yang minim, yang aku heran dari sd, smp dan sma kok ya pas ujian nasional selalu berada di depan persis pengawas, nasiblahh..
Setelah ketemu Kyai, Beliau bercerita bahwa dulu sewaktu sekolah tidak boleh mengikuti pendapat pelajaran oleh guru ruhani beliau, hingga nilainya sangat rendah, itu tujuannya agar pikiran tetap murni dan ilham mudah masuk, pelajaran disekolah itu kebanyakan dari pendapat pendapat seseorang yang kebenarannya masih dipertanyakan, kebenaran tentang arti menjalani hidup, Rosulullah SAW tidak sekolah tidak bisa baca tulis alasannya ya itu, setelah mendengar dari cerita Kyai aku jadi tidak terlalu menyesali jika dulu waktu sekolah yang agak bandel *plak
Dan yang terpenting adalah tawadhu dan taat kita pada Allah, yang menciptakan kita, yang memberi kita hidup, memberi rizki, dan yang memiliki segala sesuatu di alam semesta ini, jika kok menyangkal itu tidak tawadhu dan taat, tunggulah kehancuran hidup. Sebenarnya Allah itu akan memberikan kita sesuatu yang sangat baik bagikehidupan kita tapi kita sendiri yang menolaknya, ibarat kita punya sebuah usaha dan memiliki karyawan, sebenarnya kita ingin memberikan banyak gaji dan bonus bagi karyawan, tapi klo karyawan nya itu kok gak tawadhu sama kita, sama kita palah nonjok ngeyelan bikin ribut, aturan juga tidak di taati jarang masuk kerja, maka apa yang mau kita beri jadi terhalang, palah bisa jadi mecat karyawan itu sedang diluar banyak orang mau masuk di usaha kita. Sungguh betapa kemurahan Allah yang telah diberikan kepada kita, sedang tawadhu' dan taat masih jauh, semoga selalu bisa diperbaiki.
Kulanjutkan perjalanan melewati sebuah taman dan memasuki hutan, karena kelelahan aku istirahat rebahan disebuah tempat duduk panjang mungkin bekas jualan orang, yang lama tidak dipakai, meski matahari mulai memanas tapi terasa sejuk karena disekeliling hanya ada pohon pohon saja.
Hari ini hari jumat, tapi dalam ingatanku tak terbayang aku jumatan dimana, aku sudah lupa ntah di memori bagian mana ku taruh, biasanya sesuatu yang diluar logika dan sesuatu yang tak bisa di tangkap oleh indrawi itu disebut metafisik juga bisa disebut ghaib, kadang orang yang berpikirnya terlalu logis bisa sampai ada yang jadi atheis(tidak percaya tuhan), sedangkan dia punya akal pikiran dan ingatan. Pikiranya sendiri dia tidak bisa melihat wujudnya, meskipun otaknya dibedah gak bakal keluar kepingan cd, memory card bahkan hardisk, ntah mungkin saja nanti ada ilmuwan yg bisa membuat mikroskop canggih atau brain scanner mengambil sel otak terus di scan dan kemudian bisa memunculkan gambar ingatan di monitor dan gambar ingatanya, eh keluarnya kok syahrini dan aura kasih. hehe
dalam Alqur'an surat Al-Israa' [17] ayat 72 disebutkan:
"Dan barang siapa di dunia ini buta hatinya, maka di akhirat nanti juga akan buta, dan lebih sesat lagi jalannya".
Rasulullah SAW pernah mengingatkan para sahabat akan pentingnya mengedepankan fungsi hati sebagai raja bagi kehidupan. Ketika kita membuat akal kita sebagai raja dan hati menjadi pengawalnya, maka tunggulah kehancuran hidup kita. Hati kita akan tertutup dengan bercak hitam sehingga kita tidak mampu mengenal Allah.
Akal mempunyai sifat menimbang nimbang apakah lebih condong arah nafsu yang sifatnya selalu mencari nikmat yang sementara dan menolak kesengsaraan atau ke hati yang sifatnya murni berisikan kebaikan dan sebuah keyakinan, .
Dan dalam lelaku ngedan ini aku dalam belajar mengedepankan hati dari diri ku yang dipenuhi nafsu inderawi, duniawi dan dari diriku yang jujur saja terlalu logis bahkan dulu sempat mempertanyakan ketuhanan, yang kurasakan dari latihan hati ini adalah keimanan, keyakinan dan lebih merasakan kehadiran Allah SWT, dan jika kembali ke tulisan yang atas aku tidak menyalahkan orang orang yang pintar dan berpendidikan tinggi, bukan membela diri karena saya bodoh dan hanya tamatan sma,tapi karena setiap orang memiliki jalan hidupnya sendiri sendiri, yang kunikmati di dunia ini secara sareat juga hasil dari orang orang yang berpendidikan tinggi dan yang kusampaikan adalah hanya sebagai pengingat diriku dan peringatan saja agar sama sama belajar untuk lebih mengedapankan hati daripada logika dan nafsu.
Hari sudah mulai gelap, dipinggir jalan aku bertanya pada seseorang
"Pak apa didepan sana ada masjid?"
"Ada mas, itu disana di masjid gontor''
''Oh ya, makasih pak "
"Ya" Jawab Bapak itu yang kayak kebingungan ngobrol dengan orang berpenampilan seperti ku.
Ku terus berjalan hingga terlihat tower penampungan air yang tinggi dan besar yang bertuliskan "Pdam kab Ngawi'' , kemudian terlihat sekolah besar khusus perempuan gontor putri, aku palah baru tau ada sekolah putri yang sebesar ini, dan akhirnya sampai disebuah masjid bernama "Masjid mahronisa", di depan masjid sebelum maghrib aku nyari makanan di tong sampah dapat nasi bungkus bekas yang masih bagus, aku makan dipinggir tong sampah dan terlihat gadis gadis pondok pada lewat ''ah bodo amat'' ucap batinku,
Kemudian ganti pakaian dan sholat maghrib lanjut wirid, saat wirid aku sempat ketiduran dan mimpi, dimimpi itu aku juga berada di masjid itu, dan orang-orang yang dibelakang ku yang bilang padaku
" Kamu ini ngapain kok gini gini, dah jangan'' menirukan gerakkan ku menjentikan jari berdoa dengan meminjam karomah guru setan setan yang mendekat dan mengganggu terbakar,
Aku terbangun kulihat mesjid sudah sepi, '' oh ngimpi to, hehe jadi jin jin itu gak suka aku seperti itu", lanjut wirid dan keluar ke teras belakang masjid istirahat melihat lihat dibelakang masjid ada lapangan dan seperti ada sebuah wisma, lanjut isa'an wirid dan keluar dari masjid, kuputuskan untuk tidak jalan lagi karena saking lelah nya seharian berjalan, aku memilih untuk istirahat di emperan toko seberang masjid, dzikir sampai tertidur ditemani nyamuk nyamuk.
andir004 dan 20 lainnya memberi reputasi
19
Kutip
Balas
Tutup