- Beranda
- Stories from the Heart
Santri Edan (Kisah Nyata)
...
TS
upil99
Santri Edan (Kisah Nyata)

Sebelum membaca ini, saya tekankan bahwa cerita ini nyata bagi yg berasumsi nyata, bagi yg berasumsi fiktif,
Saya tidak pandai menulis, jadi hanya sekedar cerita saja semoga bisa dapat dimengerti bahasanya, karena memag keterbatasaku, ya anggap saja jika susah dimengerti atau dipahami anggap saja hard story yang penuh dengan teka teki yang dimana pembaca harus berpikir keras utk menerjemahkan, wkwkkwk
Saya ini hanya orang gila saja jadi mohon dimaklumi,
Mungkin nanti akan ada cerita yang diluar akal logika manusia secara umum, yah anggap saja untuk bacaan ringan saja,
Semoga jika ada sisi positif nya bisa diambil hikmahnya dan apabila ada sisi negatifnya bisa diambil juga pelajaran nya untuk tidak ditiru,
INDEX :
Santri Edan 1
Santri Edan 2
Santri Edan 3
Santri Edan 4
Santri Edan 5
Santri edan 6
Santri Edan 7
Santri Edan 8
Santri Edan 9 20desember
Diubah oleh upil99 20-12-2023 00:38
mechanics770 dan 72 lainnya memberi reputasi
73
72.7K
Kutip
338
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
upil99
#175
Spoiler for Santri Edan 5:
Hari ke 5
Dari subuh,dzuhur dan ashar, aku masih berada di alun alun Ngawi, waktu di masjid aku sempet membaca artikel di sebuah mading, yang berisikan berita di koran, disitu aku melihat berita bahwa manchester united kalah, btw aku ini seorang penggemar sepakbola, dan klub favorit ku MU, aku hampir menonton setiap pertandingannya, aku jadi inget saat awal awal merantau di Cikarang Bekasi saat belum punya TV di kos, aku sampai nonton di pangkalan ojek, kadang nonton live streaming di warnet, kadang juga palah minta tukar sift sama karyawan lain hanya bisa untuk menonton MU, saat aku sedang ngedan untung saja MU lagi banyak kalahnya jadi tidak terlalu memikirkannya,
Aku jadi inget ketika setelah subuh yang malamnya ada dzikir akbar, pagi nya Kyai selalu mengetes perkembangan muridnya apakah dzikirnya sudah benar atau membaik, disitu para murid rata-rata memang belum baik dalam berdzikir, karena dzikirnya itu bukan hanya sekedar dimulut saja tapi batiniahnya juga berdzikir, batiniah yang iklas yang ditujukan pada Allah dengan konsentrasi asma Allah di titik titik latifah, ada tausiah kyai yang terdengar menyentil kenapa dzikir begitu susah untuk benar, salah satunya apa yang menyangkut dihati kita yang harusnya yang dihati kita itu hanya Allah palah diisii Cinta akan duniawi,
"manchester united menang..., hehe la ya urusanmu apa?? "itu kata kyai yang benar-benar menampar padaku waktu pagi itu, la ya sebenarnya urusannya apa ya.. mereka menang atau kalah juga gak berpengaruh pada hidupku setelah meninggal nanti, mungkin karena dikampung sering debat antar penggemar sewaktu di sekolah, tempat kerja dan di facebookku juga, kyai juga pernah mengatakan "untuk apa eyel eyelan(debat) dengan dunia yang pasti kita tinggalkan?", kata kata kyai sering terngiang-ngiang dikepalaku memang tak seharusnya terlalu pusing dengan kehidupan orang yang bukan jadi urusanku,
Ketika memikirkan sesuatu apa yang ada dihati kita tentang suatu hal hal, kita akan menarik atau tertarik dengan apa yang dihati kita, entah itu sesuatu yang baik atau tidak, seperti cinta sepak bola akan kumpul dengan sesama apa yang disukainya, seorang pemabuk atau penjudipun juga akan kumpul bersama, sebenarnya hati itu awalnya sesuatu yang fitrah, tapi karena dipengaruhi oleh lingkungan sekitar dan tertangkap oleh indrawi kemudian masuk kepikiran dan nafsu maka hati akan terpengaruhi dan menyimpannya, dan tanpa disadari akan mempengaruhi tingkah laku kita, jadi kita harus teliti juga memilih teman atau tempat untuk kita bergaul, karena sesuatu yang melawan keimanan itu akan mudah masuk ke hati, karena nafsu dikendalikan oleh syetan, dan sifat nafsu yang suka akan kenikmatan dan menolak kesengsaraan, sehingga syetan selalu memberi bayang bayang akan kenikmatan, kenikmatan yang sifatnya sementara, memang bukan hal mudah menundukan nafsu aku sendiri sudah kalah telak dengan nafsuku sendiri, tapi karena tidak mudah itu ada nilai perjuangannya, perjuangan yang dinilai Allah, berjuang itu artinya Jihad, jika perjuangan itu yang sifatnya di jalan Allah maka itu di sebut Jihad fi sabilillah, dan jika hatimu tersimpan tertuju tentang keruhanian atau keimanan semoga kita bisa bertemu,
Setelah dzuhur aku mojok wiridan dimasjid dengan dua tasbih karena hitungan dzikirnya sampai 10rb , tangan kanan muter tasbih sampai 100 biji, tangan kiri dapat 1 biji, jika tangan kiri sudah sampai 100 biji tandanya sudah sampai hitungan 10ribu, aku jadi ingat ketika ngobrol dengan mbah Ngawi di majlis,
"Mbah kok bisa kenal kyai itu awalnya gimana mbah? " tanyaku pada mbah Ngawi
"Itu waktu aku dimasjid dikudus lihat mas Andra orang Nganjuk tiap hari dzikiran lama pakai dua tasbih, la mbah kan juga heran ini ikut tarekat apa kok pakai dua tasbih, la wong juga setiap kali aku kasi makanan katanya juga sedang puasa, kemudian diajaklah aku sama mas andra kesini" jelas mbah Ngawi,
"Oh, terus pas datang kesini langsung minat mbah? "
"Iya hehehe" jawab mbah Ngawi yang orang nya mudah tersenyum.
*flasbck end
Saat aku sedang berdzikir tiba tiba ada seseorang dari belakang menyapaku
"Mas mas.. Maaf ngganggu.. Mohon diterima" seseorang memberiku sebuah uang sambil badanya menunduk,
"Iya terimakasih, lah sampean lagi mas, mas yang kemarin kan? " balasku kaget ternyata orang yang kemarin memberiku uang 10ribu dijalan
"Iya mas, minta doanya saja, ya dah mas saya balik dulu" kata mas itu yang kemudian keluar dari masjid
Kulihat uang senilai 20ribu, setelah wirid selesai aku masukan uang itu ke kotak amal masjid dan mendoakan orang yang ngasih uang itu padaku,
Setelah ashar aku keluar dari masjid, aku mulai merasa bosan di sini, aku melihat plang yang menunjukkan arah Solo, batinku ah apa aku ke solo saja ya, soalnya seingetku aku belum pernah ke solo,
Kemudian aku mulai berjalan menuju Solo,
"Pak ini benar ya arah solo? " tanyaku pada seseorang yang sedang dipinggir jalan
"Iya mas ini ambil kanan lurus terus ngelewati Sragen"
"Ngelewatin hutan gak pak,? Tanyaku khawatir nglewati hutan lagi waktu malam hehe
"Ya, ada tapi masih jauh kok"
"Ya dah makasih pak"
Aku langsung lanjut jalan lagi di tengah jalanan kota Ngawi, sangat ramai, dari kemarin sore aku tidak berjalan, dan saat aku mulai jalan lagi badanku terasa remek, dan masih dengan kaki kiriki yang telapak kaki bagian depan terasa sedikit sakit karena duri yang masih nancap di telapak kaki, sudah ku coba sering kuambil tapi kok ya susah.
Berjalan dan terus berjalan sambil mencari makanan di tempat sampah untukku buka puasa maghrib nanti, hingga sampai magrib aku hanya dapat satu bungkus kecil kedelai yang aku dapat di terminal Ngawi, sempet dijalan ketemu seorang banci di lampu merah menatap aneh, aku cuek saja,
Tiba di sebuah masjid bernama "masjid baitussalam" (bisa dicek di google maps), di masjid itu menyediakan air disebuah galon, dan aku buka puasa dengan air itu dan sebungkus kecil kedelai, setelah magriban, aku wirid diteras samping masjid, kemudian ada bapak bapak yang menghampiriku
"Assalamualaikum dari mana mas? " salam bapak itu
"Waalaikumsalam dari Tuban pak,"
"Musafir ya?, soalnya di masjid ini memang banyak para musafir yang mampir di masjid"
"Iya pak, oh.., maaf pak tadi saya minum air yang digalon itu"
"Ya, gapapa mas, itu memang untuk umum, sudah berapa lama mas jalan? "
"Baru beberapa hari ini aja pak"
"Oh soalnya musafir yang mampir disini itu ada yang jadi musafir sejak tahun sekitar 1999," cerita bapak itu
"Wah lama juga, itu kemana saja pak? Kalau saya cuma di jatah 21 hari saja, nanti bisa lanjut ke tingkatan berikutnya"
"Oh ya keliling Jawa si mas.. Mas nya nanti nginep disini to? "
"Gak pak, tidak diperbolehkan untuk tidur di masjid"
"Oh.. klo mau tidur disini gapapa kok sudah biasa musafir pada tidur disini,"
"Hehe makasih pak"
Ngobrol dengan bapak itu sampai waktu isa', setelah isa' aku kembali wiridan di teras samping masjid, kemudian ada kakek kakek yang mendatangiku, kemudian diajak ngobrol yang isinya hampir sama dengan bapak tadi,
"Bentar ya mas jangan pergi dulu, saya mau kasih sesuatu" kata bapak itu,
Kemudian setelah setelah sekitar 5menit kakek kakek itu datang lagi
"Ini aku kasih tapi jangan untuk beli rokok ya," kakek itu memberiku sebuah amplop yang berisikan uang
"Makasih mbah"
"Saya ini sudah umur 65tahun, tapi masih terlihat sehat kan hehe, jadi itu untuk beli apa saja yang penting jangan rokok" kata mbah itu
"Wah iya mbah masih keliatan seger, iya mbah saya juga bukan perokok" balasku yang heran dengan kesegaran badan kakek itu
"Saya dulu juga ngerokok, tapi sewaktu masih muda dulu, ya dah mbah pamit dulu ya"
"Nggih mbah terimakasih," balasku dan mendoakan kebaikan untuk kakek itu
Aku memang bukan perokok tapi saat kutulis kisah ini, aku sudah jadi perokok berat, itu bukan tanpa alasan, alasannya mungkin akan ku ceritakan setelah after ngedan.
Kubuka amplop itu berisikan uang 20ribu, aku juga terasa lapar di dipinggir jalan masjid juga ada angkringan, wuaduh godaan terasa berat, tapi aku inget temenku kalau dapat uang mending langsung masukin kotak amal masjid daripada bisikkan jadi kenceng, aku langsung masukan uang itu kotak amal masjid, kemudian lanjut jalan,
Jalan yang kulewati ini lumayan ramai, juga penerangannya Bagus mungkin karena jalur utama, berjalan dan terus berjalan melewati perkampungan perkampungan dengan sambil mencari sebuah makanan jika ketemui sebuah tempat sampah, tapi jga tidak kudapatkan, hujan juga mulai jatuh rintik rintik hingga akhirnya terlihat dari kejauhan ada menara masjid yang ada lampu warna warni dan terdengar speakernya seperti sedang ada pengajian, pikirku wah klo pengajian itu biasanya ada makanan, pas berjalan sampai jalan dekat masjid hujan turun deras aku berteduh diteras sebuah sekolah kecil, mungkin sekolah TK, aku kemudian tiduran disitu ditemani hujan dan nyamuk nyamuk, ditas plastiku ini ada kulit jeruk yang beraroma Wangi, kuperas dan kuusapkan ketangan dan kakiku. kemudian mulai tertidur, setelah terbangun masjid sudah sepi, aku berharap ada sisa makananan, kucari ditumpukan2 nasi bungkus, dan alhamdulillah ada yang masih Bagus, kulihat jam di masjid menunjukkan jam 2:45, kamudian aku wudhu dan solat malam berdzikir sampai subuh..
Diubah oleh upil99 01-10-2019 05:42
andir004 dan 25 lainnya memberi reputasi
26
Kutip
Balas
Tutup