TS
rn5whyred
[Official Lounge] Xiaomi Redmi Note 5 Pro - All Rounder - Part 1
[Official Lounge] Xiaomi Redmi Note 5 - All Rounder
Warning !!!
Bagi pengguna RN5 whyred dengan model MEE7S,
yang belum true UBL
Bagi pengguna RN5 whyred dengan model MEE7S,
yang belum true UBL
Dilarang update ke MIUI Pie, karena pasti langsung stuck di Mi Recovery 3.0 seperti ini. Ini terjadi karena region restriction yang ada sejak tahun 2018 lalu. Jika sudah terlanjur update dan stuck, nampaknya sudah tidak bisa selamatkan data lagi. Agan perlu ikutin tutor di bawah untuk flash balik ke ROM China Oreo, untuk UBL terlebih dahulu.
Untuk pengguna RN5 whyred lain, baik garansi TAM resmi maupun distri dengan model number M1803SG/H, tidak ada masalah ini pas update ke MIUI Pie. Karena dari awal ROM nya memang asli ROM Global. MEE7S yang sudah true UBL juga tidak ada masalah ini, karena UBL sudah bebas dari region restriction.
Tutorial Unbrick RN5 Whyred MEE7S Garansi Distributor China
(Kotak merah tulisan mandarin)
Tutorial Unbrick RN5 Whyred MEE7S Garansi Distributor China
Tutorial ini adalah untuk pengguna RN5 Whyred dengan model number MEE7S, garansi distributor China, yang sempat bricked karena update dari MIUI Oreo ke MIUI Pie. Ini terjadi karena RN5 agan belum true UBL, kena Fake UBL. Solusinya adalah agan perlu buat jadi true UBL terlebih dahulu lewat test point (tidak ada cara lain), UBL seperti biasa dari ROM China, dan akhirnya kembali ke Global Pie.
Spoiler for Berita Lama:
==================================================

Kabar gembira bagi yang tidak sengaja bricked RN5 nya karena ARP
Spoiler for Kabar gembira:
WARNING!!!
JANGAN PERNAH UPDATE KE 9.5.19.0!!!
JANGAN PERNAH UPDATE KE 9.5.19.0!!!
Karena versi tersebut sudah ada ARP (Anti Rollback Protection). Untuk selengkapnya lihat di sini.
Untuk lebih detailnya, liat index bagian ARP.
=============================
Bagi yang mo beli garansi distributor, terutama RN5 versi China, kotak merah, tulisan mandarin, model MEE7S, perhatikan beberapa jenis kutukan ini.
=============================
Sejak negara api menyerang, terjadilah pertempuran sengit antara asuske dan miruto.
Spoiler for snsv vs iw:
Bagi yang mo komparasi, silahkan lanjutkan di trit komparasi. Kalau nekat masih sering "diskusi" secara OOT, siap2 menghadapi apocalypse terhadap id agan.
Warning dari Momod
![[Official Lounge] Xiaomi Redmi Note 5 Pro - All Rounder - Part 1](https://s.kaskus.id/images/2012/07/14/4486641_20120714050806.gif)
Quote:
Quote:
==================================================
Panduan laporan Field Report (FR)
Spoiler for Panduan FR:
Petunjuk tempat di mana bisa beli
Spoiler for Tempat beli RN5:
========================================
Berhubung strategi penjualan siomay yang memang sengaja membuat stoknya sangat terbatas, jadi ini termasuk barang Ghoib.
Spoiler for Ghoib:
Bagi yang ingin bertanya tentang ketersediaan stok atau kapan stoknya dipindah ke alam manusia, silahkan pantau beberapa page terakhir dari trit untuk mendapatkan update terbaru. Ane tidak sanggup untuk update lagi, karena satu hari bisa loncat 5-10 page.
Diubah oleh rn5whyred 08-06-2019 23:05
bebeninfinix313 dan 20 lainnya memberi reputasi
19
718.7K
8.9K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Android
29.6KThread•18.1KAnggota
Tampilkan semua post
Desmanto
#1286
GCam Night Sight
Prolog
Bagi yang mungkin belum tau, Google setelah launching Pixel 3 dan Pixel 3 XL ada sekaligus memperkenalkan beberapa fitur baru di camera nya. Salah satunya adalah Night sight. Bisa dilihat hasil testingnya di xda. Fitur night sight baru muncul di GCam 6.1.013, dan sudah ada beberapa yang port ini ke berbagai HH, termasuk RN5.
Awalnya ane mengira ini mah cuma seperti HDR+ enhanced biasa. Toh konsepnya mirip2. Bahkan ada beberapa hasil port GCam yang ane tes tu, night sight mode nya persis seperti HDR+ enhanced. Makanya ane masih agak skeptis, mungkin tu hanya untuk HH piksel aja. Ane juga ga bisa banyak tes, karena rata2 harus install di android Pie. Ane masih pake RR 6.2.0 Final Oreo 8.1, belum niat mo update ke pie.
Tapi belakangan ada yang backport balik ke Oreo (Ivan Koschey), dan ane pake versi terakhir pada saat testing ini. Sebelumnya ane sempat install juga yang dari celsoazevedo, punya Tolyan009 20181103. Keduanya hampir sama, package name sama dan signature juga sama. Bug nya juga sama, banyak fitur force close, front force close. Night sight sama2 black viewfinder (gelap ga ada apa2), tapi bisa foto. Jadi ane kira dua ini sama aja. Ane pun test untuk foto2 dengan night sight mode dan hasilnya memang menakjubkan.
Konsep kerja Night Sight
Konsepnya Night Sight ini hampir sama seperti HDR+ enhanced, yaitu metode Photo stacking. Sebenarnya kita bisa saja mengambil beberapa foto dengan posisi yang sama dan stacking sendiri di adobe photoshop. Tapi tentunya kan ribet sekali, karena masih perlu manual edit dan adjust, sangat tidak user-friendly. Dengan adanya fitur HDR+ ini built-in langsung di app GCam, tentunya akan jauh lebih mudah dan tidak pake ribet. Night Sight meningkatkan jumlah shot yang diambil, bisa ampe 18 kali dari berbagai tes ane. Shutter speed juga dibuat sampai selambat 1/3 detik; sehingga ISO bisa ditekan lebih rendah dan hasil foto juga lebih terang. Tapi kekurangannya, agan perlu memastikan HH sangat stabil selama pengambilan foto, karena bisa sampai 6 detik!!! Tentunya akan lebih mudah kalau ada tripod.
GCam Mode tester and Collage
Ane ampe bela2in 3 hari ini buat flow automagic untuk bisa capture 4 gambar sekaligus, karena posisinya sebisa mungkin tidak berubah (pake gorilla pod). Lagian night sight kan masih ngebug gelap viewfindernya, jadi perlu viewfinder dari mode lain, dan perlu auto klik. Nantinya langsung collage fotonya, tarik keluar exif dan metadata lain yang ane buat untuk jadi acuan. Flownya belum sepenuhnya siap, tapi uda bisa ane share contoh hasilnya.
Ini kurang lebih yang flow ane lakukan :
1. Mengambil foto berurutan dari HDR off - HDR+ On - HDR+ Enhanced - Night Sight Mode. Proses pengambilan kurang lebih 1 menit untuk semuanya, dan HH dipasang di atas gorilla pod, sehingga sangat stabil dan posisi gambar tidak berubah.
2. Di setiap mode, ada jeda dan menunggu HDR processing selesai (kecuali HDR off).
3. Setiap processing ada ongoing notif nya berkali2, ini dilog sebagai jumlah step. Kemudian juga dicatat, waktu mulai tekan capture ampe processing muncul, ampe akhirnya processing selesai. Semuanya dihitung selisihnya.
4. Setelah selesai, 4 gambar terakhir dishare ke flow collage dan ditaruh di widget berukuran 1600x1200 dengan setting Better image; sehingga resolusinya jadi 2 kali di panjang dan lebar >> 3200x2400.
5. Masing gambar2 di taruh di sudutnya dan diberi label serta exif dan metadata waktu nya. Sehingga setiap gambar boleh dibilang sudah diresize ke 1600x1200 (1,92 MP)
6. Widget disimpan dengan type jpg quality 95.
Penjelasan 4 Mode
Jadi ane ambil fotonya dalam 4 mode.
1. HDR off= tanpa fitur HDR, ini hasilnya seperti kamera bawaan MIUI, apa adanya tanpa magic dari google. Pengambilan foto sangat cepat, biasanya shutter speed maksimal 1/12 detik dan ISO bisa naik ampe setinggi 6400-9600.
2. HDR+ On = fitur HDR+ normal, hasilnya sedikit lebih baik, karena biasanya uda merge 3 foto. Shutter speed maksimal 1/9 detik dan ISO bisa naik ampe 9600. Pengambilan gambar biasanya 1 detik an dan process HDR nya sekitar 3-9 detik dalam 3-9 langkah
3. HDR+ Enhanced = fitur HDR+ enhanced, hasil lebih baik karena merge bisa ampe 9 foto. Shutter speed maksimal 1/9 detik dan ISO biasanya lebih rendah dari HDR+ (tapi kadang sama). Pengambilan gambar biasanya 1-2 detik dan prosesnya biasanya 5-9 detik.
4. Night Sight = Ini fitur andalannya, black magic nya google. Hasil paling bagus. Shutter speed maksimal bisa ampe selambat 1/3 detik, ISO biasanya lebih rendah. Pengambilan gambar bisa ampe 6 detik (ya, 6 detik, mesti pake tripod) dan prosesnya bisa 18-25 detik. Jadi satu foto bisa perlu total ampe 30 detik (uda kayak long exposure).
Perbandingan Hasil foto
Sebenarnya masih ada banyak foto yang ane ambil, tapi tidak ane share karena alasan privasi. Berikut ane share 2 yang outdoor (dari viewing angle beda dikit) dan 1 indoor dengan kondisi sangat gelap (untuk ukuran camera HH). Awas Gambar BWK!!! 3 MB pergambar!
Outdoor dengan cahaya dari lampu rumah. Bisa terlihat di HDR off, warna pintu lantai 2 seberang sudah sangat pudar. langitnya sangat banyak noise dan pohon2 sudah jadi hitam.
Untuk HDR+ on dan enh, warna pintu lebih terlihat, langit berkurang noise nya dan pohon bisa terlihat ada hijau dan bayangannya.
Untuk Night sight, warna terlihat lebih jelas, langit lebih mulus noisenya, pohon bisa terlihat hijau dan jelas. Bahkan BTS yang hampir tidak kelihatan di HDR off bisa terlihat warnanya dengan jelas.
Gambar kedua adalah indoor dengan penerangan sangat minim. Di HDR off, sudah hampir tidak keliatan ada apapun, cuma kotak nya saja.
Di HDR+ on dan enhanced, bisa terlihat warna kuning kotaknya dan bayanngan dari batere nya. Tapi masih sangat banyak noise.
Di night sight, baru benar2 terlihat superiornya. Ternyata ada senter hitam di dekat batere. Warna kotak terlihat jelas dan ada bayangan tulis putih nya yang tidak kelihatan sama sekali sebelumnya. Tulisannya tidak jelas, karena sangat susah fokus di keadaan gelap, tapi minimal kita tahu di sana ada tulisan.
UPDATE 20181118
Ane barusan bisa tes lagi dan compare lagi dengan beberapa foto outdoor. Agak susah memang untuk menjaga device nya stabil selama 1 menit untuk 1 foto. Ane terpaksa pasang tripod nya di lantai, sandar di kursi dan sebagainya. Karena beberapa foto adalah mengarah ke jalan, jadi objek gambar ada berubah sedikit tergantung kondisi jalan waktu difoto. Kalau ada bekas jejak cahaya, terutama di night sight mode. Itu karena exposure 1/3 detiknya yang menangkap cahaya lampu dari mobil dengan kecepatan tinggi. Objek di sekitar nya masih tetap diam.
Secara general, bisa terlihat dari 4 foto komparasi di atas. HDR off selalu lebih banyak noies, warnanya pudar, pohon gelap, langit banyak bintik noise. Night sight selalu memberikan hasil terbaik, minim noise, warna lebih hidup, pohonnya bisa terlihat jelas, langitnya juga bisa terlihat awannya.
Untuk yang foto ini, ane mo komentar lebih lanjut. Waktu tu uda hampir tengah malam dan mata ane melihat lebih mendekati ke hasil foto HDR off, tapi tanpa noise tentunya. Jadi mata ane melihat warna yang pudar seperti di HDR off. Naik ke HDR+ On, HDR+ Enhanced, ampe akhirnya night sight; bisa terlihat beda jauh sekali warnanya. Ane bahkan terkejut bahwa kamera nya bisa menangkap warna yang tidak bisa ane lihat di malam hari. Ibarat foto pake night sight tu adalah menghidupkan lampu nya. Keesokan paginya ane sempat mampir ke tempat ini dan confirm bahwa warna asli di siang hari memang lebih mendekati yang hasil Night Sight Mode!!! Amazing memang.
Foto lain
Ane juga ada share beberapa foto hasil night sight modedi trit sebelah (termasuk foto dimari). Bisa liat lebih lanjut di sebelah.
Kesimpulan
Bisa terlihat bagaimana powerful nya fitur Night Sight ini. Dan alasan kenapa ane masih Root dan mo install GCam. Sekali agan uda tahu bahwa kemampuan kamera HH nya bisa ampe semaksimal ini, kayaknya jadi terasa sangat menyakitkan mata untuk melihat hasil foto dengan HDR off .
GCam tanpa root?
Postingan ane ini pasti membuat banyak agan bertanya ulang : "Bisa ga pasang GCam tanpa UBL/root?" Jawabannya masih sama, tidak bisa!!! Sekali mo pake GCam, agan uda harus basah dan jadi opreker. Semua cara pasang GCam tanpa root tetap melalui proses UBL (yang sekarang 1 bulan), wipe semua user data dan perlu pasang TWRP (meskipun temporary). Kalau uda ampe tahap tu, uda pasti kepalang basah. Uda capek2 gitu, sekalian aja root untuk keperluan lain juga (block iklan, freeze system app dan sebagainya).
Kabar Gembira
Kabar gembira untuk yang tidak pengen root tapi mo pake GCam. Di beberapa ROM MIUI terbaru, terutama yang beta, sudah ada user yang report kalau C2A nya sudah aktif dari bawaan. Dengan rumor seperti ini, biasanya diperlukan kira2 1 bulan, sebelum akhirnya C2A ini masuk ke ROM stable. Ane prediksi sebelum akhir tahun 2018, user non root sudah bisa pake GCam tanpa perlu root. Jadi kalau ada agan yang ingin root hanya untuk pakek GCam, mungkin boleh bersabar dikit. Toh nunggu UBL juga 1 bulan.
Bagi yang mungkin belum tau, Google setelah launching Pixel 3 dan Pixel 3 XL ada sekaligus memperkenalkan beberapa fitur baru di camera nya. Salah satunya adalah Night sight. Bisa dilihat hasil testingnya di xda. Fitur night sight baru muncul di GCam 6.1.013, dan sudah ada beberapa yang port ini ke berbagai HH, termasuk RN5.
Awalnya ane mengira ini mah cuma seperti HDR+ enhanced biasa. Toh konsepnya mirip2. Bahkan ada beberapa hasil port GCam yang ane tes tu, night sight mode nya persis seperti HDR+ enhanced. Makanya ane masih agak skeptis, mungkin tu hanya untuk HH piksel aja. Ane juga ga bisa banyak tes, karena rata2 harus install di android Pie. Ane masih pake RR 6.2.0 Final Oreo 8.1, belum niat mo update ke pie.
Tapi belakangan ada yang backport balik ke Oreo (Ivan Koschey), dan ane pake versi terakhir pada saat testing ini. Sebelumnya ane sempat install juga yang dari celsoazevedo, punya Tolyan009 20181103. Keduanya hampir sama, package name sama dan signature juga sama. Bug nya juga sama, banyak fitur force close, front force close. Night sight sama2 black viewfinder (gelap ga ada apa2), tapi bisa foto. Jadi ane kira dua ini sama aja. Ane pun test untuk foto2 dengan night sight mode dan hasilnya memang menakjubkan.
Konsep kerja Night Sight
Konsepnya Night Sight ini hampir sama seperti HDR+ enhanced, yaitu metode Photo stacking. Sebenarnya kita bisa saja mengambil beberapa foto dengan posisi yang sama dan stacking sendiri di adobe photoshop. Tapi tentunya kan ribet sekali, karena masih perlu manual edit dan adjust, sangat tidak user-friendly. Dengan adanya fitur HDR+ ini built-in langsung di app GCam, tentunya akan jauh lebih mudah dan tidak pake ribet. Night Sight meningkatkan jumlah shot yang diambil, bisa ampe 18 kali dari berbagai tes ane. Shutter speed juga dibuat sampai selambat 1/3 detik; sehingga ISO bisa ditekan lebih rendah dan hasil foto juga lebih terang. Tapi kekurangannya, agan perlu memastikan HH sangat stabil selama pengambilan foto, karena bisa sampai 6 detik!!! Tentunya akan lebih mudah kalau ada tripod.
GCam Mode tester and Collage
Ane ampe bela2in 3 hari ini buat flow automagic untuk bisa capture 4 gambar sekaligus, karena posisinya sebisa mungkin tidak berubah (pake gorilla pod). Lagian night sight kan masih ngebug gelap viewfindernya, jadi perlu viewfinder dari mode lain, dan perlu auto klik. Nantinya langsung collage fotonya, tarik keluar exif dan metadata lain yang ane buat untuk jadi acuan. Flownya belum sepenuhnya siap, tapi uda bisa ane share contoh hasilnya.
Spoiler for GCam mode tester dan Collage flow:
Ini kurang lebih yang flow ane lakukan :
1. Mengambil foto berurutan dari HDR off - HDR+ On - HDR+ Enhanced - Night Sight Mode. Proses pengambilan kurang lebih 1 menit untuk semuanya, dan HH dipasang di atas gorilla pod, sehingga sangat stabil dan posisi gambar tidak berubah.
2. Di setiap mode, ada jeda dan menunggu HDR processing selesai (kecuali HDR off).
3. Setiap processing ada ongoing notif nya berkali2, ini dilog sebagai jumlah step. Kemudian juga dicatat, waktu mulai tekan capture ampe processing muncul, ampe akhirnya processing selesai. Semuanya dihitung selisihnya.
4. Setelah selesai, 4 gambar terakhir dishare ke flow collage dan ditaruh di widget berukuran 1600x1200 dengan setting Better image; sehingga resolusinya jadi 2 kali di panjang dan lebar >> 3200x2400.
5. Masing gambar2 di taruh di sudutnya dan diberi label serta exif dan metadata waktu nya. Sehingga setiap gambar boleh dibilang sudah diresize ke 1600x1200 (1,92 MP)
6. Widget disimpan dengan type jpg quality 95.
Penjelasan 4 Mode
Jadi ane ambil fotonya dalam 4 mode.
1. HDR off= tanpa fitur HDR, ini hasilnya seperti kamera bawaan MIUI, apa adanya tanpa magic dari google. Pengambilan foto sangat cepat, biasanya shutter speed maksimal 1/12 detik dan ISO bisa naik ampe setinggi 6400-9600.
2. HDR+ On = fitur HDR+ normal, hasilnya sedikit lebih baik, karena biasanya uda merge 3 foto. Shutter speed maksimal 1/9 detik dan ISO bisa naik ampe 9600. Pengambilan gambar biasanya 1 detik an dan process HDR nya sekitar 3-9 detik dalam 3-9 langkah
3. HDR+ Enhanced = fitur HDR+ enhanced, hasil lebih baik karena merge bisa ampe 9 foto. Shutter speed maksimal 1/9 detik dan ISO biasanya lebih rendah dari HDR+ (tapi kadang sama). Pengambilan gambar biasanya 1-2 detik dan prosesnya biasanya 5-9 detik.
4. Night Sight = Ini fitur andalannya, black magic nya google. Hasil paling bagus. Shutter speed maksimal bisa ampe selambat 1/3 detik, ISO biasanya lebih rendah. Pengambilan gambar bisa ampe 6 detik (ya, 6 detik, mesti pake tripod) dan prosesnya bisa 18-25 detik. Jadi satu foto bisa perlu total ampe 30 detik (uda kayak long exposure).
Perbandingan Hasil foto
Sebenarnya masih ada banyak foto yang ane ambil, tapi tidak ane share karena alasan privasi. Berikut ane share 2 yang outdoor (dari viewing angle beda dikit) dan 1 indoor dengan kondisi sangat gelap (untuk ukuran camera HH). Awas Gambar BWK!!! 3 MB pergambar!
Spoiler for Outdoor Malam:
Outdoor dengan cahaya dari lampu rumah. Bisa terlihat di HDR off, warna pintu lantai 2 seberang sudah sangat pudar. langitnya sangat banyak noise dan pohon2 sudah jadi hitam.
Untuk HDR+ on dan enh, warna pintu lebih terlihat, langit berkurang noise nya dan pohon bisa terlihat ada hijau dan bayangannya.
Untuk Night sight, warna terlihat lebih jelas, langit lebih mulus noisenya, pohon bisa terlihat hijau dan jelas. Bahkan BTS yang hampir tidak kelihatan di HDR off bisa terlihat warnanya dengan jelas.
Spoiler for Indoor gelap:
Gambar kedua adalah indoor dengan penerangan sangat minim. Di HDR off, sudah hampir tidak keliatan ada apapun, cuma kotak nya saja.
Di HDR+ on dan enhanced, bisa terlihat warna kuning kotaknya dan bayanngan dari batere nya. Tapi masih sangat banyak noise.
Di night sight, baru benar2 terlihat superiornya. Ternyata ada senter hitam di dekat batere. Warna kotak terlihat jelas dan ada bayangan tulis putih nya yang tidak kelihatan sama sekali sebelumnya. Tulisannya tidak jelas, karena sangat susah fokus di keadaan gelap, tapi minimal kita tahu di sana ada tulisan.
UPDATE 20181118
Ane barusan bisa tes lagi dan compare lagi dengan beberapa foto outdoor. Agak susah memang untuk menjaga device nya stabil selama 1 menit untuk 1 foto. Ane terpaksa pasang tripod nya di lantai, sandar di kursi dan sebagainya. Karena beberapa foto adalah mengarah ke jalan, jadi objek gambar ada berubah sedikit tergantung kondisi jalan waktu difoto. Kalau ada bekas jejak cahaya, terutama di night sight mode. Itu karena exposure 1/3 detiknya yang menangkap cahaya lampu dari mobil dengan kecepatan tinggi. Objek di sekitar nya masih tetap diam.
Spoiler for Jalan:
Secara general, bisa terlihat dari 4 foto komparasi di atas. HDR off selalu lebih banyak noies, warnanya pudar, pohon gelap, langit banyak bintik noise. Night sight selalu memberikan hasil terbaik, minim noise, warna lebih hidup, pohonnya bisa terlihat jelas, langitnya juga bisa terlihat awannya.
Spoiler for Kuil:
Untuk yang foto ini, ane mo komentar lebih lanjut. Waktu tu uda hampir tengah malam dan mata ane melihat lebih mendekati ke hasil foto HDR off, tapi tanpa noise tentunya. Jadi mata ane melihat warna yang pudar seperti di HDR off. Naik ke HDR+ On, HDR+ Enhanced, ampe akhirnya night sight; bisa terlihat beda jauh sekali warnanya. Ane bahkan terkejut bahwa kamera nya bisa menangkap warna yang tidak bisa ane lihat di malam hari. Ibarat foto pake night sight tu adalah menghidupkan lampu nya. Keesokan paginya ane sempat mampir ke tempat ini dan confirm bahwa warna asli di siang hari memang lebih mendekati yang hasil Night Sight Mode!!! Amazing memang.
Foto lain
Ane juga ada share beberapa foto hasil night sight modedi trit sebelah (termasuk foto dimari). Bisa liat lebih lanjut di sebelah.
Kesimpulan
Bisa terlihat bagaimana powerful nya fitur Night Sight ini. Dan alasan kenapa ane masih Root dan mo install GCam. Sekali agan uda tahu bahwa kemampuan kamera HH nya bisa ampe semaksimal ini, kayaknya jadi terasa sangat menyakitkan mata untuk melihat hasil foto dengan HDR off .
GCam tanpa root?
Postingan ane ini pasti membuat banyak agan bertanya ulang : "Bisa ga pasang GCam tanpa UBL/root?" Jawabannya masih sama, tidak bisa!!! Sekali mo pake GCam, agan uda harus basah dan jadi opreker. Semua cara pasang GCam tanpa root tetap melalui proses UBL (yang sekarang 1 bulan), wipe semua user data dan perlu pasang TWRP (meskipun temporary). Kalau uda ampe tahap tu, uda pasti kepalang basah. Uda capek2 gitu, sekalian aja root untuk keperluan lain juga (block iklan, freeze system app dan sebagainya).
Kabar Gembira
Kabar gembira untuk yang tidak pengen root tapi mo pake GCam. Di beberapa ROM MIUI terbaru, terutama yang beta, sudah ada user yang report kalau C2A nya sudah aktif dari bawaan. Dengan rumor seperti ini, biasanya diperlukan kira2 1 bulan, sebelum akhirnya C2A ini masuk ke ROM stable. Ane prediksi sebelum akhir tahun 2018, user non root sudah bisa pake GCam tanpa perlu root. Jadi kalau ada agan yang ingin root hanya untuk pakek GCam, mungkin boleh bersabar dikit. Toh nunggu UBL juga 1 bulan.
Diubah oleh Desmanto 18-11-2018 23:39
7
Tutup
Varian 6/64 GB juga sudah resmi, tapi jauh sekali bedanya. Harga baru per 6 September 2018 dari [URL="[twitter=xiaomiindonesia]1037933129736933377[/twitter]"]cuitan twitter Mi Indonesia[/URL].






